26.8 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1050

Rumah Aspirasi Budhy Setiawan Bantu Masyarakat Ternak Domba dan Sapi

0

Budhy: Jangan Pelit Berbagi Ilmu

JURNAL INSPIRASI – Anggota Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan menyatakan Rumah Aspirasi Budhy Setiawan siap menyalurkan bantuan yang diusulkan masyarakat. Kali ini, masyarakat akan mendapat domba dan sapi dari Kementerian Pertanian. “Bantuan ini akan memberi manfaat dan nambah penghasilan. Bagi yang sudah berhasil jangan pelit berbagi ilmu,” ujar Budhy saat Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2021 di Sahira Hotel, Kamis (28/10).

Budhy juga mengajak masyarakat jangan segan-segan datang ke Rumah Aspirasi jika ada kendala karena program ini akan dikawal dan murni untuk membantu masyarakat.

Anas S. Rasmana

Lalu dari masyarakat, Agus Murjito mengaku program bantuan telah dirasakan manfaatnya. “Pernah terima bantuan ikan dan sekarang masih berjalan, terimakasih Pak Budhy,” ujar Agus. “Kami ingin dibantu dipenyediaan lahan untuk dijadikan lahan pakan,” sambung Abdul Hamid.

BACA JUGA: Anton Inisiasi 18 Program Skill Literasi Digital

Sedangkan menurut Direktur  Rumah Aspirasi Budhy Setiawan wilayah Bogor, Yoda Miharja, ada 20 ekor sapi dan 25 domba dalam kategori bantuan ruminansia. “Sapi dan domba ini unggulan. Tempatnya sudah ada di Katulampa,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S. Rasmana menyambut baik upaya Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian mengucurkan programnya di ‘Kota Hujan’. “Kota Bogor telah melakukan sejumlah program inovasi, misalnya Bogor Berkebun. Nah, ini bisa dilakukan memanfaatkan lahan sempit dan tempat-tempat tak terpakai,” kata dia.

drh.Wina,MA

Di Kota Bogor juga bahkan kini sudah ada komunitas yang menjadikan komoditi jualan hewan ternak mirip hewan peliharaan. “Ada yang sudah bisa mendatangkan cuan, misal kelinci rupa anjing. Di Bogor juga, meskipun kotanya kecil tapi jadi sentra tanaman hias dan khusus di Rancamaya jadi ikon durian,” jelasnya.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

Sedangkan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2021, peserta juga menimba ilmu dari Kepala Bidang Peternakan DKPP, drh.Wina,MA yang jadi narasumber.

**ass

Anton Inisiasi 18 Program Skill Literasi Digital

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si dari Partai Demokrat menginisiasi  18 Program Skill Literasi Digital. Program yang digelar via webinar bekerjasama dengan Kominfo dan Literasi Digital Siberkreasi ini untuk memberi ruang digital yang sehat dan bijak.

Pada salah satu Program Digital Skill dengan tema jurnalistik di era digital, Anton Suratto menyebutkan, berkembangnya teknologi, internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga masyarakat mampu memahami seputar teknologi informasi, manfaat, tantangan, serta cara untuk menjadi cerdas berinteraksi di dunia digital. “Walaupun begitu, dalam menggunakan teknologi dan internet, setiap orang harus tetap bijak dan beretika,” kata dia.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

Anton juga memaparkan bahwa sejak masa pandemi Covid-19, masa digitalisasi datang lebih cepat. Pada masa pandemi Covid-19, manusia sangat bergantung pada digital, seperti sekolah dan bekerja dari rumah secara daring. Pemerintah melalui Kominfo, membuat pilar transformasi digital. Presiden Joko Widodo juga telah mengemukakan program Indonesia Makin Cakap Digital, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi di Indonesia.

