26.3 C
Bogor
Saturday, August 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1059

DLH Mau Bangun Tempat Sampah, Warga dan Mahasiswa Rumpin Kompak Menolak

0

JURNAL INSPIRASI | Rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitan 200 ton sampah/hari di  Kampung Gunung Nyungcung, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, kompak ditolak warga serta Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR).

“Rencana DLH yang akan menjadikan wilayah Desa Kampung Sawah, sebagai tempat pembuangan sampah bagi kami sangat melukai, kenapa ? belum beres urusan debu akibat hilir mudiknya truk pengangkut tambang, malah kami mau diberi bau sampah,” tegas Ketua HMR Ibnu Sakti Mubarok, Minggu (28/11).

Ditegaskan Ibnu, dari pada membangun tempat pembuangan sampah baru, seharusnya DLH mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, segera mengoperasikan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, di Kecamatan Klapanunggal.

BACA JUGA Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP

“TPPAS Lulut – Nambo itu kan dibangun untuk menampung dan mengolah sampah dari beberapa daerah, diantaranya Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Depok, bahkan informasinya Tangerang Selatan (Tangsel) pun siap bergabung. Nah, ini kenapa DLH malah bikin rencana sendiri mau bangun TPST di Kampung Sawah,” ujar aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Banten itu.

Diungkapkan Ibnu,  penjelasan yang disampaikan pejabat DLH saat sosialisasi kepada masyarakat, ketika TPST di Kampung Sawah, terealisasi tidak ada penumpukan sampah, seperti di TPA Galuga, Kecamatan  Cibungbulang, bukanlah suatu jaminan, sebab ketika sampah yang dibuang sebanyak 200 ton perhari pastinya akan ada penumpukan  dan imbasnya menimbulkan bau. “Apalagi, kami belum melihat teknologi modern seperti apa yang akan dibawa DLH untuk mengolah sampah, kalau pakai incinerator  itu kan teknologi lama,” katanya. .

Ridwan Darmawan, tokoh muda Kecamatan Rumpin pun ikut bersuara lantang menolak Kampung Gunung Nyungcung, Desa Kampung Sawah, dijadikan tempat buang sampah. “Pokoknya, secara pribadi saya menolak karena akan banyak dampak yang ditimbulkan dari keberadaan TPPST di Kampung Gunung Nyungcung. Rencana DLH itu harus dibatalkan, urusan dengan truk tambang saja belum beres, ini malah aka nada tambahan persoalan lagi yakni sampah,” kata mantan tim pengacara pemenangan Jokowi-JK itu.

BACA JUGA Vini Vidi Vici Suara Junsam Tak Terbendung

Kepala Desa Rumpin, Robi Setiawan menjelaskan, keberadaan TPPAS di Kampung Gunung Nyungcung, ketika jadi direalisasikan tetap akan menimbulkan persoalan, selain pencemaran air, bau tak bisa dihindari.“Intinya, Pemerintah Desa Rumpin, sebagai tetangga Desa Kampung Sawah, mohon rencana DLH itu dipertimbangkan lagi lah,” pinta Robi.  

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Sawah, Edi Riyadi menambahkan, rencana pembangunan TPPAS di Kampung Gunung Nyungcung, merupakan program Pemerintah Kabupaten Bogor. TPPAS  yang akan dibangun lokasi di atas lahan milik atau aset daerah seluas tiga hektar.”Itu program pemerintah, ya memang kalau ada sisi postif dan negatipnya kita lihat nanti. Kalau banyak dikeluhkan masyarakat ya buat apa? Kan gitu,”terang Ugan sapaan akrabnya.

Ugan, mengaku, DLH  memang sudah melakukan sosialisasi di aula kantor desa baru-baru ini . “Kalapun banyak dikeluhkan masyarakat, ya kita bahas bareng-bareng soal rencana pengolaan sampah tersebut,”tutupnya,

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

Sebagai informasi, TPPAS yang akan dibangun DLH di Kampung Sawah, difungsikan untuk menampung sampah dari Kecamatan Parung, Ciseeng, Rumpin dan Gunungsindur.

