33.2 C
Bogor
Friday, July 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 251

Ada ‘Putra Emas’ Maju Pilwalkot Bogor, Warga Kedung Halang: Dokter Rayendra Harga Mati!

0

jurnalinspirasi.co.id – Warga Kedunghalang mengobarkan dukungan kuat untuk Cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana. Kobaran itu dilantangkan saat gelaran dialog Ngariung Sehat di Gang Kembang, Kelurahan Kedunghalang, Kota Bogor pada Selasa (15/10/2024).

Bukan tanpa alasan, Paslon nomor 5 itu dinilai sebagai satu-satunya yang berlatar belakang murni profesional, bukan mewakili elit politik. Apalagi, Dokter bernama lengkap Raendi Rayendra merupakan putra asal Kedung Halang.

Lebih dari dua dekade ia melakoni profesi dokter hingga mendapat gelar fellow kedokteran tingkat Asia. Di dunia pendidikan, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen ASN UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, selama 15 tahun. Dokter Rayendra juga mapan sebagai pengusaha sukses di bidang kesehatan kulit.

Sedangkan Sang Wakil Wali Kota, Eka Maulana Djehan, merupakan pengusaha sukses yang berasal dari keluarga tokoh masyarakat Bogor, mendiang Ellief Djehan.

Eka Maulana pun punya pengalaman panjang di dunia ekonomi dan kepemudaan. Ia memulai karirnya 17 tahun silam sebagai fundraiser Greenpeace Indonesia. Hingga kini, Eka Maulana sukses memimpin berbagai perusahaan di bidang media advertising hingga swadaya.

Eka Maulana juga aktif mendirikan dan memimpin organisasi kepemudaan seperti Bogor Youth Action. Kepemimpinan dan kontribusinya teruji lewat pengalaman panjang hingga kini.

“Dokter Rayendra pokoknya harga mati buat kami, warga Kedunghalang,” lantang sejumlah warga.

Mereka telah lama mengidamkan sosok pemimpin ‘Putra Daerah’ yang mewakili rakyat. Sebagaimana Dokter Rayendra yang berasal murni dari kalangan profesional di masyarakat.

“Dokter Rayendra bukan politisi, sederajat dengan kami warga Kedunghalang, tapi punya keberanian mewakili kepentingan masyarakat,” tukas warga.

** Fredy Kristianto

Kampanye Tak Biasa Cawalkot Bogor Nomor 5, Warga: Kreatif! Pake Tes Mata

0

jurnalinspirasi.co.id – Paslon Cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana punya cara unik berkampanye lewat media luar ruang. Hal itu lantas menarik sejumlah warga Bogor untuk turut berkomentar.

“Kreatif! Unik pake tes mata,” ujar warga saat dialog Ngariung Sehat di Kedung Halang, Selasa (15/10/2024).

Tak mengherankan, alih-alih memajang foto profil, satu-satunya paslon profesional di Pilwalkot Bogor 2024 itu malah memajang tes kesehatan mata pada papan iklan yang terpampang di Jalan Raya Pajajaran, sejak Minggu (13/10/2024).

Pada papan iklan tersebut tertulis “Tes Mata”, beserta elemen tes buta warna yang menunjukkan nomor 5. Tertulis pula keterangan “Jika Tidak Terlihat Angka, Hubungi Dokter”.

Kampanye kreatif itu sontak mengundang banyak reaksi warga Bogor. Tak terkecuali di media sosial.

“Well played! Kampanye yang di luar dugaan,” tulis akun Instagram @ich****fadh.li, dikutip Selasa (15/10/2024).

“Ini kampanye benar. Ada pajaknya. Jangan pilih yang pasang spanduk sembarangan, tidak mendidik,” tambah akun @dimensi_*ideo.

Bahkan, kampanye kreatif Dokter Rayendra – Eka Maulana juga mengundang komentar yang menyentil. Salah satunya ditulis oleh netizen dengan akun Instagram @muhammad****13.

“Coba pejabat disuruh tes mata juga, soalnya banyak yang ga ngeliat kepentingan rakyat,” tulis akun Instagram @muhammad****13.

Kampanye Dokter Rayendra – Eka Maulana dinilai jadi daya tarik baru dalam berpolitik. Warga berharap, dengan hadirnya sosok profesional dalam Pilwalkot Bogor, jadi angin segar tampuk kepemimpinan Kota Bogor ke depan.

** Fredy Kristianto

Kartu SIM dengan Pengenalan Wajah? Bersiaplah untuk 2025!

0

Jurnalinspirasi.co.id – Tiga operator seluler terkemuka di Indonesia, yakni XL Axiata, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo Hutchison, telah sukses melaksanakan uji coba registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan bahwa regulasi ini akan mulai diterapkan pada tahun 2025.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa keberhasilan uji coba ini menandakan kesiapan industri telekomunikasi dalam mengimplementasikan aturan baru terkait pengaktifan nomor seluler prabayar dengan teknologi biometrik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan data pelanggan.

Dengan adanya validasi tambahan melalui pengenalan wajah, data pelanggan seluler akan menjadi lebih akurat dibandingkan sebelumnya. Wayan menjelaskan bahwa ini merupakan strategi terbaru untuk mengatasi penipuan yang masih terjadi meskipun registrasi sudah menggunakan data NIK dan Nomor KK.

Meskipun uji coba registrasi SIM card dengan teknologi biometrik telah berhasil, Wayan menekankan bahwa proses penerapan aturan ini masih memerlukan waktu yang panjang. Nantinya, registrasi ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Dirjen PPI yang mengatur aspek teknisnya.

**Dedi R.

Ma’ had Sunnah SKOBA Dukung Program Pemerintah Menekan Angka Stunting

0

Parung | Jurnal Bogor – Ma’had Sunnah SKOBA Madani, Parung, yang merupakan Mitra PKBM Bakti Nusa sejak 2022 menginisiasi program kampanye dengan tema “Indonesia Zero Stunting”.

Kampanye ini resmi dimulai Kamis, 3 Oktober 2024 dengan menerjunkan 9 santriwati hafizh Qur’an vokasi kedokteran untuk terjun langsung ke Posyandu Teratai, Kampung Pulo, Desa Warujaya, Parung Kabupaten Bogor.

Program ini dipimpin oleh Ketua Kader Posyandu Iis Fitria Sari dan Ibu Halimah, serta di bawah pengawasan Ibu Lurah Yayom.

Kepala Sekolah Vokasi Kedokteran Ma’had SKOBA Madani, Anita Fitriani (cand) S,PD menjelaskan bahwa kampanye ini sepenuhnya digagas oleh Ma’had Sunnah SKOBA Madani dan dilaksanakan melalui parade keliling ke 100 posyandu di Indonesia.

“InsyaAllah, target kami adalah menjangkau 100 posyandu di seluruh Indonesia. Kami ingin turut serta mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting di tanah air,” Selasa (15/10).

Besar harapan kami bisa memecahkan rekor MURI dengan melibatkan 9 santriwati hafizh Qur’an Vokasi Kedokteran dalam kampanye Indonesia Zero Stunting di 100 posyandu,” ungkapnya.

Namun demikian, ia juga berharap program ini mendapatkan dukungan dari pemerintah dan sektor swasta, mengingat kampanye ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi dari berbagai pihak.

Dengan melibatkan 9 santriwati terbaik dalam kampanye ini, yaitu Danish Hafizha, Shaeza Sabira, Adhwa Talita, Ghadiza Fadhila, Nida Nadia, Azeeya Humaira, Ayu Naomi, Caliana Nafisah, dan Intan Rizqi.

“Alhamdulillah, para santri sudah dibekali dengan ilmu komunikasi terapeutik serta cara memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu peserta posyandu,” jelasnya.

Masih kata Anita, Ma’had SKOBA Madani, para santri dibiasakan untuk presentasi keilmuan dan dilatih keterampilan public speaking. “Mudah-mudahan program ini akan berjalan lancar,” harapnya.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas, menyelamatkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual generasi muda adalah langkah penting,” tegasnya. (*)

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah, Jaro Ade Respons Komunikasi dengan Komisi III dan DLH pun Langsung Bersihkan Sampah

0

JURNAL Inspirasi – Doa masyarakat Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor akhirnya dikabulkan. Tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap dan mengancam kesehatan yang selalu dikeluhkan warga akhirnya diangkut petugas kebersihan.

“Apa yang menjadi keluhan masyarakat Desa Jampang khususnya warga yang tinggal di wilayah RW 06 Desa Jampang terkait tumpukan sampah, akhirnya sampah tersebut diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, Selasa (15/10/2024).

Kang Aan, sapaan akrabnya, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor yang sudah menurunkan armada pengangkut sampah plus menerjunkan sejumlah personil petugas kebesihan.

“Sebagai wakil rakyat, tentunya saya memiliki kewajiban untuk menyampaikan keluhan masyarakat dan alhamdulilah dinas terkait pun merespon dengan baik dan mengambil langkah cepat untuk menindaklanjutinya,” tutur politisi Golkar itu.

Keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah yang sangat mengganggu itu, disampaikan masyarakat saat kampanyeu paslon nomor urut 1, Rudy Susmanto – Jaro Ade di wilayah Desa Jampang, Kecamatan Kemang.

“Waktu itu saya berdialog dengan masyarakat Jampang dan hampir semua masyarakat khsusunya di wilayah RW 06 mengeluhkan bau sampah yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan, dan aspirasi itu saya tampung,” ujar Jaro Ade.

Usai menampung aspirasi mayarakat, Jaro Ade pun berkomunikasi dengan pimpinan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor agar ditindak lanjuti keluhan masyarakat Jampang tersebut.

“Alhamdulilah anggota dewan pun gerak cepat berkomunikasi dengan dinas terkait dan langsung diambil tindakan. Akhirnya sampah itupun diangkut petugas kebersihan,” kata Jaro Ade.

Kolaborasi yang terjalin antara anggota dewan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memang seharusnya terjalin sinergitas dan harmonisasi, agar semua persoalan di masyarakat ditindak lanjuti dan diberikan solusi konkrit.

“Jika eksekutif dengan legislatifnya kompak, saya yakin persoalan sebesar apapun bisa ditangani dan diberikan solusi yang menguntungkan bagi masyarakat, karena pada dasarnya pemerintah itu harus melayani masyarakat,” pungkasnya.

Kemenangan di Dapil 1, Cabup Rudy Ingin 90 Persen

0

JURNAL Inspirasi – Rudy Susmanto mentargetkan raihan suara di daerah pemilihan (Dapil) satu Kabupaten Bogor sebesar 90 persen pada Pilkada Kabupaten Bogor di 27 November mendatang.

Hal itu ditegaskan Calon Bupati (Cabup) Bogor nomor urut 1 itu saat melakukan konsolidasi dengan Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Cibinong dan Citeureup di Kampung Patriot, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa (15/10/24).

Menurut Rudy Susmanto, target itu terbilang realistis karena Dapil satu yang terdiri dari 4 Kecamatan yakni Cibinong, Citeureup, Sukaraja dan Babakan Madang ini merupakan lumbung suara saat dia mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif sejak 2019 dan 2024 kemarin.

“Khusus di Dapil 1, saya mentargetkan dengan jumlah pemilih dari kurang lebih 800 ribu pemilih, target saya gak muluk-muluk, cukup 400 ribu suara,” tegas Rudy Susmanto.

Rudy menjelaskan target suara itu dipasang karena raihan suaranya di Pileg 2024 kemarin hampir menembus 50 ribu. Maka jika dikali 10 persen akan menghasilkan 500 ribu suara.

Dia juga menjelaskan alasan kenapa tidak mentargetkan 700 ribu suara, karena pada Pilkada, pemilih tidak akan mencapai 100 persen. Diprediksi partisipasinya hanya 70 persen.

“Maka dari 800 ribu yang menyalurkan hak pilihnya hanya 490 ribu. Kalau nargetin 400 ribu kan itu cukup besar, 80 sampai 90 persen,” jelasnya.

Merespon target itu, Ketua PAC Gerindra Kecamatan Cibinong, Bambang mengaku sudah siap. Dia juga sudah memerintahkan kadernya untuk berjuang agar target yang diberikan Cabup Rudy Susmanto bisa tercapai.

“Tinggal beberapa hari lagi kita menghadapi pemilihan Bupati. Kami mohon perjuangan bapak ibu untuk memenangkan Rudy Susmanto di Dapil 1,” tegas Bambang.

Ketua Badan Pemenangan Koalisi Kecamatan Cibinong itu juga menyampaikan bahwa Rudy Susmanto ini menjadi kepanjangan tangan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Bahkan, ajudan pribadi Prabowo dan beberapa Menteri sudah memberikan sinyal kepada Rudy untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor melalui permintaan data anggaran perbaikan jalan dan sarana pendidikan.

“Jadi kepercayaan prabowo terhadap Rudy Susmanto sudah tidak diragukan lagi. Prabowo menaruh harapan besar kepada Rudy Susmanto untuk benar-benar membangun Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, kunci keberhasilan dan kemenangan Rudy Susmanto untuk bisa menjadi Bupati Bogor dan menjalankan amanah dari Prabowo, yakni dengan raihan suara sesuai target.

“Tapi tentunya untuk menjadi bupati kuncinya adalah kemenangan yang berasal dari suara masyarakat Kabupaten Bogor. Disinilah saya memohon untuk memberikan kontribusi dengan mencari pundi-pundi suara demi kemenangan Rudy Susmanto,” tuturnya.

Menurutnya, kemenangan Rudy Susmanto bukan hanya untuk kepentingan pribadinya saja. Tapi lebih dari itu kepentingan Kabupaten Bogor agar lebih maju.

(yev/rls)

Dokter Rayendra Janji Perjuangkan Peningkatan Kuota Haji

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wali Kota Bogor nomor urut 5, Dokter Raendi Rayendra memenuhi undangan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cabang Kota Bogor, pada Selasa (15/10/2024).

Dengan didampingi tim pemenangan, Dokter Rayendra menyapa puluhan pengurus dan anggota IPHI. Kemudian, Ia memaparkan visi misi dan program-programnya yang dimilikinya untuk membangun Kota Bogor ke depan bersama Eka Maulana.

Rayendra mengatakan, keikutsertaan dirinya maju sebagai walikota ini semata-mata ingin membangun Kota Bogor agar lebih baik lagi. Hal ini pun sesuai dengan tagline yang selama ini dibuat oleh pasangan Dokter Rayendra – Eka Maulana yakni, Sudah Waktunya Bogor Glowing.

“Kami punya visi misi dan program unggulan sebanyak 23. Dan semuanya saya sampaikan, dengan tujuan agar para pengurus IPHI Cabang Kota Bogor ini memahami visi misi dan program kami,” kata Dokter Rayendra di Aula IPHI Cabang Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran.

Selain memaparkan visi misi dan program, lanjut Rayendra, dalam pertemuan ini pihaknya membuka ruang untuk tanya jawab, termasuk meminta saran dan masukan terkait bagaimana cara melayani yang baik dan benar. Sebab, tugas walikota Bogor salah satunya adalah melayani, dan tadi disampaikan terkait melayani masyarakat yang sudah lanjut usia (lansia).

“Jumlah lansia di Kota Bogor ke depan akan semakin banyak, sehingga kita juga harus memberikan fasilitas dan pelayanan publik khususnya kepada lansia,” jelasnya.

Di sisi lain dalam program khusus untuk pelayanan Haji, dikatakan Rayendra, memang program khusus untuk Haji belum dipikirkan. Tetapi bagaimana pihaknya melayani agar pelayanan Haji bisa berjalan dengan baik, dan tadi pun disampaikan bahwa bantuan untuk IPHI sendiri belum ada. Padahal, IPHI sudah tercatat di Pemerintah Kota Bogor sebagai organisasi masyarakat tetapi belum mendapat perhatian.

“Tentu ketika nanti kami pasangan Dokter Rayendra – Eka Maulana mendapat amanah sebagai walikota dan wakil walikota Bogor akan memperhatikan hal tersebut. Dalam perhatian yang diberikan bukan hanya sekadar jumlahnya, tetapi pemerataannya. Tadi juga saya tekankan bahwa bantuan itu bukan soal jumlah, yang selalu chaos adalah ada yang dapat dan ada yang tidak dapat bantuan, jadi ini soal pemerataan,” tuturnya.

Kemudian dia juga menyampaikan terkait kuota Haji. Meskipun kebijakannya ada di Pusat dalam hal ini Kementerian Agama, tetapi pihaknya memperjuangkan agar kuota Haji untuk Kota Bogor ada penambahan tiap tahunnya.

“Memang (kouta Haji) ini kebijakan pusat, tapi sangat mungkin kita akan menyuarakan untuk peningkatan jumlah kuota haji di Kota Bogor, sehingga waktu tunggu untuk warga Kota Bogor tidak sampai 20 tahun,” tegasnya.

Disamping itu juga Dokter Rayendra mendapat aspirasi di bidang pendidikan. Menurut Rayendra, jumlah sekolah di Kota Bogor sebetulnya cukup, hanya saja pemerataan (jumlah siswanya) belum rata, lebih banyak di sekolah negeri.

“Kita bisa saja membangun sekolah negeri yang baru, tapi itu butuh waktu. Sementara sekolah sekolah swasta di Kota Bogor sudah ada bahkan sudah mencukupi, jadi solusinya bagaimana kehadiran pemkot untuk berkontribusi memberikan bantuan kepada sekolah swasta, agar anak-anak bisa sekolah gratis. Intinya, kita tidak ingin ada masyarakat yang anaknya putus sekolah,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

RSUD Leuwiliang Bergerak Turunkan Angka Stunting dan KEK

0

LEUWILIANG – RSUD Leuwiliang terus bergerak berupaya menurunkan angka stunting dan kurang energi kronis (KEK) di Kabupaten Bogor melalui program gerakan orang tua asuh (GOTASMIL). Program ini dilaksanakan serentak di 40 kecamatan dan 122 titik di Kabupaten Bogor,

“Dengan melibatkan berbagai pihak seperti PJ Sekretaris Daerah, camat, BUMD, dan lembaga kesehatan,” ujar Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winarstri saat melakukan kunjungan kesalah satu rumah warga di wilayah barat kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Tujuan program GOTASMIL untuk memberikan dukungan bagi anak-anak stunting dan ibu hamil KEK melalui berbagai intervensi.

“RSUD Leuwiliang berperan aktif dalam program ini, termasuk dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang terdampak stunting dan ibu hamil KEK,” ujar Dokter Vitrie sapaan akrabnya.

Dokter Vitrie mengatakan, RSUD Leuwiliang menerjunkan tenaga profesional, seperti Ahli Gizi dan Bidan, untuk memberikan pemeriksaan rutin dan edukasi kepada anak-anak serta ibu hamil yang menjadi anak asuh.

Selama program berjalan, RSUD Leuwiliang telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain, pemberian makanan tambahan berupa beras, telur ayam, dan daging ayam kepada anak-anak stunting dan ibu hamil KEK.

“Pemantauan berkala terhadap perkembangan anak stunting dan ibu hamil KEK, dengan melibatkan bidan desa, dokter praktik mandiri dan klinik terus dilakukan,” ujar Dokter Vitrie.

“Edukasi Gizi dan Hidup Sehat, termasuk kampanye makan ikan untuk meningkatkan asupan gizi anak dan keluarga,” imbuhnya.

Dokter Vitrie menambahkan, program GOTASMIL di wilayah Cileungsi telah selesai pada 19 September 2024, setelah berlangsung selama 8 pekan sejak 23 Juli 2024 lalu.

Sementara itu, program GOTASMIL untuk ibu hamil KEK di wilayah barat Kabupaten Bogor masih berjalan dan telah memasuki minggu ke-12.

“Pemantauan lingkar lengan ibu, berat badan bayi, cek detak jantung, serta pemeriksaan lingkungan ibu hamil akan terus dilakukan hingga akhir November 2024 mendatang,” kata Dokter Vitrie.

Melalui program GOTASMIL, RSUD Leuwiliang berkontribusi dalam mendukung agenda Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menurunkan angka stunting dan KEK.

“Kolaborasi berbagai pihak dalam program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah Kabupaten Bogor,” pungkasnya. ***

Mahasiswa Kota Bogor Bergerak, Rapatkan Barisan Dukung Dokter Rayendra-Eka Maulana

0

jurnalinspirasi.co.id – Mahasiswa yang tergabung dengan Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kota Bogor secara resmi menyatakan dukungannya kepada Dokter Rayendra dan Eka Maulana sebagai Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor dalam Pilkada mendatang.

Para mahasiswa Kota Bogor ini datang ke Posko Dokter Rayendra Senin, (14/10/2024) malam. Sebagai bentuk kepercayaan dan harapan GPPI terhadap sosok Dokter Rayendra yang dinilai mampu membawa perubahan positif dan memajukan Kota Bogor.

Dalam pernyataannya, Ketua GPPI Kota Bogor, Bro Zidan menyebutkan bahwa keputusan untuk mendukung Dokter Rayendra telah melalui berbagai pertimbangan.

“Kami (GPPI) mendukung Calon Wali Kota Bogor, Dokter Rayendra dan Eka Maulana yang memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses kesehatan, dan memajukan ekonomi melalui pengembangan UMKM.” ucap Bro Zidan.

