24.6 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1016

Tinjau Vaksin di Desa Bendungan, Bupati Ade Yasin Turut Serahkan Penghargaan

0

JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, SH, MH didampingi H Beben Suhendar Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi  Gerindra dan Camat Jonggol Andri Rahman  meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Desa  Bendungan Kecamatan Jonggol, Rabu ( 24/11 ).

Pelaksanaan vaksinasi tahap 1  dan 2 tersebut disambut antusiasme yang tinggi oleh warga setempat, Dalam kesempatan tersebut bupati tidak memberikan sambutan dan  hanya melakukan peninjauan saja.

Ditempat terpisah Drg Nugrahadinata, Kepala Puskesmas Desa Balekambang saat ditemui menerangkan, “Puskesmas Balekambang yang wilayah kerja terdiri Desa Bendungan , Sirnagalih, Sukagalih, Weninggalih dan Balekambang,” terangnya.

BACA JUGA Achmad Fathoni Pertanyakan Proyek Peningkatan Jalan Tlajung Udik

Dia menambahkan, target sasaran  untuk  vaksinasi   tahap 1 yang sudah mencapai 13787  jiwa, vaksinasi tahap  2 berjumlah 6341 jiwa dari perhitungan persentase sudah mencapai  75 ,%.

“Pada akhir bulan Desember pihak puskesmas dibantu para kepala desa dan para tenaga sukarelawan akan terus bekerja supaya warga yang ada di lima desa  yang belum melakukan vaksin agar bisa divaksin seluruhnya” cetusnya.

Menurutnya, untuk mempercepat vaksinasi pihaknya akan mendatangi rumah warga yang belum divaksinasi. Pada kunjungan tersebut Bupati Bogor Ade Yasin  memberikan piagam penghargaan kepada PT Citra Indah Jonggol yang sudah aktif membantu pencegahan dan penyebaran Covid – 19.

**nay/ramses

Achmad Fathoni Pertanyakan Proyek Peningkatan Jalan Tlajung Udik

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS Achmad Fathoni mengunjungi proyek peningkatan Jalan Desa Tlajung Udik yang dikerjakan oleh PT Rama Perkasa dan PT Bumi Madani sebagai konsultan pengawasnya, Rabu (24/11).

Di lokasi tersebut Achmad Fathoni mempertanyakan soal jalan yang menjadi prioritas dan dia merasa heran mengapa jalan ini yang diutamakan, sedangkan ada jalur Bojong Nangka – Cikeas yang lebih memprihatinkan atau Lapangan Kapuk yang biasa disebut warga.

” Jalur tersebut sudah saya usulkan dari tahun pertama saya dilantik agar masuk anggaran pada tahun 2020 , namun karena kondisi Covid – 19  maka banyak anggaran yang di pangkas , hingga jalur tersebut tidak juga mendapat sentuhan perbaikan,” jelas Fathoni biasa disapa.

BACA JUGA Desa Bojong Nangka Sisakan 7 Persen Lagi Warganya yang Belum Vaksin

Menurutnya, dia sangat bersyukur dan berterima kasih namun cukup menjadi pertanyaan karena jalur yang menjadi prioritas kerusakannya cukup fatal malah tidak dikerjakan. Jika melihat kondisi jalan disini menurutnya tidak terlalu memprihatinkan apalagi dia baru mendapat kabar bahwa jalan Kedep ini baru saja mendapat sentuhan pengaspalan yang dikerjakan oleh PT Kahaptex sehingga warga tidak terlalu terganggu dengan jalan rusak dalam arti masih bisa ditunda.

” Ya karena sudah terealisasi tinggal kita syukuri saja , tapi saya akan tetap menanyakan nantinya dalam rapat, karena saat rapat sebelumnya jalan ini tidak pernah dibahas tau – tau nongol di tahun ini padahal jika kita lihat masih ada jalan yang harus menjadi prioritas,” cetus Fathoni.

