23 C
Bogor
Tuesday, March 31, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 47

Revitalisasi Stadion Pajajaran Telan Anggaran Rp31 M

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melanjutkan revitalisasi Stadion Pajajaran tahap dua pada tahun ini, dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp1,2 miliar bagi manajemen konstruksi.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan bahwa proyek revitalisasi Stadion Pajajaran merupakan paket pekerjaan yang menjadi prioritas untuk dilelangkan.

“Revitalisasi stadion sudah masuk proses lelang, dan paket pekerjaan itu menjadi yang pertama ditenderkan,” ujar Lia kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Revitalisasi Stadion Pajajaran, kata Lia, masuk dalam 10 proyek strategis yang termaktub dalam Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 100/Kep.401-PBJ/2025.

Selain revitalisasi stadion, sambung Lia, Pemkot Bogor jiga akan membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat tahap satu dengan anggaran Rp6,18 miliar yang berada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Sedangkan untuk Jalan R3 juga dilanjut demgan nilai Rp20 miliar dan pedestrian Cifor Rp2,3 miliar,” ungkap dia.

Menurut Lia, selain membangun sarana prasarana publik. Pemkot Bogor juga berupaya menginplementasikan “Bogor Cerdas” dengan mendirikan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 13, SDN Cilendek 1, SDN Rancamaya 2.

“Bukan hanya kepada penataan wajag. Tapi juga memberikan sarana prasarana memadai dalam hal pendidikan,” ucap Lia.

Sedangkan dari sisi transportasi, kata Lia, pemerintah kembali melanjutkanrevitalisasi Terminal Bubulak tahap dua senilai Rp6,33 miliar.

“Gedung Kemuning Gading juga akan direvitalissi dengan anggaran Rp9,3 miliar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lia berharap, agar dinas terkait segera mempersiapkan dokumen agar pelelangan dapat segera diproses.

“Kami berharap bulan ini, semua paket pekerjaan dapat dilelangkan,” tandas dia.

** Fredy Kristianto

MBG Belum Merata, Disdik Diminta Lobi BGN

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Tri Kisowo Jumino meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar menjalin berkoordinasi komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) demi mensukseskan program strategis nasional (PSN) makan bergizi gratis (MBG).

“Saya melihat belum semua sekolah menjadi penerima manfaat MBG. Padahal, ini adalah PSN. Kemungkinan belum sampai 60 persen siswa yang merasakan MBG,” ujar Tri kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Sehingga, sambung dia, diperlukan adanya upaya dari Disdik untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BGN agar program MBG ini dapat merata,” ucap politisi PKB itu.

“Disdik harus bisa urung rembuk dengan BGN, dan memberi masukan kepada BGN, agar MBG lebih merata,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa MBG bukan hanya sekedar upaya pemerintah untuk mencukupi kebutuhan gizi. Namun, di dalamya terdapat budaya kebersamaan dan fungsi sosial.

“MBG ini bukan hanya sekedar makan, tali ada dungsi kebersamaan dan sosial. Dimana murid bisa makan bersama dengan guru,” katanya.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Bogor Barat ini juga mengaku kerap menerima keluhan dari warga dan guru, yang sekolah ataupun muridnya belum meeasakan MBG.

“Kalau untuk di Bogor Barat, daerah Pasir Jaya, Curug Induk, dan Menteng, belum semua sekolah mendapatkan jatah MBG. Ini yang perlu diperhatikan. Apalagi daerah itu adanya di kota, bukan di pinggiran,” ucapnya.

Tri juga mengusulkan, agar ada sekolah di Kota Bogor yang memiliki dapur MBG seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

“Kalau itu bisa diterapkan, saya rasa program MBG bisa berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Irfan Zacky mengatakan bahwa hingga pekan pertama Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor ada 69 titik.

Kata dia, untuk penetapan titik dan jalur distribusi MBG sepenuhnya ditetapkan langsung oleh BGN. Namun, sambung dia, saat ini ada rencana untuk melakukan perapihan SPPG dan jalur pendistribusian.

