24.6 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 243

Ukir Sejarah ! U-14 Kota Bogor Juara Kejurda PSSI Jabar

0

Peluit panjang berbunyi, menandakan laga final sepak bola Kejuaraan Daerah (Kejurda) U-14 PSSI Jabar antara Kota Bogor melawan Kota Bandung di Stadion Utama GOR Pajajaran, Kota Bogor telah usai, Sabtu (6/7/2024) pagi. Kota Bogor berhasil mengukir sejarah menjadi juara setelah unggul 2-0.

Di lapangan, para punggawa kedua kota di Jawa Barat itu beradu strategi dan ketangkasan. Sejak awal, tim dari ‘Kota Hujan’ mendominasi pertandingan. Terlihat beberapa peluang gagal dimanfaatkan untuk menjadi gol. Skor imbang 0-0 hingga turun minum babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, asa yang ditaruh di pundak tim sepak bola U-14 Kota Bogor berbuah manis ketika berhasil menutup pertandingan dengan skor 2-0 hingga peluit terakhir babak kedua dibunyikan.

Pemain U-14 Kota Bogor, Allekay Kaisar Ramadhan berhasil mengunci kemenangan, usai dua gol tercipta darinya. Gemuruh penonton semakin riuh ketika gol kedua tercipta.

Kepala Pelatih Tim U-14 Kota Bogor, Qodrat Maulana mengatakan bahwa gol tersebut tercipta dari hasil latihan dan analisis strategi permainan lawan

“Dari sesi latihan itu itu sudah kita analisis. Alhamdulillah strategi kita berjalan optimal di babak ke 2 walaupun di babak pertama imbang 0-0,” katanya.

Selain strategi penyerangan, Kota Bogor juga memiliki strategi pertahanan yang cukup kuat dari para pemain belakang dan penjaga gawang.

“Kita memiliki analisa bagaimana cara bertahan sehingga pemain dan keeper kita latih bagaimana menahan dan memotong umpan crossing. Kita juga memaksimalkan untuk menghindari pelanggaran di dalam kotak penalti,” katanya.

Selanjutnya setelah sukses dalam laga Kejurda ini sebagian besar para pemain akan lanjut mengikuti Gala Siswa Indonesia (GSI) di bulan September mendatang.

Komite Eksekutif Asprov PSSI Jawa Barat, Herman mengatakan, Kejurda ini pertama kali diadakan sebagai evaluasi dari hasil latihan Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

“Sehingga kita bisa sama-sama membuka diri bahwa ini bukan akhir atau puncak prestasi. Karena di usia 14 tahun anak-anak ini masih memiliki perjalanan panjang sehingga bagaimana tugas Asprov untuk mendampingi, menjaga agar anak-anak bisa terus berkiprah, baik di tingkat provinsi, nasional atau bahkan masuk dalam Timnas,” ujarnya.

Ketua Askot PSSI Kota Bogor, Rahmat Hidayat menyampaikan kutipan dari Ketua Asprov PSSI Jabar bahwa substansi sepak bola usia dini adalah pendidikan.

“Bukan soal menang kalah, karena baik Kota Bogor ataupun Kota Bandung, dua-duanya juara. Sebab sudah menunjukan kualitas permainan yang baik, suportif, jadi siapapun juaranya ini adalah pendidikan,” ujar Rahmat yang juga Kepala Diskominfo Kota Bogor.

Di lokasi yang sama, Manager Tim U-14 Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan bahwa raihan ini atas kerja sama dan perjuangan dari semua pihak, tim pelatih, dukungan masyarakat Kota Bogor, para pemain dan dukungan orangtua.

“Semua melalui proses dan meyakini kemampuan anak-anak bisa optimal. Bisa dilihat permainan mereka masih berkelas walaupun ada beberapa insiden, tapi secara keseluruhan main mereka kolektivitas yang bagus. Kita punya komposisi ideal di semua lini dan bisa dikeluarkan kemampuan baik dan memiliki mental juara,” ujar dia.

Raihan juara ini juga nantinya bisa dimanfaatkan para pemain untuk menggunakan jalur prestasi atau japres saat akan melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain juara di bidang olahraga kata Kepala DPMPTSP Kota Bogor ini, anak-anak juga harus belajar optimal di jenjang pendidikan formal.

