24.6 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1059

Jabar Juara Umum PON Papua

0

Kabupaten Bogor dan Kota Bogor Sumbang 54 Medali Emas

Jayapura | Jurnal Inspirasi

Kontingen Jawa Barat sukses mempertahankan gelar juara umum setelah mengoleksi medali terbanyak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang akan ditutup Jumat (15/10) pukul 17.00 oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Stadion Lukas Enembe, Kota Jayapura. Melansir laman resmi PON Papua 2021, Jabar telah mengoleksi 353 medali dengan rincian 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu, hingga Kamis (14/10) pukul 19.00 WIB.

Informasi dari Kabid Humas KONI Kabupaten Bogor, Sugiarto Otray, keberhasilan ini juga berkat andil Kabupaten Bogor yang menyumbang 32 medali emas, 15 perak dan 24 perunggu. Raihan ini juga disebut-sebut memenuhi harapan Bupati Ade Yasin dengan 30 medali emas. Sedangkan Kota Bogor menyumbang dengan raihan 22 medali emas, 10 perak dan 14 perunggu.

Sementara pada hari terakhir pertandingan, Kamis (14/10), Jabar mengukuhkan diri ditempat teratas klasemen perolehan medali dengan 4 medali emas tambahan dari cabang biliar snooker – six reds single putra oleh Dhendy Kristanto, atletik tolak peluru putri oleh Eki Febri Ekawati, karate kumite – beregu putra, dan angkat besi Kelas + 84 Kg putri oleh Fitria Martiningsih.

Sedangkan saat masih mengantongi 125 emas, Jabar disebut hanya membutuhkan tiga medali emas lagi untuk menjadi juara umum PON Papua 2021. Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam postingan di akun Instagram pribadinya, Kamis (14/10) pagi WIB. Dengan hasil sekarang ini, telah melampaui ekspektasinya. “Jabar butuh 3 emas lagi untuk menjadikan #JabarJuara umum di PON 20 di Papua. Ayo Jabar kamu bisa !” tulis Ridwan Kamil di Instagramnya.

Pencapaian Jabar pada PON Papua 2021 kemudian melahirkan sejarah baru dalam dunia olahraga Tanah Air. Jabar menjadi juara umum PON untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Sebelum ini, mereka juga berhasil merengkuh gelar juara umum saat menjadi tuan rumah PON 2016.

Berdasarkan laporan pusat pemberitaan PON Papua, ini merupakan kali pertama suatu provinsi mampu merebut posisi juara umum secara beruntun sejak era Orde Baru dan ketika PON dilakukan di luar DKI Jakarta. Di bawah Jabar selaku juara umum PON Papua 2021, terdapat kontingen DKI Jakarta yang pernah 11 kali menjuarai PON berada di peringkat kedua yang selisih perak dan perunggu dengan jawa Timur. DKI Jakarta tercatat mengoleksi 301 medali dengan rincian 110 emas, 91 perak, dan 100 perunggu.

Jawa Timur (Jatim) yang pernah menjuarai PON 2000 dan 2008 kini menempati peringkat ketiga klasemen PON Papua 2021 dengan raihan 110 emas, 89 perak, dan 88 perunggu.

Sementara itu, tuan rumah Papua masih tertahan di peringkat keempat dengan torehan 93 emas, 66 perak, dan 102 perunggu. Lalu, melengkapi daftar lima besar klasemen medali PON Papua 2021, terdapat kontingen Bali yang telah mengantongi 28 emas, 25 perak, dan 53 perunggu.

Bali sukses menggusur Jawa Tengah (Jateng) yang sempat lama menghuni posisi lima besar klasemen medali PON Papua 2021. Jateng kini menempati peringkat keenam dengan koleksi 27 emas, 47 perak, dan 64 perunggu.
Kalimantan Timur merangsek ke peringkat 7 menyalip Riau dengan perolehan medali emas sebanyak 25 emas, 33 perak, dan 42 perunggu. Sedangkan Riau di peringkat 8, dengan 21 medali emas, ditambah dengan 25 perak, dan 21 perunggu.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menembus peringkat 9 dengan perolehan 15 medali emas, 11 perak, dan 12 perunggu. Lampung kembali turun ke peringkat 10 dengan memperoleh 14 medali emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatra Utara, dan Banten bersaing di peringkat 11, 12, 13, 14. Seluruh kontingen dari total 34 provinsi peserta PON telah berhasil meraih medali PON XX Papua 2021.

