26.2 C
Bogor
Sunday, February 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 47

Taman Heulang, Tempat Warga Temukan Ketenangan di Tengah Padatnya Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Saat matahari mulai turun dan angin sore berhembus pelan, Taman Heulang berubah menjadi ruang yang penuh kehangatan bagi warga Kota Bogor. Taman yang berada di Tanah Sareal ini tak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang untuk melepas lelah, berbagi cerita, dan menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk kota.

Di salah satu sudut taman, tampak sekelompok anak-anak bermain dengan tawa lepas, sementara orang tua mereka duduk di bangku sembari memperhatikan. Di sisi lain, sejumlah mahasiswa terlihat serius mengerjakan tugas di bawah pohon rindang. Ada pula pasangan muda yang sekadar berjalan santai menikmati waktu bersama.

Keberadaan Taman Heulang menunjukkan bahwa ruang publik yang baik mampu menciptakan kehidupan kota yang lebih manusiawi. Dengan fasilitas yang terus dijaga dan suasana yang ramah, taman ini menjadi tempat di mana warga bisa berhenti sejenak dari kesibukan, sembari menghirup udara segar dan merasakan kedamaian.

(teti/putri-mg)

Bertemu Penyuluh, Mentan Amran: Prioritaskan Bantuan Bagi Petani Yang Membutuhkan

0

jurnalinspirasi.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wajib memastikan setiap bantuan dari pusat diprioritaskan untuk petani yang benar-benar membutuhkan, terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, dan petani yang masih tertinggal secara ekonomi. Ia menekankan bahwa penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program pertanian di lapangan harus menjaga amanah, bekerja tanpa pamrih, dan memastikan tidak ada bantuan yang melenceng atau salah sasaran.

“Tolong seluruh PPL perhatikan baik-baik. Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin, petani yang kesulitan, dan petani gurem. Saya ulangi, prioritaskan saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Bantuan dari pusat harus diarahkan kepada petani yang masih sulit bertahan. Jangan sebaliknya jangan sampai petani yang sudah punya traktor mendapatkan bantuan traktor lagi. Utamakan mereka yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” kata Mentan Amran saat memberikan arahan pada “Apel Nasional Penyuluh Pertanian” secara daring, Kamis (20/11/25).

Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat berbagai program strategis seperti peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan Alsintan. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa seluruh kebijakan tersebut hanya bisa memberikan dampak nyata jika PPL hadir aktif mendampingi petani.

“Semua program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Kalian adalah perpanjangan tangan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian di lapangan. Keberhasilan program dan kesejahteraan petani sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan para PPL dilapangan,” tambah Mentan Amran.

Ia juga meminta penyuluh meningkatkan kualitas pendampingan, memperbaiki tata kelola pendataan, serta memastikan seluruh proses pengusulan bantuan dilakukan dengan transparan dan berbasis kebutuhan riil petani. Menurut Mentan Amran, pendataan yang tepat adalah fondasi agar kebijakan tidak salah sasaran.

“Kalau datanya salah, bantuannya pasti salah. Jadi tolong pastikan data kelompok, kebutuhan alat, dan kondisi petani benar-benar akurat. Kita ingin bantuan jatuh ke tangan yang tepat,” ungkap Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan penyuluh menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada gagal tanam, kekeringan, hingga serangan hama. Ia meminta PPL terus memberikan edukasi teknik budidaya adaptif dan pendampingan yang memperkuat ketahanan petani.

“Contohnya, jika terjadi banjir, segera laporkan. Jika ada serangan hama, laporkan juga dengan cepat. Dengan begitu, pusat bisa segera memberikan respons dan kebijakan yang tepat. Dari pusat akan datang bantuan, tetapi daerah juga harus cepat menyampaikan persoalan-persoalan di lapangan yang sulit diselesaikan. Semua masalah yang tidak mampu ditangani di daerah harus segera dilaporkan ke pusat agar dapat ditindaklanjuti,” ucap Mentan Amran.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh PPL yang terus bekerja memastikan kenaikan produksi pangan nasional. Ia menegaskan bahwa capaian peningkatan produksi tidak terlepas dari kerja keras para petani dan pendampingan aktif para penyuluh di lapangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dibandingkan periode 2024, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) per Oktober 2025. Selain itu, stok Bulog pada Juni 2025 tercatat mencapai 4,2 juta ton, menunjukkan kekuatan pasokan nasional yang semakin stabil.