Pelatihan Penguatan Kelembagaan, BPDPKS Ajak 64 Pekebun Sawit Jambi Kunjungan Lapang

0

JURNAL Inspirasi – Sebanyak 64 peserta Pelatihan Penguatan Kelembagaan melakukan kunjungan lapang ke Koperasi Manggar Jaya dan Koperasi Karya Mandiiri di Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi.
Sebagai informasi, belum lama ini Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, UPT Kementerian Pertanian memberikan pelatihan tentang penguatan kelembagaan kepada 64 orang petani kelapa sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2024 yang sepenuhnya didanai oleh BPDPKS.
Dalam kunjungan tersebut peserta diajak meninjau usaha – usaha yang dimiliki koperasi Manggar Jaya, meliputi unit simpan pinjam, waserda, penyediaan pupuk dan alat mesin pertanian.
Slamet Harianto Ketua KUD Manggar Jaya mengatakan koperasi yang dipimpinnya juga memfasilitasi penjualan TBS ke perusahaan dan pembayaran TBS petani dari perusahaan.
” Dalam mengelola koperasi kami berusaha agar dapat memenuhi kebutuhan anggota (para pekebun) seperti pupuk dan alat pertanian. Memfasilitasi penjualan TBS kerjasama dengan beberapa perusahaan, agar terkoordinasi dan tidak individu dilakukan petani, ” ujar Slamet Harianto, Senin, (30/6).
Dalam kesempatan yang sama Nur Hadi Ketua koperasi Karya Mandiri menyampaikan, koperasi yang didirikan tahun 2009 ini kini telah beranggotakan 542 pekebun dengan jumlah plasma 1.084 hektar. Dan dalam upaya mencapai perkebunan berkelanjutan dan meraih sertifikat Indonesia Suistainable Palm Oil (ISPO) petani yang tergabung dalam kelembagaannya telah menerapkan prinsip – prinsip dan kriteria ISPO diantaranya melakukan pengelolaan kebun dengan menerapkan Good Agriculture Practice (GAP) yakni secara bertahap mengurangi penggunaan obat- obatan kimia selanjutnya beralih ke pupuk organik. Ia berharap proses ISPO yang saat ini telah memasuki tahap audit segera membuahkan hasil dan KUD Karya Mandiri segera bersertifikat ISPO.
” Untuk ISPO sedang proses dan memasuki tahap audit, semoga sertifikatnya cepat keluar, ” harapnya.
Seperti diketahui, sertifikasi ISPO wajib dimiliki oleh seluruh tipe perkebunan, baik petani kecil, perusahaan milik negara, dan perusahaan swasta. Ketentuan tersebut berdasarkan Perpres No. 44 tahun 2020 dan Permentan No. 38 tahun 2020.
Dalam kesempatan terpisah menyinggung perkebunan berkelanjutan, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal menyatakan saat ini Provinsi Jambi tengah melaksanakan penerapan rencana aksi kelapa sawit berkelanjutan. Menurutnya pelatihan yang difasilitasi BPDPKS melalui Kementerian Pertanian menyasar pekebun di Provinsi Jambi memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun yang akan berdampak pada meningkatnya keinginan pekebun untuk berlembaga dan penguatan kelembagaan pekebun jika sudah berlembaga.
Sementara sebagian besar peserta menyatakan bahwa melalui pelatihan dan kunjungan lapang pelatihan ini mereka dapat melihat dan memahami manfaat berlembaga.

(Regi/BBPMKP).

Rumah Kontrakan di Ciawi Dilalap Si Jago Merah

0

Jurnal Bogor – Si jago merah menghanguskan rumah kontrakan milik Udin warga Kampung Amaliah RT 05/04, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor sekitar pukul 13.00 WIB, pada Minggu (7/6).

Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat mengatakan, peristiwa ini diduga dipicu adanya kebocoran selang kompor LPG saat istri pengontrak Jefrial Hari sedang memasak air, lalu tiba-tiba api menjalar di dalam kamar kontrakan tersebut.

“Beruntung dalam kejadian tidak ada korban, namun korban mengalami kerugian sekitar Rp. 1.5 juta,” ujar Kapolsek Caiwi Kompol Agus Hidayat, Senin (8/7/2024).

Pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini, situasi di Kampung Amaliah RT 05/04, Desa Ciawi, telah kembali kondusif setelah penanganan kebakaran berlangsung dengan aman kondusif,” ungkapnya.

Yudi

Peduli Pendidikan, Cinta Quran Foundation beri penguatan pada 100 Guru Honorer

0

Jurnal Bogor – Ratusan guru honorer Kota Bogor mengikuti edukasi dan pemahaman Islam di Mesjid Al Muslimun, Jalan Kresna Raya, No. 16, RT.05/RW.15, Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.