**as.sayyev

Kalahkan Atlet Papua, Pebiliar Kabupaten Bogor Sabet Emas PON

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

Atlet Biliard Kabupaten Bogor Dhendy Kristanto menyabet medali emas cabor biliar Snooker Six Reds Single  ( Putra ) dalam perhelatan PON XX Papua 2021 .

Dalam partai final, Dhendy menumbangkan atlet billiard tuan rumah Papua, M Faizal Zainuri.

“ Saya bangga atlet  Biliard Kabupaten Bogor mampu mendulang medali emas dalam PON XX Papua 2021,” ujar Ketua Umum POBSI Kabupaten Bogor, Fikri Ikhsani, kami, 14 Oktober 2021

Fikri mengatakan,  keberhasilan atlet biliar Kabupaten Bogor mendulang emas di PON XX Papua 2021  ini akan jadi spirit bagi Tim Biliard Kabupaten Bogor yang  akan terjun di Porprov XIV Papua 2022.

“Mudah mudahan  apa yang dicapai di PON XX Papua 2021 ini akan jadi motivasi para atlet billiard Kabupaten Bogor lainnya dalam menghadapi Porprov XIV Jabar 2022,” paparnya

Selanjutnya, kata Fikri,  dalam  PON XX Papua 2021 ini sebenarnya ada  2 atlet biliar Kabupaten Bogor yang tampil di PON XX Papua 2021 yakni  Irwan Sitepu dan Dhendy Kristanto. Namun, Irwan Sitepu kalah dibabak 8 besar  PON XX Papua 2021.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor,  Junaidi Samsudin mengaku bangga dengan keberhasilan atlet  billiard Kabupaten Bogor yang mampu mendulang emas di PON XX Papua 2021.“ Bravo cabor Biliard yang telah mengharumkan  Kabupaten Bogor di kancah PON XX Papua 2021,” pungkas Junsam.

**as.pangrango

Hampir Setahun Raperda PDJT Mandek, Dewan Minta LO Lagi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan status Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Perusahaan Umun Daerah (Perumda) ‘dijegal’ pengesahannya oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bogor. Pasalnya, anggota Banmus saat rapat pada Kamis (14/10) meminta agar Panitia Khusus (Pansus) PDJT kembali meminta Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.

Padahal, sebelumnya Pansus PDJT telah mengantungi restu gubernur dan juga LO dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, yang diterbitkan pada 21 Mei 2021. Selain itu, wakil rakyat pun kembali mempertanyakan penggunaan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan dana penyehatan yang dikucurkan pada 2018 silam.

Menanggapi hal itu, Ketua Pansus PDJT, Shendy Pratama mengatakan bahwa sejauh ini pansus yang dipimpinnya sudah menunaikan kewajibannya untuk menyampaikan raperda yang telah dibahas sejak November 2020 lalu itu kepada Banmus.

“Kaitan produk hukum daerah (perda PDJT) sudah kami minta diparipurnakan. Namun dinamika yang terjadi di Banmus, ada keinginan untuk adanya LO kembali dari kejaksaan. Alasannya untuk mengutamakan prinsip kehati-hatian,” ujar Shendy kepada wartawan, Kamis (14/10).

Shendy juga mengakui bahwa pihaknya sudah mengantungi LO Kejati Jabar. Namun, saat disinggung mengapa Banmus kembali meminta LO dari Kejari Kota Bogor. Ia menyebut bahwa hal itu lantaran adanya permintaan dari koordinator pansus.

“Namun kami di pansus menyakini bahwa untuk memparipurnakan sesuatu peraturan daerah, bukan berarti adanya persetujuan. Pendapat dari kejati itu sudah disampaikan dan telah ditindaklanjuti dengan menghadirkan tenaga ahli yang kompeten agar regulasi tidak bertentangan. Jadi sebetulnya sudah selesai,” ungkapnya.

