31.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1154

Pemkot Sediakan Layanan Pengurusan Jenazah Pasien Isoman

0

Imbas Mulai Penuhnya Rumah Sakit

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, berimbas pada meningkatnya keterisian tenpat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di seluruh rumah sakit di ‘Kota Hujan’ yang mencapai 83,8 persen. Akibatnya banyak warga yang terkonfirmasi positif corona melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun membuka layanan pengurusan jenazah hingga pemulasaran pasien covid yang meninggal saat isoman, dengan menghubungi nomor hotline (whatsapp) 0811-1173-165 yang aktif 24 jam.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa langkah itu diambil lantaran BOR Kota Bogor sudah mencapai 83,8 persen. Sementara kasus covid aktif ada sebanyak 4.941 orang pada Minggu (4/7). “Sedangkan daya tampung rumah sakit di Kota Bogor hanya 1.099 tempat tidur,” ujar Dedie kepada wartawan.

Atas keterbatasan tersebut, kata dia, Pemkot Bogor mengambil langkah untuk menambah ruang isolasi berbasis masyarakat. “Insya Allah bisa dioperasikan bertahap. Sejauh ini baru ada lima tempat di Bogor Utara dan Timur,” ungkap Dedie.

Selain itu, sambung dia, Pemkot Bogor juga akan segera mereaktivasi Asrama IPB Dramaga yang memiliki kapasitas 160 tempat tidur dan BNN Lido sebanyak 100 bed.”Kami juga terus melakukan razia prokes, dan bagi yang melanggar tentunya akan kami kenakan sanksi. Kadang kita bingung juga ternyata masih ada orang yang tidak memiliki empati terhadap nakes yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa di RS,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Dedie, pemerintah juga masih melakukan rekruitmen tenaga kesehatan (nakes). Namun terkendala jumlah pendaftar yang sesuai kriteria. “Kemudian kebutuhan nakes tarik menarik antar daerah. Banyak kebutuhan untuk para swabber, penyuntik vaksin maupun penanganan Covid-19,” jelas Dedie.

** Fredy Kristianto

Operasi Pekat, Satpol PP Gelandang Empat Pasangan Sedang Mesum di Hotel

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Lagi Satpol PP Kabupaten Bogor lakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) pada Sabtu (3/7) malam. Walhasil didapat empat pasangan bukan suami istri tengah memadu kasih di hotel dan seorang pemandu lagu dari salah satu tempat hiburan malam yang nekat buka di masa PPKM Darurat.

“Yang ditangkap langsung kita bawa ke mako Satpol PP Kabupaten Bogor, untuk keperluan pendataan,” kata Rhama Kodara, Kasi Pengendalian Operasional (Dalops) Satpol PP Kabupaten Bogor.

Dijelaskan, operasi pekat dimulai dengan menyisir hotel di kawasan Megamendung, Puncak. Ditemukan tempat karaoke yang merupakan fasilitas hotel nekat buka, sehingga langsung dibubarkan.

“Di wilayah megamendung, kita mendatangi hotel yang didalamnya terdapat tempat karaoke dan ternyata masih beroperasi. Pengunjungnya kita bubarkan dan penanggung jawab tempat kita data yang selanjutnya akan dipanggil ke mako guna proses lebih lanjut,” ujarnya.

Razia kemudia berlanjut ke hotel yang berada di wilayah Ciawi, petugas mendapati empat pasangan mesum yang berada di dalam satu kamar.

“Salah satu hotel di Ciawi, ada empat pasangan yang berada di satu kamar kita periksa. Setelah memeriksa kartu identitasnya, mereka bukan suami istri. Kita bawa ke mako untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Pasukan kemudian bergerak ke arah Cigombong, di sebuah tempat karaoke yang masih beroperasi, petugas juga melakukan pembubaran dan mengamankan minuman keras.

“Kita juga melakukan pembubaran dan penutupan di tempat karaoke yang ada di Cibinong, mereka menjual minuman keras yang tidak berizin dan 2 pemandu lagu kita amankan juga untuk di proses,” tegasnya.

Rhama menyatakan, selain melakukan operasi pekat, pihaknya juga memberikan arahan untuk tidak beroperasi selama pemberlakuan PPKM Darurat, efektif mulai tanggal 3 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021.

“Kita akan terus melakukan patroli serta penyekatan dan Operasi Pekat setiap harinya untuk mendukung aturan Pemerintah prihal PPKM Darurat. Saya berharap masyarakat dapat saling bekerjasama untuk menekan penyebaran covid-19 dengan mematuhi Prokes dan mengikuti aturan yang ada pada PPKM Darurat,” tukasnya.

