30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 356

Dinas PUPR Secepatnya Sampaikan Kerusakan Jalan Panyaungan Nanggung Curugbitung

0

Nanggung lJurnal Bogor
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) wilayah VI Cigudeg Boby Wahyudi akan secepatnya menginformasikan penyedia jasa pelaksa pembangunan ruas Jalan Panyaungan -Nanggung -Curugbitung yang mengalami kerusakan agar segera diperbaiki.

“Kami akan bersurat kepada ke pihak ketiga hal ini penyedia jasa agar perbaikan jalan Panyaungan Nanggung Curugbitung segera dilakukan perbaikan,” singkat Boby saat dihubungi Jurnal Bogor, Kamis (5/1/2024).

Sebelumnya diberitakan, belum genap satu bulan selesai dikerjakan, rekonstruksi pembangunan Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung, yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor sudah mengalami banyak kerusakan.

Di sepanjang jalan yang dibangun oleh penyedia CV Lima Saudara Mandiri dan Konsultan Pengawas dari PT Nasuma Putra tersebut terlihat puluhan keretakan, selain keretakan yang memanjang juga terdapat dua titik jalan itu sudah terkelupas dan menimbulkan debu.

Kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten dengan menelan biaya hampir dua miliar itu disayangkan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Sangat disayangkan dengan menelan biaya 1,8 miliar belum satu bulan selesai dikerjakan sudah alami kerusakan,” kata warga sekitar Rofiudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Dia menjelaskan, pada saat pembangunan berjalan pengecoran memang sudah  sangat merugikan masyarakat dan tidak ada untuk keselamatan pengguna jalan. Saat ini setelah dihitung sebanyak puluhan keretakan di sepanjang jalan tersebut.

“Ada 25 keretakan yang memanjang, belum keretakan yang kecil. Dugaan kita pengerjaan jalan itu dikerjakan asal-asalan dan hanya menimbulkan kerugian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, instansi terkait untuk segera turun dan melihat langsung hasil pengerjaan jalan tersebut serta untuk diberikan teguran kepada pemborong.

“Dinas terkait diharapkan untuk turun dan melihat langsung hasil pengerjaan yang belum lama ini dikerjakan sudah alami kerusakan pada bagian jalan yang baru dicor beton,” jelasnya.

Di tempat terpisah Ketua Diaspora Mahasiswa Muhammadiyah Nanggung (DMMN) Refi mengatakan, melihat hasil dari pengerjaan tersebut sangat disayangkan, seharusnya Dinas PUPR Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap pembangunan jalan yang ada di wilayahnya.

“Seharusnya, Dinas PUPR segera meninjau ke lokasi dan cek pembangunan fisik di lapangan. Karena ini sangat disayangkan dengan menelan biaya yang cukup besar akan tetapi hasilnya merugikan masyarakat,” pungkasnya.

(arip ekon/andres)

Huntap di Bantarkaret Segera Dihuni

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Pascabencana alam tiga tahun lalu yang terjadi di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan banyaknya kerusakan rumah akibat tanah longsor kini tak lama lagi akan menempati bangunan  hunian tetap (huntap).

Salah satu Kelompok Kerja Masyarakat Pelaksana Huntap H.Sastra atau yang lebih akrab dipanggil H Bombom menerangkan progres pekerjaan pembangunan huntap  berjalan sesuai rencana dan pengerjaannya telah mencapai 80  persen.

“Capaian progres  85 unit bangunan hunian tetap bagi korban bencana alam tak lama lagi  segera rampung,” kata H Bombom kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Seluas hampir 2 hektare tanah, ditempati 85 hunian tetap dibangun di dua titik lokasi, yakni di  Kampung Bantarkaret dan di Kampung Gunung Dahu.

“Huntap telah mendekati rampung, progresnya tinggal pembangunan infrastruktur jalan, pemasangan KHW Listrik, pemasangan PJU berikut perbaikan saluran air dilokasi huntap tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, kata Bombom mengingat lokasi hunian tetap kini tak jauh dari tebingan, maka diharapkan tahun 2024 ini  Pemkab Bogor segera merencanakan untuk dibangunannya Tembok Penahan Tebing (TPT).

“Mengingat tempat relokasi huntap, menurutnya sangat urgen, maka  sekitar 200 meteran TPT yang harus dibangun,” paparnya.

