Unjuk Kerja Nyata, BPPSDMP dan Penyuluh Percepat Regenerasi Petani Milenial

0
Taufik Kurahman

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH menegaskan bawa hidupnya pertanian (peternakan) adalah hidupnya bangsa dan generasi milenial. Start up bidang pertanian untuk mempercepat peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sector pertanian agar lebih produktif dan berpeluang ekspor. “Perlu petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembangunan pertanian/peternakan,” ujar Mentan Syahrul.

Pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan sabun serta berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh, produksi bahan pangan pada masa pademi Covid-19 tetap terus berjalan, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedy Nurshamsy, M.Agr.

Tosiah

Taufik Kurahman adalah seorang pemuda yang berasal dari Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Dia lulusan SMK dari Ponorogo yang menekuni peternakan kambing perah sejak tahun 2019. Pemuda yang lahir tanggal 22 Februari 1998 ini melihat potensi dan sumberdaya yang ada di desa tersebut memutuskan untuk jadi peternak karena didukung oleh ketersediaan hijauan pakan ternak yang melimpah sepanjang tahun.

Pada awal memulai usaha kambing perah dengan memelihara sebanyak 15 ekor dan kandang senilai 25 juta, dan pada saat sekarang kambing berjumlah 25 ekor dan pupuk kandang selama 2 tahun serta pupuk kandang 3 ton dengan total omzet sebesar 100 juta dari usaha kambing perah.

Dalam meningkatkan SDM di bidang budidaya kambing perah, Taufik Kurahman aktif sebagai anggota kelompok tani Bumi Mulya yang beranggotakan 22 orang dan aktif mengikuti penyuluhan dalam bidang perternakan kambing perah meliputi menyusun pakan yang tepat, belajar manajemen kesehatan hewan termasuk manajemen reproduksi oleh penyuluh pendamping ibu Tosiah, SST dan petugas teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek.

Produksi susu kambing perah yang dibudidayakan antara 1-2 liter/ekor/hari dan dijual dengan harga rata – rata per liter 12.000, sedang bibit (calon induk/calon pejantan) sebagian dijual dan sebagian dipelihara untuk pengembangan,  sedang kotaran ternaknya diolah menjadi pupuk organik atau kompos dan dijual dengan harga 1000 / kg.

** Tosiah, SST
[Penyuluh Pertanian Kab. Trenggalek]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here