23 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 446

Hidden Agenda Dibalik Kepindahan IKN dari Jakarta ke IKN Nusantara Kaltim

0

jurnalinspirasi.co.id – Wah, menarik perpindahan IKN dari DKI Jakarta ke daerah Penajam Paser Utara, Kaltim yang diberi nama IKN Nusantara.

Walaupun UU IKN telah disahkan DPR RI, tetapi wacana. IKN makin marak, yang juga panen kritik dari para ilmuwan atau pakar tetapi tidak dihiraukan para elite politik. Bak pepatah “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.”

Contoh sebuah public policy atau keputusan politik berupa UU IKN yang diproduksi dengan metode ” it’snot sciencitific”, diputuskan tergesa-gesa, dalam proses pengambilan keputusannya termasuk kategori tak bermakna sebagaimana diputuskan MK RI, sangat minim partisipasi publik, terutama aspirasi main stakeholders yang paham akan makna dan dampak IKN.

Memang tampak ada distorsi memarjinal peran tokoh Islam dalam berkehidupan bernegara, dengan cara-cara menyebarkan opini publik “Islamic fobia” dari sebagian elite politik Indonesia.

Memang ada “hidden agenda” dibalik keputusan pindahnya ibu kota negara ke IKN secara politik memarginal peran politik umat Islam,  ingin meninggalkan dan melupakan sejarah Fatahillah dan Jayakarta. Simpul-simpul kekuatan kontrol dari para tokoh ulama dan cendekiawan muslim di kawasan Jabodetabek akan diperlemah, baik kini maupun kedepan.

Tetapi bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam banyak yang tak sadar sejarah peran jihad para ulama, habaib, sultan kerajaan Islam Nusantara, ustadz dan santri merebut, mempertahankan kemerdekaan dan membangun NKRI. Kini secara sistematis oleh rezim yang berkuasa ini, mereka mau geser ke pusar animisme di Kalimantan itu, itu yang saya sebut ada hidden agenda dan dipaksakan walaupun tidak layak dianalisis dari berbagsi perspektif,  terutama secara geopolitik berpotensi besar ancaman kedaulatan negara,  etc etc.

Ada 3-4 artikel saya, AA dimedsos 1-2 tahun lalu yang mengkritik keputusan politik IKN. MPP ICMI sudah waktunya mulai aktif melakukan kajian-kajian atau seminar untuk mengkoreksi Naskah Akademik IKN yang banyak pihak menyatakan kualitasnya “abal-abal”.

Berbicara tentang nasib dan keberlanjutan Indonesia Raya, kaum intelektual muslim Indonesia seharusnya mengambil peran dan fungsi terdepan untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab bangsa Indonesia yang plural ini, mayoritas lk 85 persen adalah penganut agama Islam (muslim). Selayaknyalah kaum intelektuil muslim bersuara keras demi menjaga keutuhan dan keberlangsungan kedaulatan NKRI.

Kita paham bahwa konsep NKRI lahir tahun 1950-an, ketika perdebatan dan bahkan konflik elite politik di era Orde Lama, dibawa kepemimpinan Presiden RI pertama Soekarno, tidak kunjung usai dan selesai, sehingga berpotensi besar terjadinya disintegrasikan bangsa. Maka  muncullah konsep mega karya NKRI yang diinisiasi dan diprakarsai oleh Ketua Umum Partai Masyumi, Pahlawan Nasional dan Perdana Menteri, Allahyarham Bpk Dr.Muhammad Natsir di parlemen RI, di masa itu.

Jadi kepeloporan tokoh muslim Indonesia telah memberikan tauladan kepada kita warga bangsa untuk menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 agar tetap berdiri kokoh dan berperadaban maju.

Cendekiawan muslim Indonesia harus mampu menganalisa dinamika politik nasional, apakah sesuai dengan sistem nilai dan norma sila-sila Pancasila?.