Senada disampaikan Kasubag TU UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi Sunarip,  pihaknya selalu mengajukan setiap jalan rusak, namun memang ada skala prioritas apalagi kita tahu tahun ini hanya sedikit pembangunan jalan.

BACA JUGA Ade Yasin: Program Makmur Diharapkan Memakmurkan Petani dan Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Kabupaten Bogor

“Kami tidak punya kewenangan hanya sekedar mengajuka , DPUPR yang punya kewenangan menentukan titik pekerjaan, tapi yang pasti setiap jalan rusak pasti kami ajukan,” ucap Sunarip.

Ditempat yang sama Pelaksana Teknis Lius mengatakan sebagai pelaksana kegiatan berupaya untuk mengerjakan dengan sebaik -baiknya dan sesuai dengan apa yang dikerjakan. Apalagi jalan Desa Tlajungudik ini dilintasi oleh kontainer yang tonasenya cukup besar sehingga kualitas beton  dijaga.

” Untuk pengerjaan sendiri ada 3 spot yang dikerjakan  untuk segmen 1 dengan volume P 495M , L = 5M  , T , O,32M dan untuk segmen 2-nya P 52M, L 5M ,T 0,32M, dan segmen 3-nya P 92 , L 5M, T 0,32, ” jelas Lius.

**nay/wisnu

Desa Bojong Nangka Sisakan 7 Persen Lagi Warganya yang Belum Vaksin

0

JURNAL INSPIRASI – Mendapat persentase tertinggi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 se-Kecamatan Gunung Putri, pemerintah Desa Bojong Nangka senang karena kurang dari 7 % lagi warganya yang belum tervaksin.

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad mengatakan, apa yang dicapai saat ini berkat kerja keras bersama, baik dari kalangan pemdes , jajaran RT / RW , tokoh masyarakat dan warga itu sendiri.

“Alhamdulilah pencapaian vaksin Desa Bojong Nangka mencapai 94, 05% , warga yang sudah divaksin , itu diluar dugaan kami sehingga meringankan PR kami untuk program percepatan vaksin yang sedang dicanangkan,” ucap .H.Amir biasa disapa, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu ( 24/11).

BACA JUGA Ade Yasin: Program Makmur Diharapkan Memakmurkan Petani dan Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Kabupaten Bogor

Ia menjelaskan, dari target sekitar 17.612 jiwa yang sudah tervaksin itu ada 16.564 jiwa artinya hanya sekitar 1046 jiwa lagi yang belum tervaksin. Sekarang ini jumlah penduduk Desa Bojong Nangka sekitar 25.215 jiwa, dan pemdes menargetkan akan menuntaskan dalam waktu dekat.

“Atas nama Pemerintah Desa Bojong Nangka saya ucapkan banyak terimakasih kepada warga atas partisipasinya untuk mengikuti kegiatan vaksinasi virus Covid-19 hingga membawa Desa Bojong Nangka diurutan tertinggi target vaksin,” jelasnya.

BACA JUGA Meski Alami Penurunan, Pembuat Batu Bata di Sadengkolot Masih Bertahan

Dia berharap, dengan pencapaian ini warga Desa Bojong Nangka tidak ada lagi yang terkena virus Covid-19 , dan untuk warga yang sudah terkena diharapkan tetap mengikuti standar protokol yang ada. Begitupun untuk warga yang sudah divaksin pun tetap harus selalu memakai masker dan menjaga jarak.

“Karena jika kita sehat orang di sekeliling kita juga akan sehat, jadi harus utamakan kesehatan dan ikuti protokolnya,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Ade Yasin: Program Makmur Diharapkan Memakmurkan Petani dan Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Erdiriyo melakukan Gerakan Tanam Padi Program Makmur di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (24/11). Gerakan itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memakmurkan petani Bogor, terlebih saat ini memasuki puncak penanaman padi untuk wilayah timur yakni Cariu, Jonggol dan Tanjungsari.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan gerakan tanam bersama memang November-Desember ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam padi dan ini adalah salah satu program percontohan makmur yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

