25.7 C
Bogor
Tuesday, May 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 964

Gelar Infrastruktur Digital Masif, Komitmen Kominfo Hadirkan Konektivitas Berkualitas

0

Rumpun Pembangunan Infrastruktur Digital

JURNAL INSPIRASI – Disrupsi pandemi COVID-19 telah mengakselerasi adopsi dan utilisasi teknologi digital, termasuk di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, sesuai dengan arahan Menteri Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kominfo terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital di seluruh penjuru Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menangkap peluang di tengah tren positif pertumbuhan sektor Informatika dan Komunikasi (Infokom) nasional.

“Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional per kuartal yang cenderung fluktuatif, sektor Infokom secara konsisten tumbuh positif dan masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun global,” terang Dedy Permadi, Juru Bicara Kementerian Kominfo, dalam konferensi pers “Kaleidoskop Kementerian Kominfo Tahun 2021 dan Outlook Tahun 2022” (30/12).

Sebagai prasyarat bagi transformasi digital, pembangunan infrastruktur digital terus dilakukan secara komprehensif di tiga lapisan, yakni di lapisan backbone, middle-mile, dan last-mile, baik di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), maupun di daerah non-3T, pada tahun 2021 ini.

Di lapisan backbone atau tulang punggung, Kementerian Kominfo telah melakukan penggelaran jaringan kabel serat optik Palapa Ring, baik Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, maupun Palapa Ring Timur. Tahun 2021 ini sendiri merupakan tahun evaluasi atas pemanfaatan Palapa Ring. “Untuk meningkatkan utilisasi Palapa Ring, masih dibutuhkan penggelaran fiber optic untuk menghubungkan titik fiber optic yang belum terhubung baik di darat maupun di laut (SKKL),” tambah Dedy Permadi.

Sementara itu, di lapisan middle-mile, sektor telekomunikasi dan informatika Indonesia saat ini mendayagunakan 9 (sembilan) satelit telekomunikasi dengan kapasitas total 50 Gbps. Selain itu, proses konstruksi satelit multifungsi SATRIA-I juga telah dimulai untuk memenuhi kebutuhan kapasitas satelit yang makin meningkat. “Pada tahun 2021 telah dimulai rangkaian proses konstruksi satelit multifungsi SATRIA-I dengan kapasitas 150 Gbps, termasuk pembangunan komponen satelit dan roket di Prancis dan Amerika Serikat, serta 11 stasiun bumi di Indonesia,” terang Dedy Permadi.

Terakhir, di lapisan last-mile, Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah memulai pembangunan base transceiver station (BTS) di 9.113 desa/kelurahan yang belum memiliki akses 4G di wilayah 3T, serta bersinergi dengan operator seluler untuk pembangunan BTS di 3.435 desa/kelurahan di wilayah non-3T.

Setelah tersedianya akses konektivitas bagi masyarakat, Kementerian Kominfo juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan tekomunikasi. “Kementerian Kominfo telah menyelesaikan pembangunan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) yang akan mengukur Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE),” tambah Dedy Permadi. PMT dibangun untuk memastikan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia serta menindaklanjuti layanan atas keluhan masyarakat terkait gangguan layanan secara real-time di 514 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia.

Target dan Tantangan Pembangunan Infrastruktur Digital

Pada tahun 2022, Kementerian Kominfo akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital di ketiga lapisan. Di lapisan backbone, Kementerian Kominfo akan mengoptimalkan utilisasi jaringan kabel serat optik melalui pembangunan Palapa Ring Integrasi sepanjang 12.083 KM. Selanjutnya, di lapisan middle-mile, Kementerian Kominfo akan melakukan penambahan kapasitas satelit dan pembangunan gateway. “Di lapisan last-mile, menyelesaikan pembangunan BTS bersama operator seluler untuk memastikan jangkauan konektivitas 4G di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau sinyal 4G,” terang Dedy Permadi.

Pembangunan infrastruktur digital dilakukan di tengah berbagai tantangan. Pertama, terkait keterbatasan pembiayaan khususnya bagi pembangunan di wilayah 3T. “Kementerian Kominfo melakukan terobosan melalui skema bauran pembiayaan (blended financing),” ujar Dedy Permadi menjelaskan solusi yang diambil Kementerian Kominfo. Selain itu, kendala topografi, bentang alam, serta keberagaman medan menjadi salah satu tantangan juga dalam pembangunan infrastruktur digital. “Itu mendorong bauran pilihan teknologi telekomunikasi, serta inovasi dan adaptasi dalam proses pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur,” pungkas Dedy Permadi.

**fredyk-rs

Pemuda Kota Bogor, Fasha Maulana Dinobatkan Sebagai Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat

0

JURNAL INSPIRASI – Fasha Maulana, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor mampu mengharumkan Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat. Fasha Maulana dikukuhkan langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat.

