23.5 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1176

Kota Bogor Lampu Kuning Covid-19

0

Bima Sebut BOR Sudah Capai 65 Persen

Bogor | Jurnal Inspirasi

Munculnya tiga klaster besar Covid-19 di Kota Bogor berimbas pada meningkatnya lonjakan kasus positif. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Minggu (13/6) terjadi penambahan 57 kasus baru, sehingga jumlah pasien yang masih sakit mencapai 686 orang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku bahwa telah terjadi lonjakan Covid-19. Hal itu dilihat dari naiknya Bed Occupancy Ratio (BOR) yang kini menjadi 65 persen dari sebelumnya yang berada dibawah 20 persen.

“Datanya menunjukan bahwa sebagian besar kasus itu karena dari luar kota, terutama efek mudik, efek yang mulai kembali tatap muka, liburan dan sebagainya. Ini sesuai dengan prediksi bersama,” ujar Bima kepada wartawan, Minggu (13/6).

Menurut Bima, Pemkot Bogor akan mengambil langkah untuk memastikan ruang isolasi dan kamar perawatan telah siap semua.

“Tracing kontak erat kita gencarkan termasuk testing. Besok kita lakukan koordinasi lagi, kami ingin menahan laju itu, mudah-mudahan tidak naik lagi sampai 70 persen,” ucap Bima.

Bima mengatakan, tren kenaikkan corona terjadi dimana-mana. Bahkan, Gubernur Ridwan Kamil berpesan bahwa situasi di Kota Bandung jangan sampai terjadi di Kota Bogor.

Atas dasar itu, sambung Bima, pemerintah meminta agar warga mengurangi mobilitas, sebab bila tidak penularan akan cepat terjadi.

“Kami akan duduk bareng membahas update Covid-19. Mungkin akan ada Perwali lagi atau aturan lagi yang akan disosialisasikan untuk menahan laju itu,” ucapnya.

Kata Bima, untuk klaster Griya Melati saat ini sudah selesai, semua pasiennya telah sembuh 100 persen. “Belum ada klaster lagi, terakhir kan pondok pesantren,” katanya.

Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa saat ini Kota Bogor sudah lampu kuning. Sebab, keterisian tempat tidur sudah 65 persen diatas batas ambang yang ditentukan WHO.

Saat disinggung apakah Pemkot Bogor akan menyiapkan tempat isolasi baru. Bima menyatakan, bila hal itu butuh kajian mendalam. “Nantilah dikaji dulu,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Dua ABG Ciampea tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Dua remaja putri berbaju hitam asal Cibanteng, Kecamatan Ciampea ditemukan oleh warga di pinggir Jalan Abdul Fatah Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dalam kondisi tidak sadar, Minggu (13/06/2021).

Saat dimintai keterangan oleh warga sekitar, keduanya tidak bisa menjawab dengan jelas. Bahkan dari mulut kedua remaja tersebut tercium aroma minuman keras. Kedua remaja tersebut diperkirakan berusia belasan tahun.

Menurut warga sekitar, Oki Sinaga, dua remaja putri ditemukan oleh warga sudah tidak sadarkan diri di Jalan Abdul Fatah Desa Bojong Jengkol. “Kemudian warga berusaha menyadarkan, namun upaya gagal hingga warga berinisiatif untuk membawa kedua remaja ke rumah warga hingga siuman,” katanya.

Warga lainnya Riyan menuturkan, tidak ada satupun warga yang mengenali identitasnya, diperkirakan bukan warga sekitar.

“Setelah menunggu selama beberapa jam dengan diberi minum air mineral, dua remaja ini dalam setengah sadar dan sempat mengatakan alamat asalnya, hingga akhirnya warga berusaha mengantarkan ke lokasi alamat yang dimaksud remaja tersebut dengan menggunakan sepeda motor,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Mengantuk, Mobil Terperosok ke Jurang

0

Sukajaya | Jurnal Inspirasi

Diduga supir mengantuk sebuah mobil Expander berwarna hitam terperosok kedalam jurang dengan ketinggian sekitar 40 meter, di Kampung Maniis, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (13/06/2021) sekitar pukul 10.30 Wib.

