24.1 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 426

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Leuwiliang, Pohon di Depan Kantor Kecamatan Tumbang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Akibatnya, satu pohon tumbang dan sejumlah dahan pohon besar yang berada di depan kantor Kecamatan Leuwiliang patah.

Saat dikonfirmasi, Kasi Trantib Kecamatan Leuwiliang, Oding Rukmana mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

“Tadi sore perkiraan jam 4, sekitar kurang lebih 30 menit lah hujan angin kencang juga petir,” katanya. Rabu (25/10).

Sementara dalam sebuah postingan video Instagram milik Kecamatan Leuwiliang, terlihat beberapa dahan pohon menimpa pagar kantor kecamatan.

Beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat milik pegawai kecamatan terlihat masih terparkir di lokasi. Beberapa pegawai pun terlihat keluar ruangan, termasuk Camat Leuwiliang melihat suasana diluar yang terlihat tampak mencekam.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau kerugian material. Kalau pohon 1 yang tumbang, yang lain hanya cabang dan rantingnya saja,” katanya.

Insiden itupun sudah ditangani oleh pihak tekait dari Damkar maupun pihak kecamatan.

“Sudah tadi dari pihak Damkar yang menangani untuk pemotongan batang pohon dan pohon yang tumbang,” pungkasnya. Andres

Bertahun-tahun Tanpa PJU, Jalan Lingkar Galuga – Leuwiliang Seperti Sengaja Dibikin Rawan

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor
Jalan Raya Lingkar Galuga – Leuwiliang yang pengoperasiannya dimulai tahun 2016 guna mengurai kemacetan arus lalu lintas di jalan Raya Cibungbulang menuju Leuwiliang maupun sebaliknya, sampai saat ini, belum juga dipasangi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Jalan Raya Lingkar Galuga yang dibangun membelah Gunung Galuga di Desa Galuga, , Kabupaten Bogor itu kondisi gunungnya juga rusak parah akibat galian C pasir merah, kembali dikeluhkan pengendara yang melintas malam hari, sebab selain gelap, juga rawan.

Haris, warga Kampung Tanjakan Lingkar Galuga, Desa Galuga mengatakan, lebih dari delapan tahun Jalan Lingkar Galuga ke Leuwiliang disoal warga karena gelap gulita tanpa PJU.

“Tetap saja keluhan warga tidak ditindak lanjuti oleh pihak PLN Cabang Cibungbulang maupun oleh kantor UPT P4 Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Wilayah IV Leuwiliang,” kata Haris kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/10/23).

Bahkan ironisnya sambung Haris, yang dicuekin oleh dinas atau instansi terkait yang bertanggung jawab soal penerangannya, bukan saja keluhan warga, melainkan juga Pemerintah Desa Galuga yang meminta pemasangan lampu hati-hati (warning light) untuk dipasang di simpang pertigaan jalan raya Galuga dan jalan raya nasional tak membuahkan hasil.

“Ada apa ini?, Padahal yang saya tau, sejak lama di sepanjang sisi jalan raya lingkar Galuga Leuwiliang, telah banyak berdiri tiang listrik tanpa kabel,” ujarnya.

Lain kata Haris, lain juga kata Surono, pedagang bakso Galuga yang sudah 3 tahun pindah berjualan dari Kota Bogor ke Jalan Lingkar Desa Galuga. Dimana kata dia, selama itu pula ia tidak berani pulang malam hari dari Pasar Leuwiliang yang baru kebakaran itu melalui jalan Lingkar Galuga.

“Sudah gelap dan seram, juga suka ada begal. Jadi lebih baik saya pulang lewat jalan raya Leuwiliang Cemplang saja, biar aman,” bebernya.

Sementara pihak UPT P4 Wilayah IV Leuwiliang Dishub Kabupaten Bogor, mengklaim jika jalan Raya Lingkar Galuga Leuwiliang tersebut, bukan ranah kerja Kabupaten Bogor, melainkan tanggung jawab Pemerintah Jawa Barat dan pusat.

Sedangkan Kepala Desa Galuga Endang Sujana saat dikonfirmasi pada Minggu (15/10/2023), Kades menolak memberi keterangan dengan alasan sedang menghadiri pertemuan rapat di Kota Bandung.

