30.1 C
Bogor
Wednesday, April 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 71

800 Karateka Suksekan Liga Pelajar Tahun 2025

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak 800 karateka dari 50 Dojo Se Bogor Raya tampak antusias mengikuti event karate bergengsi dengan label Liga Pelajar Tahun 2025.

Event Karate Liga Pelajar 2025 merupakan salah satu agenda tahunan yang digelar oleh FORKI Kabupaten Bogor dan dilangsungkan di GOR Laga Satria, Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu, (30/11/2025)

Sekretaris FORKI Kabupaten Bogor, Muhammad Taufan Sahara Putra mengatakan, event Karate Liga Pelajar tersebut udah memasuki tahun ke -5 dan selalu menjadi ajang yang ditunggu tunggu para atlet Karate se Bogor Raya.

Pada awalnya kami nentargetkan Liga Pelajar ini bisa di ikuti lebih dari 500 peserta dan alhamdulillah peserta yang ikut sebanyak 800 peserta ini sangat luar biasa,” ujar Muhammad Taufan Sahara Putra, Senin (1/12/2025)

Ia berharap dari event Liga Pelajat ini bisa menjadi ajang silaturahmi Karateka di Bogor Raya.

Selain itu, tambah Owner dari Liandra Project ini ajang Liga Pelajar juga sebagai media yang tepat bagi para atlet Karate pelajar dari SD sampai SMA untuk unjuk bakat dan berprestasi.

Ia juga mengucapkan rasa bangga kepada Kadisdik Kabupaten Bogor Rusliandy yang hadir dan membuka Liga Pelajar tahun 2025 pada hari minggu lalu.

Tak hanya itu, sambung Taufan, Kadisdik Kabupaten Bogor sangat mendukung program atau event olahraga yang melibatkan para pelajar .

” Dukungan dari Pak Kadisdik Kabupaten Bogor tersebut tentunya akan menjadi Lokomotif bagi kami untuk terus menggerakan berbagai Kompetisi karate antar pelajar se Bogor Raya atau se Kabupaten Bogor,” papar Taufan.

Dalam Liga Pelajar tahun 2025, Dojo GOR Pajajaran Kota Bogor berhasil jadi juara umum dengan mendulang 19 Emas, 14 Perak dan 15 Perunggu.

Posisi kedua ditempati oleh Dojo Chrysant dengan mengoleksi 8 Emas, 2 Perak dan 5 Perungu.

Sedangkan posisi ketiga ditempati Dojo Atur Aja Bang dengan meraih 5 Emas, 6 Perak dan 7 Perunggu. ( ded/Sep)

Guna Percepatan Program Kerja, DPD Solidarity Squad Resmi Lantik 13 Divisi DPD dan 11 DPC di Kota Depok

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPD Solidarity Squad Kota Depok Jane Nadeak resmi melantik 13 Divisi DPD dan Ketua, Sekertaris dan Bendahara (KSB) 11 DPC Solidarity Squad  di 11 Kecamatan Kota Depok guna menjalankan visi dan misi serta program kerja yang telah dibuat oleh organisasi Solidarity Squad, pelantikan diselenggarakan di White House Godong Ijo Jl. Cinangka Raya No. 60, Serua, Bojongsari Depok pada hari minggu, 30 November 2025.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut antara lain : Ir Zarjani Ketua DPW Solidarity Squad Jawa barat , Binton Napdapdap Anggota Dewan DPRD kota Depok komisi A (Dewan pembina) serta Perwakilan Ketua DPP Solidarity Squad bidang pembinaan organisasi, kaderisasi dan politik

Jane mengatakan bahwa nama-nama yang diusulkan untuk menjadi pengurus Divisi DPD dan DPC Solidarity Squad dinilai cakap dan mampu untuk berkomitmen menjalankan amanah organisasi, 13 Divisi tersebut : 1. Divisi Komunikasi & Informasi (Kominfo), 2. Perlindungan Ibu & Anak 3. Divisi Organisasi & Kaderisasi (OKK) 4. Divisi Advokasi Hukum & Ham. 5. Divisi UMKM & Ekonomi Kreatif. 6. Divisi Kepemudaan & Olah Raga. 7. Divisi Pemberdayaan Perempuan. 8. Divisi Pendidikan & Pelatihan. 9. Divisi Pengabdian Sosial & Masyarakat. 10. Divisi Hubungan Antar Lembaga. 11.  Divisi Penelitian & Pengembangan. 12. Divisi Seni Budaya. 13. Divisi Tenaga Kerja & Kesejahteraan Anggota.