BACA JUGA Resmikan Kampung Herbal, Ade Yasin Apresiasi Kesadaran Warga Pelihara Lingkungannya

“Program Makmur ini ternyata mampu menaikkan 40% produktivitas dari hasil petani yang saya kira baik untuk diimplementasikan disini dan mudah-mudahahan ini juga dapat memperbaiki dan menambahkan penghasilan petani,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan 40% merupakan kenaikan dari hasil panen pendampingan yang dilaksankan oleh petani gabungan, baik dari BUMN, Kemenko bidang Perekonomian, juga pihak swasta yang dinamakan Program Makmur di tiga kecamatan yakni Tanjungsari, Jonggol dan Cariu.

“Mudah-mudahan Insya Allah meningkat, tapi jangan lupa setelah ada jangan beli dimana-mana, pokoknya beli di petani Kabupaten Bogor,” tegasnya.

BACA JUGA Meski Alami Penurunan, Pembuat Batu Bata di Sadengkolot Masih Bertahan

Selanjutnya, Deputi Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo berharap Kabupaten Bogor menjadi percontohan karena Bupati Bogor memiliki program Bogor Gercep yang melibatkan anak-anak milenial yang langkah dan aksinya sangat cepat. Bahkan di daerah lain belum ada yang mengimplementasikannya dan baru di Kabupaten Bogor dengan sangat cepat aksinya.

“Saya sangat berterima kasih, kami ucapkan selamat atas peluncuran Program Makmur, mari kita majukan usaha rakyat,” ajaknya.

**naynur’ain

Resmikan Kampung Herbal, Ade Yasin Apresiasi Kesadaran Warga Pelihara Lingkungannya

0

JURNAL INSPIRASI– Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (24/11/2021). Dalam kesempatan tersebut, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada warga setempat yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya.

Halimatu Sadiyah Iwan

Turut hadir pada peresmian tersebut, Ketua PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan, perwakilan PT. Bintang Toedjoe, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) beserta jajaran Pemkab Bogor dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

BACA JUGA Kejar Target 70 Persen Hingga Akhir Tahun, Pemdes Cigudeg Door to Door Vaksinasi

Ade Yasin bersyukur bisa launching Kampung Herbal dan panen perdana jahe merah di Desa Bojong Nangka. Dia melihat sekeliling desa dan masyarakat sudah menanam di masing-masing pekarangan rumahnya ada tanaman herbal seperti jahe merah, sereh, terus ada lengkuas dan lain-lain. Ada sayuran juga, seperti sayuran hidroponik, selada, tomat, cabai, dan lain-lain.

“Ini luar biasa, warga di kampung ini semuanya punya kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya, dengan menanam tanaman yang bermanfaat untuk keluarga maupun bisa bernilai ekonomis,” ungkap Ade.

Ade menerangkan, ada kerjasama juga dengan PKK Kabupaten Bogor dan PT. Bintang Toedjoe. Mereka berikan support berupa bibit tanaman, lalu ditanam dan dirawat oleh ibu-ibu. Nah tanaman ini nantinya setelah jadi, dipanen dan dijual kembali ke PT. Bintang Toedjoe. Bupati menilai, ha ini suatu kolaborasi yang ada manfaatnya.

BACA JUGA Meski Alami Penurunan, Pembuat Batu Bata di Sadengkolot Masih Bertahan

“Kemudian saya lihat, kampung ini kan rapi, ada warna-warni pagarnya juga, terus ditanam tanaman yang bermanfaat, seperti sayuran dan herbal. Jadi saya kira kampung herbal ini bisa juga jadi destinasi wisata sehat bugar. Karena selain ada tanaman itu, juga ada minuman-minuman khas disini, dari hasil tanaman pekarangan,” terang Ade.