“Saya minta PPL tolong sampaikan informasi kebijakan – kebijakan pusat seperti kenaikan HET, harga pupuk turun 20 persen dan kebijakan lainnya dengan cepat kepada petani diseluruh Indonesia. Masih banyak petani yang belum tahu kebijakan terbaru, jadi saya minta informasi penting agar benar-benar sampai ke tingkat paling bawah sehingga petani bisa mengetahui dan bisa segera melaporkan jika ada ketidaksesuaian dilapangan,” tutup Mentan Amran.

Pada apel penyuluh tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Dilaporkan kegiatan tersebut, diperkirakan dihadiri hingga 45.000 peserta dari berbagai unsur pertanian mencakup penyuluh pertanian dari seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian.

Idha mengatakan bahwa penyuluh yang kini berada di bawah Kementan telah menjadi satu tim besar dalam menggerakkan dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia juga melaporkan bahwa penyuluh telah aktif memberikan laporan pendampingan di lapangan, mulai dari Luas Tambah Tanam (LTT), luas panen, harga gabah hingga harga jagung serta komoditas lainnya.

(Restu/BBPMKP)

Tokoh Masyarakat dan Warga Apresiasi CSR AQUA Ciherang, Bantah Isu Kekeringan

0

jurnalinspirasi.co.id – Isu sumur warga Ciherang dan sekitarnya mengering akibat operasional Pabrik AQUA Ciherang sejak 2011 kembali ramai di media sosial. Namun penelusuran lapangan, dokumentasi program air bersih, serta kesaksian warga menunjukkan kondisi berbeda. Sejumlah ahli hidrogeologi juga menegaskan bahwa penurunan muka air tanah di suatu daerah aliran sungai tidak bisa disimpulkan berasal dari satu aktivitas saja.

Jumlah sarana air bersih (SAB) yg dibantu Pabrik AQUA Ciherang ada 12 SAB yang berlokasi di Desa Ciherang Pondok dan Ciderum dengan jumlah penerima manfaat: 1.733 KK atau 7.110 Jiwa.

Kepala Desa Ciherang Pondok Aldo Wiharsa berterimakasih atas bantuan Prasarana Air Bersih dari Pabrik Aqua Ciherang dan membantah isu adanya kekeringan air yang disebabkan oleh keberadaan Pabrik Aqua Ciherang.

Tokoh masyarakat Ciherang, Asep, mengatakan sumur dangkal 6–12 meter memang kerap turun debitnya saat kemarau jauh sebelum pabrik beroperasi. “Dari dulu kalau kemarau panjang, sumur lama cepat kering. Setelah ada pabrik, justru kami dapat bantuan sarana air bersih,” ujarnya.

Siti, warga Cisalopa, menyebut fasilitas air bersih dari program CSR sangat membantu. “Kami tidak merasakan penurunan air setelah pabrik berdiri. Yang ada justru titik air bersih baru untuk banyak keluarga,” katanya.

Yeny Handayani, warga Batu Kembar, juga mengaku manfaatnya nyata: “Alhamdulillah airnya bersih dan lancar.”

Ketua RT 04 RW 07 Batu Kembar, Anda Suhanda, menegaskan isu kekeringan tidak sesuai fakta. “Sebelum ada Aqua air sangat susah. Sekarang jauh lebih mudah. Jadi isu itu tidak benar,” ujarnya.

Ketua RT 02 RW 07, Engkos Kosasih, menyampaikan hal serupa dan menilai kontribusi pabrik lewat sarana air bersih, bantuan ke masjid, serta dukungan sosial lainnya sangat dirasakan warga. “Alhamdulillah sarana air bersih lancar,” katanya.

Para ahli hidrogeologi menekankan industri air minum dalam kemasan tidak dapat mengambil air sembarangan tanpa kajian ilmiah dan pengawasan ketat. Ahli hidrogeologi UGM, Heru Hendrayana, menjelaskan bahwa penentuan titik pengambilan air harus berbasis riset mahal dan komprehensif. Industri AMDK memilih akuifer vulkanik dengan cadangan besar dan kualitas baik, bukan wilayah dengan pasokan terbatas.

