23.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 411

Mentan Amran Ajak Akademisi Perkuat Akselerasi Lahan Rawa Untuk Padi dan Jagung

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para akademisi untuk terlibat langsung pada program akselerasi percepatan produksi padi dan jagung di lahan rawa yang tersebar di seluruh Indonesia. Demikian disampaikan Mentan dalam rapat FGD bersama akademisi di Gedung D, Kantor Pusat Kementan.

“Sekarang kita undang dekan yang nantinya mereka akan membantu percepatan tanam dan membangun rawa sebagai lahan produktif. Jadi secara teknis mahasiswa akan dilibatkan dalam program magang dan dosen yang ahli di bidang rawa dan benih akan kita maksimalkan,” ujar Mentan, Kamis, 9 November 2023.

Mentan mengatakan saat ini ada lebih dari 10 juta hektar lahan rawa yang berpotensi menambah daya gedor produksi nasional. Dari semua lahan tersebut, beberapa di antaranya sudah menghasilkan produktivitas sebanyak 5 ton per hektare.

“Sekarang baru 5 ton tapi ke depan akan kita tingkatkan menjadi 7 ton per hektare. Jadi yang IP nya 1 kita naikan jadi 2 atau menjadi IP 3. Semuanya perlu kolaborasi dan kerja keras untuk memaksimalkan lahan rawa yang ada,” katanya.

Akademisi dari IPB, Sam Herodian mengatakan bahwa pihaknya siap menyerahkan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam memanfaatkan lahan rawa yang kini bisa dioptimalkan menjadi lumbung pangan nasional.

Bagi Sam, program akselerasi yang dilakukan kementan sangat bagus dan membantu percepatan swasembada. Apalagi, saat ini sudah ada program khusus dari Kemendikbud Ristek untuk mengakomodir semua kegiatan mahasiswa yang ingin turun langsung ke lapangan.

“Di kampus itu ada program MBKM yang digagas Kemendikbud Ristek. Nah dalam rangka itu mahasiswa butuh tempat untuk melatih mereka di lapangan. Kebetulan di kementan ada akselerasi lahan rawa dan itu sudah pas dengan semua program yang ada,” katanya.

Sejalan dengan hal ini, Peneliti Senior dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Prof Hasil Sembiring mendukung penuh upaya kementan dalam memanfaatkan lahan rawa sebagai lahan produktif nasional. Baginya, hal ini adalah ide cemerlang sebagai pondasi masa depan menuju swasembada.

“Dengan pengoptimalan lahan rawa maka luas panen kita bisa ditingkatkan melalui IP dan tentunya rawa punya potensi yang sangat luas. Jadi itu sangat bagus menurut saya dan tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan produktivitas,” katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa target akselerasi percepatan ini adalah terwujudnya swasembada pada tahun 2025 mendatang sehingga Indonesa bisa menekan kebijakan impor. Karena itu, Dedi mengajak agar kampus dan para akademisi lain terlibat secara langsung dalam proses percepatan ini.

“Seluruh komponen harus support dalam akselerasi ini. Apalagi para ahli ada disini dan kampus bisa terlibat secara langsung. Kami minta agar perguruan tinggi juga memberi rekomendasi terkait Peningkatan produksi padi dan jagung baik di lahan rawa, sawah maupun kering,” jelasnya.

(bbpmkp)

Sambut Hari Pahlawan, HPDKI Bogor Raya Gelar Festival Ternak dan SKDG

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Bogor Raya bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor bakal menggelar Festival Ternak dan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) di Lapang Panahan, Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (12/10/2023).

Fikri Alamsyah

“Dalam memperingati momentum Hari Pahlawan Tahun 2023, kami dari HPDKI Bogor Raya bersama Pemkab Bogor menginisiasi gelaran Festival Ternak dan SKDG. Harapannya, semangat para peternak domba kambing, khususnya di wilayah Bogor Raya untuk breeding dan fattening domba kambing dengan genetic yang baik, tetap terjaga. Sesuai jargon giat ini, yaitu Peternak Pahlawan Bangsa,” ujar Ketua Panitia, Fikri Alamsyah.

Di ajang SKDG, terdapat dua kategori yaitu juara tangkas dan juara favorite tempur. Menurut Fikri, SKDG bakal menjadi magnet utama pada kegiatan yang menyediakan hadiah total tiga puluh juta rupiah ini.

