31.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 452

Atlet PPOPM dan Perpani Sabet Medali Asian Games 2023

0

Hangzhou | Jurnal Bogor
Prestasi monumental dan membanggakan kembali diukir oleh UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor yang telah melahirkan atlet berprestasi internasional.

Atlet PPOPM kabupaten Bogor, Akhmad Khoirul Basit menjadi salah satu atlet yang mendulang medali pada Asian Games 2023 di Hangzhou, China.

Ahmad Khoirul Basit meraih medali perunggu bagi Kontingen Indonesia pada nomor recurve beregu putra diajang Asian Games 2023.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan Keberhasilan Ahmad Khoirul Basit menyabet medali pada ajang Asian Games 2023 menjadi bukti nyata kalau PPOPM Kabupaten Bogor bisa menghasilkan juara Internasional.

” Kami dan keluarga besar PPOPM Dispora Kabupaten Bogor merasa bangga dan terharu atas capaian prestasi bersejarah dari Ahmad Khoirul Basit di Asian Games 2023,” tegas Asnan AP, Sabtu, 8 Oktober 2023.

Hal yang sama dikatakan Ketua Perpani Kabupaten Bogor, Rusliandy yang secara tegas mengaku sangat bangga dengan prestasi atlet binaan Perpani Kabupaten Bogor pada ajang Asian Games 2023.

Rusliandy menambahkan, prestasi yang diraih Ahmad Khoirul Basit ini tidak lahir dari proses instant

Namun, Kata Rusliandy, Basit adalah salah satu sosok atlet yang bertalenta dan sangat rajin serta fokus dalam berlatih selama ini.

” Apa yang diraih Basit ini adalah hasil dari proses panjang pembinaan yang dilakukan di PPOPM dan Perpani Kabupaten Bogor selama ini,” tegas Rusliandy.

Sementara itu, Kepala UPT dan Kasubag UPT PPOPM Kabupaten Bogor, Sujana dan Hendrik Sulihadi mengatakan Basit akan disambut secara resmi oleh jajaran pengelola UPT PPOPM Kabupaten Bogor dan juga Kadispora.

” Bagi kami prestasi Basit sangat Fenomenal. Karena diraih pada ajang Asian Games 2023,” beber Sujana dan Hendrik

Keduanya berharap, Basit akan terus berkembang dan akan menjadi icon panahan Indonesia dikemudian hari.

** asep syahmid

Bogorprime Rayakan Anniversary Pertamanya dengan Lomba Mewarnai

0

Rancabungur | Jurnal Bogor
Media online yang berbasis di Kabupaten Bogor yaitu Bogorprime.com Grup Promedia memperingati Anniversary yang kesatu, dan segenap jajaran redaksi berkomitmen bersama untuk mencerdaskan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Cibarengkok, Desa Cimulang, Rancabungur, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (7/10/2023) tampak meriah dan bermakna.

Sebab kegiatan  tersebut diisi dengan gelaran lomba mewarnai. Sebanyak 70 anak ikut berpartisipasi meramaikan dan memeriahkan.

Pimpinan Redaksi Bogorprime, Didik Ruyatman mengatakan, momentum Anniversary Bogorprime yang pertama, Bogorprime berupaya menunjukkan komitmen bersama yakni berperan aktif dalam upaya mencerdaskan bangsa.

“Iya, dalam rangka Anniversary Bogorprime yang pertama ini buka sebatas seremonial perayan semata, pada momentum ini Bogorprime ingin menunjukan komitmen seperti mana mestinya media hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Sementara Redaktur Pelaksana (Redpel) Bogorprime Ra Dien menjelaskan, seperti mana makna yang tersimpan pada lomba mewarnai. Dengan hadirnya Bogorprime.com dapat mewarnai ragam upaya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara seperti mana mestinya pers hadir di tengah masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada pihak yang mendukung kegiatan kami seperti UBPE Antam Pongkor, Incao, Krezna, Promedia Teknologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

** Andres

Era Digital, Peradi Cibinong Ingatkan Advokat Perihal Aspek Teknologi

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Cibinong menggelar diskusi sekaligus bedah buku sebagai upaya mengakselerasi profesi advokat pada bidang teknologi.

Kegiatan yang bertajuk ‘Diskusi Teknologi Hukum, Upaya Akselerasi Profesi Advokat Dalam Era 5.0’, tersebut dilaksanakan di Cozy Cafe Sentul pada Jumat, 5 Oktober 2023.

Dihadiri langsung oleh penulis buku yang berjudul Teknologi Hukum Paradigma Baru Hukum di Dunia Digital, Rahmat Dwi Putranto.

“Buku ini kita bedah bagaimana aspek teknologi yang bisa kita pakai dalam mengakselarasi hukum supaya masalah hukum kita selesaikan dengan pendekatan teknologi,” ujar Rahmat.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Ketua Yayasan IBLAM School Of Law ini berharap kepada Peradi Cibinong menjadi tempat pusat penempaan advokat agar memiliki skill yang lebih kompeten di bidang teknologi.

“Kita berharap Peradi Cibinong ini menjadi Kawah Candradimuka atas lahirnya lawyer-lawyer 5.0,” sambungnya.

Senada dengan Rahmat, Ketua DPC Peradi Cibinong Oteu Herdiansyah menjelaskan, di zaman yang serba canggih dengan teknologi yang serba cepat, profesi advokat mulai tergantikan dengan Artificial Intelegence (Ai).

“Karena di luar sana, jasa profesionalisme (advokat) sudah mulai digantikan dengan kecerdasan buatan, kita perlu menyiapkan sehingga Peradi Kabupaten Bogor tidak tertinggal dalam menyongsong era digital,” kata Oteu.