“Kalau pengelolaan air tanah tak sesuai kapasitas imbuhannya, dampaknya bisa serius,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa air pegunungan berasal dari sistem akuifer vulkanik yang berbeda dari sumur dangkal.

Dosen hidrogeologi ITB, Prof. Lilik Eko Widodo, menambahkan setiap titik pengambilan air industri harus dihitung secara ilmiah dan mengikuti grand design tata kelola air tanah.

“Yang penting bukan sekadar mengambil air, tapi memastikan sistemnya tetap berfungsi,” katanya.

Peneliti BRIN, Ananta Rangga, menekankan pentingnya riset jangka panjang karena karakter akuifer berbeda di tiap wilayah. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, peneliti, dan industri penting untuk menjaga keberlanjutan.

“Selama perusahaan mengikuti riset dan izin resmi, sistemnya bisa tetap berkelanjutan,” ujarnya.

(yev/rls)

Kota Bogor Pionir Kota Bebas Sampah. 2026,

0

Mulai Bangun Proyek PSEL

Kota Bogor resmi masuk dalam lima wilayah prioritas pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini ditargetkan mulai groundbreaking untuk pembangunan pada 2026 mendatang.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan, keputusan itu setelah digelarnya Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri terkait PSEL di Jakarta Pusat, akhir Oktober lalu. Rapat itu digelar bersama sejumlah kepala daerah.

“Jadi, kita dinilai secara keseluruhan, mulai dari administrasi, ketersediaan lahan, hingga komitmen untuk mensuplai sampah ke PSEL. Semua aspek itu dikategorikan memenuhi syarat,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor akan segera membahas tindak lanjut teknis terkait pembangunan fasilitas PSEL. Keputusan terbaru ini berlandaskan upaya panjang mengatasi permasalahan sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi terbarukan.
Landasan hukum dan strategi proyek ini adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Perpres ini diterbitkan sebagai kelanjutan dari Perpres 35 Tahun 2018, yang menekankan pentingnya percepatan pengelolaan sampah di perkotaan.

Menurut Menko Pangan Zulkifli Hasan, penetapan wilayah prioritas pembangunan PSEL adalah bagian dari strategi nasional. Pemerintah telah menetapkan tujuh wilayah sebagai lokasi pembangunan Fasilitas PSEL. Adapun wilayah yang ditetapkan sebagai berikut Provinsi Bali, Provinsi DIY, Bogor Raya, Tangerang Raya, Kota Semarang, Bekasi Raya dan Medan Raya.

Ia mengatakan, langkah ini membuktikan pengelolaan sampah dapat menjadi solusi energi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah. Zulhas mengatakan transformasi hijau ini akan dijalankan secara sinergis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kita buktikan, dari tumpukan sampah bisa jadi listrik, bisa buka lapangan kerja, dan bisa menumbuhkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Program PSEL merupakan bagian dari transisi energi nasional untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan. Proyek itu diharapkan mampu meningkatkan kemandirian energi, dan menjaga kesehatan rakyat.

Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kesiapan Kota Bogor dalam mengelola sampah melalui sistem sanitary landfill. Ia menekankan, langkah ini menjadi poin penting agar Bogor bisa meraih kembali penghargaan Kota Adipura.

“Meski masih besar tugas kita, semangat Pemerintah Kota Bogor mudah-mudahan dapat menyelesaikan pengelolaan sampah dalam waktu tidak terlalu lama,” ujar Hanif.

Pemkot Bogor akan berkolaborasi dengan Kabupaten Bogor untuk menyiapkan lahan di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sebagai lokasi fasilitas PSEL.

Dedie A Rachim menegaskan, kedua wilayah ini siap memenuhi kuota sampah harian minimal 1.000 ton per hari, salah satu syarat utama proyek.
Kolaborasi yang dilakukan ini dinilai menjadi kunci agar distribusi sampah ke fasilitas PSEL bisa berjalan efektif. Sebab, lahan TPA keduanya berada di lokasi yang sama serta jumlah sampah yang diperlukan untuk PSEL tak cukup bila jalan sendiri-sendiri.