“Sejumlah perternak dan farm di area Bogor Raya sudah menyatakan kesiapan mereka untuk mengirimkan domba terbaik mereka. Animo masyarakat juga sangat tinggi dalam menyaksikan seni ketangkasan domba garut,” sambung Fikri.

Hal senada diungkap Ketua HPDKI Bogor Raya Diaz Yudha Saputra. Secara khusus, Diaz mengimbau peternak domba kambing se-Bogor Raya untuk terus membudidayakan agar selaras dengan program pemerintah.

“Peternak domba kambing Bogor Raya berkontribusi dalam menunjang ketahanan pangan nasional,” jelas Diaz.

Sementara itu, untuk Pestok Domba terdapat berbagai nomor, yaitu Raja Kasep pungklak 4 (lokal), Ratu Bibit maksimal pungklak 4 (open), Raja Pedaging maksimal pungkal 4 (open), Raja Petet belum pungklak (lokal) , Raja Petet pungklak 2 (lokal), dan kelas bebas/bobot ekstrim (lokal). Sedangkan untuk Pestok Kambing terdiri dari Bibit Kambing PE, Bibit Kambing Perah unggul (Cross Saanen) dan kelas kambing ekstrim.

“Selain festival ternak dan SKDG, kami juga menyediakan 2023 tusuk sate gratis. Biar lebih meriah,” pungkas Fikri.

Panitia juga merilis sejumlah tamu undangan VIP dijadwalkan hadir di kegiatan ini, diantaranya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketum HPDKI Yudi Guntara Noor,  Kepala DKPP Jabar, Bupati Bogor Iwan Setiawan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim  serta para kepala dinas terkait.

(yev/rls*)

Rusli Nahkodai Tim Pemenangan Prabowo-Gibran

0

jurnalinspirasi.co.id – Rusli Prihatevy menahkodai Tim Kampanye Daerah (TKD) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Kota Bogor.

TKD Prabowo-Gibran Kota Bogor ini diisi oleh 9 partai politik (Parpol) yang mendukung kedua Pasangan Capres dan Cawapres itu di Pemilu 2024.

Diantaranya, ada Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, PSI, Partai Garuda, PBB, Partai Prima, serta Partai Gelora.

Adapun, susunan TKD Prabowo-Gibran Kota Bogor yang dihasilkan berdasarkan musyawarah mufakat. Diantaranya, Ketua diisi oleh M Rusli Prihatevy, Sekretaris Sopian Ali Agam, Bendahara Fajari Arya Sugiarto, dan Wakil Ketua ada Anita Primasari Mongan, Edi Darmawansyah, Pepen Firdaus dan menunggu masuk dari jajaran partai koalisi, dengan target tiga hari ke depan rampung.

Ketua TKD Prabowo-Gibran Kota Bogor, M Rusli Prihatevy menuturkan, pembentukan TKD di tingkat Kota Bogor ini merupakan gagasan dari teman-teman parpol yang tergabung dalam KIM.

“Pada kesempatan di hari ini, para ketua partai koalisi bersepakat kita berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus tadi dengan kesepakatan bersama termasuk pembentukan Partai Koalisi Indonesia Maju Kota Bogor,” ujar Rusli kepada wartawan, Kamis (9/11).

“Dan alhamdulillah berdasarkan kesepakatan dan hasil mufakat, bahwa sudah terbentuk komposisi kepengurusan mulai dari Dewan Penasihat, unsur Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Divisi,” sambung Rusli yang juga Ketua DPD Golkar Kota Bogor tersebut.

Menurut Rusli, untuk unsur Divisi ini nanti ada beberapa bagian komandan-komandan yang memang sudah dibagi porsi sesuai dengan kesepakatan bersama. Rencananya, komandan yang diisi oleh 8 bagian itu akan mulai disusun dalam tiga hari ke depan.

“Insya Allah tiga hari kedepan akan kita selesaikan dan kita akan rumuskan. Hasil ini juga kita akan laporkan ke TKN baik di tingkat Nasional hingga Provinsi Jabar,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini.

Tak hanya itu, dilanjutkan dia, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaunching kantor serketariat bersama Pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran.
“Insya Allah kita akan launching. Kantornya bisa dimana aja, nanti akan dirumuskan tempatnya, karena banyak,” ungkap dia.