Kepala DLH Asnan, menjelaskan sampah yang dibuang nantinya akan langsung dihancurkan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator.“Sampah yang dihancurkan akan dijadikan pupuk cair dan barang-barang lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas Asnan, saat menggelar sosialisasi. 

**mochamad yusuf

Vini Vidi Vici Suara Junsam Tak Terbendung

0

JURNAL INSPIRASI – Vini Vidi Vici (Saya Datang, Saya Melihat dan Saya Menang) rupanya sangat tepat dialamatkan kepada Junaidi Samsudin, Ketua Askab PSSI Bogor yang mampu meraup suara terbanyak dalam pemilihan Exco PSSI Jawa Barat periode 2021-2026.

Dalam pemilihan  Exco Asprov  PSSI Jawa Barat di Golden Flower, Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021, boleh dikatakan Junsam tak diunggulkan. Namun faktanya politisi PPP Kabupaten Bogor ini mampu mendulang suara terbanyak.

Junsam yang mendaftar sebagai calon Exco Asprov PSSI Jabar dengan nomor urut 30  berhasil meraih 49 suara atau 96,08 persen dan mengalahkan  16  calan Exco Asprov  PSSI Jabar lainnya.

BACA JUGA  Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP    

Sebanyak 52 voters memberikan suaranya dalam pemilihan Exco Asprov PSSI Jawa Barat periode 2021-2025. Para voters hanya memberikan suara kepada 7 calon exco Asprov PSSI Jawa Barat 2021-2025,

Peringkat kedua suara terbanyak ditempati Erwan Setiawan  dengan total 38 suara atau 74, 51 persen. Rimsyahtono menempati peringkat ketiga dengan raihan  38 suara atau 74,51 persen

Sementara itu, Wahyuliana Chandra Rini dari Persikabo 1973  menempati posisi keempat  dengan 36 suara atau 70, 59 persen. 

Herman yang mengumpulkan 35 suara atau 68,63 persen menempati posisi kelima. Pada poskisi keenam ditempati  Suryadi yang meraih 20 suara atau 39,22 persen.

BACA JUGA Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

Sedangkan, Sutisna Suwirya menempati posisi ketujuh dan meraih 17 suara atau 33,33 persen. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua voters yang telah memberikan amanah kepada saya untuk jadi Exco Asprov PSSI Jabar,” tegas Junsam.

Junsam menambahkan, ia bersama para Exco lainnya akan bersama sama dengan Ketua terpilih untuk memajukan dunia sepakbola di Jawa Barat  lebih maju lagi kedepannya.

Dedi Cakra Baidilah,salah satu voters dari Citeureup Raya mengatakan sangat bangga dengan terpilihnya Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor jadi Exco PSSI Jawa Barat.

“Semoga PakJunsam jadi bagian penting dalam mewarnai kemajuan dunia sepakbola yang ada di Jawa Barat,” tegas Cakra.

**as.pangrango

Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP

0

JURNAL INSPIRASI – Permintaan Usep Supratman dan anggota DPRD Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) 3 agar Toko Mario ditutup, tidak ditanggapi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, hingga saat ini Toko Mario yang belum mengantongi legalitas baik, izin mendirikan bangunan gedung (IMBG) maupun izin operasional, masih tetap buka dan beroperasi.

Rizal, pedagang pakaian anak di Pasar Desa Caringin merasa heran dengan Satpol PP Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Agus Ridho. Karena, sampai saat ini belum juga melaksanakan penindakan terhadap pengusaha yang melanggar aturan pemerintah.

Selain itu, lanjutnya, desakan agar Toko Mario ditutup pun sudah diminta anggota dewan dari selatan kepada Satpol PP. Namun, suara wakil rakyat itu seolah tidak dihiraukan sama sekali.

