Pemdes Citapen Imbau Warga Penerima Bantuan Harus Divaksin

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor menerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Dalam pelaksanaan pembagian BST tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Citapen menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat, karena setiap KPM bukan hanya menggunakan masker, serta membawa KTP dan KK saat mengambil bantuan sebesar Rp.600 ribu, tapi juga harus menyertakan bukti surat pernah dilakukan vaksin.

Kepala Desa (Kades) Citapen, Eman Sulaeman mengatakan, pembagian BST periode lima dan enam di tahun 2021, setiap KPM diminta untuk menyertakan bukti pernah mengikuti vaksin. “Saya terapkan aturan itu kepada warga yang menerima bantuan dari pemerintah. Bukan KPM BST saja, tapi semua KPM yang terima bantuan disaat terjadinya pandemi Covid-19,” ungkapnya kepada wartawan saat menyalurkan BST di kantor Desa Citapen, Senin (26/7).

Menurutnya, persyaratan itu sengaja diterapkan Pemdes Citapen agar warga tidak terpapar Virus Corona. Eman menegaskan, setiap warga harus memenuhi hak dan kewajibannya, mendapat bantuan dari pemerintah itu sudah menjadi hak, tapi jangan anjuran pemerintah untuk divaksin juga harus dilakukan warga.

Di Desa Citapen, lanjutnya, ada sebanyak 361 KPM yang saat ini mendapatkan BST. Namun, informasi yang masuk ke desa, sekitar 55 warga mendapat bantuan susulan. “Penyaluran BST sekarang, KPM mendapatkan haknya dari bulan Mei dan Juni. Pencairan biasanya di kantor Pos, namun mengingat masih dalam masa PPKM akhirnya penyaluran dilaksanakan di kantor desa untuk mengurangi kerumunan,” jelas Eman.

Eman mengingatkan, untuk warga penerima BST agar memanfaatkan bantuan berupa uang tersebut dengan baik dan membeli kebutuhan pokok dimasa PPKM.  “Warga harus pintar menggunakan uang. Gunakan untuk keperluan yang memang betul-betul dibutuhkan dan jangan boros,” imbuhnya.

Sementara, penyaluran bantuan uang tunai dari pemerintah pusat di Desa Cileungsi dengan jumlah sekitar 90 KPM, dilakukan dengan cara teratur. Dimana, setiap KPM tidak datang secara bersamaan. “Karena jumlah yang mendapatkan bantuan di desa kami hanya sedikit, jadi satu persatu KPM mengambil bantuannya ke desa. Ini kami lakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa,” tukas Entis, salah satu staf Desa Cileungsi yang menyalurkan BST ke KPM.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here