30.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 358

Pj Bupati Bogor Percepat Pembangunan Kantong Parkir Truk Tambang

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Usai memantau langsung situasi di Kecamatan Parung Panjang pada Senin (1/1), Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil Lima, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), dan pihak terkait lainnya demi menyelaraskan langkah percepatan penuntasan permasalahan Parung Panjang, di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong, Selasa, 2 Januari 2024.

Hadir pada pertemuan tersebut, Kapolres Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Perum Perhutani, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Dinas PUPR Provinsi Jawa barat, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala perangkat daerah, Camat Parung Panjang, Camat Rumpin, Camat Cigudeg, Camat Tenjo, dan jajaran Kepala Desa di wilayah Parung Panjang.

Asmawa mengungkapkan terima kasih atas perhatian semua pihak yang hari ini memberikan atensinya untuk menuntaskan permasalahan di Parung Panjang.

“Kehadiran Forkopimda, Pemprov Jabar, Perhutani, unsur terkait, juga anggota DPRD Kabupaten Bogor khususnya wilayah Dapil Lima pada forum ini menjadi penting bagi kami untuk memastikan bahwa kebijakan yang akan kita ambil bukan hanya sepihak dari pihak eksekutif, tapi juga bersama unsur legislatif, dan seluruh stakeholder terkait,” ungkap Asmawa.

Menurut Asmawa, permasalahan di Parung Panjang harus segera dicarikan jalan keluarnya, kapanpun dan siapapun pemimpinnya di Kabupaten Bogor masalah ini harus segera dituntaskan.

“Sebelumnya, saya coba melakukan pemetaan permasalahan secara cepat, saya sudah berkunjung dan melihat langsung dari dekat, sehingga saya bisa mengetahui apa masalah utama yang ada di sana,” tandasnya.

Asmawa Tosepu menjelaskan, yang pertama, sebagai solusi jangka pendek harus percepat mempersiapkan kantong parkir untuk ribuan truk yang ada di sana. Asmawa ingin paling lambat minggu ketiga bulan Januari sudah bisa dipergunakan.

Kedua, lanjut Asmawa, adalah bagaimana kita menegakan aturan, karena secara sepintas saya melihat terjadi pelanggaran-pelanggaran di sana.

Diantaranya soal perizinan pertambangan, kemudian pelanggaran kapasitas muatan truk, kemudian soal kelayakan kendaraan dan pengemudinya, dan pelanggaran lainnya termasuk penertiban pertambangan tanpa izin.

“Ketiga, adalah soal kewajiban perusahaan dalam bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat. Ini perlu kita dorong, yang penting dilakukan sesuai dengan ketentuan dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Asmawa menambahkan, Kempat adalah solusi jangka panjangnya yakni pembangunan jalan khusus tambang.

Selain itu, harus mulai melakukan percepatan pembangunan jalan tambang ini. Sehingga tidak mengganggu aktivitas penduduk di Parung Panjang,”

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pj. Bupati Tangerang kita akan rencanakan bertemu untuk duduk bersama membahas permasalahan di Parung Panjang secara bersama-sama,” terang Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil Lima, Aan Triana, menuturkan, dirinya mengapresiasi Pj. Bupati Bogor yang hari ketiga bekerja sudah tancap gas untuk memecahkan persoalan yang terjadi di Parung Panjang khususnya, dan di Kabupaten Bogor pada umumnya.

“Kantong parkir adalah solusi terbaik dan terdekat karena belasan tahun masyarakat kita di sana terganggu keamanannya, kenyamanannya, belum lagi dari sisi kesehatan banyak yang terkena penyakit pernafasan,” tutur Aan.

Ia menambahkan, apa yang kita lakukan hari ini adalah titik awal, walaupun sebelumnya sudah ada langkah-langkah, kita sebagai pemerintah dapat memberikan solusi yang baik untuk masyarakat.

“Hari ini juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir untuk memberikan atensinya sesuai dengan kewenangannya. Ego sektoral harus kita kesampingkan, dan kepentingan masyarakat harus menjadi yang utama,” ujar Aan Triana.

(asep syahmid)

Inilah Daftar 34 Pemain Timnas U-20 yang Ikuti TC di Jakarta

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Tim U-20 Indonesia memulai latihan perdana di lapangan pada pemusatan latihan (TC) Jakarta pada Senin (1/1).