Adapun untuk KSB 11 DPC Kecamatan Kota Depok adalah 1. DPC SS Bojongsar.i 2. DPC SS Sawangan. 3. DPC SS Limo. 4. DPC SS Cimanggis 5. DPC SS Sukmajaya. 6. DPC SS Tapos. 7. DPC SS Beji. 8. DPC SS Pancoran mas. 9. DPC SS Cilodong. 10. DPC SS.Cinere. 11. DPC SS Cipayung

“Hari ini Solidarity Squad Kota Depok secara resmi dan sah melantik KSB 11 DPC dan 13 Divisi DPD dengan jumlah 63 orang yang mana dinilai cakap dan mampu untuk berkomitmen menjalankan amanah organisasi ini secara baik.” ucap Jane

Ir Zarjani Ketua DPW Solidarity Squad menegaskan jika dirinya sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh DPD Solidarity Squad kota depok yang sangat antusias dan pergerakannya sangat masif dengan pelantikan dan pengesahan 11 KSB DPC Kota Depok dan 13 Divisi guna menjalankan program-program organisasi.

“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah DPD SS Kota Depok yang sangat antusias dalam melantik dan mengsahkan 11 KSB DPC SS Kota Depok , sebagaj DPD SS yang baru dan termuda  saya menilai DPD SS Kota Depok sangat masif dan agresif dalam percepatan sehingga sampai hari ini DPD SS Kota Depok sudah pada posisi ke 4  dari 27 Kabupaten Provinsi di Jawa barat untuk anggotanya yang 1. Kabupaten Bekasi. 2. Karawang. 3. Purwakarta. 4. Depok mengalahkan Kabupaten Bandung Barat.”tegas Ir Zarjani Ketua DPW SS Jawa Barat

Ditempat yang sama, Binton Napdapdap Anggota Dewan DPRD Kota Depok Komisi A selaku Dewan pembina menambahkan, jika kegiatan hari ini untuk menguatkan Visi dan Misi Solidarity Squad

“Iya sesuai namanya Solidarity, hari ini kita mengukuhkan KSB 11 DPC dan 13 Divisi untuk menyamakan visi dan misi dalam arti berpikir bahwa hidup itu harus Solideritas untuk sesama.”pungkasnya

Melalui pelantikan para pengurus KSB 11 DPC dan 13 Divisi Kota Depok ini diharapkan mampu menyamakan Visi dan Misi organisasi Solideritas Squad dalam menjadikan organisasi yang solid dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan anggotanya.

(Erwin)

Bacang Panas Pak Hadi, Pendatang Baru yang Jadi Buruan di Surya Kencana

0

jurnalinspirasi.co.id – Kuliner yang mulai hadir sejak tahun 2023 kembali menjadi sorotan publik setelah namanya masuk ke salah satu kuliner rekomendasi Surya Kencana di media sosial. Salah satu yang tengah ramai dibicarakan adalah Bacang Panas Pak Hadi yang berlokasi di Jalan Surya Kencana, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kawasan Surya Kencana memang dikenal sebagai pusat kuliner yang selalu hidup, baik oleh makanan legendaris maupun pendatang baru yang semakin meramaikan suasana.

“Bacang Panas Pak Hadi sendiri mulai berdiri di tahun 2023 atau sekitar tiga tahun yang lalu,” ujar salah satu pegawai Bacang Panas.

Meski tergolong baru, Bacang Panas Pak Hadi berkembang cukup pesat berkat ramainya pengunjung. Saat ini, kuliner tersebut telah memiliki empat cabang di Kota Bogor. Gerainya buka mulai pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam.

