Buntut Demo Sopir Angkot, CBA Minta Menteri Eveluasi Kinerja WIKA

0

Megamendung | Jurnal Bogor

Paska aksi demo para sopir angkutan umum (Angkot) trayek Pasir Muncang-Ciawi, ke lokasi pembangunan proyek Bendungan Sukamahi-Gadog, Selasa (28/06), menjadi perhatian Center for Budget Analysis (CBA),

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman mengatakan, aksi protes sopir angkot yang merasa dirugikan itu, merupakan bentuk kecewa terhadap pelaksana proyek yang dibiayai uang rakyat tersebut.

Jajang menilai, proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dengan anggaran fantastis hingga mencapai Rp 436,9 miliar, merupakan proyek strategis nasional. Seharusnya, bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, bukan malah menambah masalah bahkan membuat sengsara.

“Adanya keluhan warga yang setiap harinya menjadi sopir angkot, menandakan terjadinya ketidak beresan dalam perencanaan, pengawasan serta pekerjaan mega proyek itu. Tentunya ini

harus menjadi perhatian serius Menteri PUPR. Evaluasi kinerja anak buahnya di lokasi proyek Bandungan Sukamahi-Gadog,” tegasnya.

Aksi para sopir angkot trayek Ciawi-Pasir Muncang itu, dipicu karena lambannya perbaikan jalan yang rusak  akibat hilir mudik kendaraan truk pengangkut material untuk pembangunan proyek Bendungan Sukamahi-Ciawi oleh pihak WIKA-BRP.

Seharusnya, kata dia, proyek strategis yang dikerjakan BUMN ini, memperhatikan dampak lingkungan sebelum melakukan pembangunan, terlebih proyek Bendungan Sukamahi-Gadog ini, merupakan proyek unggulan era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu bertujuan, sambung Rahmat, agar tidak ada kepentingan umum yang dirugikan, apalagi dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Bogor dengan keberadaan bendungan tidak terlalu signifikan.

“Bendungan ini bukan untuk kepentingan masyarakat Bogor. Jadi pembangunannya jangan sampai merugikan masyarakat lokal,” tegasnya.

Sementara, Camat Megamendung, Kabupaten Bogor, Acep Sajidin membenarkan aksi demo sopir angkot itu dipicu karena lambatnya perbaikan jalan yang rusak, sehingga berdampak kepada pendapatan para sopir angkot.

Meski begitu, Acep mengungkapkan, aksi tersebut berjalan kondusif karena pihak Forkompimcam Megamendung bisa menampung aspirasi pendemo dan akan disampaikan ke pelaksana proyek, yakni WIKA-BRP.

 “Alhamdulillah semua berjalan lancar.  Memang karena pendapatan menurun, sopir angkot berdemo,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here