“Pemkot berupaya untuk menyelesaikan dan memenuhi semua syarat yang diperlukan agar bisa masuk tahap berikutnya. Insyallah, Bogor Raya secara teknis dapat memenuhi kuota sampah harian yang dibutuhkan,” ujarnya.

Kabar pembangunan PSEL ini juga disampaikan Dedie saat menjadi narasumber pada sesi ‘Mengatasi Krisis Sampah dengan Teknologi dan Inovasi’ di kegiatan Indonesia Climate Change Forum (ICCF) III, Kamis (23/10).

Dalam forum nasional ini, ia menekankan pentingnya inovasi dan dukungan lintas sektor dalam memanfaatkan teknologi waste to energy (WTE). “Pertemuan ini memperkuat keyakinan pemerintah daerah pemerintah pusat ikut memberikan perhatian dan kepedulian untuk menyelesaikan permasalahan sampah,” kata Dedie.

Menurutnya, perubahan regulasi melalui Perpres 109/2025 memungkinkan penanganan sampah yang lebih komprehensif, sekaligus menghasilkan energi baru terbarukan yang dapat dimanfaatkan PLN.

“Insyallah, jika PSEL terwujud, permasalahan sampah Kota Bogor dapat terselesaikan sedikit demi sedikit,” kata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Dengan fasilitas ini, sampah yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan bisa diolah menjadi energi listrik terbarukan, sekaligus mendukung target nasional Indonesia bebas sampah pada 2029. Dedie berharap, keberhasilan proyek di Bogor menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait untuk memastikan pembangunan fasilitas berjalan lancar,” jelasnya.

Sejak beberapa bulan lalu, Pemkot Bogor sudah aktif mengikuti berbagai rapat koordinasi teknis terkait PSEL. Mekanisme kerja sama dengan Danantara dan PLN sudah ditetapkan. Jika seluruh proses administrasi dan syarat terpenuhi, pembangunan fasilitas PSEL diproyeksikan mulai groundbreaking tahun 2026 dan rampung pada 2028–2029.

Dedie berharap proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tapi juga mendukung Kota Bogor menjadi kota hijau dan bersih energi.

Ah Pek Kopitiam: Kopi Claypot “Viral” Yang Sudah Hadir di Bintaro

0

Bintaro|Jurnalbogor – Ah Pek Kopitiam, destinasi kuliner yang namanya santer dibicarakan sebagai fenomena “viral” di kalangan pecinta kopi dan hangout spot urban, kini secara resmi membuka gerai barunya di jantung area Bintaro. Kehadiran Ah Pek di Ruko Emerald Core Bintaro membawa sensasi Kopi Claypot otentik yang khas, sekaligus memproklamasikan diri sebagai Pusat Komunitas (Community Hub) baru yang mengusung gaya hidup aktif dan positif.

Ah Pek Kopitiam menegaskan posisinya bukan sekadar kedai kopi. Tempat ini dirancang sebagai wadah interaksi dan peleburan semangat bagi berbagai komunitas, mulai dari pegiat olahraga hingga penggemar hobi. Dalam waktu singkat, Ah Pek Bintaro telah menjadi titik temu bagi komunitas lari (runners) dan Padel, dua olahraga yang tengah naik daun di kawasan Tangerang Selatan.selasa (18/ 11/2025)

Merangkul Gaya Hidup Sehat Melalui Kolaborasi Komunitas

Komitmen Ah Pek terhadap komunitas olahraga diwujudkan melalui serangkaian inisiatif nyata. Gerai ini akan secara rutin menjadi lokasi fun run, menjalin kerja sama erat dengan berbagai komunitas lari di sekitar Bintaro. Sebagai bentuk apresiasi, Ah Pek menawarkan voucher senilai Rp 50.000,- bagi setiap pelari yang menjadikan Ahpek Kopitiam sebagai titik start dan juga finish dari sesi lari mereka. Program ini mengubah Ah Pek menjadi pit stop sekaligus tempat nongkrong asyik yang suportif bagi para pelari.

Tidak hanya itu, untuk merangkul komunitas padel Bintaro, Ah Pek gencar membagikan voucher dan melakukan aktivasi komunitas Padel. Inisiatif ini memperkuat citra Ahpek sebagai brand yang proaktif dalam membangun ekosistem gaya hidup sehat di lingkungan sekitar.