“Nanti kita akomodir mana yang layak dan representatif. Insya Allah akan jadi markas pemenangan Prabowo-Gibran,” lanjut Rusli.
Disinggung target suara yang diperoleh TKD Prabowo-Gibran Kota Bogor, M Rusli Prihatevy menuturkan, bahwa pihaknya menargetkan kemenangan mutlak bagi Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Kota Bogor pada Pemilu 2024 mendatang.

“Target kemenangan Insya Allah kita menang mutlak, harapan kira menang mutlak, satu putaran qobul,” ujar Rusli.

Sementara itu, Sekretaris TKD Prabowo-Gibran, Sopian Alam Agam berharap, dengan terbentuknya TKD Prabowo-Gibran Kota Bogor, partai koalisi yang tergabung dalam KIM dapat bekerjasama dan bahu membahu untuk mengawal kemenangan Prabowo-Gibran di Kota Bogor.
“Kita adalah satu kesatuan. Kita kerjasama untuk mengawal kemenangan Prabowo-Gibran. Kita ingin Pilpres ini hanya satu putaran,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor ini.

Di tempat sama, Bendahara TKD Prabowo-Gibran, Fajari Arya Sugiarto optimis terbentuknya TKD ini bisa memenangkan Prabowo-Gibran khususnya di Kota Bogor.

“Kita optimis untuk memenangkan Prabowo-Gibran khususnya di Kota Bogor, apalagi dilihat dari kekuatan partai-partai besar di Kota Bogor yang mendominasi, tidak menutup kita akan menang mutlak di kota bogor,” tandas Sekretaris DPD PAN Kota Bogor itu.

Hal senada diungkapkan juga oleh Wakil Ketua TKD Prabowo-Gibran Kota Bogor, Anita Primasari Mongan dan Edi Darmawansyah.* Fredy Kristianto

11 Makam Keramat di Leuwi Manjing Terancam Tergerus Bendungan

0

Cariu | Jurnal Bogor 
Warga keturunan dari makam karomah yang berada di Kampung Leuwi Manjing atau Waliniis, Desa Cikutamekar, Cariu, Kabupaten Bogor, khawatir apabila pemerintah memaksakan pembangunan as bendungan di tempat ini akan terjadi malapetaka besar. Ada 11 makam atau lebih yang dikaromahkan yang banyak didatangi para peziarah dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Abah Sukarman, juru kunci makam karomah sekaligus keturunannya, berdasarkan sejarah, makam yang dikaromahkan itu adalah para tokoh pejuang penyebaran agama Islam dan memperjuangkan tanah air Indonesia waktu melawan penjajah.

“Ya menurut sejarah yang abah tahu, makam yang ada disini adalah para tokoh penyebar agama Islam, dan para pejuang mempertahankan negara Indonesia saat dijajah oleh Belanda, sampai Indonesia merdeka. Para tokoh disini juga ada kaitan dengan Galuh Pakuan Pajajaran dan Cirebon,” ucap Abah Sukarman kepada Jurnal Bogor, Rabu (8/11).

Abah Sukarman juga menyampaikan, budaya adat masyarakat masih terikat pada leluhur, dan warga juga masih bergantung pada pertanian.

“Memang warga masyarakat disini masih memakai budaya adat leluhur sampai saat ini, karena adat leluhur itu bisa menjadi adat yang turun temurun kepada anak cucu sampai penurus keturunan yang ada sekarang. Dan masyarakat disini juga kehidupannya rata-rata petani,” ungkapnya.

Mengenai Kampung yang sudah terkenal namanya Kampung Leuwi Anjing, Abah Sukarman menjelaskan, memang orang sering mensalah artikan atau dipelesetkan nama Kampung di Desa Cikutamekar ini.

“Nama asli dari Kampung ini adalah, Kampung Leuwi Manjing, atau Waliniis, bukan Kampung Leuwi Anjing, yang sudah terkenal sampai saat ini,” jelas Abah Sukarman.

Adanya penolakan oleh warga masyarakat Desa Cikutamekar terkait pembangunan bendungan, Abah Sukarman memaparkan, warga tidak menolak adanya bendungan, yang sudah direncanakan oleh pemerintah selama tapi tidak menggangu lahan pertanian dan makam karomah yang ada tersebut.

“Justeru itu bukan menolak adanya bendungan, tapi menolak as bendungan, supaya lokasi ini kususnya masyarakat Cikutamekar tanah-tanah leluhur yang ada makam karomah ini jangan sampai dipindahkan, abah juga ada amanat dari leluhur agar tanah ini jangan diganggu,” pesannya.