“Ada perapihan agar jarak distribusi MBG dari SPPG ke sekolah penerima tak terlalu jauh, agar kualitas makanan tetap terjaga. Tapi itu masih dalam proses,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Rumah Warga Kampung Cihanjawar Terancam Longsor

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Deretan rumah milik warga yang berdiri di tebingan tepi jalan alternatif Cikopo Selatan, tepatnya di Kampung Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Deretan rumah yang berdiri diatas tebingan setinggi sekitar 10 meteran itu tanahnya terus mengalami longsor. Yang terpantau, di musim hujan kali ini tebingan yang diatasnya berdiri rumah terjadi longsor yang mengakibatkan pondasi bangunan mulai terlihat.

Menurut keterangan warga sekitar, longsor tebingan kali ini bukanlah yang pertama kalinya. Melainkan, terjadinya longsor sudah ke sekian kalinya.

“Tanah tebingan yang diatasnya berdiri sejumlah rumah milik warga itu hampir di setiap musim hujan sedikit demi sedikit terjadi longsor. Seperti di musim hujan yang sedang berlangsung saat ini, longsor skala kecil kembali terjadi, ” ujar Asep, warga sekitar.

Sementara itu dikatakan Fajar, Staf Desa Sukagalih, kondisi tanah memang cukup rawan. Tanah tebingan yang tidak dilindungi oleh jenis pepohonan keras membuat tanah tidak memiliki tahanan.

“Kita terus mengamati kondisi lokasi tersebut. Dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, atau khawatir terjadi longsor yang skalanya besar, kita sudah memberikan himbauan kepada sejumlah pemilik rumah di sana. Terlebih hingga saat ini musim hujan belum ada tanda-tanda untuk berhenti, ” tandasnya.

Bukan hanya tanah tebingan pemukiman warga saja yang kondisi tanahnya terancam longsor. Melainkan, badan jalannya juga kini mulai amblas. Badan jalan sepanjang 200 meter tidak jauh dari tebingan tersebut terjadi penurunan beberapa sentimeter.

“Kita setiap hari melintasi jalan ini. Di lokasi bekas longsoran beberapa tahun lalu, badan jalannya mulai ada penurunan. Bagi instansi terkait supaya melakukan pengawasan di jalur tersebut, ” pungkas Deden yang juga warga sekitar.

** Dadang Supriatna

Pengerjaan RTLH Bantuan Anggota DPRD Hampir Rampung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Sebanyak 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Golkar H. Ismail SH, pengerjaannya kini mencapai 90 persen. Ke-50 rumah tersebut tersebar di beberapa desa yang ada di Kecamatan Megamendung.

Dalam pengerjaan RTLH dilakukan oleh para pemilik rumah bersama ahli bangunan dan untuk pengawasannya ditangani oleh masing-masing pemerintahan desa.

Kepala Desa Sukamahi Mamat Budi SE, menjelaskan segala bentuk keuangan untuk pengerjaan RTLH, pemberian bantuan mengucurkan dananya langsung ke rekening toko bangunan yang dipercayanya.

“Adanya bantuan RTLH dari aspirasi H. Ismail anggota DPRD dari dapil 3 ini sangat membantu bagi warga. Terlebih, bantuan tersebut untuk memperbaiki rumah yang tadinya jelek kini menjadi bagus atau menjadi rumah yang layak huni. Dan diproses pengerjaannya, pemerintahan desa ditugaskan untuk mengawasi dan mendata segala kebutuhan material yang diperlukan oleh penerima bantuan. Untuk keuangannya, pemberi bantuan langsung berhubungan dengan pihak material yang ditunjuk, ” tuturnya.

Ditempat terpisah, di Desa Sukagalih, dimana desa tersebut mendapat 10 unit rumah yang diperbaiki oleh program RTLH aspirasi, Kaur Pembangunan Desa Fajar menyebutkan, di musim hujan saat ini, pengerjaanya benar-benar diperhatikan. Hal ini dilakukannya supaya rumah itu cepat terselesaikan pengerjaannya.