** Dede Suhendar

PPKM Darurat, Tirta Pakuan Berlakukan Ini

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memberlakukan sistem pelayanan terbatas untuk mendukung PPKM Darurat. Seluruh layanan diarahkan melakukan sistem online, baik untuk pembayaran tagihan maupun pelayanan pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan mengakatan, selama masa PPKM Darurat, layanan di kantor pusat Jl Siliwangi 121 dibatasi secara ketat. Hanya pelanggan yang telah membuat janji dengan petugas Call Center yang akan dilayani petugas secara tatap muka.

“Kami mohon maaf, untuk menghindari kerumunan di kantor pusat, semua layanan kami arahkan melalui saluran online. Semua demi kebaikan bersama,” ujar Rino dalam siaran pers Humas Tirta Pakuan, Minggu (4/7/2021).

Pelanggan bisa melakukan pembayaran melalui ATM dan mobile banking pada bank-bank yang telah bekerjasama dengan Tirta Pakuan. Bisa juga melalui kantor pos, minimarket, loket-loket PPOB dan aplikasi e-commerce.

“Kami juga membuka loket pembayaran di kantor unit pelayanan Jl Pandu Raya dan Bogor Lakeside. Untuk layanan di MPP, seluruh layanan ditutup sementara oleh pengelola, karena menyesuaikan kebijakan PPKM Darurat,” kata Rino.

Bagaimana dengan pelayanan pelanggan? Rino mengimbau pelanggan menggunakan saluran Call Center Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111, chat WA 08111182123 dan akun instagram @perumdatirtapakuan. Semua diupayakan tuntas melalui Call Center. Jika memang harus diselesaikan di kantor pusat, silakan datang dengan protokol kesehatan ketat dan membuat janji terlebih dahulu melalui Nomor yang sudah disebutkan.

Sekali lagi, ini demi kebaikan bersama,” ujar mantan Direktur Umum Tirta Pakuan itu. Sebagai gambaran, hanya beberapa jenis layanan yang bisa dilayani di kantor pusat. Antara lain pembayaran Biaya Bukaan Kembali (BBK), cicilan tagihan, Pasang Baru dan PBBK, serta permohonan (Tes Air, Terra Meter, Pemutusan Sambungan Atas Permintaan Sendiri, dan Pindah Letak Meter).

**ass/rls

Bupati Belum Tahu Soal Pengeboran di Pamijahan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Adanya eencana drilling atau pengeboran energi panas bumi yang dilakukan oleh PT Star Energy di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor ternyata belum diketahui Bupati Bogor Ade Yasin. Bupati mengaku belum mengetahui sama sekali rencana yang akan dilakukan oleh PT Star Energy itu. Bahkan ia mengaku belum mendapatkan tembusan dari anak buahnya, baik camat maupun instasi terkait terhadap pengeboran energi panas bumi tersebut.

“Saya belum tahu yang mana ya, belum ada izin atau tembusan  soal rencana pengeboran energi panas bumi yang dilakukan di wilayah Pamijahan,” kata Ade Yasin saat meninjau beberapa objek wisata di Pamijahan dalam rangka PPKM Darurat bersama Kapolres dan Dandim, Minggu (4/7).

Bupati pun meminta jika memang rencana itu tentu harus ada beberapa proses yang dilalui oleh pihak Perusahaan. Mulai dari memikirkan dampak dan perizinan yang harus di tempuh meskipun perizinan itu bukan di Kabupaten Bogor, tapi setidaknya Pemkab mengetahui hal itu. “Sakali lagi saya belum tahu dan belum ada tembusan,”katanya.

Ia juga mengatakan Pamijahan yang rawan bencana longsor dan gempa jangan sampai adanya pengeboran menjadi dugaan penyebab gempa yang terjadi beberapa tahun lalu. Diketahui sebelumnya rencana driling itu juga belum diketahui oleh Walhi Provisi Jawa Barat. Bahkan Walhi mendengar adanya kabar itu dari media meminta pihak Star Energy menhjI ulang dampak yang akan ditimbulkan dari pengeboran energi panas bumi itu. Sementara pihak perusahaan saat dikonfirmasi tak merespon.

** Cepi Kurniawan

Ada Bupati, Wisata Curug Gunung Bunder Tutup

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor bersama bersama Kapolres Bogor AKBP Harun, Dandim 621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hermanto, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, serta jajaran muspika memonitoring wisata alam di Taman Nasional  Gunung Halimun  Salak (TNGHS) di Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor untuk memastikan wisata tidak beroperasi selama PPKM Darurat yakni 3 Juli-20 Juli mendatang.