Sementara Uteng Kepala Desa Cikutamekar memaparkan, makam-makam karomah yang berada di Kampung Leuwi Manjing ini jaraknya tidak begitu jauh, semua itu dikelilingi dengan sawah-sawah warga.

“Makam ini terletak di 5 titik bidang yang jaraknya 500 sampai 1000 meter antara satu bidang ke bidang lain dan itu terletak di sebalah barat Kampung Waliniis  yang berdekatan dengan Kali Cibeet sekitar 200 meter. Dan disitu juga termasuk lahan pertanian, yang setiap tahunnya tiga kali panen,” tutur Uteng.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, sebenarnya dari sosialisasi pertama di tahun 2018 masyrakat sudah menyampaikan aspirasinya melalui kepala desa, maupun kelompok masyarakat atau perorangan. Tapi itu seolah-olah tidak diindahkan, bahkan secara tertulis pun sudah mengajukan permohonan agar as bendungan itu dialihkan ke tempat yang tidak menggangu makam dan lahan pertanian.

“Mungkin masyarakat kemarin menggelar aksi protes terkait pembangunan bendungan tapi seolah-olah tidak diindahkan, bahkan secara tertulis pun sudah mengajukan permohonan agar as bendungan itu dialihkan. Akibat aspirasinya tidak ditanggapi, sedang itu sudah berulang kali masyarakat menyampaikan,” ucapnya.

“Kalau sampai ini terealisasikan yang pertama, 85 persen pertanian yang setiap harinya warga bertani, yang dikhawatirkan kalau bendungan ini sampai terelisasi masyarakat akan kehilangan pertanian  soalnya itu sebagai mata pencaharian warga,” sambungnya.

Soal makam leluhur di Kampung Leuwi Manjing ini yang sangat sederhana, Uteng juga menuturkan, ini sudah amanat dari para leluhur agar makam ini harus sederhana.

“Banyak yang bilang kenapa makam leluhur itu biasa-biasa saja saja pembangunannya, jadi leluhur saya mengajarkan tentang kesederhanaan contoh bukti kesederhanaan ini ia mengajarkan para turunannya agar hidup sederhana,” jelasnya.

“Makam disini tidak mau dijadikan sebagai wisata religi, bahkan di tahun 90-an waktu bapak saya sebagai pengurus makam ini,  ia pernah kedatangan dari Dinas Pariwisata, dan Cagar Budaya supaya tercatat tapi ini tidak mau, kenapa tidak mau, menurut leluhur kalau tempat ini dijadikan wisata, jadi yang datang itu bukan hanya yang ziarah saja, tapi dijadikan tempat wisata, otomatis kalau tempat peziarah itu rame maksiat juga akan meningkat,” ucap Uteng kembali.

“Pertanyaan saya apakah mungkin doa kita dijabah posisi tempatnya menjadi kurang baik menurut leluhur ada waktu-waktu tertentu yang dijabah, buktinya banyak pengunjung yang datang dari mana-mana seperti luar kabupaten, atau dari luar Jawa,” sambungnya kembali.

Menurut  Uteng kalau Cibeet ini mau dibendung, yang paling tepat berada dihulu , karena ada cerita para leluhur Kali Cibeet akan dibendung di hulu.

“Harapan saya kalau memang ini bicara untuk masa depan anak cucu kita, bendungan ini harus dilaksanakan, tapi harus ditempat yang pas untuk segala-galanya, yang berarti tidak mengganggu lahan pertanian dan makam-makam karomah yang ada disini,” harapnya.

“Kalau memang pemerintah memaksakan bendungan sesuai awal, ditakutkan ada musibah yang melanda kita semua, musibah besar yang tidak diduga, kenapa kita khawatir kesitu, kita semua punya leluhur, yang namanya melawan orang tua tentunya tidak boleh, kita pastinya akan dilaknat semua,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Kades Bojong Nangka Turun ke Jalan Galang Dana Untuk Palestina

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Pemerintah Desa Bojong Nangka mengumpulkan penggalangan dana solidaritas kemanusiaan untuk warga Palestina di Jalan Raya Desa Bojong Nangka, Gunung Putri Kabupaten, Rabu (08/11).

Kepala Desa Bojong Nangka H Amir Arsyad mengatakan, aksi penggalangan dana ini untuk membantu saudara kita yang terdampak hidupnya akibat kedzoliman Israel.