“Sudah hampir selesai semuanya, selama proses pengerjaan semua berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara H. Ismail menyebutkan, pihak dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke desa- desa yang warganya menerima bantuan aspirasi untuk RTLH tersebut.

“Semoga bantuan berupa perbaikan rumah itu bermanfaat bagi mereka. Dan insya Allah dalam waktu dekat kami akan silaturahmi ke desa-desa, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Rasio Kopi dan Roastery, Pendatang Baru yang Jadi Pembanding Kopi Lainnya

0

Bogor |Jurnal Bogor
Rasio Kopi dan Roastery ingin menjadikan beragam kopi yang dimilikinya menjadi pembanding atau alternatif baru bagi para penikmat kopi, khususnya di Indonesia dan umumnya di dunia.

Berbekal pengalaman pernah ekspor kopi ke Timur Tengah, Yusuf Solihatul, founder Rasio Kopi dan Roastery kini fokus mengembangkan proses hilirisasi kopi.

“Kami fokus jatuh cinta ke proses hilirisasi kopi, karena ternyata saat ini kopi adalah minuman favorit berbagai kalangan dimulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas pun banyak yang menyukai kopi,” ungkapnya saat ditemui Jurnal Bogor, Selasa(13 /1/2026).

Harapannya ke depan dengan banyaknya penikmat kopi, Rasio Kopi bisa makin dikenal dan dinikmati para penikmat kopi, baik dari tingkat Kabupaten Bogor, Jawa barat maupun nasional mengingat budaya minum kopi yang tidak akan ada habisnya.

Seperti diketahui, kopi berasal dari tanaman tropis, dengan varietas utama seperti Arabika dan Robusta, yang dibudidayakan di lebih dari 100 negara. Proses pembuatannya melibatkan pemanggangan biji, penggilingan, lalu diseduh, dan dapat disajikan dalam berbagai cara dengan karakteristik rasa yang beragam.

Minuman hasil seduhan biji tanaman kopi yang telah disangrai dan digiling menjadi bubuk, mengandung kafein, dan merupakan salah satu komoditas serta minuman populer di dunia.

** Wawan Hermawanto

Latihan Gabungan RAPI Wilayah 05 Kabupaten Bogor Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 05 Kabupaten Bogor menggelar latihan gabungan bersama unsur Desa Tangguh Bencana (Destana), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pramuka, dan komunitas relawan lainnya. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Leuwi Nutug, Kali Gede, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor pada Minggu, (11/1/2026).

Latihan gabungan ini melibatkan, unsur Pramuka, Destana Secamparteng Citeureup, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Kegiatan difokuskan pada simulasi penanganan kebencanaan, khususnya banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Ketua RAPI Wilayah 05 Kabupaten Bogor, JZ 10 FIA Nia Marlina, mengatakan bahwa latihan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas unsur relawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi di lapangan.

“Hari ini kita mengadakan latihan gabungan yang merupakan usulan dari teman-teman Destana Secamparteng Citeureup. Kegiatan ini juga melibatkan KSB,, Rekan Indonesia, serta Pramuka. Tujuannya adalah untuk mitigasi kebencanaan, khususnya menghadapi potensi banjir yang sering terjadi di wilayah Citeureup,” ujarnya.

Dalam latihan tersebut, para peserta dibekali kemampuan dasar evakuasi menggunakan perahu, termasuk antisipasi kendala di lapangan seperti arus deras dan kerusakan peralatan.

RAPI berperan penting dalam dukungan komunikasi, sementara Destana dan unsur relawan lainnya diposisikan sesuai dengan fungsi masing-masing dalam penanganan bencana.

“Fokus RAPI jelas pada komunikasi, sementara teman-teman Destana dan relawan lainnya akan menempati posisi strategis sesuai peran saat terjadi kebencanaan. Ini murni simulasi gabungan untuk memperkuat kesiapan kita bersama,” tambah Nia Marlina.

Selain sebagai latihan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan agenda bakti sosial yang akan dilaksanakan pada 7–8 Februari 2025 di Kampung Panung Ponteng, Desa Tajur.

