31.5 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 235

Tingkatkan Produktivitas Padi di Indramayu, Kementan Kembangkan UPJA Berbasis Korporasi

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian terus mendorong upaya peningkatan produktivitas padi nasional, salah satunya melalui program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo). IMMACo merupakan inisiatif Kementerian Pertanian untuk memperluas lahan produktif padi dan mengintegrasikan sub sektor terkait.

Menggandeng Pemerintah Kabupaten Indramayu-Jawa Barat, IMMACo melakukan pengembangan kawasan seluas 10.000 hektar sawah melalui pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) menuju profesional dan mandiri.

Pengembangan UPJA tersebut tidak mengambil alih kepemilikan usaha yang telah ada melainkan pengelolaan usaha yang lebih profesional dan mandiri dengan berbasis korporasi.

UPJA sendiri merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya usaha agribisnis berbasis usahatani tanaman pangan, khususnya padi sawah melalui jasa (sewa) alat dan mesin pertanian (alsintan). Adanya UPJA diharapkan dapat memperluas lahan yang dapat dibantu, peningkatan produksi padi serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani setempat.

Terbaru, saat ini Kementan tengah menggelorakan target swasembada pangan hingga menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2029. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-79 Republik Indonesia di IKN baru-baru ini mengatakan Indonesia harus bangkit menjadi lumbung pangan dunia

“Mari kita jadikan hari kemerdekaan ini sebagai momentum bagi sektor pertanian untuk bangkit menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Menteri Amran.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, isu ketahanan pangan menjadi perhatian khusus pemerintah melalui agenda pembangunan nasional 2020-2024 dengan prioritas program peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan.

Pengembangan UPJA merupakan salah satu implementasi dari pilar program IMMACo, yaitu konsolidasi manajemen usaha melalui penguatan kelembagaan dan manajemen usaha, integrasi usaha hulu–hilir (corporate value/culture, enterpreneur) sampai pada pendampingan dan kemitraan.

Adapun pilar-pilar lainnya dalam IMMACo, meliputi konsolidasi petani, inovasi dan kesesuaian teknologi, dukungan infrastruktur dan logistik, akses pembiayaan, off taker, digitalisasi, dan sinergi.

Staf Khusus Menteri bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian menyebutkan IMMACo merupakan salah satu kunci dalam hubungan internasional melalui pangan.

Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Sukim Supandi, penanggungjawab lokasi pengembangan UPJA di Indramayu menyebutkan alasan pemilihan lokasi pengembangan UPJA.

“Indramayu memiliki potensi luas lahan dalam satu hamparan di beberapa kecamatan yang bersebelahan lebih dari 10.000 hektar dan potensi UPJA untuk dikembangkan. Kita akan maksimalkan itu”, ujar Sukim dalam kesempatan rapat koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Indramayu, Senin (19/08) di Indramayu.

Lebih lanjut Sukim menyebutkan SDM pertanian yang akan berperan dalam pendampingan UPJA diantaranya Mahasiswa Polbangtan dan PEPI , Siswa SMKPP Kementan/ Kemendikbud- ristek, Alumni, serta Petani Milenial.

Peran mereka di lapangan meliputi pendampingan pengembangan korporasi IMMACo, pengawalan pemanfaatan program dan bantuan pemerintah, dan pelaporan aktivitas harian, mingguan dan bulanan.

(yev/bbpmkp-rls)

Pembalikan Makna Fakta Sejarah 30 S PKI 1965

0

JURNAL Inspirasi – Menarik menonton dan mendengar pernyataan Sikap Para Ulama dan Tokoh Pemimpin Masyarakat Jawa Timur bahwa mereka menolak terbitnya Kepres dan Inpres RI tentang “Pelanggaran Berat Hak-hak Azasi Manusia” termasuk peristiwa 30 S PKI di dalamnya.