“Kita memang terbilang kuliner baru di Surya Kencana, tapi alhamdulillah sudah memiliki empat cabang di Kota Bogor. Salah satunya di Surya Kencana. Untuk jam bukanya sendiri mulai dari jam 08.00 sampai jam 20.00 malam,” tambahnya.

Bacang Panas Pak Hadi menawarkan lima varian isian, yaitu ketan daging, ketan ayam, nasi ayam, nasi daging, serta telur asin daging yang menjadi menu best seller. Harga setiap varian mulai dari 10.000 hingga 20.000 rupiah.

“Kita ada lima varian rasa, namun yang best seller adalah telur asin daging, dan itu hanya tersedia di weekend,” jelasnya.

Kehadiran Bacang Panas Pak Hadi semakin memperkaya pilihan kuliner di Surya Kencana. Meski masih terbilang baru, rasanya yang khas dan varian yang menarik membuatnya menjadi salah satu buruan para pecinta kuliner yang datang ke Kota Bogor.

(*)

Prabowo Dinilai Masih Dibayangi Legasi Jokowi, Akademisi UIKA Dorong Diferensiasi Kepemimpinan

0

jurnalinspirasi.co.id — Arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pandangan kritis disampaikan dalam Podcast Teras Algoritma pada 29 November 2025. Menanggapi dinamika tersebut, Akademisi UIKA Bogor sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI), Yama Sumbodo, memberikan analisis terkait tantangan pemerintahan Prabowo, khususnya soal legasi Jokowi dan diplomasi luar negeri.

Dalam podcast itu, Sri Rajasa Candra menilai langkah Prabowo masih berada dalam bayang-bayang kebijakan pemerintahan sebelumnya. “Prabowo ini masih dibebani oleh legasi Jokowi… ibarat film Jenggo,” ungkapnya. Ia menyoroti bagaimana struktur politik dan jaringan kekuasaan era Jokowi masih memengaruhi arah kebijakan pemerintah saat ini.

Merespons hal itu, Yama Sumbodo menilai bahwa pengaruh legasi Jokowi memang tidak dapat dipisahkan dari fase awal pemerintahan Prabowo. Namun, menurutnya, Prabowo memerlukan ruang untuk menghadirkan identitas kepemimpinan yang lebih tegas. “Warisan kebijakan dan struktur politik era Jokowi memang memiliki pengaruh besar terhadap ruang gerak Presiden Prabowo. Kontinuitas tetap penting sebagai modal stabilitas, tetapi Prabowo juga perlu diberi ruang untuk menunjukkan diferensiasi kebijakan dan gaya kepemimpinannya,” jelas Yama saat diwawancarai JurnalBogor, Minggu (30/11/2025).

Yama menilai publik menunggu pembaruan nyata agar pemerintahan Prabowo tidak dipersepsikan sekadar sebagai kelanjutan rezim sebelumnya, melainkan membawa arah baru yang relevan dan berorientasi solusi.

Dalam aspek diplomasi, pengamat politik Rocky Gerung memberi penilaian positif. Ia menilai Prabowo berhasil mengangkat kembali reputasi Indonesia di tingkat global. “Prabowo berhasil menyelamatkan image Indonesia… mengembalikan ingatan publik bahwa Indonesia global player,” ujar Rocky.

Yama sependapat bahwa diplomasi Prabowo menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun, ia menegaskan pentingnya penerjemahan capaian internasional ke dalam manfaat nyata bagi masyarakat. “Diplomasi Presiden Prabowo memang menunjukkan hasil positif. Tapi alangkah lebih baik bila capaian global ini segera dikonversi menjadi manfaat konkret di dalam negeri, baik dalam bentuk kerja sama maupun dampak ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Yama melihat bahwa keberhasilan diplomasi dapat menjadi modal politik kuat bagi pemerintah, selama diimbangi dengan kebijakan domestik yang langsung menyentuh kebutuhan publik.