“Hal ini disebabkan oleh peringkat literasi Indonesia yang menempati peringkat ke 62 dari 72 negara. Padahal, pengguna internet di Indonesia mencapai 202 juta jiwa dengan waktu penggunaan internet selama 9 jam dalam sehari. Akibatnya, banyak hal negatif yang terjadi di era digital seperti penyebaran hoax, bullying, dan pornografi,” jelasnya.

Maka dari itu, Anton menegaskan penting bagi masyarakat untuk memahami pentingnya literasi digital terutama dalam etika ketika menggunakan internet sehingga mengurangi dampak negatif yang diakibatkan oleh dunia digital.

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Sementara Wakil Pemimpin Redaksi Jurnal Bogor, Asep Saepudin Sayyev yang jadi pemateri pada webinar tersebut menyatakan, era digital telah memunculkan banyak pertanyaan mengenai etika yang dianut oleh media. Apakah etika yang dianut tersebut masih relevan di era digital sekarang ini?. “Meski  nilai dasar etika jurnalistik sudah dibangun abad lalu, namun etika jurnalistik ini penting dan masih relevan bahkan menjadi keharusan,” ujarnya.

Asep Saepudin Sayyev

Di era digital, media massa telah bertransformasi menjadi digital. Media cetak misalnya, telah membuat versi e-newspaper. Selain itu, banyak juga yang menyajikan berita secara gratis melalui portal, blog, ataupun media sosial.

“Media yang menyediakan berita secara gratis melalui portal, blog, maupun media sosial, tetap harus menganut etika jurnalistik untuk memberikan informasi yang benar ke publik agar tidak disinformasi sesuai fungsinya, diantaranya informasi, edukasi, kontrol sosial, dan komunikasi publik,” jelas Asep Sayyev.

Selain itu, masyarakat di era digital juga harus memahami konsep jurnalistik agar lebih kritis dalam menerima informasi atau menyerap berita yang tersaji di media massa. Sekarang ini, media sosial telah menjadi sumber berita dan media penyebaran berita sehingga konsekuensi dari hal ini adalah mudahnya informasi yang tersampaikan ke masyarakat.

BACA JUGA: Harga Minyak Melambung, Ukuran Gorengan Diperkecil

Bahkan dengan adanya arus informasi, banyak masyarakat yang dirugikan dengan berita bohong (hoax) yang berdampak terhadap tatanan sosial masyarakat dan pemerintahan. Namun, ternyata tidak sedikit pula pihak yang diuntungkan dengan informasi tersebut, serta adanya upaya tertentu membuat disinformasi. Regulasi pemerintah pun turun untuk melindungi masyarakat dengan adanya sanksi bagi yang melanggar hukum. Hal tersebut diatur salah satunya pada UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Untuk mengurangi disinformasi, jurnalis mengikuti acuan jurnalistik, diantaranya undang-undang pers, kode etik jurnalistik, serta etika pers di masing-masing organisasi kewartawanan. Wartawan yang membuat produk jurnalistik (berita) akan dilindungi lembaga independen di Indonesia yang berfungsi untuk mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia yakni Dewan Pers. Bahkan untuk tetap menjaga kualitas jurnalistik, Dewan Pers mengusulkan ke pemerintah adanya regulasi tentang jurnalisme berkualitas dan tanggung jawab perusahaan platform digital.

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

“Selain itu, perlu adanya verifikasi dewan pers yang bertujuan untuk memastikan legalitas media, legalitas perusahaan, dan kompetensi jurnalis. Juga mesti ada regulasi yakni mendorong perusahaan platform digital bertanggung jawab menjaga kualitas jurnalistik,” tandasnya.

**ass

Harga Minyak Melambung, Ukuran Gorengan Diperkecil

0

JURNAL INSPIRASI – Harga minyak goreng mengalami kenaikan yang signifikan. Kondisi ini membuat pedagang gorengan yang mangkal di minimarket di Kemang, Desa Kemang, Kabupaten Bogor mengurangi ukuran gorengan.

Menurut pedagang gorengan, Apandi, ukuran  gorengan yang diperkecil ia lakukan karena jika tidak disiasati seperti itu akan merugi.

“Sekarang aja sudah hampir satu bulan harga minyak curah itu 19 ribu per liter sedangkan kemasan 18 ribu per liter biasanya harga sebelumnya hanya 14 sampai 15 ribu rupiah, ini juga biasa beli 8 liter kini semenjak naik hanya 4 liter,” kata Apandi saat dikonfirmasi, Kamis (28/10/2021).

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

Apadi yang menjual semua jenis gorengan itu mengaku semenjak harga minyak kelapa naik, keuntungan yang ia dapat berkurang. Biasa mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu, semenjak naik hanya Rp 60 hingga Rp 70 ribu.

“Belum lagi kalau lagi sepi hanya pas-pasan saja,” katanya seraya tersenyum.

Ia berharap harga minyak kembali normal, karena jika harga terus tinggi tentu ia pun bingung untuk membayar sewa lapak tiap bulanya dengan keuntungan yang tipis.

BACA JUGA: Akibat Drainase Ditutup, Bakso Seuseupan Terendam Banjir

“Di sini kan jualan sewa lapak. Ya berharap harga minyak kelapa segera turun lagi agar jualan kembali normal,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Akibat Drainase Ditutup, Bakso Seuseupan Terendam Banjir

0

JURNAL INSPIRASI – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Ciawi dan sekitarnya pada Kamis (28/10) siang, membuat sejumlah tempat usaha di sepanjang Jalan Seuseupan-Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, digenangi air.

Seperti yang terlihat di lokasi Bakso Seuseupan. Derasnya hujan dan terjadinya penyempitan drainase mengakibatkan air masuk kedalam dan membuat panik para pengunjung.

Salah seorang pegawai Bakso Seuseupan mengatakan, kejadian banjir ke tempat usahanya itu, baru-baru ini. Karena sebelumnya tidak pernah terjadi banjir ke tempatnya tersebut.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

 “Baru dua kali ini terjadi banjir. Biasanya setiap hujan lebat, tidak pernah sampai air masuk kedalam tempat kami usaha,” kata pria paruh baya yang menjadi kasir di Bakso Seuseupan.

Menurutnya, banjir ini terjadi setelah ada perbaikan jalan dari aspal ke beton. Dimana, saat dilakukan pengerjaan tidak memperhatikan kondisi saluran drainase.

 “Ini seperti terjadi penyempitan pada drainase. Karena derasnya hujan, air yang seharusnya mengalir di drainase malah meluap ke jalan. Akhirnya masuk ke tempat-tempat usaha yang ada disini,” ungkap pegawai yang enggan namanya disebutkan itu.

BACA JUGA: LPBI NU Kabupaten Bogor Bersama Raufal Vaksinasi Santri dan Warga Sekitar Pondok

Sementara, Saeful Jamal pengunjung Bakso Seuseupan mengaku kaget saat tiba-tiba datang air dan menggenangi tempat makan.

 “Gimana tidak kaget, sedang santai makan bakso, kaki terasa basah. Saat saya lihat ke bawah, ternyata air sudah sampai tumit,” akunya.

Saeful menilai, kejadian tersebut disebabkan adanya penutupan saluran drainase di sepanjang Jalan Seuseupan-Banjarwaru. Sehingga, air yang seharusnya mengalir di saluran drainase, malah ke jalan.

BACA JUGA: Desa Cigudeg Tata Infrastruktur dengan Hotmix Jalan

 “Wajar saja banjir juga, toh drainasenya saja ditutup dan dijadikan tempat usaha,” tegasnya.

Saeful menyayangkan dengan sikap pemerintah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor yang terkesan melakukan pembiaran.

 “Harusnya ketika ada bangunan melanggar garis sempadan jalan dan menutup saluran air, pemilik diberikan teguran, jangan dibiarkan saja. Kalau sudah terjadi banjir seperti ini, siapa yang disalahkan,” imbuhnya.

Selain banjir, derasnya hujan membuat pohon yang ada di jalan alternatif menuju Sukabumi itu tumbang dan menutup jalan hingga menganggu arus lalu lintas.

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Menggunakan peralatan seadanya, warga di dua desa, yakni Desa Banjarwaru dan Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, melakukan evakuasi dibawah guyuran hujan dengan memotong-motong bagian pohon tersebut agar tidak menghalangi jalan.

**dedesuhendar

LPBI NU Kabupaten Bogor Bersama Raufal Vaksinasi Santri dan Warga Sekitar Pondok

0

JURNAL INSPIRASI – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nadhlatul Ulama Kabupaten Bogor bersama pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Falah Al Hasanah (Raufal) menggagas program vaksinasi bagi para santri dan masyarakat sekitar Pondok, Kamis (28/10/21).

“Ini merupakan program bersama antara LPBI dan Ponpes Raufal dalam rangka menyukseskan program pemerintah juga, dalam hal mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren,” Kata Ketua LPBI Kabupaten Bogor, Ade Irawan.

Lebih jauh dia mengatakan, LPBI tentu hadir dalam pendampingan program dan bagaimana para pimpinan Pesantren bisa mengakses kecepatan para santri mendapat vaksinasi ini.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

“Kita diskusi dengan para pimpinan ponpes, dan kebetulan Ponpes Raufal jasinga ini, pimpinanya bersikap gercep agar para santrinya ikut program vaksinasi baik ke 1 dan ke 2,” bebernya.

Tak hanya itu, program ini juga untuk ikut melindungi para santri terhadap penyebaran covid-29 dan juga menjaga imunitas para santri agar bisa beraktivitas dalam berbagai hal.

“Tujuan dari vaksin ini, kan tentunya membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19 dan melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, khususnya lembaga dan institusi kesehatan yang menjadi garda depan pelayanan masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA: Dikerjakan Mandiri, Samisade Desa Sukajaya Berjalan Mulus

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Raudhatul Falah Al Hasanah KH. Bundari Abas mengungkapkan, bangga dan mengapresiasi kinerja LPBI yang sudah ikut mendorong program vaksinasi di lingkungan pesantren di Kabupaten Bogor.

“Kami mengapresiasi peran dan bantuan LPBI Kab Bogor, karena ikut menggagas dan mendorong para santri di pesantren untuk ikut vaksinasi,” kata Bundari.

Menurutnya, program vaksinasi ini sangat penting utamanya dalam hal menjaga kesehatan seluruh santri, kiyai dan masyarakat, karena memang covid-19 cukup menyulitkan dalam hal kesehatan.

BACA JUGA: Desa Cigudeg Tata Infrastruktur dengan Hotmix Jalan

“Kita berharap dengan sudah divaksin para santri bisa kuat imunnya dan bila hendak beraktivitas apapun, sudah bisa dan sama seperti masyarakat lainnya,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Dikerjakan Mandiri, Samisade Desa Sukajaya Berjalan Mulus

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan betonisasi jalan dari anggaran Samisade (Satu Miliar Satu Desa) secara mandiri tanpa menggunakan pihak ketiga.

“Awalnya memang mau pakai pihak ke-3 yaitu PT PPE, namun saat survei ke lokasi dan banyak juga yang menggunakan jasa mereka. Kami lama menunggu keputusan dan pada akhirnya PT PPE gak sanggup karena akses jalan cukup ekstrem,” jelas Kasie Kesra Desa Sukajaya, Dadang, Kamis (28/10).

Masih kata dia, untuk pengerjaan beton jalan memang tidak memakai tenaga ahli hanya tenaga yang biasa mengerjakan beton LPM dan ada TPK-nya. Pihaknya juga mengaku tidak memesan beton melalui PPE.

