31.4 C
Bogor
Saturday, August 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1078

Anulir Seleksi Bos PDJT

0

JURNAL INSPIRASI – Seleksi Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) terus menjadi sorotan. Pasalnya, sebanyak lima calon direktur PDJT yang tersisa, disebut tak berkompeten lantaran tidak memiliki pengalaman di bidang transportasi.

Ketua Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran, Shaleh Nurangga mengatakan bahwa saat ini PDJT membutuhkan penanganan yang lebih serius agar dapat bangkit dari keterpurukan.

Atas dasar itu, kata dia, pihaknya meminta agar adanya kesempatan untuk mendaftar bagi figur yang dapat membenahi PDJT.

BACA JUGA: Wakil Bupati Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Sukawangi

“Apabila calon hasil seleksi tidak sesuai dengan yang diharapkan, ya lebih baik dianulir seleksi,” ujar Shaleh kepada wartawan, Selasa (16/11).

Menurut Shaleh, Pemkot Bogor tak boleh mengulang kesalahan terdahulu, yang mengakibatkan PDJT terpuruk seperti saat ini, hingga tersandung kasus pengelolaan anggaran. “Jangan asal tunjuk lagi, jangan sampai permasalahan PDJT terulang lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengawasan terhadap proses seleksi pansel direktur PDJT.

“Hasil seleksi tersebut harus bisa membawa perusahaan daerah jasa transportasi yang saat ini sedang mengoperasikan Biskita Transpakuan bisa lebih mumpuni untuk bisa menghasilkan layanan prima bagi masyarakat, sehingga direksi harus memahami seutuhnya dunia transportasi,” jelasnya.

BACA JUGA: Nasdem Makin Kuat

Sebelumnya, Sebelumnya, sebanyak lima peserta seleksi calon direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) periode 2021-2025 lolos seleksi. Sementara 17 peserta lainnya gugur.

Kelima calon direktur yang dinyatakan lolos adalah Avisurjo Satyodwipo, Estu Suherman, Indra Wahyu Setiawan, Lies Permana Lestari, Rachma Nissa Fadliya.

“Ya, sekarang sudah masuk seleksi tahap dua yakni uji kelayakan dan kepatutan,” ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Dody Ahdiat kepada wartawan.

BACA JUGA: Camat Usulkan Ruang Rawat Inap di Puskesmas Cijeruk

Kata dia, pada Selasa (9/11), peserta mengikuti ujian tertulis dan penulisan makalah yang dilakukan di Gedung IBI Kesatuan Jalan Rangga Gading, Kota Bogor.
Sedangkan pada Selasa (16/11) mendatang dijadwalkan untuk mengikuti presentasi makalah dan wawancara di Gedung Pasabean Naraya Balaikota Bogor. “Tapi waktu dan tempat masih bisa berubah,” ucap Dody.

Ia menjelaskan, seleksi Calon Direktur PDJT periode 2021-2026 dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan tim tim pansel. Sehingga tidak perpanjangan waktu yang diberikan oleh pansel.

**fredykristianto

Wakil Bupati Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Sukawangi

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan meninjau lokasi bencana longsor di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Selasa (16/11). Dalam kesempatan tersebut Wabup Iwan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga yang terdampak bencana longsor. Wabup didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Camat Sukamakmur, Kepala Desa Sukawangi, dan Kapolsek Sukamakmur.

Iwan Setiawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial, BPBD dan dinas terkait, mempunyai tugas membantu warga yang terdampak musibah. Selanjutnya Pemkab membantu memenuhi kebutuhan pangan, dengan bantuan sembako, serta kebutuhan lainnya selama berada di posko pengungsian.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

“Hari ini kita serahkan bantuan secara simbolis kepada warga yang terdampak. Melalui Posko bencana ini, saya pastikan penyaluran bantuan harus teratur dan mencukupi kebutuhan,” tandas Iwan.

Iwan menambahkan, Pemkab Bogor sudah memerintahkan jajaran dinas terkait untuk segera menangani musibah bencana ini. Juga mengajak semua untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, dengan menolong sesama yang sedang ditimpa musibah bencana.

**naynur’ain

Nasdem Makin Kuat

0

Tiga Politisi Senior Ikut Gabung

JURNAL INSPIRASI – Nasdem Kota Bogor semakin kuat, seiring bergbungnya tiga politisi senior di Kota Bogor resmi bergabung dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem ke 10, yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kota Bogor.

Ketiganya, adalah Dodi Rosadi, Sumiati Eneng dan Mardinus Haji Tulis. Mereka disematkan jas Partai NasDem bersamaan dengan kartu anggota langsung oleh Ketua DPD Kota Bogor, Benninu Argoebie di Hotel Sahira, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (15/11) malam.

Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie dalam kesempatan ini menyampaikan, Kota Bogor memiliki satu juta lebih penduduk dan sekitar 800 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT). Untuk itu, pihaknya hanya bisa berjuang dan berbuat untuk masyarakat, sehingga nanti masyarakat yang memilih siapa yang paling tulus dan paling ikhlas membantu masyarakat.

BACA JUGA: Karyawan Sikat Uang Pelanggan, Dirut Tirta Pakuan Lapor Polisi

“Karena, semua politisi itu nanti menjadi wakil di masyarakat untuk membela masyarakat bukan membela partai-nya,” ungkapnya.

Menurut dia, berpartai itu bukan bertanding di lapangan sepakbola atau ring tinju, tapi berpartai sedianya adalah bagaimana bisa menjadi sebuah partai yang bisa diterima oleh masyarakat.

Sementara, Sekretaris DPD Nasdem Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani menambahkan, dengan bergabungnya tiga politisi senior Kota Bogor ke Partai NasDem tentunya akan bersama-sama membesarkan Partai Nasdem Kota Bogor.

“Pastinya mereka atas dasar keinginan sendiri dan tidak ada paksaan sehingga mereka bergabung bersama kita (NasDem). Mereka melihat kinerja kita sehingga partai ini bisa menjadi harapan mereka kedepan,” tuturnya.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

Masih kata wanita yang akrab disapa DPS itu, ketiga politisi senior ini akan berjuang bersama Partai NasDem dalam agenda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

DPS mengatakan bahwa Partai NasDem menerapkan politik tanpa mahar, dan itu sudah dibuktikan oleh Partai NasDem. “Kita memang tanpa mahar, itu sebagai jargon kita dan sudah kita buktikan, bahwa di NasDem tidak ada mahar. Kita tidak hanya untuk kepentingan sendiri tapi berkepentingan untuk orang banyak,” pungkasnya.

**fredykristianto

Bekas Galian C di Ciburayut Bisa Dijadikan Usaha Perikanan

0

JURNAL INSPIRASI – Plt Camat Cigombong, Kabupaten Bogor, Asep Achdiat Sudrajat langsung turun ke lokasi bekas galian C batu kapur di Kampung Panyarang, RT 03 dan 05 di RW 7 Desa Ciburayut.

Peninjauan yang dilakukan mantan kepala bidang di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor itu, menindaklanjuti adanya keluhan dari warga yang merasa cemas dengan kondisi bekas galian berubah menjadi danau.

Plt Camat Cigombong Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, dari hasil peninjauan ke lokasi, kondisi bekas galian tersebut memang membahayakan warga terutama anak-anak. Sebab, bekas galian sudah berubah seperti danau.

BACA JUGA: Karyawan Sikat Uang Pelanggan, Dirut Tirta Pakuan Lapor Polisi

“Sengaja saya datang ke lokasi galian ini, untuk mengecek seperti apa kondisinya. Tapi sayangnya, pemilik galian tidak ada. Jadi belum ketemu” ungkapnya kepada wartawan.