(*)

Polresta Gerebek Produksi Mie dan Pangsit Ilegal Gunakan Bahan Kimia Berbahaya

0

jurnalinspirasi.co.id — Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota menggerebek sebuah rumah produksi mie dan pangsit ilegal di kawasan Kedung Halang, Kota Bogor, pada Jumat malam. Penggerebekan dilakukan setelah polisi menemukan adanya penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pembuatan produk makanan yang dipasarkan dengan merek Wayang. Dikutip oleh JurnalBogor pada unggahan akun TikTok Metrobogor pada 29 November 2025.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah bahan non-pangan yang tidak semestinya digunakan dalam produksi makanan. “Itu ada barang-barang seperti bahan baku seperti terigu kemudian potasium kemudian baking soda, tawas dan yang lainnya untuk dalam pencampuran,” ujar Aji.

Ia mengungkap bahwa di dalam rumah tersebut ditemukan mesin produksi mie dan pangsit yang digunakan untuk memproses bahan-bahan tersebut. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan komposisi yang tercantum pada kemasan. “Kita mendapati bahwa dalam perumahan di PKPN ini ada memproduksi barang berupa mie dan pangsit yang tidak sesuai dengan komposisinya,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua orang pekerja yang berada di lokasi. Mereka diduga sebagai pihak yang menjalankan produksi sehari-hari, sementara pemilik usaha belum berhasil diamankan. “Yang kita amankan pada hari ini itu merupakan pekerja, jadi kita akan lakukan pengejaran terhadap pelaku usaha yang memang betul harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tegas Aji.

Usai penggerebekan, polisi memasang garis police line, menyita berbagai bahan kimia, serta mengamankan sejumlah mesin produksi sebagai barang bukti. Penyidik juga tengah melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan kandungan lengkap bahan campuran dan tingkat bahayanya bagi masyarakat.

Kompol Aji menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengembangan kasus untuk menelusuri jaringan distribusi maupun pemasok bahan kimia tersebut. “Setelah kita lakukan penggerebekan kita lakukan police line kemudian kita amankan beberapa barang bukti. Kita akan lakukan penyelidikan dan kita akan melakukan pengembangan,” ujarnya.

Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk pangan serta melaporkan apabila menemukan indikasi praktik produksi makanan yang tidak memenuhi standar keamanan.

(*)

Raisya Rider Muda Potensial Kabupaten Bogor

0

Jurnalinspirasi.co.id – Babak Kualifikasi ( BK ) Porprov Jabar 2025 hanya menggelar nomor Road Race Putra dan Putri digelar dengan jarak tempuh 54 Km dari Kota Bekasi hingga Kabupaten Cianjur.

Para pembalap sepeda Kabupaten Bogor berhasil merajai Road Race Putra dan Putri dengan mengoleksi 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu

Satu medali emas Tim Sepeda Kabupaten Bogor diraih oleh Raisya Rahmadani Putri Hambali dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit, 7 detik.

Usai mencapai garis finish, Raisya langsung terharu dan sempat meneteskan air mata dan disalami para mantan pembalap Kabupaten Bogor yang saat ini jadi jajaran pelatih dan pengurus ISSI Kabupaten Bogor.

Raisya merupakan salah satu atlet muda potensial binaan ISSI Kabupaten Bogor saat ini.

Ketua ISSI kabupaten Bogor, Tedi Kurniawan mengaku sangat bangga para pembalap binaannya tampil gemilang dan meraih tiket Porprov Jabar 2026 mendatang.

” Alhamdulilah anak anak bisa tampil maksimal dan memuaskan. Hasil BK Porprov Jabar 2025 Ini akan menjadi bekal menuju Porprov Jabar 2026,” ujar Tedi Kurniawan.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas perjuangan dan totalitas semua atlet, jajaran pelatih, official dan managerial Tim Sepeda Kabupaten Bogor pada BK Porprov Jabar 2025 ini dalam memberikan prestasi Istimewa bagi Bumi Tegar Beriman.