“Percepatan penyelesaian bangunan huntap di Kabupaten Bogor terus dilakukan agar masyarakat dapat segera menempati hunian tetap permanen,” sambung Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Bogor, Iin Kamaluddin.

Selain huntap, kata Iin, bangunan lainnya sesuai kebutuhan maka DPKPP memfokuskan di area hunin tetap itu dibangun TPT.

“Tentu bukan hanya di wilayah Nanggung, akan tetapi bangunan TPT dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor berlangsungnya pada pengerjaan huntap dampak bencana alam tersebut. TPT dibangun, selain kajian badan geologi namun hal ini untuk mencegah potensi bencana longsor di kawasan bangunan huntap itu,” tukasnya.

(arip ekon)

Kacau !! Telan Anggaran Hampir Rp2 Miliar, Belum 1 Bulan Selesai Dibangun Sudah Rusak Lagi

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Belum genap satu bulan selesai dikerjakan, rekonstruksi pembangunan Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung, yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor sudah mengalami banyak kerusakan.

Di sepanjang jalan yang dibangun oleh penyedia CV Lima Saudara Mandiri dan Konsultan Pengawas dari PT Nasuma Putra tersebut terlihat puluhan keretakan, selain keretakan yang memanjang juga terdapat dua titik jalan itu sudah terkelupas dan menimbulkan debu. Kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten dengan menelan biaya hampir dua miliar itu disayangkan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Sangat disayangkan dengan menelan biaya 1,8 miliar belum satu bulan selesai dikerjakan sudah alami kerusakan,” kata warga sekitar Rofiudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Dia menjelaskan, pada saat pembangunan berjalan pengecoran memang sudah  sangat merugikan masyarakat dan tidak ada untuk keselamatan pengguna jalan. Saat ini setelah dihitung sebanyak puluhan keretakan di sepanjang jalan tersebut.

“Ada 25 keretakan yang memanjang, belum keretakan yang kecil. Dugaan kita pengerjaan jalan itu dikerjakan asal-asalan dan hanya menimbulkan kerugian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, instansi terkait untuk segera turun dan melihat langsung hasil pengerjaan jalan tersebut serta untuk diberikan teguran kepada pemborong.

“Dinas terkait diharapkan untuk turun dan melihat langsung hasil pengerjaan yang belum lama ini dikerjakan sudah alami kerusakan pada bagian jalan yang baru dicor beton,” jelasnya.

Di tempat terpisah Ketua Diaspora Mahasiswa Muhammadiyah Nanggung (DMMN) Refi mengatakan, melihat hasil dari pengerjaan tersebut sangat disayangkan, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap pembangunan jalan yang ada di wilayahnya.

“Seharusnya, Dinas PUPR segera meninjau ke lokasi dan cek pembangunan fisik di lapangan. Karena ini sangat disayangkan dengan menelan biaya yang cukup besar akan tetapi hasilnya merugikan masyarakat,” pungkasnya.

(andres)

Disnaker Respons Keluhan Pekerja CAI yang Belum Dibayar

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor merespons keluhan puluhan karyawan PT Cinta Alam Indonesia (CAI) yang diduga belum menerima gaji selama tiga bulan. Bagian mediator hubungan Industrial Disnaker Iwan Junaidi akan menyikapi persoalan karyawan PT CAI tersebut.

Iwan menyatakan akan turun langsung melalui UPTD pengawasan ketenagakerjaan yang berada di Jalan  Raya Bogor Blok Masjid No.6 RT03, RW 03  Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor.

“Agar masalah ini bisa ditangani, nanti kami komunikasikan dengan UPTD pengawasan ketenagakerjaan,” kata Iwan Junaidi saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Namun, langkah pertama pihak pekerja mengajukan perundingan bipartit (perundingan antara pekerja dengan pengusaha) sebanyak dua kali dengan bukti risalah hasil perundingan bipartit tersebut. Nantinya, kalau bersepakat dibuat perjanjian bersama. Seandainya kalau dua kali perundingan gagal atau tidak sepakat maka dibuat surat permohonan mediasi kepada Kadisnaker dengan dilampiri risalah hasil perundingan bipartit.

“Maka  nantinya Disnaker akan meminta klarifikasi kedua belah pihak, antara pihak perusahaan dengan pekerja yang kemudian diarahkan untuk musyawarah mufakat,” tutur Iwan.

