32.2 C
Bogor
Saturday, June 27, 2026

Buy now

spot_img

Tak Dapat Ambulans, Ibu Tunggal Rela Naik Angkutan Umum Demi Kesembuhan Anak

Cisarua | Jurnal Bogor – Keterbatasan fasilitas transportasi medis membuat seorang ibu tunggal asal Kampung Babakan RT 003/001, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terpaksa menggunakan angkutan umum untuk membawa anaknya menjalani pengobatan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kondisi tersebut dialami Windari Kurniasih. Demi mendapatkan penanganan medis bagi buah hatinya, ia harus membawa sang anak menggunakan bus karena tidak kunjung memperoleh layanan ambulans.

Windari menuturkan, sejak dini hari anaknya mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya. Namun, karena obat yang dibutuhkan hanya tersedia di RSCM Jakarta, ia terpaksa menempuh perjalanan menggunakan angkutan umum.

Anaknya diketahui menderita sejumlah penyakit serius, di antaranya hidrosefalus akibat meningitis, cerebral palsy, spina bifida, serta gizi buruk. Kondisi tersebut mengharuskan sang anak menjalani pengobatan rutin di RSCM.

Menurut Windari, perjuangan membawa anaknya menggunakan angkutan umum bukanlah hal baru. Selama lima tahun terakhir, ia kerap menggunakan transportasi umum setiap kali menjalani kontrol maupun pengobatan di RSCM.

“Sebagai ibu tunggal, hal ini sangat berat buat saya. Namun yang terpenting adalah kesembuhan anak saya,” ujar Windari, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengaku keterbatasan ekonomi menjadi tantangan terbesar selama mendampingi anaknya menjalani perawatan di Jakarta. Bahkan, tidak jarang dirinya harus menahan lapar agar uang yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang anak.

“Sering saya menahan rasa lapar ketika anak saya dirawat di RSCM. Saya hanya minum air putih karena uang yang saya pegang hanya cukup untuk kebutuhan pasien,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah segala keterbatasan, Windari mengaku hanya bisa terus berikhtiar demi memberikan kesempatan terbaik bagi anaknya untuk mendapatkan pengobatan.

“Dengan kondisi saat ini saya hanya bisa berikhtiar semampu saya. Yang terpenting anak saya tetap mendapatkan penanganan medis, meski hanya untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Menurut dokter, proses penyembuhannya masih membutuhkan waktu yang panjang,” ungkapnya.

Selama kurang lebih lima tahun mendampingi sang anak berobat, Windari mengaku tidak pernah kehilangan harapan. Sebagai seorang ibu, ia akan terus berusaha semampunya dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

“Saya hanya berikhtiar dan berusaha. Sisanya saya pasrahkan kepada Allah SWT,” tutupnya sambil meneteskan air mata. Yudi

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles