22.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 392

Inmemorial Almarhum Abang Sahar L Hasan: Tokoh Panutan HMI dan KAHMI

0

Jurnalinspirasi.co.id – Innalillahi wainna illahi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Abang kita tokoh panutan HMI dan KAHMI Sahar L Hasan, pada hari Ahad 3 Desember 2023, tengah malam sekitar pkl 00.44 Wib, beliau menghembuskan napas terakhir di RS Hermina Ciputat, Jaksel. Insya Allah beliau wafat dengan tenang dan husnul khotimah.

 Sesama warga HMI dan KAHMI, barangtentu kita sangat sedih dan merasa kehilangan salah seorang tokoh Panutan lagi di komunitas alumni HMI dan warga KAHMI. 

Saya berani mengatakan, almarhum adalah sosok dan figur yang menjadi panutan, digugu dan ditiru perilakunya, sebab selama menjadi aktivis HMI di era tahun 1980an, almarhum abang Sahar adalah kader insancita HMI yang kritis, pemberani, hidup sederhana, teguh pendirian, dan memiliki integritas yang sungguh amat terpuji, di mata saya.

Hal itu,  selama ber-HMI saya amati hingga sekarang, sejak aktif di organisasi KAHMI pun gaya hidup (life style) tetap bersahaja atau berpenampilan sederhana, walaupun dia termasuk salah seorang alumni HMI yang sukses berwirausaha. 

Terakhir yang saya tahu, di masa dewasa dan tuanya tetap aktif berdakwah dan berwirausaha, menghidupi keluarganya dengan bisnis penerbitan dan  percetakan buku-buku, terutama buku keagamaan Islam, jika saya tak keliru nama penerbitnya “Insan Grafika Press” beralamat di Jakarta.

Ketika saya aktif di HMI Cabang Bogor periode thn 1983-1984 sebagai Sekum, kemudian berlanjut aktif dalam kepengurusan HMI Badko Jawa Barat masa transisi thn 1985-1986, saya diberi amanah sebagai Sekretaris dari hasil reshuffle personil kepengurusan dari kepemimpinan sahabat saya  Ketua Umum Badko Jawa Barat sdr. Jayadi Kamrasyid, mahasiswa Fapet UNPAD Bandung waktu itu, kini beliau sudah almarhum, dan semoga Allah SWT menempatkan arwahnya di tempat mulia Surgajannatunnaim, Alfatihah, Aamiin YRA.

Selama saya aktif dalam 2 kepengurusan itulah, saya berkesempatan berinteraksi langsung dengan Abang kita Sahar L Hasan, mengenalnya agak lebih dekat.

Beliau, abang Sahar dimasa itu, jika saya tak keliru, jabatan kepengurusan di Pengurus Besar (PB) HMI adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Nasional (MPN) PB HMI. Jika tidak salah, fungsi dan perannya MPN menurut AD dan ART HMI, cukup strategis dan menentukan dalam merumuskan dan merekomendasikan isu-isu strategis dan solusinya yang disampaikan sebagai masukan kepada PB HMI untuk ditindaklanjuti dan atau dieksekusi.

Di masa kepemimpinan Ketua MPN PB HMI, abang kita Sahar L Hasan, salah satu tugas dan sekaligus kewajiban yang teramat berat, krusial dan menegangkan adalah pemaksaan Azas Tunggal Pancasila oleh rezim Orde Baru yang “top down policy”, otoriter dan represif, sebab telah lahir UU Keormasan Nomor 8 tahun 1985, dimana setiap Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Indonesia, wajib hukumnya berazaskan Pancasila, dan harus tercantum di dalam setiap Anggaran Dasar (AD) dan Angatan Rumah Tangga (ART) Ormas tersebut, tanpa kecuali dan termasuk HMI didalamnya, wajib menerimanya, jika tidak terancam sanksi “pembubaran” ormasnya.

HMI dalam Kongres ke-15 thn 1984 di Kota Medan, Sumatera Utara, terpilih Ketum PB HMI-nya abang Harry Azhar Azis dengan alot dan demokratis. Walaupun sudah diarahkan Pemerintah RI via Menpora RI, Abdul Ghafur secara persuasif sebelumnya tentang azas tunggal Pancasila, dimana peserta Kongres HMI dengan segala dinamikanya tetap istiqomah, mengukuhkan Azas ormasnya HMI tetap berdasarkan Islam sebagaimana sejak awal berdirinya pada tgl 5 Pebruari 1947 di Jogyakarta.

Namun setelah Kongres ke-16 HMI di Kota Padang Sumatera Barat, pada thn 1986, azasnya telah berganti dari Islam menjadi azas Pancasila, sedangkan Islam menjadi identitas organisasi HMI. Menurut saya solusi “jalan tengah”, kompromistik atau sikap moderat. Walaupun akhirnya, itu bukan solusi terbaik di kalangan internal HMI waktu itu.