Dengan begitu, terlebih dulu kami akan komunikasi dengan UPTD pengawasan ketenagakerjaan untuk mengetahui lebih lanjut dari perusahaan CAI tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan karyawan dari PT CAI meminta hak mereka untuk segera dibayarkan.

Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi tepatnya yang berada di Perum PGRI Ciampea Indah Blok P 5, RT 01 RW 05 Ciampea, Kabupaten Bogor diduga belum memberikan upah bagi para pekerja selama tiga bulan.

Salah satu karyawan yang tidak bersedia disebutkan namanya menejelaskan sudah tiga bulan bekerja  PT CAI namun ia mengaku kecewa lantaran saat ini upahnya belum dibayar.

“Belum dibayar, selama tiga bulan kami dan karyawan lainnya baru menerima upah nilainya variatif. Yang baru diterima relatif kecil,” ujarnya.

Sesuai kesepakatan diluar lemburan, upah para pekerja diberikan dari PT CAI per harinya yakni sebesar Rp 55 ribu  dihitung total gaji karyawan per bulannya Rp 1.500.000. “Gaji yang akan dibayar bagi para pekerja di setiap tanggal 10. Namun, sejauh ini pihak perusahaan itu hanya bilang bersabar dan bersabar,” jelasnya.

(arip ekon)

Bantuan Pemerintah Ditunggu! Keluarga Acu Memprihatinkan

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Kehadiran pemerintah untuk membantu kondisi keluarga Acu (73) dan istrinya Iyah (65) sangat ditunggu-tunggu. Sebab saat ini kondisi ekonomi pasangan pasutri warga Kampung Cibinong, Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor ini memprihatinkan.

Selain ekonomi untuk pangan kesehariannya, keluarga ini yang perlu diperhatikan adalah kesehatan keduanya.

Keluarga Acu, Samsul mengatakan, kondisi  keluarga Acu sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah. Mengingat Acu dan istri kondisi kesehatannya sudah menurun, sehingga  belasan tahun tidak dapat bekerja.

“Kondisi kesehatan, pak Acu  komplikasi penyakit sudah 5 tahun sementara kesehatan istri memiliki penyakit asam urat,” katanya, Rabu (3/1/2024).

Dia menjelaskan, Acu sebelumnya bekerja menjadi sopir pengangkut pasir batu kali. Namun karena penyakitnya tidak berujung sembuh sehingga belasan tahun tidak dapat bekerja.

“Kondisi ekonominya memprihatinkan, karena sudah gak bisa  kerja selama 13 tahun,” jelasnya.

Dia membeberkan, meski  Acu memiliki enam orang anak, akan tetapi anak-anaknya sudah berkeluarga yang merupakan bekerja jadi sopir angkot.

 “Anaknya punya enam, tapi anak-anaknya sopir angkot jadi gak bisa memenuhi kebutuhan ibu dan bapaknya,” katanya.

Dia berharap, pemerintah saat ini dapat memberikan keringanan melalui bantuan seperti program UMKM.

“Sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa program UMKM dan BPJS PIB dan rumah yang sekarang ditempat ini sudah tidak layak huni,” pungkasnya.

(andres)

Kades Dramaga Lantik Puluhan Ketua RT dan RW

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Kepala Desa Dramaga Yayat Supriatna melantik  27 RT dan 7 RW periode 2024-2028 di aula GOR Desa Dramaga, Kabupaten Bogor. Yayat menyampaikan ucapan selamat kepada ketua RT dan RW yang telah dilantik dan ia berharap amanah yang diberikan oleh masyarakat dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Sebagai Kades saya mengucapkan selamat kepada ketua RT dan RW yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik untuk memajukan masyarakat desa di lingkungan masing-masing,” ucapnya, Rabu (3/1).

Sementara itu, Sekcam Dramaga Ine Handayani menjelaskan Ketua RT dan RW adalah lembaga kemasyarakatan yang berperan membantu pemerintah desa dalam penyelenggaraan urusan pemerintah di lingkungan RT dan RW di wilayah desa.

Pascapelantikan 27 RT dan 7 RW yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Dramaga, mereka harus bisa bersinergi dengan kepala desa dan masyarakat dalam mencapai program pemerintah dan menjelang pesta demokrasi.

