Achmad Fathoni: Longsor di Bojongkulur Jadi PR Dinas

0
86

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi III, Achmad Fathoni meninjau lokasi bencana longsor yang terjadi di Perumahan Bumi Mutiara, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri. Dia menyatakan banyaknya pengembang yang membangun perumahan di posisi lebih datar dari perkampungan menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor di lokasi perumahan.

“Banyak lokasi perumahan yang posisinya berada di bawah kampung karena biasanya lahannya dicut and fill dulu baru dibangun lalu efeknya karena terlalu terjal begini,” tuturnya Senin (22/2).

Masih menurut Fathoni, Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dibangun para pengembang tidak mampu menahan pergeseran tanah. Sementara di perumahan tersebut, tinggi TPT hanya setengah dari tinggi tanah yang ada.

Menurutnya, banyak TPT yang dibangun pengembang yang tidak dikerjakan dengan aman atau sesuai dengan kapasitas tinggi tanah dan itu pun ditinggalkan si pengembang yang belum diserahkan resmi ke pemerintah.

“Jadi PR kita, nanti coba kita dorong ke dinas bersama-sama. Yang pertama urusan tebing yang belum terselesaikan terbangun dan kedua masalah sistem drainase,” tegas politisi PKS itu.

Dalam kunjungan non resminya itu, Fathoni didampingi Kepala Dusun (Kadus) IV, Ahmad Wahyudi. Menurut Wahyudi, longsor terjadi di dua titik yakni di RT 03/32 dan di RT 1/32 di perumahan Bumi Mutiara pada Sabtu(20/2) dini hari.

“Ada beberapa RW terutama di perumahan Bumi Mutiara yang TPT-nya rawan itu mulai dari RW 32, 33 sampai 35 karena ketinggian tanah bisa mencapai 10 meter dan terjal,” tuturnya.

Sementara, sambung Wahyudi, dari ketinggian tanah yang ada, TPT hanya mencapai ketinggian setengahnya. “Sehingga ketika hujan, air menggerus tanah ke bawah dan tidak ada saluran air sehingga terjadi longsor,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here