Namun, Asep melihat ada potensi yang bisa dikembangkan di lokasi galian itu. Dimana, bekas galian tersebut bisa menjadi potensi usaha perikanan dan dijadikan lahan produktif.

“Dalam pemikiran saya, ini bisa dijadikan lahan produktif. Bisa juga dijadikan usaha perikanan jaring terapung dan wisata wahana air,” ujarnya.

Plt Camat Cigombong mengaku akan berkordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Ciburayut untuk mengelola lokasi itu melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes). “Bila dikelola dengan baik oleh BumDes, sudah pasti itu akan menjadi sumber pendapatan asli desa,” paparnya.

BACA JUGA: Camat Usulkan Ruang Rawat Inap di Puskesmas Cijeruk

Selain menjadi sumber pendapatan desa, lanjutnya, apabila keberadaan bekas galian itu terlaksana dikelola desa, dampak positifnya bisa berimbas kepada perekonomian warga sekitar.

“Mudah-mudahan lahan yang tadinya seperti jadi masalah, bisa diubah menjadi sebuah potensi bagi desa maupun perekonomian masyarakat,” imbuh Asep.

Sebelumnya, Anna warga Kampung Panyarang mengatakan, galian C di lokasi ini sudah puluhan tahun ada dan dimanfaatkan warga sebagai tempat untuk mengais rezeki.

“Kalau cerita dari orangtua disini, galian C itu ada sejak tahun 1982. Dan  sebagai lahan tambang masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Sikapi Keluhan Pedagang, Heri Akan Pertanyakan Legalitas Toko Mario

Namun, karena batu kapur tersebut sudah habis, akhirnya para penambang pindah lokasi ke arah selatan tak jauh dari galian yang lama.

“Galian ini untuk bahan material pembuatan batako di Sukabumi,” ujar Anna yang juga mengaku pernah bekerja tambang sejak 20 tahun silam.

Anna membenarkan para penambang disini tidak pernah melakukan reklamasi di lokasi bekas galian. Akibatnya, bekas galian yang dibiarkan dipenuhi air layaknya sebuah danau.

“Kubangan air lumayan dalem. Khawatir kalau sampai anak-anak main kesini ke lokasi bekas galian ini,” tukas Anna.

**dedesuhendar/denipratama

Camat Usulkan Ruang Rawat Inap di Puskesmas Cijeruk

0

JURNAL INSPIRASI – Keberadaan Puskesmas Cijeruk yang belum memiliki ruang rawat inap, menjadi salah satu usulan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cijeruk kepada delapan anggota DPRD Kabupaten Bogor, saat melaksanakan reses pertama masa sidang 2021-2022 di aula kantor Kecamatan Cijeruk, Selasa (16/11).

Camat Cijeruk, Bangun Sapta Siswa mengungkapkan, ada beberapa bidang yang tentunya harus ditingkatkan di wilayah Cijeruk, mulai dari bidang olahraga, kesehatan, pendidikan dan pariwisata.

Untuk bidang kesehatan, Camat Cijeruk menyampaikan usulan agar adanya peningkatan status Puskesmas. Dimana, saat ini keberadaan Puskesmas Cijeruk yang menjadi akses pelayanan kesehatan masyarakat, belum memiliki ruang rawat inap.

BACA JUGA: Sikapi Keluhan Pedagang, Heri Akan Pertanyakan Legalitas Toko Mario

Padahal, kata Bangun, setiap tahun data masyarakat yang berobat ke Puskesmas Cijeruk sekitar 4000 orang. Dan di Puskesmas Sukaharja, jumlah masyarakat yang berobat pertahun juga cukup signifikan.

“Bisa sampai 50 ribu warga yang berobat ke dua Puskesmas tersebut,” ungkapnya saat memaparkan usulannya dihadapan para wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Bogor, di aula kantor Kecamatan Cijeruk, Selasa (16/11).