TC Jakarta dimulai sejak 30 Desember hingga 28 Januari mendatang dan diikuti 34 pemain. Sebelumnya, skuad Garuda Nusantara telah menyelesaikan TC di Qatar sejak 22 Desember lalu.

“Setelah dari Qatar, kita melanjutkan pemusatan latihan di Jakarta yang diikuti 34 pemain. Jadi seusai TC Qatar kita sudah melakukan promosi (pemanggilan) dan degradasi (pemulangan) untuk pemain. Kita ingin melihat potensi-potensi lainnya, kita akan lakukan sejumlah tes kemampuan untuk pemain di pemusatan latihan di Jakarta,” kata pelatih Indra Sjafri dilansir dari laman resmi PSSI, Selasa, 2 Januari 2024

“Kita juga terapkan sistem promosi (pemanggilan) dan degradasi (pemulangan) pemain setiap pekannya. Selama pemusatan latihan di Jakarta, selain latihan dan sejumlah tes, kita rencanakan 2-3 kali program uji coba,” tambah pelatih yang sukses membawa Indonesia meraih emas SEA Games 2023 tersebut.

Pada tahun 2024, Garuda Nusantara akan melakoni beberapa turnamen seperti Piala AFF U-19 2024, Kualifikasi Piala AFC U-20 2025, dan ingin lolos ke Piala Dunia U-20 2025 mendatang.

*Daftar 34 Nama Pemain TC Tim U-20 Indonesia Tahap 2 di Jakarta

  1. Ikram Algiffari, Semen Padang
  2. Rifky Tofani, PPLP DKI Jakarta
  3. Andrika Fathir, Borneo FC
  4. Dony Tri, Persija
  5. Alexandro Felix, Barito Putera
  6. Kadek Arel, Bali United
  7. Sulthan Zaky, PSM
  8. M Iqbal Gwijangge, Barito Putera
  9. Muhammad Ibrah, Persija
  10. Muhammad Syamsul, Persikabo
  11. Muhammad Mufli, PSM
  12. Arlyansyah Abdulmanan, Persija
  13. Ji Da Bin, ASIOP
  14. Muhammad Kafiatur, Dewa United
  15. M Riski Afrisal, Madura United
  16. Ferre Murari, Bhayangkara FC
  17. M Nabil Asyura, Persija
  18. Rizdjar Nurviat, Borneo FC
  19. Hugo Samir, Borneo FC
  20. Fitrah Maulana, Persib
  21. Zaky Abdul, Dewa United
  22. Habib Hidayatullah, Dewa United
  23. Arkhan Kaka, Persis
  24. M Ghozali, PS Siak
  25. Fahri Akbar, Dewwa United
  26. Muhammad Ragil, Bhayangkara FC
  27. A Fery Jamsir, Persiban Bantaeng
  28. Dani Saputra, Garudayaksa Academy
  29. Muhammad Rayhan, Kwarta
  30. Figo Dennis, Persija
  31. Tony Firmansyah, Persebaya
  32. Habil Abdillah, PPLP Jawa Tengah
  33. Genta Saifulloh, PSP
  34. Raheem Nugraha, Bhayangkara FC

(asep syahmid)

Layanan Kesehatan dan Kesejahteraan Belum Merata Jadi Perhatian Khusus Arif Budiman

0

Bogor | Jurnal Bogor
Masih belum meratanya layanan kesehatan dan kesejahteraan sosial di masyarakat, menjadi perhatian khusus Caleg DPR-RI Dapil V Jawa Barat Kabupaten Bogor nomor urut 4 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Arief Budiman ketika menyambangi warga di Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, Selasa (2/1/2024).

Arief Budiman yang menemui puluhan warga RT 02 RW 02 Desa Wates Jaya melihat sebagian besar warga di desa tersebut masih belum merasakan pemerataan layanan kesehatan dan kesejahteraan sosial seperti sembako murah, BPJS Kesehatan serta program pemerataan lainnya dari pemerintah.

“Tadi, saya baru berinteraksi dengan warga di RT 02 RW 02 Desa Wates Jaya. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan sembako murah dan juga layanan BPJS Kesehatan, yang dirasa masih cukup memberatkan warga kurang mampu,” ungkap Arief Budiman.

