Pancawati Jadi Sentra Wisata Kabupaten Bogor

0

Andalkan Sejuknya Udara dan Pemandangan Alam Kaki Gunung Pangrango

Caringin | Jurnal Inspirasi

Destinasi wisata di Kabupaten Bogor, bukan hanya kawasan Puncak yang lokasinya berada di Kecamatan Cisarua dan Megamendung saja, tapi ada di beberapa wilayah, satu diantaranya Pancawati, Kecamatan Caringin. Desa Pancawati, yang berada di kaki Gunung Pangrango, sekarang ini banyak diincar investor untuk membuka usaha, seperti resto dan kafe dengan latar belakang pemandangan alam nan indah dan udara yang sejuk.

Eko M. Restoe Boemi

“Pancawati merupakan surga tersembunyi yang ada di Kecamatan Caringan. Nah, potensi alam yang indah itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi, tentunya dengan tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,”kata Ketua Himpunan Pengusaha Kecamatan Caringin (HPKC) Eko M. Restoe Boemi, kepada Jurnal Bogor, Rabu (06/01).

Direktur Kedai Kopi Daong itu mengatakan, panaroma alam di Pancawati,sebenarnya tidak kalah dengan kawasan Puncak, bedanya di Pancawati tidak ada perkebunan teh. “Pancawati tinggal dikelola saja dengan baik. Saya optimis kedepan, destinasi wisata yang ada di Pancawati akan banyak mendatangkan keuntungan secara ekonomi, tak hanya untuk Pemerintah Kabupaten Bogor saja, tapi juga warga setempat, minimalnya dengan banyak destinasi wisata angka pengangguran pun bisa ditekan,” ujar Eko.

Namun, kata Eko, untuk menjadikan Pancawati, sebagai destinasi alternative setelah Puncak butuh waktu, karena selain memerlukan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, khususnya soal tata ruang dan pembenahan infrastruktur, pola pikir masyarakat pun harus ikut menyesuaikan. “Sektor wisata Kabupaten Bogor itu potensi sangat besar, sayangnya infrastruktur menuju lokasi atau tempat wisata itu kurang memadai, salah satunya kondisi jalan yang masih sempit,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang tinggal di Kecamatan Caringin, tepatnya di Desa Ciderum, Abdul Jalil membenarkan, potensi wilayah selatan, di luar Cisarua dan Megamendung, untuk dijadikan destinasi alternative dengan suguhan pemandangan alam sangat besar. “Nah, di sinilah perlu ada regulasi soal pemanfaatan ruang. Artinya antara pengembangan wisata dengan pelestarian lingkungan harus sejalan,” katanya.

Menurut Jalil, destinasi wisata di wilayah Caringin, khususnya Pancawati itu belakangan ini mulai dikenal pelancong dari berbagai daerah. “Jarak Pancawati dengan Jakarta kan tidak terlalu jauh, apalagi setelah adanya Jalan Tol Bocimi, jarak tempuh bisa dipersingkat, dan yang paling utama tidak ada kemacetan seperti di kawasan Puncak,”tutupnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here