Jujur kita berkata, jika kita lihat dan pelajari pada sejumlah indikator kinerja proses dan hasil pembangunan di segala bidang Ipoleksusbudhankam masih dibawa standar, ukuran rasio seharusnya, artinya banyak yang abnormal. Sebut saja misalnya indikator seperti indeks persepsi korupsi, indeks demokrasi, penegakan dan pelanggaran HAM, rasio kemiskinan, angka ketimpangan sosial dilihat angka gini rasio semakin timpang, rasio stunting cukup tinggi masih berkisar 27 persen,  indeks IPM yang masih rendah yang menggambarkan rendah daya beli-tingkat kesehatan dan pendidikan masyarakat yang belum mengembirakan, carut marut pelaksanaan hukum, piutang negara yang semakin membesar diluar batas kewajaran, sementara beban pajak rakyat semakin meningkat akibat jor-joran membangun sarana infrastruktur seperti jalan tol, bandara, kereta api cepat yang kurang cermat perhitungan kelayakannya, ketahanan dan kedaulatan pangan belum tercapai, faktanya impor pangan masih besar, dan lain-lain.

Jadi sederet problems sedang mendera kehidupan rakyat. Hal ini harus dicarikan solusi yang cerdas oleh kaum terdidik dan terpelajar yakni kaum Cendekiawan, agar problem bangsa ini terpecahkan, dengan rumusan public policy yang baik berbasis saintific. Jangan dibiarkan problem negara- bangsa dibiarkan, itu akan menghambat pencapaian tujuan dan cita-cita bernegara sebagaimana Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 yakni melindungi, memajukan, mencerdaskan dan ikut menciptakan perdamaian abadi sebagai warga dunia.

Demikian narasi sebagai bahan perenungan dan penyadaran untuk meningkatkan kewaspadaan nasional. Save NKRI, save Rakyat Indonesia. Syukron barakallah.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Sekdispora Canangkan Program Sinergitas PPOPM

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sekdispora Kabupaten Bogor, Hendarsah mengaku sangat rindu dengan suasana PPOPM seperti beberapa waktu lalu

Saat itu, kata Hendarsah, PPOPM Kabupaten Bogor benar benar jadi pusat kunjungan berbagai daerah di Indonesia yang ingin belajar dan membentuk PPOP atau PPLPD di daerahnya.

” Untuk mengembalikan kembali marwah PPOPM Kabupaten Bogor tentunya harus ada sinergitas atau kesepahaman visi dan juga pembenahan fasilitas, sarana prasarana pendukung PPOPM untuk latihan para atlet PPOPM itu sendiri,” ujar Hendarsah disela sela kunjungan ke Wisma Atlet PPOPM, Rabu, 11 Oktober 2023.

Makanya, sambung Hendarsah, ia sengaja datang ke PPOPM dan bertemu dengan Kepapa UPT dan Kasubag TU UPT PPOPM serta pengelola lainnya untuk sama sama kembali membangun nama besar PPOPM Kabupaten Bogor sebagai mesin pencetak atlet masa depan.

” Intinya semua elemen yang ada di PPOPM harus bersinergi dan harus punya pemikiran yang sama mau dibawa kemana arah PPOPM itu nantinya,” beber Hendarsah.

Lebih lanjut, tambah Hendarsah, ia ingin PPOPM Kabupaten Bogor bisa memberikan kontribusi atlet atlet potensial dari Kabupaten Bogor supaya bisa berjaya di pentas olahraga internasional.

Hendarsah juga ingin di PPOPM Kabupaten Bogor dilakukan Piket Malam bagi semua Samapta dan Tim Medis.

** asep syahmid

Metode Musik Motivasi Revolusioner dari ROE Bisa Tingkatkan Potensi Individu dan Organisasi

0

Cipanas | Jurnal Bogor
Pelatihan meningkatkan potensi individu dan organisasi ternyata dapat dikemas dengan metode musik motivasi revolusioner dari Rhythm of Empowerment (ROE).

Dimana pelatihan motivasi dan konser musik ini merupakan dua hal yang berbeda, namun dapat disatukan dengan metode unik dan pertama di Indonesia, yaitu ROE.

Upaya ini untuk menjawab permasalahan dalam organisasi seperti kinerja tim yang kurang optimal, kekurangan ambisi dan fokus, serta usaha lembaga atau perusahaan mengadakan pelatihan yang berujung nihil, telah mampu diatasi dengan sangat impresif oleh ROE.