Fasha Maulana

Kegiatan Pemilihan Duta Bela Negara diikuti oleh pelajar dan mahasiswa yang merupakan perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Proses pentahapan Pemilihan Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat dimulai dari pendaftaran peserta, seleksi administratif, pengumuman hasil seleksi Kabupaten/Kota, kegiatan webinar, dan puncak acara adalah kegiatan Camp Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus pengukuhan Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat.

Camp Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung pada tanggal 20 – 23 Desember 2021 di Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Kabupaten Bandung.

Program Camp Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Yayasan Wanadri.

Selama pelaksanaan acara, peserta Duta Bela Negara diberikan materi yang terkait Wawasan Kebangsaan, Nasionalisme, Bela Negara, Lingkungan Hidup, serta Kepemimpinan.

Diharapkan setelah mengikuti kegiatan Camp Duta Bela Negara, para peserta kembali ke daerah asal dengan membawa bekal nilai-nilai bela negara untuk disosialisasikan kepada para generasi muda.

**ass/rs

Desa Cigudeg Sampaikan LKPJ, Camat Apresiasi Keterbukaan

0

JURNAL INSPIRASI – Di penghujung tahun 2021 Pemerintah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor melaksanakan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2021.

Laporan ini dilakukan di gedung olahraga Desa Cigudeg yang turut dihadiri perangkat Desa  Cigudeg, Camat Cigudeg Pardi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat Desa Cigudeg.

Kegiatan yang merupakan bahan evaluasi atas kinerja Kepala Desa Cigudeg selama satu tahun tersebut mendapat apresiasi dari Camat Cigudeg hingga tokoh masyarakat.

“Kita bersama-sama sudah menyaksikan penyampaian laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan desa periode tahun 2021, tentunya ini merupakan suatu apresiasi bagi pemerintah desa dimana era keterbukaan dan pertanggung jawaban dari seorang kepala desa kepada BPD,” kata Camat Cigudeg Pardi, seusai rapat, Kamis (30/12).

Pardi menjelaskan, bahwa setiap akhir tahun penyelenggaraan pemerintahan kepala desa wajib menyampaikan laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada BPD.

“Walaupun di samping itu ada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) juga ada laporan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati melalui Camat dan juga ada informasi penyelenggaraa pemerintah desa,” jelasnya.

Menurut Pardi, Desa Cigudeg merupakan yang pertama melaksanakan penyampaian LKPJ. Bahkan ia mengimbau kepada desa lain di wilayah Kecamatan Cigudeg agar segera membuat laporan tersebut.

“Jadi ada 3 laporan yang wajib dilakukan oleh kepala desa itu setiap tahunnya, mudah-mudahan Desa Cigudeg ini bisa ditiru oleh desa-desa yang lain,” katanya.

Sementara, menurut Ketua BPD Cigudeg Asep Muhammad Satori,  meski secara umum hasil dari kegiatan yang sudah dilaksanakan tahun 2021 sudah dijelaskan oleh Kades, namun pihaknya akan mengevaluasi kembali.

“Nanti ini akan kita tuangkan dalam laporan kinerja BPD, semisal pembangunan-pembangunan yang diusulkan pada saat Musrenbang tidak terakomodir dalam APBDes tahun 2022,” ujarnya.

“Kedua tadi jelas ada semacam ketidak akuratan penerima BLT DD jadi ini yang perlu diperbaiki nanti ada pemuktahiran penerima BLT DD sehingga yang menerima itu harus betul-betul memenuhi syarat sebagai penerima, itu catatan kami,” tambahnya.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Cigudeg Agus Setiadi memaparkan, kepemimpinan kepala desa saat ini sangat jelas terbuka baik bangunan fisik maupun non fisik.

“Sangat jelas ada pembangunan dan jelas di laporan jelas juga di lapangan. Seperti BLT DD di Cigudeg ini sangat jelas dan sangat transparan,” paparnya.

Ia berharap pemerintah desa ini bisa melanjutkan peningkatan yang dilaksanakan oleh kepala desa.

“Peningkatan  di semua bidang baik insfratruktur maupun peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

**andres

Wanhay Larang CV. Oryano Ikut Bermain Proyek Di Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Terlambatnya pengerjaan proyek pembangunan unit gedung baru (UGB) atau unit sarana baru (USB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Caringin, Kecamatan Caringin yang dikerjakan CV. Oryano, disikapi tegas wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) tiga dari Fraksi Golkar, Wawan Haikal Kurdi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang sudah tiga periode itu pun minta, agar Dinas Pendidikan (Disdik) menindak tegas penyedia jasa yang mengerjakan proyek lanjutan UGB atau USB di SMPN 2 Caringin tersebut.