Akibat cara pandang (mindset) dan pola bersikap berbeda tajam merespons azas tunggal Pancasila di kalangan aktifis HMI, terutama kaum elitenya. Apalagi, spirit dakwah Islamiyah di dalam kehidupan kampus baik di PTN-PTN maupun di PTS-PTS begitu maraknya, kader Rois berkembang di masjid-masjid kampus seperti di masjid Al Ghifari IPB berkembang pesat yaitu UKM Badan Kerohanian Islam (BKI) IPB, dimana saya pernah menjabat Sekumnya pada thn 1981-1982.

Alhasilnya HMI terkena imbasnya, militansi keislaman dan semangat jihad pun  bangkit, sehingga terjadi polarisasi, menjadi 2 kubu yaitu PB HMI Dipo yang menerima azas tunggal Pancasila dibawah, Ketum PB-nya abang kita Ir. Muhammad Sholeh Khalid dari HMI Cabang Bogor, sedang kubu yang satu lagi “beroposisi”adalah PB HMI MPO, yang “menolak” azas tunggal Pancasila di ormas HMI, dibawah kepemimpinan Eggy Sujana SH, dari HMI Cabang Jakarta.

MPO singkatan dari “Majelis Penyelamat Organisasi”. Kedua kubu cukup eksis dan giat melakukan pengakaderan insancita HMI dan melakukan suksesi kepemimpinan nasional melalui Kongres HMI masing-masing, dengan bendera HMI yang sama, berwarna hijau-hitam dan gambar huruf alif ditengah-tengahnya yang bertuliskan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). 

Maaf, jika saya berpendapat salah, menurut UU Keormasan nomor 8 thn 1985 itu, seharusnya berdasarkan hukum PB HMI MPO itu “dibubarkan” Pemerintah RI ketika itu karena AD HMI berdasarkan Islam, akan tetapi hebatnya, dibiarkan hidup dan tetap eksis bergerak menyelenggarakan program-program dan kegiatan pengkaderan HMI di seluruh Indonesia.

Kita paham bahwa dalam perspektif politik, Pemerintah Orba sangat berkepentingan mungkin untuk menjaga ‘keseimbangan” sistem politik generasi muda muslim, dan atau “memperlemah” power HMI sebagai kelompok massa penekan (pressure group) ketika itu, wallahu ‘alam.

Alhamdulillah, kedua kubu PB HMI Dipo vs MPO dalam perjalanannya dinamika berorganisasinya tetap rukun dan damai, tanpa ada kedengaran konflik horizontal. Mereka berjalan, seolah-olah seiring dan sejalan, tetap harmoni dan bahkan bisa berkomunikasi pada batas-batas tertentu, sehinggga proses peningkatan kualitas kader HMI berjalan normal.

Cuma aspek kuantitas anggota HMI menunjukan ada gejala “penurunan”, kemungkinan mahasiswa baru di PTN dan PTS sebagai bakal calon anggota muda HMI agak kebingunan memilih HMI yang mana yang terbaik dan legal. Hingga rezim Orba jatuh pada 1995, polarisasi kepemimpinan PB HMI tetap berlangsung, berkemungkinan hingga sampai sekarang era pasca Reformasi polarisasi itu tetap berlangsung dan eksis.

Adanya polarisasi HMI, sebenarnya ada hikmah dan banyak manfaatnya, terasa untuk saat ini, dan mereka kedua kubu telah berbuat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairats). Mereka bekerja menjalankan roda organisasi tanpa ada gesekan atau friksi yang tak berarti.

Akhirnya, menurut saya, HMI di era Reformasi menuai panen kadernya yang melimpah, dimana kader kedua kubu banyak berkiprah dalam perpolitikan nasional, ikut mendirikan dan menjadi pimpinan Parpol di awal Reformasi, Pemiliu tahun 1999,  dan bahkan ada diantara mereka menjadi pejabat negara dan aktivis NGO, serta pengacara terkemuka.

Sebut saja diantara beberapa nama seperti alm Prof.Dr.Harry Azhar Azis Ketua BPK RI aktif di Partai Golkar, anggota DPR RI MS Ka’ban aktif di PBB Menhut RI di era SBY, Bambang Susetio (Bamsut) aktif di Partai Golkar sekarang menjadi Ketua MPR RI, Tamsil Lindrung beliau aktif di PAN dan kemudian hijrah ke PKS, sekarang Wakil Ketua MPR RI, termasuk Dr.Anis R Baswedan mantan Gubernur DKI Jakarta sekarang menjadi salah seorang Capres RI tahun 2024, dan banyak lagi yang lain kader yang lain, yang cukup mashur seperti Prof.Dr.Eggy Sujana, SH.MH pengacara terkenal dan bernyali, diantaranya menangani kasus gugatan ijazah palsu Presiden RI bpk Jokowi di salah satu Pengadilan Negeri.