Menurut salah satu Caleg termuda di Kabupaten Bogor dari kalangan milenial itu, terkait program BPJS gratis. Memang menjadi salah satu program partai politik dan juga dirinya apabila bisa lolos untuk duduk di parlemen pusat.

“Jika kami bisa meraih suara cukup besar di Pemilu 2024 tahun ini, dan juga lolos ke DPR RI. Program BPJS gratis ini memang menjadi program unggulan kami, untuk kita bahas di parlemen nanti,” tutur Arief Budiman.

Sementara untuk program pemerataan lainnya, menurut politisi muda asli Kabupaten Bogor itu, dirinya secara terbuka menerima aduan-aduan dari masyarakat di Bumi Tegar Beriman. Jika ternyata ada warga yang tidak mendapatkan program kesejahteraan dari pemerintah.

“Untuk pemerataan program, kita terbuka kepada masyarakat terkait aduan yang terjadi khususnya soal program. Kalo ada yang tidak mendapat program, bisa informasikan ke kita, Tapi dengan syarat, kita harus duduk di DPR RI,” ujar Arief.

“Saat ini, kami memiliki program jangka pendek dengan menggelar bazar sembako murah untuk warga. Sehingga kebutuhan primer masyarakat akan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bisa terpenuhi,” tandasnya.

(rls)

Adi Kurnia Terpilih jadi Ketua KPU Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Muhammad Adi Kurnia, akhirnya terpilih menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor periode 2023-2028. Adi terpilih sebagai Ketua KPUD setelah dilantik pada Sabtu (30/12/2023) dinihari dan dilanjutkan dengan rapat pleno komisioner keesokan harinya untuk pemilihan ketua.

Setelah dilantik, Adi sapaan akrabnya akan langsung bekerja melaksanakan program-program sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2024 terhadap para pemilih. “Bersama para komisioner akan segera melaksanakan program-program sosialisasi terhadap pemilih pemula dan memiliki target agar jumlah golput dapat makin ditekan,” kata Adi.

Namun sebelum melaksanakan program tersebut, Adi lebih dahulu akan melakukan konsolidasi internal kepada PPK & PPS Se-Kabupaten Bogor. Konsolidasi dimaksud berkaitan Penguatan Kelembagaan, Pengelolaan Logistik, serta Penguatan Persiapan Pemungutan dan Perhitungan Suara.

“Konsolidasi internal merupakan ujung tombak demi kekompakan dan kesuksesan kinerja KPUD Kabupaten Bogor kedepan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Adi juga mengungkapkan targetnya untuk menekan angka golput pada Pemilu 2024. “Kita akan bekerja maksimal untuk menekan angka golput dan menarik partisipasi pemilih sebanyak-banyaknya pada Pemilu 2024 nanti,” pungkasnya.

(aga)

Mau Buat Bangunan Tapi Melanggar di Desa Tlajung Udik Aja…

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Bangunan milik gudang ban yang berada di dekat PT Multi Prima Sejahtera (Champion), di jalan Raya Narogong, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, memakan saluran irigasi hingga membuat banjir.

Warga sekitar Ratno (31) mengatakan, kondisi jalan itu sering banjir saat hujan turun, akibat luapan air dari saluran irigasi yang sempit. Ditambah saat ini ada proyek pembangunan pabrik yang sengaja membuat dinding dan jembatan pada lokasi saluran air tersebut.

” Kalau dibiarkan seperti ini ya pasti tambah parah banjirnya, akibat proyek yang sengaja memakan irigasi tanpa melihat dampak lingkungan yang ditimbulkan,” kesalnya saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (2/1/24).

Ratno menyebut, bangunan tersebut memiliki panjang kurang lebih 50 meter diatas permukaan jalan raya Narogong dan lebih tinggi bangunan dibandingkan dengan jalan itu sendiri.

“Itu kurang lebih 50 meter, dan bangunannya pun diatas permukaan jalan raya,” ungkap pria asal Jawa Tengah yang memiliki bengkel motor di jalan raya Tlajung Udik.