“Kalau memang waktu pengerjaan sesuai kontrak sudah habis, hentikan kegiatan pembangunannya. Dan tahun 2022, CV. Oryano tidak boleh lagi ikut bermain proyek di Kabupaten Bogor,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/12).

Menurut Wawan, banyaknya ditemukan proyek Disdik bermasalah, terutama diwaktu pelaksanaan pengerjaan yang telat, tentunya harus menjadi evaluasi bagi pengguna anggaran.

“Konsultan pengawas juga jangan diam saja. Laporkan terus progres pembangunan yang dikerjakan pelaksana,” papar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) atau Unit Sarana Baru (USB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV. Oryano hingga saat ini belum juga selesai.

Padahal, berdasarkan kontrak kerja yang tertera dipapan nama kegiatan, proyek dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor dengan menghabiskan anggaran sebesar 5,8 miliar itu, mulai pengerjaan tanggal 25 Agustus 2021 dan berakhir sampai 22 Desember 2021.

Dari pantauan Jurnal Bogor, para pekerja masih melakukan pengecatan gedung sekolah yang memiliki tiga lantai. Bahkan, sebagian para pekerja dari CV. Oryano masih mengerjakan pembangunan tembok pagar depan dan gerbang sekolah.

Ahmad, perwakilan CV. Oryano mengaku, saat ini program pembangunan sudah mencapai 97 persen. Karena, untuk pengecetan gedung terutama ruang kelas sebanyak tiga lantai, sudah hampir selesai.

“Walaupun warna cat nya sudah dicari dan saya sampai mencari ke Jakarta, pengecetan akhirnya selesai juga. Tinggal beberapa item saja yang sedang dikerjakan,” katanya kepada Jurnal Bogor di lokasi proyek, Rabu (29/12).

Adapun untuk taman, Ahmad mengatakan, tidak terlalu banyak taman yang dibuat. Sesuai didalam RAB, untuk taman hanya menanam beberapa pohon saja.

“Paling beberapa pohon yang ditanam. Dan itu lokasinya di atas atau setelah gerbang sekolah. Sarana olahraga seperti lapang futsal sedang dikerjakan,” jelasnya.

Ahmad menyatakan, ada beberapa kontruksi masjid yang dibangun pelaksana proyek pertama, harus diganti dan dilakukan pembangunan ulang.

“Termasuk dinding masjid juga kami harus pesan dulu bahan materialnya. Dan baru selesai tinggal dipasang saja,” ujarnya sambil menunjuk ke plat besi dengan ukuran panjang 3 kurang lebih 3X1 meter.

Saat ditanya terkait keterlambatan pengerjaan yang seharusnya selesai pada tanggal 22 Desember, Ahmad enggan berkomentar banyak.

Namun ia menjelaskan, kondisi bangunan dan lahan saat mulai dilakukan pengerjaan, banyak yang harus diperbaiki terutama tebingan sekolah.

“Tebing sekolah dikeruk lagi dan butuh waktu hampir satu minggu dalam pengerjaannya. Belum lagi kontruksi bangunan pertama yang harus dirapihkan ulang. Jadi saya kira kalau proyek lanjutan itu hanya tinggal melaksanakan kekurangannya saja, tapi ini malah seperti mengulang pembangunan lagi,” aku Ahmad.

** Dede Suhendar

Ketua Dewan Desak Pasar Tohaga Transparan

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mendesak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga transparan terkait adanya retribusi dari Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Citeureup yang bekerjasama dengan pihak ketiga.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, di era  keterbukaan informasi saat ini, terkait apapun harus ada transparansi. Begitupun dengan adanya retribusi yang diambil oleh pihak ketiga dan diserahkan kepada Perumda Pasar Tohaga jangan sampai ada yang ditutup – tutupi.

“Sekarang Perumda Pasar Tohaga harus terbuka juga, karena ini kan era keterbukaan jangan ditutup tutupi. Kalau semakin ditutupi  masyarakat makin penasaran kan, kita pun penekanan sekarang ini cuma satu Direktur Pasar Tohaga sudah sejauh mana terkait adanya retribusi tersebut,” tegasnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (30/12/21).

Pria yang memiliki perawakan tinggi itu menegaskan, pihak manapun yang berwirausaha dengan Pasar Citeureup, tentunya mereka sudah mengeluarkan biaya dan modal dan mereka bukan baru kemaren baru berdiri. Jika tidak transparan berapa pemasukan retribusi ke Perumda Tohaga akan menjadi kecurigaan masyarakat.

