Hujan Masih Turun, Warga Puncak Waspada!

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Bogor meminta warga di wilayah Puncak, Cisarua waspada pascabanjir bandang di kampung Gunung Mas RT 02/02 di Desa Tugu Selatan dan Tugu Utara, Selasa (19/01) pagi. Warga yang terdampak tetap berada di tempat pengungsian yang lebih aman karena hujan diperkirakan masih turun mengguyur Bogor dan sekitarnya.

“Untuk sementara ngungsi dulu beberapa hari ke depan sebelum nanti benar-benar aman,” ujar Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saat meninjau lokasi banjir bandang dan memberikan bantuan pangan.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Namun terdapat 900 atau 400 KK dievakuasi ke tempat yang aman. Banjir bandang yang dipenuhi lumpur dan material kayu dan bambu itu berasal dari aliran anak Sungai Ciliwung yakni Sungai Cisampay yang melewati perkebunan teh PTPN VIII atau Agrowisata Gunung Mas hingga merusak sejumlah rumah warga dan sempat menutup beberapa akses jalan.

Iwan menyebut banjir bandang tersebut terjadi bukan karena penggundulan hutan akibat pembalakan liar. Namun karena intensitas hujan yang tinggi. “Ya di sini hutan lindung. Tidak ada bangunan di atasnya, tidak ada penebangan. Yang ada air terjun yang memang intensitas air yang cukup tinggi, dan juga ada balok atau pohon yang tumbang yang menahan air, akhirnya jadi air bah. Kalau lihat dari wilayah sini, ini sangat steril dari penebangan liar, bangunan, dan sebagainya,” kata Iwan.

Dia menjelaskan, banjir bandang itu karena debit air di curug naik. Naiknya debit air, lanjutnya, karena laju air tertahan balok atau pohon tumbang. Selain itu, sambungnya, tingginya debit air hingga menyebabkan banjir bandang disebabkan oleh hujan yang turun sejak kemarin.”Jadi ada curug di sana, hujan terus-terusan, (ada) pohon tumbang, ya begitulah, jadi air bah,” tambahnya.

Hal yang sama juga dikatakan Camat Cisarua Deni Humaedi Alkasembawa. Peristiwa tersebut terjadi akibat meluapnya air Sungai Cisampay, hingga memasuki kawasan Agro Wisata Gunung Mas. “Sebelumnya memang sempat terjadi longsor. Ini kan hujan lama, aliran yang terhalang sehingga terjadi genangan dan air mengalir ke pemukiman,” ujar Deni.

Deni juga menolak anggapan banjir disebabkan karena proses pembangunan yang marak di Puncak. “Nggak ada, di atas itu hutan. Nggak ada pembangunan dan nggak ada penebangan hutan,” ujar Deni.

Sementara akibat kejadian tersebut, tujuh bangunan rusak dan 900 jiwa mengungsi di tiga titik pengungsian. “Warga di sekitar Gunung Mas yang kita ungsikan sekitar 900 jiwa, 400-an KK (kepala keluarga). Sementara warga diungsikan di tiga titik, antara lain di wisma Gunung Mas dan Kampung Rawa Belong,” kata Kades Tugu Selatan, M Eko.

Selain itu, lanjut Eko, banjir bandang telah merusak tujuh bangunan rumah dan warung milik warga di Kampung Gunung Mas yang lokasinya berada di sekitar aliran Sungai Cisampay. “Bangunan sementara yang terdampak itu ada tujuh bangunan, warung yang terbawa arus, namun belum teridentifikasi milik siapa. Namun sementara ada tujuh bangunan yang rusak,” tutur Eko.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here