SBY Sebut Politik Mesti Beradab

0
Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung soal kepemimpinan dan kekuasaan politik di akun Twitternya yang mesti lebih beradab. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menyebut bahwa pernyataannya disampaikan kepada siapapun yang memiliki kekuasaan politik di segala tingkatan. SBY mengingatkan mengenai kepemimpinan yang bermoral.

“Bagi siapapun yang memegang kekuasaan politik, pada tingkat apapun, banyak cara berpolitik yang lebih bermoral & lebih beradab,” cuit SBY di akun Twitternya, Minggu (31/1) malam.

SBY juga merinci adanya tiga kelompok manusia dalam kepemimpinan. “Ada 3 golongan manusia, yaitu “the good”, “the bad” & “the ugly”. Kalau tidak bisa menjadi “the good” janganlah menjadi “the ugly”. *SBY*,” tulisnya.

Cuitan SBY tersebut diketahui tanpa disertai konteks situasi politik Tanah Air saat ini. Meski demikian, belakangan Partai Demokrat menjadi sorotan lantaran sikap tegas dalam revisi UU Pemilu untuk meniadakan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold, turun menjadi 0 persen.

Sebagian elite menilai langkah Demokrat dilakukan demi bisa mengusung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden (capres) 2024.

Dalam argumentasinya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Irwan mengatakan partainya ingin masyarakat bisa lebih leluasa dalam pencalonan presiden. Tidak seperti selama ini yang mensyaratkan 20 persen kursi DPR untuk bisa menjadi capres.

“Tidak benar penilaian itu. Bagi Partai Demokrat yang utama adalah bagaimana pilihan politik hukum yang akan diambil itu rasional, konstitusional dan menjamin daulat rakyat,” kata Irwan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1).

Irwan pun berkata bahwa presidential threshold dan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) tidak hanya soal angka, namun juga cerminan kondisi aspirasi masyarakat Indonesia.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here