28.7 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 881

Kemenparefkraf Resmikan Bojongkulur jadi Desa Wisata

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Desa Bojongkulur resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Direktur Standarisasi Kompetensi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dalam sebuah acara peresmian  di desa tersebut pada Sabtu (18/6/2022).

Salah satu potensi  wisata yang telah dikembangkan warga Desa Bojongkulur adalah destinasi wisata kuliner  di Dermaga 6, Vila Nusa Indah 3 Blok KD, RT.06 RW 36. Destinasi wisata ini berlokasi di tepi Sungai Cikeas.  

Bertempat di Dermaga 6 acara peresmian Bojongkulur sebagai Desa Wisata berlangsung. Menandai peresmian itu, Direktur Standarisasi Kompetensi Kemenparekraf Titik Lestari sekaligus juga melakukan launching wisata Susur Sungai Cikeas. 

Peresmian ditandai dengan penyerahan dayung kepada pemandu wisata dan pelepasan tali perahu, dilanjutkan dengan kegiatan susur sungai. Susur sungai ini akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Desa Bojongkulur. 

Dalam sambutannya, Titik Lestari, mengingatkan kepada para pengelola desa wisata, bahwa 

pengembangan desa wisata harus memperhatikan tiga hal. Yakni adaptasi, kolaborasi, dan inovasi. 

“Adaptasi terkait dengan potensi yang dimiliki desa wisata, termasuk di dalamnya adalah keunikan yang harus ditonjolkan. Sementara kolaborasi harus dibangun dengan berbagai pihak agar upaya pengembangan desa wisata mendapat dukungan sarana dan prasarana. Adapun inovasi sudah dicontohkan oleh destinasi wisata kuliner di Dermaga6 di mana dapur untuk menyajikan masakan berada di rumah sejumlah warga,” papar Titik Lestari. 

Dia berharap pengelola desa wisata dapat memulai pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat dari hal terkecil dulu. Selanjutnya dikembangkan menjadi destinasi yang  lebih luas lagi. 

“Seperti Dermaga 6 ini pengelola Desa Wisata Bojongkulur diharapkan bukan hanya mengembangkan destinasi wisata kuliner, tetapi harus mampu  menjadikan Dermaga 6 sebagai  tempat pertemuan dan event lain dalam skala lebih  besar,” tambahnya.

Dia berjarap kedepannya apa yang sudah dimulai oleh Desa Wisata Bojongkulur  bisa membuka informasi ke khalayak umum, bahwa banyak desa sesungguhnya memiliki potensi untuk mengembangkan destinasi wisata. 

“Media massa dapat menggaungkannya, sehingga keberadaan desa wisata menggaung ke tingkat  nasional dan internasional,” ujarnya 

Menurutnya,  saat ini  desa wisata menjadi tren kunjungan wisatawan domestik maupun  mancanegara. Agar lebih dikenal, ia menyarankan agar  pihak pemerintah maupun swasta  diajak bekerjasama.

Kerjasama yang dibangun bisa dalam banyak rupa. Satu di antaranya   saat ada kegiatan yang melibatkan banyak peserta,  mereka bisa mengarahkan pesertanya berkunjung ke desa wisata. Misalnya ke Desa Wisata Bojongkulur, di mana destinasi wisata yang dikembangkan di sini  lebih mengutamakan kelestarian lingkungan hidup,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Reynaldi, menilai pentingnya masyarakat menjadikan sungai sebagai sahabat. Dia juga mengingatkan agar gerakan menjadikan sungai sebagai sahabat masyarakat dapat diikuti oleh semua pemerintah daerah, khususnya yang berdampingan dengan Kabupaten Bogor, seperti Kota Bekasi.

“Saya berharap semangat warga  Kabupaten Bogor, termasuk warga Bojongkulur, untuk mulai  menjadi  sahabat alam agar disambut daerah tetangga. Untuk itu,  pemerintah pusat harus turun karena kewenangannya ada di mereka. Jangan sampai negara tetangga tidak mendukung,” ujar Reynaldi. 

Menurutnya, dukungan ini dinilai perlu agar  dermaga yang telah dikembangkan sebagai destinasi wisata oleh Desa Bojongkulur  bisa terus terjaga dan termanfaatkan dengan baik. Sehingga keindahan Sungai Cikeas lebih maksimal terlihat. 

“Siapa sebenarnya yang mempunyai kewenangan penuh atas sungai ini?  Sehingga dermaga wisata yang dikembangkan ini bisa menjadi pilot project bagi desa lain. Kalau jadi sahabat, sungai tidak akan galak,” kata Reynaldi. 

Oleh karena itu, dia mengingatkan pentingnya masyarakat mengubah pola pikir bahwa alam bukan ancaman, namun bisa menjadi sahabat masyarakat. 

Senada disampaikan Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah,  bahwa pengelolaan dan pengembangan  desa wisata di desanya mendapat dukungan Dana Desa sebesar  Rp100 juta untuk tahun anggaran 2022.  

“Saya berharap dalam waktu dekat Bojongkulur sebagai desa wisata mendapat legalitas atau pengesahan Bupati Bogor , Sehingga kami bisa menindaklanjutinya ke tingkat provinsi dan pusat,” ujar Firman kepada Jurnal Bogor Senin (20/06/22).

Menurutnya , dalam pengelolaannya, Desa Wisata Bojongkulur menjadi unit atau anak usaha  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojongkulur dan di aliran Sungai Cikeas akan dikembangkan spot-spot transit di setiap dermaga wisata yang dibangun. Masing-masing dermaga akan memiliki keunikan masing-masing.

“Masyarakat agar jangan lagi mencaci maki sungai sebagai penyebab bencana seperti banjir. Mari, kita bersyukur kepada Allah. Karena potensi (sungai)  yang diberikan Tuhan itu sesungguhnya dapat kita manfaatkan dan kembangkan,” tuturnya.

Melalui pencanangan desa wisata ini, sambungnya, semoga dapat mengubah perilaku masyarakat dari yang tadinya menganggap sungai sebagai musibah menjadi sungai pembawah berkah ke depan. “Kita harus ubah pola hidup masyarakat dan lingkungan. Desa Bojongkulur harus ramah, bersih, nyaman, sejuk. 

Bila wisatawan suka dengan lokasi wisata di desa, maka warga bisa menyediakan  homestay nantinya untuk tempat menginap wisatawan. ”Kenyamanan harus disikapi pengelola agar tidak merugikan wisatawan,” ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 100 tamu undangan, hadir Kasi Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor serta Camat Gunung Putri,  anggota Badan Permusyawaratan Desa  Bojongkulur,  Ketua Asosiasi Desa Wisata Kabuparen Bogor, Direktur BUMDes BTM, Ketua RW 36, dan Ketua RT.06/RW 36.

** Nay Nur’ain

Sering Macet di Jalan Alternatif Ciawi, LSM Ancam Somasi Pemkab Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Maraknya aduan masyarakat terkait kondisi Jalan Alternatif Veteran III Banjarwaru-Tapos, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, yang setiap akhir pekan kerap terjadi kemacetan parah, ternyata disikapi keras Ketua Umum Jaringan advokasi masyarakat Jangkar Pakuan Pajajaran (JPP), Saleh Nurangga.

Saleh meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan instansi terkait menyiapkan konsep pelarangan bagi kendaraan besar, seperti bus dan truk yang melintas di ruas jalan alternatif Veteran III Banjarwaru-Tapos tersebut.

“Saya rasa Pemkab Bogor harus ada tindakan berupa pelarangan bagi kendaraan besar melintas di jalur itu.  Banyaknya aduan warga yang diterima, JPP akan melayangkan somasi ke Pemkab Bogor,” ungkapnya kepada wartawan.