Terpisah, saat dikonfirmasi salah satu security gudang ban tersebut menyebut bahwa pihak pemilik gudang adalah warga Jakarta.

“Saya juga kurang tau soalnya yang punya orang Jakarta karena masih libur panjang jadi belum ada orang kantor,” singkatnya.

Hasil pantauan di lokasi terlihat jelas proyek pembangunan pabrik itu sengaja, memotong saluran irigasi yang ada papan larangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Bogor.

Papan larangan tersebut bertuliskan dilarang membuang sampah ke saluran irigasi, pembuang, sungai, situ dan mata air. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) no 4, 2015, tentang ketertiban umum (Tibum) dengan ancaman pidana bab lX pasal 39 ayat 1 kurungan 3 bulan dengan denda lima puluh juta rupiah.

(nay nur’ain)

Ikut Naik Pangkat, Tiga Personil Polsek Gunung Putri Dapat Mandat dari Kapolsek

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sebanyak 106 personel Polres Bogor melaksanakan upacara kenaikan pangkat di halaman Polres Bogor, Selasa (2/1). Dari sejumlah personel yang naik pangkat tersebut, tiga diantaranya adalah personel Polsek Gunung Putri Polres Bogor yakni Panit Lantas, Panit Reskrim dan Panit Sabhara.

Kapolsek Gunung Putri,  AKP Didin Komarudin, SH yang turut hadir dalam upacara kenaikan pangkat tersebut juga memberikan ucapan selamat kepada anggotanya.

Terkait kenaikan pangkat anggotanya itu, Kapolsek berpesan agar tidak berpuas diri karena semakin tinggi, maka semakin berat konsekuensi yang tengah dihadapi. Pasalnya, ada aspek pengetahuan, keterampilan dan loyalitas yang menjadi tanggung jawab harus diterima dari sebelumnya.

“Dengan kenaikan pangkat anggota kami, kita berharap peran dan fungsi personel bisa meningkat juga,” harap Kapolsek Gunung Putri AKP Didin Komarudin, SH kepada Jurnal Bogor.

Tentunya hal ini, sambung AKP Didin sapaan akrabnya, bisa dipraktikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari yakni bertanggung jawab dan disiplin dalam mengemban tugas sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

” Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan dengan jiwa disiplin dan tanggung jawab dalam mengemban setiap tugas-tugasnya,” pungkasnya penuh harap.

Sementara nama personil Polsek Gunung Putri yang naik 1 tingkatan yakni AKP Asep Jubaeri, S.I.P; IPTU Ekka Sakti Koeswanto, S.H; dan IPTU Agung Taupan Agustian, S.H.

** Nay Nur’ain

Warga Kembangkuning Bangun Jalan ke TPU Huni

0

Klapanunggal l Jurnal Bogor
Warga Kembangkuning membangun jalan beton ke TPU Huni Kampung Narogong RT 06/02, Desa Kembangkuning, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Pengecoran jalan tersebut dilaksanakan secara swadaya desa.

Ketua TPK Desa Kembangkuning Bambang menjelaskan, pekerjaan pengecoran jalan TPU Huni dikerjakan oleh Tim TPK Desa Kembang Kuning dan warga dengan panjang jalan yang dibangun beton  adalah 162 meter lebar 1,2 meter dan ketebalan 8 Cm.

”Kami bersama sebagian staf desa dan Tim TPK secara bergotong royong mengerjakan pengecoran pada jalan ini, serta melibatkan warga ikut bergotong royong demi kepentingan umum ini, dan sudah biasa setiap ada pembangunan fasilitas umum warga Desa Kembangkuning selalu ikut serta bekerja dengan antusias,”ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (2/1/2024).

”Perlu diketahui bersama pembangunan pengecoran jalan bersumber dari Padat Karya Tunai Desa (PKTD) kami berharap pembangunan jalan TPU Kampung Narogong ini bisa berdampak positif bagi warga Desa Kembangkuning serta bisa mempermudah akses warga terhadap fasilitas umum ini,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Desa Kembangkuning Zikri Imannudin Arsyad, S.T membenarkan pengecoran jalan TPU Huni dan pembangunan pengecoran itu melalui PKTD yang dikerjakan secara bersama – sama dengan tim TPK dan masyarakat kampung Narogong.

