Gelar Pertemuan di Villa Gunung Geulis, TKSK Dipertanyakan

0
311

Sukaraja | Jurnal Inspirasi

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sukaraja menjadi sorotan setelah menggelar pertemuan dengan supplier dan Kesra seKecamatan Sukararaja di salag satu villa di Gunung Geulis. Ada dugaan memonopoli paket bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  dari Kementerian Sosial.

Oknum TKSK berinisial disinyalir MS mengarahkan Kesra di setiap desa di Kecamatan Sukaraja agar masyarakat penerima bantuan atau KPM (keluarga penerima manfaat) untuk mengambil barang di agen E-Warung yang barangnya telah disediakan oleh Supplier dengan imingi-iming imbalan kompensasi jatah nilai dari supplier tersebut.

Bahkan ada agen E-Warung di Desa Pasirlaja di Kecamatan Sukaraja yang tidak mempunyai toko atau warung membagikan paket tersebut di kantor Desa Pasirlaja.

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Fazrurizal pun menyayangkan hal tersebut terjadi karena dimasa pandemi yang seharusnya kita prihatin karena banyaknya pengangguran dan terbatasnya aktivitas masyarakat, fasilitas dari pemerintah justeru dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mengambil keuntungan pribadi.

“Saya pikir tidak sampai ke telinga media, karena adem – adem aja dan gak ada pemberitaannya adanya pertemuan yang dibuat TKSK,” gurau Rizal biasa disapa, saat ditemui di ruangannya beberapa hari lalu.

Menurutnya, ada kelemahan baik dari TKSK Kecamatan Sukaraja maupun dari pihak bank Mandiri sehingga meloloskan E-Warung atau agen padahal tidak mempunyai toko. “Hal tersebut jelas melanggar pedoman umum dari Kemensos, karena menurut atuannya E-Warung diperbolehkan untuk menyediakan barang kebutuhan KPM tanpa harus diarahkan kepada supplier tertentu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ada pula di Desa Sukaraja yang sudah ada agen baru yang sudah ditetapkan oleh bank Mandiri, namun masyarakat dilarang oleh Kesra Desa Sukaraja berinisial UN.

“Dilarang karena agen E-Warung yang baru, gak tau kenapa katanya gak ngambil disuppliernya UN,” jelas warga yang enggan namanya disebutkan.

Terpisah, Camat Sukaraja saat dikonfirmasi via SMS mengatakan, agar mengkonfirmasi ke kepala desanya. “Silahkan konfirmasi kepada kepala desanya,” singkatnya.

Sampai diturunkannya berita ini, belum ada penjelasan dari TKSK Sukaraja terkait pertemuan di villa Gunung Geulis dan saat dihubungi teleponnya tidak aktif.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here