** Yudi

Jalan Alternatif Cijeruk–Cigombong Rusak, Aspal Berlubang Ancam Keselamatan Pengendara

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Cijeruk dengan Cigombong, tepatnya di Kampung Cibadak Citiis, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan. Kondisi jalan terlihat berlubang dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aspal jalan berlubang dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter. Kerusakan tersebut semakin berisiko saat musim hujan karena lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

Salah seorang pengendara, Surahman, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan tersebut. Ia menilai jalan berlubang sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor, terlebih saat malam hari dengan penerangan yang terbatas.

“Kalau malam hari sangat rawan kecelakaan. Apalagi saat hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujar Surahman, Selasa (14/01/26).

Ia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan jalan. Pasalnya, menurut warga, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sekitar enam bulan namun belum ada penanganan dari pihak berwenang.

“Harapannya segera diperbaiki demi keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi UPT Pelaksana Teknis Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor mengatakan tahun ini masuk dalam pemeliharaan.

** Yudi

Tahanan Polsek Parung Kabur Jelang Subuh

0

Parung | Jurnal Bogor
Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek di Senin (12/1/2026) dinihari, membuat suasana di Mapolsek Parung yang terletak di Jalan Raya Jakarta-Bogor Kecamatan Parung, tenang dan syahdu seperti langit yang menangis dan bumi yang tersenyum.
Namun suasana itu justru dijadikan kesempatan emas bagi tahanan Mapolsek Parung untuk melarikan diri, Senin (12/1/2026) diperkirakan di waktu menjelang subuh sekira pukul 04.00 WIB. Rentang waktu menjelang subuh memang waktu terbaik di kala kelopak mata yang tertahan begadang sudah mulai lelah dan kuyu. Apalagi suasana hujan membuat hawa tubuh inginnya ditemani selimut sambil menggulir tampilan layar handphone.
Belum diketahui identitas tahanan yang berhasil melarikan diri di tengah kelengahan petugas jaga. Namun Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah membenarkan informasi itu. “Aduh, mas tahu aja. Dapat info darimana,” kata Kapolsek di ujung telepon saat dikonfirmasi Jurnal Bogor Senin siang.
Kapolsek Maman Firmansyah yang baru menjabat di Parung ini mengaku tidak bisa mengelak dari informasi kaburnya tahanan laki-laki dari sel tahanan kantor yang dipimpinnya. Namun dirinya enggan menyebut secara detil identitas tahanan kabur itu. “Nanti saja saya cerita sambil ngopi-ngopi,” ujarnya yang mengaku sudah melaporkan peristiwa ini ke Kapolres Bogor AKBP Wikha di Cibinong.
Lokasi Mapolsek Parung memang tepat di pinggir jalan utama nasional yang pasti lancarnya arus lalin di Parung dijadikan peluang terbaik tahanan mapolsek kabur. Apalagi suasana sepi sangat mendukung aksi tahanan.n Herry Setiawan

Wamendes Riza Patria: Terbaik Terbanyak Terbangun

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Riza Patria menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Riza Patria, pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. Salah satu program strategis yang dijalankan adalah makan bergizi gratis, yang dinilai sebagai langkah konkret untuk menyiapkan generasi yang sehat dan produktif.

“Presiden Prabowo memiliki visi 3T, yakni terbaik, terbanyak, dan terbangun. Ini menjadi arah kebijakan pembangunan nasional,” ujar Riza Patria. pada acara Silaturahmi dan Diskusi Publik yang diadakan BAPERSIPIL di Bento Kopi jalan Alternatif GOR Pakansari, Cibinong. Senin (12/1/2026) Sore

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mendorong pembangunan lebih dari 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat dari desa. Koperasi desa diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Riza Patria menegaskan bahwa pada tahun 2025 Indonesia ditargetkan tidak lagi bergantung pada impor beras. Pemerintah menargetkan swasembada pangan, khususnya beras, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian bangsa.