” Dengan dibangunnya jalan TPU Huni ini bisa lebih memudahkan akses jalan di areal TPU tersebut, dan beberapa hari ini ada salah satu warga Desa Kembangkuning yang meninggal dunia, pas di pemakaman jenazahnya pun bisa langsung dibawa dengan roda jenazah sampai ke liang lahat,” tandasnya.

Ia berharap kedepannya pembangunan khususnya di Desa Kembangkuning bisa lebih meningkat dan bisa terealisasikan jalan atau pembangunan lainnya yang belum terealisasikan.

(andi/nay)

Karyawan PT CAI Minta Haknya Segera Dibayar

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Puluhan karyawan PT Cahaya Alam Indonesia  (CAI) meminta hak mereka untuk segera dibayar oleh perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yang berkantor di Perum PGRI Ciampea Indah Blok P 5, RT 01 RW 05 Ciampea, Kabupaten Bogor.  Mereka mengaku belum mendapatkan upah selama tiga bulan.

Salah satu karyawan yang tidak bersedia disebutkan namanya menjelaskan, sudah tiga bulan bekerja  PT CAI namun ia mengaku kecewa lantaran saat ini upahnya belum dibayar.

“Belum dibayar selama tiga bulan, kami dan karyawan lainnya baru menerima upah nilainya variatif. Yang baru diterima relatif kecil. Namun, sejauh ini pihak perusahaan itu hanya bilang bersabar dan bersabar,” keluhnya, Selasa (2/1/2024).

Sesuai kesepakatan diluar lemburan, upah para pekerja diberikan  dari PT CAI per harinya sebesar Rp 55 ribu dihitung total gaji karyawan per bulannya Rp 1.500.000. “Katanya pihak perusahaan, gaji yang akan dibayar bagi para pekerja di setiap tanggal 10. Tetapi sudah tiga bulan terakhir ini perusahaan itu belum juga membayar gaji karyawan tersebut,” keluhnya.

Dia meminta perusahaan PT CAI untuk segera membayar  semua gaji karyawan. Sekitar 20 karyawan di PT CAI belum nerima gaji secara utuh sampai kapan harus menunggu.

“Kami minta hak-hak kami yang belum dibayarkan,” harapnya.

Sementara dikonfirmasi perihal dugaan sejumlah karyawan yang saat ini belum juga menerima upah, Dirut PT CAI Yopi Prasetia Irawan tak merespons.

(arip ekon)

Lepas Sambut Sekcam Bojonggede Digelar Camat Tenny Ramdhani

0

Bojonggede | Jurnal Bogor
Suasana ceria diwarnai haru biru, itulah acara lepas sambut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bojonggede yang digelar Camat Tenny Ramdhani, Jumat (29/12/2023).

Sekretaris Kecamatan Bojonggede Fitriana S.TP,M.Si, yang lebih dari setahun menduduki jabatannnya, oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dinaikan posisinya menjadi Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi di Dinas Sosial. Sementara penggantinya, Elfi Nila Hartani S.Pd,M.M, juga berasal dari kantor Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Camat Bojonggede Tenny Ramdhani mengatakan, acara lepas sambut sekretaris kecamatannya yang digelar tersebut selain sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada kedua pejabat Sekcam lama maupun yang baru.

“Juga ditujukan agar masyarakat dan semua pihak mengetahuinya. Apalagi Fitriana yang sudah saya anggap adik saya sendiri, baru sebulan membantu saya memimpin kinerja di Kantor Kecamatan Bojonggede, pascamutasi saya dari Kantor Kecamatan Dramaga,” kata Tenny Ramdhani kepada JurnalBogor.

Masih kata Camat, dengan kehadiran Elfi Nila Hartani yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Bogor menggantikan posisi Fitriana.

“Saya yakin kemampuan dan kehandalan kinerjanya pasti serupa dalam membantu Camat memimpin tugas di kecamatannya. Dengan demikian saya ucapkan selamat datang kepada Sekcam Bojonggede yang baru ibu Elfi Nila Hartani, dan selamat menjalankan tugas baru kepada ibu Fitriana di kantor Dinas Sosial Kabupaten Bogor,”tukasnya.

