27.2 C
Bogor
Thursday, August 20, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1016

Tim Cipoet U-12 Raih Kado Manis Akhir Tahun 2021

0

JURNAL INSPIRASI – Kado  manis akhir tahun diraih Tim SSB Cibinong Poetra U-12  atau  Cipoet yang meraih kampiun Liga Grassroot Indonesia (LGI) seri B tahun 2021.

Dalam perhelatan LGI seri B yang digelar di Lapangan Jepang, Sentul, Babakan Madang, Tim SSB Cipoet yang diarsiteki Aries Bule mampu mendulang 27  poin  dari 9 kali laga yang sudah dilakoninya.

LGI seri B tahun 2021 ini diikuti sebanyak 10  tim  SSB yang ada di Jabodetabek dan Banten.

“ Alhamdulilah kami bisa memberikan kado manis akhir tahun kepada masyarakat sepakbola yang ada di Cibinong. Ini prestasi yang membanggakan bagi semuanya,” terang Abdush Sobur , selaku kepala Sekolah SSB Cipoet kepada awak media, Minggu, 26  Desember 2021.

Sobur menambahkan, dari Sembilan laga yang dilakoni SSB Cipoet U-12  yang dimanageri Ibu Enok mampu  meraih 9 kemenangan dan mengemas 35 gol memasukan dan hanya 2  kali kemasukan.

“ Ini jadi spirit  bagi kami semua di SSB Cipoet untuk lebih banyak lagi meraih prestasi pada masa depan,” pungkas  Sobur.

Sementara itu pada posisi kedua LGI seri B ini, ditempati SSB Cibinong Raya dengan mengemas 21 poin  dari 7 kali kemenangan dan tiga kali mengalami kekalahan.

Skuad  CIPOET-SOBP 2012 LIGA GRASSROOT 2021

1. M. GIBRAN PAMUNGKAS
2. HAIKAL ADITIYA PAMUNGKAS
3. M. MALIK MUZHAFFAR
4. INDRA HADI NURWIJAYA
5. GYAN GAVRILLA MARTHA YOVINO
6. FIKRI ALMADHANI 
7. AUFAA GHATHFAAN RIZQULLAH KAMAGI
8. MUHAMMAD RAFIF 
9. VIRLY APRILIO AGUSTINE
10. RAIYAN RIVALDO
11. MUHAMMAD HAFISZ ALFARIZI
12. AZFAR MAHDI AZ ZUFARI 
13. FADHLAN PUTRADISA ALVARO
14. FARIS ALBAHTIAR
15. IQBAL RASYIQ

KEPSEK : A.SHOBUR
HEAD COACH: ARIS BULE
MANAGER : IBU ENOK /MAMAH GIBRAN

**AS Pangrango

Tim PGPI KabupatenBogor Raih Prestasi Fantastis

0

JURNAL INSPIRASI – Atlet Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, sukses meraih delapan medali emas, tiga medali perak, dan lima medali perunggu pada Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XIV Jawa Barat 2022 yang digelar di Gunung Panten Kabupaten Majalengka sejak 15-20 Desember 2021 lalu.

Raihan delapan medali emas, tiga medal perak dan lima medali perunggu tersebut melebihi target yang sebelumnya dicanangkan Pengcab PGPI Kabupaten Bogor di ajang BK Porprov 2022. Hal itu dikatakan Ketua Umum PGPI Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi, Minggu (26/12/2021).

“Capaian ini sangat memuaskan bagi kami. Karena atlet-atlet yang kami turunkan pada BK Porprov 2022 mampu meraih hasil maksimal. Apalagi raihan medali melebihi dari target yang kami canangkan,” kata pria yang akrab disapa Wanhai itu.

Wanhai mengatakan, perolehan delapan medali emas itu akan jadi tolak ukur Pengcab PGPI Kabupaten Bogor dalam mewujudkan visi-misi PGPI yakni ingin mempertahankan gelar juara umum dari cabang gantole pada Porprov 2022.

“Mudah-mudahan apa yang kami raihan di ajang BK kali ini bisa kami dipertahankan atlet pada Porprov 2022,” kata Wanhai.