BACA JUGA Wabup Minta PUI Sinergi Dengan Pemkab Bogor

“Pak Usep Supratman dewan dari PPP sudah pernah meminta Satpol PP menutup toko itu. Termasuk Heri Aristandi dari Gerindra juga meminta Toko Mario ditutup. Pernah ditutup saat dewan dari PAN, Larasati menghubungi langsung Satpol PP dan itu juga hanya bertahan beberapa hari saja. Tidak lama dibuka kembali toko itu berikut pencabutan garis line Pol PP yang dipasang Satpol PP,” ungkap Rizal kepada wartawan.

Rizal mempertanyakan alasan Satpol PP yang membiarkan Toko Mario tidak ditindak tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum (Tibum).

“Biasanya Satpol PP menutup, menyegel sampai membongkar bangunan yang tidak berizin, baik IMBG, izin operasional dan lainnya. Kenapa Toko Mario tidak dilakukan sama dengan pelanggar Perda Tibum yang sudah ditindak tegas,” ujarnya.

Sikap pembiaran yang diperlihatkan Satpol PP terhadap pengusaha melanggar aturan, menjadi pertanyaan besar bagi para pedagang Pasar Desa Caringin.

BACA JUGA Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

“Kami para pedagang jadi punya pikiran jelek kepada instansi Penegak Perda era Bupati Bogor, Ade Yasin ini. Jangan-jangan sudah terkena gratifikasi oleh pengusaha. Ini mah baru dugaan saja,” kata Budi pedagang sepatu di Pasar Desa Caringin lainnya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor hari Selasa (23/11), keluhan dan aspirasi para pedagang Pasar Caringin terhadap keberadaan Toko Mario, didengar dan disikapi Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman.

Usep yang merupakan wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) 3 ini pun meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, menutup Toko Mario sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai instansi penegak Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Usep, Satpol PP berwenang melakukan penutupan Toko Mario, lantaran keberadaan toko tersebut belum memiliki perizinan terutama izin operasional dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

BACA JUGA DMI Kecamatan Tanjungsari Bentuk Kepengurusan di desa

“Satpol PP segera menutup Toko Mario sebelum izin keluar dan permasalahan dengan pedagang selesai,” tegasnya saat menghadiri kegiatan lomba senam Pancakarsa tingkat Kecamatan Ciawi, di lapang bulu tangkis Chevilly Resort.

Selain persoalan izin operasional, lanjut Politisi PPP ini, persoalan gugatan yang dilakukan kuasa hukum Toko Mario, mulai dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong sampai banding ke tingkat TUN Bandung, sudah kalah.

Untuk itu, agar tidak menjadi polemik di para pedagang tradisional milik aset Desa Caringin, penutupan Toko Mario solusi terbaik sampai permasalahannya benar-benar selesai.

“Penutupan itu bukan karena bangunannya tidak ada IMBG. Tapi sekali lagi saya tekankan terkait izin operasional,” tegas Usep, ketua komisi yang membidangi pemerintahan dan perizinan.

Perjuangan para pedagang Pasar Desa Caringin agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satpol PP menutup Toko Mario, terus dilakukan. Hari Kamis (25/11) lalu, para pedagang mendatangi Mako Satpol PP dan memberikn surat permohonan permintaan penutupan Toko Mario.

BACA JUGA Setu Wanaherang Kembali Tercemar

Namun kedatangan para pedagang yang jumlahnya lebih dari 10 orang itu, hanya disambut para Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi) pada Satpol PP.

“Berhubung Pak Kasatpol PP ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, maka kami diminta untuk mewakilinya,” kata Kabid Penegak Perda (Gakda) Bu”Berhubung Pak Kasatpol PP ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, maka kami diminta untuk mewakilinya,” kata Kabid Penegak Perda (Gakda) Budi Mulyawan saat menerima perwakilan pedagang di ruang rapat Mako Satpol PP Kabupaten Bogor.

