Sempat Kisruh, Warga Cicarewed Harap Pengembang Tanggulangi Banjir

0

JURNAL INSPIRASI – Banjir yang menerjang warga Cicarewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor berujung bentrok antarwarga dan pengembang. Warga kesal pihak pengembang tidak memperhatikan kondisi lingkungan dan diduga melakukan penyempitan kali.

Darma, salah satu warga mengatakan, sebelum ada pembangunan perumahan, lingkungannya tak pernah banjir parah. Namun semenjak ada pembangunan perumahan banjir hampir menutup atap rumah.

“Kami protes supaya pengembang turut memperhatikan warga jangan hanya memikirkan keuntungan perumahan saja,” tegasnya, Senin ( 27/12/21).

Mendapati banyaknya pengaduan tersebut Komisi III DPRD Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan perumahan Bhakti Bangun Harmoni (BBH) yang menyebabkan banjir di kampung Babakan Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.

Pasalnya, pembangunan perumahan tersebut dalam tahun ini sudah menyebabkan banjir sebanyak 4 kali yang menggenangi 40 Kepala Keluarga (KK) dengan ketinggian hampir 2 meter lebih.

Ketua DPRD Komisi III, Sastra Winara dalam sidak tersebut mengatakan, pihaknya sudah melihat ke lokasi yang terdampak, dimana pun curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir.

“Ada 40 rumah yang terdampak banjir, mungkin yang kemarin itu curah hujannya tinggi, dan jembatan lagi dibangun tadi kami sudah berkordinasi oleh pihak pengembang. Alhamdulillah juga sudah membantu seperti sembako,” ucap Sastra.

Langkah awal kata dia, meminta untuk penanggulangan banjir tetap dilaksanakan, dan untuk pembangunan dan lain-lainnya dihentikan dulu.

“Penyebab banjirnya itu yang kita lihat, ada penyempitan saluran air atau sungai salah satunya itu dan dari curah hujannya pun tinggi. Untuk gambar siteplan itu dari pihak perusahan belum siap, tapi kita ada dari dinas, dan dari pihak perusahan belum siap, nanti mungkin selasa kita kesini lagi kita juga bakal undang lagi temen-temen,” paparnya.

Ditempat yang sama, Tinah mengatakan, penyembab banjir tersebut ialah semenjak adanya proyek perumahan sehingg air meluap ke warga dan kerugian ditaksir sampai jutaan.

“Rumah saya rusak sampai ke dalamnya juga, jadi retak akibat banjir tersebut,  bila dihitung kerugian hampir 10 juta bisa lebih bisa kurang. Saya juga punya warung itu juga terendam, ditaksir 7 jutaan hanya dari warung saja belum yang lainnya, kulkas, tv, perabotan rumah dan hp saya juga ikut mati akibat banjir,” ucap Tinah kepada Jurnal Bogor.

Dengan kunjungan DPRD, Tinah berharap proyek ini cepat beres, tidak ada lagi banjir ke warga, dan ditegaskan lagi kepada pihak perumahan untuk segera ada win-win solution.

“Harapannya ya, kemana-mana pun tenang, agar tidak ada kerusakan lagi juga dan misalkan ada banjir terus disini kami juga cape, ya intinya agar semua tidak ada yang dirugikan lah,” harapnya.

 **Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here