Persiapan konsep larangan melintas bagi kendaraan besar, kata Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat ini, harus terlebih dahulu disosialisasikan kepada sejumlah pengusaha wisata yang menggunakan Jalan Banjarwaru-Tapos sebagai akses utama menuju ke lokasi usahanya.

Selain bus besar yang menyebabkan kemacetan, lanjut Saleh, hilir mudiknya truk pengangkut material untuk proyek pembangunan bendungan Sukamahi-Gadog pada malam hari menyebabkan kerusakan jalan.

“Itu kan jalan alternatif, harusnya tidak dilalui kendaraan besar. Dimana letak pengawasan instansi terkait sehingga masyarakat dirugikan,” jelasnya.

Saleh menegaskan, adanya permasalahan ini Pemkab Bogor harus melakukan evaluasi dan pengecekan kembali terkait perizinan sejumlah lokasi wisata, baik yang ada di wilayah Kecamatan Ciawi hingga Kecamatan Caringin, karena diduga masih ada lokasi wisata yang belum lengkap legalitasnya.

“Evaluasi dan pengecekan perizinan itu kewajiban pemerintah melalui dinas terkait, terutama izin analisis dampak lingkungan lalulintas (Amdal Lalin). Terlebih ruas jalan alternatif ini, tidak boleh dilintasi kendaraan besar, seperti truk dan bus,” paparnya.

Tokoh masyarakat Ciawi, Baehaki Wibowo menyatakan, Pemerintah Daerah dan pengusaha tempat wisata harus mencarikan solusi agar kemacetan yang terjadi bisa teratasi. Pasalnya, dampak dari kemacetan, sangat dirasakan oleh masyarakat.

 “Jika terus dibiarkan, masyarakat pengguna jalan terganggu. Jadi harus dicarikan solusinya,” pintanya.

Ia menjelaskan, kemacetan di Jalur Alternatif Banjarwaru-Tapos salah satunya disebabkan oleh kendaraan bus dan truk yang lebarnya hampir sama dengan ruas jalan.

Wibowo, mengusulkan pembuatan lokasi parkir khusus kendaraan besar yang akan masuk ke sejumlah lokasi wisata, kemudian menyediakan angkutan khusus dari lokasi parkir kendaraan besar ke tempat-tempat yang dituju.

 “Kalau truk pengangkut material untuk proyek pembangunan Bendungan Sukamahi-Gadog, yah tidak boleh melintas karena jalan cepat rusak. Bus wisata, sebaiknya dibuatkan lokasi parkir khusus di sekitar Ciawi atau Gadog,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pemkab Bogor Sukses Jadi Tuan Rumah HUT APKASI Ke-22

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-22 di Kabupaten Bogor ditutup dengan pertandingan sepakbola persahabatan antara tim APKASI dengan tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, di Stadion Pakansari, Cibinong, Ahad (19/6).

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan yang turut serta dalam pertandingan sepakbola tersebut mengatakan, umumnya para tamu undangan HUT APKASI, diantaranya para Bupati se-Indonesia menyatakan kepuasannya dan memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemkab Bogor jadi tuan rumah.

“Alhamdulillah para tamu undangan sangat antusias dan memberikan apresiasi, umumnya mereka menyatakan kepuasannya dengan sambutan kami sebagai tuan rumah HUT APKASI ke-22”, terang Iwan.

Salah satunya, tambah Iwan, mereka senang dan bahagia bisa menikmati alam yang indah sekaligus menggunakan fasilitas olahraga seperti bermain di lapangan golf terbaik di Asia Tenggara.

Untuk diketahui, HUT APKASI ke–22 di Kabupaten Bogor dirangkaikan dengan pemilihan Putri Otonomi Indonesia, di Hotel Pullman Vimala Hills Ciawi. Pertandingan APKASI Golf Charity Tournament 2022, di Rainbow Hills Golf Club, Babakan Madang, dan ditutup dengan pertandingan sepakbola persahabatan antara tim APKASI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Stadion Pakansari Cibinong.