Mereka melihat sosok Dokter Rayendra sebagai figur yang mempunyai kapasitas dan integritas tinggi, dengan latar belakang sebagai dokter yang telah banyak berkontribusi untuk kesehatan masyarakat.

Dalam diskusi tanya jawab hangat, para mahasiswa bertanya apa saja yang akan dijalankan setelah menjabat sebagai Wali Kota Bogor nantinya jika terpilih.

Salah satunya pertanyaan dari mahasiswa tentang pendidikan di Kota Bogor dan juga mengentaskan kemiskinan.

“Pendidikan di Kota Bogor kurang di Kota Bogor, bagaimana memberikan pendidikan dan mengurangi kemiskinan?.” tanya Uje, yang tergabung dalam Komunitas Cahaya Ilahi.

“Untuk ekonomi, bukan bansos yang kita berikan, melainkan kita akan menaikan daya beli perekonomian mereka. Membuat banyak wirausaha. Memberdayakan ibu-ibu agar bisa membuat usaha di rumah.” kata Dokter Rayendra.

Selain itu, tentang pendidikan Dokter mengutarakan memberikan edukasi kepada para orang tua tentang pentingnya pendidikan kepada anak-anak dan beasiswa gratis.

“Untuk meningkatkan edukasi kesadaran pendidikan dari orangtua kepada anak tidak bisa hanya sekali, harus beberapa kali dan memberikan beasiswa kepada anak-anak.” ucap Dokter.

Selain itu, Dokter Rayendra juga dinilai memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun Kota Bogor menjadi lebih baik, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“100 hari pertama saat menjabat Wali Kota Bogor akan evaluasi untuk menghilangkan kemiskinan di Kota Bogor. Memberi subsidi sekolah swasta 150.000 setahun per siswa. kata Eka Maulana.

GPPI Kota Bogor menegaskan bahwa dukungan mereka kepada Dokter Rayendra tidak hanya didasarkan pada popularitas atau pencitraan semata, tetapi lebih kepada rekam jejak dan komitmen Dokter Rayendra dalam melayani masyarakat.

Sebagai seorang dokter yang sering berada di garis depan dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan di Kota Bogor, Dokter Rayendra dipandang memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan warga.

Hal ini diharapkan dapat menjadi modal penting dalam upayanya untuk memimpin dan membenahi Kota Bogor.

Dalam kesempatan yang sama, GPPI juga menyatakan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam mendukung pencalonan Dokter Rayendra, baik melalui kegiatan kampanye maupun sosialisasi kepada masyarakat.

Mereka berkomitmen untuk menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat agar visi dan misi Dokter Rayendra dapat lebih dikenal luas dan mendapat dukungan yang lebih besar.

GPPI percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemimpin yang visioner akan mampu membawa perubahan yang signifikan bagi kota tercinta.

Salah satu agenda yang diusung oleh GPPI dalam mendukung pencalonan ini adalah menggelar diskusi publik dan kegiatan sosial untuk menggali aspirasi masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk merangkul berbagai masukan dari warga yang nantinya akan dijadikan bahan dalam penyusunan program kerja apabila Dokter Rayendra terpilih sebagai Wali Kota Bogor.

Dengan demikian, diharapkan program-program yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

** Fredy Kristianto

Dukungan Pemilih Prabowo, Anies hingga Mahasiswa untuk Dokter Rayendra – Eka Maulana

0

jurnalinspirasi.co.id – Gelombang dukungan untuk pasangan calon (Paslon) wali kota Bogor 2024 nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana tak berhenti mengalir.

Satu-satunya duet profesional dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2024 itu dapat dukungan dari pemilih Prabowo, Anies hingga mahasiswa.

Pada Minggu (22/9/2024), Relawan Prabowo di Kota Bogor yang tergabung dalam Pragib menjatuhkan pilihannya ke Dokter Rayendra dan Eka Maulana untuk memenangkan Pilwalkot Bogor 2024 pada 27 November mendatang.

Relawan Pragib mendeklarasikan dukungan untuk Dokter Rayendra dan Eka Maulana di Pilwalkot Bogor itu di Markas Juang Pragib Bersatu di Yasmin, Bogor Barat, Kota Bogor.