Acara ini digelar oleh Cinta Quran Foundation dengan tujuan menghindarkan para guru dari jeratan pinjaman online dan judi online yang semakin marak di masyarakat Indonesia.

Perwakilan dari Cinta Quran Foundation, Denny Rachmat, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertajuk “Cinta Quran Foundation Peduli Para Guru”.

Berangkat dari keprihatinan berita akhir-akhir ini tentang guru terjerumus pinjaman online bahkan sampai ke judi online.

“Seorang guru ngaji pun sudah terjerat judi online ini sangat mengerikan,” ungkap Denny, Sabtu (6/7/24).

Untuk itu, kita menyelenggarakan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kesadaran, setidaknya bagi jajaran para guru agar menjadi sebuah kesadaran, bahwa kita sebagai pendidik harus menjadi orang terdepan. Maksud terdepan ini yang teladan bukan cuma ngomong ke orang tapi tidak melaksanakan.

“Makanya para guru ini orang yang paling terdepan dalam mendidik dan mengawasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kita juga membentengi para guru yang ada disini untuk tidak jatuh kepada judi online dan pinjaman online dengan cara memberikan sebuah pembelajaran kasus perkasus.

Kegiatan ini yang mayoritas diikuti oleh para guru honorer Kota Bogor, kurang lebih 100 orang,” ucapnya.

Masih kata Denny, yang menjadi penting Cinta Quran Foundation adalah para guru ini bukan sekedar dikumpulkan dan bukan sekedar diberikan pemahaman islam, tapi penting juga bagi kami mensuport para guru itu, jangan sampai ada yang ngomong ini ceramah aja tapi apa yang bisa dibantu secara fisik dan finansial

“Alhamdulilah, kami punya program zakat 100 persen, yaitu program zakat titipan dari donatur yang betul- betul tidak dipotong oleh biaya apapun. Donatur memberikan sekian ya sekian itulah yang kita saluran kepada orang-orang yang berhak,” terangnya.

Pada hari ini pun para guru termasuk ada di Jalan Allah, karena guru honorer bisa jadi mereka masuk dari fakir dan miskin. Makanya kami putuskan para guru yang hadir dalam even ini berhak mendapatkan suport dari zakat 100 persen berupa uang tunai dan sembako.

“Total nominalnya kalau dirata-ratakan per orang 500 ribu, berarti sekitar 50 juta rupiah dengan total sembako,” katanya.

Kami konsen juga di sisi pembinaan, bahkan program kami yang lain yang namanya Indonesia bisa baca quran juga pembinaan keislaman jadi bukan hanya baca quran rapuh setelah baca quran haru di Bina keislaman karena tidak serta merta orang setelah baca quran paham keislaman

“Tokoh masyarakat, ustadz, guru, dunia pendidikan dan seluruh elemen lainnya harus terus mengedukasi masyarakat khususnya anak muda maupun di kalangan pelajar dan mahasiswa untuk tidak ikut dan terjebak pinjol dan judol,” pungkas Denny.

Yudi

Pekebun Sawit Jambi Siap Terapkan Ilmu Pelatihan Penguatan Kelembagaan dari Kementan

0

JURNAL Inspirasi – Pelatihan penguatan kelembagaan angkatan III dan IV bagi pekebun kelapa sawit di Provinsi Jambi baru saja usai, Rabu (03/07/2024).

Peserta mengaku siap menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan. Selama sebelas hari para peserta diberikan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam mengelola dan menguatkan organisasi/lembaga pekebun.

Dalam membangun pertanian, Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas SDM sebagai kunci utamanya.

“Faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM. Oleh sebab itu, jika ingin pertanian maju, majukan dahulu SDM-nya,” kata Dedi.

Melalui pelatihan tentunya diharapkan ada peningkatan kapasitas dan kemampuan peserta dalam mengelola organisasi/lembaga yang mewadahinya.

Salah satu peserta, Sulistiono mengatakan selama mengikuti proses pelatihan mendapat banyak wawasan dan pengetahuan.

“Kami sampaikan penghargaan kami petani, setelah kami mengikuti pelatihan ini kami mengerti tugas kami sebagai peserta. Kami dituntut sebagai penggerak agar bertindak bersamaan dalam wadah kemitraan dan sebagainya”, ujar Sulistiono peserta dari Kabupaten Sarolangun.