** Bayup

Camat Tindak Lanjuti Soal Dua Pintu Air Situ Burung yang Rusak ke PSDA dan BBWS

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Camat Dramaga Tenny Ramdhani prihatin sumur warga di Kampung Carangpulang KUD RT 01 / RW 04,  Desa Cikarawang, Dramaga, Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. Bukan saja terdampak dari musim kemarau panjang, tapi juga menyusutnya air Situ Burung hingga 70 centimeter akibat dua pintu air yang rusak.

Dia mengaku mengetahui adanya dua pintu air Situ Burung yang rusak dari pemberitaan Jurnal Bogor pada Kamis pagi (26/10/2023).

“Saya langsung meneelpon Kepala Desa Cikarawang untuk segera membuat surat laporan resmi diketahui camat dan segera dilayangkan ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan kantor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Propinsi Jawa Barat, supaya cepat ditindak lanjuti,” kata Tenny Ramdhani.

Namun jawaban kepala desa kata camat, usulan perbaikan terhadap dua pintu air Situ Burung yang rusak itu, sudah dilaporkan secara lisan dan langsung ditinjau tim teknis PSDA dan BBWS Ciliwung-Cisadane Provinsi Jawa Barat guna memastikan kerusakannya, termasuk sudah dilakukan pengukuran bangunan, sehingga masuk dalam rencana anggaran pihak BBSW dan PSDA untuk diajukan tahun 2024.

“Walaupun demikian, saya tetap meminta Kepala Desa Cikarawang agar segera dibuatkan surat resmi laporannya yang diketahui camat untuk dilayangkan secara formal,” jelasnya.

Sebelumnya, keluhan sumur-sumur warga di Kampung Carangpulang KUD RT 01 / RW 04,  Desa Cikarawang diutarakan Danu (68), warga Situ Burung. Meskipun musim kemarau panjang berlangsung, seharusnya penyusutan air Situ Burung tidak perlu terjadi.

“Situ Burung merupakan danau mata air yang berasal dari mata air dalam tanah, termasuk berasal dari aliran sungai dan air persawahan di sekitarnya. Situ Burung juga termasuk danau tadah hujan. Oleh karena dua pintu airnya rusak, kami yang kena dampaknya, sumur-sumur kami ikut-ikutan surut”, tukasnya.

Hal senada juga diutarakan Jaja (70), andai saja debit air Situ Burung tidak menyusut, maka kekeringan sumur-sumur warga maupun persawahan yang ada dibawahnya tidak perlu terjadi.

“Karena dua pintu air utamanya rusak parah, sehingga air situnya bocor lalu keluar saluran, sehingga menyebabkan penyusutan air situ hingga 70 centimeter. Dan dampaknya, sumur warga turut menyusut,” pungkasnya.

** Bayup

Luncurkan Master S.O.E. Series, TOMORO COFFEE Mulai Ekspansi Pasar Asia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
TOMORO COFFEE, merek rantai kopi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, mulai ekspansi mengembangkan sayap bisnis ke negara-negara di kawasan Asian, dengan produk terbaru yang menjadi unggulannya Master S.O.E. Series yang berasal dari tempat kelahiran kopi Arabika, Ethiopia, dan disajikan dengan kemasan baru “Black Cup” anti tumpah.

“TOMORO COFFEE tidak hanya bermimpi besar, tetapi juga bermimpi lebih jauh dengan berekspansi ke negara-negara Asia lainnya seperti Filipina, Singapura, dan Tiongkok pada akhir tahun 2023,” kata Direktur TOMORO COFFEE, Wang Chao.

Wang Chao mengatakan, Master S.O.E. Series memberikan pengalaman baru dalam meminum kopi karena rasa dan aromanya yang khas, serta menggunakan kemasan baru “Black Cup” dengan teknologi anti tumpah.

“Ini menjadikan Master S.O.E. Series sebagai kopi eksklusif dengan kualitas terbaik yang kami tawarkan dengan harga yang terjangkau. Kehadiran Master S.O.E. Series menjadi salah satu wujud komitmen TOMORO COFFEE untuk menjadikan setiap pecinta kopi, khususnya di Indonesia,” terang Wang, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/10/2023).

Sebagai informasi, TOMORO COFFEE, selain di Jabodetabek, saat ini sudah memiliki 200 gerai di kota-kota besar di Indonesia,seperti Bandung, Surabaya, Cirebon, Medan, Bali, Yogyakarta, dan Makassar.

“Kami menargetkan membuka dua gerai baru per hari. Saat ini sedang dalam proses penandatanganan kontrak dengan lebih dari 300 penyewaan gerai baru,” ujar Wang.