Apa yang saya narasi ringkas tentang dinamika pengkaderan HMI di era transisi dari Orba bergerak ke Orde Reformasi tersebut diatas adalah salah satu dampak positif (positif impact) dari arah kebijakan yang telah dirumuskan dan direkomendasikan MPN. PB HMI pada tahun 1985, “pertemuan Ciloto” yang diketuai oleh abang  Sahar L Hasan, yang melahirkan buku putih berukuran sepertiga kertas polio berwarna sampul (cover) hijau-hitam dan huruf Alif  (bertauhid) berwarna putih yang berjudul “Pandangan Kriris HMI Terhadap RUU Keormasan”, yang waktu itu sedang berproses di DPR RI, dan PB HMI ikut public hearing di gedung DPR RI Senayan Jakarta. Salah seorang petinggi HMI yang ikut serta barangtentu adalah abang Sahar L Hasan.

Saya masih ingat pertemuan atau rapat pleno MPN PB HMI pada tahun 1985 (bulannya saya lupa), bertempat di Ciloto Kawasan Puncak Bogor, yang waktu itu rapatnya dipimpin oleh abang Sahar L Hasan selaku Ketua MPN, dan saya AA salah seorang peserta utusan dari HMI Badko Jawa Barat.

Rapat MPN PB HMI yang digelar tersebut dalam rangka persiapan materi Kongres HMI ke-16 di Kota Padang, Sumbar, teristimewa sikap HMI, keputusan Kongres HMI menerima Azas Tunggal Pancasila, yang cukup alot dan memanas di  jajaran internal kepengurusan HMI se Indonesia, terutama Cabang-Cabang besar seperti Medan, Padang, Bandung, Bogor, Jakarta, Jogyakarta, Surabaya, Mataram, Makasar, Ambon, Pontianak, Samarinda, dll.

Ketika rapat MPN PB HMI di Ciloto Kawasan Puncak Bogor tahun 1985, saya menyaksikan sendiri, ketika proses pengambilan keputusan berlangsung dalam rapat MPN PB HMI di Ciloto Bogor itu, kualitas dan kapasitas kepemimpinan abang Sahar L Hasan, tampak begitu menonjol. Walaupun orangnya sholeh, taat dan istiqomah dalam menjalankan syariah dan beraqidah Islam, jika berbicara orangnya tegas dan tampak keras retorikanya, kesan mujahidnya sangat kental.

Akan tetapi dalam merespons persoalan krusial kebangsaan, dimana ada pemaksaan penerapan Azas Tunggal Pancasila, agar tercantum dalam AD dan ART HMI, saya melihat penampilannya cukup tenang, alias “tidak meledak-ledak” tidak agitatif dari sosok Sahar L Hasan, orang etnis Bima NTB ini, dan tampak bersikap moderat.

Walaupun sesungguhnya tekanan, baik internal dan eksternal HMI sangat keras, yang dialami PB HMI era kepemimpinan Kakanda Harry Azhar Azis.  Dalam arti kata lain, abang Sahar dkk sebagian besar anggota rapat pleno MPN PB HMI di waktu itu, tidak begitu mempersoalkan keluarnya UU nomor 8 thn 1985 tentang Keormasan tersebut, sebagai antisipasinya, maka lahirlah buku putih “Pandangan Kritis HMI terhadap Azas Tunggal Pancasila” sebagai sumbangan HMI kepada Pemerintah RI dan DPR RI di masa itu, rezim  Orde Baru pak Harto, yang begitu bersemangat dan gencarnya menanamkan falsafah dan ideologi Pancasila kepada Rakyat Indonesia, demi memantapkan Persatuan Indonesia (Sila ke 2 Pancasila) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dengan kata lain, artinya saya menyimpulkan bahwa almarhum abang Sahar L Sahar, sebagai pimpinan MPN PB HMI, dan kemudian pantas menjadi tokoh panutan di kalangan HMI dan KAHMI yang kini, beliau telah tiada buat selama-lamanya di dunia, dan arwahnya menghadap Allah SWT.

Almarhum abang Sahar L Hasan adalah salah seorang sosok, figur dan tokoh panutan penyelamat organisasi HMI, sehingga HMI tidak sampai dibubarkan Pemerintah RI era Jenderal Besar bpk Soeharto, dan Menpora RI abang kita Abdul Ghafur, tokoh HMI dan KAHMINAS juga. Sebab alhamdulillah, Kongres HMI ke-16 di Kota Padang, HMI resmi menerima Azas Tunggal Pancasila dan telah mencantumkannya dalam AD HMI.

Hal ini terjadi barangtentu, berkat adanya pandangan dan sikap moderasinya sebagian besar para elite HMI ketika itu, termasuk Abang Sahar, juga saya AA dan lain-lainnya.

Selamat jalan abangku Sahar L Hasan, menuju keharibaan-Nya nan abadi. Kami mendoakan, semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhum di Surga-Nya, tempat mulia Syurga Jannatumnaim, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan bertawakkal illallah. Aamiin YRA.
Syukron barakallah.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Sekretaris Wanhat MD KAHMI Daerah Bogor, Pendiri dsn Dosen (Assosiate Professor) Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

RSUD Leuwiliang pada HKN Layani Mammografi Gratis Cegah Kanker Payudara

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor, melayani Pemeriksaan Deteksi Kanker Payudara gratis untuk perempuan.