Sulistiono menambahkan dirinya tidak menyangka akan mendapat banyak pengetahuan dari pelatihan

“Awalnya kami pikir kami hanyalah petani biasa, ketika diajak pelatihan, kami beranggapan hanya diajak refreshing dan sebagainya, tetapi setelah kami mengikuti ternyata banyak hal yang kami dapatkan di sini,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ika Pramita Sari mengaku mendapat banyak pengetahuan dan ilmu, utamanya pokok persoalan turunnya pendapatan suami dari hasil perkebunan.

“Selama mengikuti proses pelatihan ini saya tahu, apa tugas dari bapak-bapak, pergi-pulang mupuk, pupuk buat apa sih, proning dan pembersihan gunanya untuk apa. Selama ini kami hanya menanyakan pendapatan suami kami berapa, dan mengapa menurun, sekarang kami sudah tahu akar permasalahannnya,” tutur Ika.

Ika melanjutkan, dirinya mengaku akan menyampaikan dan mengimplementasikan ilmu ke daerah asalnya tentang apa itu kelembagaan, kemitraan dan koperasi, terutama pengalaman yang didapatnya selama mengikuti pelatihan.

Sebagai informasi, pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani angkatan III dan IV diselenggarakan mulai tanggal 23 Juni hingga 03 Juli 2024 di Swiss-Belhotel, Kota Jambi dengan muatan 80 Jam Pelatihan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

(yev/r)

Pakar UGM: Pertanian Tak Akan Berjalan Tanpa Penyuluhan Yang Dikelola Serius

0

JURNAL Inspirasi – Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Peni Wastutiningsih, menyoroti urgensi transformasi dalam penyuluhan pertanian sebagai kunci utama dalam membangun keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Dalam pandangannya, pertanian tidak hanya sekadar sektor ekonomi, tetapi tulang punggung dari seluruh pembangunan nasional.

“Pertanian tidak akan mungkin berjalan tanpa adanya penyuluhan dan negara tidak dapat berjalang tanpa pertanian,” ungkap Sri Peni pada keterangan pers yang dirilis oleh Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) tertanggal 5 Juni 2024.

Untuk itu, Sri Peni menilai transformasi struktur penyuluhan sangat mendesak. Menurutnya, struktur kelembagaan BPP perlu ditingkatkan sehingga memiliki peran layaknya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di tingkat kecamatan.

“Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) idealnya bukanlah sekadar lembaga, melainkan harus menjadi pusat pengembangan terpadu untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan,”terangnya.

Karena itu, Sri Peni juga mengangkat isu tentang keterbatasan anggaran yang memengaruhi kinerja para penyuluh yang tergabung dalam BPP. “Apakah realistis untuk satu BPP melayani beberapa kecamatan sekaligus?”

Peran BPP sebagai lembaga yang menjalankan tugas perencanaan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan perlu dilanjutkan pembinaan kerja sama dengan para stakeholder.

“Kerja sama antar stakeholder menjadi krusial. Semua pihak harus menyadari peran mereka dalam mendorong pertanian ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

Untuk itu, Sri Peni meminta adanya amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kebijakan setiap pemerintah daerah bisa membuat standar yang berbeda dalam penyelenggaraan dan pengaturan posisi penyuluh pertanian.

“Negara kita tidak dapat lepas dari pertanian sehingga tidak tepat bila pertanian bukan ditempatkan sebagai urusan wajib,” tegasnya.

Pakar UGM ini juga menyoroti pentingnya pemetaan program studi di perguruan tinggi yang mendukung kebutuhan wilayah.

“Perguruan tinggi harus memiliki tanggung jawab yang jelas dalam mendukung pertanian sesuai dengan kebutuhan lokal,” katanya.

Terkait dengan penelitian dan pengembangan inovasi pertanian, Sri Peni menegaskan perlunya perubahan dalam aturan terkait penelitian pertanian untuk memastikan efisiensi penggunaan sumber daya dan infrastruktur. Saat ini, para peneliti yang tadinya bertugas di Kementerian Pertanian (Kementan) berpindah ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perpers No. 78/2021 tentang BRIN tidak memungkinkan peneliti di Kementan.

Dia berharap pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka bisa mengamandemen perpres tersebut.

