Jurnal Bogor – Paragon melalui program Paradaya Movement kembali menggelar pelatihan cleaning service bekerja sama dengan Darut Tauhid (DT) Peduli, Clean Sheet Indonesia, dan Satu Langkah. Kegiatan berlangsung di Aula Yatim Center Al-Ruhama, Jalan Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor, dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.
Kepala KP DT Peduli wilayah Jabodetabek, Deny, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk mencetak tenaga kebersihan profesional sekaligus menjadi solusi pengurangan pengangguran.
“Pelatihan ini adalah inisiatif bersama PT Paragon yang memfasilitasi seluruh kegiatan. Paragon memiliki visi untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dalam membuka lapangan pekerjaan. Peserta dibekali keterampilan sehingga dapat terserap oleh PT Clean Sheet maupun perusahaan lain yang membutuhkan jasa kebersihan profesional,” ungkapnya, Selasa (25/11/25).
Denny menjelaskan, dari total 157 pendaftar, hanya 43 peserta yang lolos seleksi administrasi dan wawancara. Peserta berasal dari Kalimantan, Banten, Jakarta, hingga wilayah Bogor.
“Untuk penguatan keterampilan teknis kami percayakan kepada Clean Sheet dan Satu Langkah. Sementara DT Peduli fokus memberikan pembinaan karakter seperti kedisiplinan dan kejujuran, nilai yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja,” ujarnya.
CEO Satulangkah.id, M. Sirojul Abidin, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Paradaya Movement 2.0 yang menargetkan penguatan kemampuan kerja masyarakat.
“Harapannya setelah pelatihan ini, peserta dapat mengikuti magang atau on the job training di Clean Sheet atau di perusahaan lain yang menjadi jaringan kemitraan kami, sehingga membuka peluang kerja baru bagi mereka,” jelasnya.
Salah satu peserta, Andri Kurniawan (28), mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya yang tengah mencari peluang kerja.
“Pelatihan ini membantu saya belajar hal-hal baru sekaligus mengulang dasar-dasar kerja sebagai cleaner. Apalagi Clean Sheet dekat dengan domisili saya, jadi saya bisa mencoba bekerja di sana,” katanya.
Peserta lainnya, Nurjanah (29), menilai pelatihan ini penting untuk meningkatkan skill dan menambah peluang kerja.
“Sekarang banyak perusahaan meminta sertifikat atau keterampilan khusus. Ini pertama kali saya ikut pelatihan seperti ini dan sangat membantu untuk memahami dasar-dasar cleaning service,” ujarnya.
Program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja profesional sekaligus mendukung upaya penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Yudi
jurnalinspirasi.co.id – Kasus penemuan mayat seorang perempuan berinisial N (59), pedagang makanan di salah satu SD Negeri di Kampung Cipari, Kelurahan Cisarua, Kabupaten Bogor, berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.
Hanya dalam waktu kurang dari delapan jam, tim Buser Polsek Cisarua dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor berhasil menangkap terduga pelaku. Pelaku yang diidentifikasi berinisial NAF (32), ditangkap setelah penyelidikan intensif.
Berdasarkan keterangan resmi dari Polres Bogor, motif pembunuhan sadis tersebut adalah masalah utang piutang terkait uang tabungan yang dikelola oleh pelaku.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa korban N telah mempercayakan uang tabungannya kepada pelaku selama dua tahun. Total uang yang dititipkan dan tidak dapat dikembalikan oleh pelaku adalah senilai Rp12.450.000.
“Korban mempercayakan uang tabungan selama dua tahun kepada pelaku. Namun, pelaku menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga saat korban meminta dicairkan, uang tersebut sudah habis,” kata AKP Anggi Eko Prasetyo, kemarin malam.
Peristiwa tragis tersebut terjadii pada Kamis, 20 November 2025. Awalnya, korban menanyakan kejelasan uang tabungannya. Pembicaraan yang dimulai dengan santai kemudian berubah menjadi cekcok, yang memicu tindakan fatal dari NAF. Polisi menduga, ketakutan pelaku tidak bisa mengembalikan uang menjadi motif utama pembunuhan.
Kasus ini tidak hanya berhenti pada pembunuhan korban N. Satreskrim Polres Bogor tengah mengembangkan penyelidikan setelah menemukan indikasi bahwa pelaku juga melakukan aksi serupa terhadap orang tua murid lainnya.