Dengan sistem mammografi, kegiatan pelayanan kepada 10 orang warga yang dilaksanakan Sabtu (2/12/2023) tersebut dilakukan sebagai rangkaian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-29 2023.

“Pemeriksaan mammografi ini khusus ibu-ibu. Ini dilaksanakan untuk mendeteksi kelainan atau masalah di payudara,” ungkap Direktur RSUD Leuwiliang Vitrie Winastri dalam keterangannya.

Vitrie menjelaskan, sistem mammografi merupakan pemeriksaan payudara secara lanjutan dengan alat rontgen.

Alat ini, kata dia, akan secara maksimal mencegah terjadinya penyakit payudara yang diderita perempuan.

“Biasanya di awal itu ada pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri)  di rumah masing-masing nah ini pemeriksaan lanjutannya dengan alat rontgen,” jelasnya.

Vitrie memastikan pelayanan mammografi ini gratis tanpa dipungut biaya.

Apalagi, RSUD Leuwiliang telah memiliki ruangan khusus untuk pemeriksaan tersebut yang digelar rutin setiap tahunnya.

“Ini gratis untuk mammografinya. Dan kami memiliki ruangan mammografi untuk pemeriksaan itu,” kata dia.

Secara rinci mammografi adalah pemeriksaan radiologi yang ditujukan untuk melihat ada atau tidaknya kelainan yang mengarah pada kanker di area payudara.

Prosedur ini menggunakan foto X-Ray dan disarankan untuk pasien yang berusia di atas 35 atau 40 tahun. Pemeriksaan mammografi penting untuk dilakukan karena cukup sensitif untuk mendeteksi tanda dan gejala awal kanker payudara.

Mammografi juga merupakan upaya untuk memastikan jika tidak ada kelainan dari payudara setelah metode pemeriksaan SADARI yang dianggap belum cukup itu dilakukan.

Hal itu dikarenakan metode SADARI terkadang dilakukan dengan teknik yang kurang tepat. Akibatnya, benjolan tidak terdeteksi. Oleh sebab itu, mammografi adalah salah satu solusinya.

(yev/rls)

Cegah Pelanggaran, Panwascam Ciseeng Sosialisai Pengawasan Kampanye. Ini Kata Hasan Soleh

0

Ciseeng | Jurnal Bogor
 Memasuki masa kampanye dan mencegah pelanggaran saat kampanye, pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Ciseeng melaksanakan sosialisasi pengawasan kampanye, di Kampung Cibogor Prapatan, Desa Cibentang, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Minggu (3/12/23).

Ketua Pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Ciseeng Hasan Soleh mengatakan. Baru saja kita melaksanakan sosialisasi pengawasan kampanye, karena masa kampanye ini telah dimulai dari 28 September 2023 hingga 10 Februari 2024. 

“Tujuanya adalah agar partai politik memahami saat melaksanakan kampanye tersebut sesuai dengan Undang-undang pemilu No 7 tahun 2017, PKPU No 15 tahun 2023, dan Perbawaslu No 11 tahun 2023. Dan surat edaran Bawaslu No 43 tahun 2023,” ujarnya kepada wartawan.

Masih kata Hasan Soleh, kegiatan tadi dihadiri anggota komisioner Panwascam Ciseeng, Kesekretariatan Panwascam Ciseeng, serta PKD se Kecamatan Ciseeng, serta perwakilan partai politik se kecamatan Ciseeng. Materi yang disampaikan antara lain bagaimana cara pemasangan APK agar tidak dipasang di tempat-tempat yang dilarang. 

“Karena berkaitan dengan dipasang di tempat yang dilarang seperti sarana umum di pohon itu melanggar ketertiban umum. Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran masa kampanye di wilayah Ciseeng, semuanya masih kondusif dan kita harapkan Di kecamatan Ciseeng ini berjalan dengan aman dan kondusif,” tutup Hasan Soleh.

(aga alamanda)

RSUD Leuwiliang Edukasi Spirit Sejalan Semangati Para Lansia

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor memberikan edukasi Spirit Sejalan kepada masyarakat lanjut usia (Lansia). Kegiatan tersebut dimaksudkan agar para lansia bisa lebih bersemangat dalam menjalani hidup.

Pada kesempatan itu, RSUD Leuwiliang menghadirkan dokter spesialis rehabilitasi medik yang memberikan edukasi terkait fisioterapi yakni dr Hendriko.

Tak hanya itu, ada juga edukasi tentang isi piringku yang berhubungan dengan pemenuhan gizi para lansia. Untuk hal ini disampaikan oleh nutrisionis yakni Rini Suryanti.

Direktur RSUD Leuwiliang Vitrie Winastri mengatakan, edukasi Spirit Sejalan yang dilaksanakan pihaknya Sabtu (2/12/2023) itu adalah sebuah upaya memberikan motivasi kepada para lansia untuk tetap menjaga kesehatan dengan baik dan penuh rasa percaya diri.