Medali yang Diperolehan Atlet dari Kelas A KTM

Ayat Supriatna
Emas peroranga sambar pita
Emas beregu sambar pita
Perak beregu race to goal
Perunggu durasi beregu

Ferry Purnama Saputra
Emas sambar pita beregu
Perak beregu race to goal
Perunggu beregu dursi        

Iyus Pratama
Emas perorangan sambar pita
Emas beregu race to goal
Emas beregu sambar pita
Perak perorangan race to goal
Perunggu beregu oven distace

M Hilman Mulyana
Emas beregu sambar pita
Emas beregu race to goal
Perunggu beregu duration
Perunggu oven distance

**AS Pangrango

Empat Pebalap “Gorengan” Taklukan Jalur Bali

0

JURNAL INSPIRASI – Tim Gowes Barengan asal Kota Bogor atau yang akrab dengan julukan “Gorengan”  ikut ambil bagian dalam event Audaz 400 KM yang dilangsungkan di Bali pada pekan lalu.   

Dalam event  Event Audax 400 KM di  Bali , Tim  Gorengan mengirim  para  pebalapnya untuk mengikuti event bergengsi yang di adakan oleh Audax dengan jumlah 4 orang

Empat pebalap Gorengan  yang ambil bagian dalam event Audax 400 KM di Bali itu diantaranya Chris Ariadianto ,Bemz Febrian, Aby Supriatna  dan  Dicky Budi.

Mereka mengambil start pada pukul 05:00 WITA ( Sabtu ) dan finish  pada  pukul 14 ;00 WITA ( Minggu)

Event Audax  400 KM di Bali ini diikuti sekitar  400 peserta dari berbagai daerah yang ada di tanah air.

Selain itu, ada  juga beberapa peserta dari mancanegara yang stay di Bali.

“ Kami melakukan perjalanan dari pagi sampai cuaca panas dan turun hujan tetap melanjutkan perjalanan sampai malam hari di kawasan negara Gilimanuk sekitar jam 02.15 pagi waktu Bali. Kaki saya mengalami kesakitan karena urat bagian kaki kanan ke tarik sehingga saya tidak bisa untuk melanjutkan gowes lagi sampai ke finis sekitar 80km kurang lebih untuk mencapai finis,” ujar  Chris Ariadianto, Minggu, 26  Desember 2021

Sementara itu, Bemz Febrian salah satu anggota Gorengan lainnya mengatakan, perjalanannya sangat  menarik. Bukan hanya mendapatkan pemandangan Bali yang indah. Tetapi mendapatkan pengalaman yang belum tentu orang lain bisa merasakan.

Hal yang sama dikatakan, Aby Supriatna,  ini pengalaman pertamanya di 400 KM 300 KM nya aja belum pernah ini langsung 400 KM

Dalam hal yang sama, Dicky Budiman mengatakan, Event ini membuat dirinya semakin yakin bahwa dirinya bisa untuk mencapai finish walaupun jarak tempuh 400 KM.         

“Saya sangat enjoy menikmati perjalanan dan menempuh jarak yang sangat jauh.  Ini sangat luar biasa dan mengasyikan bagi kami semua,” tegasnya.

** AS Pangrango

Tim Sport Science “Yadmul” Berkiprah di Jawa Barat

0

JURNAL INSPIRASI – Sport Science saat ini jadi salah satu elemen penting dalam mendongkrak prestasi dalam dunia olahraga di semua negara termasuk di Indonesia.

Kabupaten Bogor  salah satu daerah di Jawa Barat sebenarnya sudah punya Tim Sport Science yang dihuni para tenaga ahli yang memang menguasai bidang tersebut.

PT Setdam Raya Yamadipati adalah salah satu perusahaan  di Kabupaten Bogor yang menggawangi dan membidangi  Sport Science.

Bahkan, tenaga  ahli yang bergabung dalam PT Setdam Raya Yamadipati adalah orang orang yang pernah jadi bagian kesuksesan Kabupaten Bogor dalam menggapai juara umum Porda Jabar tahun 2018.

Pada pekan lalu, semua kru PT Setdam Raya Yamadipati  mendapatkan amanah untuk melakukan test parameter para atlet yang tergabung dalam PPLP Jawa Barat.  

Tim Sport Science PT Setdam Raya Yamadipati  yang beraad dibawah komando Yadi Mulyadi AR,  pada pekan lalu  melakukan tes parameter  kepada  para  atlet dari 7 cabang olahraga  di PPLP Jawa Barat .