Shendy pun mengaku bingung mengapa harus ada tambahan LO dari kejari. “Kalau harus menunggu hasil LO baru, tidak tahu kapan keluarnya. Sedangkan November pansus kami selesai. Nanti saya akan bersurat kepada pimpinan DPRD untuk meminta LO dari kejari,” katanya.

Shendy juga menegaskan bahwa dalam rapat banmus pihaknya telah menyampaikan bahwa perda perubahan status PDJT sama sekali tidak membahas mengenai anggaran atau permasalahan operator Transpakuan tersebut.

Shendy juga menyebut bahwa dinamika yang terjadi rapat banmus yang membahas mengenai kemungkinan PDJT pailit, sebenarnya bukan menjadi ranah DPRD. “Tugas kita hanya menjakankan amanat UU 23 Tahun 2014 dan PP 54 Tahun 2017,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai apa perbedaan antara LO dari Kejati Jabar dan LO Kejari Kota Bogor. Shendy mengaku bingung. “Saya kurang paham. Kemarin saya sempat tanyakan kepada Kasi Datun Kejari Kota Bogor, apakah bila ada perubahan nama berarti hak kewajiban yang sebelumnya itu tidak menjadi tanggungjawab yang sekarang. Di pasal 101 Perda kaitan dengan Perumda Transpakuan di sampaikan bahwa setiap hak kewajiban pertanggungjawaban dari PDJT beralih kepada Perumda Transpakuan. Jadi sebenarnya ini sudah clear and clean,” katanya.

Shendy menyebut bahwa apabila raperda itu gagal disahkan hingga November mendatang, maka hal tersebut bukanlah kesalahan Pansus PDJT. “Sebab kami sudah berupaya dan kita sudah di jelaskan semua data dan kronologisya dengan prinsip ke hati-hatian,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, gagalnya Raperda PDJT diparipurnakan lantaran adanya permasalahan hukum yang kini tengah mendera PDJT terkait PMP sebelumnya. “Secara garis besar peristiwa itu dengan kebijakan kita membuat satu peraturan daerah rasanya memang tidak saling berkaitan. artinya sesuatu yang beda. Namun, pada saat kemarin rapat dengan kejaksaan sebelumnya memang ketua pansus bertanya mengenai memparipurnakan raperda itu, dan memohon arahan ke kejari. Respon kejari agar DPRD kembali menyampaikan surat resmi.

“Karena sudah ada bahasa seperti itu, kami menjaga marwah secata kelembagaan termasuk lebih menyakinkan kami bahwa pengesahan raperda tidak akan berujung masalah,” jelasnya.

Dengan demikian, sambung Jenal, Banmus mengambil jalan tengah untuk meminta LO kembali. “LO yang pertama kan, PDJT belum ada masalah. Sekarang kan ada masalah. Memang ini peristiwa berbeda, tapi saling berkaitan,” kata politisi Gerindra itu.

Saat disinggung mengapa DPRD tidak membuat pansus baru untuk meminta laporan pertanggungjawaban PMP dan penggunaan dana penyehatan sebesar Rp5,5 miliar oleh PDJT. Jenal mengaku sepakat dengan hal itu. Namun, sambungnya, pembentukan pansus itu bermula dari usulan masyarakat, anggota legislatif dan desakan publik.

Lebih lanjut, Jenal juga menjelaskan bahwa lambatnya pengesahan raperda itu lantaran adanya perbedaan naskah akademik. “Ternyata telah terjadi perubahan naskah akademik sebanyak dua kali, di dalamnya termasuk arahan dari kejaksaan mengenai aset lama, aset yang menyusut, itu harus masuk didalam naskah yang disusun. Tapi sekarang sudah lengkap,” jelasnya.

Kemudian, sambungnya, ada kekhawatiran dari dewan mengenai permasalahan hukum, dan dewab sudah kadung meminta LO ke kejari.

**fredykristianto

Wabup Tinjau TMMD Harapkan Taraf Hidup Masyarakat Meningkat

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan meninjau langsung hasil kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 di wilayah Kodim 0621/Kabupaten Bogor di Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kamis (14/10/2021).