“Selain RT mendapatkan honor dari pemerintah  ada juga tambahan  BPJS Ketenagakerjaan dari DPMBD Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Saat pelantikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan ketua Rukun Warga (RW) hasil pemilihan, turut hadir juga Sekcam Dramaga, BPD Desa Dramaga dan Babinsa Dramaga.

(arip ekon)

Bisnis Waralaba Merambah ke Bengkel

0

Ini Syarat dan Keuntungannya Buka Usaha di Zebua Motor

Bogor | Jurnal Bogor
Bisnis waralaba merupakan cara yang lebih mudah untuk memulai usaha bengkel motor maupun mobil. Pilihan usaha waralaba bengkel motor terdekat yang tersedia ada banyak.

Jika berbicara tentang waralaba atau franchise, yang ada di pikiran banyak orang adalah bisnis kuliner, mau itu minuman, kopi, ayam goreng, dan lain-lain. Namun, sekarang ini bisnis waralaba bukan hanya di dunia kuliner saja, tetapi juga di bidang lain seperti otomotif.

Banyak bengkel yang membuka program kemitraan dalam bisnis bengkel motor atau mobil, jasa servis, hingga penjualan suku cadang/spareparts. Biasanya mereka memiliki program kemitraan yang menawarkan fasilitas dan keuntungan yang beragam.

Zebua Motor  merupakan brand bengkel motor di Kota Bogor maupun di Kabupaten Bogor yang melayani perawatan motor, terutama jenis 250 cc ke bawah. Didirikan pada 2013 oleh Andreas Zebua.

Di Zebua Motor, perawatan sepeda motor dilakukan oleh mekanik profesional menggunakan peralatan lengkap. Suku cadang yang digunakan pun juga berupa genuine sparepart. Ditambah lagi, di Zebua Motor juga memberikan garansi servis.

“Untuk menjadi mitra waralaba bengkel Zebua Motor, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, serta beberapa tahap yang harus dilalui,” kata owner Zebua Motor Andreas Zebua, Rabu (3/1).

Persyaratan lokasi bengkel memiliki lebar minimal 5 meter, dengan luas bersih minimal 60 meter persegi dan memiliki tempat parkir yang cukup. Dana awal yang dibutuhkan untuk proses awal sekitar Rp100 juta hingga Rp350 juta. Dana tersebut belum termasuk perombakan lokasi.

Tahap-tahap yang harus dilalui berawal dari pengiriman data alamat lokasi, layout dan dimensi bangunan, dan foto ruko kepada pihak Zebua Motor. Setelah itu, pihak Zebua Motor melakukan survei ke lapangan, dan jika dinilai baik akan berlanjut ke proses kesepakatan dan transaksi.

Sesudahnya, dana kebutuhan awal akan ditransfer ke mitra untuk melakukan pembangunan atau renovasi, persiapan kebutuhan operasional, dan pelatihan tenaga kerja. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 45 hari, sebelum akhirnya bengkel motor waralaba Zebua Motor dibuka (soft opening dan grand opening).

Hasil akhirnya adalah bengkel akan memiliki empat sampai tujuh pit service dan SDM sebanyak enam sampai 14 orang. Target penjualan yang ditetapkan sekitar Rp5 – 9 juta per hari, dengan Return of Investment (ROI) atau balik modal setelah usaha berjalan 18 – 24 bulan.

(wawan h)

Jadi Problem Solving Asesor, IASPRO Bogor Raya Resmi Dilantik

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) Bogor Raya (Kab/Kota Bogor, Kab/Kota Sukabumi, Kab Cianjur) periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Wakil Ketua IASPRO Dewan Pengurus Nasional Dr Ir. H. Wahyu Adiartono, MBA ,PhD pada 3 Januari 2024  di Aula Yayasan Pendidikan Islam Ar Rohman,  Karadenan-Cibinong, Kabupaten Bogor.

Wahyu Adiartono memberikan apresiasi dengan terbentuknya IASPRO DPC Bogor Raya yang meliputi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Harapan terbentuknya IASPRO DPC Bogor Raya dapat menaungi seluruh asesor kompetensi yang ada di Bogor Raya.

“DPC IASPRO Bogor Raya juga diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan, jumlah dan problem solving  asesor di wilayah Bogor Raya. Dengan adanya IASPRO DPC Bogor Raya, tentunya akan memberikan manfaat yang optimal bagi para anggotanya dalam rangka meningkatkan kualitas layanan asesmen kompetensi khususnya di DPC Bogor Raya, sehingga dalam waktu dekat sudah mampu memberikan kontribusi berupa program kerja dan hasil kerja,” jelasnya.

