23 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 399

Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

0

Tuban | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Jawa Timur.

Andi Amran Sulaiman

“Saya dulu pernah jadi PPL (Penyuluh Petani Lapangan), jadi saya tahu bagaimana perasaan PPL,” kata Mentan Amran pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian tersebut di Graha Sandiya Semen Gresik Tuban, Kamis (22/11).

Acara ini dihadiri oleh 2.500 peserta undangan yang terdiri dari penyuluh pertanian, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P4S, serta Petani Milenial Jawa Timur, anggota KTNA Provinsi Jawa Timur, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN).

Mentan Amran menyebutkan kehadiranya dalam pembinaan penyuluh tersebut untuk bertatap muka dengan para penyuluh dan petani guna memberikan motivasi agar bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor, terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar dapat berswasembada, maka Kementan bersama semua pihak fokus pada produksi padi dan jagung untuk peningkatan produksi pangan khususnya padi dan jagung tahun 2023-2024 ini.

“Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” sebutnya.

“Dulu kita pernah berswasembada, bahkan Indonesia pernah diberikan penghargaan oleh FAO karena berhasil swasembada dan sekarang saatnya kita harus melanjutkan,” imbuh Amran.

Mentan Amran berjanji akan mempermuda Penyuluh Pertanian dan Petani untuk membantu peningkatan produksi padi dan jagung. Yang pertama, menghapuskan kartu tani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi.

“Sekarang akses pupuk subsidi akan lebih mudah. Yang kedua, mulai tanggal 1 Desember nanti, BOP (Biaya Operasional Penyuluh) akan naik 200 ribu rupiah dan bisa naik lagi tahun depan jika hasil tanamnya baik,” ucapnya.

Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Ingat, krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor,” sambung Amran.

Kepala Badan Penyuluhan BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Jawa Timur serta untuk memotivasi para petani dan steakholder yang terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya. Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

“Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk mengenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan,” sebutnya.

“Hari ini saya mewakilkan penyuluh pertanian dan petani, keinginan kami untuk menyukseskan program pertanian untuk meningkatkan produksi padi dan jagung, terutama di Jawa Timur,” pinta Dedi.

(bbpmkp)

Renungan Presiden RI itu “Pemenang atau “Pecundang?”

0

Jurnalinspirasi.co.id – Jika mendengar syair lagu ini yang diposting di medsos WAG Wankar ICMI, terbaca Rabu 21 Nov 2023, maka kita bisa melihat sosok Presiden RI, bpk Jokowi, selanjutnya saya sebut mas Joko, yang tengah berkuasa saat ini, ada 2 persepsi, bisa beliau terkategori “pemenang” dilihat dari curahan waktu, tenaga dan pikirannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan RI, kasihan, iba kita melihat sosok fostur tubuhnya.

Akan tetapi jika kita melihat dan mengkaji dari public policy dan regulasi yang beliau keluarkan dalam bentuk Kepres dan Inpres RI, antara lain keputusannya seperti memaafkan G 30 S PKI 1965, politik luar negeri pro China, dengan poros Jakarta-Peking, perizinan usaha selama 160 tahun penggunaan lahan IKN Nusantara di Kaltim, Proyek  Strategis Nasional Eco City Rempang Kep.Riau yang melanggar HAM, piutang negara yang membengkak-melambung tinggi sehingga anak cucu bahkan cicit kita terimpa beban utang turunan.

Lalu korupsi meraja lela triliunan rupiah di birokrasi pemerintahan, memberi keleluasaan dan kelonggaran migran dan pebisnis China berinvestasi dan bekerja di Indonesia, sementara rakyat pribumi masih banyak pengangguran, angka stunting penduduk masih tinggi 27 persen berpotensi terjadi loss generation, dan terakhir yang amat memalukan “dinasti politik” yang beliau bangun dengan melanggar etika, moral dan cacat hukum, dan lain-lain sikap dan perbuatan Cawe-cawenya mas Joko, yang melanggar etika, moral dan konstitusi negara.

Dengan sederetan kasus ini, mas Joko kini telah berupaya membalikan jarum gerakan dan amanah Reformasi u 1995, era setelah jatuhnya Presiden RI bpk Jenderal Besar Soeharto (bpk Pembangunan Indonesia), beliau tarik mundur ke belakang, bukan kedepan, membersihkan birokrasi pemerintahan, baik di lembaga/badan maupun kementerian dari pernbuatan kriminal korupsi, kolusi dan nepotisme/dinasti (KKN) di birokrasi pemerintahan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Bahkan mas Joko memberi contoh yang kurang baik selaku Kepala negara (Kepneg) dan Kepala pemerintahan (Keppem) RI, pertontonkan kepada rakyatnya secara kasat mata.

Kini, beliau, apakah seolah-olah sedang mengalami atau merasa panik dan gagap menghadapi demikian banyak kritik yang beliau hadapi belakangan ini. Kritik amat pedas adalah dari tokoh atau bapak “Akal Sehat Indonesia”, bung Rocky Gerung, kita mendengarnya ada kata dan bahasa ujaran yang tak elok, risih dengarnya di telinga seperti kata  ‘bajingan, tolol dan dungu”, tanpa ada pembelaan dari beliau. ‘saya kerja saja”, begitu gumamnya di media massa.

Barangtentu ini merupakan sanksi sosial, jika kita berpikir menggunakan nalar, akal sehat (mindset waras). Bahkan muncul wacana pemberhentian (empeacment) sebagai Presiden RI yang dianggap gagal mengamalkan sila-sila Pancasila dan amanat konstitusi  pasal-pasal di dalam UUD 1945.

Memang beliau mas Joko sangat diuntungkan dengan pola kultur dan situasi dinamika politik superpragmatisme saat ini, pola dan gayanya transaksional “wani piro” dan tidak ada makan siang gratis dalam sistem perpolitikan yang berlaku saat ini dalam koalisi besar Parpol di Parlemen RI.

Sementara MPR RI sebagai penjelmaan tertinggi kedaulatan rakyat, kini tinggallah kenangan, masa lalu akibat produk Amandemen UUD 1945 yang ke-4 kalinya, yang membuat MPR RI menjadi lembaga penyelenggara yang ‘banci dan mandul’ (powerless).

Konsekwensinya membuat kekuasaan mas Joko tetap langgeng, dan bahkan bisa leluasa bercawe-cawe dalam mempertahankan dan melestarikan kekuasaan dan kewenangan (power and authority), dan bahkan mau dan mampu mengendalikan institusi negara seperti oknum aparat kepolisian, BIN, KPK, MK, MA, pimpinan parpol yang tersangkut dan tersandera hukum, plt kepala daerah (Plt Gubernur, Bupati dan Wali Kota), bahkan para Kades di seluruh Indonesia dengan telah dikucurkan dana desa yang lumayan besar, fantastis dan masa jabatan Kades ditambah menjadi 9 tahun, yang tadinya 6 tahun.

Tentunya para Kades berutang budi sama mas Joko, itu masuk diakal, dan mereka barusan mengadakan acara akbar, namanya Konsolidasi Nasional Rebut Suara Desa tahun 2024, yang kemudian berubah menjadi ‘Silaturrahmi Nasional Desa 2023″ di Jakarta untuk pendeklarasian sinyal dukungan kepada Capres dan Cawapres RI nomor 2 Pasangan PS dan GRR, putranya Presiden RI.

Bahkan pimpinan delegasi para Perwakilan Assosiasi Desanya dibawah Koordinator Nasional Desa Bersatu. Bpk Muhammad Asri Annas berhasil menghadap dan diterima Presiden RI di istana negara Jakarta (harap dibaca di sejumlah WAG dan HU Kompas Senin 20 Nov 2023 pada hal 2 ruang Politik dan Hukum). Kini para Kades, DPD Desa dan perangkat desa, ikut cawe-cawe dalam menghadapi Pilpres 2024.

Alamak, ngeri sekali, apa jadinya negeri ini ? Sengketa demi sengketa, keributan, kekacauan (choas), konflik sosial baik vertikal maupun horisontal dan atau peoples power berpotensi besar bakal terjadi di negeri ini. Hal ini perlu diantisipasi dan mencari solusi cerdas yang reformatif, bukan revolusi. Para ulama, ormas Islam spt Muhammadyah-NU dll, dan Cendekiawan Muslim  bergandengan tangan bersama ABRI/TNI power tetap solit menjalankan politik negaranya, yaitu NKRI harga mati sesuai Sila ke 3 Pancasila (Persatuan Indonesia).

Tragis memang nasib NKRI, ada gejala “abuse of power”, jabatan publik digunakan untuk mensukseskan kepentingan pribadi dan keluarganya, yang dikenal populer “politik dinasti” yang ramai diperbincangkan saat ini. Fakta munculnya fenomena sosial politik, yang tidak sehat (not fairness), akan digiring menjadi sebuah negara monarky berbasis dinasti dibackup segelintir oligarki (liberal kapitalistik), bukan NKRI negara Republik lagi yang bersifat demokrasi berdasarkan falsafah bangsa dan ideology negara Pancasila. Dan akhirnya demokrasi Pancasila pun ikut “mati suri”, hidup enggan mati pun tak mau, begitulah nasib negeri kita ini saat ini.

Solusinya kembalilah ke UUD 1945 Asli, itu pilihan yang amat tepat dan bijaksana. Kita harus menyadari kesalahan kita dalam merubah sistem ketatanegaraan NKRI yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa dan ideologi negara Pancasila.

Padahal kita tahu, bahwa demokrasi itu maknanya kita pahami, artinya proses keputusan publik yang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, berlaku “ceck and balance” mengontrol kekuasaan dan kewenangan Presiden RI berjalan efisien dan efektif sesuai UUD 1945 asli, berdasarkan janji dan sumpah jabatannya. Dahulu kontrol politik dan ketaatan hokum ketatanegaraan itu diperankan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berdasarkan UUD 1945 asli yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945, zaman Now tidak lagi.

Zaman atau era sekarang tidak lagi demikian, dimana fungsi dan perannya MPR RI melemah, lumpuh secara drastis. Bahkan peran dan fungsi kedaulatan rakyat diambil, dibajak para pimpinan Parpol yang dibackup habis-habisan oleh segelintir pemilik modal besar (oligarky allout).

Oligarki bersikap demikian sangat masuk diakal, agar usaha bisnis dan investasi tetap berlangsung aman, pasti dan lancar. Lihat saja 2 pasangan Capres dan Cawapres RI thn 2024 adalah tokoh pengusaha nasional, diantaranya Koordinator Timsesnya adalah Ketua Umum dan stau mantan Ketua Umum Kadin Indonesia Pusat.

Hal ini barang tentu terjadi, karena tidak sesuai lagi dengan sistem nilai, norma dan kaidah kelembagaan hukum Sila 4 Pancasila yaitu sistem perwakilan (indirect system) dan hikmah kebijaksanaan. Sistem politik nasional akal sehat agak sulit dilakukan, dimana kini praktik rekruitmen anggota parlemen (DPR RI/DPRD di daerah-daerah) dengan pileg sistem langsung dan pilkadal (direct system) untuk memilih Kepala Daerah biaya politiknya sangat mahal dan berbiaya tinggi (high cost politic).

Wajar kiranya mereka mencari mitra kerja para pemilik modal, pengusaha mapan, kaya raya, yang nantinya mereka akan membayar dan membalas budi dengan menjual proyek negara yg dibiayai APBN dan APBD, dan atau memberikan karfet merah dalam perizinan berinvestasi seperti di sektor pertambangan, property, perindustrian dan perdagangan terutama ekspor-impor, perbankan, jasa transfortasi, telekomunikasi berbasis ITC,  proyek-proyek insprastruktur seperti jalan tol, kereta api cepat, sapras IKN Nusantara, dsb.
Sangat masuk akal kiranya regulasi dan public policy pro oligarky, bukan lagi berorientasi pada aspirasi, kebutuhan dan bermuara pada kesejahteraan rakyat, ada pergeseran paradigma pembangunan nasional seperti yang kita saksikan dewasa ini.

Artinya public policy dan regulasi berupa UU, Perpu, PP, Kepres dan Inpres RI didominasi kepentingan oligarky, ada perlakuan diskrimatuf,, dimana “karpet merah bagi oligarky, dan keset alas kaki bagi kaum buruh..”, begitu isi UU Cipnaker Ombibuslaw yang kontroversial itu, yang menuai protes kalangan buruh, tetapi gagal perjuangannya.

Apa yang dirasakan dan dipahami para cendekiawan Indonesia atau bagi kelas menengah atas (midle class) yang terdidik dan terpelajar yang peduli nasib negara-bangsa (state nation), Indonesia kini disebut eksistensinya dalam cengkraman oligarki.

Fenomena sosial politik dan ekonomi yang tak sehat, sesat dan tidakb sesuai dengan kultur dan spirit keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana konten Sila ke 5 Pancasila, dan pasal 33 UUD 1945 (bab Kesejahteraan Rakyat), sedang berlangsung dibawa kepemimpinan mas Joko.

Meminjam istilah Ketua MKMK RI, bpk Prof Jimly Assidiqie, yang telah memecat Ketua MK RI, Anwar Usman, iparnya mas Joko, terbukti melanggar kode atik hakim berat, bahwa institusi hukum negara kita telah dilanda perbuatan personal yang jahat, yakni “wabil fulus dan wabil bulus”, dan akal sehat terabaikan.

Sangatlah wajar dan masuk akal, banyak orang waras dan cerdas berkata bahwa mas Joko, bukan lagi pemenang, akan tetapi dalam situasi menjelang Pilpres 2024, yang mengusung putra bungsunya GRR menjadi Cawapres RI, keberhasilan mas Joko bercawe-cawe, beliau adalah “pecundang”.

Kekhawatiran rakyat Indonesia dan terutama kaum cerdik-pandainya terhadap penyelenggaran Pemilu-Pileg dan Pilpres RI, yang menurut UU Pemilu berazaskan Luber dan jurdil pada Pebruari 2024, banyak pihak, para pemangku kepentingan (stakeholders) meragukannya.

Walaupun sudah banyak juga pimpinan Lembaga dan Badan negara, bersuara akan berkomitmen menjaga netralitas pemilu tahun 2024 seperti TNI dan juga Kepolisian RI. Sebab mas Joko, telah dikenal publik, antara ucapan dengan perbuatan sering tidak sinkron, alias  “berbohong”, alias “defisit trust” modal sosialnya merosot tajam (untrust society) lihat saja rekam jejak digitalnya, janji-janji tak sesuai visi dan misi sewaktu mencalonkan Presiden RI, banyak yang terdistorsi alias ‘menyimpang” dari apa yang dibutuhkan rakyat secara berkeadilan sosial.

Dan seharusnya menghargai HAM sesuai amanah konstitusi tujuan kita bernegara sebagaimana bunyi alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia, memajukan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut aktif menjaga perdamaian abadi.

Kasus menyolok, baru-baru ini terjadi adalah pelanggaran HAM pada proyek strategis nasional (PSN) Eco City Rempang Kepulauan Riau, memberikan karfet merah kepada investor China, dengan cara menggusur rakyat pribumi Melayu Islam dengan paksa (militeristik), yang memilukan hati.

Kembali lagi kita melihat video mas Joko, yang diiringi dendangan lagu dan syair sendu Ebit G Ade, penyanyi terkenal itu, kita kasihan juga melihat wajah Presiden RI,bpk Jokowi, beliau sudah bekerja keras, mengorbankan tenaga dan pikiran dengan keningnya yang sudah mengkerut, serta waktunya untuk memimpin negara besar NKRI dan mengelola pemerintahan RI dengan populasi penduduk lebih 240 juta jiwa, terbesar ke 4 atau ke 5 di dunia. 

Makanya harapan kita dan mari kita berdoa meminta kepada Allah SWT, sebagaimana perintah Sila pertama Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa), agar beliau diberi kekuatan, kelapangan hati, mendapat HidayahNya agar tidak prooligarki dan dinasti politik, sehingga beliau selamat dan sukses memimpin, serta mengakhiri tugas Kepresidennya dengan baik (husnul khotimah), Amiin. Itu doa kita yang tulus karena Allah SWT semata. Dan janganlah ditiru suksesi kepemimpinan nasional yang memperihatinkan “by accident” seperti yang menimpa pak Karno (era Orla), pak Harto (era Orba) dan pak Habibie dan Gus Dur (era Orde Reformasi).

Sekarang saatnya kita bisa menilai apakah mas Joko itu, statusnya “pemenang’ atau “pecundang”, sejarahlah yang akan bicara zaman Now, dan future. Kata syair lagu Ebit G Ade, agar lebih jelas jawabannya…”tanyakan saja kepada rerumputan yang bergoyang”.

Demikianlah narasi ini disusun berdasarkan pengamatan fenomena sosial, yang berita-berita buruknya (bad news) dan opini para pakar dan ilmuwan, terutama ahli hukum dll yang tersebar dan berani mengkritisi di media sosial dan koran mainstream seperti HU Kompas, majalah Tempo, dll.

Semoga opini ini bermanfaat, agar kita jangan sampai terlambat dalam merawat NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang sama-sama kita cintai ini. Mari kita tingkatkan kewaspadaan nasional demi kecintaan kita kepada negara. Save NKRI dari para pecundang negeri, jayalah NKRI dan sejahterakanlah rakyatnya. Wasalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi.Arsyad, M.Si
(Dosen Assosiate Profesor dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, konsultan, pegiat dan pengamat sosial)

Usai Terima Penghargaan, Ironis Ketua KPK Jadi Tersangka

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Polda Metro Jaya pada Rabu (22/11/2023) malam mengumumkan penetapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, pemerasan, dan gratifikasi dari perkara eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kasus inipun ironis, pasalnya Firli jadi tersangka karena baru saja menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Firli ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik gabungan Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Dittipidkor Bareskrim Polri memeriksa hampir seratus orang saksi.

“Dilakukan pemeriksaan terhadap 91 orang saksi sejak dimulainya penyidikan tanggal 9 Oktober 2023,” kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak dikutip dari CNN, Kamis (23/11/2023).

Disampaikan Ade, penyidik juga meminta keterangan dari tujuh ahli. Yakni, ahli hukum pidana, ahli hukum acara, ahli atau pakar mikro ekspresi, dan ahli digital forensik.

Selain itu, penyidik juga telah menggeledah dua tempat yang berlokasi di Jalan Kertangera Nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan di Perumahan Gardenia Villa Galaxy, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sejumlah barang bukti juga disita oleh penyidik guna mengungkap perkara ini. Di antaranya dokumen penukaran valas senilai Rp7,4 miliar.

“Dokumen penukaran valas dalam pecahan SGD dan USD dari beberapa outlet money changer dengan nilai total sebesar Rp7.468.711.500 sejak bulan Februari 2021 sampai dengan bulan September 2023,” ucap Ade.

Menurut mantan Ketua Wadah KPK Yudi Purnomo Harahap menegaskan, peningkatan status hukum sebagai tersangka tersebut, membuktikan cacat moral Firli Bahuri sebagai ketua lembaga pemburu para koruptor tersebut.

“Dengan status tersangka tersebut, otomatis Firli Bahuri akan nonaktif dari posisinya sebagai ketua KPK,” kata Yudi melalui keterangannya, Kamis (23/11/2023) dini hari.

Menurut Yudi, Firli Bahuri masih punya jalan untuk mengundurkan diri selaku ketua KPK sebelum status hukumnya semakin meningkat menjadi terdakwa di kursi pengadilan.

“Oleh karena itu, sebaiknya Firli Bahuri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua KPK ketimbang menjadi beban bagi KPK,” ujar Yudi. 

Yudi melanjutkan, penetapan tersangka Firli Bahuri sebetulnya menjadi harapan baru bagi pemberantasan korupsi di Indonesia agar semakin tajam. Pun penetapan tersangka terhadap Firli Bahuri itu, memberikan dampak yang positif bagi masa depan, serta reputasi KPK yang selama ini runtuh marwahnya akibat integritas yang rendah pemimpinnya.

Itu sebabnya, Yudi, sebagai mantan pegawai di KPK berterimakasih kepada Polri yang profesional dalam menjerat Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka.

“Alhamdulillah, akhirnya masa depan pemberantasan korupsi akan ada harapan yang cerah. Terimakasih kepada Polri, khususnya Polda Metro Jaya atas kerja keras dan profesionalitasnya dalam membersihkan KPK dari unsur-unsur korupsi,” kata Yudi. 

Sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya pada Rabu (22/11/2023) malam resmi mengumumkan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka. Penetapan tersangka tersebut terkait dengan dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan, penerimaan gratifikasi, hadiah, atau janji yang dilakukan Firli Bahuri dalam pengusutan kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) 2020-2023. Firli Bahuri dijerat dengan sangkaan Pasal 12e, atau Pasal 12B, atau Pasal 11 UU Tipikor 31/1999-20/2001 juncto Pasal 65 KUH Pidana.  

Kasus yang menyeret Firli Bahuri sebagai tersangka ini, sudah dalam penyidikan sejak 9 Oktober 2023. Kasus tersebut dilaporkan sendiri oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang pada saat itu masih menjabat sebagai menteri pertanian.

Sementara Yasin Limpo sendiri beberapa lama setelah pelaporannya ke Polda Metro Jaya tersebut, ditetapkan tersangka oleh KPK. Politikus Nasdem tersebut ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dengan korupsi dalam penerimaan uang pungutan setotal Rp 13,9 miliar dalam kenaikan pangkat dan promosi jabatan di lingkungan Kementan sepanjang 2020-2023. Yasin Limpo, pun sejak 13 Oktober 2023 dijebloskan ke sel tahanan.