BACA JUGA: Desa Cigudeg Tata Infrastruktur dengan Hotmix Jalan

“Alhamdulilah karena jalan Kp.Cigintung ini merupakan akses jalan tembusan ke Pabuaran-Sukamakmur. Jadi jika sudah bagus semua akan memudahkan masyarakat, juga untuk perlintasan dan pastinya jika jalan bagus akan meningkatkan harga tanah di lokasi ini apalagi disini ada usaha perkavlingan,” jelasnya.

Menurutnya, untuk betonisasi jalan Kp.Cigintung RT 04/02 itu baru dilaksanakan tahap 1 anggaran Samisade dengan biaya sebesar Rp400 juta dengan volume P 640M x L 2,5M x T 0,15M , sambil menunggu anggaran tahap 2 dicairkan untuk melanjutkan jalan ini.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

“Ya alhamdulilah, saya ucapkan terimakasih kepada Bupati Ade Yasin atas program Samisade yang diberikan ke desa-desa semoga terus berkelanjutan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di desa-desa,” tutur Dadang.

**naynur’ain

Desa Cigudeg Tata Infrastruktur dengan Hotmix Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mencairkan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 untuk pembangunan infrastruktur jalan yang meliputi di tiga Kampung.

Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses penataan pembangunan infrastruktur di setiap wilayah Kampung.

Pembangunan tersebut, selain menggunakan DD juga  menggunakan anggaran Bantuan Pemerintah Provinsi (Banprov) Jawa Barat.

BACA JUGA: Lama Dirindukan, Betonisasi Jalan Kampung Peundeuy tak Memuaskan Masyarakat

“Kami prioritaskan yang belum tersentuh pembangunan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekitar,” terang Andi Supriadi kepada Jurnal Bogor, Kamis (28/10).

Kades Cigudeg mencontohkan, pembangunan  dianggarkan dari DD berupa pengaspalan hotmix yang berlokasi di Kampung Ciuncal.

Termasuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan tepatnya di Kampung Cikasungka sepanjang 150 meter lebar 1 meter. “Melalui DD berikut pengerjaan hotmix di kampung Pasirnangka,” jelasnya.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

Sedangkan anggaran Banprov digunakan pembangunan jalan tepatnya di kawasan Komplek PTPN.

Selain untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta mempermudah kegiatan ekonomi, mereka bisa memanfaatkan untuk lalu lintas di sekitar lingkungan.

“Maka itu, areal komplek PTPN baru tersentuh pembangunan, sebelumnya kondisi jalan itu masih seperti tanah merah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

Sebagai bentuk terimakasih karena akses jalan itu dibangun, sejumlah  warga  sekitar menggelar syukuran.

Kendati demikian, kata dia, Banprov juga dialokasikan pembuatan  billboard untuk penunjang sarana media multifungsi menginformasikan program seputar desa.

Selain itu kata dia, mengingat Desa Cigudeg masih banyak yang belum tersentuh pembangunan karena cakupannnya begitu luas.

Akan tetapi hingga tahun 2025  mendatang pihaknya berharap bisa menuntaskan pembangunan tersebut.

**aripekon

Lama Dirindukan, Betonisasi Jalan Kampung Peundeuy tak Memuaskan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Masyarakat Kampung Peundey, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor kecewa dengan hasil pembangunan jalan betonisasi yang baru dibangun tapi sudah retak dan mengelupas.

Salah satu warga, Asep (36) yang sering melintas mengaku kecewa dengan hasil pengecoran yang dilaksanakan oleh pemerintah desa karena kondisi jalan yang baru berumur dua bulan ini sudah mengelupas dan hampir retak di setiap jarak 5 meter.

“Kecewa banget, ini kan jalan rusak parah dulu ya, kalo hujan bisa menghasilkan genangan air setengah betis , tapi hasil pengecorannya malah seperti ini,” ucap Asep kepada Jurnal Bogor, Kamis (28/10).