Ade menjelaskan, ada keripik daun kelor, ada minuman jahe, lemon, sereh dan lain-lain. Daerah ini bisa jadi objek wisata juga karena kondisi kampungnya juga rapi dan bersih. Dia mencontohkan, kalau di Tamansari ada wisata tanaman hias, di sini juga ada wisata tanaman herbal, sehingga semakin memperkaya pilihan wisata, bahkan bisa menjadi percontohan, orang-orang dari luar Kabupaten Bogor akan datang ke sini untuk studi banding.

“Artinya kita punya tambahan kampung produktif, sehingga ini bisa diduplikasi oleh kampung-kampung lainnya di seluruh Kabupaten Bogor, khususnya di Gunung Putri,” tandas Ade.

BACA JUGA Fokus Percantik Pusat Kota, Warga Pinggiran Kota Bogor tak Diperhatikan

Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan menjelaskan, pada dasarnya proses pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak. Salah satunya dilaksanakan melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK. Kegiatan-kegiatan PKK secara nyata dan bertahap telah menunjukan keberhasilan, serta pengakuan yang luas dari berbagai kalangan.

“Tim penggerak PKK Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe untuk membentuk pembina dan membina Kampung Herbal di Kabupaten Bogor. Kami memilih Desa Pamekarsari Kecamatan Parung dan Desa Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri sebagai proyek percontohan,” ujar Halimatu Sadiyah.

BACA JUGA UIKA Bogor Rencanakan Pembangunan UIKA Kampus II

Ia menerangkan, Program Kampung Herbal yang disponsori oleh PT. Bintang Toedjoe merupakan program yang tepat guna dan berdaya guna di tengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Tanaman herbal bukan hanya untuk sekedar koleksi atau penghias halaman rumah. Akan tetapi, merupakan alternatif lain dalam hal pengobatan serta memiliki nilai ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Saya mengajak kepada seluruh kader PKK agar senantiasa menjaga dan memelihara warisan nenek moyang kita dengan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar kita, sebagai pengobatan alternatif selain penggunaan obat berbahan kimia.  Mudah – mudahan kedepan, kerjasama ini bisa berkembang hingga merambah ke desa-desa yang lain yang ada di wilayah Kabupaten Bogor,” ajaknya.

**naynur’ain

Kejar Target 70 Persen Hingga Akhir Tahun, Pemdes Cigudeg Door to Door Vaksinasi

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, terus melakukan berbagai inovasi agar vaksinasi Covid-19 semakin masif diterima masyarakat Cigudeg.

Seperti pada Rabu 24/11, upaya yang dilakukan Pemdes Cigudeg mendatangi satu persatu rumah warga mengajak vaksinasi.

Kepala Desa Cigudeg Andi Supriandi mengatakan, terobosan kali ini pihaknya melakukan dengan cara mendatangi dari satu rumah ke rumah warga lainnya.

BACA JUGA Meski Alami Penurunan, Pembuat Batu Bata di Sadengkolot Masih Bertahan

“Sekarang kita melakukan strategi jemput bola, menyisir ke semua lingkungan kampung  yang ada di Desa Cigudeg,” ungkapnya.

Selain didatangi oleh tenaga kesehatan dari Korem dan Puskesmas serta relawan, penyisiran itu dilakukan agar bisa memaksimalkan vaksinasi di wilayahnya.

“Saat ini sudah mencapai 51,8 persen dari target kita 70 persen itu sampai dengan akhir tahun,” paparnya.

Andi berharap masyarakat mengikuti aturan dari pemerintah sehingga perogram vaksinasi tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Cigudeg, Serma Dedi Suhendi menjelaskan, banyaknya kendala saat mengajak warga untuk divaksinasi dengan alasan takut jarum suntik.

BACA JUGA Fokus Percantik Pusat Kota, Warga Pinggiran Kota Bogor tak Diperhatikan

“Masih banyak warga yang takut jarum suntik, sehingga begitu kita datang ke rumah warga menghindar sehingga kita harus lebih ekstra lagi untuk sosialisasi ke warga bahwa gunanya vaksin ini berguna untuk menjaga imun tubuh kita,” jelasnya.