TOMORO COFFEE Chief Coffee Master & World Barista Champion 2017, Dale Harris mengaku bangga karena menjadi bagian dalam meracik, mengurasi, dan memastikan rasa serta kualitas dari Master S.O.E. Series agar layak dikonsumsi para pecinta kopi.

S.O.E, sebut Dale, berasal dari kata single origin espresso artinya menggunakan biji kopi berasal dari satu sumber, jenis, daerah, wilayah yang sama, bahkan satu tanaman yang sama. “Kali ini, kami menggunakan biji kopi Guji Natural Grade 1. Guji salah satu wilayah di Ethiopia yang berada di ketinggian 2.000 – 2.350 mdpl sehingga biji kopi yang dihasilkan memiliki lebih banyak gula dalam buah dan akhirnya menghasilkan aroma buah dan bunga yang lebih intens,” terang Dale.

TOMORO COFFEE Master & Indonesia Barista Champion 2018, Muhammad Aga menambahkan, Master S.O.E. Series ini telah melalui proses pemilihan kualitas biji kopi yang sangat ketat.

“Kami telah melakukan lebih dari 1.000 kali observasi melalui coffee cupping mulai dari pengambilan sampel di daerah dan kebun, dan mencicipi sampel roast cupping, hingga akhirnya kami memilih biji kopi Shakiso Guji,” kata Aga.

TOMORO COFFEE Product Research & Development Manager TOMORO COFFEE, Hadi Suwardi menjelaskan, “Kemasan “Black Cup” memiliki peningkatan kualitas desain yang sangat unik.

“Teknologi ini menjadikan minum kopi menjadi lebih menyenangkan dan memudahkan pecinta kopi saat memegangnya, dan juga saat memesan dari platform pesan-antar online,” ungkap Hadi menutupi.

** mochamad yusuf

Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Adakan Rakor Jelang Pemilu 2024

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid memimpin langsung Rapat Koordinasi Ketentraman dan Ketertiban Umum untuk mengantisipasi pelaksanaan kegiatan menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Rakor tersbut dihadiri Kanit Pol PP se Kabupaten Bogor dari 40 kecamatan, Kabid Dardak, PPNS dan Camat Jonggol Andri Rahman. Kegiatan Rakor diadakan di D’Saung Teteh, Desa Sukamaju, Jonggol, Rabu (25/10/23).

Camat Jonggol Andri Rahman mengucapkan terimakasih akan kinerja Pol PP yang bisa dibilang tidak ada tanggal merahnya. Mengingat, semua hal yang berhubungan dengan tindakan apapun terkadang warga itu selalu meminta Pol PP untuk membantu menganganinya.

“ Dan dalam menghadapi momentum Pemilu ini, saya harap Pol PP bisa lebih intens untuk menangi hal-hal yang negatif, terutama dalam berita hoax terkait Pemilu yang sangat mudah sekali memancing emosi warga,” ucap Andri.

Sementara Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid membuat kegiatan ini selain untuk menjalin silaturahmi karena kangen sudah lama tidak berkumpul dengan para kanit, ia juga ingin mendengarkan apa yang menjadi kendala dan masalah anggota di lapangan.

“ Kita anggap ini moment untuk silaturahmi disamping melakukan pemaparan terkait Perda No.4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum  dan Undang-undang Pemilu No.7 Tahun 2017,” jelasnya.

Dia menjelaskan, jika sebagai Penegak Perda Pol PP itu sangat dibedakan dan bisa dibilang istimewa, hal itu terlihat dari seragam yang dikenakan itu berbeda dengan yang lain karena merupakan tim khusus, maka dari itu sistem kerjanya pun harus khusus.

“ Selama ini kadang Pol PP selalu dipersalahkan ketika tidak bisa membongkar, menertibkan suatu bangunan atau warung. Masyarakat hanya taunya kita diam, maka dari itu dengan momentum rakor ini saya ingin semua paham, bahwasanya tidak semua hal harus dibongkar. Karena kita punya aturan yustisi dan non yustisi,” beber Cecep.

Dia pun berpesan dalam menghadapi Pemilu tahun 2024 sebagai Pol PP harus bertindak sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan. Begitupun untuk bangunan-bangunan yang liar. Jika tahu itu adalah lahan milik Pemda dan diketahui akan ada tanda-tanda pembangunan, langsung hentikan jangan nunggu jadi bangunan terlebih dahulu.