“Kami juga menemukan bahwa pelaku melakukan hal serupa kepada beberapa orang tua murid lain. Saat ini, setidaknya ada empat saksi telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih terus dikembangkan,” tambanya .
Sementara itu, kejadian tersebut sontak mengejutkan warga Cisarua Puncak Bogor, mengingat korban dan pelaku adalah sosok yang dikenal dekat dan sehari-hari berinteraksi dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.
Jurnal Bogor – Sebanyak 30 peserta yang merupakan pegiat olahraga sepakbola di wilayah Barat Kabupaten Bogor, mengikuti Pelatihan Tenaga Keolahragaan dan Organisasi Cabang Olahraga Lisensi D Sepakbola tahun 2025, yang dilaksanakan di Ruang Krakatau, Hotel M-One, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, mulai 24 hingga 29 November 2025.
Dalam sambutan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP mengingatkan kepada semua peserta, untul fokus mengikuti pelatihan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Saya ingakan kepada narasumber untuk tidak meluluskan peserta yang memang belum layak lulus. Karena pelatihan ini kita laksanakan tujuannya, agar peserta yang lulus benar-benar berkompeten dalam kepelatihan sepakbola,” kata Asnan AP, Senin (24/11/2025).
Jadi kata Asnan AP, peserta yang ikut dalam pelatihan kali ini, harus bisa memanfaatkan moment peting ini dalam pengambilan lisensi, khususnya Lisensi D.
“Apabila sudah lulus, teman-teman semua bisa langsung membuat SSB di wilayahnya masing-masing. Apalagi di wilayah Barat Kabupaten Bogor antusias sepakbola cukup tinggi, jadi saya ingin peserta memanfaatkan pelatihan ini,” kata Asnan AP.
Untuk diketahui Pematari yang diundang Dispora pada Pelatihan Tenaga Keolahragaan dan Organisasi Cabang Olahraga Lisensi D Sepakbola tahun 2025 kali ini, langsung Coach Edukator (CE) dari PSSI Pusat, Hariansah.
Sementara acara pembukaan dibuka langsung oleh Kadispora Asnan AP, yang juga dihadiri Sekdispora, Hendarsah, Kabid PPO, Muhammad Saepudin, Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor, Iswahyudi serta beberapa pejabat teras Dispora. (***)
jurnalinspirasi.co.id – Pemilihan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Cigudeg akan digelar pada 1 Desember 2025 mendatang. Salah satu kandidatnya, Wawan Darmawan disebut-sebut layak memimpin KNPI Cigudeg setelah sepak terjangnya.
Wawan Darmawan dikenal luas sebagai aktivis muda dengan rekam jejak panjang di dunia kepemudaan di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Wawan mengatakan dirinya telah terlibat dalam berbagai kegiatan KNPI sejak jauh sebelum masuk kepengurusan.
Konsistensinya berlanjut hingga ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPK KNPI Cigudeg. Dukungan dari para pengurus Pemuda Kecamatan (PK) Cigudeg menjadi dorongan kuat baginya untuk maju sebagai calon ketua.
“Saya memang benar-benar lahir dari KNPI,” ujarnya saat dihubungi, Senin (24/11/2025).
Menurut Wawan, keputusannya mencalonkan diri dilatarbelakangi keinginan memperkuat solidaritas dan arah gerak pemuda Cigudeg yang dinilai perlu lebih terorganisasi. Ia menilai pemuda di beberapa kecamatan lain sudah lebih aktif berkolaborasi.
“Saya ingin Cigudeg juga seperti itu lebih guyub dan punya arah gerak yang jelas,” katanya.
Ia menambahkan pentingnya dukungan dari para senior, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur kepemudaan agar gerakan pemuda di Cigudeg semakin kuat.
“Harapan saya, baik pemuda yang sedang aktif maupun para senior bisa saling mensupport. Kolaborasi itu penting,” ujarnya.
Dia dalam visi misinya mengusung tagline “Yang Muda yang Istimewa Menuju Pemuda Gemilang”. Wawan menawarkan empat fokus utama jika terpilih memimpin KNPI Cigudeg, salah satunya memperkuat sinergitas antarunsur kepemudaan dan OKP.
Lalu mengembangkan eksistensi kepemudaan berbasis kemandirian dan kepedulian, mendorong program pengembangan kepemimpinan dan keterampilan serta memaksimalkan digitalisasi kepemudaan. Wawan menilai pemuda harus mandiri, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai ruang kreasi dan penyebaran program.