“Untuk pertandingan sepakbola persahabatan, antusias peserta juga tinggi, karena banyak juga para kepala daerah di APKASI yang hobi main sepakbola”, ujar Iwan Setiawan.

**ass

Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia Tutup Malam Puncak HUT APKASI Ke-22 Di Kabupaten Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Final pemilihan Putri Otonomi Indonesia menjadi agenda penutup malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Kegiatan dilaksanakan di Vimala Ballroom Hotel Pullman Vimala Hills, Ciawi, Sabtu (18/6). Kabupaten Bogor tahun ini menjadi tuan rumah penyelengaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan peringatan HUT APKASI ke-22.

Sebagai informasi, juara pertama pemilihan Putri Otonomi Indonesia tahun 2022 adalah, Kabupaten Tapanuli Utara. Runner Up 1 yakni Kabupaten Kebumen, Runner Up 2 Kabupaten Banyumas, dan Runner Up 3 Kabupaten Bandung. Sementara Kabupaten Bogor menjadi juara favorit.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor dirinya mengucapkan terima kasih sudah menjadikan Kabupaten Bogor jadi tuan rumah Rakernas APKASI ke-14 dan HUT APKASI ke-22, serta pemilihan Putri Otonomi Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kedatangan delegasi pemerintah kabupaten dari seluruh tanah air, dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan berdampak pada kebangkitan sektor pariwisata dan UMKM di Kabupaten Bogor.

“Kami semua menyambut gembira kedatangan delegasi APKASI dan Putri Otonomi Indonesia. Kami mohon maaf jika masih terdapat kekurangan dalam penyambutan dan penerimaan kami,” ungkap Iwan.

Soal pemilihan Putri Otonomi Indonesia, Iwan menjelaskan, Putri Otonomi Indonesia ini adalah putri terbaik dari seluruh Indonesia, semoga kegiatan ini bisa meningkatkan keharmonisan budaya di nusantara.

“Bisa mempromosikan potensi daerah, mengawal otonomi daerah dan saling berkolaborasi dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Presidensi G-20 di Indonesia”, ucap Iwan Setiawan.

Beikutnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo menyebutkan, di usia yang ke-22 tahun ini, saya memberikan apresiasi kepada segenap jajaran APKASI atas segala upaya pada pembangunan di daerah masing-masing. Semoga momentum ini semakin memantapkan komitmen dan eksistensi APKASI untuk mewujudkan visi dan misinya.

APKASI hadir melalui deklarasi pemerintah daerah kabupaten pada tanggal 30 Mei 2000 di Jakarta. APKASI terus tumbuh dan menjadi asosiasi pemerintah daerah terbesar dengan 416 anggota, yang berasal dari seluruh pemerintah kabupaten di Indonesia.  Dengan tujuan yang sama yaitu mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan nasional dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

“Saya berharap para bupati sebagai bagian dari APKASI dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional melalui terobosan kreatif dari bidang layanan seperti sektor pertanian, prikanan dan yang lainnya, untuk menambah pendapatan daerahnya masing-masing,” terang John Wempi.

Wamendagri juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan pemilihan Puteri Otonomi Indonesia tahun 2022. Berharap para Puteri Otonomi Indonesia dapat mendukung program APKASI untuk mendorong pembangunan daerah, mempromosikan berbagai potensi unggulan daerah masing-masing seperti parawisata, produk unggulan daerah dan lain-lain, juga menjadi penyambung lidah APKASI terutama untuk kalangan millennial.

“Puteri Otonomi Indonesia adalah role model para generasi muda Indonesia yang di masa depan akan menjadi pilar dan penggerak otonomi daerah,” tandas John Wempi.

Ketua Umum APKASI, Sutan Riska Tuanku Kerajaan menuturkan, sebagai ketua umum ia mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-22, semoga APKASI semakin baik kedepan.