Semua keluh kesah pedagang Pasar Desa Caringin yang diwakili dewan penasehat paguyuban, seakan dianggap Kabid Gakda hanya angin lalu. Sebab, keinginan dan permintaan pedagang agar Toko Mario ditutup hari Jum’at (26/11) lalu, nyatanya tidak dilakukan Satpol PP.

” “Kalau dengan cara baik-baik, keluhan dan keinginan kami tidak juga didengar Satpol PP. Kami dan semua para pedagang pasar beserta keluarganya akan melakukan demo. Kami memberikan waktu sampai hari Senin (29/11), agar Satpol PP menutup Toko Mario,” tukas Ustadz Holilul Rosid, dewan penasehat Paguyuban Pasar Desa Caringin.

**dede suhendar

Wabup Minta PUI Sinergi Dengan Pemkab Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan meminta pengurus, anggota, dan kader organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) dapat meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk sama-sama membangun Kabupaten Bogor. Hal tersebut diungkapkan Iwan Setiawan pada kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) PUI Kabupaten Bogor, di Aula Graha Dinar Hotel, Cisarua, Sabtu (27/11).

Selain Wakil Bupati Bogor, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat, Ketua DPW PUI Jawa Barat, KH. Iman Budiman dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, KH. Lesmana, dan Ketua DPD PUI Kabupaten Bogor, Samsi Akbar Aflah.

 “Peran aktif dan kontribusi PUI dalam pembangunan Kabupaten Bogor tentunya sangat kami harapkan, saya meminta agar sinergi antara PUI dan Pemkab Bogor terus ditingkatkan karena urusan pembangunan tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah saja,” ungkap Iwan.

BACA JUGA Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

Wabup menambahkan, Pemkab Bogor membutuhkan peran stakeholder, khususnya PUI Kabupaten Bogor.

Iwan pun mengajak bersama-sama mewujudkan program-program Kabupaten Bogor yang sudah dijanjikan kepada masyarakat selama lima tahun. Mudah-mudahan sisa dua tahun kedepan segala janji politik yang disampaikan ke masyarakat bisa terlaksana, tentunya berkat dukungan seluruh masyarakat dan PUI Kabupaten Bogor.

 “Semoga melalui Mukerda ini, para pengurus PUI Kabupaten Bogor, beserta anggota dan seluruh kader, dapat menghasilkan berbagai program kerja yang berkualitas. Sinergi kita kedepan semakin meningkat, demi mewujudkan visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” papar Wabup Bogor.

Ketua DPW PUI Jawa Barat, KH. Iman Budiman mengatakan, sebuah kehormatan baginya pada kesempatan kali dapat menghadiri Mukerda sekaligus pelantikan PC PUI se-Kabupaten Bogor. Terlebih kegiatan ini dihadiri juga oleh para pemangku kebijakan yang sangat penting keberadaannya.

BACA JUGA Setu Wanaherang Kembali Tercemar

 “Membangun Kabupaten Bogor merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Karena Kabupaten Bogor ini luas wilayahnya sangat besar sekali, penduduknya juga terbanyak di Indonesia yakni lima juta jiwa lebih,” ujarnya.

Iman melanjutkan, kegiatan ini salah satu upaya PUI berkontribusi dalam pembangunan, sebagai salah satu entitas organisasi yang ada di Kabupaten Bogor.

 “Kami akan melahirkan program kerja nyata demi membangun Kabupaten Bogor dan mewujudkan cita-cita persatuan,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PUI Kabupaten Bogor, Samsi Akbar Aflah menjelaskan, selama dua hari pihaknya akan bermusyawarah membuat program kerja, menyusun rencana strategis bagaimana beramal melalui wadah PUI. Demi masa depan umat, masa depan bangsa, masa depan peradaban yang lebih baik.

 “Sebagai ormas dakwah, sebagai ormas pendidikan, PUI memiliki kekuatan sejarah. PUI adalah organisasi yang cukup dewasa. Dengan kekuatan sejarah, kita memiliki semangat untuk berkiprah membangun bangsa ini, khususnya membangun Kabupaten Bogor,” tukas Samsi Akbar.