“Spirit Sejalan ini adalah komunitas yang beranggotakan pasien lansia di RSUD Leuwiliang. Kami ingin para lansia sehat dan semangat dalam menjalani aktivitasnya masing-masing,” kata Vitrie dalam keterangannya, Minggu (3/12/2023).

Selain ada edukasi langsung, lanjutnya, RSUD Leuwiliang juga melakukan pengelolaan komunitas dengan memberikan edukasi online secara berkala dua minggu sekali.

“Nah untuk edukasi langsung ini kami lakukan satu bulan sekali. Namun untuk online itu 2 minggu sekali” jelas Vitrie.

Tak hanya itu, Vitrie juga mengungkap bahwa RSUD Leuwiliang pun memberikan benefit akses fast track kepada para lansia saat melakukan pelayanan di rumah sakit ini.

“Jadi pesan saya, semua harus semangat dan sehat. Meskipun pakai kursi roda dan lainnya, itu bukan pertanda pergerakan para lansia ini terbatas, itu hanya alat bantu saja. Mudah-mudahan semuanya sehat dan semangat,” tandas Vitrie.

(yev/rls)

Perusahaan VSM Kabur, Dua Tahun Rumah Warga Hancur

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Keluarga Supardi dan istrinya Yati Mulyati, warga Kampung Gembrong RT 01 RW 07 Desa Ciadeg, Cigombong, Kabupaten Bogor hampir dua tahun silam rumahnya hancur tertabrak truk, namun belum juga mendapat ganti rugi dari perusahaan pemilik truk tersebut.

Peristiwa ini terjadi dua pekan sebelum Idul Fitri, tepatnya pada 12 April 2022 pukul 11.00 WIB. Truk Fuso Mitsubishi bermuatan air mineral yang dikemudikan oleh Suparman mengalami kerusakan rem di tikungan tajam menurun dan menabrak bengkel, warung, dan terguling menabrak rumah Supardi yang berjarak 50 meter dari Stasiun Maseng.

Kendati tak ada korban jiwa, Supardi sebagai pemilik rumah mengalami kerugian materil sebesar Rp160 juta. Separuh rumahnya hancur.

Singkat cerita, peristiwa tersebut naik ke meja hijau Pengadilan Negeri Cibinong. Pada tahun 2022, PN Cibinong pun mengeluarkan keputusan atau vonis bernomor 559/Pid.Sus/2022/PN Cbi. Dalam putusannya, terbukti kendaraan milik CV Viarta Setia Mandiri (VSM) over kapasitas dan sopir terbukti lalai. Suparman, sang sopir, dipidana kurungan penjara 3 bulan, subsider 2 bulan.

Namun disayangkan, sejak peristiwa tersebut pihak perusahaan yakni CV VSM sama sekali belum memberikan ganti rugi terhadap Supardi atas kerusakan berat yang menimpa rumahnya.

“Dua hari setelah kejadian, perusahaan yang diwakili oleh Suswati menyuruh menghitung kerugian yang kami alami. Kami kemudian memanggil bantuan tukang untuk menghitung kerugian, maka hasilnya diketahui Rp160 juta. Perusahaan hanya menawarkan ganti rugi sebesar Rp15 juta. Kami tolak, karena tidak akan cukup. Pihak perusahaan malah mengancam mengajak urusan ke pengadilan kalau kami menolak,” ungkap Supardi, Kamis (30/11/2023).

Sejak saat itu, Supardi kehilangan komunikasi dengan CV VSM dan tak mendapat kejelasan tentang ganti rugi tersebut. “Terakhir Bu Suswati menganggap urusan telah selesai setelah adanya putusan pengadilan. Padahal kan itu putusan untuk sopirnya. Kalau urusan ganti rugi untuk kami belum beres. Sopir itu kan bekerja sudah tiga tahun sebagai karyawan VSM, truknya juga milik perusahan. Sejak itu putus komunikasi. Nomor saya diblokir,” katanya didampingi Ketua RT setempat, Halimi.

Belum putus asa, Supardi pernah mendatangi rumah pemilik CV VSM yakni Landiono Lim di Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, pada Oktober 2023 lalu.

Namun lagi-lagi Supardi mengalami kekecewaan. “Kata pembantunya, pak Lim ada, tapi setelah masuk ke dalam rumah bilang tidak ada. Jadi kami tidak menemui bosnya. Padahal mobilnya juga saya lihat ada, B 689 DOO,” sebut dia.

Supardi terus berjuang guna mendapatkan haknya. Tapi sial semua jalan seolah buntu. “Seharusnya pihak perusahaan juga datang. Ini jangankan datang, minta maaf saja tidak ada. Untuk renovasi biaya dari mana, untuk beli terpal plastik saja saya tak mampu. Kalau hujan rumah saya banjir. Motor saya ikut hilang dicuri karena kondisi rumah jadi terbuka,” imbuhnya.

Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, menyatakan siap membantu warganya dengan melakukan fasilitasi. “Berdasarkan informasi memang kerusakan rumah Supardi memang parah. Menurut saya, pasti ga cukup kalau Rp15 juta. Insha Allah kami siap memfasilitasi ke perusahaan,” tukasnya.