“Kalau bisa berdiri selama ini, dan sejauh ini, serta pihak pasar juga tutup mata, ini ada apa dengan pasar citereup sendiri. Jangan pedagang yang ada dikambinghitamkan, paling tidak kan kalau mereka berada di situ berarti kan ada retribusi ke Pemerintah Daerah melalui Perumda Pasar Tohaga, kalau tohaga sendiri menyampaikan tidak ada retribusi kenapa PKL masih disitu, toh itu lahan milik pasar Tohaga,” geramnya.

Dia menambahkan, jika ada ikatan kerjasama resmi antara Perumda Pasar Tohaga dengan pihak ketiga untuk menarik retribusi kepada para PKL, artinya ada keuntungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor melaui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) nya.

“Terkait pasar Citeureup, tentunya pihak terkait yang berkontrak antara Pasar Tohaga dengan pihak ketiga tentunya harus bisa menjelaskan sejauh mana dan seperti apa. Kalau memang ada kerjasama resmi berarti kan ada keuntungan kepada pemerintah daerah melalui BUMD nya yakni Perusahaan Umum Daerah Pasar Tohaga,” tegasnya.

Sebelumnya, Masih menjadi bahan pembicaraan akan aliran anggaran yang di tarik oleh pengelola PKL area TJU Pasar Citeureup, yang berjalan sejak tahun 2012 hingga saat ini, begitu pun dengan keberadaan surat sakti yang pernah dibuat antara PD Tohaga saat itu seolah melemahkan instansi terkait untuk bertindak dan menertibkan.

Mendapati hal tersebut sebelumnya, Humas Tohaga Defi, membenarkan adanya surat perjanjian yang dibuat oleh Kepala Pasar Citeureup 1 Mira dengan perorangan Nurlela untuk mengelola PKL di area TJU. Namun menurutnya perjanjian tersebut sudah tidak berlaku secara otomatis saat revitalisasi Pasar Citeureup 1 sudah selesai.

“Harusnya sudah tidak berlaku, karena kami membuat perjanjian tersebut hanya disaat revitalisasi Pasar Citeureup 1, dan pedagang yang tercacat saat ini sudah berada semua di dalam pasar,” beber Defi yang di dampingi tim hukum di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Menurutnya, ia tidak mengetahui apa masih masuk atau tidak setoran yang diambil oleh Bu Nurlela ke Perumda Tohaga. “saya akan kroscek kepada bendahara apa masih setoran atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, saat dimintai keterangan perihal adanya setoran masuk atau tidak oleh Jurnal Bogor melalui pesan singkat WhatsApp, Defi mengatakan bahwa Perumda Tohaga sudah tidak menerima setoran dari pengelola PKL di area PJU Pasar Citeureup.

“Sejak Tahun 2013 Perumda Tohaga sudah tidak menerima setoran dari pengelola PKL di area TJU ” bebernya.

** Nay Nur’ain

Terbaik Penerapan SPBE, Menteri Johnny: Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

0

JURNAL INSPIRASI – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapatkan penilaian dengan indeks tertinggi dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Tahun 2021. Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan capaian itu sebagai upaya melaksanakan akselerasi transformasi digital, khususnya di sektor pemerintahan digital. Adapun target akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang transparan, cepat dan efektif. Salah satunya dengan penerapan SPBE atau e-government agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih baik,” ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (29/12/2021).

Menurut Menteri Johnny, dalam peta jalan Indonesia Digital 2021-2024, terdapat empat sektor strategis akselerasi tranformasi digitakl sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan, implementasi pelaksanaan dan target capaian untuk transformasi digital Indonesia di empat sektor strategis yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital,” ungkapnya.

Kementerian Kominfo berusaha mencakup berbagai bidang secara komprehensif, salah satunya dalam pelaksanaan SPBE untuk mengembangkan pemerintahan digital.

“Kominfo sendiri, secara khusus mengambil tugas dan fungsinya sebagai Government Chief Technology Officer yang diatur di dalam Perpres SPBE. Kominfo mempunyai tugas dan fungsi pada pengembangan Pusat Data Nasional (Government Cloud), pelaksanaan interoperabilitas SPBE dan integrasi jaringan intranet pemerintah di bawah koordinasi Kementerian PAN RB. Ini semuanya tentu dalam rangka kemudahan dan efisiensi pelayanan publik,” papar Menkominfo.

Hasil Evaluasi

Tim KemenPAN dan RB bersama asesor eksternal telah melakukan verifikasi, validasi dan penilaian pelaksanan SPBE. Sesuai dengan Keputusan Menteri PAN dan RB No 1503 Tahun 2021 tentang Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah Tahun 2021, hasil evaluasi untuk Kementerian Kominfo tercatat di angka indeks SPBE 3,82 dari skala 1-4, atau masuk pada kategori sangat baik.

Berdasarkan hasil evaluasi itu, selain Kementerian Kominfo ada dua kementerian, dari 34 kementerian, yang memperoleh predikat SPBE sangat baik, yaitu Kementerian Keuangan dengan angka indeks 3,72 dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan angka indeks 3,68.

Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo mendorong penyelenggara sistem elektrronik untuk meningkatkan kualitas SPBE untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

“Saya mendorong pimpinan dan seluruh penyelenggara SPBE untuk meningkatkan kualitas penerapan SPBE sehingga dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Selain kementerian, evaluasi SPBE juga dilakukan untuk 25 lembaga pemerintah nonkementerian, 2 alat negara, sekretariat kabinet, 6 sekretariat jenderal lembaga negara, 2 lembaga penyiaran publik, dan 20 sekretariat lembaga nonstruktural. Hasil evaluasi SPBE juga mencakup 375 pemerintah kabupaten dan kota serta 35 pemerintah provinsi.

**fredyk-rls

Penyerahan 100 Sembako IndiHome Virtual Run and Ride 2021 oleh Telkom Regional 2 di Ciapus

0

JURNAL INSPIRASI – Sebagai perusahaan yang selalu berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Telkom Indonesia tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis di sektor Telekomunikasi.

Telkom Indonesia juga berupaya meningkatkan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat pada berbagai aspek kehidupan sebagai salah satu wujud terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan Telkom.

Dwi Pramono Juniarto, Deputy EVP Marketing Tekom Regional II menyerahkan donasi dari pelanggan Indihome ke masyarakat.

Selain menyediakan layanan internet broadband yang mendukung segala kegiatan masyarakat, Telkom juga kerap memberikan dukungan berupa rangkaian kegiatan bermanfaat, salah satunya melalui Rangkaian Hari Pelanggan Nasional.

Memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September, Telkom mengajak masyarakat untuk berpartisipasi pada “Virtual Ride and Run” sebagai upaya penerapan gaya hidup sehat, sembari ikut berdonasi bagi yang membutuhkan, khususnya bagi yang terdampak pandemi COVID-19.

COVID-19 realitanya tak kalah serius bila dibandingkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini telah bermutasi menjadi berbagai varian di tengah aktivitas masyarakat yang mulai mencoba bangkit pasca pandemi menyerang.

Hal ini memengaruhi perubahan gaya hidup maupun cara beraktivitas yang kian bergeser ke arah digital. Kegiatan meeting, olahraga, bahkan menyalurkan bantuan pun kerap dilaksanakan secara daring atau online.

Melalui “IndiHome Virtual Run and Ride 2021”, pelanggan dapat berlari dan bersepeda dari lokasi masing-masing dengan tetap terhubung melalui teknologi yang dapat melacak jarak tempuh dimana setiap kilometernya akan dikonversi ke dalam Rupiah menjadi nominal sebesar Rp 10ribu.

Adapun total donasi yang berhasil dikumpulkan untuk skala Nasional hingga akhir September 2021 mencapai Rp 500jt. Donasi yang terkumpul selanjutnya didistribusikan sebagai bentuk bantuan penanganan dampak dari COVID-19. Setelah sebelumnya Banten terpilih sebagai lokasi donasi, tahun ini Telkom Indonesia area Jabotabek & Banten menyentuh lokasi Cipayung dan Ciapus Jawa Barat.

“Bersama program ini, Telkom menunjukkan harapan agar seluruh masyarakat dapat menjaga semangatnya dalam melawan COVID-19 dan senantiasa mengingat bahwa saling membantu dan menguatkan antar sesama merupakan hal yang penting untuk dilakukan”, ujar Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional 2, Dwi Pratomo Juniarto, saat penyerahan 100 sembako kepada perwakilan warga Ciapus.

**prast-rls

Telkom Regional II Bogor Serahkan Donasi Pelanggan Indihome ke Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Dalam rangka rangkaian Hari Pelanggan Nasional, Telkom Ride  and Run 2021, Telkom Regional II Bogor memberikan donasi bantuan sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat sekitar dan jamaah masjid  Daarus Sholihin di Desa Tamansari, Ciapus, Bogor,  Kamis, 30 Desember 2021.

M. Nouvriyal

Acara yang dikemas dengan memperhatikan secara ketat protokol kesehatan, dimana semua harus mengecek suhu tubuh, memakai masker dan sanitizer. Acara ini di hadiri oleh Deputy EVP Marketing Telkom Regional II, Dwi Pratomo Juniarto, OSM Customer Care  Telkom Regional II, M. Nouvriyal, Kakandatel Bogor Rustam, Man OSM , tokoh masyarakat seperti ketua RW dan ketua DKM masjid serta perwakilan penerima bantuan tersebut.

