Puluhan Tahun Ngontrak, UPT Jalan Jembatan Inginkan Kantor Baru

0
Eko Sulistianto

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Kantor Unit pelaksana teknis Infrastruktur jalan dan jembatan kelas A wilayah V menginginkan kantor baru. Pasalnya, sampai saat ini kantor UPT sudah empat kali pindah dan statusnya saat ini masih mengontrak ditempat orang lain.

Eko Sulistianto yang baru menjabat sebagai Kepala  UPT mengatakan, kalau untuk gedung baru UPT sedang diupayakan. “Sudah ada informasi dari dinas untuk adanya penyiapan lahan.  Hanya ada beberapa pengajuan yang dari kemarin sudah diajukan karena terkait lahan basah,” kata dia kepada wartawan, Senin (8/2).

Saat ini pihaknya tetap mencari lokasi lahan di pinggir jalan agar aksesnya mudah dijangkau. Karena posisi di pinggir jalan kabupaten atau pinggir jalan provinsi itu tidak menjadi masalah yang penting bisa menjangkau wilayah. “Ya kalau bisa sih di Kecamatan Leuwiliang atau Leuwisadeng seperti itu karena aksesnya lebih mudah dari timur maupun ke barat,” ucapnya.

Eko Sulistianto yang sebelumnya menjadi kepala UPT Jalan dan Jembatan di Wilayah II Ciawi ini menyebutkan, untuk lahan yang dimiliki UPT  itu belum ada dan sedang berupaya di mana titik yang pas untuk diajukan sebagai lokasi perkantoran UPT. “Untuk perencanaannya tergantung kesediaan lahannya. Mengenai perencanaan itu sudah ada, bentuknya seperti apa sudah ada. Hanya lahannya yang belum diperoleh,” tukasnya.

Penilik Jalan dan  jembatan wilayah Kecamatan Leuwiliang dari UPT, Dedi menerangkan, sebelum UPT pindah dan berkantor di wilayah Leuwiliang dan pernah beberapa kali ngontrak dan pindah kantor. “Dulu UPT berkantor di Kampung Peuteuy Kecamatan Leuwisadeng setelah itu pindah ke Galuga dan Kampung Pasirangin Kecamatan Cibungbulang,” jelasnya.

Dari situ, tahun 2014 UPT pindah lagi ke wilayah Kecamatan Leuwiliang dan diperkirakan sudah puluhan tahun UPT itu ngontrak dan belum punya kantor sendiri.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here