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

“Saya gak tau siapa yang mengerjakan taunya dari desa aja anggaran dari Bupati katanya, cuma coba lihat sendiri hasilnya sungguh sangat mengecewakan.”

Terpisah, Kepala Desa Singajaya Hj.Lili Mulyati S.pd menjelaskan pengerjaan dilakukan bukan oleh pihak pemerintah desa melainkan oleh pihak ke-3 yaitu PT Prayoga Pertambangan dan Energi. Pihak desa kata dia, hanya mengawasi dan pihak ke-3 yang mengerjakan semuanya.

“Betonisasi jalan Kampung Peundeuy ini mencakup 2 RT yaitu RT 02/04 dan RT 03/04 dengan volume P 400M x L 4,00M x 0,15M dengan anggaran Samisade tahap 1 sebesar Rp400 juta rupiah,” jelasnya Hj.Lily.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Dia pun mengaku sebetulnya merasa kecewa dengan hasil betonisasi yang dikerjakan oleh PT PPE. Kondisi jalan sudah banyak yang retak dan betonnya mengelupas seperti kondisi jalan yang sudah berumur tahunan. Padahal kondisi jalan baru 2 bulan dibangun.

“Sempat saya minta pertanggung jawaban karena saya merasa kecewa tapi belum ditanggapi sampai sekarang. Berharap ada masa pemeliharaannya, memang salah saya tidak saya tahan anggaran pemeliharaan dan sudah saya bayar 100% pekerjaan padahal hasilnya kurang memuaskan,” ucapnya lagi.

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

Masih kata dia, dirinya merasa malu dan bingung jika ditanya oleh masyarakat karena jalan itu memang sudah lama rusak dan betul-betul sangat dinantikan.

“Kami akan pikirkan apakah tahap 2 masih memakai jasa PT PPE atau kami akan melakukan secara mandiri, nanti saya akan konsultasi lagi dengan Pak Camat dan Ketua Paguyuban,” pungkasnya.

**naynur’ain

Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

0

JURNAL INSPIRASI – Program Sekolah Ibu yang digagas Yane Ardian selaku Ketua TP PKK Kota Bogor memberikan banyak perubahan, utamanya dalam manajemen keluarga.

Banyak cerita dan kisah-kisah inspiratif dari pengajar Sekolah Ibu yang berhasil memberikan solusi dalam menata rumah tangga peserta Sekolah Ibu, hingga bagaimana pola mengasuh anak.

Hal ini menjadi latar belakang lahirnya buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’.

BACA JUGA: Mentan SYL: Pertanian Siap Hadapi Perubahan Iklim

Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan berharap program Sekolah Ibu bisa diadopsi dan disebarkan di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi kinerja para pegawai. Sebab, Sekolah Ibu memberikan dampak positif bagi para alumni maupun para pengajar.

“Salah satunya istri saya yang  mendapatkan manfaat positif, baik bagi dirinya dalam bentuk skill maupun manajemen keluarga. Ilmu yang dipelajari di refresh pada keluarga kami, saya melihat banyak perubahan. Sekolah Ibu adalah tempat sharing para ibu di Kota Bogor,” kata Rino.

Ditempat yang sama, Kepala Cabang BJB Kota Bogor, Aditya Wiradharma dan Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan secara simbolis menyerahkan bantuan percetakan di Pendopo VI, Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Rabu (27/10/2021).

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

Kumpulan kisah inspiratif ini kata Yane bukan karenanya, tapi berasal dari inisiasi, pengalaman dan kasus para pengajar yang sangat militan ketika mengajar, kemudian dirangkum menjadi sebuah kisah yang menarik dan inspiratif.

Di sisi lain, lahirnya program Sekolah Ibu tidak terlepas dari campur tangan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan BJB Cabang Bogor. Melalui bantuan Asisten Perekonomian Setda Kota Bogor, Erna Hernawati saat itu, mengajak berkolaborasi mendukung Sekolah Ibu.