“Kita sebagai sesama muslim seiman se-Islam, sekitab serosul, sekiblat se-Kabah. Ini adalah suatu bukti kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita disana,” ucap Hadji Amir kepada Jurnal Bogor.

Hadji Amir menyebut, selain mendokan, Pemdes Bojong Nangka juga berupaya melakukan penggalangan dana.

” Doa juga kita panjatkan, namun ini sebagai bentuk ikhtiar kita juga dengan mengumpulkan dana. Dan kita sebelumnya sudah memberikan surat himbauan kepada masyarakat agar peduli juga terhadap saudara kita disana. Dan ini murni Pemdes yang menginisiatif,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui badan pengumpulan dana bantuan Gaza yang ada di Jakarta.

“Semoga dengan adanya sedikit bantuan dari warga Desa Bojong Nangka, bisa sedikit meringankan beban saudara kita disana. Dan semoga peperangan ini segera usai dan dapat menjalani kehidupan seperti sedia kala,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bhabinkamtibmas Desa Gandoang Sambangi Warga Binaan Jaga Kamtibmas

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Bhabinkamtibmas Desa Gandoang Aipda Haerudin dari Polsek Cileungsi Polres Bogor Polda Jabar, menyambangi  warga di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor untuk bersinergi dengan warga dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif melalui Operasi Mantab Brata, Rabu (8/11). Pada kegiatan itu sekaligus memberikan pesan kamtibmas, mengedukasi TPPO dan mengajak untuk mencegah provokasi pemicu gangguan Pemilu 2024 yang akan datang.

Sesuai arahan Kapolres Bogor. AKBP Rio Wahyu Anggoro S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Cileungsi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, S.H., S.I.K., M.H., Li. menerangkan bahwa melalui kegiatan sambang Bhabinkamtibmas Desa Binaan dengan warga ini diharapkan dapat terjalin kemitraan antara Bhabinkamtibmas Polsek Cileungsi dengan masyarakat, secara bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polsek Cileungsi Desa Gandoang, Cileungsi.

Yohannes menambahkan, partisipasi semua pihak dalam menjaga kondusifitas kamtibmas sangat terasa manfaatnya, sehingga kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cileungsi Desa Gandoang tetap kondusif.

“Dengan melakukan pola pendekatan yang persuasif kepada masyarakat, diharapkan hal ini dapat menjadi kunci dalam pemeliharaan Kamtibmas yang berkesinambungan,” kata Yohannes.

Kegiatan ini pun merupakan salah satu kegiatan rutin Bhabinkamtibmas Polsek Cileungsi dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Dengan melakukan pola pendekatan yang persuasif kepada masyarakat, diharapkan hal ini dapat menjadi kunci dalam pemeliharaan Kamtibmas yang berkesinambungan.

Kegiatan ini pun merupakan salah satu kegiatan rutin Bhabinkamtibmas dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Dikesempatan lain Kasi Humas Polres Bogor IPTU Desi Triana, SH menyampaikan apabila warga masyarakat ada yang menemukan hal-hal yang mengganggu kamtibmas dan menemukan tindakan kriminalitas lainnya dan adanya perekrutan tenaga kerja ilegal dengan menjanjikan gaji besar akan tetapi tidak resmi payung hukumnya masuk dalam tindak pidana perdagangan orang TPPO.

Masyarakat diminta segera mengadukan laporkan ke Call Center (021) 110 operator kami melayani 24 jam aduan serta laporan masyarakat ataupun nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 55778, dan akan ditindak lanjuti baik dari Polsek terdekat maupun Polres Bogor.

(nay nur’ain)

Satpol PP Leuwisadeng Evakuasi Pemuda ODGJ ke Marzoeki Mahdi

0

Leuwisadeng| Jurnal Bogor
Seorang laki-laki bernama Asep Ruslan (28) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kampung Leuwibengkok, Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor berhasil dirujuk ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.

Penanganan dan evakuasi ODGJ tersebut dibantu Polisi Pamong Praja (Pol PP) Leuwisadeng bersama Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) yang turun langsung ke rumah keluarga itu.

“Iya betul, kemarin kita bantu penanganan dan evakuasi seorang pemuda ODGJ di wilayah kita dan langsung dibawa ke RS Marzuki Mahdi Bogor,” kata Kanit Satpol PP Kecamatan Leuwisadeng Cecep Tarmizi.