Menurut camat, apabila usulan Puskesmas ini direalisasi, pihak kecamatan bersedia menyediakan lahan untuk pemindahan Puskesmas Cijeruk agar lebih dekat dengan lingkungan masyarakat.

“Kalau lahan Puskesmas sekarang kan sempit, jadi harus direlokasi. Kami di kecamatan siap menyediakan lahan pengganti untuk pembangunan Puskesmas dan ruang rawat inap,” ujar Bangun yang awal karirnya sebagai ajudan Bupati Bogor era Rachmat Yasin.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

Menanggapi usulan dari Camat Cijeruk, anggota DPRD dari Fraksi PPP, Usep Supratman menjelaskan, persoalan Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat, tentunya harus ditingkatkan terutama sarana dan prasarana nya.

“Mungkin nanti akan kita bahas dan menjadi masukan juga kepada kami untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Usep yang juga sebagai Ketua Komisi 1 itu menjelaskan, terkait usulan bidang Pariwisata, dimana saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) Palasari sedang melakukan perataan tanah di lahan bengkok untuk dibangun rest area, pihaknya mensupport dan mendukung agar bekerjasama dengan investor.

“Tapi kalau bisa jangan dulu ada perataan tanah. Apalagi kalau sampai ada pengerukan dan tanahnya dibawa, takut Satpol PP datang. Nanti saja, ketika sudah ada investor, baru dilakukan pengerukan. Takut tanahnya digunakan juga oleh investor,” tukasnya.

**dedesuhendar/denipratama

Pemdes Desa Kalongliud MDST Samisade

0

JURNAL INSPIRASI – Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyerahkan hasil pekerjaan pembangunan kepada Pemerintah Desa Kalongliud dengan melakukan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST), Selasa (16/11). MDST itu setelah dapat bantuan keuangan insfrastruktur program Samisade tahun anggaran 2021 untuk Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Ketua TPK pembangunan fisik Mukhlis mengatakan, pembangunan  yang didanai dari program Samisade diantarnya, pembangunan fisik  berupa hotmix di Kampung Kalongkarees wilayah RW 01, dan RW 11, hotmix jalan desa di Kampung Bongas yang meliputi RW 09 dan RW 06. Kemudian pembangunan TPT saluran irigasi pesawahan yang berlokasi  di Kampung Liud RW 03 dan RW 04.

Sebelum MDST, pihaknya telah melakukan pemeriksaan yang  melibatkan tim monitoring Kecamatan Nanggung, UPT Jalan dan Jembatan wilayah VI dan Pendamping Desa. “Sejumlah pembangunan fisik yang menggunakan bantuan keuangan insfrastruktur  program Samisade kini sudah selesai,” Mukhlis.

BACA JUGA: Karyawan Sikat Uang Pelanggan, Dirut Tirta Pakuan Lapor Polisi

Atas nama TPK, suksesnya program ini tentu menambah semangat untuk terus membangun,” tandasnya lagi.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman memaparkan program unggulan Bupati Bogor Ade Yasin, yakni  Samisade tentu saja sangat tepat sasaran karena ditengah pandemi Covid- 19 ini tidak sedikit pembangunan yang tertunda lantaran refocusing anggaran. Oleh karenanya, adanya program Samisade secara luas masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Salah satunya, pembangunan hotmix jalan desa di Kampung Kalongkarees dimana akses jalan tersebut merupakan jalur antar Desa Kalong 2 dengan Desa Babakan Sadeng wilayah Kecamatan Leuwisadeng. Oleh karena itu,  Jani menjelaskan digelarnya  MDST tersebut sudah diatur sesuai  Peraturan Mentri dalam Nomor 114 tentang pembangunan desa.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Tim Pelaksana dan stakeholder Desa Kalongliud  yang telah mendukung jalannya pembangunan. Selain itu, tambahnya, masyarakat juga harus turut menjaga dan merawat memelihara hasil pembangunan yang bersumber dari Samisade tersebut. 