**dedesuhendar

Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek siluman ditemukan di akhir tahun 2021. Seperti kegiatan pengerjaan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di ruas Jalan  Cibalung-Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, di lokasi proyek tidak dipasang papan plang nama.

Ahmad, penjual bensin eceran tak jauh dari lokasi proyek mengatakan, pengerjaan TPT jalan baru dilaksanakan satu minggu lalu. “Baru ada satu minggu ini,” katanya sambil melayani pembeli bensin kepada wartawan akhir pekan lalu.

Menurutnya, proyek TPT ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bukan pihak desa. “Warga sini juga ada beberapa orang yang ikut kerja,” ujar Ahmad warga Desa Cibalung tersebut.

BACA JUGA Kepengurusan JMI Bogor Raya Dilantik. Ini yang Diharapkan Wakil Walikota Bogor

Deni, pengguna jalan mengungkapkan, kondisi tebing jalan ini memang harus dilakukan penanganan dari pemerintah. Sebab, bila dibiarkan khawatir longsoran tebing jalan semakin meluas.  “Alhamdulillah akhirnya TPT ini dibangun juga,” ungkapnya.

Namun Deni menyayangkan dengan pelaksana yang mengerjakan proyek tebing tersebut. Dimana, pihak pelaksana tidak memasang plang nama kegiatan untuk diketahui masyarakat luas.

 “Kalau memang ini dikerjakan pihak ketiga, papan nama kegiatannya harus dipasang. Terkesan seperti proyek siluman,” paparnya.

Adanya papan nama kegiatan, sambung Deni, menjadi keharusan setiap pelaksana proyek yang bersumber anggaran dari pemerintah, baik APBD Kabupaten Bogor, APBD Provinsi Jabar maupun APBN.

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

 “Berarti kalau tidak dipasang plang papan nama kegiatan, pelaksana sudah melanggar aturan terutama Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” tegasnya.

Deni minta agar Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek tersebut.

 “Dinas juga harus menegur pelaksana untuk memasang papan nama kegiatan,” imbuhnya.

**dedesuhendar/denipratama

Kepengurusan JMI Bogor Raya Dilantik. Ini yang Diharapkan Wakil Walikota Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Bogor Raya menggelar pelantikan pengurus periode 2021-2022 di villa Dinasty Akasha, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Dalam pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah pemerintah antara Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Acara itu juga menyelenggarakan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti gerakan menanam 1000 pohon, menebar benih ikan dan pelatihan jurnalistik media digital dan konten kreatif.

BACA JUGA DMI Kecamatan Tanjungsari Bentuk Kepengurusan di desa

“Selamat kepada pengurus JMI wilayah Bogor Raya yang baru dilantik, muda-mudahan dalam melaksanakan tugas keorganisasian JMI dapat memberikan kontribusi terbaik untuk anggota dan masyarakat Bogor,” kata Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, seusai melantik kepengurusan JMI Bogor Raya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (27/11).

Orang nomor dua di Kota Bogor itu menyebut, dalam pelantikan tersebut dirinya melakukan berbagai kegiatan, selain menyalurkan hobi mancing,  juga menanam pohon dan memberikan benih ikan kepada warga dan memberikan semangat kepada peserta yang ikut dalam pelatihan jurnalistik media digital dan konten kreatif.

“Keberadaan JMI ini bisa memberikan kontribusi sosial untuk warga dan warga bisa menerima manfaat dari keberadaan JMI secara menyeluruh, jadi bukan hanya untuk anggota tetapi di mata masyarakat juga ada image positif,” ujarnya.

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

Dedie berharap JMI Bogor Raya bisa mengembangkan diri dan mengembangkan kompetensi bagi para anggota nya, untuk meningkatkan kapasitas sehingga jurnalistik di media digital dan konten kreatif yang sekarang menjadi salah satu keharusan kemampuan dari pada jurnalis itu dimiliki.