** yev-ds

Pascabencana 3 Tahun Lalu, Gedung Sekolah Masih Belum Diperbaiki

0

Sukajaya | Jurnal Bogor
Penanganan dampak dari bencana banjir bandang dan longsor, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada awal tahun 2020 lalu hingga kini masih belum tuntas dilaksanakan.

Salah satunya dalam penanganan pendidikan yang bangunannya hingga kini belum ada perbaikan dari Pemkab Bogor.

Diantaranya adalah gedung SDN Pasir Madang 03,  SDN Cileuksa 02 dan Cileuksa 05. Para siswa harus rela bergiliran belajar karena tidak memiliki gedung sekolah yang cukup karena faktor kerusakan yang ditimbulkan bencana 3 tahun lalu.

Bahkan sekolah tersebut seharusnya sudah direlokasi di tempat aman, akan tetapi hingga kini belum terlaksana.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah beralasan, pemindahan sekolah tersebut memiliki kendala faktor lahan hingga sampai saat ini belum juga terlaksana.

Juanda Dimansyah

“Masalahnya kan tempatnya itu harus direlokasi sedangkan lahan-lahan disini kan bekas perkebunan gitu, tetapi kita upayakan karena itu adalah kebutuhan pokok, makanya itu kita akan upayakan,” kata Juanda Dimansyah, Rabu (4/10/2023) di sela kegiatan Boling Bupati Bogor.

Dia berjanji, kalau saja sudah ada lahan untuk relokasi akan langsung dianggarkan dan dibangun segera.

“Kalau lahannya sudah ada ya kita langsung bangun, kita langsung anggarkan karena yang itu harus masuk NIPD satu tahun sebelumnya tidak bisa langsung di perubahan (tahun 2023) Kan waktunya juga tidak bakal terkejar,” tuturnya.

Lebih lagi, pendidikan yang saat ini dinilai lambat terlaksana itu menurut dia akan diprioritaskan pembangunannya.

“Dari Dinas Pendidikan sendiri yang sudah terdata termasuk yang itu (SDN Cileuksa 02 dan 05 dan Pasir Madang 03) terus Satap karena SMP Satap juga siswanya sudah banyak tetapi gedungnya masih terbatas makanya kami prioritas,” akunya.

Sementara Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku sudah diminta oleh Kepala Desa untuk segera melaksanakan pembangunan sekolah yang rusak akibat bencana itu.

“Pendidikan selain tahun ini, usulan dari beberapa kades minta realisasi pendidikan gedung-gedung sekolah minta untuk disegerakan dilaksanakan,” pungkasnya.

** Andres

Rumah Warga Bitungsari Ciawi Terancam Ambruk

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Tempat tinggal penjual eskulkul di Kampung Menjul Bitung RT 04 RW 03, Desa Bitungsari, Ciawi, Kabupaten Bogor sudah tidak layak untuk dihuni. Pasalnya, kediaman yang ditinggal satu keluarga 4 jiwa itu kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

Rumah warisan dari orang tuanya tersebut, Agus Supriadi dan Istri Siti Rubiah Adawiyah itu di khawatirkan akan ambruk jika berlama lama dibiarkan.

Kehadiran pemerintah untuk memperbaiki rumah pasangan yang sehari-harinya hanya mengandalkan dari penjualan es kulkul stroberi tersebut sedang dinanti-nanti.

“Rumah keluarga (Agus Supriadi) sudah tidak layak huni, dikarenakan atap rumahnya udah pada bocor dan gentengnya udah banyak yang yang berjatuhan,” kata salah satu tetangganya Rudiansyah, saat dihubungi Jurnal Bogor, Sabtu (7/10/2023).

Dia menjelaskan, keluarga pasangan Agus Supriadi berjualan es kulkul dan istri Siti Rubiah Adawiyah memiliki dua orang anak, yang sedang menempuh pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD).

Sementara, istrinya seorang ibu rumah tangga dan keluarga  tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Untuk makan sehari-harinya keluarga  tersebut hanya mengandalkan usaha dari  jualan es yang pendapatan seharinya hanya 35.000 ribu.

“Uang sehari 35000 hanya dapat untuk membeli untuk makan, apa lagi sekarang kondisi sembako pada naik. Jadi saya tidak mampu untuk merenovasi rumah ini,” kata Siti Rubiah Adawiyah.

Dia berharap, pemerintah dapat membantu untuk merenovasi tempat tinggalnya tersebut, agar anak anaknya dapat fokus belajar dengan nyaman di rumah.

“Kehadiran pemerintah sangat kita butuhkan, karena rumah yang saya tinggali saat ini sudah tidak layak. Dan anak-anak dengan kondisi seperti ini tidak fokus belajar terlebih saat hujan deras turun ditakutkan terjadi yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

** Andres

Bhayangkari Ranting Polsek Nanggung Gelar Pengajian dan Santuni Anak-anak Yatim

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Pengurus Bhayangkari ranting Polsek Nanggung Polres Bogor menggelar pengajian di aula kantor Mapolsek Nanggung, Sabtu (7/10/2023). Momentum ini sekaligus dilaksanakan santunan kepada puluhan anak- anak yatim di lingkungan RW 01 Desa Nanggung.

Santunan itu diberikan langsung oleh Kapolsek Nanggung Iptu Ade Kamsa dan sang istri, Dewi Rahmawati yang juga Ketua Bayangkari ranting Polsek Nanggung.

“Pengajian ini untuk  pencerahan nilai ukhuwah Islamiah. Begitu juga, kegiatan religi ini untuk menjalin silaturahmi kepada ibu-ibu Bhayangkara serta masyarakat di lingkungan Polsek,”  kata Dewi Rahmawati kepada Jurnal Bogor.