Namun dalam kegiatan monitoring itu diduga bocor, terlihat di sejumlah tempat wisata yang pada PPKM Darurat Pertama masih ada objek wisata yang buka, namun kini tutup  saat adanya kunjungan Bupati Ade Yasin ke beberapa pintu  objek wisata.

Padahal di lokasi tampak terlihat di beberapa pintu masuk puluhan motor dan wisatawan yang disinyalir masuk lewat jalan tikus.

“Saya mohon semua tempat wisata mematuhi aturan PPKM Darurat ini, hanya 17 hari kok, ini kan untuk kebaikan dan keselamatan semua,” tegas Ade Yasin.

Ade Yasin yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor juga menugaskan Satgas Kecamatan (Camat) hingga Satgas Tingkat Desa untuk monitoring PPKM selama 24 jam termasuk mengecek tempat-tempat wisata di daerah masing-masing.

“Saya minta Camat, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa serta seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan dan selalu monitoring daerah agar tidak ada kerumunan. Kita minimalisir masyarakat yang jatuh sakit dan meninggal karena Covid-19. Mari kita tangani ini bersama-sama,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pio: Ganti Rugi 1000 Rupiah tak Manusiawi

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor angkat suara terkait ganti rugi lahan garapan warga di atas tanah milik PT Tajur Bakti Utama (TBU). Ferry Roveo Checanova, anggota Komisi III menuturkan, jika benar PT. TBU ini melakukan ganti rugi lahan garap milik warga dengan harga 1000 rupiah per meternya itu adalah hal yang kurang manusiawi.

“Apalagi di masa pendemi Covid – 19 yang sedang melonjak tinggi seperti ini, sebaiknya PT TBU dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tajur tidak dulu membuat polemik di masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, terkait kegiatan yang dilakukan oleh PT. TBU dan Pemdes Tajur, alangkah baiknya jika ditunda terlebih dulu hingga habisnya masa PPKM Darurat. Karena pada prinsipnya masyarakat siap menerima ganti rugi untuk meninggalkan tanah PT. TBU.

“Namun ganti ruginya harus manusiawi dan memanusiakan masyarakat, jika masyarakat tidak dimanusiakan, bisa berdampak terhadap mental dan piskologis masyarakat itu sendiri, yang menyebakan imun mereka menjadi lemah. Karena di masa pendemi Covid -19 yang sangat tinggi ini, pemerintah sudah menetapkan PPKM Darurat seyogyanya PT. TBU dan Pemerintah Desa Tajur mendukung PPKM darurat tersebut,” jelas pria yang akrab disapa Pio ini.

Mustinya, lanjut Pio, dengan surat edaran menteri terkait PPKM Darurat, sudah seharusnya Pemdes Tajur dan perusahaan mendukung  PPKM Darurat tersebut dengan tidak membuat masyarakat resah.

“Dikhawatirkan dengan masyarakat yang resah akan terjadi demo atau membuat keramaian yang menyebakan kerumunan. Dan membuat klaster Covid-19 yang baru,” ujar politisi PPP tersebut.

Diketahui, PPKM Darurat sendiri diberlakukan hingga tanggal 20 Juli nanti. Menurut Pio, dengan adanya surat edaran tersebut sudah jelas, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas.

“Jadi saya berharap perusahaan PT.TBU dan pihak Pemdes memahami aturan PPKM Darurat tersebut di masa pendemi ini, karena di dalam surat edaran tersebut sanksinya sudah jelas,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pasien Covid Membludak, Ini Kendala RSUD

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Angka positif Covid-19 terus melonjak di Kota Bogor, sejauh ini teedapat 174 pasien yang dirawat di RSUD dan 18 orang di RSUD 2 (RS Lapangan). Dari jumlah pasien tersebut keseluruhannya mengalami gejala berat. Demikian dikatakan Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir.

Kendati demikian, kata Ilham, yang menjadi permasalahan utama adalah banyaknya pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) yang kondisinya memburuk, dan datang ke RSUD dengan saturasi O2 yang kurang baik.

“Kemudian kecepatan penambahan kasus tidak sebanding dengan kecepatan kenaikan kapasitas TT dan SDM. Ancaman lainnya adalah pasokan oksigen yang mulai terbatas,” ujar dr Ilham kepada wartawan, Sabtu (3/7).

Selain itu, kata dia, pasokan obat-obatan juga ikut menipis. “Pasokan APD juga mesti ikut dijaga karena pemakaiannya sangat tinggi,” ucapnya.