“Kita bisa mengelola kondisi situasi jaman, jadi jangan ketinggalan, jangan justru hoax yang lebih dominan. Tetapi melalui koordinasi jurnalistik yang betul-betul resmi dan memang berafiliasi pada media konvensional maupun digital itu yang menjadi leader permintaan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu Ketua JMI Bogor Raya Billy Adhyaksa mengungkapkan, JMI Bogor Raya akan melakukan berbagai hal setelah pelantikan tersebut.

“Karena ini akan menjadi gong kami untuk melakukan berbagai kegiatan, salah satunya diklat yang yang sudah kita liat tadi (pelatihan jurnalistik), kami akan menyelenggarakan ini secara continue,” ungkap Billy.

BACA JUGA Selain Maju di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Didukung Hanura untuk Maju Pilpres 2024

Yang kedua, lanjut Billy, pihaknya juga akan melakukan program kegiatan aksi tanam pohon dibarengi dengan susur sungai yang sudah diinisiasi oleh JMI.

“Jadi kami akan konsen, kami akan mengadopsi pohon-pohon yang ditanam dan melakukan sebuah riset lebih kepada tanaman-tanaman itu. Bahkan kita berencana mau bikin lomba bagaimana perawatan pohon tersebut, terutama di bantaran sungai yang kritis,” tambahnya.

Selain itu, masih kata Billy, pihaknya juga akan melakukan kegiatan lain, salah satunya di bidang usaha.

“Bidang usaha ini, insya Allah mudah-mudahan terwujud, kami sudah komunikasi dengan pak kepala Dinas UMKM Kota Bogor, rencana kami ingin melaunching mall pancing Bogor terbesar di Bogor,” tutupnya.

**andres

DMI Kecamatan Tanjungsari Bentuk Kepengurusan di desa

0

JURNAL INSPIRASI – Desa Pasir Tanjung membentuk  kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kegiatan yang di laksanakan di aula kantor desa tersebut berlangsung khidmat dan demokratis,  Rabu, (23/11) lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DMI Kecamatan Tanjungsari Didin Harimudin menjelaskan, tujuan utama pembentukan DMI untuk memberdayakan masjid agar lebih makmur serta membantu dalam hal mengurus legalitas hukum atas bangunan dan tanahnya.

“ Melalui kegiatan DMI saya berharap masjid tersebut jelas statusnya d iranah hukum, sedangkan kepengurusanya untuk mengelola, menata dan mengurus masjid agar bersih, aman serta nyaman,” jelasnya, Minggu (28/11).

BACA JUGA Setu Wanaherang Kembali Tercemar

Ketua DMI Desa Pasirtanjung Yayat Sukriatna mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan peserta musyawarah yang telah menunjukanya menjadi ketua DMI desa. “Alhamdulillah saya sudah dipilih oleh para ustad dan para tokoh masyarakat, insya Allah akan menjalankan kepercayaan ini dengan amanah,” ungkapnya.

Yayat juga meminta bimbingan dari para alim ulama, tokoh masyarakat dan semua elemen dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua DMI desa.

“Saya berharap dengan dibentuknya DMI di  desa – desa se -Kkecamatan  Tanjungsari semua masjid bisa lebih makmur dan tanahnya legal secara hukum dan dengan DMI desa masjid yang ada di Kecamatan Tanjungsari bisa tertata rapi, bersih dan nyaman,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala desa, para ketua RT, RW, tokoh masyarat, alim ulama dan angota BPD.

**nay/wisnu

Setu Wanaherang Kembali Tercemar

0

Achmad Fathoni : Pengusaha yang Masih Buang Limbah ke Alam Segera Bertaubat

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS Achmad Fathoni mendapati aduan soal Setu Wanaherang yang kembali tercemar. Fathoni pun akan meninjau langsung ke lapangan melihat kondisi setu tersebut.