Menurut keterangan warga sekitar, Umang (45), mobil Expander itu dari arah Sukajaya menuju Kampung Maniis, mengarah ke arah petambangan emas, karena jalan yang sempit mobil tersebut terperosok ke dalam jurang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Sopir bernama Usup, informasinya pemilik mobil merupakan warga Lebak Banten, kemudian sopir mengalami luka-luka dibawa ke Kampung Maniis,  dari Kampung Maniis yang bersangkutan (Supir-Usup-red) itu dibawa tukang urut di Ciputih,” katanya.

Umang mengatakan, didalam mobil tersebut hanya terdapat satu orang yakni hanya penegemudinya saja. “Pengemudinya meloncat, kalau tidak meloncat kayaknya lebih parah lagi, menurut informasi sopir itu mengantuk,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi kejadian, sekitar pukul 16.00 WIB mobil Expander berwarna hitam itu di evakuasi oleh warga menggunakan Takel dan alat seadanya, hingga kini, belum diketahui plat nomor kendaraan mobil tersebut dan juga tidak ada petugas saat proses evakuasi. Cepi Kurniawan

Fraksi PKS Sorot Jalan Penghubung Citeureup – Sukamakmur yang Rusak

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Kondisi Jalan Citeureup – Sukamakmur yang penuh lubang dan banyak dikeluhkan warga menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS Teguh Widodo. Jalan penghubung dua kecamatan tersebut memang kondisinya rusak parah di beberapa titik serta menjadi salah satu penyebab kemacetan.

“Titik kerusakan jalan mulai dari area Pasar Citeureup, pertigaan Tarikolot dan jalan longsor di daerah Kampung Bolang Desa Tajur. Namun kerusakan terparah berlokasi di pertigaan Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor,” katanya, Minggu (13/6).

Teguh mengatakan, dia sudah menyampaikan kondisi jalan yang rusak ke dinas terkait untuk segera di perbaiki, karena jalan Citeureup-Sukamakmur adalah pintu masuk ke tujuan wisata Sukamakmur.

“Saya sudah sampaikan kepada dinas dan Bupati untuk segera diperbaiki dengan melakukan peningkatan jalan, karena setiap tahunnya selalu dilakukan tambal sulam namun ternyata tidak mumpuni. pasalnya kekuatan tambal sulam hanya hitungan minggu saja,” kata dia.

Sementara Teguh Widodo juga  bertempat tinggal di Kecamatan Citeureup. Seperti harapan banyak warga, dia meminta jalur Citeureup-Sukamakmur untuk ditata karena baik warga dari luar atau pun warga Citeureup sendiri jika berbicara jalan atau berkendara, pasti permasalahannya jalan rusak, jalan macet, sembraut dan pasar tidak tertata.

“Jalur Citeureup-Sukamakmur itu pintu masuk untuk ke wisata-wisata Sukamakmur  dan harus cepat diperbaiki, karena jalan rusak menjadi penyebab kemacetan yang membuat pengendara tidak nyaman,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Siap Sukseskan Samisade, Pemdes Sadengkolot Lebarkan Jalan

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Program satu miliar satu desa (Samisade) dimanfaatkan Pemerintah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor membangun insfrastruktur untuk buka akses jalan. Kepala Desa Sadengkolot, Mamat Rahmat menjelaskan, melalui Samisade yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp 840.000.000 difokuskan untuk membangun insfrastruktur.

Program Samisade tahap pertama digunakan untuk membangun pembukaan akses jalan yang diawali dari Kampung Pagelaran RT 06 dengan Kampung Sukarakyat RT 05 sepanjang 806 meter lebar 3 meter. Pembukaan akses jalan merupakan janjinya sebelum ia terpilih kepala desa, ditambah support serta dukungan warganya dengan menghibahkan tanah pada pelebaran jalan tersebut.

“Dengan melibatkan pekerja warga setempat, Alhamdulilah pembangunan jalur penghubung Kampung Pagelaran – Sukarakyat pengerjaannya  sudah berjalan,” ujar Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat, kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Pembukaan akses jalan berikut pembuatan jembatan dan Tembok Penahan Tanah (TPT). Ketika  rampung dibangun, jalan tersebut selain akses antarkampung, juga  tersambung menuju pusat pendidikan yakni SDN Sadengkolot dan SMK Al-kautsar. “Begitu juga jalan menuju pondok pesantren di Kampung Legokmalang,” jelasnya.