Budi Bagus Prasetyo sebagai Founder ROE yang juga sebagai Motivator merasa bersyukur, pasalnya Metode ROE ini mampu memberikan kesan dan rasa gembira, serta analogi musik ROE-nya dapat diterima dengan sangat baik, seperti oleh 200 pegawai dalam kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Layanan Prima UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Motivasi yang diberikan berupa analogi musik dan ROE mengambil istilah-istilah dalam musik yang dianalogikan,” ujarnya.

Sebagai contoh, dalam musik yang dimainkan oleh band terdapat istilah aransemen. Dia menjelaskan, sebuah musik tidak akan terdengar sempurna atau fals jika seluruh anggota band tidak memainkan musik dengan satu aransemen.

Begitu pula dengan kinerja atau visi misi dari sebuah organisasi, jika dalam sebuah organisasi ada beberapa orang yang tidak memiliki visi misi yang sama dengan yang lain maka untuk menuju impian atau tujuan dalam sebuah organisasi tidak akan optimal.

Sementara itu Prof. Dr. H. Aden Rosadi, M.Ag., selaku Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengatakan, “Luar Biasa! Excellent dan sangat memberikan inspirasi serta motivasi bagi semua yang mengikuti acara ini,” katanya.

Sebagai informasi, ROE telah merilis karya berupa lagu terbaru “Semua Ada Masa” yang dinyanyikan dan diciptakan oleh Founder ROE yaitu “Bagus ROE” melalui sub divisinya ROE Entertainment dan ROE Music yang sudah dapat didengarkan diberbagai Platform musik seperti Spotify, Joox dan Youtube Musik.

** yev/rls-cc

Ketua dan Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor Dilantik Ingin Lebih Santun dan Humanis

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Jajaran pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bogor Periode 2023-2027, dibawah komando ketua terpilih, Daulat S Harahap resmi dilantik di gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/23).

Pelantikan Pengurus MPC PP Kabupaten Bogor dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dian Rahadian.

Hadir pada acara pelantikan tersebut, Bupati Bogor Iwan Setiawan, yang dalam kesempatan itu, ia diangkat dan dilantik menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Bupati Bogor Iwan Setiawan mengapresiasi deklarasi Pemilu damai yang dilakukan oleh 3.000 anggota ormas Pemuda Pancasila yang dilakukan di lapangan Tegar beriman.

“Saya yakin dibawah kepemimpinan Kang Daulat, PP Kabupaten Bogor akan lebih besar, lebih baik lagi dan tadi saya terimakasih ada deklarasi damai, ada pernyataan sikap bahwa besarnya organisasi tidak bisa kita nafikan, harus bersinergi dengan pemerintah,” kata Iwan, Rabu (11/10/23).

Iwan menyebut, ideologi Pancasila perlu dijaga, karena di era sekarang ini, banyak yang ingin mengubah Pancasila. “Mungkin garda terdepan dari ormas yang akan mempertahankan paling depan adalah Pemuda Pancasila. Jadi, kalo ada permasalahan Pancasila abadi itu dibuktikannya bilamana ada yang makar terkait azas ideologi, itu paling depan adalah PP,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua MPW Pemuda Pancasila Jabar, Dian Rahadian meminta agar jajaran pengurus MPC PP Kabupaten Bogor dibawah komando Daulat Harahap terus membesarkan ormas yang dikenal loreng orange.

“Saya minta agar Pemuda Pancasila semakin besar, dan dibawah komando Daulat Harahap semua itu akan terlaksana. Pemuda Pancasila akan semakin berkibar dan semakin dicintai, karena di kepengurusan MPC ini saya lihat ada dari berbagai golongan, dan sikap memimpin santun yang ditunjukkan bung Daulat pasti menjadikan PP Kabupaten Bogor terus dihormati,” ucapnya.

Ketua MPC PP Kabupaten Bogor, Daulat Harahap berjanji akan menjalankan amanah yang diembannya hingga akhir masa jabatan tanpa ada cacat. Menurutnya, hadirnya berbagai unsur partai di kepengurusannya menjadikan PP menarik.

“Kita semua beda pandangan politik, makanya saya tak mau membahas politik. Yang saya mau kita selalu bersama-sama menjaga Kabupaten Bogor agar kondusif. Apalagi ini tahun politik, beda pilihan hal biasa tanpa harus saling menjatuhkan,” ujarnya.

