29 C
Bogor
Saturday, June 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 43

Festival Ngadulag Berlangsung Meriah dan Jadi Ajang Silaturahmi Antar warga

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Kegiatan Festival Adu Tabuh Empat Bedug atau Festival Ngadulag yang diselenggarakan di Mushola Al-Huda, Kampung Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/3/2026) berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Acara yang digagas oleh panitia Ngadulag ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan Mushola di wilayah setempat sekaligus sebagai semarak Idul Fitri 1447 H.

Ketua panitia Festival Ngadulag, Sutiawan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. “Alhamdulillah, kegiatan lomba Ngadulag tahun ini berjalan dengan kondusif dan lancar. Ini menjadi momen penting untuk menyambung silaturahmi antar mushala,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini sengaja diadakan sebagai upaya menjaga tradisi seni Ngadulag dan menjalin silaturahmi masyarakat agar tidak hilang seiring waktu.

Selain itu, ia juga berharap generasi muda, khususnya di wilayah RW 02, 03, dan 08, dapat melanjutkan tradisi yang telah dibangun oleh para senior.

“Kami berharap para pemuda bisa maju dan meneruskan apa yang telah dilakukan oleh senior-senior hari ini,” tambahnya.

Kedepan, kata Sutiawan, ia berencana menjadikan Lomba Ngadulag sebagai agenda tahunan yang akan digelar secara bergiliran di masing-masing musala.

Selain itu, kedepanya akan ada kategori peserta tim remaja tiap Mushola dan ini sebagai bentuk regenerasi dan pelestarian seni ngadulag.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan perdana di Mushola Al-Huda, sementara tahun depan direncanakan berlangsung di Musala Attaqwa.

Selanjutnya, kegiatan akan berlanjut ke musala di wilayah RW 02, seperti Al-Falah dan Al-Amin, hingga kembali dipusatkan di Masjid Ar-Rahman.

Panitia juga berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak generasi penerus yang mampu melestarikan tradisi Ngadulag di masa mendatang.

Dari sisi peserta, lomba tahun ini diikuti oleh delapan peserta. Sebelumnya, tercatat sepuluh peserta mendaftar, namun dua di antaranya mengundurkan diri sebelum pelaksanaan lomba.

Adapun hasil lomba, juara pertama diraih oleh perwakilan Mushala Al-Falah. Juara kedua diraih oleh Mushala Attaqwa, sementara juara ketiga diraih oleh Masjid Ar-Rahman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan pelestarian tradisi lokal dapat terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, Suwardi mengatakan, tidak menyangka Tim Ngadulag Mushola Al Falah bisa jadi juara satu dalam Festival tahun ini.

“Keberhasilan ini tak lepas dari proses latihan dan dukungan penuh dari Jemaah Mushola Al Falah dan warga RT 01/RW 02,” ujar Suwardi.

Ia berharap, Insya Allah kedepan akan berusaha mempertahankan predikat Juara satu lagi dalam lomba Ngadulag tahun depan.

(Sep)

Tokoh Masyarakat Caringin Diserang, Gelombang Dukungan Mengalir

0

Caringin | Jurnal Bogor – Insiden penusukan yang menimpa tokoh masyarakat Kecamatan Caringin, H. Safrudin Jefri atau yang akrab disapa Haji Jepri, menuai simpati luas dari berbagai kalangan. Dukungan moril dan doa terus mengalir seiring proses pemulihan yang tengah dijalaninya.

Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah datang menjenguk ke kediamannya di Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang Pondok, pada Kamis (26/3/2026). Kehadiran mereka menjadi bentuk empati sekaligus dukungan bagi korban.

Di antara para tokoh yang hadir, tampak mantan Bupati Bogor periode 2018–2022, Ade Munawaroh Yasin, yang turut menyampaikan kepedulian secara langsung pada Jumat (27/3/2026).

Meski tengah menghadapi cobaan berat, Haji Jepri menunjukkan sikap tenang dan penuh keteguhan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas perhatian serta doa dari masyarakat yang terus mengalir.

Alih-alih larut dalam trauma, ia memilih bersikap sabar dan ikhlas. Sikap tersebut dinilai menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dukungan juga datang dari kalangan ulama. Ketua MUI Kecamatan Caringin, KH Entis Sutisna, bersama sejumlah tokoh agama lainnya hadir memberikan doa dan penguatan secara langsung.