Kades mengatakan, disaat  masyarakat kesulitan pekerjaan, menurutnya, program Samisade tentu sangat membantu perekonomian warga. “Maka itu kami siap mensukseskan program Samisade,” tukas Rahmat.

Sementara Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana ditemui  di lokasi saat survei pembangunan jalan pihaknya mengapresiasi pada warga Desa Sadengkolot yang telah menghibahkan tanah untuk kepentingan pembukaan akses jalan.

Pembangunan melalui Samisade di Sadengkolot sangat cocok, karena membuktikan jalan yang tadinya hanya setapak kini  telah dilebarkan menjadi 3 meter. Sadengkolot kata Rudi daerah pertanian,  salah satu tujuan dari Bupati Bogor Samisade itu untuk pembukaan jalan terlebih untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Tentu kalau jalan itu dibuka akan menunjang akses-akses pariwisata termasuk salah satunya mempermudah mobilisasi hasil bumi,” ungkap Camat Leuwisadeng.

Diketahui, Sadengkolot berbatasan dengan Desa Leuwisadeng sehingga diharapkan dengan dibangunnya jalan ini dapat meningkatkan perekonomian  masyarakat. “Apalagi dengan dibeton jalan itu, insya Allah sangat dirasakan oleh masyarakat, oleh karenanya  pihaknya berpesan untuk melaksanakan anggaran Samisade sebaik mungkin,” tandasnya.

Dijelaskannya, semua Pemerintah Desa se- Kecamatan Leuwisadeng mendapatkan program Samisade, namun yang baru realisasi di Sadengkolot dan Kalong Satu. “Kami minta lakukan dengan baik jangan sampai program Samisade ini pelaksanaanya bertentangan dengan hukum,” pintanya.

** Arip Ekon

Sikapi Pesan Berantai, Kades Sidak PT. Parisindo Pratama

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke PT. Parisindo Pratama sesuai arahan Camat Gunung Putri, Kabupaten Bogor selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Gunung Putri. Upaya kades tersebut menyikapi pesan berantai terkait dugaan banyaknya karyawan PT. Parisindo yang terpapar Covid-19.

Pada WhatsApp ramai adanya dugaan klaster baru penyebaran Covid-19 dialami 150 orang karyawati PT Parisindo Pratama terpapar Covid 19.  “Kami berkoordinasi dengan Puskesmas (Bidan Ida), koordinator lapangan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Covid-19 Desa Gunung Putri (H Dzaenal), Bhabinkamtibmas (Andis Wiraatmoko), Babinsa (Priyo) dengan 2 kendaraan ambulance Puskesmas Desa Gunung Putri, secara Satgas Gunung Putri langsung menuju lokasi perusahaan,” jelasnya saat dikonfirmasi Sabtu (12/06/21).

Dalam monitoring di lapangan, lanjut Daman Huri, didapat keterangan dari HRD dan serikat pekerja PT PT. Parisindo Pratama membenarkan adanya karyawati yang terpapar Covid 19, namun tidak sebanya apa yang beredar di pesan berantai.

“Menurut keterangan Siswo, ketua serikat  karyawan yang pada tanggal 1 Juni 2021 mengadakan acara wisata ke daerah Bandung, sebanyak 48 orang yang beberapa hari kemudian mendapatkan laporan bahwa 7 orang terpapar virus Covid 19,” kata Kades.

Menurutnya sudah ada 5 orang yang pulang ke rumahnya masing-masing dan juga ada yang dalam pengawasan karantina mandiri, yang 1 orang masih dalam rawat inap di Rumah Sakit Merry Cileungsi, 1 orang di Rumah Sakit Thamrin Jakarta.

“Dari ke-7 orang terpapar positif Covid 19 ini, 5 orang warga ber-KTP luar Desa Gunung Putri, 2 orang ber-KTP Desa Gunung Putri namun domisili tinggal di wilayah Desa Bojong Nangka dan Desa Cileungsi,” ungkap Daman Huri.