“Informasi awal dari masyarakat kembali dicemari dengan infonya mengeluarkan bau yang sangat menyengat,” ujarnya, Minggu (28/11/21).

Dia mengalu sedih setu dicemari lagi oleh limbah yang didominasi oleh perusahaan. Fathoni pun meminta DLH bersama pihak terkait yang berwenang seperti Satpol PP , Trantib kecamatan untuk segera turun dan menindak tegas.

BACA JUGA Gerai Vaksin Polres Bogor Hadir di Babakan Madang

“Pihak pemerintah desa juga saya harapkan bisa membantu. Saya himbau masyarakat sekitar untuk buat komunitas peduli setu sehingga bisa bersama – sama sinergi menjaga setu,” jelasnya.

Dia pun menyatakan agar perusahaan yang masih membuang limbah ke alam untuk segera bertaubat dan mengikuti aturan, begitu pun untuk DLH jika sudah mendapati pelakunya segera menindak tegas dan berikan sanksi untuk membuat efek jera.

Terpisah Ramdani, salah satu warga sekitar Setu Wanaherang menjelaskan sudah beberapa minggu ini kondisi Setu Wanaherang tercemar oleh limbah dan pada Minggu (28/11) merupakan puncaknya karena kondisi Setu Wanaherang berwarna hitam pekat dan berbau.

“Saya mohon kepada instansi yang berwenang untuk menelusuri perusahaan – perusahaan yang membuang limbah ke aliran Setu Wanaherang dan segera menangani persoalan ini,” paparnya.

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

Sebagai warga biasa kata dia, tidak bisa apa – apa tanpa dukungan dan bantuan pemerintah serta instansi terkait untuk menangani perusahaan – perusahaan nakal yang masih membuang limbah ke aliran Setu Wanaherang, apalagi kejadian ini sudah berminggu – minggu.

” Awalnya air berminyak kemudian disusul oleh busa – busa berwarna kuning agak sedikit bau namun tidak menyengat, namun hari ini airnya menjadi hitam pekat dengan bau yang sangat menyengat sehingga radius sekitar 100 sd 200 meter dari arah Setu Wanaherang bau itu sudah tercium,” jelasnya.

Dia berharap air Setu Wanaherang diambil sempel oleh DLH Kabupaten Bogor, namun tidak ada tindak lanjutnya seperti apa. Dia menyayangkan kejadian yang sama kembali terulang  lagi dan lagi. Selain itu dia juga sudah mengadukan hal ini ke berbagai instansi terkait namun tidak ada tindak lanjut.

“Mohon perhatian  untuk pemerhati lingkungan, dinas – dinas terkait, Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menanggapi perihal kejadian di setu ini,” tandas Ramdani.

**nayur’ain

Gerai Vaksin Polres Bogor Hadir di Babakan Madang

0

JURNAL INSPIRASI – Gerai vaksinasi Covid-19 Polres Bogor bersama Indonesia Pasti Bisa hadir di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di SD Citaringgul 03. Pelaksanaan vaksinasi dimulai pukul 08.00 Wib, sampai selesai.

Sebelum dimulainya vaksinasi, Babinmas Cipambuan Bripka Abdi, Babinsa, bersama Pemerintah Desa Cipambuan dan Pol PP melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat untuk melakukan vaksinasi pada pagi pukul 07.00 Wib. Mereka keliling ke lingkungan RT 01 RW 03, dan sosialisasi vaksinasi disampaikan juga  melalui media sosial.

“Semua langkah kita sudah lakukan, tetapi karena warga masyarakat sudah sebagian besar sudah tervaksin, hingga saat ini warga yang hadir cuma  25 dari target 200 orang,” ucapnya Bripka Abdi.

BACA JUGA Kades Balekambang Jonggol Apresiasi Paguyuban RW 06 Santuni Anak Yatim

Lebih lanjut Bripka Abdi pun berharap untuk jadwal berikutnya kehadiran warga untuk vaksin lebih banyak lagi sehingga bisa memutus mata rantai penularan Covid-19 agar warga cipambuan terbebas dari virus Corona.