BACA JUGA: Catatan Monumental Kota Bogor 2021

Acara yang dibuka oleh OSM Customer Care  Telkom Regional II, M. Nouvriyal dengan memberikan kata sambutan dengan mengatakan, “ Selamat datang dan terima kasih atas penyelenggaraan acara donasi ini, Donasi ini dari pelanggan indihome yang melakukan olah raga sepeda dan lari virtual, ride and run 2021. Dan hasilnya kita donasi ke masyarakat. “

Dwi Pramono Juniarto

Sementara itu Deputy EVP Marketing Telkom Regional II, Dwi Pramono Juniarto, menambahkan dalam kesempatan tersebut , ” hari ini adalah salah satu hari dimana tanggung jawab Telkom untuk membantu masyarakat dimasa pandemi, dan acara ini meruapakan agenda CSR,  dilaksanakan  tidak hanya di sini,  ditambah dengan memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN), melalui Ride and Run 2021, bersepeda dan lari virtual. Pelanggan yang bersepeda dan berlari virtual hasil nya akan dikonversikan ke rupiah, dan menjadi donasi ini.”

BACA JUGA: Tugu Pancakarsa Jadi Wajah Baru Pintu Masuk Kabupaten Bogor

“ Di Bogor sendiri hari ini berlangsung acara donasi ini di dua tempat, yaitu di Ciapus sekarang ini dan di  Cipayung. Acara ini merupakan wujud responsibilitas, tanggungjawab Telkom ke masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan apalagi di masa pendemi seperti ini.”

BACA JUGA: Menkominfo Terima Penghargaan TOP Leader on Digital Implementation 2021

“ Untuk itu saya juga mengingatkan agar selalu menjalankan prokes, karena kita masa pendemi, seperti memakai masker, menjauhi kerumunan, dan kita juga mengharapkan doa nya  supaya tetap bias  memberikan kontribusi untuk masyarakat dan Telkom yang masih perusahaan BUMN milik Merah Putih, tetap bias melalukan aktifitas bisnisnya, sukses dan membantu masyarakat” demikian pungkasnya.

 Sementara itu perwakilan warga yang disampaikan  oleh ketua DKM masjid Erwin Sugianto, mengatakan “”Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Telkom yang telah  membantu masyarakat kami di tengah pandemi, bantuan ini sangat berarti dan  semoga Telkom sukses terus, aamiin. ” pungkasnya.

**prast

Menkominfo Terima Penghargaan TOP Leader on Digital Implementation 2021

0

JURNAL INSPIRASI – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menerima penghargaan TOP Digital Awards 2021 untuk kategori TOP Leader on Digital Implementation 2021. Penghargaan itu diberikan atas pelaksanaan kebijakan akselerasi transformasi digital di Indonesia. Penghargaan diberikan dalam acara puncak  Top Digital Awards 2021 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Menkominfo, Johnny G. Plate dalam sambutan yang disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informasi Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan pihaknya sangat menyambut baik kegiatan ini.

“Kegiatan TOP DIGITAL Awards yang diselenggarakan oleh majalah ItWorks ini sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo yaitu percepatan transformasi digital. Oleh karenanya, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sangat mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Pemeritah terus berupaya mendorong peningkatan implementasi dan penggunaan teknologi digital, baik di instansi pemerintah, badan usaha maupun lembaga lainnya. Bahkan, Pemerintah, juga telah mengeluarkan kebijakan Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

“Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 14 Desember 2021, Kementerian Kominfo menggelar Forum SPBE yang dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Kominfo (Diskominfo). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran Diskominfo dalam mendukung terwujudnya smart government melalui implementasi SPBE,” ungkapnya.

Selain Menkominfo Johnny G. Plate penghargaan tertinggi juga diberikan kepada Kementerian Kominfo sebagai lembaga TOP DIGITAL Implementation 2021 #Level Stars 5. Selain itu, Kepala Pusat Data dan Sarana Informatika juga menerima penghargaan sebagai TOP CIO on Digital Implementation 2021.

Pemilihan pememang dilakukan dengan seleksi awal terhadap 800 calon peserta, hingga menghasilkan 200 kandidat terbaik. Pakar IT dan Dewan Juri, merekomendasikan calon perusahaan dan instansi pemerintah yang dinilai berhasil mengimplementasikan dan memanfaatkan teknologi digital. Hal itu didukung dengan hasil penilaian SPBE yang dilakukan Kemenpan RB sebagai pertimbangan dalam seleksi awal ini.

Kategori pemenang Implementasi TOP DIGITAL, dikelompokkan menjadi Star Level atau Star Level 1-5, sesuai dengan bidang usaha dan klasifikasi institusi. “Kriterianya adalah, pertama, apakah tata kelola TI (Kebijakan, Organisasi, Implementasi sistem dan prosedur) sudah baik dan telah diterapkan secara konsisten, dengan perbaikan terus-menerus,” jelas Ketua Dewan Juri Kalamullah Ramli.