Selain meningkatkan nilai-nilai ibadah, kata dia, tentu penting untuk peduli sesama.

“Dengan begitu, sebagai bentuk syukur  pengajian tersebut diisi dengan menyantuni anak anak yatim,” ujarnya.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, agenda ini merupakan implementasi salah satu program yakni dengan pengajian  ini untuk perkuat silaturahmi.

“Sebagai makhluk sosial kita harus bersyukur atas apa yang telah Allah berikan,” tandasnya.

Termasuk tak terlepas sang suami yang baru menjabat Kapolsek di wilayah hukum Nanggung.

“Sangat bersyukur, kami doakan setiap menjalankan tugasnya selalu ada dalam lindungan Allah SWT,” tukasnya.

** Arip Ekon

12 Alasan, Mengapa Kuliah di Kampus Negeri melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Cakra Inti Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id – Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. (silahkan klik disini) UT memiliki 4 Fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi (FEKON), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan satu Program Pascasarjana.

Pada tahun 2015 UT menyelenggarakan 34 program studi yang terdiri dari 28 Program Sarjana Non Pendas (25 Program Sarjana dan 3 Program Diploma), 2 Program Sarjana Pendas, dan 4 Program Magister. UT telah mencetak jutaan sarjana yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Berdasarkan jumlah mahasiswa-nya, Universitas Terbuka menduduki peringkat ke-6 terbesar di dunia. UT didirikan dengan beberapa tujuan mendasar yang sangat berkeadilan dan “merakyat”, yaitu:
memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk memperoleh pendidikan tinggi;
memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka; dan
mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai dengan kebutuhan nyata pembangunan yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.

Biaya Kuliah Sangat Murah
Kenapa sangat murah? Karena biaya SKS nya mulai dari Rp.35.000/sks. Tidak hanya sistem kuliah yang fleksibel, UT juga dikenal memiliki biaya pendidikan yang murah. Biaya pendidikan yang dimaksud adalah biaya yang dikenakan kepada mahasiswa untuk penyelenggaraan dan pembinaan pendidikan serta layanan administrasi akademik. Untuk uang kuliah UT tergantung dari skema layanan yang dipilih.

Mahasiswa Diberikan Bimbingan Akademik dan Non Akademik
SALUT merupakan kepanjangan tangan teknis operasional dari UT Daerah yang menjadi tempat layanan administrasi akademik, kegiatan akademik serta kegiatan lainnya yang berlokasi di kabupaten atau kota, sehingga jarak akses mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya dengan kantor layanan UT semakin dekat. SALUT juga mempunyai tugas penting lainya yaitu mengenalkan UT kepada berbagai lapisan masyarakat dan melakukan perekrutan calon mahasiswa.

Dengan demikian, keberadaan SALUT diharapkan akan dapat meningkatkan angka partisipasi mahasiswa dan kualitas layanan Universitas Terbuka. SALUT dapat digunakan untuk memfasilitasi mahasiswa, mulai dari layanan mahasiswa dalam registrasi, bantuan belajar, hingga ujian, fasilitas ini dapat menyediakan akses layanan yang lebih dekat kepada seluruh stakeholders, khususnya mahasiswa. Dengan demikian, UT dapat berpartisipasi mensukseskan program pemerintah dalam memberikan pemerataan pendidikan.

Kualitas Terjamin
Tidak perlu khawatir dengan kualitas lulusan Universitas Terbuka. UT memiliki sistem penjaminan yang komprehensif. Mulai program yang terakreditasi hingga melibatkan organisasi internasional untuk mereview sistem pendidikan jarak jauh yang diberlakukan di UT, termasuk auditor ISO. Sejak tahun 2002, Universitas Terbuka (UT) telah mengembangkan sistem jaminan kualitas (SIMINTAS) yang digunakan untuk menjamin kualitas dari seluruh produk maupun kegiatan yang ada di UT.

Simintas UT pada awalnya diadopsi dari Asian Association of Open Universities Quality Assurance Frame Work (AAOU QA Frame Work), yang terdiri dari 9 komponen dan 107 poin kebijakan kualitas yang berupa pernyataan praktek baik. Dalam perjalanan penjaminan kualitas di UT tidak hanya berpaku pada satu sistem, karena dari tahun 2006 UT menggunakan standar ISO 9001 (Quality Management System) untuk memastikan bidang –bidang Layanan Bahan Ajar, Pengembangan dan Layanan Bahan Ajar dan Ujian, Layanan Administrasi Akademik, dan Layanan Belajar Jarak Jauh untuk seluruh UPBJJ-UT atau seluruh proses yang dilaksanakan di UT berjalan sesuai dengan standar internasional ISO 9001. Secara akademik, UT juga memastikan bahwa kualitas akademik UT sudah diakui secara nasional dengan mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kualitas UT sebagai penyelenggara pendidikan terbuka jarak jauh (PTTJJ) juga sudah diakui secara internasional dengan diperolehnya pengakuan dari Internasional Council for Distance Education (ICDE) setelah melakukan review kualitas pada tahun 2005, dan 2010. Setelah sepuluh tahun pelaksanaan Simintas, pada tahun 2012 UT merevisi Simintas UT 2002. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan perkembangan jaman dan teknologi. Revisi dilaksanakan dengan mengintegrasikan seluruh persyaratan standar kualitas yang diharuskan oleh Undang-undang, Peraturan Negara, AAOU QA Statements of Best Practices dan juga dengan Renstra dan Renop UT untuk memenuhi standar kualitas baik nasional (BANPT) maupun internasional (ISO 9001 dan ICDE).