Jadi kata dia, program tersebut akan berlangsung hingga akhir Desember dengan dilaksanakan sistem door to door.

“Saya mengimbau kepada masyarakat bahwa vaksin ini sangat berguna untuk menjaga imun tubuh kita. Sehingga tak perlu takut. Karena vaksin ini adalah program pemerintah dan pemerintah tidak akan menjerumuskan kepada rakyatnya,” imbaunya.

**andres

Meski Alami Penurunan, Pembuat Batu Bata di Sadengkolot Masih Bertahan

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor tak sedikit menjadi pembuat batu bata merah.

Namun semakin merambahnya hebel, kini berdampak pada omset penjualan bata merah di Sadengkolot.

Salah satu pengusaha batu bata, Saepudin mengaku adanya persaingan usaha menjadikan hal biasa. Seperti adanya pengusaha hebel, meski tidak begitu berdampak secara drastis bagi usahanya, namun sebagai pembuatan batu bata di Sadengkolot kini mengalami penurunan pesanan.

BACA JUGA Fokus Percantik Pusat Kota, Warga Pinggiran Kota Bogor tak Diperhatikan

“Ada penurunan beberapa persen saja, di tambah saat ini masih pandemi Covid-19,” ujar Sepudin, kemarin.

Akan tetapi, menurutnya, semua rezeki sudah ada yang mengatur. “Namanya juga usaha ya, dijalani saja,” imbuhnya.

Dia mengaku usaha yang digelutinya sudah lama, selain untuk pembedayaan masyarakat dan pengembangan usahanya di bidang pembuatan batu bata, juga agar bisa bertahan ditengah sulitnya ekonomi.

“Berupaya tidak terjadi kebangkrutan, maka itu kami pertahankan usaha yang ada. Alhamdulillah sejauh ini pembuatan batu bata masih berjalan,” ungkapnya

Saepudin menerangkan, dalam sehari ia bisa memproduksi delapan ribu batu bata, bahkan dan proses pembuatannya bisa mencapai satu bulan.

BACA JUGA Revitalisasi Jalan Margonda Dibagi Tiga segmen

“Kalau tidak adanya kendala setiap harinya terus memproduksi batu bata. Masalahnya harga penjualan yang tidak stabil hingga kebutuhan bahan pokoknya juga ikut mahal,” tuturnya.

Saepudin menyebut, soal orderan batu bata ada saja, namun masalah harga bahan produksi yang menjadi mahal.

Dia menjelaskan, sekitar 12 pekerjaan dalam sehari yang terlibat dalam produksi pembuatan batu bata. Disamping dengan kebutuhan bahan baku yang semakin hari harganya semakin melonjak, dampak dari itu bisa terjadi pada pengurangan tenaga kerja.

BACA JUGA Siap Jadi Warisan Dunia, 1500-an Pusaka Ada di Saung Kujang

Untuk itu, diharapkan peran pemerintah agar bisa memberikan solusi terkait harga bahan pokok yang semakin mahal.

Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Sadengkolot Suhartono mengatakan, ada sekitar 20 kartu keluarga yang hidup dalam usaha batu bata. “Industri pabrik bata tidak banyak. Namun yang lebih mendominasi di sektor pertanian ada sekitar 70% warga yang hidup di bidang pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, adanya beberapa perusahaan batu bata tidak begitu berpengaruh terhadap kontribusi untuk desa. “Jadi untuk pemasukan ke desa itu tidak ada karena dalam Perdes aturannya tidak ada,” tukasnya.

**aripekon

UIKA Bogor Rencanakan Pembangunan UIKA Kampus II

0

JURNAL INSPIRASI – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor merencanakan pembangunan UIKA kampus II. Hal ini dicanangkan Rektor UIKA Bogor Prof. Dr, H. E. Mujahidin, M.Si yang disampaikannya dalam pidato Wisuda UIKA Bogor yang ke-79, di Auditorium Prof Abdullah Siddiq, SH., Selasa (23/11/2021).