Gelombang simpati ini mencerminkan kedekatan Haji Jepri dengan masyarakat. Selama ini, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta kerap hadir di tengah warga.

Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial masyarakat Caringin. Dukungan yang diberikan diharapkan menjadi sumber kekuatan bagi Haji Jepri dalam menjalani masa pemulihan.

Warga pun berharap Haji Jepri segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Perannya sebagai tokoh panutan dinilai penting dalam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai religius di wilayah tersebut. Yudi

Cetak Penyuluh Tangguh, Kementan Gelar Latsar

0

Ciawi – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menyelenggarakan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang II Tahun 2026 yang diikuti oleh para CPNS penyuluh pertanian, sebagai upaya mencetak sumber daya manusia unggul dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Kegiatan dibuka secara resmi, Rabu (25/03/2026) secara daring oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Pelaksanaan Latsar ini menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi dasar ASN, khususnya penyuluh pertanian, yang memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pendampingan langsung kepada petani.

“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Mereka yang memastikan program berjalan, teknologi sampai ke petani, dan produksi meningkat. Karena itu, kita harus siapkan penyuluh yang kuat, tangguh, dan kompeten,” tegas Amran.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti dalam arahannya menyampaikan bahwa Latsar CPNS bukan hanya sekadar proses pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter ASN yang siap bekerja di lapangan.

Ia menekankan bahwa penyuluh pertanian dituntut untuk aktif melakukan pendampingan kepada petani, bahkan di luar hari kerja formal, demi menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian dan capaian produksi.

“Peran penyuluh sangat menentukan dalam mendukung percepatan luas tambah tanam dan peningkatan produksi. Oleh karena itu, penyuluh harus hadir, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan petani di lapangan,” ujar Santi.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan bahwa BBPMKP sebagai penyelenggara pelatihan memiliki peran strategis dalam menyiapkan penyuluh pertanian yang profesional dan siap terjun ke lapangan.

“Melalui Latsar ini, kami ingin memastikan para CPNS penyuluh tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kesiapan mental, integritas, dan semangat pengabdian dalam mendampingi petani,” ujar Sukim.

Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas penyuluh menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk percepatan tanam dan optimalisasi lahan.

Melalui penyelenggaraan Latsar CPNS ini, Kementan berharap para penyuluh muda dapat menjadi motor penggerak di lapangan yang mampu mengawal program pembangunan pertanian, sehingga swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.(Restu/BBPMKP)

Anak Panda “Satrio” Jadi Ikon Wisata Lebaran 2026 di Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Kehadiran bayi panda bernama Satrio Wiratama yang baru berusia 120 hari menjadi daya tarik utama libur Lebaran 2026 di Taman Safari Indonesia. Satwa langka asal China ini sukses mencuri perhatian wisatawan yang berkunjung ke kawasan Puncak.

Kelahiran panda tersebut tidak hanya menjadi prestasi membanggakan bagi tim dokter hewan dan pengelola konservasi satwa di Indonesia, tetapi juga dinilai sebagai bentuk diplomasi lunak (soft diplomacy) antara Indonesia dan China dalam bidang konservasi satwa langka.

Nama Satrio Wiratama sendiri diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai simbol harapan dan kekuatan bagi kelangsungan hidup satwa yang dilindungi.

Berbagai foto dan poster Satrio kini terpampang di sejumlah sudut restoran, aula, hingga ruang pertemuan di kawasan wisata tersebut. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi pengunjung, khususnya keluarga yang menghabiskan waktu libur Lebaran.

Pengelola Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, mengungkapkan rasa bangga atas kelahiran panda tersebut yang menambah koleksi satwa sekaligus memperkuat peran lembaga dalam upaya konservasi.

Selain menjadi pusat edukasi dan konservasi, Taman Safari Indonesia juga merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Kabupaten Bogor dari sektor pariwisata.

Pada momentum libur Lebaran tahun ini, pengelola turut menghadirkan berbagai paket wisata khusus bagi pengunjung. Yudi

Forkopimcam Ciomas Gelar Halalbihalal, Perkuat Sinergitas Pasca Lebaran

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciomas menggelar kegiatan halalbihalal yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ciomas, Jumat (27/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ciomas, Kapolsek, Danramil, para kepala desa, perwakilan KNPI, Karang Taruna, DMI, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur stakeholder instansi pemerintah lainnya.

