
Jakarta | Jurnal Bogor
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Anak Pesisir melalui Kegiatan Edukatif, Literasi Keagamaan, dan Pengenalan Kehidupan Nelayan di Pulau Untung Jawa”. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 5–7 Juli 2026, di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
Sebanyak 18 mahasiswa yang tergabung dalam UKM LDK Kaffah ITB Dewantara bersama dosen pendamping Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM. terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan keagamaan yang bertujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat pesisir sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan warga Pulau Untung Jawa.

Salah satu kegiatan utama dilaksanakan di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa, berupa Pemberdayaan Anak Pesisir melalui Kegiatan Edukatif dan Literasi Keagamaan. Lebih dari 30 anak-anak pesisir mengikuti berbagai permainan edukatif, pembelajaran yang menyenangkan, motivasi belajar, hingga penguatan nilai-nilai keislaman yang dikemas secara interaktif.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan literasi keagamaan, mahasiswa ITB Dewantara juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an kepada TPQ Al Ubadah sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat setempat.
Penyerahan tersebut disambut antusias oleh para pengajar TPQ dan warga yang berharap koleksi Al-Qur’an tersebut dapat semakin meningkatkan semangat belajar mengaji di lingkungan Pulau Untung Jawa.
Selain melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa juga memperoleh pengalaman lapangan mengenai kehidupan masyarakat pesisir melalui sesi edukasi bersama ketua kelompok nelayan dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan mengenai kehidupan sehari-hari nelayan, tantangan yang mereka hadapi, serta peran masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam mengawasi dan menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah perairan Pulau Untung Jawa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, tetapi juga memahami bagaimana masyarakat pesisir berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam sebagai bagian dari kehidupan mereka.
Ketua Panitia, Nazwa Rahmania, mengaku bersyukur atas sambutan hangat masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat senang bisa berbagi di sini. Anak-anaknya ramah-ramah dan sangat antusias ketika diajak bermain sambil belajar. Sambutan masyarakat membuat kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Pulau Untung Jawa. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga bagi kami semua,” ungkap Nazwa.

Sementara itu, dosen pendamping kegiatan, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus media pembelajaran bagi mahasiswa.
Sambutan positif juga disampaikan oleh salah seorang warga asli Pulau Untung Jawa, Olis, yang mengapresiasi kehadiran mahasiswa ITB Dewantara. “Anak-anak di sini memang ramah kepada tamu yang datang.
Mereka mudah akrab dan kemarin sangat bahagia ketika diajak bermain bersama mahasiswa. Apalagi setelah kegiatan mereka juga mendapatkan hadiah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan untuk membantu membangun desa pesisir, khususnya dalam memberikan edukasi kepada anak-anak di sini,” tuturnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti komitmen UKM LDK ITB Dewantara dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi pada penguatan nilai keagamaan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, literasi, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
(Wawan Hermawanto)