Peninjauan dilakukan bersama Kapok Sahli Pangdam III/Siliwangi, Brigadir Jenderal TNI Agus Supriyo Winarno, Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi, dan Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Sukur Hermanto, Sekretaris Daerah, Burhanudin, dan jajaran Pemkab Bogor.

Wabup Iwan Setiawan mengungkapkan, dengan akses jalan baru ini mudah-mudahan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, ekonomi bisa maju dan masyarakat di sini bisa lebih berkembang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkolabirasi dengan TNI dan seluruh komponen masyarakat melaksanakan program TMMD.

“Dengan TMMD ke-112 ini, yang awalnya jalan setapak kini bisa menjadi jalan besar yang dapat membuka aksesibilitas dan mendatangkan investasi dari para pelaku usaha, pelaku pariwisata dan kegiatan lainnya, tentunya bisa membuka lapangan kerja,” ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, lokasinya juga sangat potensial, ada perumahan, ada tempat wisata, dan tempat usaha lainnya, jika sudah terbuka akses jalannya bisa menambah kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Kalau suatu saat Bogor Timur pemekaran, wilayah ini juga akan menjadi salah satu pusat ekonomi dan akan menjadi ikon wilayah.

Selanjutnya, Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi besyukur kegiatan TMMD ke-112 di Kecamatan Klapanunggal berjalan lancar dan kegiatan resmi ditutup. TMMD kali ini berupa pelebaran dan perkerasan jalan sepanjang 2.450 meter dengan lebar 12 meter, yang menghubungkan Desa Bojong dan Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal, yang mana sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat.

“Ini hasilnya luar biasa karena sudah over prestasi, awalnya pelebaran jalan 7 meter hasilnya jadi 12 meter, kemudian awalnya penambahan gorong-gorong ½ meter jadi 1 meter. Ada renovasi mushola, ada pembangunan 2 Rutilahu Juga. Semuanya diluar RAB yang disusun,” tandas Danrem.

Ia menambahkan, upaya ini adalah bentuk sinergitas yang luar biasa antara TNI dengan Pemerintah Daerah. Yang jelas semua ini adalah hasil kerja bersama prajurit TNI dari Kodam, Korem, Kodim, Yonif 310, Yon Arhanud 3, Lanud ATS, Polres Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta komponen masyarakat diantaranya karang taruna, mahasiswa, serta organisasi masyarakat.

“Kini jalan 12 x 2.450 meter ini menghubungkan dua wilayah yang selama ini tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Yang jelas akan memudahkan akses ekonomi, pendidikan, pertanian, kesehatan dan lain sebagainya. Termasuk mengubah geostrategis dari kedua desa ini, dan membawa kemajuan yang positif bagi daerah ini,” tambahnya.

**naynur’ain

Raja OTT Ini Pilih Jualan dan Ajar Ngaji

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mantan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid kini setelah diberhentikan secara sepihak melakukan aktivitas sehari hari dengan berjualan air mineral dan mie instan dan bumbu dapur.

Tidak hanya itu Harun pun mengajarkan anak anak kurang mampu di lingkungan  tempat tinggalnya di Perum Bukit Kayumais Blok 0 Kecamtan Tanah Sareal, Kota Bogor yang juga terdapat Yayasan Kiromim Baroroh Maiyatullah.

Menurut Harun Al Rayid  disela- sela menanti putusan untuk bergabung menjadi ASN di Polri, ia  mengisi waktu dengan berdagang dan mengajar ngaji.

“Untuk saat ini saya berwirausaha macam macam mencoba  menjadi distributor minuman dan makan dan bahan bahan dapur kami punya armada sales untuk kemudian menyalurkan barang barang itu ke warung,” katanya.

Sambung  pria yang dikenal dengan Raja Operasi Tangkap  Tangan (OTT) bahwa mengajar ngaji anak anak yang kurang mampu yang berada di lingkungan ia tinggal dengan gratis.

“Saat ini waktu saya cukup banyak selain berjualan juga saya mengajar anak -anak yang kurang mampu dan  banyak anak anak yang juga belum bisa baca tulis Al quran dengan baik, baik itu mahroz dan tajwidnya, dan juga setiap seminggu sekali mengajar ngaji kaum bapa bapak,” katanya.