Kapolsek Ciomas, AKP Hendra Kurnia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terjalin antar unsur Forkopimcam dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut berperan penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama bulan Ramadan hingga berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya pada 25 Maret 2026.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, situasi kamtibmas di wilayah Ciomas selama Ramadan hingga pasca Lebaran berjalan aman dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Ciomas, Tirta Juwarta, menegaskan bahwa momentum halalbihalal ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Ia berharap, kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dalam mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas.

“Melalui kegiatan ini, kita perkuat kembali komitmen kebersamaan dan sinergitas antar seluruh elemen, demi menciptakan pelayanan yang optimal dan wilayah yang tetap kondusif,” pungkasnya. Yudi

Hasil Revitalisasi Mila Kencana Dicibir

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kolam renang Mila Kencana telah selesai direvitalisasi dengan menelan anggaran Rp1,2 miliar. Namun, sejumlah persoalan justru mencuat ke permukaan, di antaranya keramik pinggir kolam yang dinilai licin dan tidak seragam, hingga salah pemasangan pengait lintasan kolam renang yang berada di luar kolam.

Hal tersebut dikeluhkan oleh pegiat olahraga aquatik di Kota Bogor. Mereka menyebut bahwa kondisi kolam renang tidak standar dan membahayakan.

“Pernah ada yang kepelset, karena keramik di pinggir kolam sangat licin. Harusnya menggunakan keramik kasar atau andesit. Kemudian, besi pengait tali lintasan ada di luar kolam, harusnya kan ada di dalam kolam. Itu membahayakan, kalau sampai ada yang jatuh dan ketusuk bagaimana? Apalagi cuma ditutup pake busa saja,” ujar salah satu pegiag olahraga aquatik, Kamis (26/3).

Iapun meminta agar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor segera melakukan perbaikan, agar tidak terjadi korban.

“Kami maunya segera diperbaiki. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi,” ucapnya lagi.

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Jatirin meminta Dispora segera melakukan mengganti keramik hingga memindahkan besi pengait lintasan renang.

“Kami khawatir apabila tidak segera ditindaklanjuti oleh Dispora. Khawatir ada perenang terpeleset dan membentur besi pengait, kan itu jadi fatal. Jadi kami minta segera diganti untuk menghindari risiko,” ucapnya.

Jatirin juga menegaskan bahwa idealnya proyek keolahragaan dikerjakan oleh perusahaan yang paham dan berpengalaman membangun sarana prasarana olahraga. Namun, yang terpenting harus memahami karakter pembangunan sarana olahraga.

“Dia kan punya spek dan regulasi kolam renang harus seperti apa? Baiknya kontraktor komunikasi dengan cabang olahraga (cabor) dan KONI. Dinas pun harus punya catatan perihal ini,” tegas politisi PKB itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bogor, Sultodi Mahbub mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengganti keramik hingga memindahkan besi kaitan lintasan kolam renang.

“Kami akan perbaiki dan anggarkan di APBD Perhbahan 2026. Untuk sementara, besi pengait lintasan akan dilepas, dan keramik yang licin akan dipasangi karet agar tak licin,” ungkap dia.

Saat disinggung apakah hasil revitalisasi sudah sesuai RAB. Sultodi mengatakan bahwa semuanya sudah sesuai. Namun, ia mengaku untuk besi pengait lintasan tak ada dalam RAB.

“Jadi pemasangan besi lintasan itu, atas keinginan cabang olahraga (cabor) aquatik,” katanya.

Saat disinggung apakah selama pengerjaan revitalisasi Mila Kencana, kontraktor berkoordinasi dan meminta masukan cabor. Sultodi mengaku tidak mengetahuinya.

“Ya, yang pasti mereka (kontraktor) mengerjakan sesuai dengan RAB,” ucap dia.

Ketika ditanya perihal apakah kontraktor yang mengerjakan berpengalaman dalam membangun sarana prasarana olahraga. Sultodi menegaskan bahwa penentuan pemenang tender menjadi kewenangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor.

“Kalau itu kami nggak tahu. Soalnya penentuan pemenang jadi kewenangan PBJ. Saat lelang lasti dilihat HPS dan SBU-nya,” ungkapnya.