“Penelitian pertanian jika ditarik ke Kementan, akan lebih sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Sri Peni Wastutiningsih menjadi perwakilan UGM pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh KPPN dengan “Penyuluh Pertanian Mau Kemana?”. Pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Simatupang, Jakarta, pada Selasa (02/07/2024) lalu tersebut, turut hadir perwakilan pakar penyuluhan dari berbagai pergurunan tinggi dan perwakilan dari organisasi petani, seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

(bppsdmp/bbpmkp)

Kementan Latih Pekebun Kelapa Sawit Di Jambi Pengelolaan KUD

0

Jurnal Inspirasi – Sebanyak 64 Pekebun Kelapa Sawit di Jambi mendapatkan pelatihan pengelolaan Koperasi Unit Desa (KUD) melalui kunjungan lapang pada Senin (01/07).

Pelatihan yang merupakan bagian terintegrasi dari pelatihan penguatan kelembagaan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman pekebun tata kelola koperasi yang baik dan efisien sehingga dapat menghasilkan dan mensejahterakan anggota dan komunitas desa setempat.

Pelatihan tersebut juga sebagai bekal peserta dalam menjalankan organisasi/lembaga di wilayahnya. Koperasi berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial, terutama dalam memberdayakan masyarakat kecil dan menengah, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pengelolaan KUD yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas dan pendapatan anggotanya.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi menekankan bahwa pertanian harus dapat menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan petaninya, tidak hanya mencukupi kebutuhan hidup. salah satu implementasinya melalui pengelolaan KUD bagi pekebun/petani.

Bertempat di KUD Manggar Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, para pekebun mendapatkan pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan KUD Kelapa Sawit. Mulai dari perencanaan dan organisasi, manajemen keuangan, produksi dan pemeliharaan (pemilihan bibit, pemeliharaan dan panen), serta pemasaran dan penjualan hasil produksi

Slamet Haryanto, salah satu pengurus KUD Manggar Jaya mengungkapkan rasa suka citanya dan terima kasih karena koperasi yang dikelolanya dapat menjadi tempat belajar dan berbagi pengalaman bagi para pekebun di Jambi.

“Semoga pengalaman dan pengetahuan yang kami berikan di sini dapat bermanfaat untuk kemajuan kita bersama”, ungkap Slamet.

lebih lanjut Slamet mengatakan dirinya hanya ingin membagikan pengalaman dan apa yang sudah dillakukan dalam mengembangkan koperasi.

Sementara itu, hadir narasumber lain, pengurus KUD Karya Mandiri, Kabupaten Muaro Jambi, Nurhadi menyebutkan dalam konteks pengembangan kelembagaan tentunya kita ingin mendapatkan yang lebih, yaitu lebih baik, lebih produktif, dan lebih bermanfaat. Karenanya kita juga harus melakukan sesuatu yang lebih baik.

“Yang namanya ingin berkembang lebih baik, kita tidak bisa instan, bimsalabim. Kita berikan pemahaman pada anggota, berkoperasi yang baik seperti apa. Kami juga memberikan kesempatan pada anggota untuk memberikan ide, saran, dan masukan untuk pengembangan koperasi yang lebih baik:”, sebut Nurhadi.

Pelatihan pengelolaan KUD melalui kunjungan lapang merupakan kedua kalinya dilakukan BBPMKP bagi pekebun Kelapa Sawit di Provinsi Jambi di tahun 2024 ini. Sebelumnya dilakukan pelatihan serupa bagi peserta pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I dan II pada 22 Mei hingga 1 Juni 2024 lalu.

(BPPSDMP/bbpmkp)

Indocement Terus Tingkatkan Edukasi Gaya Hidup Hijau di Desa Mitra

0

JURNAL Inspirasi – Indocement Kompleks Pabrik Citeureup terus meningkatkan edukasi gaya hidup hijau di lingkungan sekitar melalui pelaksanaan kegiatan pembuatan lubang biopori serta pemberian bibit pohon buah di Sekolah Adiwiyata dan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) mitra Indocement.
Acara edukasi tersebut dipusatkan di SMK Tunggal Prakarsa, Desa Bantajati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada Juni 2024. SMK Tunggal Prakarsa merupakan salah satu sekolah berwawasan lingkungan yang memegang Predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi yang diraihnya pada 2022.
Hadir dalam acara pembuatan lubang biopori General Manager Indocement Kompleks Pabrik Citeureup Setia Wijaya, Sekretaris Perusahaan Indocement Dani Handjani, CSR Manager Indocement Gadang Wardhono, Kepala Sekolah SMK Tunggal Prakarsa Didi Suhrowardi, M.Pd. dan tamu undangan lainnya.
Selain itu, dilakukan pula kick-off program Gerakan Pembuatan Lubang Biopori di desa mitra Indocement Kompleks pabrik Citeureup dengan memberikan bantuan alat pembuatan lubang biopori dan tutup biopori kepada tiga perwakilan KRL yaitu KRL Berhias dari Desa Gunung Sari, KRL Pabangbon dari Desa Bantarjati, dan KRL Zalak dari Desa Gunungputri.
Sekretaris Perusahaan Indocement Dani Handjani menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Indocement untuk memberikan edukasi kepada Sekolah Adiwiyata dan KRL mitra Indocement Citeureup mengenai pentinganya melestarikan alam melalui beberapa langkah kecil seperti pembuatan lubang biopori.
Keberadaan lubang biopori diharapkan membantu proses penyerapan air ke dalam tanah sehingga mencegah banjir dan membantu pengolahan sampah organik menjadi kompos.