Selain itu, lembaga yang dinilai berhasil perlu menerapkan  implementasi teknologi digital dan pemanfaatannya terintegrasi di seluruh divisi/unit kerja dan berdampak pada kinerja, daya saing, dan pelayanan kepada pelanggan atau masyarakat. Dan infrastruktur yang mendukung teknologi digital tersedia sesuai dengan kebutuhan saat ini dan dapat dikembangkan terus menerus untuk kebutuhan masa depan.

“Peraih penghargaan tingkat bintang 5 bukan berarti instansi/instansi pemerintah berada pada level yang sempurna. Namun selain memenuhi kriteria penilaian, Juri menambahkan kriteria khusus yaitu ada hal-hal yang terkait dengan pelaksanaannya. Pemanfaatan teknologi digital, atau ada solusi. bisnis yang menonjol, atau yang patut ditiru atau direkomendasikan ke instansi/perusahaan lain,” kata Kalamullah Ramli.

Sebelumnya di tahun 2020, Kementerian Kominfo merebut tiga penghargaan dalam ajang TOP DIGITAL Awards 2020. Ketiga penghargaan tersebut adalah TOP DIGITAL Implementation 2020 on Ministry # Level Stars 4, TOP DIGITAL Transformation Readiness 2020, dan TOP Leader on Digital Implementation 2020.

**fredyk-rs

Catatan Monumental Kota Bogor 2021

0

Pandemi covid-19 menghebat di tahun 2021. Di tengah kerja keras mengatasi pandemi, Pemerintah Kota Bogor tetap melaksanakan tugas menata dan membenahi kota. Ini yang membuat wajah Kota Bogor, sekarang tampak lebih rapi dan lebih cantik. Beberapa kegiatan pembangunan itu menjadi sebuah catatan monumental sepanjang tahun 2021.

Alun Alun Hingga Pedestrian

Awal Desember lalu, Alun Alun Kota Bogor diresmikan. Lahan seluas 1,7 hektar itu kini telah menjadi ruang publik terbuka hijau yang cantik dan asri di tengah hiruk pikuk pusat kota. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai alun alun ini berbeda dari alun-alun kota lain. Antara lain karena Alun Alun Kota Bogor memadukan unsur sejarah dan religi.  Selain berdampingan dengan Masjid Agung yang masih dalam proses pembangunan, juga menjadi halaman depan Stasiun Kereta Api Bogor sebagai bangunan bersejarah yang berumur 140 tahun.

Selain Alun Alun juga tercatat pembangunan beberapa infrastrutur. Diantaranya pembangunan pedestrian dan jalur sepeda di Jalan Pajajaran, Jalan Ir. H. Djuanda dan Jalan Jenderal Sudirman. Penataan pedestrian dan pembangunan jalur sepeda di tiga ruas jalan tersebut, melengkapi pedestrian dan jalur pesepeda yang sudah lebih dahulu dibangun di lingkar Kebun Raya.

Penataan Kawasan

Penataan kawasan berlangsung di Jalan Suryakencana, kawasan Situs Batutulis dan kawasan Danau Situ Gede. Penataan di Suryakencana berlangsung untuk melengkapi penataan yang dilakukan sebelumnya. Sedangkan penataan kawasan Danau Situ Gede dilakukan untuk mengoptimalkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru Kota Bogor. 

Penataan ketiga kawasan ini tidak hanya diarahkan untuk membenahi destinasi wisata Kota Bogor, tapi diarahkan juga pada tujuan pelestarian alam lingkungan serta pelestarian budaya. Jalan Suryakencana  adalah kawasan yang menyimpan banyak peninggalan sejarah perkembangan Bogor sebagai sebuah kota. Demikian juga  Batu Tulis adalah situ sejarah yang mengungkap keberadaan Kerajaan Pajajaran di wilayah Kota Bogor. Sedangkan Situ Gede adalah bagian dari lingkungan alam yang masih terpelihara kemanfaatannya.

Jembatan dan Gedung Baru

Di tahun 2021 juga berlangsung proyek strategis nasional, pembangunan rel kereta api ganda Bogor – Sukabumi. Sebanyak 3.000 Kepala Keluarga terdampak pada kegiatan itu. Selain menggusur beberapa rumah dan bangunan lain, proyek ini juga mengakibatkan sedikitnya 3 jembatan harus dibangun ulang. Masing-masing jembatan rel kereta di turunan Empang, jembatan di Jalan Pahlawan dan di Jalan Paledang.