UT Sebagai Leader Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Sistem Online
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) adalah milenial. Sebelum ada perguruan tinggi yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem online, UT sudah jadi leader.

“Mahasiswa UT itu mahasiswa milenial dan pembaharu. Saya bangga karena UT sebagai perguruan tinggi negeri sudah menunjukkan eksistensinya,” kata Menteri Nasir dalam sambutannya di Disorseni (diskusi ilmiah, pekan olahraga, dan seni) UT, Rabu (26/9). Dia menyebutkan, sudah menandatangani Permenristekdikti tentang PJJ (pendidikan jarak jauh). Dengan demikian posisi UT akan semakin diperhitungkan. Sebab, akan makin banyak mahasiswa yang lebih tertarik dengan PJJ karena lebih efisien dari sisi dana dan waktu. Pada kesempatan tersebut Sukma Raharjo dan Febby Batari, mengaku lebih tertarik lebih tertarik masuk UT. Selain UT adalah PTN, akreditasinya juga A.

Terjangkau Oleh Semua Lapisan Masyarakat
UT sangat cocok untuk mahasiswa yang tinggal di daerah terpencil atau pedesaan. UT juga sangat direkomendasikan untuk para karyawan, pengusaha, petani, pedagang, dan berbagai profesi lain yang ingin kuliah tanpa meninggalkan pekerjaannya. Hal ini sangat beralasan karena UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Definisi terbuka berarti tidak adanya pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa Universitas Terbuka sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas dan sederajat.

Terjangkau Oleh Semua Lapisan Masyarakat
Anak muda kini semakin berminat kuliah di Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ). Konsep teknologi yang mendasari sistem pengajaran yang menyebabkan tingginya minat tersebut. UT sudah menyediakan aplikasi kuliah yang bisa diunduh di telepon seluler (ponsel) android. Mulai bahan ajar digital interaktif, akses perpustakaan digital, daftar ujian, hingga komunikasi antarsiswa bisa dilakukan di aplikasi tersebut. Saat ini mereka sedang mengembangkan ujian online berbasis internet dengan pengawasan online.

Keunggulan UT dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang menonjol adalah adanya fasilitas tutorial online. Dengan kata lain, mahasiswa juga dipandu oleh tutor online (tuton) yang memberikan materi kuliah dan tugas secara online dengan jeda waktu tertentu. Dalam konteks ini, mahasiswa harus mengetahui jadwal kuliah dan ujian akhir semester terlebih dahulu.

Syarat untuk berhasil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka adalah kemandirian. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Pengertian mandiri disini dapat dilakukan secara kelompok maupun sendirian.Hal ini sangat memungkinkan karena Universitas Terbuka menyediakan bahan kuliah yang dibuat khusus untuk dipelajari secara mandiri.

Kemandirian belajar di Universitas Terbuka sangat dipengaruhi oleh kapabilitas mahasiswa dalam belajar secara efisien. Untuk mendapatkan pembelajaran mandiri dan efisien, mahasiswa Universitas Terbuka dituntut untuk memiliki kedisiplinan tinggi, kreatif, dinamis, inisiatif, inovatif dan motivasi belajar membara. Tentunya diiringi dengan kemampuan membagi waktu.

Mahasiswa juga dimanjakan dengan perpustakaan digital, tutorial online, radio dan televisi, audio video dan berbagai bahan ajar lain yang mudah digunakan, berkualitas dan murah. Bagi yang tinggal di daerah terpencil atau jauh dari perkotaan, mahasiswa dapat dapat meminta bantuan tutorial melalui Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.

Bebas Biaya Bangunan dan Uang Pangkal
Di UT tidak ada uang gedung puluhan juta yang harus dibayar. Mahasiswa-mahasiswa di UT bukan mahasiswa golongan menengah ke atas yang setiap hari bisa membawa mobil keluaran terbaru, memakai ultra book atau tablet pc berharga jutaan rupiah. Banyak mahasiswa UT yang tidak mampu membeli komputer. Bahkan ada mahasiswa yang membeli netbook saja sudah merupakan impian yang belum terwujud, tetapi jadi sarjana dan meraih pendidikan adalah tujuan utama.

Tidak memandang usia dan lulusan tahun berapa, yang penting lulusan SMA/SMK sederajat. Bahkan yang Lulusan Paket C juga bisa mendaftar.

Betul sekali, Kuliah di UT Tidak memandang usia dan lulusan tahun berapa, yang penting lulusan SMA/SMK sederajat. Bahkan Pemerintah Jamin Lulusan Kejar Paket C Bisa Kuliah di Universitas Terbuka. Yang penting ada niat untuk melanjutkan perkuliahan dan mempunyai cita-cita menjadi sarjana. Peluang lulusan pondok pesantren (setingkat SMA) untuk melanjutkan pendidikan jenjang perguruan tinggi (PT) kian terbuka lebar. Kebijakan UT ini sekaligus menjadi ‘kado’ bagi para santri dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) beberapa waktu lalu. Para santri yang sudah memiliki ijazah pesantren setingkat SMA, sekarang tidak perlu lagi mencari ijazah Kejar Paket C untuk mendaftar. UT juga menyediakan ribuan beasiswa yang bisa diakses para santri, khususnya santri yang kurang mampu. Bahkan beasiswa yang diberikan UT untuk santri bisa delapan semester penuh.