Tes Parameter atlet PPLP Jawa Barat itu  berlangsung  pada tanggal 23-24 Desember 2021 di GOR Arcamanik, atau mess PPLP Jabar.

Dalam melakukan  test parameter  kepada para atlet PPLP Jawa Barat itu  Tim Sport Science  PT Setdam Raya Yamadipati menerjunkan para ahli  seperti  Dr Rolly, Dimas, Arief, Carol, kiki, Devi, Rani, dan Findya.

“Kami bertugas untuk memgukur kondisi fisik Atlet PPLP Jabar. Alhamdulilah kami mendapatkan amanah ini dan kami sangat bersyukur bisa berbuat bagi Jawa Barat,” kata Arief  Fazri Rakhman , salah satu  anggota Tim Sport Science PT Setdam Raya Yamadipati, Minggu, 26  Desember 2021

Arief menambahkan,  selain  PPLP Jabar  ada beberapa daerah lain yang telah menawarkan kerjasama dengan PT Setdam Raya Yamadipati untuk melakukan test parameter para atletnya.        

“Sebagaimana kita ketahui bahwa kawah  Candradimuka Atlit PPLP Jabar  sebagian besar adalah atlet  unggulan yang berhasil menorehkan tinta emas pada  berbagai ajang olahraga berskala Internasional,”  tegasnya.

**AS Pangrango

Achmad Fathoni Pertanyakan Diskominfo Kapan Kabupaten Bogor Bebas Blank Spot

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni menyoroti Kabupaten Bogor belum bebas blank spot saat rapat Komisi 3 dengan agenda Evaluasi Kerja Semester 2 Tahun 2021 Diskominfo di DPRD, baru-baru ini.

Aleg Fraksi PKS tersebut mempertanyakan kepada Diskominfo agar masalah blank spot di Kabupaten Bogor dapat diatasi karena masih banyak area blank spot khususnya di area destinasi wisata potensial.

“Saya setahun lebih sudah ajukan 3 desa untuk segera ditangani yaitu Sukawangi (di bawahnya area wisata Villa Khayangan, Ciherang dan Cipamingkis), Sukaharja (Gunung Batu) dan Cikutamahi (Green Canyon). Saya minta 2022 tiga desa ini bisa ditangani dan saya minta Diskominfo bisa kondisikan [rovider segera memasang BTS di area tersebut syukur-syukur area lain bisa ditangani juga,” ucap Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/12/21).

BACA JUGA Tak Tersentuh RTLH, Rumah di Jasinga Mengkhawatirkan

Fathoni juga prihatin dengan tiang dan kabel penyedia jaringan internet yang acak-acakan, baik di perumahan maupun jalanan kabupaten. Menurutnya anggaran kegiatan informasi dan komunikasi publik cukup besar yakni 10 miliar lebih, tetapi masyarakat masih merasakan keluhan terkait buruknya pelayanan di bidang ini.

“Contoh akses untuk mengetahui status peruntukan lahan, tidak bisa diakses, Dimohon besarnya anggaran sebanding dengan kemudahan masyarakat mendapatkan akses informasi dan kelanjutan program wifi utk PJJ. Saya dapat laporan ini sudah dihentikan. Mohon ada pengumuman dan penjelasan resmi sejak kapan. Dan informasikan juga kepada penerima manfaat bagaimana prosedurnya jika ingin diteruskan akses wifinya. Sekarang terkesan membingungkan,” tegas Fathoni menyoroti kebijakan Diskominfo.

BACA JUGA Bupati Berikan Penghargaan ke SD IT Al Muhajirin

Menurutnya, optimalisasi UPT Radio juga belum optimal yang dikelola diskominfo, dimana potensinya sangat luar biasa dengan bisa mendapat anugerah penyiaran KPID Jabar Award.

“Dimohon ini diseriusi dan berikan perhatian yang baik. Tingkatkan kualitas SDM-nya dan juga lengkapi dengan dukungan sarana prasarananya,” tegas Fathoni.

Sementara salah satu yang dicatat oleh Achmad Fathoni juga yaitu respons dari Sekretaris Dinas Kominfo sebagaimana Fathoni pernah sampaikan ke Kadiskominfo dengan komitmen 2023 Kabupaten Bogor bebas blank spot.