Harun menjelaskan sebelumnya memang sudah mengajar ngaji, namun tidak seperti sekarang dari pagi, siang dan sore ia gunakan sepenuhnya untuk anak anak yang belajar di pondok pesantrennya itu.

“Kalau dulu memang yang jadi pembinannya istri saya, karena sekarang saya sudah tidak di KPK jadi sepenuhnya saya yang mengajar,” katanya.

Ditanya soal rasa kangen melakukan OTT  tentu rasa itu akan selalu ada, mengingat ia mengabdi di lembaga antirasua itu sudah cukup lama baik melakukan investigasi maupun OTT.

**cepikurniawan 

Pelari Kabupaten Bogor Sumbang Medali Emas Estafet Putri 4 x 100 Meter

0

Mimika | Jurnal Inspirasi

Tim atletik nomor 4×100 meter estafet putri Jawa Barat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Selain meraih medali emas dari nomor 4×100 meter estafet putri, tim estafet Jawa Barat yang diperkuat dua pelari Kabupaten Bogor Raden Roselin Fikananda, Tyas Murtiningsi, dan dua perwakilan Jawa Barat atas nama Erna Nuryanti dan Silpiana, juga berhasil mencatat rekor baru di PON 2021 dengan catatan waktu finis di 45.67 detik, yang sebelumnya dikuasai oleh sprinter nomor estafet putri DKI Jakarta, atan nama Betaria, Irene, Lisa dan Dedeh dicatatan waktu finis 45.93 detik pada saat PON 2008 di Kalimantan Timur.

Dengan catatan rekor baru pelari Kabupaten Bogor ini, keempat sprinter nomor 4×100 meter estafet Jawa Barat, akhirnya berhasil menyudahi rekor lama yang sebelumnya dipegang sptinter Betaria, Irene, Lisa dan Dedeh, selama 12 tahun kebelakang sepanjang perjalan PON 2008 yang berlangsung di Kalimantan Timur.

Sementara itu peraih medali perak PON 2021, ditempati empat sprinter perwakilan Jawa Timur atas nama Susi Dewi Wulan, Eka Cahaya, Serafi Anelies, dan Tri Setyo Utami dengan catatan waktu finis di 46.36 detik. Sedangkan peraih medali perunggu ditempati atlet DKI Jakarta, Ken Ayuthaya, Jeany Nuraini, Liza Putri, dan Emilia Nova dengan catatan waktu 46.58 detik.

Atas pencapaian ini, Ketua Umum Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bogor, Algusri bangga atas perjuangan atlet Roselin Fikananda, dan Tyas Murtiningsi, yang ikut serta dalam perolehan medali dari nomor 4×100 meter estafet Jawa Barat bersama dua sprinter Erna Nuryanti dan Silpiana.

“Saya ikut bangga, Fika dan Tyas bisa bekerja sama dengan Erna Nuryanti dan Silpiana dalam pencapaian satu medali emas dari nomor 4×100 meter estafet putri di ajang PON 2021 untuk Kontingen Jawa Barat,” kata Algusri, Kamis (14/10/2021).

Pria yang tercatat sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cibinong ini menambahkan, kalau perjuangan atlet-atlet di ajang PON 2021 bukan hanya mengharumkan Provinsi Jawa Barat, tapi juga Kabupaten Bogor.

“Mereka berjuang bukan hanya untuk Jawa Barat, tapi juga Kabupaten Bogor. Sehingga prestasi ini patut kita apresiasi,” pungkasnya.

**as.pangrango

Dua Petinju Kabupaten Bogor Sabet Emas PON

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

Dua petinju Jawa Barat, binaan Pengcab Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Bogor, Maikhel Robberd Muskita dan Bram Betaubun, tambah dua medali emas Jawa Barat, usai memenangkan pertandingan final cabang olahraga tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Cendrawasi, Kota Jayapura Papua, Rabu (13/10/2021) WIT.

Petinju Maikhel Robberd Muskita yang turun dikelas 75 kilogram, mampu menyelesaikan pertandingan dengan menang KO atas petinju Bali, Cakti Dwi Putra di ronde ketiga.