Secara simbolik, Camat Nanggung Ae Saefuloh meresmikan hasil kegiatan pembangunan Desa Kalongliud. “Sesuai masa kalender, sejumlah pembangunan program Samisade di Desa Kalongliud telah dilaksanakan tepat waktu.” ungkap Camat Nanggung

Diakuinya,  dari 11 desa di Kecamaatan Nannggung baru  Desa Kalongloud  yang telah melaksanakan MDST. “Diharapkan untuk desa desa lainnya bisa mengikutinya,” tukasnya.

**aripekon

Karyawan Sikat Uang Pelanggan, Dirut Tirta Pakuan Lapor Polisi

0

JURNAL INSPIRASI – Peringatan keras terhadap para pelanggan setia Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini harus ekstra berhati-hati dalam membayarkan kewajiban pemakaian air. Jangan sesekali pernah menitipkan karena alasan kenal. Apabila tidak membayar di tempat yang semestinya, bisa-bisa dimanfaatkan oleh oknum pegawai untuk digelapkan.

Terbaru, direksi Tirta Pakuan melaporkan salah seorang karyawannya yang berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dengan inisial RV, lantaran diduga menggelapkan uang perusahaan ke Polresta Bogor Kota, Selasa (16/11/2021).

Dalam laporan dengan nomor LP/B/872/XII/2021/SPKT/POLRESTA BOGOR KOTA/POLDA JABAR itu, uang yang digelapkan dan dibawa kabur diperkirakan sejumlah Rp33 juta. Hal itu dibenarkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

Ia pun membeberkan kronologis kejadian yang berujung pelaporan polisi itu. Awalnya, RV merupakan petugas di bagian segel meter yang bertugas untuk mencabut meteran pelanggan yang sudah menunggak diatas tiga bulan.

“Jadi, saat ada interaksi dengan pelanggan saat proses itu. Lalu RV ini menawarkan ‘jasa’, bisa menarik uang tagihan tertunggak beserta dendanya. Pelanggan pun bayar ke dia, tapi uang itu nggak disetorkan ke perusahaan,” katanya saat ditemui wartawan di ruangannya, pada hari yang sama.

Sejauh ini setelah kroscek ke pelanggan, kata dia, sudah ada 28 pelanggan yang mengaku membayar melalui RV, dengan nilai kerugian mencapai Rp33 juta dari tagihan pelanggan di bulan Agustus-September.

“Kemudian kami secara manajemen mengkroscek ke pelanggan, akhirnya ketahuan saat akan dicabut meteran pelanggan, 28 pelanggan itu telah melakukan pembayaran ke Randy Valentino. Kemudian pelanggan memiminta menangguhkan pencabutan,” jelas  Rino.

BACA JUGA: Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

Ia juga sudah mengupayakan beberapa kali pemanggilan terhadap RV, namun yang bersangkutan tidak pernah datang dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Alhasil, direksi memutuskan untuk melaporkan RV ke polisi. Direksi juga sudah memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sejak Oktober lalu.

Upaya ini, sambung Rino, dilakukan untuk menjaga nama baik Perumda Tirta Pakuan. Ia pun meminta maaf kepada para pelanggan atas kejadian ini. Para pelanggan yang jadi korban pun diberi ‘kompensasi’ berupa penangguhan pencabutan meteran.

“Saya mengucapkan permohonan maaf atas nama perusahaan kepada pelanggan dan masyarakat, mengimbau kepada masyarakat agar tidak membayar tagihan dengan cara dititip ke karyawan yang di lapangan. Tapi di kasir loket yang tersedia. Bisa di kantor pusat di Jalan Siliwangi, loket Bogor Lakeside, Jalan Pandu Raya dan loket Kertamaya,” jelasnya.