** Nay / Wisnu

Apresiasi Bank Sampah Desa Mitra, Indocement Selenggarakan Bank Sampah Awards 2021

0

JURNAL INSPIRASI – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) memberikan apresiasi kepada Bank Sampah Desa Mitra yang konsisten melakukan kegiatan lingkungan melalui edukasi sampah yakni  di Bank Sampah Pelita, KRL Berhias, RW 04 Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, baru-baru ini.

CSRC Division Manager Gadang Wardono mengatakan, program pemberian penghargaan untuk Bank Sampah desa mitra yang perdana dilakukan oleh Indocement ini juga mengusung slogan “Kenangan dapat hilang, plastik 1.000 tahun takkan hilang. Ayo bijak kelola sampah”.

“Walaupun terkendala oleh pandemi Covid-19, melalui penyelenggaraan Indocement Bank Sampah Awards (IBSA) 2021, Indocement memberikan apresiasi dan pemenang IBSA terbagi menjadi 3 Kategori,” katanya kepada Jurnal Bogor, Jum’at (24/12/21).

BACA JUGA Tak Tersentuh RTLH, Rumah di Jasinga Mengkhawatirkan

Dengan adanya IBSA 2021 kata Gadang Wardono, Indocement berharap Bank Sampah mitra dapat semakin termotivasi untuk berkontribusi terhadap lingkungan. “Sekaligus memberi edukasi kepada Bank Sampah mitra untuk terus konsisten melakukan pencatatan dengan baik dan terstruktur,” harapnya.

Seperti diketahui, Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Saat ini Indocement dan entitas anak perusahaannya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 5.000 orang.

Indocement mempunyai 13 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 24,9 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.*

Indocement Bank Sampah Awards (IBSA) 2021

Kategori Platinum

Juara 1: Bank Sampah Pelita (Desa Gunung Sari)
Juara 2: Bank Sampah Pelangi Bunda (Desa Gunung Putri)
Juara 3: Bank Sampah Salam 1 (Kelurahan Puspanegara)

Kategori Gold

Juara 1: Bank Sampah Ciliber (Kelurahan Puspanegara)
Juara 2: Bank Sampah Seger Bener (Desa Tarikolot)
Juara 3: Bank Sampah Manfaat (Kelurahan Puspanegara)

Kategori Silver

Juara 1: Bank Sampah Berseri 04 (Desa Gunung Putri)
Juara 2: Bank Sampah Zalak 2 (Desa Gunung Putri)
Juara 3: Bank Sampah Mede 1 (Desa Gunung Putri)

** Nay / Wisnu

Dana Samisade, Desa Sukamanah Bangun Jalan Lingkungan

0

JURNAL INSPIRASI – Dana Samisade (Satu Miliar Satu Desa) tahap dua yang digelontarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor akan digunakan Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol  untuk membangun jalan lingkungan yang ada di dusun1, 2, 3 dan dusun 6.

Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengatakan, mewakili warga masyarakat  dan pemdes menghaturkan  terimakasih kepada Pemkab, khususnya Bupati Bogor Ade Yasin atas bantuan  dana  Samisade untuk pembangunan desa, khususnya jalan lingkungan.

“Program Samisade, Pemdes Sukamanah  akan merealisasikan untuk pembangunan jalan lingkungan. Pembangunan jalan tersebut merupakan  keinginan warga yang bermukim di empat dusun,” ujarnya.

BACA JUGA Tak Tersentuh RTLH, Rumah di Jasinga Mengkhawatirkan

Hadi menuturkan pembangunan ,  jalan lingkungan sebagai jalan  penghubung antar kampung. Apabila Pembangunan jalan  lingkungan  dapat terealisasi  dapat memudahkan akses pengguna jalan dari Desa Sukamanah  ke Sukamaju.

Pembangunan jalan lingkungan  tersebut sangat  disambut antusias oleh warga Sukamanah, selain memudahkan akses warga, adanya pembangunan infrastruktur jalan lingkungan akan meningkatkan perekonomian.

“Jalan antar lingkungan  ini akan dibangun sesuai juklak dan juknis, semua proses pekerjaan pembangunan didanai dari program Samisade,” ujar Hadi.