Setelah melihat, mendengar dan menyimak isi pernyataan para ulama dan tokoh masyarakat tersebut, saya tergelitik untuk bernarasi tentang persoalan dan permasalahan ini. Dengan harapan semoga dengan membaca narasi ini, kita lebih meningkatkan kewaspadaan nasional dalam menghadapi adanya gejala sosial politik yang berpotensi melahirkan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) terhadap NKRI yang sama-sama Kita cintai dan eksistensinya harga mati, terutama bahaya laten komunisme, kaum ateis di Indonesia yang bertentangan dengan sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan Yang  Maha Esa.

Menurut pendapat saya, keberlanjutan eksistensi NKRI itu terletak pada 2 pilar utama yakni (1) Ummat Islam Indonesia dibawa komando para ulama dan (2) ABRI yang solid dengan Sapta Marganya dibawa komando TNI.

Kita sangat paham sikap dan politik TNI setia membela tegak kokohnya NKRI. Sedangkan

elemen yang lainnya biasanya hanya mengikuti saja alias pendukung setia TNI, bahkan memang ada yang aktor pengganggu, akan tetapi sikap benalu, munafik mereka tersebut tak seberapa kekuatannya. Akhirnya juga kalah oleh TNI yang berkekuatan senjata, yang berpegang teguh pada falsafah dan ideologi negara Pancasila.

Ingat jasa tokoh Islam, bahwa komitmen munculnya NKRI tidak pernah padam. Fakta sejarah lahirnya NKRI adalah megakarya dari Perdana Menteri RI dan Pahlawan Nasional bpk Dr.Muhammad Natsir, sebagai pemimpin/Ketua Umum Partai Masyumi.

Partai Masyumi itu kemudian dibubarkan Presiden RI Ir.Soekarno yang waktu itu dekat dengan PKI, yang kemudian Soekarno memunculkan konsep Nasakom dalam bernegara, ujungnya membuahkan terjadi peristiwa kudeta berdarah, dengan sebutan G 30 S PKI yang membunuh para Jenderal TNI. Dan waktu-waktu sebelumnya juga, PKI demikian banyak membantai para ulama, terutama ulama NU di Jawa Timur yang dibunuh PKI pada peristiwa pemberontakan PKI thn 1948 di Madiun Jawa Timur.

Juga kita jangan lupa sejarah pertempuran tanggal 10 November 1945 yang menewaskan pemimpin tentera KNIL Belanda, Jenderal Malabay dkk, peristiwa pertempuran itu kini diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Sedangkan hari keluarnya fatwa jihad fisabillillah berperang mengusir penjajah Belanda ingin menjajah kembali gagal, sekarang diperingati sebagai Hari Santri Nasional yang diputuskan era Presiden RI bpk Jokowi. 

Atas berkat Rahmat Allah SWT dengan pekikan Allahu Akbar yang menggema oleh Bung Tomo, disertai keluarnya fatwa jihad dari ulama besar/ Hadratsusyeh KH Hasyim Asyari, pendiri ormas Islam NU, pertempuran dapat dimenangkan Rakyat Indonesia, yang notabenenya terdiri dari para ustadz, kiyai dan santri yang berasal dari Ponpes.

Sehingga sangatlah wajar munculnya sikap penolakan para ulama dan tokoh masyarakat Jawa Timur atas terbitnya Kepres dan Inpres Presiden RI bpk Jokowi yang “membela PKI”,  bertolak belakang yang merupakan pembalikan dari fakta sejarah bahwa  peristiwa pengkhianatan 30 S PKI terhadap NKRI itu adalah pelanggaran HAM berat. Ini perbuatan ngawur the ruling party, dan mereka berpura-pura lupa perjalanan sejarah kebangsaan, dan teganya mereka melakukan perbuatan pembalikan fakta dinamika sejarah Indonesia yang sebenarnya.

Makna dengan terbitnya Kepres dan Inpres bpk.Jokowi tersebut, konsekwensinya TNI/ABRI yang dibunuh para jenderal TNInya thn 1965 itu, kemudian TNI menumpaskan PKI dibawa komando Pangkostrat Letjen Soeharto di waktu itu, kini oleh rezim yang berkuasa disimpulkan sebagai pelanggaran HAM berat dan konsekwensinya TNI berkewajiban meminta maaf kepada keluarga PKI.