“Kekompakan adalah tujuan utama bagi kita untuk menyalurkan aspirasi kita di 416 kabupaten di seluruh Indonesia.  APKASI adalah penyambung lidah dari daerah kepada pemerintah pusat,” tutur Sutan.

Ia menambahkan, semoga kekompakan ini bisa kita jaga dengan baik, kita saling mengingatkan, bersama-sama kita saling menguatkan APKASI untuk masa yang akan datang.

**ass

Hasil Geledah SMK Generasi Mandiri, Kejaksaan Bawa Alat Bukti 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) bersama tim Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Kamis (16/6/22), telah selesai melakukan penggeledahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Generasi Mandiri di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Penggeledahan tersebut dilakukan lantaran adanya dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Ajaran 2018 – 2021 di SMK Generasi Mandiri.

Kedatangan Tim Adhyaksa yang langsung dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Dodi Wiraatmadja itu untuk menemukan alat bukti yang diduga digunakan untuk sarana dalam penyalahgunaan Dana BOS.

“Pada Kesempatan tersebut, penggeledahan dilakukan untuk menemukan barang bukti yang diduga digunakan sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana BOS dan dalam rangka untuk memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan oleh jaksa penyidik dalam tahap penyidikan,” ungkap Dodi Wiraatmaja kepada Jurnal Bogor , Jum’at (17/6/22).

Dodi menambahkan, dalam pelaksanaan penggeledahan tersebut tim Pidsus telah menyita beberapa dokumen untuk kemudian nantinya akan dilakukan analisa. 

“Sehingga dari barang bukti tersebut dapat dilakukan penghitungan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari penyalahgunaan anggaran Dana BOS tahun 2018-2021,” paparnya.

Untuk mempercepat penghitungan kerugian negara yang dilakukan oleh SMK Generasi Mandiri, sambung Dodi, pihaknya akan menggandeng Inspektorat Kabupaten Bogor.

“Dan untuk mendukung serta mempercepat proses penyidikan, tim Pidsus Kejari Kabupaten Bogor juga telah meminta Inspektorat Kabupaten Bogor untuk menghitung besarnya kerugian keuangan negara yang timbul dari penyimpangan penggunaan anggaran BOS tersebut,” pungkasnya.

Dodi juga memaparkan, bahwa kegiatan penggeledahan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-01/M.2.18/Fd.1/06/2022 tanggal 15 Juni 2022 dan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor  Nomor : Print-1600/M.2.18/Fd/06/2022 tanggal 16 Juni 2022.

Diberitakan sebelumnya, Sekolah SMK Generasi Mandiri (GM) di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor didatangi Tim seksi pidana khusus dan seksi intel Kejaksaaan Negeri Kabupaten Bogor, Kamis (16/6/22).

Kedatangan personil Adhyaksa tersebut untuk menggeledah Kantor Kepala Sekolah (Kepsek) dan Bendahara SMK Generasi Mandiri, karena adanya dugaan penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di sekolah kejuruan itu selama empat angkatan atau dari tahun ajaran 2019  hingga 2021.

“Hari ini, dalam tahap penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yaitu penyalahgunaan keuangan atau dana BOS di SMK Generasi Mandiri, kami menggeledah Kantor Kepsek dan Bendaharanya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Agustian Sunaryo melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Dodi Wiraatmaja kepada wartawan.

** Nay Nur’ain

Kedatangan UAS, Warga Jonggol Penuhi Masjid Cikal Harapan

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Ribuan warga Bogor antusias menghadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) yang diadakan di Masjid Cikal Harapan di Perumahan Citra Indah City Jonggol, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (17/6/2022) malam.

Salah satu warga yang mengikuti tabligh Akbar, Candra sangat senang dengan kehadiran Ustadz Abdul Somad.

“Sangat senang pastinya kehadiran beliau (Ustadz Abdul Somad), karena memang kan beliau jarang kesini,” ucapnya kepada Jurnal Bogor.