(yev/cnn-rmol)

Bantuan Rp60 M Dicoret, Biskita Koridor 3 dan 4 Gagal Mengaspal

0

jurnalinspirasi.co.id – Koridor 3 dan 4 Biskita gagal direalisasikan pada tahun ini. Hal itu lantaran anggaran senilai Rp60 miliar yang sudah diproyeksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menambah dua koridor baru dicoret.

Tim Akselerasi Pemkot Bogor, Yayat Supriatna mengatakan bahwa sebenarnya anggaran untuk penambahan koridor 3 dan 4 sudah dimasukan ke dalam program kegiatan Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Namun, kata dia, kemungkinan ada skala prioritas yang lain, sehingga anggaran untuk penambahan dua koridor Biskita Transpakuan dicoret oleh Kemenhub.

“Hal itu sudah direncakan, tetapi itu kan rencana dan uangnya belum ada. Nah APBN itu bisa saja mencoret, membatalkan dan menunda. Mungkin ada skala prioritas lain apakah untuk IKN atau apa. Sehingga dana sebesar Rp60 miliar itu dicoret atau dihilangkan,” ujar Yayat Supriatna kepada wartawan, belum lama ini.

“Permasalahannya bukan di kami, tapi perencanaan di tingkat kementerian itu yang berubah, apakah karena penyesuaian, refocusing atau perubahan anggaran. Kita juga tidak bisa apa-apa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yayat mengaku belum bisa memastikan apakah anggaran penambahan dua koridor baru Biskita Transpakuan ini akan dianggarkan kembali Kemenhub pada tahun 2024 mendatang.

Kendati demikian, untuk tetap menjalankan penambahan dua koridor baru Biskita Transpakuan, Pemkot Bogor bisa saja menggunakan skema Perda Transportasi, yang mana di dalam Perda itu bisa mengatur pembiayaan model Buy The Service (BTS) dengan anggaran APBD. Seperti yang dilakukan Trans Semarang, Trans Jogja, Trans Jateng, hingga Trans Jatim.

“Ya, itu tergantung Kota Bogor apakah suatu saat nanti (koridor) 3-4 bisa gak dari dana APBD, tapi kalau misalnya pusat tetap melanjutkan itu Alhamdulillah. Intinya kalau misalnya lewat Perda dari kota bisa sharing di dalamnya, misalnya 3-4 itu dikelola oleh APBD dan pemenangnya bukan yang sekarang, bisa ada yang lain,” paparnya.

Sebagai informasi, koridor 3 melayani rute sepanjang 25,4 kilometer dengan tujuan Terminal Bubulak-Sukasari-Lawang­gintung. Sedangkan koridor 4 memiliki jarak tempuh 36 kilometer melayani Ciawi-Pomad-Ciparigi.* Fredy Kristianto

Geruduk Balai Kota, HMI MPO Protes Agenda Seremonial Akhir Tahun

0

jurnalinspirasi.co.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Bogor menggeruduk Balai Kota Bogor, Selasa (21/11).

Dalam aksinya, para mahasiswa memakar ban di depan Balai Kota sebagai bentuk protes terhadap padatnya kegiatan seremonial di akhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya.

“Ada beberapa tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa ini. Terutama soal agenda-agenda Pemkot Bogor yang menyangkut masa berakhirnya Bima Arya dan Dedie Rachim,” ujar Ketua HMI MPO Cabang Bogor, Irfan Yoga kepada wartawan.

Menurut dia, agenda seremonial seperti HUT KORPRI, paturay patineung, Munaslub APEKSI dan lain-lain terkesan dipaksakan oleh Pemkot dan sangat tidak mempertimbangkan keuangan Kota Bogor yang sempat mengalami defisit hingga Rp136 millar.

Padahal, kata dia, sebelumnya DPRD mengaku telah mencoret anggaran agenda seremonial itu. “Kami menduga kegiatan dilaksanakan menggunakan APBD, dan ini tidak tepat sasaran. Masyarakat tak merasakan hal ini langsung,” ungkapnya.

Seharusnya, anggaran ini tidak dihabiskan untuk acara yang sifatnya hanya seremonial saja. Sebab, sambungnya, banyak permasalahan di Kota Bogor yang nyatanya belum terselesaikan hingga saat ini.

“Permasalahan Kota bogor dalam pembangunan kesejahtraan masyarakat, tingkat kemiskinan, dan pendidikan. Ini seharusnya menjadi acuan Pemkot Bogor dan menjadi perhatian serius,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menyoroti beragam kegiatan di tengah defisit anggaran Rp136 miliar, yang sempat melanda Kota Bogor hingga beberapa pembangunan infrastruktur dibatalkan.

“Kan anggaran sempat defisit. Akhirnya Bapenda kan diminta operasi sisir untuk meningkatkan pendapatan. Tapi kenapa koq bikin acara banyak, yang pasti membutuhkan anggaran yang juga banyak,” ujar pria yang akrab disapa Gus M ini.

Menurut Gus M, seharusnya Pemkot Bogor lebih memprioritaskan program-program yang langsung menyasar masyarakat menengah ke bawah, terutama di sisa akhir masa jabatan wali kota dan wakil wali kota.