Dalam hal yang sama, Tedi Andrian yang akrab disapa Jabrik salah satu Coach Road Race ISSI Kabupaten Bogor menilai trek dalam BK Porprov Jabar 2025 ini sangat menantang karena ada trek menanjak sepanjang 5 Km mendekati garis finish di Puncak Pinus, Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur

” Keren para pembalap ISSI Kabupaten Bogor baik putra atau putrri bisa tampil maksimal dan meraih prestasi istimewa pada BK Porprov Jabar 2025,” paparnya. ( ded/Sep)

Sebanyak 101 Pembalap Sepeda dari 18 Prengcab ISSI Se Jawa Barat ambil bagian dalam Babak Kualifikasi ( BK) Porprov Jabar 2025 yang dilangsungkan Minggu ini

0

Jurnalinspirasi.co.id – Pelaksanaan BK Porprov Jabar 2025 cabor Sepeda ini dihadiri langsung oleh Ketua ISSI Jabar, Iman Firmansyah dan jajaran pengurus

BK Porprov Jabar 2025 cabor sepeda ini hanya mempertandingkan nomor Road Race Putra dan Putri dengan jarak tempuh 54 Km dengan Star di Citra Grand Bekasi ( Kota Bekasi) melintasi jalan raya Cileungsi, Jonggol, Cariu, Tanjung Sari ( Kabupayten Bogor) dan finish di Puncak Pinus ( Kabupaten Cianjur.

Dari 101 rider yang ambil bagian dalam BK Porprov Jabar 2025 cabor sepeda 82 diantaranya.para pembalap putra sedangkan untuk pembalap putri diikuti oleh 19 pembalap. Dalam BK Porprov Jabar 2025 para rider ISSI Kabupaten Bogor mampu mendominasi Podium.

Pada nomor Road Race Putra, Ahmad Zaljian salah satu pembalap Kota Bandung berhasil mencapai finish pertama dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit, 4 sekaligus berhasil meraih medali emas.

Peringkat Kedua ditempati pembalap ISSI Kabupaten Bogor atas nama Muhamad Hafidz dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit, 23 detik dan meraih medali perak.

Sementara itu, Muhamad Fahri yang juga berasal dari ISSI Kabupaten Bogor harus puas mendapatkan medali perunggu setelah menempati posisi finish ketiga dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit, 33 detik.

Posisi keempat ditempati oleh dua pembalap Kota Bogor yakni Ilham Prakasa dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit, 43 detik dan posisi kelina ditempati oleh Andika Saputra yang juga dari Kota Bogor dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit, 51 detik.

Sementara itu, para pembalap putri ISSI Kabupaten Bogor mendominasi Road Race Putri dan berhasil meraih medali emas dan perak.

Medali emas Road Race Putri disabet oleh Raisya Rahmadani Putri Hambali dengan catatan waktu 1 jam, 16 menit, 7 detik.

Sella Anggraini yang juga dari Kabupaten Bogor berhasil meraih medali perak saat finish pada urutan kedua dengan catatan waktu 1 jam, 16 menit, 50 detiik.

Medali perunggu Road Race Putri diraih oleh Ghea Agustin dari Kota Bandung dengan catatan waktu 1 jam, 16 menit, 55 detik

Peringkat keempat ditempati oleh Shaskya Putri Almahbub dari Kabupaten Bogor dengan catatan waktu 1 jam, 17 menit, 30 detik.

Sementara posisi kelima kembali ditempati pembalap binaan ISSI Kabupaten Bogor nama Fitri Septiani dengan catatan waktu 1 jam, 18 menit.
” Alhamdulilah atlet atlet sepeda Kabupaten Bogor berhasil menorehkan prestasi fantastis pada BK Porprov Jabar 2025 dengan meraih 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu,” ujar Tedi Andrian salah satu pelatih Road Race ISSI Kabupaten Bogor, Minggu (30/11/2025)

Tedi mengatakan, ini hasil yang sudah diprediksi dari awal dan ini akan menjadi modal penting saat Porprov Jabar 2026.

” Dengan hasil ini maka 21 atlet ISSI Kabupaten Bogor dipastikan lolos Porprov Jabar 2026 mendatang. Karena penentuan kuota atlet yang lolos ini berdasarkan hasil capaian posisi juara dalam BK Porprov Jabar 2025,” papar Tedi Andrian.( ded/Sep)

KSO Lemahkan Penegakan Aturan Lingkungan di Puncak

0

jurnalinspirasi.co.id – Terjadinya bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejumlah pemerhati lingkungan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk tidak abai mengenai kerusakan lingkungan khususnya di kawasan Puncak.