Sementara itu, petinju Bram Hendra Betaubun, juga berhasil menang KO usai menjatuhkan lawannya petinju Sulawesi Utara, Christian Toar J Sompota di ronde kedua.

Dengan dua kemenangan ini, petinju binaan Pengcab Pertina Kabupaten Bogor, berhasil menambah perolehan dua medali emas untuk Kontingen Jawa Barat di ajang PON 2021.

Sekretaris Umum Pengcab Pertina Kabupaten Bogor, Anwar Anggana sangat mengapresiasi perjuangan Maikhel dan Bram yang telah berhasil mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat dari cabor tinju PON 2021.

“Kita bangga, kedua petinju ini bisa mewakili petinju dari Kabupaten Bogor dalam mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat. Dan tentunya hasil ini patut kita apresiasi,” kata Sekdis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor ini.

Anwar menambahkan, bahwa kontribusi medali yang dipersembahkan atlet Kabupaten Bogor, bukan hanya dua medali emas, akan tetapi tiga petinju lainnya juga berhasil meraih medali perunggu atas nama Simon Makarawe, Ririn Saraha, dan Gres Safon Simangunsong.

“Total raihan medali dari atlet Kabupaten Bogor, lima medali, dua di antaranya medali emas dan tiga medali perunggu,” pungkasnya.

Terpisah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, mengucapkan selamat atas raihan dua medali emas yang dipersembahkan Maikhel Robberd Muskita, dan Bram Betaubun.

“Kita bangga dari cabor tinju, lima atlet Kabupaten Bogor berhasil menambah medali emas, dan tiga medali perunggu untuk Jawa Barat,” kata Junaidi Samsudin.

**as.pangrango

Usep Supratman Dukung Ayat Supriatna Jadi Karyawan BUMD

0

CIsarua | Jurnal Inspirasi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, daerah pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bogor, H Usep Supratman, sangat mendukung atlet gantole binaan Pengcab Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI), Ayat Supriatna yang sukses mempersembahkan tiga medali emas untuk Kontingen Jawa Barat, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, kerja di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Ayat layak menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, berupa pekerjaan di salah satu BUMD. Dan pekerjaan tersebut bentuk dari apresiasi pemerintah atas perjuangannya dalam mengharumkan nama Kabupaten Bogor, dan Jawa Barat di ajang PON 2021, dengan kontribusi tiga medali emas,” kata Usep Supratman, Kamis (14/10/2021).

Menurut pria yang tercatat sebagai Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor itu, pemberian pekerjaan yang layak kepada atlet yang berprestasi dalam mengharumkan nama Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ataupun Indonesia, layak mendapat pekerjaan yang layak. Sama halnya seperti yang telah dibuktikan Ayat Supriatna dan atlet-atlet lainnya.

“Kita harus memikirkan masa depan kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Bogor, ataupun Jawa Barat, dipentas olahraga nasional dan internasional, yakni dengan memberikan pekerjaan yang layak kepada mereka. Jadi saya setuju Ayat dan atlet-atlet lainnya diberikan pekerjaan yang layak oleh Pemkab Bogor,” tegasnya.

Usep juga mencontohkan, kalau di Kabupaten Bogor, ada banyak dinas, ataupun BUMD. Kenapa tidak atlet-atlet ini diperhatikan masa depannya, dengan mempekerjakan atlet tersebut di BUMD dan kantor-kantor dinas.

“Dengan kita berikan pekerjaan yang layak kepada atlet-atlet yang berprestasi. Maka mereka akan lebih nyaman di Kabupaten Bogor, karena perjuangan mereka dihargai, dan pastinya juga mereka tidak akan mau pindah ke daerah-daerah lain, sebab mereka sudah nyaman sebagai atlet Kabupaten Bogor,” tegas Usep.

Usep menambahkan, kedepan hal-hal seperti ini yang harus jadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor. Apalagi atlet ini berjuang untuk yang terbaik bagi daerahnya. Jadi pemerintah juga wajib memberikan yang baik untuk atlet-atlet yang telah berprestasi.