“Kami apresiasi wali kota sudah berbuat maksimal untuk kemajuan Kota Bogor. Tapi alangkah baiknya bila ada kesan yg lebih baik dengan tidak memaksakan diri dan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Gus M juga mengaku tidak mengetahui berapa total anggaran yang akan digunakan Pemkot Bogor dalam berbagai perhelatan tersebut.

“Sebab setahu saya, waktu rapat di DPRD sudah dicoret oleh Banggar, dan anggaran tersebar di beberapa perangkat daerah untuk menghindari paket lelang mengingat tenggat waktu pelaksanaan. Tapi kalau termyata sekarang ada kegiatan seperti itu, kita nggak tahu,” katanya.

Diketahui, jelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie A Rachim. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menggelar berbagai acara.

Di antaranya HUT KORPRI pada 18 November di GOR Pajajaran, paturay tineung yang akan dilaksanakan di enam kecamatan pada 12,15, serta 16 Desember dalam pelepasan wali kota dan wakil wali kota.

Selain itu, pada 17 Desember akan dilaksanakan peringatan 1 Dekade Bogor City of Runner. Kemudian, pada 23 Desember akan dilaksanakan pesta rakyat serta fareweel speech di 30 Desember 2023.

Sebelumnya pada 26 hingga 27 Desember bakal dilaksanakan capacity building untuk eselon II hingga IIIB di mana kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya.

Sementara Musyawarah Nasional Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Munaslub APEKSI) akan diselenggarakan pada 13 Desember 2023. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan giat apresiasi ASN pada 31 Desember 2023.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkot Bogor, Hidayatullah mengatakan bahwa pihaknya hanya bertanggungjawab untuk menyelenggarakan Munaslub APEKSI yang akan digelar pada 13 Desember 2023 di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square.

“Untuk gala dinner akan diselenggarakan di Balai Kota,” ujar Hidayatullah saat dihubungi wartawan.

Saat disinggung mengenai besaran anggaran Munaslub APEKSI. Hidayatullah mengatakan bahwa anggaran penyelenggaraan kegiatan tersebut hanya Rp200 juta yang berasal dari APBD.

“Ya, anggaran cuma segitu (Rp200 juta). Itu diperuntukan untuk rapat pleno dan konsumsi. Kalau untuk hotel dan lain-lain ditanggung peserta,” katanya.* Fredy Kristianto

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Desa, Kades Citaringgul dan Cipambuan Dipanggil Kejaksaan

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
Kepala Desa Cipambuan dan Kepala Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dipanggil Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran desa.

Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar membenarkan adanya dua kepala desa yang dipanggil oleh kejaksaan dari laporan pengaduan masyarakat.

” Betul yang pertama dipanggil ialah Kepala Desa Cipambuan, dan kemudian Kepala Desa Citaringgul,” ungkap Iskandar, Selasa (21/11/23) malam.

Iskandar menyebut, pemanggilan para kades tersebut karena adanya pengaduan masyarakat akan penyalahgunaan anggaran desa beberapa tahun kebelakang. Untuk spesifikasinya yang diduga disalahgunakan itu tidak ada dalam surat pemberitahuan.

” Untuk Desa Cipambuan itu sejak Dadang masih menjadi Kepala Desa, kemudian almarhum Muhammad dan Mulyadi yang juga pegawai kecamatan Babakan Madang yang sempat menjabat sebagai Pjs selama 4 bulan,” tutur Iskandar.

” Dan untuk Desa Citaringgul itu dari pengaduan masyarakat adanya penyalahgunaan anggaran desa sejak periode pertama Kades saat ini menjabat, lebih tepatnya tahun 2021 kebelakang,” tambahnya.

Untuk hasilnya sendiri, sambung Iskandar, sampai saat ini pihak Kecamatan Babakan Madang belum mengetahui, dan memang kedua kepala desa tersebut sudah memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk menyerahkan berkas dan Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LPJ).

” Hasilnya belum tau seperti apa, bisa langsung tanya ke pihak Kejaksaan,” kata Iskandar.

Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, secara administrasi pihak kecamatan yang merupakan bagian dari tim monitoring evaluasi sudah melakukan evaluasi sesuai dengan SOP yang ada.

” Karena tugas dari tim Monev ialah hanya mensinkronkan laporan yang dibuat oleh Pemdes dan fakta di lapangan, tim Monev tidak punya kewenangan untuk mengaudit anggaran yang ada di desa,” jelas Iskandar.

Maka dari itu, Iskandar menghimbau kepada para kepala desa yang ada di Kecamatan Babakan Madang untuk menyalurkan anggaran yang diterima sesuai dengan apa yang sudah ditentukan.

” Jangan neko-neko jika tidak mau bersentuhan dengan hukum, dan gunakan anggaran sesuai dengan plotnya masing-masing,” pungkas Iskandar.

(nay nur’ain)

RM Bumi Aki Jadi Saksi Sinergitas PWI dengan UP3 PLN Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Gunungputri, Kabupaten Bogor, melakukan pertemuan dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, bertempat di Rumah Makan (RM) Bumi Aki, Selasa (21/11/23).

Manager UP3 PLN Gunungputri, Alamsyah Anwar mengatakan, jika PLN sampai saat ini masih tetap butuh koordinasi dengan para insan pers khususnya yang tergabung dalam organisasi keprofesian wartawan yakni PWI Kabupaten Bogor.

Menurutnya, tujuan itu juga dimaksudkan sebagai wujud sinkronisasi segala kegiatan berupa sosialisasi yang dilakukan PT. PLN khususnya bagi UP3 Gunungputri.