Pelatihan, workshop, dan kegiatan penguatan kompetensi disebutnya sebagai bagian penting dalam menyiapkan pemuda Cigudeg menghadapi tantangan masa depan. Dengan pengalaman organisasi dan jaringan yang ia miliki, Wawan menyatakan siap membawa KNPI sebagai ruang tumbuh bagi pemuda Cigudeg.
“Saya ingin kita berjalan bersama untuk memajukan Cigudeg. Pemuda harus menjadi penggerak, bukan penonton,” tandasnya.
jurnalinspirasi.co.id – Selain tiang listrik miring yang berukuran besar di Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor sudah sejak lama belum diperbaiki, padahal seringkali dikeluhkan warga ke petugas PLN.
Belakangan keluhan pun kembali datang, kali ini para pengendara yang melintas tepatnya di Kampung Situhiang RT 02 RW 05 lingkup di Desa Curugbitung, Nanggung harus ekstra hati-hati lantaran kesemrawutan kabel listrik yang menjuntai di jalur itu kerap mengancam keselamatan mereka. Kabel listrik yang menjuntai disebabkan kondisi tiang listrik yang miring.
Salah satu pengguna jalan, Deny yang kerap melintas di jalur itu mengaku, kesemrawutan kabel yang berasal dari tiang listrik miring itu tentu saja sangat membahayakan bagi pengendara terutama bagi pemotor.
“Diari atas tiang, kabel listrik yang turun itu, terlihat kendur sehingga mengganggu pengguna jalan di jalur itu,” kata Deny kepada Jurnal Bogor, Senin (24/11/2025).
“Kami minta pihak PLN segera turun tangan memperbaiki kesemrawutan kabel dari tiang listrik miring itu. Kami anggap ini urgent, sebab pengendara sangat berisiko keberadaan kabel yang melintang yang mengancam keselamatan. Berisiko melintas di jalur itu, karena bisa saja sewaktu waktu tiang listrik miring itu terjadi ambruk,” kata Deny.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, manajer PLN ULP Leuwiliang, Riansyah menyatakan akan segera menindaklanjuti kabel yang menjuntai akibat tiang listrik miring itu. “Saya akan infokan ke petugas untuk segera ditindaklanjuti,” tukasnya. Arip Ekon
Jurnal Bogor – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kegiatan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman yang digelar pada Minggu pagi, (23/11/25).
Kehadiran Diskominfo dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen untuk mendekatkan layanan informasi, edukasi, serta teknologi kepada masyarakat.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan jajaran Diskominfo di CFD Tegar Beriman yakni, kampanye pembangunan daerah dan layanan darurat 112 dengan memanfaatkan teknologi drone.
Visualisasi dari udara ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan penting mengenai kesiapsiagaan dan urgensi penggunaan layanan darurat 112. Selain itu,
Juga menghadirkan layanan OB Van Radio Teman 95,3 FM yang memberikan pengalaman langsung bagi masyarakat, khususnya para pelajar, untuk mempraktikkan proses siaran dan mengenal dunia penyiaran secara lebih dekat. Suasana interaktif ini menambah semarak kegiatan dan memberikan edukasi yang menyenangkan.
Tidak hanya itu, Diskominfo turut menyediakan layanan wifi publik gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan akses internet masyarakat selama berlangsungnya CFD, sehingga pengunjung dapat tetap terhubung dan memanfaatkan layanan digital dengan mudah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan bahwa partisipasi Diskominfo dalam CFD bukan sekadar sebagai pendukung acara, melainkan bagian dari upaya memperkuat layanan komunikasi publik yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kehadiran kami di Car Free Day ini, ingin memastikan bahwa informasi, edukasi teknologi, dan layanan digital dapat diakses masyarakat secara langsung.
“Mulai dari kampanye layanan darurat 112, literasi penyiaran, hingga penyediaan internet publik, semuanya merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik dan pelayanan digital di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Kadiskominfo juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan.
“Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari, imbuhnya.
Kota Bogor mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan The Ambassador Summit road to 71st Asia-Africa Conference 2026 yang berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (20/11/2025).
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 71 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan sekaligus napak tilas sejarah Konferensi Bogor, yang menjadi tonggak lahirnya KAA pada 1955.
Tak hanya menjamu dan menerima para delegasi dan duta besar dari negara sahabat saja, Dedie Rachim turut mengajak para delegasi berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor tempat dimana sejarah KAA dimulai.