“Dengan terjadinya bencana alam di Sumatera, justeru Pemkab Bogor jangan sampai lupa dan mengabaikan kerusakan lingkungan khususnya di kawasan Puncak. Pemkab Bogor harus berani menegakkan aturan lingkungan dan tata ruang dengan menertibkan bangunan-bangunan tanpa izin di kawasan pariwisata Puncak,” kata Ketua Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Bogor (LPLHB), Yadi, Minggu (30/11/2025).

Yadi menyebut, lemahnya penegakan aturan lingkungan dan tata ruang oleh Pemkab Bogor terbukti dengan makin menjamurnya vila, resort, dan tempat wisata tanpa izin di kawasan Puncak, di Kecamatan Cisarua dan Megamendung.

“Contohnya di Desa Citeko Kecamatan Cisarua, dalam kurun lima tahun terakhir muncul Kampung Ulin, Tiara Camp, dan Gayatri. Semua berdiri tanpa perizinan PBG atau Persetujuan Bangunan Gedung. Mereka hanya bermodal Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PTPN. Sehingga beberapa bulan lalu mereka semua disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Yadi pun mendesak agar Pemkab Bogor tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan. “Jangan sampai misalnya karena Kampung Ulin diduga dimiliki oleh mantan Bupati Bogor, lantas Pemkab Bogor melakukan pembiaran. Ini akan menjadi preseden buruk dalam penegakan aturan. Pejabat dan tokoh Bogor seharusnya memberikan teladan yang baik,” tegasnya.

Seperti di Kampung Ulin, Gayatri, maupun Tiara Camp berdiri di lahan PTPN 1 Regional 2 yang semula merupakan perkebunan teh. Kondisi terkini lahan seluas 13 hektare tersebut telah disulap menjadi area komersial yang difungsikan sebagai wahana wisata outdoor, berupa area perkemahan, lapangan bola komersil, restoran, jalan yang dihotmix alias diaspal dan sebagainya.

(Dadang Supriatna)

Jembatan Cijulang tak Kunjung Dibangun, Dua Desa Lakukan Unjuk Rasa

0

jurnalinspirasi.co.id – Warga Kampung Cijulang, Muara, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kembali menyuarakan keluhan atas kondisi jembatan penghubung antar desa dan dua kecamatan — Megamendung dan Cisarua — yang telah rusak hampir satu tahun terakhir. Kerusakan jembatan yang belum terselesaikan itu membuat akses ribuan warga terhambat dan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Perwakilan warga Cijulang, Iman Sukarya, mengatakan bahwa kondisi jembatan yang rusak telah lama menjadi beban berat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut sebelumnya merupakan satu-satunya akses utama bagi warga untuk bekerja, berbelanja kebutuhan pokok, hingga mengakses layanan kesehatan.

“Sudah hampir satu tahun kami terisolasi. Jembatan ini dulu bisa dilalui mobil dan jadi urat nadi ekonomi warga. Sejak rusak diterjang banjir besar pada Maret 2025, aktivitas kami sangat terganggu. Mobil tidak bisa lewat, usaha warga jadi macet, bahkan anak-anak sekolah harus memutar jauh,” ujar Iman, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan, warga bukan hanya meminta perbaikan sementara, tetapi pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh dan layak.

“Kami ingin pemerintah membangun jembatan yang benar-benar kuat. Bukan sifatnya sementara. Setiap tahun Sungai Ciliwung meluap, kalau konstruksinya jembatan rawayan, ya cepat rusak lagi. Lebih baik bangun permanen yang berkualitas sekalian, supaya manfaatnya panjang,” jelasnya.

Terkait aspirasi pemekaran Desa Kopo, Iman menyebut bahwa masyarakat sudah sejak lama mengusulkan pembentukan desa definitif agar pelayanan publik lebih dekat dan merata.