(dede suhendar)

Riksa Budaya Lestarikan Pencak Silat Cimande

0

Caringin | Jurnal Bogor
Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jabar Benny Bachtiar meresmikan kegiatan Riksa Budaya Jawa Barat 2023, Sabtu (2/12/2023). Acara bertajuk Satalek Sakelid Salancar ini dalam upaya menjaga, melestarikan, sekaligus mengapresiasi sesi budaya khususnya Pencak Silat Cimande.

Riksa Budaya Jawa Barat ini merupakan tindak lanjut dari sertifikat penghargaan Tradisi Pencak Silat dari UNESCO pada 2019 dan sertifikat penghargaan Penca Aliran Cimande dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI pada 2022.

Acara dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Jabar Ahmad Ru’yat, Staf Ahli Ekonomi Pembangunan Pemkab Bogor Deni Humaedi mewakili Bupati Bogor, Plt Kadisbudpar Kabupaten Bogor Budi Setiawan, Direktur Perlindungan Kebudayaan Wilayah 9 Jabar Ratna Dwi Nurhajarini, jajaran Dinas Pendidikan, Camat Caringin, Kapolsek Caringin, Danramil Caringin, Kepala Desa Cimande, Kades Lemah Duhur, dan tokoh masyarakat Desa Cimande.

Acara Riksa Budaya Jawa Barat ini menampilkan 220 pesilat cilik dan dewasa, seni Angklung Gubrag, serta pada puncak ditutup pertunjukan Wayang Golek. Ratusan pesilat juga menunjukkan atraksi 88 penampilan, original Cimandean, serta seni Ibing.

Kadisparbud Jabar, Benny Bachtiar, mengatakan, Cimande adalah merupakan bagian terpenting dari pelestarian budaya. Makanya perlu terus dijaga, dilestarikan, dan disosialisasikan.

Selain mendukung dari sisi anggaran, Kadisparbud Jabar menyatakan mendukung apabila Pencak Silat Cimande masuk dalam kurikulum pendidikan.

“Saya mendukung dan ini perlu kolaborasi antara dinas agar bisa masuk ke kurikulum di tingkat sekolah dasar sebagai ekstrakurikuler. Kami akan terus komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat,” kata Benny.

Selain itu, sebagai salah satu bentuk pelestarian Disparbud sangat mendukung berdirinya tugu icon Pencak Silat Cimande.

“Bagus, kami sangat setuju. Tinggal dikolaborasikan saja oleh Pemkab Bogor,” ujarnya.

Potensi dan Upaya Pemprov menurut Benny, Jawa Barat ini unik karena satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki tiga wilayah budaya. Budaya Sunda Betawi, budaya Sunda Priangan, ada budaya Sunda Cirebonan. Dan tentunya hadir aneka budaya lainnya. Ini mencirikan Jawa Barat dengan kekayaannya.

“Jawa Barat kaya akan sumber dayanya dan budayanya. Budaya ini salah satu daya tarik wisata. Maka kalau seandainya kita tidak bisa sejahtera akan potensi sumber daya alam dan budayanya, ini betul-betul keterlaluan kalau menurut saya pribadi,” tegasnya.

Maka, sambung Benny, Pemprov Jabar berupaya keras untuk menjaga kelestarian budaya melalui sertifikasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), salah satunya dengan menggelar kegiatan Riksa Budaya, festival, atau event lainnya. Kegiatan pelestarian adalah hal yang mesti dilakukan sebagai salah satu persyaratan WBTB.

Pemprov Jabar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Jabar untuk menjaga pelestarian seni budaya. “Sebab, menurut data statistik setiap tahunnya kita ini kehilangan akar budaya. Kemajuan teknologi dan derasnya informasi juga berdampak mempengaruhi anak muda,” ucapnya.

Benny memaparkan bahwa salah satu akar budaya adalah bahasa. “Saya mengajak agar kita membiasakan di lingkungan rumah ini menggunakan bahasa ibu (Bahasa Sunda). Insha Allah minimal kita tidak kehilangan jati diri,” tukasnya.

Dukungan Penuh Pemkab Bogor

Sementara itu, sambutan Bupati Bogor yang dibacakan Staf Ahli Ekbang Pemkab Bogor Deni Humaedi, menegaskan bahwa Pemkab Bogor berkomitmen terus menjaga warisan budaya leluhur dan karakteristik jati diri masyarakat Kabupaten Bogor.

Saat ini, sebaran entitas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bogor tahun 2022 antara lain 113 lembaga seni, 43 cagar budaya, 145 objek yang diajukan sebagai cagar budaya, 159 daya tarik wisata,

395 akomodasi, 524 restoran/rumah makan, dan 158 usaha jasa wisata.

“Kami berupaya mendorong elaborasi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan konsepsi pariwisata 5A agar budamendorong elaborasi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan konsepsi pariwisata 5A agar budaya, industri pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif bisa sama-sama berkembang,” paparnya.