“Kedua pihak ini tidak pernah lepas dari Sekolah Ibu dan diharapkan terus bersama kami. Semoga BJB Cabang Bogor dan  Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bisa membantu dan membagikan buku kepada pegawai masing-masing,” kata Yane.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Ia mengaku selalu bangga dengan cerita program Sekolah Ibu. Para pengajarnya memiliki beragam latar belakang, salah satunya seorang Polwan asal Pamulang yang bertugas di Bagian Reskrim di Jakarta.

“Harapan, mimpi dan cita-cita saya Sekolah Ibu bukan hanya keluarga di Kota Bogor tapi semua yang sudah dirintis bisa disosialisasikan dan diadopsi ke seluruh Indonesia. Saya ingin buku Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif disampaikan ke pihak lain, termasuk ke Ibu Atalia karena program ini diadopsi Pemprov Jabar dengan nama program Sekoper Cinta, bisa sampai juga ke Ibu Negara agar program ini bisa di duplikasi,” ungkapnya.

Istri Wali Kota Bogor ini berkomitmen akan terus berjuang untuk program Sekolah Ibu, mengingat perjalanan panjang dengan segala lika-liku hingga mendapat apresiasi dari Kemenpan-RB sebagai Inovasi Daerah.

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Artinya Sekolah Ibu kata dia, bukan program main-main. Tantangan dan kendala yang muncul semata-mata agar program Sekolah Ibu menjadi lebih baik. Disamping itu Sekolah ibu adalah salah satu program yang berkaitan dengan visi Kota Bogor yakni Kota Ramah Keluarga.

“Sebagai inisiator, tentunya saya tidak bisa berjalan sendiri, tetapi butuh kolaborasi dan dukungan semua pihak, salah satunya bentuk dukungan dalam pengajaran. Dari IPB University berkaitan dengan penelitian, keberadaan Sekolah Ibu dirasa sangat signifikan bagi masyarakat dalam pengelolaan keluarga di Kota Bogor, banyak perubahan yang terjadi,” paparnya.

Untuk tahap awal, rencananya buku akan dicetak sebanyak 500 buku. Sementara untuk launching menunggu selesai proses cetak. Namun ia berharap bisa di launching saat peringatan Hari Ibu.

BACA JUGA: Pemkab Banyumas dan Perumdam Tirta Satria Kunker ke Tirta Pakuan

Salah satu pengajar Sekolah Ibu sekaligus penulis buku, Firdanianti Pramono mengutarakan, ini perjuangan yang luar biasa bagi para penulis dengan latar belakang yang heterogen, namun memiliki cita-cita yang sama yakni memajukan keluarga di Kota Bogor.

Menurut Firdanianti, ide penulisan buku berawal dari hal sederhana dengan mengumpulkan cerita dan pengalaman para tenaga pengajar selama mengajar.

“Semoga ini menjadi legacy (warisan) untuk Kota Bogor. Sebenarnya jika lebih ngotot lagi, bakal lebih banyak kisah inspiratif yang dibukukan. Latar belakang penulis dan proses editing mempengaruhi penyelesaian penulisan hingga 1 tahun. Semoga ini juga menjadi kebanggan bagi para pengajar,” katanya Firdanianti yang juga dosen di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor.

BACA JUGA: Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

Ke depan terkait hak royalti dan hak cipta, dia menyerahkan kepada TP PKK Kota Bogor, karena buku ini milik TP PKK. Sehingga ke depan hasil dari hak royalti bisa digunakan untuk kepentingan organisasi atau warga Kota Bogor, khususnya dalam pemberdayaan para ibu.

Apresiasi disampaikan Kepala Cabang BJB Kota Bogor, Aditya Wiradharma. Dia berharap apa yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga kedepan buku ini bisa dicetak lebih banyak lagi sehingga bisa dibaca seluruh orang Indonesia, kisah yang disajikan bisa memberikan inspirasi bagi keluarga, istri, suami, maupun anak-anak,” ujarnya.

