Reses Dapil 1,  Rudy Susmanto: Prioritaskan Program yang Terkena Refocusing

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Daerah Pilih (Dapil) I menggelar resses masa sidang ke-3 tahun 2022-2023 di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (18/7/22).

Reses yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, KH Agus Salim, Kukuh Sriwidodo, Teguh widodo, Arif Abdi, Camat Kalapnunggal Achmad Kosasih, Kades se-Kecamatan Klapanunggal, masyarakat, TNI, Polri dan pemangku agama itu untuk menyerap aspirasi dan memastikan program yang sudah dan tidak berjalan akibat terdampak refocusing anggaran akibat Covid-19.

“Kita hanya menyerap aspirasi masyarakat di resses ke-3 di Kecamatan klapanunggal. Kita pertama pastikan kemarin usulan reses terakhri Kecamatan Klapanunggal pada bulan November 2021 lalu yang mana yang sudah terealisasi dan belum terealisasi karena refocusing supaya kita usulkan kembali melalui pak Camat tadi sudah disampaikan,” kata Rudy Susmanto kepada Jurnal Bogor.

Politisi Gerindera itu menegaskan, untuk usulan yang terkena refocusing pada tahun kemarin, akan menjadi prioritas DPRD untuk diselesaikan ditahun 2022 atau 2023. Selain itu untuk usulan baru dari masyarakat akan didorong agar secepatnya dapat teralisasi.

“Yang direfocusing harus menjadi prioritas untuk kita selesaikam dan usulan baru salah satunya UMKM akan menjadi prioritas yang akan kita dorong,” ungkap Rudy biasa disapa.

Ia menambahkan, untuk usulan dalam reses kali ini, masyarakat meminta agar UMKM dimudahkan legalitasnya. Lalu usulan pendidikan, masyarakat Klapanunggal menginginkan agar membangun SMPN yang baru. Selain itu juga usulan terkait SMA yang menjadi wewenang provinsi, akan didorong dan membuat rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Tadi ada usulan terkait renovasi ruang dinas kepala puskesmas menjadi ruang pelayanan, lalu terkait zonasi pendidikan Kecamatan Klapanunggal yaitu menginginkan adanya SMP yang baru dan nanti akan kita dorong Dinas Pendidikan. Kemudian untuk usulan SMA kita hanya bisa membuat rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk dilihat kebutuhan SMA di Kecamatan Klapanunggal,” paparnya.

Dengan adanya program yang belum teralisasi tadi, kata dia akan didorong melalui anggaran perubahan APBD 2023 agar seluruh keingingunan masyarakat dapat terealisasi.

“Karena kita sudah usulkan semua di APBD 2022, karena Kabupaten Bogor melaksanakan dua kali perubahan APBD atau perubahan parsial, mungkin ada yang kena refocusing. Nah, yang terkena refocusing itu akan kita prioritaskan di APBD perubahan kalau waktunya mencukupi,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here