32.2 C
Bogor
Friday, April 19, 2024

Buy now

spot_img

Kejahatan Pemilu Pilpres 2024

Jurnalinspirasi.co.id – Kata KH Drs.Abdul Hamid, LP3ES berpendapat bahwa “kejahatan hanya bisa diselamatkan dengan kejahatan dan jika kejahatan  tidak lagi mampu melindunginya, maka kejahatan itu akan memangsa penjahatnya”.

Lantas kemudian saya jawab, itu sadis amat pendapat mas Kiyai Hamid. Berarti cara kejahatan dilawan atau dibalas dengan kejahatan, itu berarti kita hidup, berada di ekosistem hutan belantara. Di hutan belantara, tropika merupakan habitat binatang buas seperti harimau, singa, srigala, beruang, etc..yang berlaku disana hukum rimba tanpa sistem nilai, moral, etika dan kaidah hukum agama dan budaya yang beradab.

Pemilu Pilpres dan Pileg RI tahun 2024, jelas dan tegas berlangsung di NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, jelas tidak berlaku hukum rimba dimana si penjahat yang multi kuat dengan curang patut dan layak sebagai Presiden RI.

Jika ya, dipaksakan Pemilu 2024 yang dengan RQ rekayasa curang maka Presidennya RI kali ini lahir dari sosok penipu dan penjahat. Janganlah begitu sampai begitu opininya mas Kiyai, kasihan dengan bangsa Indonesia yang berkeprikemanusiaan dan beradab, serta berketuhanan YME/socio religous Tauhidy (sila 1 dan 2 Pancasila).

Begitu koment saya mas Kiyai Abdul Hamid, tetaplah bersemangat saling mengingatkan untuk kebenaran dengan saling mengingatkan dengan sholat dan sabar. Janganlah cepat prustasi, tetap tenang mas Kiyai. Ingat Allah SWT menyenangi kebenaran (hak) dan melaknat bahkan melenyapkan yang batil, seperti berbuat curang (QS Al Isra’ ayat 81), syukron barakallah.

Ini salah satu jawaban buat kiyai A Hamid, yang mulai agak prustasi menghadapi penjahat pemilu pilpres 2024, apa yang tausyiah para ulama yang viral di medsos bahwa berbuat curang sangat dibenci Rasullullah Muhammad SAW, dijamin tidak mendapatkan pertolongan (syafaat) di yaumil akhir, ketika menghadapTuhan Allah.

Setuju pendapat Anda. Saya justru mengingatkan bahwa kejahatan hanya bisa dilindungi oleh kejahatan, sebab Allah sendiri tidak melindungi kejahatan, sekecil apapun kejahatan itu. Dan mereka yang melakukan kejahatan dalam pemilu ini, dengan praktik kecurangan yang masif, hanya bisa mempertahankan kejahatannya, yakni klaim kemenangannya, dengan kejahatan pula. Dan bila kejahatan itu tidak lagi mampu melindunginya, maka kejahatan itu akan memangsa penjahatnya. Itu hukum sosial, sekecil apapun kejahatan itu. Pelindung kejahatan adalah syetan, maka siapapun yang mencoba melindunginya, mereka merepresentasikan tindakan syetan.

Negara adalah entitas metafisik dan merupakan idea moral tertinggi dimana pada negara eksistensi manusia itu mewujud. Sementara hukum diwujudkan karena setiap individu memiliki potensi melakukan pelanggaran. Karena itulah hukum sejatinya justeru untuk menegakkan negara sebagai idea moral tertinggi itu. Nah, dengan demikian, keputusan MK No.90 dan melenggangnya tindakan KPU meloloskan cawapres hasil keputusan MK itu, sesungguhnya telah dengan telanjang menunjukkan bahwa tidak adanya lagi norma yang memberi arah dan menuntun kehidupan bernegara ini. Atau dengan kata lain, negara telah menjadi alat kejahatan (KH Abdul Hamid).

Jadi kejahatan dilawan kejahatan itu adalah perbuatan salah, sesat dan menyesatkan. Perbuatan dan sikap kita yang benar itu adalah mengoreksi kecurangan dengan kebenaran, kebaikan (wisdom) dan penuh kesabaran, disertai berdoa, meminta kepada Allah SWT bahwa berikan kekuatan untuk menegakan yang benar (hak) dan juga menghindar dari kecurangan (batil) yang merupakan kezholiman yang dimurkai dan dilaknat Allah SWT.

Astaghfirullahhal aziem
Mohon maaf apabila ada ungkapan, atau bahasa yang kurang berkenan di hati
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial yang konstruktif melalui berbagai tulisan di media sosial)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles