Kota Bogor Miliki Eduwisata di Kampung Ciharahas

0
67

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus menggenjot dan menggali potensi pariwisata di ‘Kota Hujan’. Salah satunya dengan membuat kampung tematik sebagai destinasi wisata baru untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), pasca pandemi Covid-19.

Diantaranya adalah mengembangkan Kampung Ciharahas, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan sebagai destinasi eduwisata. Dalam pengembangannya Pemkot Bogor akan memanfaatkan alam untuk memikat para wisatawan datang ke kawasan Mulyaharja.

Kepala Disparbud Atep Budiman mengatakan, pengembangan potensi wisata alam di Kampung ciharahas sangat cocok karena memang masyarakat sedang menggemari wisata alam, seperti jargon dari Kementerian Pariwisata sehat, bersih, aman, nyaman indah dan pembangunan yang berkelanjutan.

Atep menyatakan, ketertarikan Pemkot Bogor untuk mengemas dan mengembangkan wilayah ini sebagai pariwisata alam lantaran nuansa alam yang kental, dimana daerah ini menjadi titik tertinggi di Kota Bogor.

“Kami juga sudah sering mengajak influencer untuk membantu mempromosikan daerah ini, kami sedang mempersiapkan diri menyambut potensi wisata di Ciharahas,” ujar Atep.

Sejak beberapa tahun lalu, daerah ini sering dijadikan tempat kunjungan oleh para pelajar, mahasiswa dan turis dari luar negeri. “Sudah ada wisatwan menginap mulai dari tiga hari sampai sepekan, mereka tak menginap di hotel, tapi menginap di rumah warga, karena memang ada warga yang menyewakan rumahnya sebagai home stay,” kata Atep.

Kampung Ciharas nantinya akan dibuat menjadi Kampung Sunda, dimana para wisatawan dapat menikmati kuliner khas Sunda, budaya, permainan tradisional, dan menyaksikan kebiasaan masyarakat Sunda asli sehari-hari. “Rumah-rumah disana nanti akan dikonsep menjadi rumah khas Sunda, makanannya juga demikian, tetapi penyajiannya akan dibuat sebaik mungkin dan higienis,” jelasnya.

Tak hanya itu, wisatawan yang datang ke daerah tersebut juga dapat belajar bagaimana cara menanam padi dan memanennya. Sebab di Kampung Ciharashas, masih terdapat lahan pertanian sekitar 23 hektare. Dimana, 3,5 hektare diantaranya merupakan lahan padi organik.

Kampung Ciharas juga merupakan destinasi wisata yang cocok bagi para penggemar tracking ke area perbukitan dan trail runner. Pada kilometer pertama, trek mulai menanjak. Namun peserta cukup dimanjakan dengan ilalang dan pemandangan Kota Bogor dari ketinggian. Terlebih, panorama Gunung Salak.

Mendekati titik akhir usai melalui berbagai trek yang menanjak, menurun terjal, jembatan bambu, jalan setapak dan sesekali melintasi pemukiman warga, akhirnya mereka mulai disuguhkan dengan hamparan persawahan yang hijau. 

Di sini mereka dijamu berbagai minuman dan makanan khas, seperti bajigur, aneka rebusan, nasi liwet hingga durian khas Bogor Selatan. Menu nasi liwet yang disajikan warga setempat cukup beragam, mulai dari tumis jantung pisang, pepes tahu, teri, jengkol, cungkring, dan lain sebagainya.

Saat ini, kata Atep, Disparbud tengah mengupayakan sarana prasarana penunjang. “Kami menargetkan untuk dapat mendatangkan turis mancanegara. Makanya perlu ada beberapa standar yang mesti kita perhatikan. Kita juga akan inventarisir apa saja yang perlu kita intervensi, untuk bisa mendukung dan mempromosikan ini,” ungkapnya.

Untuk anggaran, masih kata Atep, sebenarnya tahun ini sudah kita siapkan Rp2 miliar untuk ini, dan seharusnya pembangunan infrastruktur sudah dilakukan di tahun ini. Namun, karena pandemi harus dilakukan refocusing penanganan Covid-19.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here