Kuliah Fleksibel
Buat mereka yang saat ini sedang bekerja dan berminat melanjutkan ke jenjang kuliah program S1, atau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi ke program magister (S2) untuk menunjang karier, kerap menghadapi kendala menyangkut manajemen waktunya. Mereka khawatir kesulitan membagi waktu antara untuk pekerjaan dan kuliah serta untuk waktu pribadi. Apalagi, buat mereka yang sudah berkeluarga. Memang, saat ini banyak perguruan tinggi yang menawarkan kuliah malam melalui program ekstensi yang bisa dijalani usai bekerja, tapi tetap saja harus mengalokasikan waktu buat datang ke kampus mengikuti perkuliahan. Sebenarnya saat ini sudah ada solusi buat mereka yang menghadapi kendala semacam itu. Yakni, kuliah di Universitas Terbuka (UT). Banyak orang yang belum mengetahui bahwa menuntut ilmu di UT sama bagusnya dengan kuliah konvensional. Apalagi, UT berstatus perguruan tinggi negeri yang mutu pendidikan dikelola oleh pengajar berkompeten.

Bisa Kerja sambil kuliah
Ada bermacam motif yang sudah menjadi mahasiswa di tempat lain tapi karena ingin kuliah doble akhirnya mendaftar lagi di Universitas Terbuka. Ada yang sudah bekerja tetapi tidak punya waktu untu kuliah dan dananya juga sangat terbatas. Mereka yang sudah bekerja profesinya bermacam-macam, ada pramuwisma, TKI di luar negeri, penjaga toko, buruh, guru honorer, kuli bangunan, tukang ojek , karyawan,dan lain sebagainya. Mereka memilih kuliah di Universitas terbuka karena tidak punya banyak waktu,uang terbatas karena gaji kecil,tetapi keinginan kuat untu kuliah.Sistem kuliah di Universitas Terbuka yang tidak punya kelas,tidak ada dosen di kelas,tidak ada teman sekelas dan belajar tutorial lewat internet.Belajar di Universitas Terbuka memerlukan kemandirian dan kemauan yang besar.Selain itu memiliki mdul merupakan kewajiban.Tetapi ada juga teman saya yang tidak sanggup membeli modul

Lebih Efisien dari biaya dan waktu
Dua mahasiswi UT angkatan 2015 dan 2016 ini kuliah di UT saat lulus SMA. Mereka mendapatkan program beasiswa bidikmisi. “Kalau saya suka UT karena di Papua itu susah cari PTN bagus. Banyak yang akreditasinya C, makanya saya pilih UT karena terkreditasi A,” ujar Sukma. Sementara Febby mendaftar kuliah di UT karena dimasukkan sanggar seni tempat dia belajar. Peserta Disporseni ini merasa bersyukur karena bisa mendapatkan beasiswa bidikmisi. “Kuliah di UT itu wajib tatap muka sepekan tiga kali. Selebihnya online tapi cara belajarnya mudah karena kami bisa dialog langsung dengan dosen lewat tutorial web,” tandasnya

Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) adalah fasilitas layanan UT yang berfungsi untuk mendekatkan dan memudahkan akses layanan pendidikan tinggi kepada mahasiswa, calon mahasiswa atau masyarakat berkaitan dengan informasi ke-UT-an, registrasi, perolehan bahan ajar, pembelajaran dan kegiatan lainnya. SALUT UT didukung perangkat komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi, dan instruktur Informasi Teknologi.

Universitas Terbuka (UT) merupakan perguruan tinggi negeri yang memberikan layanan pendidikan dengan sistem belajar jarak jauh. Proses layanan administrasi akademik dan pembelajaran didukung dengan sistem teknologi berbasis Information and Communication Technology (ICT) sehingga dimungkinkan mahasiswa dapat menerima dan melakukan kegiatan akademik tanpa harus datang atau bertatap muka dengan petugas layanan atau dosen.

Universitas Terbuka (UT) semakin memperluas jangkauannya dengan meresmikan Sentra Layanan UT (SALUT) Cakra Inti Indonesia di Megamendung Puncak Bogor. Pembukaan SALUT ini, perpanjangan tangan dari UPBJJ-UT sebagai upaya menjangkau layanan, mempermudah mahasiswa hingga ke pelosok.

Penandatanganan kerjasama ini dihadiri oleh Direktur UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd dan Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Cakra Inti Indonesia, Mubarok, S.Kom., M.M. Serta Pembina Yayasan Cakra Inti Indonesia, Dr. Achmad Mulyana, S.E., M.M. Dengan pendirian SALUT tersebut, saat ini pembelajaran mahasiswa bisa dilakukan dengan optimal dengan sejumlah fasilitas pendukung. Namun demikian, kami menyadari bahwa pada waktu tertentu untuk memperoleh informasi, mengatasi kendala, mendapatkan bimbingan, bertemu dengan tutor, bertemu teman kuliah, berdiskusi, dan bersosialisasi merupakan kebutuhan dasar mahasiswa, tutor, atau pemangku kepentingan lainnya yang perlu difasilitasi dengan sentuhan kemanusiaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, UT mendirikan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).

Direktur UT Bogor Drs. Enang Rusyana, M.Pd. Menyambut baik berdirinya Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Cakra Inti Indonesia di Megamendung Puncak Bogor. Semoga dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan baik untuk memberikan akses layanan Pendidikan tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri Universitas Terbuka dibawah kepemimpinan kang Mubarok, S.Kom., M.M. Selaku Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Cakra Inti Indonesia. Sesuai dengan tagline UT “Making Higher Education Open to All” yang memberikan kesempatan pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dimana pun berada untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi serta menjangkau yang tidak terjangkau.