Sedangkan proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat, selain Alun Alun dan kasawan Situ Gede, juga membantu pembangunan gedung  Bogor Creative Center (BCC). Gedung ini dibangun sebagai stimulan tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif di Kota Bogor. Sementara itu Pemerintah Kota Bogor melanjutkan pembangunan Masjid Agung dan merenovasi Masjid At Taqwa di lingkungan Balaikota dan pembangunan gedung perpustakaan

Pergerakan di Batas Kota

Pembangunan tidak hanya berdenyut di pusat kota, tapi juga di wilayah pinggiran. Diantaranya pembangunan pemukiman relokasi bagi warga terdampak pembangunan rel kereta api ganda Bogor – Sukabumi. Sebagian dari warga yang menerima uang kerohiman karena tergusur proyek tersebut, berinisiatif membangun pemukiman baru di Kelurahan Bojong Kerta. Pemerintah Kota Bogor memberikan bantuan pembangunan sarana dan prasarana pemukimannya termasuk sistem sanitasinya.

Perbaikan pemukiman juga menyentuh perbaikan rumah tidak layak huni. Sepanjang tahun 2021, total rumah tidak layak huni yang telah ditangani mencapai 7.660 unit. Dengan demikian sejak kegiatan ini dimulai tahun 2019, telah tertangani 17.157 unit RTH. Sementara itu di kawasan  Kayu Manis telah dilaksanakan pembangunan jalan Kayu Manis – Mekar Wangi. Sedangkan di Kelurahan Katulampa telah selesai dibuat pelebaran jalan penghubung antara Jalan R3 – akses masuk Perumahan Sumarecon. Di belahan utara, tepatnya di kawasan Tanah Baru berlangsung renovasi bangunan pasar tradisional.

Di belahan timur, berlangsung pembangunan Kampung Perca di Kelurahan Sindang Sari. Kampung Perca diarahkan untuk menjadi tambahan destinasi wisata baru Kota Bogor. Sekaligus di dalamnya terdapat upaya pemberdayaan ibu-ibu dan peningkatan ekonomi keluarga dengan mengaktifkan mereka berkriya dan berkarya dengan kain perca.

Bis Kita dan PKL

Catatan monumental tidak hanya untuk pembangunan fisik. Di tahun 2021, Kota Bogor mulai menunjukan usaha serius dalam menata masalah transportasi. Kini telah beroperasi Bis Kita Trans Pakuan yang melayani mobilitas warga yang untuk sejauh ini baru ada di  6 trayek. Sejak dioperasikan, lebih dari 52.000 orang telah terlayani dengan rata-rata jumlah terangkut 2.000 orang per hari biasa dan sekitar 3.000 di akhir pekan.

Sementara itu dalam hal penataan PKL, telah berhasil ditata beberapa lokasi PKL. Antara lain di kawasan Jalan Dr Andi Hakim di sekitar belakang RS PMI, Jalan Gagalur, Jalan Bangbarung dan di jalan R-3 Katulampa. Lokasi-lokasi bekas PKL tersebut kini ditata menjadi taman – taman kecil sebagai ruang terbuka hijau.

Kesibukan Vaksinasi sampai Kongres JKPI

Kegiatan lain yang menjadi catatan monumental 2021 adalah penyelenggaraan Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Kongres ini diikuti 40 kepala daerah dan 72 perwakilan dari kota dan kabupaten di Indonesia. Ini untuk pertama kalinya Kota Bogor menjadi tuan ruma penyelenggara kongres JKPI.

Aktivitas lain yang fenomenal di tahun 2021 adalah penyelenggaraan vaksinasi sebagai salah satu upaya mengatasi pandemi covid-19. Vaksinasi diselenggarakan dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran TNI dan POLRI. Terakhir vaksinasi diselenggarakan untuk kelompok anak usia 6 sampai dengan 11 tahun. Sampai menjelang akhir Desember 2021, warga Kota Bogor yang telah divaksin mencapai 92,01%.

Dalam hal penanganan pandemi, telah dioperasikan Rumah Sakit Lapangan khusus menangani penderita covid-19 di lingkungan GOR Pajajaran. Di bidang kesehatan, yang dilakukan bukan hanya penanganan pandemi, melainkan juga tercatat, adanya peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor. Rumah sakit yang dikelola Pemerintah Kota Bogor itu telah  menambah unit pelayanan dengan alat scanner MRI 3 Tesla, CT Scan 128 dan ESWL.

Di bidang pendidikan, telah dilaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di tingkat SD dan SMP. Hal ini telah menghidupkan kembali kegiatan berlajar mengajar di sekolah, setelah lebih dari satu tahun pandemi berlangsung.

Dalam hitungan hari, tahun 2021 segera berlalu. Tahun 2022 segera menjelang. Pembangunan dan penataan Kota Bogor akan tetap berdenyut, menghidupkan dan menumbuhkan Kota Hujan, untuk menjadi lebih indah, bersih, tertib, aman dan nyaman.

**advertorial