“Ketahanan pangan sangat erat kaitannya dengan keamanan negara. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Dengan fokus pada pembangunan desa, sumber daya manusia, dan sektor pangan, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.
n Herry Setiawan

Menteri Ferry Bertekad Buka Peluang Kerja Gen Z

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi hasil survei KedaiKOPI terkait program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang menunjukkan dukungan publik terus meningkat dan bertambah tinggi. Mengacu pada hasil survei tersebut dapat menjadi acuan bagi Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk merumuskan strategi yang tepat untuk terus meningkatkan kepercayaan dan dukungan publik terhadap program strategis tersebut.
“Ini menjadi pertaruhan bagi kita semua bahwa Kopdes Merah Putih ini harus sudah benar-benar beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat,” kata Menkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Kerja (Raker) Kemenkop di Bogor, Senin (12/1/2026).
Hadir dalam raker tersebut Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan seluruh pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemenkop. Turut hadir juga Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio.
Selain itu Menkop juga mendorong agar sumber daya yang saat ini dimiliki Kemenkop untuk dioptimalkan agar program Kopdes/Kel Merah Putih dapat lebih digaungkan dan digelorakan untuk anak muda terutama bagi generasi Gen Z.
Menkop Ferry menyadari bahwa Gen Z saat ini juga dihadapkan pada kondisi terbatasnya lapangan kerja yang dapat mereka akses sehingga keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi jawaban dari keresahan masyarakat.
“Harapannya kita bisa menyasar pada segmen milenial dan Gen Z yang sekarang menjadi perhatian dari pemerintah agar bagaimana Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Menkop Ferry.
Menkop Ferry berkomitmen kuat untuk memastikan program Kopdes/Kel Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis dan prioritas dari Presiden Prabowo dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu sinergi, kolaborasi dan penguatan Sumber Daya Manusia di Kemenkop perlu untuk ditingkatkan agar proses pengawalan program dapat berjalan secara simultan.
“Kita juga tidak boleh lupa untuk menyiapkan SDM dan modul-modul terkait untuk peningkatan kapasitas pengurus, pengawas atas pengelola Koperasi Desa Merah Putih,” ucapnya.
Survei yang dilakukan KedaiKOPI pada 10–15 Desember 2025 secara online terhadap 2.044 responden memperlihatkan bahwa 76,1 persen masyarakat sudah mengetahui program Kopdes/Kel Merah Putih. Sementara 82,7 persen menyatakan setuju dengan implementasinya. Bahkan di daerah yang sudah memiliki Kopdes berjalan, tingkat kepuasan mencapai 96,3 persen.
“Hasil survei ini menjadi energi positif bagi kita semua. Artinya, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” ujar Menkop Ferry.
Sementara itu Founder KedaiKOPI Hendri Satrio menyatakan bahwa citra koperasi selama ini masih kuat dengan stigma simpan pinjam. Namun masyarakat kini memiliki pandangan dan harapan baru dengan adanya program Kopdes/Kel Merah Putih dengan ekspektasi program ini dapat membawa perubahan signifikan bagi nama besar koperasi di Indonesia.
“Insyaallah dengan dukungan publik yang kuat, kita bisa menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak keberhasilan koperasi Merah Putih,” kata Hendri.
Hendri memaparkan sebanyak 70 persen responden menyadari tujuan utama koperasi adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat, sementara 81,3 persen memahami koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan.
“Untuk sebuah program pemerintah yang baru diluncurkan itu hasil survei sangat baik sekali, hal ini tidak lepas dari peran bapak ibu semua untuk melakukan sosialiasi sehingga ini harusnya bisa digenjot,” katanya.
Menutup presentasi hasil surveinya, Hendri menekankan beberapa hal penting bagi sebuah koperasi untuk dipastikan dapat berjalan yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung usaha warga, dan menyediakan harga murah. Harapan masyarakat terhadap Kopdes/Kel Merah Putih juga diharuskan untuk mengedepankan aspek transparansi dan bebas dari praktik korupsi.
“Publik ingin koperasi bebas dari praktik korupsi dan dikelola secara profesional. Testimoni keberhasilan nyata dan komunikasi sederhana akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan,” jelas Hendri.n Herry Setiawan