Good Bye Trump!

0
88

Joe Biden Terpilih Lampaui Suara Elektoral

Washington | Jurnal Inspirasi

Joe Biden terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) dan wakilnya Kamala Harris. Dikutip dari Associated Press, Minggu (8/11), Joe Biden dipilih 75.198.127 orang yang meraih kemenangan 46 dari 50 negara bagian dengan 290 electoral college votes atau suara elektoral, sedangkan Donald Trump mendapat 214 suara electoral. Biden dalam pidato perdananya menyatakan, ini adalah waktu untuk menyembuhkan Amerika yang terpecah belah.

Seperti diketahui Amerika Serikat menganut sistem suara elektoral, dimana jika seorang kandidat berhasil mengumpulkan total 270 suara elektoral, dia menjadi pemenangnya tanpa melihat total perolehan suara.

Kemenangan Biden di negara bagian Pennsylvania yang menjadi medan pertempuran utama menempatkannya berada di atas ambang 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk meraih kursi kepresidenan. Hasil ini juga mengakhiri ketegangan selama empat hari terakhir dan mengirim para pendukungnya ke jalan-jalan di kota besar untuk merayakannya.

“Bangsa ini telah berbicara. Mereka telah memberi kami kemenangan yang jelas, kemenangan yang meyakinkan,” kata Biden kepada para pendukungnya yang membunyikan klakson dan bersorak di tempat parkir di kota asalnya Wilmington, Delaware seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/11).

Politisi Demokrat itu berjanji bahwa sebagai presiden ia akan berusaha untuk menyatukan negara dan mengerahkan kekuatan untuk memerangi pandemi virus Corona, membangun kembali kemakmuran ekonomi, menjamin perawatan kesehatan bagi keluarga Amerika, dan membasmi rasisme sistemik.

Tanpa menyebutkan saingannya dari Partai Republik secara langsung, Biden berbicara kepada 70 juta orang Amerika yang memberikan suara untuk mendukung Trump, beberapa di antaranya turun ke jalan pada hari Sabtu untuk berdemonstrasi menentang hasil pilpres.

“Untuk Anda semua yang memilih Presiden Trump, saya memahami kekecewaan malam ini. Saya sendiri telah kehilangan beberapa kali. Tapi sekarang, mari saling memberi kesempatan. Saatnya singkirkan retorika kasar, turunkan tensi, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi,” serunya. “Ini adalah waktu untuk menyembuhkan di Amerika,” cetusnya.

Dia juga berterima kasih kepada pemilih kulit hitam, mengatakan bahwa bahkan pada saat-saat terendah kampanyenya, komunitas Afrika-Amerika telah membela dirinya. “Mereka selalu mendukungku, dan aku akan mendukungmu,” katanya.
Dalam kesempatan itu Biden diperkenalkan oleh pasangannya, Senator AS Kamala Harris, yang akan menjadi wanita pertama, orang Amerika Hitam pertama dan orang Amerika keturunan Asia pertama yang menjabat sebagai wakil presiden, orang nomor dua di negara itu.

“Sungguh bukti karakter Joe bahwa ia memiliki keberanian untuk mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita, dan memilih seorang wanita sebagai wakil presidennya,” kata Harris.

Ucapan selamat mengalir kepada Joe Biden dari luar negeri, termasuk dari Perdana Menteri Inggris yang konservatif Boris Johnson, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Kanselir Jerman Angela Merkel, membuat Trump sulit untuk mendorong klaimnya yang berulang kali, tanpa bukti, soal kecurangan pemilu.

Trump, yang sedang bermain golf ketika jaringan televisi besar mengabarkan kemenangan pesaingan, segera menuduh Biden “bergegas untuk berpura-pura menjadi pemenang”. “Pemilihan ini masih jauh dari selesai,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pendukung Trump lainnya di New York, Gabriel Montalvo menyatakan,”Tim kampanye Trump telah mengisyaratkan bahwa ia akan melakukan tindakan hukum yang tegas di berbagai negara bagian. Proses politik Amerika terus berlanjut dan yang terjadi adalah media memainkan perang psikologis untuk membuat Presiden Trump tampak seperti pecundang yang menyakitkan melalui pengadilan opini publik. Trump mengklaim ada banyak kecurangan, namun ia tak menyodorkan bukti kecurangan yang dimaksud.

Data dan Fakta

  • Donald Trump tercatat sebagai presiden pertama sejak awal tahun 1990-an yang menjabat untuk satu periode saja.
  • Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) yang tertua dalam sejarah Amerika, saat dilantik pada 20 Januari 2021 mendatang. Joe Biden dilahirkan tahun 1942 saat Perang Dunia Kedua, dan akan berusia 78 tahun pada 20 November mendatang. Sebelumnya Presiden tertua AS adalah Ronald Reagan yang berusia 77 tahun saat mengakhiri jabatannya sebagai Presiden AS ke-40 pada tahun 1989.
  • Para bos dan tokoh pendiri perusahaan teknologi di AS bergembira, karena Joe Biden mengalahkan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS.
  • Keberhasilan Joe Biden di Pilpres melewati perjalanan yang panjang. Ia dua kali mencoba, yaitu pada 1987 dan 2008.
  • Donald Trump yang dinilai paling mendukung pendudukan Israel dengan mengorbankan hak-hak nasional Palestina. Selama beberapa dekade terakhir rakyat Palestina telah menderita dari bias yang ditunjukkan oleh pemerintahan AS.
  • Joe Biden memiliki wakilnya Kamala Harris akan menjadi wanita pertama dan orang kulit berwarna. Harris merupakan senator asal California, yang memiliki orang tua asal Jamaika dan India yang berimigrasi ke AS.

**ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here