Selain itu, Perumda Tirta Pakuan juga sudah bekerja sama dengan 16 bank untuk pembayaran secara online, termasuk dengan aplikasi lain seperti Go-Pay, Tokopedia, OVO dan lainnya. Apalagi, 80 persen pembayaran pelanggan dilakukan di luar loket kantor pusat Siliwangi.

BACA JUGA: Sikapi Keluhan Pedagang, Heri Akan Pertanyakan Legalitas Toko Mario

“Intinya pembayaran hanya di kasir, jangan ke karyawan yang bukan tugasnya, apalagi ke orang lain selain petugas,” tegas Rino.

Ia pun menekankan tiga poin atas kejadian ini, pertama pihaknya meminta maaf kepada masyarakat dan pelanggan karena tidak optimal mengawasi para pegawai Tirta Pakuan. Kedua, Rino memperingatkan pelanggan agar tidak memberi uang tagihan kepada petugas resmi atau kasir, apalagi kepada pihak bukan karyawan Tirta Pakuan.

“Ketiga, buat karyawan (Tirta Pakuan), jangan main-main dengan uang perusahaan. Sebab menyangkut nama baik perusahaan. Tiga poin ini yang saya tekankan,” pungkas Rino.

**handymehonk

Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan GOM di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih dalam status minus 9, dimana yang seharusnya sudah mencapai 50 %, namun karena kendala diawal progres kini baru sekitar 40 % an. Pembangunan GOM ini terkendala akses jalan.

Achmad Fathoni, anggota DPRD Komisi 3 disela – sela reses Dapil 2 mengatakan, dia pada pekan lalu mengecek progres pekerjaan yang sudah berjalan dan memastikan bangunan pendukung seperti saluran dan pagar untuk GOM tersebut.

“Pekerjaan ini dikarenakan molor diawal proyek, karena persoalan sengketa tanah dan akses jalan,” jelas Fathoni biasa disapa, Selasa (16/11).

BACA JUGA: Sikapi Keluhan Pedagang, Heri Akan Pertanyakan Legalitas Toko Mario

Menurutnya, untuk pembangunan GOM tahun ini , yang dikerjakan oleh PT Unedo Phazippo Utama itu hanya bangunan gedungnya saja tanpa ada bangunan pendukung seperti pagar dan sejenisnya karena belum masuk perencanaan. Untuk itu dia akan mendorong untuk di tahun anggaran yang akan datang agar bangunan pendukung itu segera direalisasikan untuk menyempurnakan pembangunan GOM.

“Gambar lengkap itu kan gedung plus pagar, halaman, tempat parkir dan saluran drainase itu sama sekali belum masuk jadi pembangunan itu hanya gedungnya saja,” jelas Aleg yang berangkat dari PKS tersebut.

Dia membayangkan jika nanti gedung itu bagus dan selesai dicat, lantainya sudah dikeramik, tapi saat orang datang kesitu “bletok ” bagaimana. Untuk itu dia tidak habis pikir bagaimana saat perencanaan teknis dewan tidak dilibatkan dan ketika dicek ternyata memang anggarannya tidak ada dan itu akan menjadi PR untuk menyampaikan kepada dinas terkaita dalam hal ini tidak hanya Dispora saja, ada Disdik dan PUPR yang juga harus dilibatkan untuk menyempurnakan bangunan pendukung tersebut.

BACA JUGA: Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

“Paling tidak sampai akhir tahun ini minimal ada tindakan yang diambil untuk pembangunan drainase, syukur-syukur sampai pengkondisian jalan untuk penangan banjir,” pungkasnya.

Dia berharap yang terpenting pekerjaan GOM bisa diselesaikan, mengingat jangka waktu tinggal 1 bulan setengah lagi, tapi pekerjaan belum mencapai 50%  dan dia juga berharap ada solusi untuk akses jalan masuk juga karena akses jalan masuk yang saat ini dipakai ternyata hanya akses jalan sementara.