Kendati demikian, sambung Ilham, RSUD akan berupaya sekuat tenaga untuk berbuat yang terbaik. Mulai dari memperbanyak kapasitas bed RS hingga 301 tempat tidur untuk menampung pasien bergela sedang dan berat.

“Meningkatkan SDM dengan sumber. Rekruutmen mandiri, meminta perbantuan tenaga dari lembaga pemerintah dan menggaet relawan nakes,” ungkap dia.

Ilham menambahkan, percepatan kapasitas bed tentunya harus diimbangi dengan kapasitas SDM yang bersumber dari kontingensi kapasitas sistem. Sehingga, pihaknya mengambil langkah menurunkan rawat inap pasien umum, guna menaikkan SDM untuk menangani covid.

** Fredy Kristianto

Klaim Covid Terancam tak Terbayar, Begini Kata DPRD

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Klaim perawatan pasien covid-19 di RSUD Kota Bogor terancam tak dibayarkan oleh pemerintah pusat, pasca dikeluarkannya Permenkes baru, tentang masa berlaku klaim covid-19.

Hal ini disampaikan oleh pihak RSUD Kota Bogor dalam rapat kordinasi dengan Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Menanggapi isu ini, Akhmad Saeful Bakhri menilai perlu adanya solusi bagi RSUD Kota Bogor yang sudah berjasa dalam hal penanganan pandemi Covid-19.

“Jangan sampai peraturan ini menjadi pemantik rusaknya sistem kesehatan di Kota Bogor,” ujar pria yang akrab disapa ASB.

Jika berkaca pada daerah lain, Bekasi contohnya. Hutang klaim BPJS menunggak hingga ratusan miliar dan menyebabkan RSUD Bekasi terancam gulung tikar.

Ia berharap hal tersebut tidak terjadi di Kota Bogor, terlebih saat ini tengah terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Saat ini kondisi semua sedang siaga 1. Jangan sampai karena ada peraturan baru ini malah membuat rumah sakit kewalahan. Kita harus mengapresiasi semua nakes dan rencananya pekan depan kami akan duduk bersama 21 kepala rumah sakit se-Kota Bogor untuk menyelesaikan masalah ini dan isu pandemi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Satgas Covid-19 Kota Bogor Bentuk Posko Logistik

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor tidak dipungkiri menyebabkan sebagian warga terdampak secara ekonomi. Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor membentuk posko logistik untuk mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok bagi warga yang membutuhkan, terutama warga dhuafa dan yang sedang isolasi mandiri.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pandemi bukan sekedar ujian kesehatan tapi juga merupakan ujian solidaritas dan kebersamaan antar sesama. “Kita lihat banyak warga yang membutuhkan. Akan ada pekerja harian, buruh lepas, PKL, dan lain-lain yang kesulitan mencari nafkah karena PPKM Darurat ini. Maka semaksimal mungkin harus kita bantu. Di sini kita akan alokasikan bantuan logistik dari para donatur,” ungkap Bima Arya di posko logistik Gedung Wanita, Jalan Sudirman, Bogor Tengah dalam siaran pers Humas Pemkot, Jumat (2/7/2021).

Bima Arya mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor, perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bogor atau perorangan serta komunitas untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan #BersamaSalingMenjaga.

“Semua dinas saya minta menyumbang ke sini, perusahaan-perusahaan di Bogor semua saya minta ke sini untuk kemudian didistribusikan ke wilayah yang betul-betul membutuhkan, terutama warga dhuafa dan yang sedang isolasi mandiri. Itu dulu di prioritaskan. Nanti dibantu pengamanannya dan dikoordinasikan oleh Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, BPBD dan teman-teman Kadin membantu mengkoordinasikan semua sumbangan-sumbangan dari perusahaan di Bogor,” jelas Bima Arya.

Bagi yang ingin menyumbang, lanjut Bima, bisa menghubungi nomor 088809112569 (Pusdalops Posko Logistik Darurat). Sumbangan bisa dalam bentuk bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, makanan kaleng, mie instan, vitamin, susu, hand sanitizer, masker atau bisa dijadikan satu paket untuk memudahkan distribusi langsung ke rumah warga.

“Saatnya saling berbagi, bersama saling menjaga. Insya Allah kita lewati masa sulit ini bersama-sama,” ujar Bima.

Bima Arya juga meminta Camat dan Lurah berkoordinasi dengan RT/RW untuk pendistribusian logistik bagi warga yang membutuhkan. Atau bagi warga yang sangat terdampak namun belum mendapatkan bantuan bisa menghubungi kelurahan di wilayahnya masing-masing.