Demi menyambut Ustadz Abdul Somad, dirinya hadir di masjid dari sore hari bersama dengan keluarga.

“Saya datang bersama keluarga, dan saya datang sebelum magrib kesini, ya karena saya senang ada Ustadz Abdul Somad disini,” kata Candra.

Senada disampaikan Camat Jonggol Andri Rahman dimana kehadiran UAS di Jonggol mendapatkan respons baik dari masyarakat yang memang mencintainya, meski ada desas desus penolakan UAS di Jonggol dan itu tidak benar.

” Untuk segi pengamanan sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian dan untuk pemerintahan Jonggol sendiri kami selalu mendukung hal – hal yang positif di masyakat , terbukti ribuan masa memadati masjid di Citra Indah ini, saking cintanya pada beliau ” papar Andri kepada Jurnal Bogor, Sabtu (16/06/22).

Jonggol jelasnya mayoritas muslim, sehingga tidak mungkin kehadiran ulama besar ada penolakan. Dia mengatakan, sebagai warga harus pandai – pandai membaca dan melihat situasi serta jangan mau diprovokasi oleh siapapun apalagi menyangkut agama yang merupakan jati diri seseorang.

“Mari kita berpikir positif dan jangan mudah terprovokasi oleh hal – hal yang bisa memecah belah kita,” harap mantan Lurah Pakansari tersebut. 

Pantauan Jurnal Bogor terlihat ribuan warga antusias dengan hadirnya Ustadz Abdul Somad dari balita hingga orang tua ikut hadir dalam acara tabligh Akbar tersebut.

** Nay / Wisnu.

Pemdes dan Katar Ciangsana Gelar Donor Darah 

0

Gununh Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa (Pemdes) Ciangsana, bekerjasama dengan Karangtaruna (Katar) Marga Bakti menggelar Donor Darah di Kantor Sementara Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/6/22).

Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra, S.H mengatakan, pelaksanaan donor darah ini diperuntukan bagi warga dan lingkungan Desa Ciangsana yang ingin mendonorkan darahnya.

“Kegiatan ini adalah kegiatan sosial bagi warga yang ingin mendonorkan darahnya,  jadi program donor darah ini merupakan program sukses dunia akhirat, darah yang disumbangkan bisa menolong orang lain yang sedang membutuhkan darah di rumah sakit,” ucap Udin Saputra kepada Jurnal Bogor.

Ia menjelaskan, kegiatan donor darah ini juga dibantu oleh Palang Merah Indonesia (PMI), dan pelaksanaannya  dilaksanakan di Kantor sementara Desa Ciangsana.

“Kita bekerjasama juga dengan PMI menggelar donor darah ini, yang dilaksanakan  di Kantor sementara Desa Ciangsana, mudah mudahan ini menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua,” paparnya.

Sementara Ketua Karangtaruna Marga Bakti Andi Kinang, S.H mengatakan, kegiatan Donor darah yang dilaksanakan di kantor sementara Desa Ciangsana untuki warga Desa Ciangsana dan umum yang ingin mendonorkan darahnya.

“Hari ini kita mengadakan kegiatan donor darah bagi warga Desa Ciangsana dan umum yang ingin mendonorkan darahnya untuk membantu pasien yang rawat di Rumah Sakit membutuhkan darah, semoga dengan kita mendonorkan darah bisa membantu orang banyak, dan menjadikan amal ibadah,” tuturnya.

Masih kata dia, warga yang datang untuk mendonorkan darahnya kurang lebih sebanyak 53 orang, dan kegiatan donor darah ini rutin diadakan setiap 4 bulan sekali oleh Karangtaruna Marga Bakti, bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Ciangsana.

“Alhamdulillah yang mendonorkan darahnya pada hari ini sebanyak 53 orang mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan darah, saya sangat berterimakasih kepada warga yang sudah mendonorkan darahnya, ini bentuk kepedulian sosial bagi sesama, dan kegiatan donor darah ini, adalah kegiatan rutin 4 bulan sekali yang dilaksanakan Katar dan Pemdes Ciangsana,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Polres Tangkap Pelaku Penembakan Penagih Utang

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Jajaran Polres Bogor menangkap dan mengamankan satu dari tiga pelaku kasus penembakan terhadap Fuad Zamrudin (29), warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. 

