UPT IJJ Wilayah II Gercep Evakuasi Dua Titik Longsor

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pascabencana alam longsor tanah yang terjadi di dua titik, yakni di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin, Kecamatan Megamendung dan Gadog-Kopo Selatan Cisarua, pada 28 April 2022 lalu, petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Kelas A Wilayah II, langsung melakukan penanganan.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) UPT IJJ Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban mengatakan, setelah terjadinya bencana alam longsor tanah di dua titik, yakni di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin Kecamatan Megamendung dan Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan Cisarua, pihaknya langsung melakukan penanganan.

“Pegawai lapangan kami langsung melakukan evakuasi di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin, karena saat itu kondisi longsor tanah tebingan menutup ruas jalan,” akunya kepada wartawan.

Penanganan evakuasi sendiri, lanjutnya, dilakukan satu hari setelah terjadinya bencana longsor. Sehingga, tanah longsor yang menutup akses jalan di wilayah Pasir Angin tersebut, tidak menggangu aktivitas warga.

“Evakuasi selesai kami lakukan dengan waktu yang tidak begitu lama. Kami kerjakan secara gerak cepat (Gercep),” akunya.

Selain di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin, sambung Ade, pihaknya pun langsung melakukan koordinasi dengan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Megamendung terkait penanganan di Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan Cisarua, persisnya di Kampung Cihanjawar, Desa Sukagalih.

“Alhamdulillah, hasil dari koordinasi itulah akhirnya Forkopimcam Megamendung terutama jajaran Kepolisian turut serta dalam mengatur arus lalulintas di lokasi longsor,” paparnya.

Ade pun mengakui, untuk penanganan sementara di lokasi longsor di Kampung Cihanjawar, harus dengan cara memasang beronjong agar tidak terjadi longsor susulan. “Salah satu upaya kami agar tidak terjadi longsor susulan yakni, memasang beronjong,” akunya.

Ade mengungkapkan, kondisi longsor di Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan Cisarua STA 6700, harus dilakukan penanganan dengan memasukkannya kedalam anggaran proyek tahun 2023.

“Berhubung biaya penanganan longsor di Kampung Cihanjawar itu cukup besar, maka kami masukkan kedalam usulan proyek di tahun 2023. Mudah-mudahan bisa langsung dilakukan penanganan,” tukasnya.

** Dede Suhendar 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here