Hadi menambahkan, untuk  proses pekerjaan pembangunan jalan lingkungan melibatkan warga sekitar Desa Sukamanah.

Terpisah, Dorman  tokoh masyarakat saat ditemui turut mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bogor dan khususnya kepada Kepala Desa Sukamanah  atas terealisaainya  jalan lingkungan.

** Nay / Ramses

Tak Tersentuh RTLH, Rumah di Jasinga Mengkhawatirkan

0

JURNAL INSPIRASI – Sudah 8 tahun keberadaan rumah yang dihuni 7 jiwa dari dua keluarga keberadaannya sangat mengkhawatirkan. Dengan kondisi  tersebut, rumah ini layak dapat bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), namun tak kunjung didapat.

Terlihat bangunan tua yang berada di Kampung Bojong Kancas RT 04 RW 06 Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor itu hampir semua sudut rumahnya sudah mengalami kerusakan sangat parah, sehingga membuat penghuninya di tengah ancaman ambruk.

“Kalo hujan saya ngungsi ke rumah tetangga, soalnya sangat khawatir jika di tempati,” kata Eha (32) pemilik rumah tersebut kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/12).

Baca Juga Bupati Berikan Penghargaan ke SD IT Al Muhajirin

Eha menceritakan, dia menempati rumah itu sudah sejak lama. Meskipun keberadaan rumahnya cukup mengkhawatirkan namun ia tetap tinggal,  karena sumber pendapatan yang didapat tidak menentu.

“Suami saya bekerja ojek online di Serpong Tangerang, sedangkan saya jualan seblak kalo lagi ada itu juga,” ungkapnya.

Bahkan Ia juga menyebut, sempet dijanjikan oleh pemerintahan desa akan dibangun rumah layak huni, namun sudah dua tahun menanti tak kunjung terealisasi.

“Pak kades juga tau kondisi rumah saya, ia sempet kesini waktu penyemprotan disinfektan lalu meminta KTP, tapi hingga kini tidak ada respons lagi,” ujarnya.

“Ibu RT nya juga sempat bilang, rumah saya mau ada bantuan bedah rumah, rumah saya sudah masuk dalam pengajuan, akan tetapi sampai saat ini tidak ada,” tambahnya.

BACA JUGA Selain Peningkatan Kapasitas, Pemdes Batutulis Alokasikan DD Tahap Akhir Hotmix Jalan

Eha juga mengaku bosan menanti rumahnya yang tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah desa.

“Saya menanti harapan yang pasti hingga bosan, cuma di PHP in doang,” imbuhnya.

Dengan kondisi itu dirinya juga saat ini tidak mendapatkan bantuan tunai maupun nontunai.

“Dulu sempet dapet uang bantuan sosial BLT DD, kalo sekarang mah udah nggak dapet lagi,” kata dia.

Sementara itu,  Ketua RT setempat Yati membenarkan keberadaan rumah itu sudah tidak layak untuk dihuni dan sudah dimasukan ke pengajuan akan tetapi dana tersebut dialihkan untuk Covid-19.

BACA JUGA Pandemi Covid, Warga Desa Setu Beralih Profesi dari Marketing Jadi Jualan Kopi Keliling

“Ya rumah Bu Eha sudah masuk ke pengajuan cuman dananya masih dipakai Covid-19 ya, rumahnya sudah difoto, pak kades juga tau,” ujarnya.

Sementara ia menyebut keluarga Eha sudah mendapatkan bantuan dari BLT DD sebanyak tiga kali akan tetapi dia dapat di kantor pos sehingga BLT-DD miliknya dialihkan ke orang lain.

**andres

Bupati Berikan Penghargaan ke SD IT Al Muhajirin

0

JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor Ade Yasin memberikan penghargaan untuk SD IT Al Muhajirin pada event Bogor Kabupatenku Green and Clean (BKGC) 2021 atas partisipasinya dalam menanggulangi sampah.

SD IT Al Muhajirin telah mengikuti kegiatan untuk mencapai penghargaan Adiwiyata sejak awal tahun 2021 di bawah monitor dan evaluasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. Penerima penghargaan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Humas, R. A. Dharmawangsa, S.Pd,.M.Pd, Jumat (17/12/21).