Nasi Claypot Kebuli, Ikon Kuliner yang Wajib Dicoba

Selain Kopi Claypot yang unik dan telah menjadi signature viral, Ah Pek Kopitiam Bintaro juga menawarkan keunikan kuliner yang memanjakan lidah. Menu spesial yang diperkenalkan adalah Nasi Claypot Kebuli. Perpaduan sempurna antara rempah kebuli yang kaya dan intens dengan penyajian hangat di dalam claypot tradisional menjadikan menu ini sebuah pengalaman comfort food yang tak tertandingi dan membedakannya dari kedai kopi pada umumnya.

Dengan lokasi strategis di Ruko Emerald Core Bintaro, Ah Pek Kopitiam siap menjadi magnet baru bagi masyarakat yang mencari kombinasi sempurna antara kopi berkualitas, hidangan unik, dan ruang interaksi komunitas yang dinamis. Ahpek mengundang seluruh warga Bintaro dan sekitarnya untuk datang dan merasakan sendiri sensasi Kopi Claypot yang viral, sekaligus menjadi bagian dari gerakan komunitas yang positif.

Tentang Ahpek Kopitiam: Ah Pek Kopitiam adalah destinasi FNB modern yang mengusung konsep kopi autentik dengan sentuhan kontemporer, dikenal luas karena menu andalannya Kopi Claypot dan inisiatif aktif dalam merangkul komunitas. Ahpek bertujuan menjadi Third Place favorit di setiap lokasinya.( Wawan Hermawanto)

Tanggap Darurat dan Kebakaran, RSUD R. Moh. Noh Nur dan Damkar Kabupaten Bogor Gelar IHT

0

jurnalinspirasi.co.id – RSUD R. Moh. Noh Nur bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor menggelar In House Training (IHT) Tanggap Darurat dan Bencana Kebakaran yang berlangsung di Gedung Baru E. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di lingkungan rumah sakit.

Pelatihan menghadirkan pemateri Wawan Hermawan dari Tim Damkar Kabupaten Bogor, yang memberikan edukasi mendalam mengenai langkah cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat, khususnya kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan pasien maupun petugas.

Kegiatan ini turut didampingi oleh tim K3L RSUD Leuwiliang, yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir untuk memastikan penerapan standar keselamatan sesuai prosedur serta mengoptimalkan implementasi pelatihan.

Para peserta dibekali materi mengenai potensi bahaya, prosedur penanganan awal, teknik evakuasi aman, serta praktik langsung di lapangan. Sesi praktik meliputi penggunaan kain basah untuk memadamkan api, pengoperasian berbagai jenis APAR, teknik pemadaman menggunakan hydrant, hingga simulasi Snake Handling untuk mengantisipasi ancaman non-kebakaran di area rumah sakit.

Dalam penyampaiannya, Wawan Hermawan menegaskan pentingnya ketenangan dan keberanian saat menghadapi keadaan darurat.

“Sebagai petugas rumah sakit, kita harus berani dan tidak panik agar bisa mengambil tindakan cepat dan tepat demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Salah satu peserta, Eka Purnamasari, perawat Perina, juga menyampaikan kesan positifnya.

“Seru, pengalaman baru. Teknik seperti ini penting sekali untuk kami kuasai,” ungkapnya.

Melalui pelatihan kolaboratif ini, RSUD R. Moh. Noh Nur bersama Damkar Kabupaten Bogor dan didukung tim K3L RSUD Leuwiliang berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan seluruh pegawai. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan fasilitas kesehatan yang siaga, aman, dan tangguh bencana, serta memberikan perlindungan optimal bagi pasien dan tenaga kesehatan.

(yev/rls)

Paragon Selenggarakan Program Paradaya Movement 2.0 Pelatihan Cleaning Service untuk Siapkan Tenaga Kerja Terampil

0

Jurnal Bogor – Paragon bekerja sama dengan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Cleansheet & Satulangkah.id menggelar program Paradaya Movement 2.0 pelatihan cleaning service yang berlangsung di Yatim Center Al-Ruhamaa, Jalan Raya Cifor, Bogor Barat, Kota Bogor, pada Rabu (19/11/25).