“Kami jajaran Polres Bogor berhasil mengungkap satu pelaku berinisial ML, yang di mana pelaku ini melakukan aksi kekerasan hingga penembakan kepada salah seorang korban bernama Fuad Zamrudin,” ungkap Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan saat jumpa pers di Polsek Cileungsi, Jumat (17/6/2022). 

Kapolres Iman menjelaskan, kasus ini bermotifkan penagihan utang yang berujung tindak pindana.

“Jadi pelaku ini menagih utang, senilai Rp200 juta, saat itu pelaku ini menemui korban di rumahnya, hingga terjadilah aksi kekerasan,” papar imam.

Selain mengamankan pelaku berinisial ML, sambung ia,  jajaran Polres Bogor mengamankan barang bukti satu unit kendaraan berjenis Suzuki Karimun bernopol D 1235 AGW.

“Kemudian satu pucuk senjata air softgun bersama beberapa butir pelurunya, dan satu buah handphone,” bebernya.

Akibat kejadian tersebut, ucapnya korban mengalami luka tembak di bagian lengan, dan lebam di bagian muka akibat kekerasan yang dilakukan para pelaku. 

“Satu orang pelaku berinisial ML ditangkap, dan 3 lainnya masih buron,” ucapnya.

Pelaku dikenakan pasal 170 KUH Pidana dengan ancaman lima tahun penjara. Dan kasus ini masih dalam penyidikan kepolisian Polres Bogor.pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

PHRI Sikapi Soal Dugaan Broker Hotel

0



Megamendung | Jurnal Bogor
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo, menanggapi adanya dugaan permainan broker dalam kegiatan rapat sejumlah dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena hanya dilaksanakan di hotel-hotel tertentu. Ia mengaku tidak pernah dilibatkan ataupun adanya koordinasi dari dinas-dinas terkait kegiatan rapat maupun acara di hotel.

“Selama ini PHRI tidak pernah dilibatkan atau diajak bicara oleh dinas-dinas di Pemkab Bogor berkaitan dengan kegiatan acara maupun rapat mereka,” ujarnya saat ditemui wartawan di Hotel Mars Cipayung, Sabtu (18/06).

Soal adanya dugaan broker hotel, kata dia, jika memang ada harus diselidiki kebenaranya agar asumsi yang beredarnya tidak semakin meluas.

Menurut Budi, hotel yang bisa dijadikan lokasi kegiatan dinas pemerintah harus memenuhi berbagai persyaratan dan terdaftar di LPSE, namun dirinya tidak menampik jika kedekatan dengan panitia kegiatan atau pejabat terkait menjadi salah satu faktor pendukung.
“Legalitas harus lengkap dan terdaftar di LPSE baru bisa menjadi lokasi kegiatan dinas, tapi ya faktor kedekatan juga diperlukan,” ungkapnya.

Dari sekian banyaknya hotel dan restoran di Kabupaten Bogor, sambungnya, saat hanya hanya 128 hotel dan restoran yang tergabung di PHRI. Lebih lanjut, Budi menjelaskan, kegiatan rapat dinas tidak hanya dilakukan di hotel-hotel yang berada di kawasan Puncak tapi juga dilaksanakan di wilayah lainnya seperti di kawasan Sentul, Babakan Madang.