Pemkab Bogor juga terus berupaya mengembangkan dan melestarikan seni budaya melalui penerbitan Peraturan Daerah Kemajuan Kebudayaan l, hibah untuk sanggar dan seniman, pengajuan penetapan cagar budaya, pelatihan, dan berbagai event Helaran, festival, parade, dan keikutsertaan dalam berbagai event seni budaya.

“Alhamdulillah tahun 2021 seni Angklung Gubrag ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional dan tahun 2022 Penca Aliran Cimande juga ditetapkan sebagai WBTB nasional,” imbuhnya.

(dede suhendar)

Dewan Jabar Akan Dorong Peningkatan Angaran Seni Budaya

0

Caringin | Jurnal Bogor
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Achmad Ru’yat akan mendorong perlunya peningkatan anggaran untuk meningkatkan pelestarian seni budaya sekaligus apresiasi terhadap para pelaku seni budaya.

Hal itu diungkapkan Achmad Ru’yat saat menghadiri kegiatan Riksa Budaya Jawa Barat 2023 di Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/2023).

Riksa Budaya Jawa Barat ini adalah event atau kegiatan untuk ngamumule atau melestarikan, menjaga, dan mengapresiasi seni budaya Sunda khususnya Pencak Silat Cimande.

“Kegiatan seperti Riksa Budaya ini harus terus dilestarikan dan didorong dari segi anggaran baik oleh pemerintah daerah kota kabupaten, provinsi, dan pusat. Apalagi silat Cimande. Karena mereka sering latihan, jangan sampe ga ada anggaran untuk tampil,” katanya.

Achmad Ru’yat menjelaskan, pemerintah bisa mendukung para seniman dan budayawan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Pemda kan bisa kerja sama dengan pemaku kepentingan atau stakeholder dari dana CSR, APBD, sehingga mereka terus diasah tidak hanya terampil di tingkat daerah saja,” ucapnya.

Politisi partai PKS itu juga beberapa kali mengunjungi setiap sanggar atau padepokan. Walhasil, para seniman dan budayawan banyaknya berjuang dengan mandiri karena anggarannya terbatas.

“Untuk itu menjadi tugas pemerintah daerah maupun provinsi agar melakukan pembinaan dan penganggaran. Terutama anggaran dalam kompetisi-kompetisi sehingga mereka bisa tampil, mereka punya kebanggaan, dan prestasi bisa diukur,” tutupnya.

Dari sisi regulasi dalam memajukan kebudayaan di Jawa Barat juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Regulasinya kan berangkat dari UUD No. 5 Tahun 2017 tentang kemajuan budaya. Kabupaten sendiri sudah ada peraturan daerah dan tentunya itu payung hukum untuk membuat program dan ada anggaran,” tukasnya.

(dede suhendar)

Kades Bantarjati Adakan Kades Cup, Bravo FC Lolos ke Final

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Kepala Desa Bantarjati Supena Jaya Atmaja menggelar turnamen sepak bola Kades Cup Bantarjati 2023. Turnamen yang diikuti 19 peserta dari masing masing RT dan RW se- Desa Bantarjati digelar di lapangan sepak bola Bantarjati Ngahiji Desa Bantarjati Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Pemain dan offisial tim Jatiraya FC

Pada babak semifinal, Jatiraya FC versus Bravo FC yang dipimpin oleh wasit Helmy, dimenangkan Bravo dengan skor 2-1. “Kades Cup Bantarjati ini dapat menumbuhkan bibit berprestasi dalam bidang olahraga sepak bola, karena dengan olahraga dapat berprestasi baik nasional maupun internasional,” kata Ketua Panitia Ajid, Sabtu (2/12/23 ).

Dia berharap seluruh manajer dan offisial tim bisa menjaga keamanan dan sportifitas. “Atas nama seluruh panitia mohon maaf kepada seluruh tim bila selama ini ada kekurangan atau miskomunikasi antartim dan panitia,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, pelatih Jatiraya FC Agus Siswanto menjelaskan, walaupun timnya kalah di pertandingan semifinal ini tidak menjadikan patah semangat. “Dengan kekalahan ini jadi motivasi untuk rekan-rekan pemain Jatiraya FC agar kedepannya bisa lebih baik dan bisa memperbaiki atas kekurangannya,” kata dia.

Pada babak semifinal tersebut, turut hadir menyaksikan turnamen Kepala Desa Bantarjati Supena Jaya Atmaja, Bhabinkamtibmas Bantarjati Agus, Babinsa Bantarjati Mujiono dan seluruh panitia penyelenggara.

(andi/nay)

Aksi Koboi Sang Curanmor, Nyaris Lukai Petugas Damkar

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Cileungsi nyaris jadi korban aksi koboi yang dilakukan oleh terduga pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di komplek perumahan Metland Transyogi, Desa Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/23).

Peristiwa yang terjadi pukul 12.00 WIB itu bermula saat petugas damkar memergoki pelaku yang berjumlah 2 orang hendak mencuri motor yang terparkir di belakang mobil damkar. Mengetahui hal itu, kemudian petugas damkar meneriaki pelaku.