Fitriana, Sekretaris Kecamatan Bojong Gede yang dipindah tugaskan oleh Pemkab Bogor sebagai Kabid Rehabilitasi di Kantor Dinas Sosial menyatakan siap menjalankan tugas barunya dan siap ditempatkan dimana saja.

“Sebelum saya meninggalkan tugas jabatan saya sebagai Sekcam Bojong Gede, terlebih dahulu kepada semua rekan kinerja kecamatan baik kepada para staf, pegawai, para kepala seksi, terutama kepada Forkopincam Bojonggede, berikut kepada 8 kepala desa dan 1 lurah apabila ada kesalahan dan kekhilafan yang saya perbuat tidak disengaja sekiranya mohon dimaafkan. Selain itu saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua jajaran yang selama ini sudah menjalin kerjasamanya membangun wilayah Kecamatan Bojonggede,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Sekcam Baru Bojonggede Elfi Nila Hartani, menyatakan siap menjalankan tugas barunya sebagai Sekretaris Kecamatan Bojonggede.

Selesai berlangsungnya acara lepas sambut tersebut, suasana haru biru mulai terlihat saat semua pihak memberikan cinderamata diiringi salam perpisahan kepada Sekcam lama Fitriana.

(bayup)

Dipasang di Jembatan, APK Mulyadi Menuai Sorotan Warga

0

Caringin | Jurnal Bogor
Pemasangan alat peraga kampanye (APK) calon legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan V Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra, Mulyadi yang di Jembatan Cikereteg, Caringin, menuai sorotan dari warga. Sebab, APK Caleg Partai Gerindra yang berjejer tersebut dinilai merusak estetika jembatan.

Indra, warga Kecamatan Caringin menilai, pemasangan baliho Caleg dari Partai Gerindra di lokasi Jembatan Cikereteg, mengganggu keindahan jembatan yang belum lama ini selesai dibangun pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR).

Harusnya, kata Indra, sebelum baliho itu dipasang di jembatan, terlebih dulu tim sukses atau koordinator pemenangan Caleg mengkaji, baik dari aspek estetika maupun sosial.

“Secara estetika apakah bagus tidak bila dipasang di jembatan. Begitu juga dari aspek sosial, mengganggu apa tidak terhadap warga terutama para pengguna jalan,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat berada di SPBU Cikereteg.

Menurutnya, banyak sekali APK para Caleg dipasang di jembatan yang ada di ruas Jalan Bocimi (Bogor, Ciawi dan Sukabumi), kerap mengganggu pengendara karena baliho tersebut jatuh dan menghalangi jalan.

“Saya pernah lihat Baliho Caleg DPR RI dari Partai Nasdem yang dipasang di Jembatan Cimande rubuh hingga jatuh ke jalan. Dan tidak sedikit para pengendara merasa terganggu lantaran jalan terhalang,” papar Indra.

Berkaca dari kejadian tersebut, Indra pun minta agar para Caleg, mulai dari DPR RI, Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten Bogor, untuk tidak memasang APK secara asal tanpa memperhatikan estetika dan mengganggu kenyamanan warga.

“Semua jembatan yang ada di jalur ini, seperti Jembatan Cikereteg, Cimande, Caringin sampai Pasir Muncang, saya lihat sudah penuh oleh APK Mulyadi yang berjejer kiri dan kanan,” tegasnya.

Indra berharap, panitia pengawas (Panwas) bekerjasama dengan Kepala Seksi (Kasi) Ketertiban Umum Kecamatan Caringin, menertibkan baliho atau APK Caleg yang dipasang sembarangan dan mengganggu warga, harus ditertibkan.

“Saya juga ingin tahu aturannya,  kalau APK dipasang di jembatan diperbolehkan atau tidak. Jembatan kan masuk kedalam fasilitas umum,” imbuhnya.

Sebelumnya, APK Caleg DPR RI dari Partai Nasdem daerah pemilihan V Kabupaten Bogor nomor urut 2, Jora Nilam Judge yang dipasang di Jembatan Cimande Caringin, rubuh dan jatuh ke jalan. Parahnya lagi hingga beberapa hari, kondisi baliho calon wakil rakyat itu masih tetap berada di bahu Jalan Bocimi dan menghalangi trotoar Jembatan Cimande.

(dede suhendar)