“Jangan sampai bangunan yang diidam-idamkan masyarakat terbengkalai, apalagi ini sudah ditunggu bertahun – tahun, harusnya sudah matang perencanaannya,” pungkasnya.

**naynur’ain

Sikapi Keluhan Pedagang, Heri Akan Pertanyakan Legalitas Toko Mario

0

JURNAL INSPIRASI – Keluhan para pedagang di Pasar Desa Caringin, Kecamatan Caringin terhadap Toko Mario yang dinilai sudah merugikan pedagang lain karena menjual dagangannya dibawah pasaran, direspon anggota DPRD Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) 3, Heri Aristandi.

Politisi Fraksi Gerindra itupun mengungkapkan, untuk menyelesaikan permasalahan antara para pedagang Pasar Caringin dengan pengusaha Toko Mario, pihaknya akan menanyakan kepada dinas-dinas terkait, mulai dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.

 “Saya akan tanyakan soal perizinan, seperti IMBG maupun izin operasional,” kata Heri Aristandi kepada Jurnal Bogor usai kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2021-2022 di Kecamatan Cijeruk, Selasa (16/11).

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan, PMI Kecamatan Cijeruk Siapkan 100 Kantong

Heri pun mengaku sudah mendengar dan mengetahui konflik yang terjadi antara pedagang pasar desa itu dengan pemilik Toko Mario. Dan konflik tersebut sudah lama terjadi.

 “Yang saya tahu waktu itu Toko Mario sudah ditutup dan dipasang pita garis Pol PP berwarna kuning,” ungkapnya.

Heri yang juga duduk di Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor itu kaget saat mendengar Toko Mario sudah buka kembali. “Kok bisa, sudah ditutup dan dipasang pita kuning dibuka lagi. Itukan tidak mudah mencabutnya,” paparnya.

Heri menjelaskan, permasalahan pedagang dengan pemilik Toko Mario, belum selesai dan masih dalam proses banding di TUN Bandung. Seharusnya, Satpol PP tidak mencabut pita kuning dan membuka dulu toko tersebut sebelum permasalahan nya sudah selesai secara hukum.

BACA JUGA: Warga Curug Dihantui Banjir dan Longsor. Ini yang Dilakukan Kepala Desa Anton

 “Ini sudah tidak beres. Saya akan coba tanyakan kepada ketua komisi 1 seperti apa kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Desa Caringin, RK Muhamad Taofiq atau biasa dipanggil Jalal menjelaskan, selama ini para pedagang sudah berupaya meminta pertolongan kepada pemerintah maupun DPRD Kabupaten Bogor.

Pedagang pun pada bulan Agustus 2021 lalu, lanjut Jalal, telah mengirim surat permohonan bantuan yang ditunjukkan langsung kepada Ketua DPRD dan Komisi 1, terkait pembukaan segel yang dilakukan kuasa hukum Toko Mario Group.

 “Alhamdulillah sampai sekarang surat yang kami berikan itu, belum ada tanggapan. Kami dan pedagang lain di pasar ini, bingung harus meminta tolong kesiapa lagi,” keluhnya.

Sebelumnya, Jalal menjelaskan prihal hasil rapat pembahasan permasalahan perizinan Toko Mario atasnama H. Amirudin yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Mei 2021, bertempat di aula kantor Kecamatan Caringin, menghasilkan beberapa pembahasan.

BACA JUGA: Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

Diantara hasil pembahasan itu, kata Jalal, yakni pihak paguyuban pedagang pasar keberatan atas adanya Toko Mario Group, karena harga barang di toko itu dibawah harga pasar dan membuat kerugian untuk pedagang pasar.

 “Untuk persyaratan administratif IMBG atas Toko Mario sudah lengkap. Dan akan diterbitkan IMBG nya apabila sudah ada kesepakatan dengan paguyuban pedagang pasar,” imbuhnya.