Dia sebagai Ketua Gugus Desa dalam arahannya, Pemdes Gunung Putri akan terus bergerak cepat ketika mendapatkan laporan warga yang terkena virus Covid-19 ini. “Dan memerintahkan kepada koordinator lapangan Gugus Covid-19 H Dzaenal untuk terus memantau dan membantu  2 orang warga Gunung Putri yang masuk dalam daftar terpapar,” ucapnya.

Daman Huri pun melakukan imbauan kepada perusahaan untuk terbuka mengenai perihal penyebaran virus Covid-19 ini. “Juga kami imbau kepada perusahaan agar dapat terbuka dalam berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gunung Putri mengenai kemungkinan penyebaran virus Covid 19 ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bakwan Day Hadirkan Citarasa Unik

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Bakwan adalah makanan yang digoreng dengan bahan dasar tepung terigu serta beberapa sayuran. Bakwan pun menjadi salah satu jajanan favorit bagi masyarakat. Sama halnya dengan Bakwan Day, mereka menawarkan bakwan dengan berbagai macam topping kekinian.Kalian dapat menjumpai Bakwan Day di Margonda, Jalan Margonda Raya No.507, RW.7, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Mereka menawarkan bakwan dengan bentuk dan topping berbeda. Yang biasanya bakwan berbentuk acak, Bakwan Day hadir dengan berbentuk bulat. Biasanya bakwan hanya bertopping sayuran, Bakwan Day hadir dengan topping kekinian, seperti pepproni, smoked beff, teri, rebon, dan jagung. Tak lupa, merekapun hadir pada layanan ojek online (ojol), traveloka, serta shoppe food.

Bakwan Day di Margonda ini terbilang masih baru, karena mereka meresmikan cabang keduanya pada bulan februari yang lalu. “Yang menarik dari sini, kita make topping yang agak berbeda ya. Jadi naik kelas lah bahasanya,” ujar PIC Bakwan Day, Komar kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/6).

Komar menerangkan, harga yang ditawarkan dimulai dari kisaran Rp3.000 persatuan dan all variannya. “Untuk pembelian 5 atau 10 pcs lebih murah si, untuk 5 pcsnya berkisar Rp14.000 sampai Rp14.500. Tergantung konsumen, mau dimix ataupun satu rasa. Yang pasti kenapa mahalnya itu dari topping,” terangnya. Untuk topping rebon dimulai dari harga Rp24.000 per/10 pcsnya, sedangkan teri dan pepperoni seharga Rp28.000 per/10 pcs.

Para konsumen rata-rata datang dari kalangan manapun, karena Bakwan Day sendiri berlokasi tepat di belakang stasiun. “Mungkin karena ini cemilan kali ya, jadi semua orang bisa mesen. Biasanya, kalo rame itu pas weekday, kebetulan juga ini belakang stasiun jadi terbalik. Biasanya weekend yang ramai, kalo ini weekday yang ramai,” tambahnya.

Promo yang tersedia di Bakwan Day juga datang dari layanan ojol. “Di Grabfood kami pribadi ada promo pada pembelian 20 pcs, jadi ada diskon ataupun potongan harga. Sedangkan dari Gofood sendiri, promo tersebut langusng dari aplikasinya,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Haus: Minuman Kekinian Yang Terjangkau

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Saat ini semua masyarakat pasti sudah tidak asing dengan bisnis waralaba, baik makanan maupun minuman yang disertakan dengan keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah produk minuman dengan brand Haus Indonesia.

Haus hadir dengan menyajikan berbagai series minuman dengan citarasa yang unik dan menarik. Salah satunya di Haus Cabang Cagar Alam. “Penjualan di Haus ini ada boba, sma cheese series sih. Untuk yang best seller itu ada, Brown Sugar Boba, sama Avocao Cheese,” ujar Maintance Haus cabang Cagar Alam, Diva kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/6).  

Diva juga menerangkan untuk para customernya dimulai dari kalangan menengah ke atas. Yang pasti, dari kalangan anak muda sampai ke orang dewasa. “Kalo promo gitu sih, pasti ada ya promo tiap bulannya. Tapi ga menentu, entah ada di cabang Depok ataupun di cabang lainnya”, Tuturnya. Untuk jam yang ramai pembeli, biasanya di waktu siang hari sampai sore. Karena pada saat itulah hawa ataupun cuacanya sangat panas. Untuk pembayaranpun kalian bisa menggunakan cash, debit Bca ataupun scan barcode seperti ovo, shoope pay, dan sebagianya.