Dia menjelaskan, penanganan dan evakuasi tersebut tanpa ada perlawanan atau tidak mengamuk saat akan dibawa menggunakan mobil milik Satpol PP ke RS Marjuki.

“Setelah mendapatkan laporan kita langsung mendatangi lokasi di rumahnya, untuk membantu evakuasi dan ODGJ ini tidak sedang mengamuk. Jadi pemuda ini kadang-kadang mengamuknya pada keluarganya saja,” jelasnya.

Jadi kata dia, bahwa Satpol PP siap menerima laporan masyarakat terkait penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman masyarakat di Leuwisadeng.

“Sebagai pelayan masyarakat kita siap hadir untuk memberikan pelayanan kepada setiap orang yang membutuhkan,”imbuhnya.

(andres)

Panwascam Nanggung Tertibkan Ratusan APS Caleg

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Ratusan Alat Peraga Sosialisasi (APS) milik calon legislatif (caleg) dari sejumlah partai peserta Pemilu 2024 di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor ditertibkan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Satpol PP, kepolisian dan TNI.

“Penertiban ratusan APS yang diduga melanggar aturan itu sesuai dengan instruksi dari Bawaslu RI karena saat ini belum masa kampanye,” kata ketua Panwascam Nanggung Asep Hudri, Rabu (8/11/2023).

Dia menjelaskan, dalam penertiban tersebut ratusan APS melanggar, yang mana menampilkan konten ajakan untuk memilih. Padahal dalam penertiban itu pihaknya, setiap tahapan-tahapan pemilu, sudah melayangkan surat himbauan agar peserta pemilu untuk mencopot sendiri.

“Kemarin itu kami tertibkan 300 APK mulai dari  Desa Batutulis sampai ke Malasari kemudian Desa Sukaluyu perbatasan dengan Leuwisadeng. Yang ada muatan kampanyenya. Adapun APS yang tidak melanggar itu kita biarkan tidak dilakukan pencopotan,” jelasnya.

Dia membeberkan, adanya APS itu tidak dilarang. Namun banyaknya APS yang ditertibkan kemungkinan kurangnya sosialisasi para pengurus partai kepada caleg.

“Sebetulnya APS itu tidak dilarang karena diregulasi Undang-undang Pemilu juga diperbolehkan. Karena, itu hak dari peserta pemilu untuk mereka partainya yang mensosialisasikan calegnya,” bebernya.

“Tetapi  karena muatan dari APS ini banyak diduga melanggar ketentuan, APS yang ada konten kampenya padahal hari ini belum ditetapkan kampenya,” tambahnya.

Dia berharap baik pengurus partai maupun para caleg untuk mengikuti aturan sesuai dengan regulasi pemilu, supaya tidak ada dugaan pelanggaran dan tidak ditertibkan kedepannya.

“Mungkin, pandangan kami itu. Mereka tidak tahu kalau APS itu tidak boleh ada muatan kampanye. Yang diatur itu hanya APK saja, atau mungkin partainya tidak mensosialisasikan kepada caleg,” pungkasnya.

(andres)

Warga Khawatir Pengerjaan Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung Dikerjakan Asal-asalan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Rekonstruksi pembangunan Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung, yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dinilai warga acak-acakan alias amburadul yang dikerjakan penyedia CV Lima Saudara Mandiri dan konsultan pengawas dari PT Nasuma Putra.

Warga sekitar Endang Rofiudin mengatakan, pembangunan jalan yang saat ini sedang dikerjakan pengecoran dasar sangat merugikan masyarakat dan tidak ada untuk keselamatan pengguna jalan.

“Kita melihat pengerjaan jalan itu sangat amburadul. Jadi tutup buka untuk kendaraan itu nggak ada, sehingga menimbulkan kemacetan pada pagi hari dan tidak adanya saluran air sehingga di saat hujan. Jalan itu tergenang dan di musim kemarau berdebu. Saya salah satu korbannya. Rumah dan kolam ikan saya yang tidak jauh terkena kotoran dari jalan itu sangat parah,” katanya.

Anehnya, kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten yang menelan biaya Rp1,8 miliar itu, papan beksting terbuat dari triplek sudah terpasang malah dibuka kembali. Padahal warga berharap setelah di pasang papan bekisting itu cornya sudah terpasang

“Papan bekisting yang sudah dipasang malah dibuka kembali. Sekelas jalan kabupaten malah pakai triplek, biasanya kan yang besi yang sudah ada kaki nya. Ini kan banyak yang kelindes oleh ban mobil sehingga papan bekisting banyak yang patah jadi sangat ngeri,” beber Endang kepada Jurnal Bogor, Rabu (8/11/2023).