Sebuah keputusan Presiden RI yang ngawur, tak masuk akal, ahistoris alias edan.

Sebagai WNI yang setia pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 kita wajib mendukung sikap para Ulama dan Tokoh masyarakat Jatim yang telah menolak isi Kepres dan Inpres RI yang videonya sudah viral di media sosial sejak tgl 8 Juli 2023 tersebut.

Itu fakta sejarah, tidak boleh dihilangkan (delate) oleh Rezim yang berkuasa (the ruling party) sekarang ini. Rezim penguasa saat ini janganlah lupa ingatan dan pura-pura lupa fakta sejarah. Jangan lupakan sejarah ..”Jasmerah..”pesan moral, sebutan bapak Soekarno.

Itu barang tentu merupakan perbuatan hina dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. NKRI ini,  susah payah diperjuangkan, dijaga, dirawat dan diisi kemerdekaan RI oleh para ulama dan tokoh bangsa, dengan korbanan harta dan bahkan nyawa. Ingat moto perjuangan para pahlawan bangsa.,.”Merdeka atau Mati”

Misalnya sebut saja, di daerah Bogor ada seorang ulama besar yang  patriot sejati itu, diantaranya adalah alm KH Soleh Iskandar, pernah dipenjara di era Orla atas hasutan dan fitnah PKI.

Almarhum KH Soleh Iskandar selain memimpin sebagai Komandan perang pasukan TNI Brigade O Siliwangi Banten berpangkat Kapten merebut-mempertahankan kemerdekaan RI, dan pernah menjadi Komandan Kodim di Rangkasbitung Banten di awal masa kemerdekaan dan telah pensiun darI TNI, almarhum memiliki sejumlah karya kemanusiaan yang bermanfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia dalam rangka megisi kemerdekaan RI seperti berdirinya kampus UIKA Bogor Kota Bogor, Ponpes Darul Falah Ciampea, RS Islam Bogor Kota Bogor, BPRS Amanah Ummah Leuwiliang Bobar, BKSPP Indonesia, Ponpes Darul Muttaqien Parung, Ponpes Khairun Nisa Bantar Kemang, Perumahan Rakyat Desa Pasarean Bobar, DPP Legiun Veteran RI dll. Atas dasar sejumlah karya kebangsaan dan keumatan tersebut, kami sedang memperjuangkan sebagai Pahlawan Nasional.

Demikianlah sekelumit fakta sejarah bahwa NKRI itu pilarnya umat Islam Indonesia bersama TNI yang lahir dari Rakyat. Istilah lainnya “ABRI manunggal dengan Rakyat”.

Demikian narasi dibuat untuk meningkatkan kewaspadaan nasional, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menyelamatkan NKRI yang sama-sama kita cintai ini terhindar dari anasir-anasir jahat dan perbuatan tangan-tangan setan yang terkutuk Aamiin ya rabbal ‘aalamiin.

Syukron barakallah
Wassalam
=====✅✅✅

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad,M.Si (Anggota TP2PG Kota Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Wankar ICMI Orwil Khusus Bogor, Wasek Wankar ICMI Pusat, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Usai Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Ketua DPRD Rudy Susmanto Beri Penghargaan pada Kadisparbud

0

Jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Sabtu (17/08/2024) bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 79 tingkat Kabupaten Bogor, diberikan kesempatan istimewa untuk menyerahkan penghargaan bintang karya satya kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Yudi Santosa.

Penganugerahan penghargaan kepada mantan Camat Caringin, Parung, dan Ciampea itu diserahkan usai upacara pengibaran bendera merah putih Sabtu pagi.

Saat menyerahkan piagam penghargaan dan bintang karya satya kepada Yudi Santosa, bakal calon bupati (Bacabup) usungan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, tampil dengan mengenakan stelan jas warna krem itu didampingi Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu.

Hadirnya Rudy Susmanto, pada upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 itu merupakan yang terakhir sebagai ketua DPRD Kabupaten Bogor, periode 2019 – 2024.