CEO Satulangkah.id, M. Sirojul Abidin, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Satulangkah.id dan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dalam mendukung peningkatan keterampilan peserta melalui pelatihan cleaning service.

“Kita mulai pelatihan pada Kamis, 13 November, sampai hari ini. Fokusnya memberikan basic-basic cleaning service, bekal SOP, dan keterampilan yang dibutuhkan saat terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Menurut Sirojul, pelatihan ini dirancang agar peserta siap untuk bekerja atau mengikuti program magang/praktik lapangan, baik di Clean Sheet maupun perusahaan lain yang membutuhkan tenaga cleaning service profesional.

“Di akhir pelatihan juga diberikan pembekalan soft skill dari Institut Kemandirian,” tambahnya.

Program ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pendaftaran dilakukan melalui link Paradaya dengan dukungan kerja sama Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Dari proses seleksi, sebanyak 20 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif selama satu minggu.

Sirojul menyebutkan bahwa kegiatan ini akan digelar rutin setiap bulan sebagai upaya membuka lebih banyak peluang kerja di sektor cleaning service.

“Kita berkomitmen membantu masyarakat agar memiliki keterampilan dan peluang kerja yang lebih luas,” tegasnya.

Salah satu peserta, Rijal Ihsanul Hakim (19), mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan tersebut.

“Banyak hal baru yang saya pelajari. Kami dibimbing langsung oleh instruktur dalam memahami dasar-dasar kerja, SOP, hingga praktik membersihkan area seperti menyapu, mengepel, dan membersihkan kaca secara benar,” katanya.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Kuningan, Cianjur, dan Bekasi.

Rijal berharap pelatihan ini terus berlanjut agar semakin banyak pemuda yang mendapatkan keterampilan dan dapat menerapkannya di dunia kerja.

“Semoga pelatihannya terus maju dan ilmu yang diberikan bisa bermanfaat bagi kami untuk mendapatkan pekerjaan,” tambahnya. Yudi

Antam Sasar Lokasi PETI

0

Penertiban Berlangsung Tiga Hari Libatkan Petugas Gabungan

jurnalinspirasi.co.id – Penertiban bagi Penambang  Emas Tanpa Izin (PETI) di lokasi Izin Usaha Pertambangan milik PT Antam UBPE Pongkor, Desa Bantarkarat  Nanggung, Kabupaten Bogor terus dilakukan. Penertiban yang berlangsung tiga hari melibatkan  ratusan personil  gabungan baik dari TNI, Polri, Satpol PP, Polisi Hutan maupun masyarakat sekitar.

“Kegiatan patroli ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas PETI, disinyalir berada di IUP kami,” ujar Manajer CSR PT Antam UBPE Pongkor, Arif Rahman, Rabu (19/11/25).

Menurutnya, target dalam kegiatan tersebut terhadap sejumlah gubuk dan lubang tambang emas ilegal yang beroperasi di kawasan PT Antam.

“Sasarannya gubuk-gubuk peti dan lubang peti, gubuk peti yang kami temukan kita tertibkan serta lubang tambang yang kita temukan kita tutup,” bebernya.

Kemudian itu, ia mengatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah dalam menjaga Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Antam.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami selalu pemegang IUP yang sudah diberikan,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan bahwa lokasi yang telah ditertibkan nantinya akan normalisasi dan dihijaukan kembali.

“Penertiban ini kita rencanakan selama tuga hari dan tadi baru dua titik lokasi yang kami tertibkan dan nanti lokasi tersebut akan kami hijaukan kembali,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Tiang Listrik yang Miring tak Kunjung Diperbaiki PLN

0

Warga Minta KDM Tegur PLN

jurnalinspirasi.co.id – Tiang listrik miring berukuran besar di Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang tak kunjung diperbaiki PLN kini mengalami pergeseran.

Riak-riak warga di lokasi tiang listrik miring itu, sembari menunjukan penyebab   tiang listrik yang terus bergeser itu  lantaran lokasinya berada dibibir tebing. 

Asep Jenggo mengaku dirugikan lantaran tiang listrik miring berukuran besar yang menghadap ke rumahnya itu sampai hari ini belum juga diperbaiki. “Pertanyaan kami, apakah tiang listrik harus nunggu ambruk dulu. Inikan jelas membahayakan, kalo terjadi ambruk dan menyebabkan adanya korban siapa yang akan bertanggung jawab,” kata Asep Jenggo, Rabu (19/11/2025).