“Untuk itu, dalam kepemimpinan saya, yang kita utamakan adalah humanis, santun dan lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Cegah Penularan Penyakit DBD, Achmad Fathoni Fogging di Perumahan Griya Jaya Cileungsi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Musim panas sudah hampir 4 bulan melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Bukan hanya berdampak pada pasokan air bersih bagi warga, namun juga berbagai macam penyakit sudah mulai menyerang, seperti halnya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Guna mengantisipasi penularan DBD pada warga, Angggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni berinisiatif melakukan fogging di area RW 018 Perumahan Griya Jaya Cikeas, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri.

” Karena adanya pengaduan dari warga, terkait beberapa warga Perumahan GJC mulai terjangkit penyakit DBD. Oleh karena itu, saya menyarankan kepada ketua RW setempat untuk melakukan fogging guna mengantisipasi penularan DBD,” ungkap Fathoni sapaan akrab kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/10/23).

Fathoni menyebut, dia dengan warga GJC sudah lama berinteraksi. Pernah ikut hadir dalam penanaman jahe merah, dan juga dia membantu baktor dan beberapa alat untuk Kampung Ramah Lingkungan (KR) Harapan.

” Kedepan saya akan bantu komplek ini dari bencana banjir tahunan, dan saya berharap dengan fogging ini juga menjadi bagian kepedulian dan pelayanan kami kepada warga Cicadas, khususnya GJC,” pungkasnya.

Sementara Ketua RW 018 Perum GJC, Marshudi mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan partisipasi dari Achmad Fathoni yang melakukan kegiatan fogging. Perhatian-perhatian seperti inilah yang diharapkan warga.

” Semoga dengan dilakukan fogging ini, minimal bisa mengurangi penularan DBD terhadap warga kami. Dan kami berharap segera masuk musim penghujan dalam waktu dekat ini, mengingat ketersediaan air bersih untuk warga juga agak sedikit berkurang,” tuturnya.

** Nay Nur’ain

Makam Syekh Muhyiddin Ramai Dikunjungi Peziarah

0

Jasinga | Jurnal Bogor
Makam Syekh Muhyiddin yang dikenal masyarakat setempat dengan nama Embah Muhyiddin selalu ramai dikunjungi peziarah. Makam tersebut berlokasi di Kampung Parungsapi RT 02 RW 10, Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor. Setiap harinya pengunjung bisa mencapai ratusan orang.

Bahkan, warga sekitar menyebutkan bahwa makam itu jadi wisata religi karena tampak paling ramai dikunjungi dan banyak peminat dari para wisatawan.

“Ini salah satu tempat wisata religi yang dapat dikatakan paling banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun non lokal  di wilayah Kecamatan Jasinga,” kata Ra Dien.

Menurut dia, hampir setiap hari satu lokasi wisata religi di wilayah Kecamatan Jasinga setiap hari disambangi pengunjung. Pengunjung wisata religi tersebut terdiri dari berbagai kalangan yang berasal dari Bogor maupun luar Bogor.

Dia menjelaskan, untuk mencapai ke lokasi  tersebut cukup mudah tinggal klik Makam Syekh Muhyiddin di google maps  akan langsung diarahkan ke lokasi tersebut.

** Andres

Gerindra Jangan Jadi Penonton di Pilwalkot

0

jurnalinspirasi.co.id – Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor pada 2024, Partai Gerindra Kota Bogor rupanya enggan menjadi penonton. Pasalnya, arus bawah partai besutan Prabowo Subianto itu menginginkan agar kader internalnya turun gelanggang dalam kontestasi lima tahunan itu.

Ketua OKK DPC Partai Gerindra Kota Bogor, Said Mochammad Mohan mengatakan bahwa arus bawah Gerindra sudah enggan bila partainya kembali mengusung kader eksternal pada pilwalkot mendatang.

“Banyak aspirasi dari arus bawah yang menginginkan agar Gerindra memajukan kader internal dalam pertarungan pilwalkot. Sejak 2009 kami selalu jadi penonton, sekarang saatnya sudah saatnya kader internal yang maju,” ujar Mohan kepada wartawan, Rabu (11/10).

Menurut Mohan, Gerindra memiliki banyak kader qualified yang sudah teruji. Di antaranya, Jenal Mutaqin yang telah terpilih menjadi legislator selama tiga periode. Kemudian, H Zenal Abidin yang juga sudah menjadi wakil rakyat dua periode.