“ Biasakan bersihkan sebelum timbul, jangan sampai timbul dulu baru dibersihkan, itu akan mempersulit kita juga nantinya,” tandas Cecep.

“ Yang pastinya dalam kesempatan ini, saya tekankan untuk selalu menjaga dan menerapkan Trantibum, sekalipun ada siapa di belakangnya. Jika itu tidak sesuai dengan aturan, ratakan,” tegasnya.

** Reza/Nay

TPBU Milik Yayasan Sinar Bumi Dipasang PPNS Line, Kasat Pol PP: Yayasan Harus Kooperatif

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid turun langsung untuk menutup sementara aktivitas Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) milik Yayasan Sinar Bumi yang berada di Desa Sukasirna, Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu (25/10/23).

Dalam kegiatan pemasangan PPNS Line tersebut turut didampingi Camat Jonggol Andri Rahman, Kanit Pol PP Jonggol Dadang, PPNS Kabupaten Bogor Sarwani, Kabid Dardak Wawan, Kades Sukasirna Iwan Setiawan, Danramil Jonggol, Kapolsek Jonggol puluhan anggota Satpol PP Kecamatan dan Kabupaten Bogor, serta anggota Babinsa dan Bhabinmas.

“ Hari ini saya minta tidak ada diskusi dengan pengelola. Karena dari hasil pengaduan yang kami dalami ternyata TPBU ini memang tidak mengantongi izin operasional. Ada beberapa izin yang belum ditempuh dan itu mengharuskan kami sebagai Penegak Perda untuk memberhentikan sementara kegiatan ini,” ungkap Cecep Imam tegas.

Cecep Imam berharap pihak pengelola untuk kooperatif dalam persoalan ini dan jangan mengambil langkah ego. Apalagi setelah dia ketahui ternyata ini ada persoalan internal antar keluarga, tapi Cecep tidak mau masuk kedalam ranah itu. Namun dia menekankan disini adalah karena TPBU ini tidak cukup mengantongi izin maka kegiatan harus dihentikan.

“ Jika tidak kooperatif saya akan lebih mengencangkan PPNS Line ini. Jadi saya minta untuk pengelola jangan sekali-kali mencabut PPNS Line yang kami pasang sebelum menyelesaikan semuanya. Kami masih memberikan kebijakan untuk yang sudah booking makam ada 2 kami persilahkan untuk dimakamkan, begitupun untuk yang mau ziarah silahkan,” tuturnya.

“ Tapi jangan coba-coba lagi atau menawarkan kepada konsumen untuk menggali atau memesan lahan baru dari kebijakan yang sudah kami berikan,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Sukasirna Iwan Setiawan mengatakan jika dirinya sudah berkali-kali menanyakan terkait izin operasional kepada pemilk yayasan sebelum meninggal. Karena saat ini yang meneruskan ialah ahli warisnya. Oleh karena itu, Iwan menyebut untuk kedepannya agar para investor yang masuk ke desa untuk sesegera mungkin membuat perizinan sesuai denagn aturan yang berlaku.

“ Kedepannya, PR saya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena sebagian besar yang bekerja di TPBU ini adalah warga Sukasirna,” tandasnya.

“ Jangnan sampai, akibat dari penutupan TPBU ini, warga yang bekerja disini jadi menuntutnya kepada kepala desa,” pungkas Iwan.

** Nay Nur’ain

Persibotim Maju ke Turnamen Piala Soeratin U-15 Jawa Barat

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Setelah masuk ke grand final di Piala Soeratin Kabupaten Bogor, akhirnya tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Persatuan Sepak Bola Indonesia Bogor Timur (Persibotim) melenggang ke Provinsi Jawa Barat dengan memboyong 24 pemain.

SSB Persibotim milik H. Iswahyudi itu bermarkas di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Kepala Sekolah SSB Persibotim Mamansyah menuturkan, Persibotim di pertandingan pertama berhasil mengalahkan Garut dengan skor 3-1. Kemudian pertandingan yang ke-2, bertemu dengan Uni Bandung dengan Skor 2-1.

“Sementara pada hari Kamis 26 Oktober 2023, Pesibotim akan menghadapi tim dari Cianjur dengan demikian akan melaju ke babak penyisihan,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (25/10/23).