Dalam sambutannya kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka Cakra Inti Indonesia, Mubarok, S.Kom., M.M. Mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri Universitas Terbuka dan berharap kedepanya akses layanan pendidikan tinggi di kampus negeri semakin merata, dimana saat ini mahasiswa yang kuliah berasal dari lingkungan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pemerintah Daerah dan Institusi terkait lainya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, melalui peran Pendidikan tinggi dengan tujuan memberikan akses dan pelayanan pendidikan serta memberikan kesempatan belajar di perguruan tinggi, bagi peserta didik yang memiliki kualitas potensi akademik yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikanya. Memberikan kontribusi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

SALUT merupakan kepanjangan tangan teknis operasional dari UT Daerah yang menjadi tempat layanan administrasi akademik, kegiatan akademik serta kegiatan lainnya yang berlokasi di kabupaten atau kota, sehingga jarak akses mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya dengan kantor layanan UT semakin dekat. SALUT juga mempunyai tugas penting lainya yaitu mengenalkan UT kepada berbagai lapisan masyarakat dan melakukan perekrutan calon mahasiswa.

Dengan demikian, keberadaan SALUT diharapkan akan dapat meningkatkan angka partisipasi mahasiswa dan kualitas layanan Universitas Terbuka. SALUT dapat digunakan untuk memfasilitasi mahasiswa, mulai dari layanan mahasiswa dalam registrasi, bantuan belajar, hingga ujian, fasilitas ini dapat menyediakan akses layanan yang lebih dekat kepada seluruh stakeholders, khususnya mahasiswa. Dengan demikian, UT dapat berpartisipasi mensukseskan program pemerintah dalam memberikan pemerataan akses pendidikan.

Lokasi SALUT Cakra Inti Indonesia sangat strategis yang berada di Jalan Raya Puncak Gadog Nomor 47 Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Daerah asri dan sejuk, Megamendung menjadi gerbang utama pariwisata di kabupaten bogor sebagai penunjang kabupaten termaju di Indonesia.

Megamendung berada di kawasan wisata puncak yang merupakan jalur utama wisata. Megamendung merupakan kecamatan yang dimekarkan dari Kecamatan Cisarua, Bogor pada tahun 1997. Sejalan dengan Perda Kab. Bogor No 5 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bogor dalam mendukung Visi kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di indonesia kecamatan Megamendung telah menetapkan Visi menjadi gerbang utama pariwisata di kabupaten Bogor sebagai penunjang kabupaten termaju di Indonesia.

Sarana Prasarana yang digunakan untuk Sentra Layanan Universitas Terbuka meliputi : Tanah dan Bangunan seluas 1.200 meter persegi, Halaman Parkir dan Taman seluas 400 meter persegi, Ruang Tutorial kelas, Ruang Layanan Administrasi Akademik, Ruang Area Front Desk dan Ruang Layanan Umum, Ruang Area Informasi dan Display Produk UT, Ruang Pendukung Diskusi Mahasiswa, Ruang MES Tempat Tinggal, Ruang Laboratorium Komputer, Ruang Perpustakaan, Ruang Pimpinan, Ruang Musholla, Ruang Dapur, Ruang Toilet dan Ruang Lobby.

Fasilitas layanan didukung dengan perangkat komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi dan perangkat lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk berlatih mengoperasikan komputer dan internet dalam mengakses sumber belajar secara online, melakukan registrasi dan pemesanan bahan ajar secara online, kegiatan belajar dan ujian secara online dan berbagai ragam layanan UT lainnya.

Layanan Administrasi Sentra Layanan Universitas Terbuka, meliputi :
Membantu mahasiswa melakukan admisi dan registrasi online
Pelatihan belajar mandiri dan pelatihan pendukung kesuksesan belajar
(Tuton, Karya Ilmiah, praktikum, bimbingan belajar mandiri, bimbingan karier).
Pelatihan lain yang diperlukan oleh mahasiswa untuk kesuksesan belajar
Mengelola kegiatan Tutorial Tatap Muka (TTM)
Membimbing dan memonitor kegiatan Tutorial Online (TUTON) dan Tutorial Webinar (TUWEB) mahasiswa, Menyediakan tempat Ujian Online (UO)
Melakukan pengingatan mahasiswa untuk registrasi ulang melalui berbagai media
Memfasilitasi dan mengedukasi penyelesaian tugas mata kuliah
Memfasilitasi pengambilan e-KTM dari UPBJJ

Mengedukasi mahasiswa mengakses berbagai layanan yang diberikan oleh UT
Mencetak : LIP admisi, LIP registrasi, LIP TTM, LIP UO, LIP Legalisir, Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU), Daftar Nilai Ujian (DNU), Lembar Kemajuan Akademik Mahasiswa (LKAM). (Jika mahasiswa tidak memanfaatkan fasilitas di UPBJJ-UT).
Menyelesaikan permasalakan akademik dan administrasi mahasiswa dan berkoordinasi dengan UPBJJ-UT jika masalahnya tidak dapat diselesaikan.
Memberikan pelatihan lain yang diperlukan oleh mahasiswa.
Menjadi alamat penerima pesanan BA atas permintaan mahasiswa.
Fasilitas tempat diskusi dan sharing informasi mahasiswa.

** yev/ut-rls

Asnan AP Dampingi Langsung Tim Atletik PPOPM di Kejurnas 2023

0

Cibinong| Jurnal Bogor
Kadispora Kabupaten Bogor Asnan AP akan mendampingi secara langsung para atlet Atletik PPOPM Kabupaten Bogor yang akan diterjunkan dalam Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023.

Kejurnas Atletik antar PPLP PPLPD dan SKO Atletik 2023 akan dilangsungkan di Lintasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 23 sampai 28 Oktober 2023.