“Gerindra juga memiliki Pak Ibnu Ariwibowo yang merupakan anggota DPRD Jawa Barat dapil Kota Bogor. Selain itu ada juga Pak Sopian Ali Agam, yang telah tiga periode menjabat sebagai anggota DPRD. Artinya Gerindra tak kekurangan kader,” tegas Mohan.

Dengan demikian, sambung dia, tak salah bila arus bawah menginginkan agar Gerindra tak lagi menjadi penonton atau pengusung dalam pilwalkot 2024.

“Kader Gerindra adalah petarung, dan Pak Prabowo pernah berkata jika pelaut tangguh tidak dilahirkan di samudera yang tenang,” ucap Mohan.

Sementara itu, salah seorang pengurus Gerindra wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Achmadin mengatakan, bila grass root sudah bersepakat agar partai tak mengusung sosok di luar kader internal Gerindra. “Intinya mengusung kader internal adalah harga mati, nggak bisa ditawar lagi,” ucapnya.

Kata dia, sebagai partai yang memiliki delapan kursi di DPRD Kota Bogor, Gerindra harus berani mengusung kader internal.

“Gerindra bukan kaleng-kaleng. Buktinya bisa raih delapan kursi, karena itu kami optimis Gerindra bisa memenangkan Pilwalkot bila mengusung kader internal, dan saya yakin arus bawah akan bekerja all out memenangkan kadernya,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Seringkali Diusulkan, UPT Jalan Jembatan Leuwiliang Kesulitan Miliki Kantor Sendiri

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan kelas wilayah V Leuwiliang belum memiliki gedung sendiri sehingga seringkali diusulkan pembangunan kantornya.  UPT yang berada dibawah Dinas PUPR Kabupaten Bogor ini pun sudah puluhan tahun masih ngontrak.

Sejumlah petugas UPT dibuat kewalahan lantaran status kantor saat ini masih ngontrak dan harus berpindah-pindah tempat. “Ya, risikonya harus ngontrak hingga berpindah-pindah tempat,” ujar Kepala UPT Jalan dan Jembatan Eko Sulistianto, baru baru ini.

Sebelum pihaknya menjabat di UPT Jalan Leuwiliang, kantor tersebut sudah beberapa kali pindah tempat. Dia pun mencoba mengusulkan untuk bangunan UPT, namun  DPUPR maupun Pemda bukan tidak diakomodir, tetapi pengajuan untuk kantor tersebut itu masuk di tataguna lahan  di areal tanah basah.

Sebelumnya areal tanah yang diajukan, kata Eko, tetap saja lahan tersebut tak dapat digunakan untuk bangunan. Sejauh ini  Eko mengaku tengah  kesulitan  mencari lahan yang akan digunakan untuk bangunan gedung Kantor UPT Jalan tersebut.

“Kami terus keliling, mencari  lahan  terutama lahan aset milik Pemerintah Daerah yang bisa dimanfaatkan menjadi bangunan kantor. Kali saja bisa melalui asset- aset lain, salah satu aset pemda sehingga meminimalisir pembebasan lahan,” jelasnya.

Menurutnya, wilayah Kecamatan Leuwiliang merupakan titik lokasi yang strategis untuk membangun kantor UPT Jalan dan Jembatan kelas A wilayah V tersebut.

“Kalau untuk zonanya sendiri saya lebih cenderung menginginkan di posisi leuwiliang,” katanya.

Hal itu, kata dia, bukan tanpa alasan karena titik lokasi di wilayah Kecamatan Leuwiliang merupakan lokasi yang strategis untuk menjangkau wilayah kerja UPT Jalan dan Jembatan kelas A wilayah V tersebut dalam memaksimalkan pekerjaannya.

“Sebenarnya supaya akses saja ke wilayah Rumpin maupun wilayah Leuwisadeng dan Leuwiliang itu terfasilitasi dan untuk memaksimalkan pekerjaan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Usai Dilantik, Ini Pesan Dewan Pakar Untuk Ketua MPC PP Kabupaten Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Dewan Pakar MPO PP Kabupaten Bogor Saiful Amari, S.T menghadiri pelantikan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor periode 2023 – 2027, yang bertemakan ” Dengan Semangat Baru Menuju Organidasi Yang Aktif, Mandiri, Untuk Membangun Kabupaten Bogor “. Dia berpesan agar kepemimpinan yang saat ini bisa mengubah paradigma tentang ormas di masyarakat.