Menurut Mamansyah, keberhasilan yang saat ini diraih tidak lepas dari kepiawaian para pelatih yaitu Coach Endang, Coach Irfan, Coach Rudi dan asisten pelatih Iwan, Wekawansyah dan Ade dalam melatih anak didiknya.

“Alhamdulillah Persibotim memberikan ruang kepada Anak-anak remaja di Kabupaten Bogor. Bahwa ajang Soeratin tingkat Jawa Barat ini yang pertama kali diikuti Persibotim mengingat usia Persibotim baru berjalan 2 tahun ini,” paparnya.

Dia berharap, dengan mengikuti ajang bergengsi ini, para punggawa Persibotim dapat menimba pengalaman di masa remaja dan sekaligus motivasi untuk para juniornya yang berusia 9-13 tahun.

“Mudah-mudahan dengan adanya Soeratin ini sepak bola di Kabupaten Bogor khususnya di Desa Bantarjati makin bertambah bersemangat,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Gerilya Pembangunan Pasar Gunung Putri, Warga yang Menolak “Dibentak” Aparat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Miris nian nasib warga Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang seolah tidak diperbolehkan menyuarakan aspirasinya sebagai masyarakat. Pasalnya rencana pembangunan Pasar Gunung Putri di lahan fasos fasum RW 26 tersebut direspons keberatan oleh warga. Penolakan warga bukan tanpa alasan, mengingat semrawut PKL yang saat ini saja sudah cukup menyusahkan warga dengan bau dan mampetnya saluran air.

Salah satu warga RW 26, RZ (40) mengaku miris dengan proyek pembangunan pasar yang terkesan dipaksakan oleh pemerintah. Hal yang lebih mengerikan lagi, warga yang menolak sampai dibentak oleh aparat. Sedangkan apa yang dirinya khawatirkan bukan semata-mata tanpa sebab, melainkan berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

“ Ini seolah proyek titipan yang dipaksakan, kami tidak keberatan jika akan dibangun pasar lagi disini. Tapi apakah pemerintah bisa menjamin pedagang-pedagang kaki lima yang saat ini berjejer di Griya bisa dipindahkan ke bangunan pasar yang akan dibangun nanti,” ungkap RZ kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/10/23).

Mirisnya lagi, sambung RZ, ada aparat yang membentak warga karena menolak pembangunan pasar ini. Padahal yang dibutuhkan hanya kepastian dan ketegasan pemerintah. Jika pemerintah berani berkata atau menjamin PKL yang menjamur di Griya pindah ke pasar yang mau dibangun dipersilakana. Namun sampai saat ini pemerintah tidak berani menindak, bahkan seolah tutup mata dengan menjamurnya PKL di ruang terbuka hijau Perumahan Griya.

“ Untuk aparat sendiri, tolonglah jangan offside disini tidak ada unsur pidana yang dilakukan warga, kami hanya menyuarakan hak kami sebagai warga yang tinggal disini dan jelas akan terkena dampak dari pembangunan pasar ini, bekerjalah sesuai tupoksi jangan mengintimidasi warga,” kesalnya.

“ Jika yang seharusnya menjadi pengayom kami justeru berpihak kepada pengusaha pemenang tender, lantas apa arti slogan pengayom masyarakat,” tambahnya.

RZ berpesan kepada para pihak, bahwasannya jabatan itu sifatnya hanya sementara. Banyak sekali warga yang menolak akan dibangun pasar disini, tapi sebagian besar dari mereka tidak berani bersuara karena takut. Tapi dirinya meyakini doa orang teraniaya akan dibalas langsung oleh Sang Pencipta.

“ Kami merasa sebagai warga yang teraniaya, kami beli perumahan disini, tapi kami tidak punya hak untuk bicara disini. Karena pada kenyataannya saat ini, alat berat sudah mulai diturunkan, dan mungkin proyek titipan itu akan dijalankan,” keluhnya.

“ Bukankah dulu pernah saya baca dalam satu pemberitaan bahwa kepala desa, pengelola PKL saat ini juga menolak akan dibangunkan, tapi sekarang alat justeru bisa masuk. Proyek ini sangat mengerikan sekali,” sambungnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin beberapa waktu lalu mengatakan, akan melakukan kajian ulang terkait keberatan warga akan pembangunan Pasar Gunung Putri yang sudah selesai tender dan sudah ada pemenangnya.