Mereka juga menyerahkan langsung poin-poin deklarasi pada Dokter Rayendra dan Eka Maulana, untuk memenangkan paslon ini di Pilwalkot Bogor mendatang.

Naskah deklarasi dibacakan Sekjen Pragib, Dimas Munggara dan didampingi Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran: R. Arief Darmawan S.

Pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana secara bergantian menyambut positif dukungan dan deklarasi ini.

Barisan Relawan Prabowo Gibran Bersatu menyatakan tetap Dalam kaitan dengan Pilwalkot Bogor 2024, Dewan Pengurus Pusat Barisan Relawan Prabowo Gibran Bersatu menyatakan dukungan secara aktif dan masif untuk kemenangan Dokter Rayendra – Eka Maulana.

Sementara Relawan Anies Baswedan yang mengatasnamakan Garda Nasional Anies (Garnies Kota Bogor) memberikan dukungan resmi kepada Calon Wali Kota Bogor Nomor 5, Dokter Rayendra dan Eka Maulana di Posko Aspirasi Bogor Glowing pada Rabu (9/10/2024).

Perwakilan Anak Abah Kota Bogor, Salmuhari mengatakan ketertarikan mereka terhadap Dokter Rayendra sudah sejak lama.

Menurut Ketua Garnies, salah satu contoh sosok figur yang menarik perhatian yang mirip dengan Anies Baswedan adalah Dokter Rayendra.

Selain itu, sosok Dokter Rayendra juga memiliki latar belakang pendidikan yang mengesankan, yang memungkinkannya memahami berbagai isu kompleks, baik dalam bidang pemerintahan maupun sosial.

Lanjutnya, Paslon Cawalkot Bogor Nomor Urut 5 ini adalah pilihan yang cocok untuk anak Abah di kota Bogor. Garnies percaya bahwa pasangan ini memiliki solusi konkret untuk masalah-masalah penting seperti pendidikan dan kesehatan gratis.

“Saya tertarik dengan gaya Kang Eka Maulana, yang seperti memutar waktu, mengingatkan kami pada Abah (Anies Baswedan). Visi misinya, terutama soal kesehatan dan pendidikan, membuat kami solid mendukung mereka,” tambah Salmuhari.

Tak ketinggalan ratusan mahasiswa yang tergabung Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kota Bogor deklarasikan dukungan untuk Paslon Cawalkot nomor 5, Dokter Rayendra – Eka Maulana.

Deklarasi digelorakan di Posko Aspirasi Bogor Glowing, Senin (14/10/2024) malam.

Koordinator GPPI Kota Bogor, Zidan mengatakan ketertarikan mereka terhadap Dokter Rayendra sudah sejak lama.

“Maka dari itu kami GPPI Kota Bogor berbondong-bondong hadir untuk mendeklarasikan dukungan kami, sekaligus berdialog dengan Dokter Rayendra dan Kang Eka Maulana,” ujar Zidan.

Lebih lanjut, Zidan menjelaskan alasan GPPI Kota Bogor mendukung pasangan pemimpin muda itu. Pihaknya menilai, Dokter Rayendra – Eka Maulana jadi satu-satunya paslon berlatar belakang murni profesional di Pilwalkot Bogor 2024.

Dokter Rayendra punya pengalaman panjang di dunia kesehatan lebih dari dua dekade. Di dunia pendidikan, Rayendra telah mengabdikan diri sebagai dosen ASN UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, selama 15 tahun. Dokter Rayendra juga punya pengalaman bidang ekonomi sebagai pengusaha sukses di bidang kesehatan kulit.

Eka Maulana pun punya pengalaman panjang di dunia ekonomi dan kepemudaan. Ia memulai karirnya 17 tahun silam sebagai fundraiser Greenpeace Indonesia. Hingga kini, Eka Maulana sukses memimpin berbagai perusahaan di bidang media advertising hingga swadaya.

“Kami yakin dan percaya bahwa paslon profesional ini punya kompetensi. Selain itu, komitmen kuat anti korupsi, kolusi dan nepotisme yang dipegang teguh Dokter Rayendra – Eka Maulana jadi alasan kami mendukung nomor 5,” kata Zidan.

“Hanya Dokter Rayendra – Eka Maulana yang dengan jujur membangun komunikasi dari hati ke hati pada anak muda. Nomor 5 jadi harapan kami para mahasiswa di GPPI,” tukasnya.

** Fredy Kristianto