“Beberapa kegiatan, promosi semua yang mungkin bisa kita sampaikan ke masyarakat dengan bantuan dari teman-teman PWI Kabupaten Bogor,” ujar Alamsyah Anwar.

Ia menerangkan, apa yang bisa disampaikan jajarannya melalui pertemuan ini bisa lebih menyebarluas ke seluruh masyarakat. “Jadi makanya, kami coba bersinergi dan berkolaborasi dengan PWI. Dengan harapan, semuanya tersampaikan dengan lebih baik serta menjangkau lebih banyak ke masyarakat,” beber dia.

Alamsyah menjelaskan, saat ini di perusahaan plat merah tempatnya bekerja itu, sedang ada promosi tambah daya, pemasangan baru. Misalnya, tambah daya, kini ada promo yang dinamakan hari listrik nasional dimana seluruh biayanya rata mulai dari 1300 sampai 7700 Watt.

“Jadi mungkin ini, banyak masyarakat yang belum tahu. Melalui sosialiasi ke media massa oleh rekan-rekan di PWI Kabupaten Bogor, promo ini semua bisa lebih menyebar luas informasinya,” ungkap Alamsyah yang didampingi oleh Aris Fadillah selaku Manager PLN Cileungsi beserta staf dan jajarannya.

Dia juga mengimbau, kepada masyarakat tentang kebahayaan kelistrikan terhadap jaringan-jaringan listrik. Adapun, apabila bagi masyarakat ditempat tinggalnya melihat adanya terkait kelistrikan bersedia untuk di potong dahang pohon yang telah mengenai kabel listrik milik PLN, sehingga jaringan kelistrikan ditempat tinggal bisa lebih aman.

Juga, kata dia, misalnya situasi-situasi yang mungkin membahayakan misalnya tiang listrik yang mau roboh atau kabel yang sudah jatuh dapat diinformasikan ke call center PLN di 123 supaya dapat diperbaiki oleh tenaga ahli yang mumpuni.

“Tolong kami disampaikan bila ada hal-hal tersebut, selain ke call center 123 boleh juga ke kantor pelayanan UP3 PLN di masing-masing tempat tinggal masyarakat atau dengan mendownload aplikasi bernama PLN Mobile di Playstore,” tegasnya.

Masih ditempat sama, ketua PWI Kabupaten Bogor, Subagiyo mengucapkan terima kasih atas undangan atas pertemuan yang dilakukan pihak UP3 PLN Gunungputri dengan organisasi keprofesian tersebut.

Menurutnya, ajakan atau undangan pertemuan yang dilakukan jajaran UP3 PLN Gunungputri yang dikomandoi Alamsyah Anwar patut diapresiasi lantaran tujuan yang sangat mulia.

“Saya apresiasi atas langkah yang dilakukan pihak UP3 PLN Gunungputri ini, dengan mengajak dan mengundang kami di pengurusan PWI Kabupaten Bogor yang tujuannya ingin menyampaikan suatu program dan promosi melalui pemberitaan di media massa agar dapat disebarluaskan ke khalayak publik,” tutur dia.

Subagiyo juga berharap, agar apa yang telah terjalin kerja sama baik melalui momentum silaturahmi ini bisa terus terjaga sampai kapan pun.

“Semoga saya harapkan, agar jalinan kerjasama saat ini bisa terus terjalin dengan baik. Tanpa ada jarak yang memisahkan,” pungkas pria yang merupakan wartawan dari koran harian International Media itu.

(nay nur’ain)

Iptu Silfi Minta Bhabinkamtibmas Rutin Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu 2024

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 
Bhabinkamtibmas Desa Cikahuripan, Polsek Klapanunggal, Polres Bogor, Aiptu Wisnu Broto menyambangi warga binaannya di Desa Cikahuripan, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Dia  memberikan himbauan dan mengajak warga bekerjasama menjaga Kamtibmas jelang pemilu 2024 yang akan datang untuk tidak terprovokasi sekaligus memberikan edukasi TPPO.

Kapolsek Klapanunggal Iptu Silfi Adi Putri,  S.Tr.K.,S.I.K. menyatakan, Bhabinkamtibmas jajaran Polres Bogor ditekankan untuk selalu menjaga kondusivitas di wilayahnya masing-masing dan Bhabinkamtibmas melaksanakan dialog dengan warga sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas

” Melalui kegiatan sambang tersebut diharapkan dapat terjalin kemitraan antara Bhabinkamtibmas dengan warga masyarakat sehingga dapat bersama-sama menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya Desa Cikahuripan Kecamatan Klapanunggal, ” ungkap Iptu Silfi Adi Putri, Selasa (21/11/23).

Iptu Silfi menyebut, kegiatan patroli sambaing warga ini sendiri merupakan salah satu kegiatan rutin Bhabinkamtibmas sebagai bentuk upaya menjaga situasi yang aman dan kondusif dan menjaga silahturahmi dengan masyrakat.

” Kegiatan ini pun merupakan salah satu kegiatan rutin dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Sementara Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana, SH menyampaikan, apabila warga masyarakat ada yang menemukan hal-hal yang mengganggu Kamtibmas dan menemukan tindakan kriminalitas lainnya dan adanya perekrutan tenaga kerja Ilegal dengan menjanjikan gaji besar akan tetapi tidak resmi payung hukumnya, masuk dalam tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

” Segera adukan laporkan ke Call Center (021) 110 operator kami melayani 24 jam aduan serta laporan masyarakat ataupun nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 55778, dan akan ditindak lanjuti baik dari Polsek terdekat maupun Polres Bogor,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Jelang Pemilu 2024, Ini Pesan Bupati Bogor Pada Boling Terakhir

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Bupati Bogor Iwan Setiawan didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Halimatu Sadiyah Iwan kembali turun langsung untuk mengecek hasil pembangunan di wilayah Gunung Putri sekaligus menyapa warga untuk mendengar aspirasi publik melalui kegiatan Bogor Keliling (Boling) atau Saba Desa, Selasa (21/11/23).