Sultodi mengakui bahwa kondisi kolam renang Mila Kencana belum masuk dalam standar nasional atau olimpiade. Hal itu, kata dia, lantaran keterbatasan keuangan Pemkot Bogor.

“Memang belum sesuai standar. Karena keuangan kita terbatas. Makanya diperbaikinya bertahap setiap tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sultodi menuturkan bahwa pada tahun ini revitalisasi Mila Kencana akan dilanjutkan dengan anggaran sebesr Rp1 miliar.

“Rencananya April akan ada pemenang. Nantinya revitalisasi akan fokus pada kolam rekreasi, dan pagar pembatas untuk kolam prestasi. Agar umum tidak bisa masuk saat atlet sedang berlatih,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Pelayanan Administrasi Desa Sukamantri Kembali Normal

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pelayanan administrasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali beroperasi normal usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Sejak pagi, aparatur desa sudah melayani warga yang mengurus berbagai kebutuhan administrasi, seperti pengantar pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Pelayanan dibuka mulai pukul 07.30 WIB setelah pelaksanaan apel pagi.

Kepala Desa Sukamantri, Hendi Haerudin, mengatakan bahwa aktivitas pelayanan berjalan lancar di hari pertama masuk kerja pada hari Rabu (25/3/2026. pascalibur Lebaran.

“Pelayanan administrasi sudah kembali normal. Kami berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat setelah libur panjang,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi, terlihat dari banyaknya warga yang datang sejak pagi untuk mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan.

Sementara itu, salah satu warga Sukamantri, Wayan mengaku bersyukur pelayanan sudah kembali dibuka sehingga kebutuhan administrasinya dapat segera diproses.

“Alhamdulillah sekarang sudah buka lagi, jadi tidak perlu menunggu lama untuk mengurus administrasi,” katanya, Kamis (26/3/2026).

Pemerintah Desa Sukamantri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang tersedia dengan tertib serta melengkapi persyaratan agar proses pengurusan berjalan lancar. Yudi

Infrastruktur Sukamahi Mulus, Silaturahmi Warga Jadi Lancar

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Sepanjang tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026 pemerintahan Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung dirasakan oleh warganya telah berhasil melaksanakan pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur hingga ke peningkatan ekonomi melalui ketahanan pangannya terealisasikan hingga menyentuh ketengah tengah masyarakatnya.

Tepat di momen idul fitri kali ini, mobilisasi masyarkat disana benar benar terdukung dengan kondisi jalan jalan desanya dalam kondisi mulus. Seperti ruas jalan Bojongkaso, Belendung dan yang lainnya. Adanya hal tersebut, tranportasi masyarakat baik itu warga setempat maupun warga dari luar Sukamahi merasa nyaman disaat mereka bersilaturahmi sesama warganya.

“Kondisi jalan lingkungannya cukup bagus. Kami yang hendak bersilaturahmi lebaran ke saudara yang ada di desa Sukamahi meraksakan kenyamanan disaat melintasi beberapa ruas jalan desanya. Ini kami nilai merupakan suatu langkah tanggung jawab dari pemerintahan desanya yang sudah menjalankan program pembangunannya dengan tepat, ” ujar Asep Sobandi, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, rasa memiliki yang dilakukan warga setempat sangat terlihat. Untuk menjaga kondisi badan jakan tidak cepat rusak, mereka menertibkan saluran air, baik itu yang ada di dranaise maupun pembuangan dari atas genting.

“Memang diperlukan saling menjaga dan merawat supaya kondisi infrastruktur seperti jakan tidak cepat rusak. Mulai dari dranaise hingga ke pembuangan air hujan dari talang jangan sampai terjun ke badan jalan. Dan kita amati, warga di sana terlihat cukup tertin, ” pungkasnya. Dadang Supriatna.

Prospek Bisnis Kue Kering Kinan Cookies, Dari Dapur Rumah Hingga Omzet Jutaan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Momen Ramadan dan Lebaran, bisnis kue kering selalu mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Tak heran, banyak pelaku usaha melihat momen ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya adalah Kinan Cookies, brand kue kering asal Tajur Bogor ini bisa membawa bisnis rumahan menjadi sukses

Dita, pemilik Kinan Cookies memulai bisnisnya dari dapur kecil di Tajur pada tahun 2015 Dia mulai membuat kue kering untuk membantu perekonomian keluarga.