Ia menjelaskan bahwa Konferensi Bogor pada 28–29 Desember 1954 itu menghadirkan lima pemimpin dari lima negara, yaitu Indonesia, Pakistan, India, Sri Lanka, dan Myanmar. Konferensi ini kemudian menjadi fondasi pelaksanaan KAA di Bandung pada April 1955.
“Ini kami melaksanakan semacam napak tilas ya dari sebuah momen yang sangat penting yang berhasil merubah tatanan dunia, namanya Konferensi Asia-Afrika, tetapi sebelum Konferensi Asia-Afrika ada yang namanya Konferensi Bogor. Nah, Konferensi Bogor inilah yang kemudian poin-poinnya itu mencetuskan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada April tahun 1955,” jelas Dedie Rachim.
Ia mengatakan, dalam rangka napak tilas tersebut ia mengajak negara-negara yang berkontribusi langsung dalam kegiatan Konferensi Bogor, salah satunya dari India dan yang mewakili dari Afrika yaitu Mozambik.
Dedie Rachim menegaskan bahwa Kota Bogor menjadi tuan rumah kegiatan ini, karena sejak lama memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya KAA. Momentum ini, menurutnya, turut memperkuat posisi Kota Bogor sebagai salah satu kota strategis di Indonesia yang memiliki banyak potensi.
“Kita ingin mengingatkan semua bahwa peran Bogor itu sudah sejak lama cukup penting. Nah, ke depan tentu kami mengajak bahwa keberadaan Bogor sebagai salah satu kota yang penting di Indonesia ini bisa juga dijadikan sebagai tempat untuk potensi investasi, kunjungan wisata, dan potensi menyelenggarakan kegiatan penting lainnya, termasuk kegiatan internasional,” tegasnya.
Ia berharap napak tilas Konferensi Bogor menuju KAA ini dapat membangkitkan kembali semangat persatuan bangsa-bangsa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Semangat Konferensi Bogor ini menjadi semangat kita semua yang kita harus terus gelorakan sebagai bagian dari semangat persatuan bangsa-bangsa, semangat anti imperialisme, semangat anti kolonialisme, semangat untuk memerdekakan diri kita, dan memerdekakan bangsa yang tujuannya adalah menuju kesejahteraan masyarakat,“ kata Dedie Rachim.
Duta Besar Mozambik untuk Indonesia, Belmiro Jose Malate, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Kota Bogor memiliki peranan penting dalam sejarah perjuangan negara-negara Afrika.
“Kota Bogor sangat penting bagi Afrika, seperti yang Pak Wali telah katakan bahwa Konferensi Asia-Afrika yang pertama dilaksanakan di sini, yaitu persiapan untuk konferensi yang selanjutnya dilaksanakan di Bandung. Ini memberikan kontribusi besar terhadap kendala kami mengenai kolonialisme dan imperialisme di Afrika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi negara-negara Asia-Afrika hingga saat ini masih memiliki kesamaan dan harus diperjuangkan bersama.
“Kita masih memiliki kendala yang sama, kolonialisme telah hilang, tapi imperialisme masih di sana dan kita masih harus berjuang untuk kemiskinan, mengembangkan ekonomi, memberdayakan generasi muda, dan mengimplementasikan agenda penting lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Konselor Politik Kedutaan Besar India untuk Indonesia, Vikram Vardhan, menyampaikan rasa hormatnya kepada Kota Bogor sebagai kota sejarah yang memiliki peran penting dalam terbentuknya solidaritas Asia-Afrika.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami untuk berada di kota sejarah, yaitu Kota Bogor. Kami mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor di mana sejarah dibuat 70 tahun yang lalu, awal mula dari Konferensi Asia-Afrika yang dimulai pertama kali di istana tersebut,” katanya.
Vikram menegaskan bahwa KAA adalah konferensi bersejarah yang membangun solidaritas, tidak hanya antara negara-negara Asia-Afrika, tetapi juga memulai South-South Cooperation. Ia mengatakan banyak negara berkembang di Asia-Afrika menjadi lebih mandiri setelah konferensi tersebut, dan karena itu masyarakat tidak boleh melupakan sejarah KAA.
“Kita perlu berkumpul, berkomunikasi, berkooperasi, dan berkoordinasi untuk masa depan yang lebih baik, ekonomi yang lebih baik, dan kemakmuran seperti yang diharapkan oleh pemimpin kita terdahulu,” katanya.