” Alhamdulilah saya bisa berkesempatan menghadiri pelantikan pengurus PP MPC Kabupaten Bogor periode saat ini. Dimana saya berpesan kepada Daulat S. Harahap untuk bisa merubah paradigma di masyarakat terlebih dahulu,” kata Kang Ipul sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/10/23).

Kang Ipul yang juga menjadi Calon Legislatif dari Partai Demokrat untuk Provinsi Jawa Barat akan berupaya membantu memberikan inovasi-inovasi kreatif kepada pengurus dan anggota PP Kabupaten Bogor. Karena dengan begitu, menurut dia, pandangan masyarakat terhadap ormas itu bisa berubah.

“Harus ada upaya dari kita terlebih dahulu, kita semua tahu dan sadar begitu minimnya pandangan masyarakat terhadap ormas. Pasti mainset mereka itu menuju ke arah yang negatif, ” tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Ipul mengatakan, dirinya bersama pengurus dan anggota sepakat untuk mengubah pola kepemimpinan PP dimasa depan. Jangan sampai, kepemimpinan demi kepemimpinan tidak ada perubahan.

” Sudah kita siapkan formula-formula untuk itu, nanti tinggal diperhatikan insya Allah kedepannya PP Kabupaten Bogor lebih baik, ” tuturnya.

** Nay Nur’ain

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Minta Tiang Listrik yang Miring Dipindahkan

0

Hanya Berjarak 2 Meter dari Rumah Warga

Nanggung l Jurnal Bogor
Warga Kampung Pasirgintung Bawah di lingkungan RT 02 RW 04 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor kembali  meminta petugas PLN untuk segera memperbaiki tiang listrik yang miring.

Keberadaan tiang listrik berukuran besar dengan ketinggian sekitar 20 meter itu sudah sejak lama mengalami kemiringan yang mengarah ke pemilik rumah bernama Halimi (57).

Halimi menyebut sejak diusulkan perbaikan ke petugas PLN, tiang listrik miring itu diakuinya pada Sabtu (7/10/2023) belum lama ini petugas PLN kembali datang mengecek maupun survei tiang listrik yang miring. Namun, setiap  petugas PLN datang ke lokasi cuman dicek dan disurvei saja setelah itu tidak ada kejelasan lagi.

“PLN datang cuman ngecek  atau survei doang. Belum ada kejelasan, kapan PLN  perbaiki tiang listrik yang miring itu,” keluh Halimi kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/10).

Halimi yang merupakan mantan ketua RW 04 membeberkan, tiang listrik miring yang mengarah ke rumahnya hanya berjarak 2 meter, begitu juga jarak tiang listrik ke bibir tebing.

“Bila tiang listrik yang miring itu masih berada di lahan pribadinya silahkan perbaiki untuk diluruskan. Termasuk tembok penahan tebingnya harus dibangun juga,” kata dia

Tetapi, kalau liang listrik masih dibiarkan dan belum juga diperbaiki, kami minta kepada petugas PLN tiang listrik yang miring untuk segera dipindahkan.

“Bila mana tidak sesuai harapan, silahkan tiang listrik itu, diangkat dan pindahkan ke tempat lain,” kata Halimi dengan nada kesal.

“Kami tidak mau keberadaan tiang listrik itu bisa berdampak buruk baginya atau keluarga. Khawatir tiang listrik sewaktu waktu bisa ambruk karena kemiringannya  sangat berdekatan dengan rumah,” jelasnya lagi.

Tak hanya itu, sebelum ada listrik KWH yang menggunakan token pulsa, dia selama ini telah  melaksanakan  kewajiban untuk membayar listrik tersebut. Namun pihak perusahaan listrik negara juga harus bijaksana dan keluhan masyarakat tentunya harus didengar.

“Tiang listrik yang sudah lama miring itu untuk segera diperbaiki saja,” tegasnya.

Sementara Manager ULP Leuwiliang Setiadi ketika dikonfirmasi tak memberikan tanggapan perihal keluhan warga tersebut.

** Arip Ekon