Penambahan Pusat Isolasi
Selain itu, Pemkot Bogor juga terus berupaya maksimal menambah pusat isolasi untuk merawat warga yang terpapar Covid-19. “Tingkat keterisian RS sudah hampir penuh. Sudah semakin sulit untuk mendapatkan tempat tidur kosong. Karena itu kita percepat menambah kapasitas tempat tidur, pusat isolasi. Asrama IPB akan diaktivasi, Lido akan diaktivasi juga,” terang Bima.

Ia juga menyadari, penambahan fasilitas isolasi juga harus dibarengi dengan kesiapan tenaga kesehatan (nakes). Karena dalam beberapa waktu terakhir, nakes di Kota Bogor banyak yang bertumbangan karena kelelahan dan terpapar.

“Tambahan nakes juga dipercepat. Jadi kita sekarang sedang melakukan rekrutmen, termasuk kita akan melibatkan teman-teman pemuda di wilayah untuk membantu memantau proses isolasi mandiri. Karena nakes sudah tidak mungkin mengawasi itu semua. Ini perlu bantuan dari teman-teman semua, Karang Taruna, KNPI, semua akan kita libatkan untuk menjadi relawan surveilans di wilayah,” pungkasnya.

Sanksi Tegas di PPKM Darurat
Di tempat yang sama Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menegaskan, dalam penerapan PPKM Darurat, petugas di lapangan akan melakukan penguatan-penguatan dengan pemberian sanksi tegas.

“Sanksi bagi para pelaku usaha yang tidak mentaati aturan dalam PPKM Darurat. Sebagai contoh, karena Kota Bogor banyak pusat kuliner maka mulai besok pastikan tidak menerima makan di tempat, tapi hanya secara online atau take away. Jika melanggar, sanksi tidak sebatas pemberian denda, tapi akan ada sanksi penyitaan meja, kursi dan lain sebagainya yang digunakan oleh pelaku usaha untuk menyediakan makan di tempat,” tegas Kapolresta.

Susatyo menambahkan, selain menekan pergerakan masyarakat dengan penyekatan pada jam 21.00-24.00 WIB, juga akan dilakukan patroli PPKM Darurat untuk memastikan semuanya mengikuti aturan yang berlaku.

“Ganjil-genap pekan ini ditiadakan. Tapi akan ada variasi lain yang akan kami lakukan untuk bisa melaksanakan patroli PPKM Darurat dengan menekankan lagi tempat-tempat yang memang menjadi sektor-sektor kerumunan masyarakat. Sementara pasar tradisional dan lain sebagainya, kita mengacu kepada aturan yang telah ditentukan. Sektor-sektor terkait dengan logistik, sembako dan lain sebagainya tentu ini kita akan percepat sehingga masyarakat tetap bisa menerima sembako dan kebutuhan harian,” katanya.

** Fredy Kristianto/rls

Abah Heri Sukarela Bantu Warga Semprotkan Disinfektan

0

 Bogor | Jurnal Inspirasi

Ditengah merebaknya kembali serangan Virus Corona (Covid-19) khusunya di Kota dan Kabupaten Bogor tak menyurutkan semangat sang motivator Heri Hermawanto atau yang akrab disapa Abah Heri Ortega untuk membantu warga dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. 

Paket sembako diberikan ke warga terdampak.

“Di saat pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor tengah disibukan dengan sosialisasi penyebaran virus corona, dan menjalankan perintah PPKM Darurat, disini saya berinisiatif mengayomi warga yang cemas dan ketakutan, salahsatunya dengan cara menyemprotkan cairan Disinfektan dan membantu warga yang tengah menjalani isoman,” ungkap Abah kepada Jurnal Bogor, (3/7/2021).

Dirinya menyadari sebagai seorang ASN adalah pelayan rakyat apa pun yang terjadi, walau saat ini sedang menjalankan WFH,  jiwa sebagai pelayan masyarakat harus tetap dijalaninya. Dan menurutnya, tidak selalu harus menunggu bantuan yang diberikan oleh pemerintah, kegiatannya ini murni dilakukannya secara sukarela dan lilahita’alla.

 “Saya mengerjakan ini lilahita’alla dan sukarela, sebagai ASN saya harus tetap melayani masyarakat apapun yang terjadi. Hal ini saya sudah kerjakan sejak awal adanya pandemi, Saya sudah tergerak untuk membantu warga terdampak dimulai pada Maret hingga Agustus 2020 saya dan tim menyalurkan paket sembako untuk warga terdampak sebanyak 2.500 paket sembako. Dilanjutkan setiap hari mengadakan penyemprotan Disinfektan di sejumlah wilayah di kabupaten Bogor,” tukasnya.

 ** Handy Mehonk