Usai menjamu para duta besar dan delegasi, Dedie Rachim mengajak seluruh tamu undangan melakukan napak tilas sejarah awal mula terbentuknya KAA di Istana Kepresidenan Bogor.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kota Bogor sebagai tuan rumah untuk menegaskan kembali posisinya sebagai kota bersejarah dan kota diplomasi, sekaligus tempat lahirnya gagasan KAA.
Istana Kepresidenan Bogor menjadi saksi awal dirumuskannya gagasan dari lima pimpinan negara, yaitu Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Jawaharlal Nehru (India), Mohammed Ali Bogra (Pakistan), U Nu (Burma/Myanmar), dan Sir John Kotelawala (Ceylon/Sri Lanka).
jurnalinspirasi.co.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada beras nasional dan menghentikan setiap upaya impor yang bertentangan dengan kebijakan negara. Hal ini disampaikan menyusul temuan masuknya 250 ton beras ilegal melalui Sabang, Aceh, yang dilakukan tanpa izin pemerintah pusat.
“Bapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak. Ini kehormatan bangsa kalau kita bisa berdaulat pangan. Masih ada 1 bulan 1 minggu Indonesia swasembada, jadi jangan diganggu lagi. Pasti kita usut,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (23/11/2025).
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan menghalau segala upaya untuk mengimpor beras, apalagi jika itu dilakukan secara ilegal.
“Ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton. Tanpa izin dari pusat. Tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam. Langsung disegel. Ini berasnya tidak boleh keluar,” tegasnya.
Ia menekankan tidak ada alasan Indonesia mengimpor beras. Stok Indonesia saat ini dalam posisi kuat. Apalagi, proyeksi produksi beras di tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton berdasarkan data BPS. Kebijakan larangan impor beras juga dilaporkan berdampak pada penurunan harga beras dunia.
“Nah ini dengan berbagai dalilnya. Ada yang katakan beras Thailand, Vietnam murah. Memang murah karena Indonesia tidak impor beras. Pemimpin negara lain meminta ke Presiden Prabowo untuk ekspor ke Indonesia meski sedikit. Kami sampaikan beras cukup, bahkan diperkirakan akhir tahun beras tertinggi,” ungkapnya.
Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah langsung mengambil langkah tegas setelah menerima informasi awal adanya beras masuk ke Indonesia tanpa izin.
“Kami koordinasi dengan semua pihak, kami langsung telepon Menteri Perdagangan. Beliau katakan tidak ada izin. Kami ucapkan terima kasih pada seluruh tim. Bergerak cepat dan menyegel. Kami perintahkan tidak mengeluarkan beras yang masuk ke Indonesia, ke Sabang tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa praktik impor tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. “Rapatnya di Jakarta. Minta rapat, rakor. Belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi. Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan,” jelasnya.
Sebelumnya, Mentan Amran mengumumkan penyegelan gudang PT Multazam Sabang Group, perusahaan yang dilaporkan melakukan impor 250 ton beras dari Thailand tanpa izin. “Bahwa itu kita segel dan kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” pungkasnya.
jurnalinspirasi.co.id – DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) melaksanakan pendidikan politik (dikpol) bagi kader partai berlambang pohon beringin itu di Hotel Novotel Bogor, Minggu (23/11/2025).
Dikpol tersebut dilakukan dalam rangka mencapai target agar Golkar kembali meraih kemenangan di Jabar pada Pemilu 2029 mendatang.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Tb. Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa dikpol tersebut merupakan angkatan pertama dengan peserta kader partai dari wilyah Kota/Kabupaten Bogor, kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur.
Ace menegaskan bahwa dikpol dilaksanakan untuk memperkuat soliditas, terutama para kader, anggota legislatif dari Golkar yang duduk di legislatif agar terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah baik di pusat maupun daerah.
“Kami ingin mendorong kesuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari tingkat pusat maupun daerah,” ujar Ace kepada wartawan.
Dengan demikian, sambung dia, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud melalui program-program yang selama ini telah digariskan presiden dan wakil presiden.
Atas dasar itu, Ace berharap seluruh kepala daerah dan anggota legislatif di Jawa Barat yang berasal dari Golkar memiliki komitmen untuk bisa menyukseskan program-program pemerintah tersebut.