Dan kisaran harga Haus sangat ramah kantong. Dimulai dari kisaran Rp.6.000 – Rp.20.000, kalian sudah dapat menikmati minuman kekinian kalangan menengah ke atas.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

BPPSDMP Tingkatkan Kapasitas Peternak Ayam Petelur di Tulungagung

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Sektor pertanian adalah kunci utama dalam meningkatkan dan memulihkan ekonomi nasional yang sempat terperosok akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan. Pertanian dinilai sebagai sumber utama PDB serta sumber ekonomi keluarga karena mampu membuka lapangan kerja secara luas dan masif. Dalam rangka  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kementerian Pertanian menggulirkan sedikitnya 5 program prioritas.

Salah satu program yang dijalankan adalah peningkatan kualitas dan kapasitas SDM Pertanian melalui Program pendidikan dan pelatihan vokasi. SDM Pertanian yang mumpuni akan mampu menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas untuk setiap subsektor.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mentarget sejumlah program kerja, program-program  tersebut bermuara pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan petani guna akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam pesan singkat, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin. Untuk itu Badan PSDMP akan selalu mendorong petani milenial menjadi garda terdepan sektor Pertanian. Kehadiran petani milenial menjadi sangat penting, karena petani milenial sarat dengan kemampuan pengetahuan IT.

Pengejawantahan program dari BPPSDMP Kementan, Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu dari 11 Kabupaten di Jawa Timur yang menjadi sasaran BBPP Batu dalam pelaksanaan Pelatihan Teknis Tematik bagi aparatur dan non aparatur.

Pelatihan tematik yang dipilih dan sesuai dengan permintaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah Penyusunan Pakan Lengkap Ayam Petelur bagi Non Aparatur, berlangsung mulai 13 Juni – 15 Juni 2021 dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Mulyanto , Spt. MM, Sekretaris dan para kepala Bidang pada dinas peternakan dan kesehatan hewan, fasilitator baik dari BBPP Batu maupun Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Tulungagung.

Dalam sesi pembukaan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Mulyanto, S.Pt, MM mengatakan bahwa populasi ayam petelur di Kabupaten Tulungagung sebanyak 5.252.541 ekor dengan jumlah peternak sebanyak 1.290 orang mampu menghasilkan telur lebih dari 60 ribu ton/tahun dan berkembang di sentra sentral banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI). dan mereka setelah pulang ke Indonesia akan mengembangkan atau beternak ayam petelur.

Lebih lanjut Mulyanto mengatakan, pandemik covid yang masih belum hengkang dari tanah air kita, baik langsung maupun tidak langsung berdampak pada usaha yang digeluti masyarakat, seperti harga pakan yang melonjak sementara harga telur mengalami penurunan belum lagi ditunjang dengan daya beli masyarakat yang mengalami penurunan. Dan ini tentu akan menjadikan banyak peternak yang mengalami kerugian.

Kehadiran BBPP Batu untuk memberikan pelatihan tentang membuat pakan ternak sendiri terutama untuk ayam petelur (Self Mixing) dapat dijadikan upaya untuk melakukan Recovery pemulihan kondisi ekonomi peternak. Harapan lain, dengan membuat pakan sendiri, harga pakan lebih murah dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan  Ayam, dengan demikian dapat memberi keuntungan yang layak. Pungkas Mulyanto.

Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si yang memberi arahan dan membuka acara pelatihan tematik Penyusunan Pakan Lengkap Ayam Petelur bagi NonAparatur mengatakan berkaitan dengan prilaku kewirausahaan memiliki kelebihan yang luar biasa, orangnya cerdas, pinter, ulet/. Indokatornya cerdas dapat dilihat dari kecepatan dalam mengambil keputusan dalam bisnis, bayangkan kalau kita lambat maka kemungkinan besar akan dapat membatal transaksi. Nah kelebihan-kelebihan ini dapat menjadi kekuatan untuk berdiskusi dalam mencari solusi-solusi yang muncul dilapangan inilah gunanya pelatihan tematik.