Humas UIKA Bogor Aziz membenarkan pembangunan UIKA kampus II ini sudah menjadi salah satu agenda untuk kedepannya yang direncanakan oleh rektor. Perencanaan pembangunan UIKA Kampus II ini akan berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

” Ide awalnya itu dari kita, ternyata diapresiasi dan di sambut dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Bu Ade Yasin yang juga kebetulan alumni UIKA Bogor peduli dengan pendidikan. Dan ikut berinisiatif dengan adanya UIKA Kampus II ini, sekaligus mendungkung program Pemkab Bogor yaitu Pancakarsa,” ujar Aziz, Rabu (24/11).

BACA JUGA Fokus Percantik Pusat Kota, Warga Pinggiran Kota Bogor tak Diperhatikan

Sesuai dengan perencanaan, pembangunan UIKA Kampus II akan dibangun di Kabupaten Bogor di lahan milik Pemkab Bogor yang sebelumnya difungsikan Fasos Fasum untuk unit – unit bisnis di Kabupaten Bogor. Lahan tersebut sudah tidak terpakai maka dibuatlah perencanaan pembangunan kampus ini.

Sedangkan status kerja sama tentang lahan, antara UIKA Bogor dan Pemkab Bogor bukan peminjaman tapi Hak Guna Pakai. Sampai saat ini UIKA kampus II ini masih dalam proses perizinan. Rencananya UIKA Kampus II akan difungsikan untuk program studi baru.

BACA JUGA Alun-alun Bogor Berintegrasi dengan Stasiun

“Untuk menjawab kebutuhan – kebutuhan masyarakat akan dihadirkannya program studi baru. Dan untuk menunjang itu salah satunya adalah adanya kampus baru sebagai perkembangan baru kita,” jelasnya.

Salah satu hal yang memicu dibangunnya UIKA Kampus II ini adalah melihat jumlah mahasiswa yang berkuliah di UIKA Bogor lebih banyak yang tingal di daerah Kabupaten Bogor dengan harapan kedepannya bisa menambah minat warga Kabupaten Bogor kuliah.

**muthia arfah/mg-uika

Fokus Percantik Pusat Kota, Warga Pinggiran Kota Bogor tak Diperhatikan

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mendapatkan sorotan publik.

Setelah sebelumnya sejumlah pembangunan tersebut mendapatkan sorotan lantaran dikerjakan di pertengahan hingga akhir tahun. Kali ini sorotan tertuju lantaran sejumlah proyek pembangunan infrastruktur tergolong hanya dilakukan di pusat kota saja.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri menilai, saat ini fokus pembangunan infrastruktur di Kota Bogor hanya terpusat di kota.

BACA JUGA Agar Handal Tetapkan Strategi Organisasi, PPMKP Bekali Perencana dengan Pelatihan Penyusunan Renstra

Padahal, di pelosok Kota Bogor masih banyak wilayah yang belum terjamah oleh pembangunan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat. Kampung Rambay dan Kampung Tarikolot di Kelurahan Ciluwer misalnya.

Di sana sarana infrastruktur bagi masyarakat belum semuanya terpenuhi. Bahkan sarana moda transportasi publik pun belum ada yang mengaspal di daerah tersebut.

“Pembangunan yang ada terlalu fokus di pusat kota, sementara warga yang tinggal di batas Kota Bogor belum merasakan pembangunan infrastruktur. Bukan kah mereka juga warga Kota Bogor,” katanya, Rabu (24/11/2021).

ASB menilai, seharusnya fokus pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkot Bogor harus memiliki keberpihakan kepada masyarakat serta memberikan manfaat besar bagi warga.

BACA JUGA Siap Jadi Warisan Dunia, 1500-an Pusaka Ada di Saung Kujang

“Penanganan banjir yang terjadi di Kelurahan Tanah Baru, Kelurahan Cibuluh, Kampung Bebek di Kelurahan Kedunghalang misalnya. Seharusnya itu yang menjadi titik fokus pemerintah. Bukan justeru membangun infrastruktur di pusat kota,” ketusnya.