“Kami sudah berkali-kali meminta kejelasan kepada pihak desa, kecamatan, sampai bupati. Saat peresmian Jembatan Rawayan dulu ada janji pembangunan lanjutan, tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Kalau terus dibiarkan, kami siap melakukan aksi lanjutan hingga ke tingkat kabupaten,” tegas Iman.

Ia berharap pemerintah dan DPRD Dapil 3 segera turun tangan karena kondisi ini berdampak langsung pada ribuan warga di wilayah Cijulang, Muara, Cisarua Dalam, Leuwimalang, hingga kawasan vila di sekitar jembatan.

(Dadang Supriatna)

Jaga Produktivitas dan Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Ajak Petani Terapkan Inovasi Padi Apung

0

CIAWi – Tantangan perubahan iklim semakin nyata berdampak pada sektor pertanian. Lahan-lahan pertanian yang kerap tergenang banjir mengakibatkan penurunan produktivitas dan mengancam stabilitas pangan nasional. Menyikapi kondisi tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Bertani On Cloud (BOC) Volume 332, Kamis (27/11/2025) secara virtual.

Mengusung tema “Produktivitas Tak Boleh Tenggelam, Inovasi Padi Apung Jadi Penopang Swasembada Pangan”, BOC kali ini mengajak petani, penyuluh, dan pelaku usaha tani di seluruh Indonesia untuk mempelajari inovasi budidaya padi apung, solusi adaptif yang dikembangkan untuk daerah rawan banjir agar tetap mampu berproduksi optimal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa inovasi dan peningkatan kapasitas SDM pertanian adalah kunci memperkuat ketahanan pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa BOC menjadi ruang belajar strategis bagi petani di seluruh Indonesia.

“BOC adalah sarana untuk mempertemukan inovasi, pengalaman, dan tempat dimana pengalaman nyata di lapangan dibagikan, ditimba, dan dikembangkan bersama. Inilah cara kita membangun pertanian yang tangguh, dari saling menguatkan”. jelas Santi.

BOC kali ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dan menghadirkan sesi interaktif berupa diskusi dan kuis. Peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat pelatihan resmi sebagai bagian penguatan kompetensi SDM pertanian.

Menghadirkan narasumber Bambang Sulistya, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Gubug Anggur, memaparkan pengalaman nyata penerapan padi apung yang berhasil menyelamatkan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas di wilayah yang rawan genangan.

“Jika lahan tidak bisa ditinggikan, maka teknologi budidaya yang harus mampu menyesuaikan. Padi apung adalah ikhtiar agar petani tidak kehilangan pendapatan ketika banjir datang,” terang Bambang.

Dalam sesi paparan, Bambang juga menyampaikan bahwa padi apung merupakan inovasi adaptif yang dikembangkan sebagai solusi budidaya di wilayah yang sering tergenang banjir. Teknologi ini menggunakan rakit apung berbahan bambu atau drum plastik sebagai penopang media tanam, sehingga akar padi tetap dapat berkembang meskipun permukaan air naik.

Ia menegaskan bahwa metode ini sudah diujicobakan di sejumlah daerah rawan banjir dan terbukti menghasilkan produksi yang kompetitif dengan budidaya konvensional. Selain menjaga produktivitas, padi apung juga membuka peluang baru bagi petani dalam menghadapi risiko perubahan iklim.

Tak lupa, narasumber juga mengajak partsipan untuk berani mencoba pendekatan baru, tidak berhenti berinovasi, serta mengubah tantangan menjadi peluang melalui teknologi terapan yang mudah diadopsi dan realistis diterapkan di lapangan.

Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan bahwa BOC bukan sekadar forum berbagi materi, tetapi ruang belajar kolektif bagi seluruh insan pertanian di Indonesia.

“BOC adalah ruang untuk menimba praktik terbaik. Ambil ilmunya, terapkan di lapangan, dan jadikan manfaatnya nyata untuk petani.”

Dengan adanya kegiatan ini, Kementan berharap semakin banyak petani yang siap menghadapi tantangan perubahan iklim melalui inovasi budidaya, termasuk padi apung sebagai salah satu alternatif untuk menjaga produktivitas lahan, stabilitas pangan, dan mendukung upaya swasembada pangan nasional.(Restu/BBPMKP)