“ Saya sudah perintahkan Disperindag untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan warga, karena nantinya jika pasar itu sudah dibangun saya akan perintahkan Satpol PP untuk menertibkan PKL yang saat ini memakai ruang terbuka hijau yang juga milik Pemda,” tururnya.

Lebih lanjut Burhan mengatakan, hal ini harus disampaikan kepada warga, sebab mungkin penolakan yang dilakukannya karena takut daerahnya dikepung oleh pasar. Makanya diberikan penjelasan, jika pasar sudah dibangun PKL yang membuat semrawut di ruang terbuka hijau wajib pindah kesana.

“ Itu nanti tugas Satpol PP untuk menertibkan, yang pastinya kami pemerintah akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, apa yang kami bangun semua sudah sesuai degan kebutuhan dan kajian,” pungkas Burhan mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Khotmul Qur’an Warnai Wisuda Institut Tazkia

0

jurnalinspirasi.co.id – Wisudawan Sarjana Hafidzpreneur Institut Tazkia membuka acara wisuda Tazkia ke-19 dengan doa Khotmul Quran di Grand Ballroom Puri Begawan, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor Selasa, (24/10).

Proses wisuda Institut Tazkia tahun tahun 2023, memang terasa berbeda dengan proses wisuda di tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini Tazkia meluluskan program sarjana untuk para Hafidzpreneur yang telah menyelesaikan hafalan quran 30 Juz.

Bukan hanya hafal Quran 30 Juz, para wisudawan ini memiliki gelar sebagai sarjana Manajemen Bisnis Syariah, Ekonomi Syariah dan Akuntansi Syariah.

Ismail Ihsan Merupakan salah satu dari 448 lulusan Sarjana Institut Tazkia yang diwisuda dengan predikat lulusan terbaik Hafidzpreneur. Ihsan menceritakan, ia kuliah di Tazkia mendapat beasiswa dari Pemda Siak.

Awalnya ia tidak yakin dengan kemampuannya harus belajar Manajemen Bisnis sekaligus harus menyelesaikan hafalan quran 30 Juz dalam waktu 4 tahun.

“Pemerintah Daerah Siak berkomitmen untuk menghadirkan satu keluarga miskin satu Sarjana, Alhamdulillah hari ini terdapat 47 sarjana yang di wisuda di Institut Tazkia” kata Husni Merza Wakil Bupati Siak yang hadir dalam acara proses Wisuda.

Tazkia menargetkan tahun ini Institut Tazkia sudah berubah menjadi Universitas dengan penambahan program studi baru yaitu Bisnis Digital, Big Data, Tehnik Informatika dan Desain Komunikasi Visual.

“Transformasi pertama Institut Tazkia Insyallah sudah tahap Akhir untuk menjadi Universitas Tazkia, tahun depan Ketika Kembali ke Sentul Insyallah bukan lagi Institut Tazkia tetapi sudah menjadi Universitas Tazkia” uangkap Prof Syafii Antonio

Program studi baru yang akan dibuka ini merupakan program studi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Prof Aan Hasanah dari Kopertais II Wilayah Jawa Barat mengungkapkan terdapat 97 jenis lapangan kerja baru yang membutuhkan kemampuan Digital Analytic, Artificial Intelegent dan Big Data. Program studi baru yang akan dibuka oleh Institut Tazkia sudah sesuai dengan kebutuhan masa depan

Anton Sukarna Direksi Bank Syarian Indonesia menambahkan, dunia perbankan syariah sangat membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai terkait IT, kemampuan Digital serta kolaborasi dengan pendekatan ekosistem. Telah banyak lulusan Tazkia yang bekerja di Industri Ekosistem Keuangan Syariah khususnya Perbankan Syariah. * Fredy Kristianto

