Bantuan Presiden tak Sesuai

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Bantuan sembako yang berasal  dari Presiden (Banpres) jadi bahan pertanyaan pemerintah desa. Pasalnya, ada beberapa desa yang dikirim oleh pihak ke-3, namun barang tersebut tidak sesuai dengan berita acara pengiriman dan membuat beberapa desa memutuskan untuk tidak membagikan bantuan tersebut sebelum ada kepastian dari Dirjen Kemensos RI.

Seperti yang terjadi di Desa Sanja dan Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, desa-desa tersebut menjadi dilema karena harus menandatangani berita acara dengan jumlah barang yang tidak sesuai dengan isi berita acara tersebut. Pemdes Leuwinutug yang berkoordinasi dengan TKSK Kecamatan Citeureup memutuskan untuk tidak membagikan bantuan Presiden itu sebelum jumlah kilogram beras sesuai dengan yang tertera dalam berita acara.

“Bantuan ke desa kami (Desa Leuwinutug) malam tadi dengan jumlah 1.358 paket, namun jumlah beras tidak sesuai dengan berita acaranya yang seharusnya 15 kg hanya dikirim 10kg, kami sudah berkordinasi dengan TKSK Kecamatan Citeureup dimana hasil keputusan untuk menunda membagikan bantuan sebelum ada kejelasan dari Dirjen Kemensos perihal pengiriman barang yang tidak sesuai dengan berita acara yang ditandatangani,” jelas Yayan.

“Kami (Desa Leuwinutug) gak mau disalahkan dan disuudjonin sama warga maka dari itu kita koordinasi dengan TKSK mengambil jalan terbaiknya, hasilnya menunda sampai ada kepastian dari Dirjen Kemsos RI apa barang ini mau ditukar atau bagaimana.”

“Pengiriman barang ini dilakukan oleh pihak ke-3 yakni PT. SDS yang beralamat di Jakarta, jadi perusahaan tersebut harus mengirim barang sesuai dengan berita acara namun disini beras yang dikirim bukan 15 kg melainkan 10 kg, jadi kami harap pihak PT. SDS untuk melakukan klarifikasi terkait pengiriman barang ini,” kata Yayan.

Hal senada dialami oleh Desa Sanja, Kecamatan Citeureup yang juga dikirim beras oleh PT. SDS tidak sesuai dengan jumlah yang tertera dalam berita acara. “Gak tau kita hanya nerima itu makanya surat penerimaan barang tidak saya tandatangani karena jumlah barang tidak sesuai dengan berita acara, ini pun masih menunggu sisa pengiriman barang yang lain karena belum sesuai jumlah,” kata Hadi.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here