Jalal menerangkan, dari hasil musyawarah tersebut juga, ada tiga alternatif yang ditawarkan paguyuban kepada pihak H. Amirudin, yaitu pihak H. Amirudin harus menjual barang yang disetujui oleh para pedagang. Pihak H. Amirudin dapat menjual barang yang sama dengan pedagang pasar secara grosir. Apabila tetap menjual harga yang sama dengan harga yang ada saat ini, maka pihak Paguyuban Pasar Caringin meminta pindah lokasi toko ke tempat lain di wilayah Kecamatan Caringin.

 “Yang terjadi sekarang, pihak Toko Mario masih tetap buka dan melanggar hasil kesepakatan tersebut,” tukasnya.

**dedesuhendar/denipratama

Aksi Kemanusiaan, PMI Kecamatan Cijeruk Siapkan 100 Kantong

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 100 kantong darah sudah disiapkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, saat kegiatan donor darah di Gelanggang Olahraga (GOR) Cijeruk, Selasa (16/11). Aksi sosial yang dilakukan PMI Kecamatan Cijeruk itu, sebagai rangkaian memperingati HUT Korpri.

Ketua PMI Kecamatan Cijeruk, Suhanda mengatakan, kegiatan donor darah ini baru kali pertama dilaksanakan pasca pandemi Covid-19 di tahun 2021. Padahal, sebelum terjadinya covid, donor darah sering dilakukan pihaknya.

 “Sebetulnya kegiatan donor darah ini sudah lama kami ajukan ke pemerintah kecamatan dan PMI Kabupaten Bogor, tapi mengingat masih pandemi akhirnya baru sekarang terlaksana,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Warga Curug Dihantui Banjir dan Longsor. Ini yang Dilakukan Kepala Desa Anton

Menurutnya, aksi sosial yang dilaksanakan nya itu, bagian dari rangkaian HUT Korpri dan sekaligus adanya kegiatan reses sidang pertama anggota DPRD Kabupaten Bogor masa sidang 2021-2022 untuk daerah pemilihan (Dapil) 3.

 “Karena sekalian kami juga berikan penghargaan kepada pendonor yang sudah 22 kali ikut mendonorkan darahnya disaksikan para anggota dewan,” ujar Suhanda.

Suhanda mengungkapkan, untuk informasi atau sosialisasi kegiatan donor darah, sudah dilakukan jauh hari persisnya satu bulan lalu, baik kepada para kepala desa, lembaga pendidikan, unsur kepemudaan, mulai dari KNPI, Karang Taruna dan lainnya.

BACA JUGA: Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

Suhanda mengaku tidak menargetkan jumlah kantong darah yang bisa dibawa ke bank darah PMI Kabupaten Bogor. Namun, di kegiatan donor darah kali ini, PMI Kabupaten Bogor telah menyiapkan 100 kantong darah.

 “Saya optimis 100 kantong darah bisa didapat,” paparnya.

Rasa optimis Suhanda, lantaran setiap kali mengadakan aksi kemanusiaan dengan melakukan donor darah, animo masyarakat sangat tinggi untuk ikut menyumbang kan darahnya.

 “Dulu saja kalau kami mengadakan donor darah, peserta yang ikut mendaftar sampai berjumlah 350 orang. Walaupun yang lolos dan bisa diambil darahnya hanya 100 kantong,” jelasnya.

BACA JUGA: Baru Tersentuh Pembangunan, Cigudeg Gunakan Samisade Bangun Jalan di Pelosok Kampung

Sementara, Saefuloh, warga Desa Cijeruk mengungkapkan, kegiatan donor darah ini, sangat bermanfaat buat masyarakat. Karena, masyarakat bisa mendonorkan darahnya untuk membantu yang membutuhkan.

 “Aksi kemanusiaan seperti ini harus terus dilakukan. Agar bank darah di PMI tidak kehabisan stok. Kasihan kalau ada yang butuh darah, stok darahnya habis,” tukasnya.

**dedesuhendar/denipratama