Pelaksanaan wisuda ini dihadiri oleh pihak Institut Tazkia

  1. Dr. Budi Djatmiko Ketua Yayasan Tazkia Cendikia
  2. Wakil Bupati Siak
  3. Ketua Baznas Siak
  4. Dinas Pendidikan Kaltim 1 orang
  5. Badan pengelola Beasiswa Kaltim 1 orang
  6. Anton Sukarna, Direktur Sales & Distributor BSI (VIP)
  7. Ike Risnawati, Area Manager BSI Bogor
  8. Kopertais II Jawa Barat
  9. Rektor univ darunnajah (3 orang)
  10. Warek UIKA
  11. Warek Pakuan
  12. Warek Umbara (2 orang)
  13. Direktur Asyki
  14. Warek UnHan
  15. Perwakilan bupati Bogor
  16. Ponpes Sidogiri
  17. MNC Securitas
  18. Terbaik Program Studi S1 Akuntansi Syariah (SITI ANNISA SATIFA || IPK 3,77 )
  19. Terbaik Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah ( MOHAMMAD RIFQI ROZIKIN || IPK 3,92 )
  20. Terbaik Program Studi S1 Ekonomi Syariah (MIMMA MARIPATUL UULA || IPK 3,89)
  21. Terbaik Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah (ISTI’ANAH RIZQULLAH || IPK 3,95 )
  22. Terbaik Program Studi S1 Tadris IPS (SALWA || IPK 3,84)
  23. Terbaik Program Studi S2 Ekonomi Syariah ( AISYAH AS-SALAFIYAH || IPK 3,94)
  24. Terbaik Program Studi S2 Akuntansi Syariah (FARAH NURANI QORNY || IPK 3,89)
  25. Terbaik Program Hafidzpreneur (ISMAIL IHSAN || IPK 3,7 )
  26. Terbaik Umum (MIMMA MARIPATUL UULA || IPK 3,89)

Sekdes Cikarawang Hengkang dari Desa, Ada Apa?

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Terhitung akhir September 2023 lalu, Sekretaris Desa Cikarawang Muhamad Yusuf resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Padahal Muhamad Yusuf yang sudah satu bulan undur diri tersebut, selama ini dinilai handal dan cekatan. Dia tercatat sebagai pegawai desa paling terlama dan berpengalaman dan  memulai aktivitas di kantor Desa Cikarawang, terhitung sejak era Kepala Desa Suhandi.

Barulah begitu Suhendi lengser digantikan Kades Sapturi Wijaya, posisi Muhamad Yusuf yang awalnya hanya staf desa biasa, akhirnya ditunjuk kepala desa terpilih Sapturi Wijaya untuk menjadi sekdesnya.

Sayangnya, jabatan Sekdes yang diemban Muhamad Yusuf ini belum terhitung 15  tahun lebih, sehingga belum dapat diusulkan menjadi Pegawai negeri Sipil (PNS) seperti yang didapat oleh beberapa mantan Sekdes di Dramaga yang kini posisinya sudah naik menjadi PNS.

Saat Jurnal Bogor menelusuri apa yang menjadi penyebab hengkangnya Muhamad Yusuf dari jabatannya sebagai Sekretaris Desa Cikarawang pada September lalu, akhirnya terjawab.

“Betul, Pak Muhamad Yusuf terhitung akhir September kemarin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekdes Cikarawang,” kata Staf Pelayanan Desa Cikarawang Boni kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/10/2023).

Yang menjadi alasan Sekdes Muhamad Yusuf mengundurkan diri dari jabatannya kata Boni, tak lain karena waktunya banyak tersita oleh bisnis yang dikelolanya. “Membuka usaha laundry di rumahnya”, ungkap Boni.

Pengunduran diri Muhamad Yusuf jelas Boni, sudah dinyatakan resmi dan sudah diterima oleh kepala desa.

“Termasuk alasan pengunduran diri pak Yusuf, karena bertumpuknya pekerjaan yang ia emban baik di kantor desa maupun di bisnis laundry, sehingga membuat pak mantan Sekdes kami itu lebih memilih yang terbaik, yakni memilih lebih fokus untuk mengelola bisnis usaha laundry saja,” ujarnya.

Muhamad Yusuf sendiri ketika dihubungi Jurnal Bogor menjelaskan alasannya.

“Benar, saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Sekretaris Desa Cikarawang tepat di akhir September kemarin,” jawabnya.

Dia membenarkan alasan mundur karena kesibukan menjalankan usaha laundry yang sudah lebih dari setahun, dirasakan sangat menyita waktu.

“Semua sudah saya putuskan dengan matang, apalagi begitu usaha laundry saya mendapat kontrak dari beberapa pesantren yang ada di wilayah Desa Cikarawang maupun sekitarnya. Maka sejak itulah waktu saya banyak tersita di bisnis laundry. Makanya, saya lebih baik mengundurkan diri saja dari jabatan Sekretaris Desa Cikarawang, daripada nantinya pekerjaan saya di desa selalu terbengkalai dan mengganggu palayanan,” pungkasnya.

** Bayup