“Dalam menentukan lokasi acara tentu pihak panitia memiliki berbagai pertimbangan misalkan lokasi hotel yang tidak jauh dari persimpangan Gadog agar peserta rapat tidak terjebak kemacetan dan faktor lainnya. Setiap hotel ada bagian marketing tersendiri, jadi dalam mencari tamu hotel tidak melalui PHRI akan tetapi kami berharap Pemkab Bogor melalui dinas-dinas bisa melibatkan kami dalam kegiatan rapat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Cipayung, Kecamatan Megamendung, Cacuh Budiawan, mengaku miris karena kegiatan rapat dinas dilaksanakan di hotel alias tidak merata, padahal pemerintah Desa Cipayung melalui Badan Usaha Milik Desa (Bum Des), mengelola hotel agar ada peningkatan pendapatan desa untuk dipergunakan pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.

“Hotel yang dikelola Bum Des Cipayung itu diresmikan oleh Bupati Bogor, tapi kenapa tidak pernah ada rapat dari dinas dilaksanakan disini? Harusnya berbagi lah, kan penghasilannya untuk pembangunan wilayah bukan masuk kantong pribadi pengusaha hotel,” katanya.

Cacuh menuding, adanya kekhawatiran sejumlah pengusaha terhadap kemajuan Bum Des yang mengelola hotel akan menggerus pendapatan mereka. Karena, jika hotel yang dikelola BumDes Cipayung bisa diandalkan dalam peningkatan pendapatan desa, tidak menutup kemungkinan semua BumDes di kawasan Puncak akan mengelola hotel di desa masing-masing.

“Apakah ada kekhawatiran jika pendapatan hotel yang dikelola Bum Des akan meningkat, sehingga merasa tersaingi,” kesalnya.

Sementara itu, Peneliti Indonesia Morality Watch (IMW) Bogor Raya, Reza Mahendra berpendapat, dibanding soal legalitas dan kapasitas hotel, dugaan faktor kedekatan dengan pejabat dan panitia kegiatan lebih dominan agar bisa menjadi lokasi kegiatan rapat dinas. Untuk itu, dinas terkait maupun aparat hukum diminta menyelidiki penggunaan anggaran kegiatan dinas di hotel karena bersumber dari uang rakyat.

“Soal legalitas dan fasilitas sudah tentu dimiliki hotel-hotel yang mengeluh karena tidak pernah dijadikan lokasi rapat dinas, karena mereka mengetahui secara pasti persyaratan yang dimaksud. Faktor kedekatan itu yang menjadi persoalan saat ini, jadi dinas terkait maupun aparat hukum musti menyelidiki kegiatan yang dibiayai duit rakyat tersebut,” tukasnya.

** Dede Suhendar 

Warga Cisarua Keluhkan Jalan Citumbuk- Parigi Rusak Parah

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Puluhan tahun Jalan Citumbuk- Parigi, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan cukup parah. Padahal status jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat.

“Itu jalan akses pendidikan ke SDN Parigi dan SMPN Satu Atap bahkan akses pertanian juga,” ungkap salah satu warga Desa Cisarua yang juga merupakan Ketua KNPI Kecamatan Nanggung Isev Firdaus, kemarin.

Menurutnya, masyarakat banyak yang tergantung di pertanian yang mana melintasi jalan tersebut, namun akibat jalannya sudah tidak layak banyak pengendara yang mengalami kecelakaan.

“Sudah puluhan tahun kondisi jalan sangat memperhatikan yang sudah tidak tersisa lagi aspal, yang tersisa itu hanya batu dan tanah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa jalan tersebut pernah diresmikan oleh Bupati Rahmat Yasin 2009 silam.

“Jadi 2009 dibangun sampai 2022 ini belum ada perbaikan lagi, padahal itu jalan milik Kabupaten,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat Desa Cisarua yang akan ke kantor desa pun harus terpaksa melewati akses jalan desa tetangga yang mana cukup jauh.

Padahal, tambahnya. pihak desa sudah sering kali mengusulkan melalui sistem online maupun setiap tahun Musrenbang selalu ditanyakan.

“Saya berharap jalan tersebut untuk segera di perbaiki mengingat akses ini sangat penting menuju akses pendidikan, perkebunan tentunya akses untuk mobilitas masyarakat,” tukasnya.

** Andres