” UPT PPOPM langsung berada dalam kendali Kadispora. Maka saya akan pimpin langsung semua persiapan dan kebutuhan para atlet Atletik PPOPM Kabupaten Bogor di Kejurnas 2023,” tegas Asnan AP, Sabtu, 8 Oktober 2023.

Asnan AP menambahkan, belum lama ini ia sudah ketemu dengan Sujana selaku Kepala UPT PPOPM dan Hendrik Sulihadi selaku Kasubag UPT PPOPM membahas kesiapan para atlet PPOPM yang akan tampil dalam Kejurnas Atletik 2023

” Walaupun Kejurnas Atletik ini Panitianya dari Jabar. Namun saya tekankan kepada UPT PPOPM dan UPT Sarpras untuk all out mensukseskan event Kejurnas Atletik yang jadi Kalender Kemenpora ini” papar Asnan AP.

Asnan AP berharap semua atlet binaan UPT PPOPM Kabupaten Bogor bisa membuktikan kualitas terbaik dan memberikan prestasi bagi daerah Kabupaten Bogor pada Kejurnas Atletik 2023.

Disamping itu, Asnan AP menekankan tentang pentingnya semua elemen yang ada di Dispora bekerja sesuai dengan Tupoksinya masing masing.

** asep syahmid

Sambut Putusan MK, Relawan Gibran Bogor Gelar Doa Bersama

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Relawan Gibran Rakabuming Raka (Grak Indonesia) menggelar do’a bersama serentak di tiga kecamatan Kabupaten Bogor, pada Jum’at (06/10/2023). Kegiatan do’a bersama tersebut dihadiri sekitar 100 orang yang berlokasi yakni di wilayah RT 02 RW 07 Desa Karangasem Timur, Kecamatan Citeureup, Pondok pesantren Arafah Yayasan Islam Almaisyaroh Kecamatan Bojonggede dan di Kampung Babakan RT 01 RW 01, Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi.

Koordinator kegiatan do’a bersama, Darajat Bakti Purnama (36) mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan oleh relawan Grak Indonesia ini untuk keselamatan bangsa dan juga harapan relawan, agar dikabulkannya tuntutan batas umur dibawah usia 40 tahun.

Menurutnya, pemimpin di masa mendatang harus diisi oleh sosok muda yang berkualitas. Sehingga atas dasar kesadaran hati, malam ini relawan Grak Indonesia berdoa dan bermunajat kepada sang pencipta Allah SWT.

“Ya kami berharap, kita semua yang hadir dan berdoa malam ini semoga ada harapan untuk pemimpin muda ke depan. Jadi kita berdoa agar MK setujui putusan batas usia dibawah 40 tahun,” ujar Darajat panggilan singkat koordinator doa kepada wartawan.

Relawan, lanjut Drajat, berkeinginan sangat besar agar mas Gibran menjadi pemimpin untuk Indonesia. Alasannya, karena mas Gibran sebagai prototipe anak muda, dimana menjadi rujukan dalam masuknya generasi muda di kancah politik Indonesia.

Namun sayangnya, Drajat menilai iklim demokrasi yang memberi ruang pada anak muda ikut menjadi capres maupun cawapres, tidak hanya terganjal dalam peraturan batasan usia seperti yang tercantum didalam Undang-undang (UU) pemilihan umum (Pemilu) nomor 7 tahun 2017, yang mengatur batasan usia minimal 40 tahun.

Dengan begitu, sambung Drajat, ruang bagi anak muda untuk bisa ikut bursa saat pemilihan pemimpin Indonesia, masih menemui jalan terjal. Selain adanya peraturan tersebut, juga keberadaan partai politik beserta strukturnya, masih belum ramah menerima anak muda menjadi andalan untuk masuk bursa pemilihan pemimpin Indonesia.

“Walau pun kondisinya seperti itu, semoga saja doa dan harapan kami terkabul. Dan Mas Gibran menjadi pemimpin untuk Indonesia,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45

0

Kuala Lumpur | Jurnal Bogor
Rangkaian pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45, ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three (AMAF+3) ke-23, ASEAN Japan Ministers on Agriculture and Forestry Meeting (the AJMAF Meeting) dan ASEAN China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary Cooperation ke-8 (the 8th ASEAN China MM on SPS) digelar di Kuala Lumpur pada tanggal 2-6 Oktober 2023.

Pertemuan didahului dengan pertemuan tingkat Senior Officials (PrepSOM AMAF dan PrespSOM AMAF+3) yang diikuti oleh seluruh perwakilan negara ASEAN, mitra dialog ASEAN yakni China, Korea dan Jepang, serta Timor Leste yang untuk pertama kalinya bergabung dalam pertemuan ini sebagai observer.
 
Pertemuan dipimpin oleh Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, Minister of Agriculture and Food Security Malaysia, selaku AMAF Leader.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Karantina Nasional, ini dipimpin oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi sebagai alternate AMAF Indonesia, dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, DR. Ade Candradijaya sebagai Contact Point SOM AMAF Indonesia.

Sementara pada pertemuan 8th ASEAN – China MM on SPS dipimpin oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro.
 
Dalam sambutannya di pertemuan AMAF ke-45, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyampaikan apresiasinya kepada seluruh negara ASEAN atas dukungannya terhadap ASEAN Leaders Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis yang telah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 tanggal 5 September 2023 di Jakarta.

Pada KTT ASEAN di Jakarta beberapa mitra dialog seperti Australia, Tiongkok dan Kanada juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung ASEAN dalam implementasi deklarasi ini.

Selanjutnya, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan pentingnya untuk mendorong seluruh badan sektoral AMAF untuk mulai mengidentifikasi program aksi yang potensial serta kerja sama strategis dengan mitra dialog untuk mengimplementasikan secara konkret deklarasi tersebut.
 
