Lido Jadi Kawasan Ekonomi Kreatif

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Kawasan Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor bakal dikembangkan jadi Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK). KEK Lido ini diperkirakan menelan investasi hingga Rp38 triliun dan ditargetkan mampu menyerap 25.000 tenaga kerja.

KEK Lido bakal menjadi KEK pertama dari tujuh KEK yang akan dikembangkan di Provinsi Jabar. Dibangun di atas lahan seluas lebih dari 1.000 hektare ini, KEK Lido diyakini mampu mendongkrak sektor pariwisata di Jabar, khususnya di kawasan Bogor dan Sukabumi.

Dalam peninjauannya ke lokasi pengembangan KEK Lido, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah pusat, agar segera menyetujui pengembangan KEK Lido. “Semoga menjadi KEK pertama di Jabar. Kita sedang dorong agar disetujui pemerintah pusat,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip dari Sindonews, Kamis (16/7).

Menurut dia, KEK Lido bisa menjadi area wisata komprehensif pertama di Jabar yang berada dalam satu kawasan. Dengan begitu, kata dia, salah satu keunggulannya adalah devisa dari luar negeri datang lebih cepat dan mudah. “Pariwisata Jabar indah, hanya belum ada yang sifatnya komprehensif karena itu kita mengajak investor untuk membangun pariwisata yang skala komprehensif,” tutur Kang Emil, sapaan akrabnya

“Ternyata di Lido ini grup MNC punya lahan lebih dari seribu hektar dan komprehensif. Segala macam (kebutuhan) ada dan ketika disetujui jadi KEK, devisa akan datang lebih cepat dan mudah serta kita juga bisa menghemat devisa keluar karena semuanya dibelanjakan di dalam negeri,” sambung Kang Emil.

Dia menyebutkan, dalam pengembangan KEK Lido, tenaga kerja yang dapat diserap ditargetkan mencapai 25.000 orang hingga 2038 mendatang. “PAD (pendapatan asli daerah) juga akan meningkat. Dan yang terpenting pertumbuhan ekonomi kita akan naik oleh kehadiran hanya di satu titik (Lido) ini saja,” tegasnya.

Kang Emil menambahkan, Pemprov Jabar optimistis bahwa KEK Pariwisata Lido akan disetujui oleh pemerintah pusat karena seluruh persyaratan administrasi sebagai KEK sudah dipenuhi. “KEK wisata itu syaratnya minimal punya lahan 250 hektar, ini sudah lebih dari seribu. Kemudian ada 18 persyaratan administrasi KEK yang sudah dipenuhi, saya kira ini menunjukkan keseriusan dari MNC Land agar (Lido) diberikan status KEK,” kata Kang Emil.

“Jadi intinya pemerintah provinsi akan (berupaya) mendorong, karena keputusannya tetap ada di pemerintah pusat,” ucapnya.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, dalam rapat koordinasi (rakor) bersama 34 gubernur se-Indonesia di Istana Bogor pada Rabu (15/7), Presiden Joko Widodo berpesan agar para kepala daerah mencari cara tercepat untuk membangkitkan ekonomi. “Tadi saya rapat di Istana Bogor tentang ekonomi, rata-rata ingin cari cara yang cepat untuk membangkitkan ekonomi, jadi arahan Presiden itu,” terangnya.

Menurutnya, pariwisata Jabar adalah sektor yang paling cepat pulih pasca Covid-19. Pasalnya, mayoritas wisatawan berasal dari dalam negeri, sehingga tidak akan terkendala soal penerbangan internasional.

“Berbeda dengan Bali yang masih terkendala dengan international flight. Hal ini bisa dihitung sebagai opsi bahwa dengan kekuatan wisatawan lokal saja pariwisata kita (Jabar) sudah luar biasa,” kata Kang Emil.

Sementara arahan lain dalam rakor tersebut, yakni presiden meminta penguatan belanja pemerintah mulai bulan Juli hingga September 2020, sehingga ada peningkatan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun. “Presiden menitipkan agar belanja pemerintah diperkuat karena ekonomi kita minus sekarang di angka empat, ini untuk menjaga api ekonomi tetap menyala, sehingga akhir Desember bisa positif,” jelasnya.

Meski begitu, kewaspadaan pemerintah terhadap pandemi Covid-19 tidak akan menurun saat ekonomi mulai digeliatkan kembali. Kang Emil bersama 33 gubernur lainnya telah berkomitmen akan menyelamatkan ekonomi dengan tetap awas terhadap ancaman penyebaran Covid-19. “Saya kira itu akan kita laksanakan, kami 34 gubernur sudah berkomitmen dan kompak akan menyelamatkan ekonomi sambil tetap waspada terhadap Covid-19,” pungkas dia.

ASS|*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here