Warga khawatir pengerjaan jalan tersebut dikerjakan asal-asalan dan hanya menimbulkan kerugian kepada masyarakat salah satunya seperti tahun lalu tidak diselesaikan yang hanya dibongkar dan dibikin berantakan.

“Tahun lalu  juga kan diacak-acak ujung-ujungnya malah ditinggal oleh kontraktor. Naujubilah minzalik untuk yang saat ini tidak terjadi begitu lagi,” jelasnya.

Selain itu pengerjaan saat ini tidak hanya berdampak pada rumah warga juga pada pedagang, yang mana akses jalan menuju warung-warung  di pinggir jalan malah ditutup total sehingga beberapa pedagang memilih tidak buka.

“Iya saya kecewa, akses masuk ke dagangan tidak dikasih jalan, siapa yang mau beli kalau begini. Kemarin saya udah bilang jangan ditutup total gitu ke pekerjanya,” kata salah satu pedagang Asep.

(andres)

38 Huntap di Pangkaljaya Capai 90 Persen

0

Usulkan 82 Huntap, Diharapkan 2024 DPKPP Dapat Bangun 44 Huntap Lagi

Nanggung l Jurnal Bogor
Progres pembangunan hunian tetap (huntap) dampak bencana alam tahun 2021 di Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor masih berlangsung pengerjaannya.

“Alhamdulillah mimpi masyarakat  terwujud, kini progres pembangunan huntap telah mencapai 90 persen,” ujar Ketua Kelompok masyarakat (Pokmas) pembangunan huntap Ustadz Khaerudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (8/11).

Korban bencana alam yang tersebar di beberapa kampung di Desa Pangkaljaya nantinya direlokasi ke lokasi pembangunan Huntap di Kampung Gunung Malang. Diatas lahan, seluas  7000  meter sebanyak 38 huntap dibangun di wilayah Kampung Gunung Malang RT 08 RT 03 Dusun 03.

Proses pengerjaan huntap hampir rampung. Sebanyak 38 rumah telah disiapkan bagi keluarga manfaat yang terdampak akibat bencana alam.

Ketua Pokmas yang akrab dipanggil Uje itu menargetkan, progres bangunan huntap atau yang disebut Rumah Insan Sederhana (Risa)  segera rampung selama 90 hari kerja.

“Diharapkan tidak ada  kendala, maka  pembangunan huntap tersebut bisa selesai tepat waktu,” tandasnya.

Lebih jauh Uje mengemukakan, data pengajuan rumah korban bencana alam yang diusulkan sejumlah 82 unit rumah. Dari tahun lalu, usulan ke Pemkab Bogor sebanyak 82 rumah, namun baru realisasi sebanyak 38 rumah.

“44 unit rumah  lagi yang belum ter cover pembangunan, tentu masyarakat sangat menantikan pembangunan huntap tersebut bisa kembali terwujud. Diharapkan, tahun 2024 mendatang Dinas DPKPP dapat menganggarkan yang kemudian pembangunan huntap sesuai usulan dapat kembali dibangun.” harap Uje.

Sementara saat dihubungi Jurnal Bogor Kepala Bidang Perumahan pada DPKPP Kabupaten Bogor, Iin Kamaluddin menyampaikan sejumlah  bangunan Hunian tetap di Desa Pangkaljaya  kini masih proses pengerjaan.

Hasil verifikasi faktual sementara, 38 unit hunian tetap dibangun di Desa Pangkaljaya. “Kalau dilihat dari semua usulan dampak bencana alam, hampir seluruh desa  itu mengajukan hampir lebih. Namun, kami prioritaskan terhadap rumah-rumah dengan kondisi hancur,” kata Iin Kamaludin.

Sedangkan kalau dari usulan hampir seluruh desa itu lebih dan diharapkan data yang diusulkan bisa semua terpenuhi, akan tetapi melihat pada kemampuan anggaran APBD tahun depan.

“Lingkup dinas masih bisa diusulkan, namun melihat kemampuan penganggarannya. Paling tidak menunggu perkembangan penganggaran. Semoga usulan bangunan huntap semua bisa realisasi pada tahun 2024,” tukasnya.

** Arip Ekon