Pada pertemuan ini para Menteri Pertanian ASEAN mencatat kemajuan kegiatan dan mengesahkan beberapa dokumen, diantaranya 17 (tujuh belas) dokumen untuk di adopsi, dan 7 (tujuh) dokumen untuk di notasi, termasuk capaian kerjasama ASEAN tahun 2023 serta menyetujui rencana kerja AMAF untuk tahun bidang pangan, peternakan, pangan asal tumbuhan, perikanan, kehutanan, litbang pertanian, penyuluhan dan pelatihan pertanian, promosi produk pertanian, dan pengaturan pengakuan bersama produk pertanian.

Selain itu pertemuan juga menyetujui usulan 2 (dua) Priority Economic Deliverables (PEDs) Laos sebagai Ketua ASEAN 2024 yang terdiri dari: i) Pengembangan Rencana Aksi untuk Implementasi Pedoman Pertanian Berkelanjutan ASEAN; dan ii) Strategi atau Panduan Mengurangi Pembakaran Tanaman untuk Mendukung Implementasi Strategi Netralitas Karbon ASEAN.
 
Para Menteri Pertanian AMAF mendorong kolaborasi terkait perubahan iklim dengan berbagi pratik, pengalaman dan pengetahuan terbaik, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pengurangan resiko bencana.

ASEAN terus berkomitmen dalam meningkatkan kerja sama perubahan iklim antar negara anggota ASEAN dalam mewujudkan kawasan yang berketahanan iklim dan rendah karbon.


 
Pada pertemuan AJMAF, seluruh negara ASEAN menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada Pemerintah Jepang atas usulan kerjasama “Enhancing Resilient and Sustainable Agriculture and Food Systems for Ensuring Regional Food Security yang kemudian disebut MIDORI Cooperation Plan sebagai bentuk perayaan 50 tahun hubungan ASEAN dengan Jepang.

Dengan dukungan teknologi dan pengalaman yang dimiliki oleh Jepang, kerjasama ini akan berfokus pada kesesuaian dan kebutuhan teknologi dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan yang akan dikembangkan melalui kegiatan i). Pengembangan, demonstrasi dan diseminasi teknologi untuk membangun pertanian dan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan melalui inovasi, peningkatkan teknologi pertanian digital, ekonomi sirkular, energi biomassa, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT); ii). Pengembangan sumber daya manusia untuk membangun sistem pertanian, kehutanan dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan; dan iii). Dukungan dalam implementasi ASEAN Regional Guidelines for Sustainable Agriculture in ASEAN.
 
Prof. Dedi menyampaikan optimismenya terhadap proyek MIDORI, dalam membuka jalan menuju pembangunan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan, lebih khusus lagi dalam hal peningkatan produktivitas pangan dan produksi pertanian, sekaligus mengurangi beban lingkungan dengan mempromosikan pertanian yang inovatif.

Proyek kerja sama ini juga sangat sejalan dan menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari ASEAN Leaders Declaration in Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis, yang salah satunya menekankan pentingnya penguatan ketangguhan dan keberlanjutan jangka panjang Agri-food System di Kawasan ASEAN.
 
Sementara pada pertemuan AMAF+3, Prof. Dedi Bersama dengan AMAF Leaders lainnya menyampaikan apresiasinya atas perkembangan implementasi kerja sama ASEAN Plus Three Cooperation Strategy (APTCS) Framework on Food, Agriculture, and Forestry dan mendorong Negara APT untuk terus mendukung strategi-strategi utama Kerjasama ASEAN  bidang pertanian, pangan dan kehutanan di ASEAN, yang mencakup promosi pertanian sirkular dan berkelanjutan, pengelolaan hutan berkelanjutan, pengurangan penggunaan agrokimia berbahaya, dekarbonisasi, pemanfaatan teknologi digital, memerangi resistensi Antimicrobial, dan menjamin keberlanjutan sumber daya tanah dan air.
 
Secara khusus, Indonesia juga mengapresiasi ASEAN – China Action Plan on Green Agricultural Development dan ASEAN – China Joint Statement on Food Security Cooperation yang telah diadopsi oleh para Leaders pada tahun 2022, yang menekankan dukungan Pemerintah China untuk ketahanan pangan Kawasan melalui berbagai kolaborasi antara kedua pihak.

Kepada Pemerintah Jepang atas inisiasi dukungannya yang tercermin melalui Rencana Kerjasama Midor, serta kepada Pemerintah Korea, atas dukungan yang dilakukan melalui berbagai proyek yang melengkapi program-program pangan dan pertanian, seperti Establishing Real – Time ASEAN Food Security Information Network.
 
Selanjutnya pada pertemuan ke-8 ASEAN – China on SPS, Delegasi Indonesia yang pada kesempatan ini dipimpin oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan yang telah dicapai dalam implementasi Plan of Action 2022-2023, dan mendukung pengesahan Plan of Action Kerjasama ASEAN-Tiongkok di bidang SPS untuk tahun 2024-2025.

Selanjutnya, dengan ditandatanganinya MOU ASEAN-China on SPS Cooperation oleh seluruh AMS tahun lalu, Indonesia optimis bahwa MoU ini akan memperdalam kerja sama kita di bidang SPS dalam menjamin ketahanan pangan termasuk keamanan pangan di kawasan.

Lebih lanjut, Indonesia berharap MoU ini dapat mengakomodasi mekanisme transparansi dan kesetaraan yang lebih baik dalam penerapan langkah-langkah SPS antara ASEAN dan Tiongkok sejalan dengan Perjanjian SPS WTO.

** bbpmkp