Gunakan Partisi Saat PTM

0

Disdik Anjurkan Siswa tak Naik Kendaraan Umum

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai dilaksanakan di Kota Bogor pada Senin (4/10). Salah satunya adalah SMPN dan SMAN 1 Bogor.

Kepala SMAN 1, Bambang Aryan mengatakan, dalam pelaksanaan PTM Terbatas, pihaknya menggunakan partisi di setiap meja siswa untuk meminimalisir persebaran Covid-19.

“Setiap pergantian sesi pelajaran, kita semprotkan disinfektan,” ujar Bambang kepada wartawan, Senin (4/10).

Menurut dia, saat proses pembelajaran nantinya akan diberi waktu selama 2-3 jam. Meskipun dalam surat keputusan empat menteri diperbolehkan selama empat jam.

“Untuk mata pembelajaran kita yang anggap potensial” ucap Bambang.

Sementara untuk anak-anak yang memiliki komorbit dan belum divaksin serta kondisinya tidak fit, tidak diwajibkan masuk sekolah.

“Karena kami juga sediakan daring. Jadi selain di sekolah kami langsung terkoneksi dengan webcam bisa diakses oleh anak anak di rumah masing masing, jadi bagi yang belum diizinkan oleh orangtua, mereka bisa melaksankan pembelajran ya di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KCD Wilayah II Disdik Provinsi Jawa Barat, I Made S mengatakan, tingkat provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan PTM secara terbatas di beberapa wilayah. Seperti di Garut, Sukabumi, Kuningan, Banjar dan Pangandaran. Bahkan ada beberapa wilayah yang sudah zona hijau.

“Dan saya sangat apresiasi Pemkot Bogor untuk pelaksanaan vaksin di kota Bogor terbaik di Jawa Barat. Sehingga harus begitu hati-hati karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Terutama para pendidik dan anak-anak,” kata Made.

Terpisah, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengungkapkan, persiapan PTM Terbatas ini dilakukan sejak lama dan tidak sederhana. Upaya terus dilakukan agar PTM Terbatas ini bisa terselenggara dengan persiapan yang sangat matang.

“Untuk gelombang pertama ini ada 44 sekolah SMP dari negeri dan swasta, serta ada 27 yang sedang kita verifikasi. Dan ada sekitar 115 setingkat menengah atas. Yang lainnya secara simultan terus berjalan,” kata Hanafi.

Kekhawatiran paparan virus Covid-19 dari luar sekolah atau rumah, memang sedianya perlu diantisipasi. Atas dasar itu, siswa dianjurkan tidak menggunakan transportasi umum untuk saat ini.

“Kenapa kita anjurkan tidak naik angkot, karena perjalanan naik angkot yang relatif sempit. Khawatir tidak bisa jaga jarak, jadi kalau angkotnya kosong kenapa tidak. makanya kita menganjurkan sama orangtua itu naik ojek online,” pungkasnya.

**fredykristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here