“Ketika itu masih bekerja dan berpikir ingin bisnis kue kering menjadi andalan dalam mencari penghasilan tambahan. pada saat menjelang hari raya permintaan kue kering sangat tinggi momen ini yang tepat dalam menjalankan usaha dan memberanikan diri mengeluarkan modal dari tabungan semasa kerja,” jelasnya.

Dengan tekad kuat, Dita mulai memproduksi lima jenis kue kering dari dapur rumahnya dengan peralatan sederhana, yang dijual secara door to door serta mengandalkan strategi pemasaran dari mulut ke mulut.

Seiring berjalannya waktu, dita terus berinovasi dengan menciptakan berbagai varian kue kering, sesuatu yang saat itu belum banyak dilakukan oleh pelaku usaha sejenis. Dengan ciri khas kue yang renyah dan memiliki daya tahan lama, Kinan Cookies makin diminati, terutama saat musim Hari Raya.

Tidak hanya fokus pada kualitas produk, Dita juga menyadari pentingnya membangun jaringan bisnis. Ia menggandeng reseller dan rekan-rekannya untuk memasarkan hasil produknya agar bisa dijual ke banyak pelanggan.

Untuk menghadapi tantangan zaman, Dita juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasarnya. Dengan pemasaran online, Kinan Cookies kini menjangkau lebih banyak pelanggan terutama pada momen Ramadan yang menjadi puncak penjualannya setiap tahun.

Dengan memasarkan produk secara online, dia berharap pertumbuhan bisnis Kinan Cookies kian pesat sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan dan usaha bagi dirinya.

Diakuinya sejak membuka bisnis Kinan Cookies ini setiap Ramadhan pasti mengalami lonjakan peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada Ramadhan 2026 ini.

Ramadan tahun ini, Kinan Cookies juga mengeluarkan Hampers untuk variant toples reguler, toples kaca dan toples kombinasi dengan berbagai varian jumlahnya, mulai isi 2 toples, 3 toples sampai dengan 6 toples sehingga dapat mengakomodir semua keperluan calon pembeli dalam persiapan Lebaran.

Dengan berbagai inovasi dan strategi bisnis yang dilakukan selama ini, Kinan Cookies terus berkembang.

(Wawan Hermawanto)

Alam Kita tak Kalah Indah, Sayang Kotor dan Bersampah

0

Jurnal Bogor – Islam telah mengajarkan ‘kebersihan sebagian dari iman’, namun sayang banyak orang abai akan esensi kebersihan. Padahal bersih itu bukan hanya indah, tapi juga bisa memberikan rasan nyaman. Feedback dari bersih dan indah itu tentu membuat hati tenang juga. Alam dan lingkungan kita sebenarnya tak kalah indahnya, namun sayang masih kotor dan bersampah.

Ya…kesadaran masyarakat akan kebersihan masih jauh api dari panggang, hanya sebagian kecil saja yang peduli. Kebiasaan buang sampah sembarangan telah membuat kotor dan mencemari lingkungan, sungai-sungai pun pada akhirnya dipenuhi sampah karena ada saja orang yang buang sampah ke sungai atau adanya sampah yang terbawa air hujan.

Di jalanan, petugas kebersihan pun dibuat kewalahan, dimana orang-orang tak punya hati begitu teganya buang sampah seenaknya. Bahkan di ruang publik sampah mudah ditemukan, sekali pun telah disediakan tempat atau tong sampah. Seolah-olah mengandalkan petugas kebersihan, alamak!.

Mindset masyarakat yang tak peduli kebersihan dan sampah, orang itu lebih cocok disebut orang yang tak waras. Karena dari kotornya lingkungan tentu akan menjadikan lingkungan itu sendiri tak sehat. Jika melihat negara-negara yang memiliki warganya yang peduli kebersihan dan sampah, alangkah indahnya. Jalan-jalan dan lingkungan tempat tinggal mereka bersih, membuat betah tinggal.

Berbeda dengan kondisi lingkungan yang kotor dan jorok, stigma terbelakang juga akan melekat. Jika masing-masing individu mau menjaga kebersihan, rasa-rasanya tak sulit membuat lingkungan yang bersih dan indah. Tetapi jika setiap orang abai, maka lingkungan akan tetap kotor dan tak akan pernah bersih. Jadi jangan harap mau bersih jika kesadaran akan kebersihan itu tak ada di hatinya dan pikirannya juga tak waras.

***