Lebih lanjut Kepala Balai dengan gayanya penuh guyon mengatakan  Entrepreneurship adalah keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya. Keyakinan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko untuk mewujudkan ide dan inovasinya tersebut melalui wadah yang didirikan, mulai dari membangun, memelihara, mengembangkan, hingga menghasilkan dampak nyata bagi dunia.

Hampir setiap orang ingin menjadi wirausahawan atau sukses, namun hanya segelintir orang yang serius untuk “take action” dan mewujudkan impiannya menjadi entrepereneur sukses. Risiko dan perencanaan yang terlalu lama seringkali menjadi penghambat seseorang untuk maju dan menjalankan usahanya. Untuk membangun bisnis dan menjadi entrepereneur, sebagai langkah awal seseorang harus menumbuhkan jiwa wirausaha dan terjun langsung membangun usahanya dan itu sudah dilakukan oleh para peserta pelatihan tematik ini.

Bila kita membuka bisnis tanpa adanya niat dan keyakinan, pasti bisnis tersebut tidak akan berjalan maksimal. Jadikan niat dan keyakinan untuk berwirausaha sebagai pondasi Anda membangun sebuah usaha.

** T2S/BBPP Batu

Ini Cara BPP Kostratani Sugio Tingkatkan Produk Pertanian

0

Lamongan | Jurnal Inspirasi

Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan melalui Unit Pelaksana Penyuluhan Pertanian Sukodadi mengadakan kegiatan Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan di BPP Model Kostratani Sugio, Sabtu (12/6/2021).

Kegiatan ini dihadiri Rita Rohmatilah, SE, M.Si, dari Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian, Widyaiswara, Tim fasilitator dari dinas TPHP Kabupaten Lamongan dan penyuluh dari 6 BPP di Kabupaten Lamongan dan sebanyak 16 peserta terdiri dari penyuluh pertanian, pendamping SL IPDMIP dan Koordinator Penyuluh.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) mengatakan, “Bimtek dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan SDM seiring peningkatan fungsi BPP menjadi Kostratani, kita membutuhkan lebih banyak SDM yang berkualitas untuk mendukung kinerja BPP KostraTani,” ucapnya di tempat terpisah.

Dalam sambutannya Ida Fourd Handoko, SP mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan menjadi produksi terbesar di Jawa Timur nomor 1 dan jagung termasuk kategori top nine ten,” jelasnya.

“Kegiatan Bimtek ini sebagai sumber pengetahuan, mohon diikuti secara seksama dan dicatat agar tetap bisa diingat,” harapnya. 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) yang dihadiri Fungsional Umum, Subkoordinator Subtansi Kelompok Kelembagaan, Rita mengatakan, ” kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kementerian, Bimtek ini harus sampai di BPP dan diikuti oleh penyuluh untuk mendukung program Kostratani,” kata dia.

Secara simbolis banner diserahkan kepada koorwil BPP Sugio sebagai bahan pembelajaran di BPP masing masing wilayah. Menurut Sumadi, Korwil BPP Sugio sangat mendukung program Kostratani, ” Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan ini penting dan akan kita terapkan bersama petani hingga mendapatkan rekomendasi jumlah pupuk yang diperlukan pada lahan sawah kelompok tani di wilayah BPP,” jelasnya.

Dalam kegiatan bimtek ini peserta tidak hanya belajar ilmu pengetahuan tentang kesuburan lahan tetapi juga praktik cara menggunakan alat PUTS (Perangkat uji tanah sawah).

Dengan semangat, Septi, salah satu PPL BPP Sugio memaparkan, ” Mula mula kita ambil sampel tanah yang sudah kita tentukan lokasinya, selanjutnya kita taruh pada tabung reaksi dan kita tambahkan pereaksi sesuai petunjuk kemudian tunggu sampai kurang lebih 10 menit. Kita lihat hasilnya sesuai bagan warna yg tersedia,” paparnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan dukungannya untuk kegiatan ini. Terlebih berdampak baik buat produktivitas. “Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani. Dampaknya ada pada peningkatan produktivitas pertanian dan agar petani mampu meningkatkan produksi,” katanya.

** Arthur Benny Jaeng Widodo/ Penyuluh Pertanian