**handymehonk

Mentan SYL: Pertanian Siap Hadapi Perubahan Iklim

0

JURNAL INSPIRASI – Pandemi Covid-19 memberi makna yang berbeda bagi perayaan Hari Pangan Sedunian (HPS) selama 2 tahun terkahir. Tantangan pangan yang kian kompleks akibat dampak perubahan iklim (Global Warming) tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memenuhi pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Namun di tengah potensi ancaman kekeringan dan krisis pangan global yang telah di Warning oleh FAO di awal tahun 2020, Kementan secara konsisten berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern dengan terus berinovasi melakukan terobosan-terobasan strategi pembangunan sektor pertanian yang semakin antisipatif dan adaptif.

“Mari jadikan peringatan HPS Ke – 41 ini momentum upaya kita bersama untuk merubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, pemanasan global dan krisis air dimasa yang akan datang, “ ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10).

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Untuk itu Mentan Syahrul, menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Kontribusi tersebut tak hanya untuk lingkup daerah atau nasional, tapi juga dunia.

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih agresif dan bersemangat dalam menghadapai tantangan kedepan. Saya juga ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih semua pihak dan petani yang telah berjuang untuk mempersiapkan pangan bagi 273 juta orang, “ ungkapnya

Lebih lanjut Mentan Syahrul menuturkan bahwa di masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan. Hal ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun terakhir ini, telah menunjukkan ketangguhan sektor pertanian.

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

“Oleh karena itu, kunci keberhasilan tindak lanjut HPS ini adalah pertama, koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tatakelola (manajemen) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era. Ini sama dengan program reguler maksimum dan SPP,” tegas Syahrul.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2020, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang mengembirakan. Pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24% q-to-q. Begitupun pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15% dan 2,59% y-on-y dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. Demikian juga memasuki TW II 2021, PDB sektor pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93% (q to q).

Hal yang sama terjadi pada Ekspor produk pertanian, menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021, dimana ekspor pertanian mencapai Rp. 450 triliun dan tumbuh 45,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp. 309,58 triliun.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Sementara itu Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengatasi dampak negatif pandemi terhadap mata pencaharian masyarakat. Ketahanan Indonesia di sektor pertanian ditunjukkan dengan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat meskipun ekonomi melambat akibat pandemi COVID-19.

“ Capaian ini tercermin dalam tema nasional tahun ini yaitu Pertanian meningkat, Pangan cukup di tengah krisis dan pandemi global,”ungkapnya saat menghadiri peringatan HPS Ke-41 secara virtual.

Rajendra menambahkan bahwa dengan populasi yang terus bertambah, penduduk dunia diperkirakan mencapai 10 miliar pada tahun 2050, sehingga perlu menyediakan makanan bagi penduduk dunia dan memelihara planet ini. Ini bukan hanya tentang menanggapi keadaan darurat, ini tentang membangun ketahanan jangka panjang dan mengubah cara kita memproduksi dan mengonsumsi makanan.

BACA JUGA: Kurangi Kemacetan, Pemdes Sukamaju Buat Pelebaran Jalan

“Kita membutuhkan tindakan kolektif dan bersama untuk mengubah sistem pertanian pangan kita. FAO bekerja keras bersama-sama pemerintah Indonesia untuk melakukan transformasi sistem pangan di Indonesia,“ ujarnya

Hadir langsung dalam acara peringatan HPS Ke-41 Kepala Perwakilan IFAD di Indonesia, Mr Ivan Cossio Cortez dan Asisten Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Ageng Heriyanto, Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Luthfi, Waki Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing, Anggota Komite II DPD RI, KH Amang Syafrudin, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian serta hadir secara virtual Dubes dari 17 negara dan perwakilan 13 Embassy di Indonesia.

**Regi/PPMKP