“Golkar juga ingin ada komunikasi yang intensif antara kader-kader yang ditugaskan di eksekutif maupun legislatif dengan struktur partai,” tegas dia.
Lebih lanjut, lelaki yang juga menjabat sebagai Gubernur Lemhanas ini berharap, kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan, Bupati Sukabumi dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi ini bisa menjadi jembatan bagi Golkar untuk terus mendorong agar partai berlambang beringin ini bisa hadir di tengah-tengah masyarakat.
“Kami akan mengawal agar Indonesia semakin maju, dan Jabar istimewa,” tandasnya.
jurnalinspirasi.co.id – Pinisepuh Kabupaten Bogior, Tb Nasrul Ibnu HR memberi peringatan kepada jajaran Pemkab Bogor agar segera memastikan serapan anggaran lebih maksimal, jika tidak, dapat dipastikan Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) negatif 2025 akan tinggi dan akan membebani keuangan daerah.
“Jika tidak segera dikeluarkan anggaran belanja daerahbsesuai termin pekerjaan kepada penyedia jasa di semua bidang, saya khawatir Silpa negatif di Pemkab Bogor akan tinggi. Saya hanya mengingatkan saja,” ujar Tb Nasrul kepada wartawan, Minggu (23/11/2025) di sela giat CFD di jalan Tegar Beriman.
Menurut Tb Nasrul, silpa negatif ini disebabkan serapan anggaran belanja tidak segera disalurkan. Banyak hal yang jadi penyebab itu dilakukan Pemkab Bogor.
Di antaranya, tidak adanya uang muka pelaksanaan pekerjaan, kelangkaan bahan material alam dan produk turunannya pada bidang konstruksi yang membuat pelaksanaan pekerjaan melambat dari target awal yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.
“Ya salahsatunya adanya kelangkaan bahan material alam dan produk turunannya sehingga pelaksanaan pekerjaan melambat dan meleset dari target. Di PUPR saja ada anggaran belanja modal sebesar hampir Rp 1 triliun di 2025. Ini jika tidak segera diserap akan membebani serapan anggaran dan menciptakan silpa negatif,” tutur pria yang akrab disapa Ngkong Nasrul.
Tb Nasrul juga menambahkan jika anggaran tidak terserap akan membebani keuangan daerah karena akan ada utang pemda ke penyedia jasa dan berdampak pada beban utang di perbankan.
“Jika silpa negatif, maka kinerja birokrasi di Bogor harus terus diperbaiki dengan makin efisien dan efektif. Ini akan berdampak pada penilaian kinerja keuangan oleh BPK,” ujarnya.
Seperti diketahui, pengadaan barang dan jasa memberi sumbangan dalam pertumbuhan dan menggerakan roda ekonomi. Multiplier effect yang diberikan dari belanja barang pemerintah menjadi stimulus ekonomi dan perbankan yang signifikan.
“Multiplier effectnya memang kecil tapi dari yang kecil ini seperti bola salju menggelinding dan membesar. Badan usaha memberikan lapangan kerja sesuai bidangnya berdasar keahlian. Lalu pekerja konstruksi di lapangan proyek itu bisa menafkahi keluarganya dan selanjutnya memberi efek ekonomi luarbiasa,” ujar formatur Kepengurusan Kadin Jawa Barat.
Saat ini lanjut Tb Nasrul, penyedia barang dan jasa di Dinas PUPR tidak diberikan uang muka pekerjaan karena ada kekhawatiran pemborong kabur tanpa menyelesaikan pekerjaan. Padahal penentu pemenang lelang adalah ULP Setda Pemkab Bogor sendiri.
“Jadi aneh ya, kebijakan yang saling mengait tapi tidak percaya pada institusi internal Pemkab Bogor sendiri. Jadi tidak ada uang muka pelaksanaan pekerjaan padahal mereka sendiri yang memilih siapa yang layak melaksanakan pekerjaan. Lagipula uang muka kan ada jaminan bank olrh penyedia,” tegas Nasrul.
Saat ini menagih progres pekerjaan konstruksi seperti yang diatur dalam UU Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2020 tentang peraturan pelaksanaan UU Nomor 2 tahun 2017. Namun di Pemkab Bogor menagih progres pekerjaan sudah dibantu Konsultan Manajemen Proyek (KMP) lalu dibantu pula oleh Tim Teknis.
“Harusnya makin mudah dan cepat karena sudah banyak yang membantu verifikasi hasil pekerjaan,” tandasnya.