Bogor | Jurnal Bogor
Kelurahan Tegallega terus mengembangkan berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Kampung Eduwisata yang berlokasi di RT 07 RW 03. Program tersebut kini menjadi pusat pembelajaran bagi para pelajar, khususnya siswa SMPN 3 Kota Bogor.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengatakan bahwa selama tiga hari terakhir, Kampung Eduwisata Tegallega menerima kunjungan siswa SMPN 3 Kota Bogor untuk mempelajari berbagai inovasi yang dikembangkan di wilayah tersebut.
Menurutnya, terdapat tujuh inovasi yang menjadi materi pembelajaran para siswa. Inovasi tersebut mencakup ketahanan pangan, pengolahan sampah, hingga pengelolaan keamanan lingkungan berbasis teknologi.
“Kampung Eduwisata Tegallega dibentuk sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memperkenalkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan kepada masyarakat, termasuk para pelajar,” ujar Hardi Suhardiman.
Ia menjelaskan, salah satu program unggulan yang menjadi perhatian para siswa adalah budidaya tanaman hidroponik. Selain dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, hasil panen dari program tersebut juga dipasarkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Berbagai jenis tanaman dibudidayakan di kawasan tersebut, di antaranya pakcoy, selada, empat jenis anggur, jagung manis, timun suri, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga durian musang king.
Kegiatan kunjungan edukasi tersebut melibatkan siswa kelas VII hingga kelas IX yang datang secara bergiliran setiap hari. Sedikitnya 120 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di Kampung Eduwisata Tegallega setiap harinya.
Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti pengelolaan tanaman hidroponik, pengolahan sampah, serta pemanfaatan teknologi dalam menjaga keamanan lingkungan.
Ke depan, Kelurahan Tegallega juga berencana memperluas program pelatihan hidroponik bagi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai ketahanan pangan sekaligus memperluas penyebaran informasi dan keterampilan di lingkungan masyarakat.
“Harapannya, semakin banyak warga yang memahami teknik budidaya hidroponik sehingga program ketahanan pangan di Kelurahan Tegallega dapat berkembang lebih luas,” tutup Hardi Suhardiman.
** Fredy Kristianto