Pihaknya juga mempertanyakan, apakah anggaran puluhan miliar yang digunakan Pemkot Bogor untuk melakukan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat besar bagi kelangsungan masyarakat Kota Bogor atau justru sebaliknya.

“Di sini kami pertanyaan apakah puluhan miliar pembangunan itu berdampak besar bagi masyarakat? Paling hanya dirasakan oleh sebagian besar masyarakat saja. Apalagi saat ini pembangunan yang ada tergolong tersentral di pusat kota saja. Sementara wilayah pinggiran kurang diperhatikan,” tutupnya.

**ahmadsolehudin/mg-uika

Agar Handal Tetapkan Strategi Organisasi, PPMKP Bekali Perencana dengan Pelatihan Penyusunan Renstra

0

JURNAL INSPIRASI – Sebagai upaya meningkatkan kapasitas perencana dalam menetapkan strategi untuk mencapai tujuan organisasi, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian bekali para fungsional perencana lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian  (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dengan Pelatihan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Senin (22/11/2021).

Sejalan dengan hal ini, Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, mengajak peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai forum untuk bertukar informasi dan strategi dalam mencapai tujuan organisasi.

 “Jadikanlah forum ini sebagai media bertukar informasi dan strategi di antara teman – teman perencana di lingkup BPPSDMP. Renstra kita jangan sampai hanya sebatas buku yang setelah disusun tetapi tidak pernah dibuka atau dibaca, Renstra ini harus bisa kita implementasikan sehingga program menteri pertanian di tahun 2020 – 2024 dapat terealisasi”, tutur Yusral.

BACA JUGA Siap Jadi Warisan Dunia, 1500-an Pusaka Ada di Saung Kujang

Rencana strategi (Renstra) merupakan dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai, di dalamnya terdapat visi, misi, tujuan, sasaran strategi, arah kebijakan dan strategi, kerangka regulasi dan kerangka kelembagaan, serta target kinerja, target tujaun, dan kerangka pendanaan.

Lebih lanjut Yusral menjelaskan dengan adanya pelatihan penyusunan renstra ini juga diharapkan para perencana dapat belajar satu sama lain dan berbagi pengalaman terkait dengan penyusunan rencana kegiatan organisasi agar dapat memenuhi target yang juga merupakan acuan bahwa organisasi tersebut bekerja efektif dan berkinerja.

“Di forum ini perencana bisa berbagi pengalaman, dengan melihat laporan – laporan yang ada, kita bisa melihat UPT mana dengan serapan anggaran tinggi, yang sudah mencapai target, bagaimana cara atau strateginya, bagaimana penyusunan Renstranya agar ke depan kita bisa capai bersama – sama sehingga apa yang diharapkan Kepala BPPSDMP kepada masing – masing UPT, bisa tercapai”, jelas Yusral di depan 30 orang perencana lingkup BPPSDMP.

BACA JUGA Revitalisasi Jalan Margonda Dibagi Tiga segmen

Dalam menetapkan strategi, Perencana harus memahami rencana strategis Kementerian Pertanian Tahun 2020 – 2024, sehingga Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern seperti yang dicitakan Mentan SYL dapat tercapai, melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

“Pertanian yang maju, mandiri, dan modern berarti kita bicara SDM. Maka perlu ada penguatan kapasitas SDM pertanian kita,” ujarnya.

Selanjutnya, BPPSDMP menetapkan visi Terwujudnya Sumber Daya Manusia Pertanian yang Profesional, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berjiwa Wirausaha dalam Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern.

Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP menekankan salah satu pendorong peningkatan produktivitas yang digerakkan oleh SDM yang handal di bidangnya, “Agen yang paling besar perannya dalam peningkatan produktivitas adalah sumber daya manusianya. Berbicara peningkatan produktivitas berarti peningkatan SDM-nya”.

**nita/osi/ppmkp