Darma mejelaskan, penilaian yang diberikan seperti admistrasi, tata lingkungan sekolah , dan kegiatan yang sistemnya sesuai visi misi sekolah yang mana ditemanya adalah mencintai lingkungan hidup.

BACA JUGA Pandemi Covid, Warga Desa Setu Beralih Profesi dari Marketing Jadi Jualan Kopi Keliling

“Alhamdulillah kita masuk kategori sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, dan pasti akan berlanjut hingga provinsi dan-seterusnya. Seperti kegiatan tanam-menanam, kegiatan Jumsih (Jumat bersih) dengan program – program sekolah yang menjadi penilaian Dinas Lingkungan Hidup (Tim penilaian Kabupaten), ya 8 standar pendidikan itu masuk semua di Adiwiyata,” ungkap Dharma kepada Jurnal Bogor.

Ia menyebutkan, di Kabupaten Bogor yang menjadi pekerjaan rumah adalah sampah yang sulit dibasmi ketika kesadaran pada diri sendiri tidak ada.

“Jika di Kabupaten Bogor ini setiap orang saja 1 bulan 0,1 persen, kalau 0,01 per hari sudah berapa dikali dengan yang luasnya Kabupaten Bogor ini hampir seluas pulau Bali,” paparnya.

Dharma pun berharap dengan menyandang penghargaan ini SD IT Al-Muhajirin ini kedepan beserta seluruh guru-guru dan warga sekolah dapat konsisten menjaga alam dengan langkah-langkah sederhana dan berkelanjutan di lingkungan kelas dan sekolah.

BACA JUGA Selain Peningkatan Kapasitas, Pemdes Batutulis Alokasikan DD Tahap Akhir Hotmix Jalan

Seperti mengurangi sampah, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengelola sampah, menjaga kelestarian air dan sumber ernergi.

“Dan harapan lainnya semoga kedepan SD IT Al-Muhajirin bisa berkontribusi dalam skala yang lebih besar dengan mengikuti sekolah Adiwiyata provinsi di tahun 2022 dan dapat mengurangi sampah yang paling tidak, baru wilayah sekolah untuk menumbuhkan mindset kepada warga sekolah dulu,” pungkas Dharma.

** Nay / Wisnu

Pandemi Covid, Warga Desa Setu Beralih Profesi dari Marketing Jadi Jualan Kopi Keliling

0

JURNAL INSPIRASI – Dampak dari pandemi Covid-19  membuat  warga Kampung Ranca RT 02/05 Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor harus rela menghabiskan uang tabungannya selama mencari pekerjaan untuk menafkahi anak dan istri.

Hal itu diceritakan Muhammad Amin (28) pedagang es dan kopi keliling yang kerap mangkal di jalan raya Cigudeg – Jasinga, tepatnya di jalur kebun kelapa sawit.

Pandemi Covid-19 yang melanda membuat dirinya harus beralih profesi dari marketing bank ke dagang jualan es dan kopi keliling.

“Tadinya saya kerja di Bank Mandiri sebagai marketing, tapi pasca covid-19 melanda di perusahaan gak sampe target dan akhirnya kena imbasnya,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

BACA JUGA Selain Peningkatan Kapasitas, Pemdes Batutulis Alokasikan DD Tahap Akhir Hotmix Jalan

Semenjak dirinya dirumahkan, ia sempat mencari kerja ke sana sini. Namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan, sampai semua tabungannya habis terkuras dan memaksa dirinya berpikir keras.

“Susah nyari kerja lagi, sedikit simpanan pun habis, sampai saya berpikir dan akhirnya ya jualan es dan kopi keliling,” paparnya sambil menghela napas.

Jadi kata dia bahwa omset yang kerap ia dapat rata-rata sekitar 50.000 per hari, dengan kondisi cuaca mendukung.

“Saya jualan kopi kurang lebih sudah setengah tahun, untuk omset sehari 50.000 itu omset kotor kalo bersihnya paling 15.000 sampai 20.000,” ujar pria beranak satu itu.

Meski dengan keadaan demikian, kata Amin, dirinya tetap bersukur dan berusaha menikmati suka dukanya demi anak dan istri.

“Masih diberikan kesehatan dan bisa ikhtiar aja udah sukur Alhamdulillah, dari pada sakit kan kita gak bisa berusaha untuk nafkahin anak istri,” tutupnya.

**andres