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah, menciptakan pesta demokrasi yang damai guna mendorong suksesi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang. Iwan mengungkapkan, Gunung Putri merupakan wilayah dengan penduduk yang sangat heterogen, baik tingkat pendidikan, kultur maupun budaya sehingga perlu sinergi yang kuat untuk menjaga kondusivitas wilayah terlebih jelang Pemilu 2024.

“Ini jadi Boling terakhir saya sebelum mengakhiri jabatan sebagai Bupati Bogor, saya ingatkan bahwa sinergitas antara para kades, camat dan para tokoh pemuda harus diperkuat, untuk bersama-sama menjaga kekompakan agar terciptanya pemilu damai, nyaman dan kondusifitas wilayah Kabupaten Bogor,” ungkap Bupati Bogor.

Melalui Boling, Bupati Iwan melakukan sejumlah rangkaian kegiatan yakni, pertama pengecekan pintu air dan simulasi pompa banjir di Desa Cikeas, kemudian dilanjutkan dengan peresmian dan penyerahan MCK SAB Desa Wisata di Desa Bojongkulur.

Bupati Bogor juga menyerahkan secara simbolis 1.000 bibit pohon dilanjutkan dengan penanaman pohon dan tabur benih ikan untuk mendukung kesejahteraan para petani di Desa Bojongkulur.

Tidak hanya itu, Iwan juga melakukan pelepasan perahu Bebersih Sungai Cileungsi untuk mendukung optimalisasi pengelolaan kebersihan Sungai Cikeas dari limbah, dan diakhiri dengan penyerahan pompa banjir portable sebagai upaya meminimalisir dan penanganan bencana banjir di wilayah Desa Bojongkulur, Gunungputri.

(nay nur’ain)

Desa Bojong Kulur Dapat Bantuan Pompa Air dari Bupati, Ini Harapan Kurnia Indra

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sebagai upaya optimalisasi mitigasi dan penanganan bencana banjir yang kerap melanda wilayah Desa Bojong Kulur, Bupati Bogor Iwan Setiawan menyerahkan bantuan pompa air portabel kepada warga. Pemberian bantuan diberikan langsung pada kegiatan Boling atau saba desa di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (21/11/23).

Bupati Iwan menyerahkan bantuan pompa air

Dua unit pompa air portable dengan daya hisap 5,05 m3/menit dibangun di wilayah Desa Bojongkulur sebagai bentuk komitmen pemerintah hadir untuk mengoptimalkan penanggulangan bencana banjir di wilayah Bojongkulur, Gunungputri. Pompa portable itu berfungsi menyerap air yang sangat bermanfaat untuk mengurangi dampak banjir ataupun genangan air akibat luapan air.

Bupati Iwan Setiawan menerangkan, penanganan banjir di wilayah Gunung Putri terutama di Bojong Kulur harus dilakukan secara kolaborasi antara Pemkab Bogor, Damkar, BPBD, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunung Putri, masyarakat hingga Pemerintah Pusat. Ia juga berharap dengan pompa air portable ini penanganan banjir di wilayah Bojong Kulur lebih optimal.

“Di sini penanganannya harus dilakukan kolaboratif karena yang terdampak banjir adalah pemukiman warga yang jumlah rumahnya juga cukup banyak. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan juga harus diperkuat,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Untuk diketahui, guna mengurangi dampak banjir lokal maupun luapan sungai, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR terus konsen meminimalisir dampak banjir melalui beberapa aksi nyata yakni membangun rumah pompa sebanyak 19 unit pada tahun 2022, 5 unit rumah pompa pada tahun 2021, 7 unit rumah pompa pada 2022 untuk mengatasi dampak banjir di Desa Bojongkulur khususnya Villa Nusa Indah 1 dan 2 juga wilayah sekitar yang dilewati Sungai Cikeas dan Cileungsi.

Sementara Camat Gunung Putri Kurnia Indra menyampaikan terimakasih kepada Bupati Bogor Iwan Setiawan juga Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor beserta jajaran Pemkab Bogor yang telah hadir langsung meninjau hasil pembangunan di wilayah Gunung Putri, juga mengapresiasi atas pemberian bantuan pompa portable yang sangat bermanfaat dalam mengantisipasi dampak banjir di wilayah Desa Bojongkulur.

“Mudah-mudahan dengan bantuan pompa portable dan kehadiran Bapak Bupati Bogor di wilayah kami bukan hanya penanggulangan, tapi ke depan tidak ada lagi banjir di Bojong Kulur,” ungkap Kurnia.

Hal senada disampaikan Kades Bojong Kulur Firman Riansyah menyatakan, hari ini Pemkab Bogor memberikan pompa air portable ini merupakan perhatian Pemkab Bogor terhadap Desa Bojongkulur khususnya.

“Alhamdulilah kami sangat senang dan terbantu ini sangat bermanfaat bagi warga kami untuk antisipasi banjir di Desa Bojongkulur,” Firman mengapresiasi.

(nay nur’ain)