 “Awalnya anggota kami yang sedang beristirahat di atas mobil melihat orang yang masuk ke area parkir mobil damkar dengan memegang kunci yang di duga leter T. Reflek, anggota kami meneriaki pelaku tersebut sehingga mengagetkan pelaku yang langsung lari ke depan,” ungkap Komandan Regu 1 Damkar Sektor Cileungsi, Tahfiz kepada wartawan.

Karena panik, lanjut Tahfiz, 2 pelaku tersebut mengeluarkan senjata api dan menembakannya ke arah petugas damkar. Beruntungnya petugas sigap menghindar dan peluru hanya mengenai bagian depan mobil damkar.

“Ketika ingin mengejar, pelaku tersebut mengeluarkan senjata api dan menembakannya kearah anggota kami. Sontak anggota langsung menghindar dan bersembunyi di belakang mobil,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Cileungsi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, yang datang ke lokasi peristiwa itu melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa penembakan tersebut.

“Kami yang didampingi Kasat Reskrim Lolres Bogor melaksanakan olah TKP percobaan pencurian dengan kekerasan. Kejadian tersebut sekitar pukul dua belas siang tadi, satu pegawai pemadam kebakaran mencurigai orang yang hendak masuk ke parkiran motor, diduga kuat para pelaku sedang mengincar motor,” ujar Yohanes.

Karena mendengar teriakan dari saksi, ungkap Yohanes, pelaku langsung berlari keluar dan menembakan senjata api dan mengenai muka depan mobil damkar. Dari TKP ditemukan 1 proyektil peluru dan satu bolongan di depan truk mobil damkar.

“Proyektil tersebut akan kami bawa ke laboratorium uji balistik Mabes Polri untuk memastikan senjata apa yang dipakai pelaku,” tutupnya.

(nay nur’ain)

Carry Pengangkut BBM Pertalite Kebakaran di Jalan Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sebuah mobil jenis Suzuki Carry pengangkut BBM jenis Pertalite, ludes terbakar di depan Gg Ikhlas, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/23) malam.

Musababnya, karena ada korsleting listrik dari aki mobil berplat nomor B 1048 VVL dan menyambar jerigen berisi BBM Pertalite yang dibawa oleh sopir bernama Rizki Awaludin MZ usai mengisi di beberapa SPBU.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, peristiwa itu terjadi selain karena korsleting pada bagian aki, juga diindikasikan adanya modifikasi mobil untuk melakukan pembelian Pertalite yang akan dijual kembali dengan sistem eceran di Wilayah Desa Tarikolot, Kecamatan Citereup.

“Indikasi penyebab kebaran karena mobil ini sudah dimodif untuk ngecor Pertalite untuk dijual eceran di wilayah Tarikolot,” katanya kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/12/23).

Usai mengisi Pertalite dari SPBU depan PT Indocemen sebanyak 60 liter, lanjut Daman Huri, kemudian berjalan ke arah Gunung Putri menju ke SPBU depan Kantor Desa Gunung Putri. Karena sopir tidak tahu ada korsleting listrik akhirnya mobil langsung terbakar hebat.

“Sopir mau ngisi lagi di SPBU depan desa kami, memang dia itu pakai tangki di modif langsung disedot ke dalam jerigen. Nggak tau kalau ada korsleting akhirnya kebakar mobilnya. Tapi 2 jerigen yang berisi Pertalite sebanyak 60 liter berhasil diselamatkan sopir,” jelasnya.

Dia menduga peristiwa tersebut juga akibat adanya permainan dari pihak SPBU nakal yang menjual Pertalite kepada pengecor. Padahal untuk pembelian pertalite tidak bisa sembarangan seperti Pertamax.

“Karena harganya lebih murah dari Pertamax akhirnya Pertalite digunakan oleh oknum baik pembeli dan penjual yakni SPBU hanya dengan memberi uang tip sebesar Rp 5 ribu. Memang kalau dari mobil dengan kapasitas tankinya gak bisa juga kalau gak dimodif. Makannya isinya dari SPBU ke SPBU,” bebernya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam pertiwa itu, namun hanya kabel optic yang terbakar dan sudah diperbaiki. Untuk pemadaman, mobil damkar dari PT Indocemen dan Pemkab Bogor diterjunkan.

Sementara itu, Rizki Awaludin MZ sopir mobil yang terbakar mengakui bahwa sudah melakukan pembelian Pertalite di SPBU depan PT Indocemen dengan cara disedot kedalam jerigen. Namun ketika menuju ke SPBU KKI, mobilnya tiba-tiba mengalami korsleting dan terbakar.

“Saya lagi bawa 4 jerigen besnsin tapi posisinya 2 jerigen diselametin. Jadi didalam  mobil itu cuma ada jerigen kosong dan itu kebakarannya terjadi dari konsel aki. Tujuannya mau ke KKI mau isi bensin untuk eceran jenis Pertalite. Diisinya lewat tanki baru disedok ke jerigen,” pungkasnya.

(nay nur’ain)