CSR Manager Gadang Wardhono menyatakan bahwa Indocement juga melakukan kegiatan lain untuk mendukung gaya hidup hijau di masyarakat desa mitra seperti sosialisasi program pemilahan sampah, bank sampah, serta program Sekolah Adiwiyata.
Mengenai Indocement
Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.400 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.

Cuaca Ekstrim, Kapolsek Ciawi Himbau Warga Agar Tetap Waspada

0

Jurnal Bogor – Intensitas curah hujan cukup tinggi di barengi angin puting beliung yang mengakibatkan atap rumah warga di wilayah Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor tersapu angin puting beliung, pada Rabu sore (3/7).

Informasi yang dihimpun, ada tiga unit rumah warga yang mengalami atap rumahnya tersapu angin puting beliung, rumah milik bapak Holis, Sri Julaisti, dan Ibu Karti.

Disamping itu juga, ada pohon tumbang dan tanh longsor. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya atap rumah warga tersapu angin puting beliung.

Kapolsek Ciawi, Kompol Agus Hidayat mengatakan, bahwa situasi di lokasi bencana alam saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.

“Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan lebih lanjut dan membantu warga yang terdampak,” ujar Kompol Agus Hidayat, Kamis (4/7/2024).

Diimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrim, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi situasi darurat di lingkungan sekitar.

“Untuk itu, warga Kabupaten Bogor dan sekitarnya untuk tetap waspada dan berhati hati dalam berkendara, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Yudi

IPB: Penyuluh Kunci Peningkatan Produksi, Sebaiknya di Bawah Pemerintah Pusat

0

JURNAL Inspirasi – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Siti Amanah menyoroti langkah strategis dalam mengoptimalkan peran penyuluh pertanian guna fokus meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian di daerah maupun nasional. Penyuluhan adalah pelaku utama yang diatur Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan. 

“Saat ini kelembagaan penyuluh pertanian berada di bawah pemerintah daerah bukan berada di pusat. Sebaiknya ada kesatuan pelaksanaan fungsi tugas dari Kementerian. Orientasi atau prioritas pencapaian   pembangunan derah itu beragam dalam  memandang urgensi dari penyuluh. Sehingga bisa jadi ketika itu ditempatkan di daerah belum mendapatkan porsi yang sesungguhnya,” demikian dikatakan Siti Amanah saat menjadi peserta Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyuluh Pertanian Mau Kemana?” di Hotel Aston Simatupang, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Amanah mengungkapkan penyebab penyuluh pertanian berada di daerah disebabkan karena impilkasi dari penerapan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 mengenai pelaksanaan otonomi daerah. Dalam Otonomi daerah, daerah dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota.

“Penyuluh pertanian seharusnya memiliki sebuah kapasitas yang tidak hanya diperoleh dari lembaga atau diklat tetapi juga pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan klien atau pengguna jasa penyuluhan. Optimasi peningkatan penyuluh itu seharusnya kelembagaanya dikembalikan ke pemerintah pusat agar lebih fokus membangun pertanian khusus peningkatakan produksi dan pendampingan petani,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amanah menegaskan selama berada di pemerintah daerah, peran penyuluh tidak fokus karena dibebankan untuk urusan politik dan lainya yang menjadi kepentingan kepala daerah. Sebab, tidak semua kepala daerah memiliki komitmen yang sama dalam memajukan pertanian dengan menempatkan penyuluh sebagai pilar utama dalam transformasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahreraan petani.

“Hal ini bisa menjadi perhatian dari birokrat dan parlemen sehingga adanya kesatuan tugas untuk lebih mudah mencapai tujuan pembangunan  pertanian. Sedangkan, dari sisi anggaran menjadi tanggung jawab pusat,” tegasnya.

(bbpmkp)