Cerita Kades Sukamaju Jadikan Rumah Untuk Kantor Pelayanan Masyarakat

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Di saat pemerintah pusat menggalakkan program infrastruktur yang baik dan nyaman, serta dapat dinikmati publik, pada kenyataannya masih ada permasalahan di lingkup pemerintah desa seperti tidak tersedianya kantor desa yang representatif dan menunjang kinerja para pemangku kebijakan di tingkat desa.

Contohnya, Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Cucum Ratna Suminar mesti berpikir keras untuk mencari solusi agar pihaknya dapat terus memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat, meskipun tidak memiliki bangunan ataupun kantor desa yang tetap.

Langkah yang diambil Cucum yakni mendirikan kantor desa darurat berupa bangunan rumah milik pribadinya. Hal itu dilakukan agar pelayanan publik dapat terus berjalan dan tidak terganggu.

“Pertama, kantor Desa Sukamaju darurat ini memang terpaksa saya siapkan disini karena memang tidak ada tempat lagi yang lain. Untuk solusi, dari Kecamatan Cibungbulang maupun Pemerintah Kabupaten Bogor belum ada masukan harus bagaimana? Apakah harus mengontrak atau hak guna pakai saja? Belum ada tanggapan,” ujarnya, Selasa (30/3/2021).

Lebih lanjut, Cucum menceritakan bahwa pihaknya telah menempati kantor desa darurat itu selama kurun waktu dua bulan. Terkait alasan tidak menempati kantor desa yang lama, Cucum hanya berbicara bahwa kantor desa yang lama merupakan milik perorangan.

“Kantor desa darurat ini sengaja dibuat untuk tetap melayani masyarakat sepenuhnya.  Kecamatan kan sudah tahu sendiri, sudah mengetahui keadaan saya digugat agar tidak menempati kantor desa yang lama karena itu milik hak keluarga. Jadi saya sadar sendiri untuk membuka kantor darurat di rumah saya yang kecil ini,” jelasnya.

Cucum mengaku mengalami banyak kendala ketika menempati kantor desa darurat yang didirikan di rumah pribadinya. Sebab, menurut Cucum berkas-berkas di kantor desa yang lama banyak yang hilang. Padahal menurutnya, arsip lama itu sangat penting untuk menopang atau menjalankan roda pemerintahan yang baru.

“Pada 8 Februari sudah sekitar satu bulan setengah. Kendalanya banyak ya. Data-data yang ada di kantor desa itu hilang dimusnahkan. Jadi saya ibarat di dalam kegelapan, kocar-kacir mencari sana ke sini terkait data ingin bikin ini bikin itu supaya melayani masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, dalam menjalankan kepemimpinan, Cucum dikagetkan dengan mundurnya perangkat desa secara massal. Dengan demikian, Cucum langsung mengambil langkah membuka rekrutmen dengan tahapan seleksi yang ketat.

“Yang paling utama itu saya meresmikan RT RW yang mengundurkan diri terutama staf. Seluruh staf Desa Sukamaju yang lama mengundurkan diri secara serentak. Jadi, saya cepat-cepat membuat Surat Keputusan (SK) dengan persetujuan Camat,” bebernya.

“Semua staf yang ada disini baru semua. Kita bikin rekrutmen dengan berbagai macam tahapan. Jadi tidak main comot sembarangan,” sambungnya.

Selain itu, terkait urusan kantor desa yang lama, Cucum menegaskan bahwa sejak puluhan tahun lalu kantor desa lama itu memang sudah menjadi kantor desa yang resmi.

“Tidak ada bahasa tidak diizinkan untuk menempati kantor lama. Tapi saya mengerti. Sebelum saya dilantik, plang di kantor desa yang lama tertulis rumah ini milik keluarga. Saya mengerti kalau itu tidak boleh ditempatin padahal dari tahun 1970 itu memang sudah kantor desa,” ucapnya.

Cucum berharap pihak Kecamatan dan Pemkab Bogor dapat memberikan solusi cepat terkait permasalahan tidak tersedianya infrastruktur untuk Pemerintah Desa Sukamaju, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

“Harapan saya itu untuk sementara harus ada solusi terbaik kantor desa, di mana, bagaimana, hak guna pakai atau apalah karena kantor darurat ini kurang strategis, tidak punya aula dan ruang rapat,” ucapnya.

Selain itu, Cucum menegaskan bahwa jika tidak ada solusi dari Kecamatan maupun Pemkab Bogor, maka dirinya terpaksa harus membangun kantor desa yang lokasinya strategis.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here