Sekretaris  Dinas ketenagakerjaan Kabupaten Bogor Drs. Nana Mulyana, M.Si menyatakan, saat ini ada 5,4 juta penduduk di Kabupaten Bogor, ini merupakan penduduk terbesar kabupaten di seluruh dunia. “Dengan terbentuknya IASPRO DPC Bogor Raya menjadi jembatan dalam peningkatan kompetensinya,” kata dia.

Sementara Dr. R. Agus Riyanta, MPd selaku Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar Rohman, Ketua BMPS Kabupaten Bogor dan Ketua Forum Doktor Manajemen Pendidikan menyampaikan selamat atas dilantiknya pengurus DPC IASPRO Bogor Raya. Sinergi dan kolaborasi tentunya sangat dibutuhkan untuk pengembangan tenaga pendidik di Kabupaten Bogor. Kompetensi tidak hanya tercermin dalam aspek pengetahuan (knowledge) maupun keahlian (skill), namun sebagai satu kesatuan yang terwujud dalam perilaku (attitude) dan secara nyata dapat berkonstribusi positif terhadap pembangunan manusia seutuhnya, khususnya di Bogor Raya.

Sedangkan Ketua DPC IASPRO Bogor Raya Periode 2024-2029 menyampaikan bahwa Di era Revolusi 4.0 menuju era Society 5.0, setiap manusia dituntut untuk dapat lebih memiliki kemampuan dam kompetensi memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, dan kreativitas.  IASPRO sebagai sebuah organisasi profesi yang professional tentunya perlu cepat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang sangat dinamis. 

Dia juga menyampaikan barwa tantangan kedepan adalah bagaimana menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar dapat memberikan layanan yang layanan asesmen yang cepat, tepat dan profesional serta output rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi pengguna, dan tentunya berdampak pula terhadap pemberdayaan sumber daya manusia yang lebih produktif.

Dengan semangat kuat, DPC IASPRO Bogor Raya dibawah koordinasi Ketua Dr. Ir. Bambang Nuryanto, MSi, dan Sekretaris Dr. Suratni, SE, MM mampu membangun kebersamaan, ketulusan dan kerja 5As (kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja iklas dan kerja berkualitas)  tentunya hal itu akan dapat terwujud. Hal ini sesuai dengan tagline IASPRO DPC Bogor Raya: Think Growth Together.

Pelantikan ini mendapatkan sponsor PT. LSP Perasuransian Indonesia,  LSP Human Capital Management Indonesia, PT Global Ultima Taleta, LPK Aimtraice Indonesia, Unit Pengelola Asrama Mahasiswa IPB University, D’Tara-Cita Rasa Nusantara dan Yayasan Pendidikan Islam Ar Rohman Bogor. “Coming together is a beginning; keeping together is progress; working together is success.”

(wawan h)

Terbakar Cemburu, FM Nekat Pukul Wajah Tunangannya Hingga Berdarah

0

jurnalinspirasi.co.id – Akibat dibakar cemburu lantaran melihat foto mantan kekasih dari tunangannya FM, warga Bogor Tengah nekat meninju wajah AA, warga Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Selasa (2/1) sekira pukul 15.30 WIB di Jalan Abesin, Kecamatan Bogor Tengah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika FM ingin mengantarkan AA menuju kediamannya menggunakan sepeda motor. Namun, ketika itu pelaku melihat foto mantan kekasih dari tunangannya di HP korban. Hal itu sontak membuat pelaku naik pitam.

“Pelaku langsung mengepakan tangan ke arah wajah korban. Sehingga menyebabkan kacamata korban pecah, dan membuat serpihan kaca melukai wajah korban,” katanya.

Mendapat laporan tersebut, kata Kompol Luthfi, polisi langsung bergerak mengamankan FM di rumahnya, dan langsung menggelandangnya ke Mako Polresta Bogor Kota.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap korban, pelaku dan para saksi,” ucapnya.

Namun, sambungnya, kasus tersebut berujung mediasi dari kedua belah pihak yang mana pelaku merupakan tunangan dari korban. “Sehingga keluarga besar kedua belah pihak sepakat untuk berdamai,” tandasnya.* Fredy Kristianto