Karena keluhannya tak pernah didengar, petugas PLN yang kerap datang hanya mengecek atau foto-foto lokasi tiang listrik miring itu .

“Hanya cek lokasi doang, tetapi sudah hampir setahun ini tiang listrik masih dibiarkan miring karena belum juga diperbaiki pihak PLN. Kami berharap, semoga saja pak KDM Gubernur Jawa Barat tau permasalahan ini, agar  menegur pihak PLN untuk memperbaiki tiang listrik yang miring itu,” harapnya.

(Arip Ekon)

Bupati Serius Tangani Kemacetan di Puncak

0

PTPN dan TNGP Hibahkan Tanah Untuk Jalan Tembus

jurnalinspirasi.co.id – Keseriusan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menata kawasan Puncak, Cisarua dan Megamendung terus mengalami kemajuan yang signifikan. Khususnya untuk penanganan kemacetan di jalur Puncak yang selama ini tanpa solusi yang nyata. Langkah bupati untuk penanganan kemacetan di jalur Puncak, yaitu akan membuka jalan mulai dari wilayah Desa Sukagalih hingga keluar di Citeko, Kecamatan Cisarua.

Jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu memasuki wilayah Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) DAN PTPN Regional 1 dan 2 atau PTPN Gunung Mas. Menurut informasi lahan yang dihibahkan dari PTPN dan TNGP itu mencapai 7 hektaran. Yakni dua hektare dari TNGP dan 5 hektaran lahan PTPN.

Camat Megamendung Ridwan S.Sos menjelaskan, pembukaan Jalan tersebut merupakan  salah satu program bupati untuk mengatasi kemacetan di jalan raya Puncak. “Beberapa hari lalu sudah dilakukan pengukuran oleh pihak PTPN dan TNGP, ” ujarnya.

Untuk penanganan pembukaan Jalan itu dikabarkan akan melalui TMMD yang akan dilaksanakan oleh TNI  diawal tahun 2026 mendatang. Pantauan di sepanjang jalur mulai masuk dari pintu Gerbang Sariah hingga keluar di dekat Gayatri Citeko kini sudah terpasang patok sebagai penanda jalan yang akan dibuka nantinya.

“Pengukuran sudah dilakukan beberapa hari yang lalu, disepanjang jalur terdapat patok patok, ” kata Wanda, petugas dari PTPN.

Tidak hanya pembukaan jalan yang dilakukan pemerintah, melainkan pelebaran di beberapa titik di jalan Cikopo Selatan ini sudah dilaksanakan jauh jauh hari. Seperti titik di PT Idon, simpang tiga Sukabirus dan di beberapa lokasi lainnya. Untuk pelebaran itu merupakan partisipasi dari para pemilik tanah yang rela menghibahkan sebagian lahannya untuk pelebaran.

“Langkah yang cukup positif dan program yang progresnya terus mengalami kemajuan. Dengan dibuka jalur itu dan dilebarkan di sebagian wilayahnya itu akan sangat membantu bagi kemacetan di jalan raya Puncak. Kendaraan akan melintas menuju tempat tempat wisata tidak akan lagi berkutat macet di jalan raya, atau berdesakan memasuki jalur alternatif yang sempit. Kita sebagai pelaku usaha wisata akan sangat terbantu dengan dibukanya jalan tembus Sukagalih Citeko, ” tutur Jatnika.

Lebih lanjut Jatnika mengatakan, lancarnya lalu lintas menuju tempat wisata, itu akan mendongkrak perekonomian warga sekitar. “Sudah dipastikan, dengan lancarnya lalulintas menuju tempat wisata itu akan merasa nyaman bagi para wisatawan. Ini akan dibarengi dengan meningkatnya pendapatan warga. Begitu juga, untuk sektor lapangan kerja bakal tumbuh dengan baik seiring kondusifnya tempat tempat wisata dengan tetap menjaga keadaan lingkungannya sesuai konsep kawasan Puncak,” pungkas Jatnika, GM Pakis Hill.

(Dadang Supriatna)