Senada disampaikan Meriana, tenaga kesehatan (nakes) rumah sakit EMC Sentul City. Dia menjejelaskan, kegiatan vaksinasi ini adalah kegiatan gerai Polres Bogor bersama dengan Indonesia Pasti Bisa yang menggandeng RS EMC Sentul.

“Kami, tiga nakes dari RS EMC Sentul City alhamdulilah SOP (standar oprasional prosedur) kita lakukan dengan baik, namun sampai dengan jam 11.00 wib baru sembilan belas orang yang hadir dan tervaksin,” ujarnya 

Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid juga mengatakan, vaksinasi gerai Polres Bogor bekerja sama dengan RS EMC Sentul City.

BACA JUGA Wacana TPST di Rumpin, HMR Nilai DLH tak Becus

“Target dua ratus orang, namun karena kondisi warga sudah banyak yang tervaksin , kalau kita lihat Cipambuan sisa hampir 15 %.  Jadi wajar bila yang datang vaksin baru mencapai 25 orang. Insya Allah dalam waktu dekat Kecamatan Babakan Madang akan ada Vvksin seretak dari 5 desa,” jelasnya.

Dia berharap warga masyarakat memanfaatkan waktu yang ada untuk bisa vaksin agar bisa menjaga kesehatan bersama karena jika kita sehat, orang – orang sekeliling pun pasti akan sehat.

Dalam kegiatan vaksinasi, Jumat (26/11/2021) itu, hadir Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid, Kapolsek Babakan Madang Kompol Silfia Rosa Tanjung SH.S.IK, Sekretaris Camat Babakan Madang Dwi Asih, tokoh masyarakat, Kepala Sekolah SD 03, Pol PP, Babinsa dan warga.

**nay/tedy

Kades Balekambang Jonggol Apresiasi Paguyuban RW 06 Santuni Anak Yatim

0

JURNAL INSPIRASI – Berbagai cara dilakukan untuk berbagi kebaikan saat situasi Covid – 19 Salah satunya dilakukan paguyuban RW se – Kecamatan Jonggol secara kompak mengadakan santunan kepada 25 anak yatim dan lima jompo di Kp. Dampiak  RT 02 RW 01  Desa  Balekambang, Kecamtan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (26/11/2021).

Kepala Desa  Balekambang  Anap Setiawan  mengapresiasi kegiatan  santunan anak yatim  dan jompo tersebut. Menurutnya, acara tersebut bentuk dari kesigapan serta kekompakan para anggota paguyuban RW Se – Kecamatan Jonggol.

“Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan lancar, saya selaku kepala desa amat bangga dengan dilaksanakan acara ini,” ujar Anap Setiawan.

BACA JUGA Selain Maju di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Didukung Hanura untuk Maju Pilpres 2024

Anap  berharap paguyuban RW selalu menjaga kekompakan serta dapat terus melaksanakan kegiatan – kegiatan yang positif.

“Paguyuban RW harus bisa terus jaga kekompakan, ini merupakan kegiatan yang positif, dengan kegiatan ini kita bisa menjaga tali silaturahmi,” tambah Anap.

Sementara itu, Aming Penasehat Paguyuban  RW yang juga menjabat  Ketua RW  03 Desa Cibodas  mengapresiasi warga yang antusias dengan adanya kegiatan santunan. Awalnya kegiatan itu kata dia mau dilaksanakan sederhana dengan memberikan 25 santunan dan bingkisan kepada anak -anak yatim dan jompo, namun berkat kekompakan  seluruh RW yang  ada di Kecamatan Jonggol  kegiatan dapat berjalan lancar.

” Ini merupakan kekompakan kepengurusan yang ada di RW se – Kecamatan Jonggol  kedepannya mudah mudahan dapat terlaksana lagi,” tutupnya.

** nay/ramses