**as.pangrango

The Buldozer Mantapkan Persiapan Hadapi Liga 3 Jabar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Citeureup Raya FC terus melakukan berbagai persiapan demi menyongsong Liga 3 Seri 1 Jawa Barat, yang akan kick off pada 4 Desember mendatang.

Selain itu, tim besutan Dian Irawan ini terus menggenjot latihan, Citeureup Raya juga telah melakukan prekrutan pemain dari dalam maupun luar daerah agar mencapai target lolos putaran nasional Liga 3.

Latihan pun terus dilakukan untuk memenuhi target melaju ke Liga 3 putaran nasional. Tak hanya itu, perekrutan pemain juga terus dilakukan oleh manajemen, baik asli Kabupaten Bogor maupun luar.

CEO Citeureup Raya, Dedi Cakra Baidilah mengatakan bahwa latihan terus digeber tiga kali dalam sepekan, dan kini pihaknya telah mengumpulkan 23 pemain, dengan rincian 15 pemain telah dikontrak, sementara sisanya masih berproses.

Menurut dia, ada beberapa perusahaan yang terlibat, baik berskala nasional maupun lokal yang membantu eksistensi Citeureup Raya. “Kami hanya meminta kontribusi mereka untuk mengangkat nama Citeureup ke kancah sepak bola nasional,” ungkapnya.

Iapun meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar memperhatikan Citeureup Raya FC, sebagai satu-satunya wakil di Bumi Tegar Beriman di Seri 1.

Dedie menyatakan bahwa kekuatan liga di Seri 1 Jabar sudah merata, karena banyak tim dari Liga 2 turun kasta. “Ada PSGC (Ciamis) dan Persika (Karawang),” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pelatih Citeureup Raya FC, Dian Irawan mengaku hanya memiliki waktu enam minggu persiapan sebelum Liga 3 Jabar dimulai.

“Kami sudah dua kali ujicoba. Diantaranya Persikasi Kabupaten Bekasi yang dimenangkan oleh kami dengan skor 2-0,” imbuhnya.

Ia juga mengaku bahwa The Buldozer FC akan melakoni empat laga ujicoba. “Kami berharap salah satunya bisa menjajal Persikabo,” pungkas mantan pemain Persikabo ini.

**fredykristianto

Wintang Bawa Jabar Sabet Emas Voli Indoor Putri

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

Atlet voli putri alumni Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (PPOPM) Kabupaten Bogor, Wintang Dyah Kumala Sakti, turut andil dalam mempersembahkan medali emas cabang olahraga voli indoor Jawa Barat, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Pada partai final cabor voli indoor putri pada PON XX Papua 2021, Wintang Dyah Kumala Sakti dkk berhasil menyudahi perlawanan tim voli Jawa Tengah dengan skor 25-16, 25-14, dan 25-18 (3-0).

Menanggapi prestasi yang ikut dipersembahkan Wintang untuk Jawa Barat di ajang PON 2021, diacungi jempol oleh Sekretaris Umum Pengcab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor, Arif Fazri Rahman.

Bahkan Arif sangat bangga para atlet voli Kabupaten Bogor bisa ikut memberikan kontribusi bagi tim voli putra dan putri Jawa Barat dalam mengawinkan medali emas PON XX Papua 2021.

“Ada beberapa pemain voli PBVSI Kabupaten Bogor yang memperkuat tim PON Jawa Barat, di antaranya Wintang Dyah Kumala Sakti, Novita Dinda Pratama, Sunan Maulana Yusuf, dan Mochamad Teguh Adyaksa. Semua itu adalah atlet PBVSI Kabupaten Bogor, namun mereka usianya sudah lewat kalau untuk Porprov,” ujar Arif Fazri Rahman, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, Kepala UPT PPOPM Kabupaten Bogor, Bedsy Alwin Rumate mengungkapkan rasa bangganya kepada para atlet alumni PPLPD Kabupaten Bogor yang banyak memberikan Konstribusi medali emas bagi Jawa Barat di ajang PON XX Papua 2021.

“Kami masih merekap datanya siapa saja mantan atlet binaan PPLPD Kabupaten Bogor yang berprestasi di PON XX Papua 2021 untuk Kontingen Jawa Barat,” kata Alwin.

**as.pangrango