“27 Agustus nanti, masa bhakti saya sebagai ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, periode 2019 – 2024 akan berakhir dan digantikan anggota DPRD periode 2024 – 2029 hasil Pemilu 14 Februari lalu,” kata Rudy.

Rudy pun tak lupa memohon maaf, jika selama kurun waktu 5 tahun belum semua aspirasi masyarakat terakomodir.

“Insya Allah, aspirasi yang belum terselesaikan oleh anggota DPRD periode 2019 – 2024 akan dituntaskan anggota DPRD periode 2024 _ 2029,” tutup Rudy. **

**Aga

Semarak HUT RI di Cimpaeun, Lomba Meriah, Warga Antusias

0

Depok -Suasana meriah menyelimuti RT 01 RW 06 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos Kota Depok dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk mengikuti berbagai lomba yang telah disiapkan panitia, pada Sabtu (17/8/24).

Lomba-lomba yang digelar pun beragam, mulai dari lomba makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, hingga lomba yang lebih kreatif seperti menendang bola dengan menggunakan botol. Antusiasme warga terlihat dari sorak-sorai yang menggema setiap ada peserta yang berhasil menyelesaikan lomba.

Ketua RT 01 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos Kota Depok, Hamdani mengatakan, setiap tahun kegiatan perayaan memperingati HUT RI ini dilaksanakan dengan berbagai perlombaan yang disediakan mulai dari kategori anak-anak hingga dewasa. Pada moment ini pemberian santunan bagi anak yatim menjadi bagian yang utama. Selain itu, ia juga menyediakan doorprise dengan hadiah yang cukup menarik berupa paket sembako, minyak sayur juga beras.

“Dooprise ini kami sediakan untuk menarik simpati warga masyarakat juga meningkatkan semangat agar berpartisipasi aktif dalam mengisi kemerdekaan ini. Antusiasnya juga luar biasa hari ini, kekompakan warga juga luar biasa,” ujar Hamdani.

Ia juga berharap melalui kegiatan ini bisa membangkitkan semangat dan rasa nasionalisme warga meski tidak ikut berjuang tetapi dengan terlibat langsung dalam kegiatan seperti hari ini, menjadi bukti meneruskan semangat jasa para pahlawan.

Kemudian, Ketua Panitia Perlombaan 17 Agustus tingkat RT 01 RW 06 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos Kota Depok, Muhamad Hansah menyatakan, senang dan bangga bisa menjadi bagian kepanitiaan dalam perlombaan kemerdekaan ke-79 ini.

Katanya, kegiatan ini bisa terlaksana berkat arahan, support, dukungan dan inisiasi dari Ketua RT 01 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos Kota Depok, Hamdani, bahkan persiapannya telah dilaksanakan jauh-jauh hari agar pelaksanaannya bisa digelar secara meriah salah satunya ada doorprise bagi warga masyarakat.

“Semoga sukses, indonesia semakin maju, masyarakat sejahtera dan warga disini semakin guyub dan kompak,” imbuhnya.

Makna Hari Ahad Diganti Minggu: Pertarungan Budaya

0

JURNAL Inspirasi – Adanya pergantian nama hari Ahad ke Minggu didalam kalender nasional, yang viral di medsos cerita latar belakang sejarahnya kita paham sekarang, inilah salah satu fakta sejarah, bahwa ada pertarungan sistem budaya Arab/ Melayu-Islam (Nusantara) versus (vs) budaya Eropa/Portugis-Kristen. Islam Nusantara terjajah, sedang Kristen Eropa menjajah.

Hingga kini hegomoni budaya Barat-Eropa terus menggeroti budaya Melayu Islam di Indonesia, yang tersebar di daerah-daerah, tanpa sadar dan seolah-olah bukan masalah.

Realitanya warisan (herritages) Kerajaan-kerajaan Melayu Islam, yang tersebar di seluruh wilayah NKRI, berupa peninggalan bangunan dan pekarangan taman istana kerajaan dan benda-benda peninggalan (artefak) tidaklah terawat, rusak, runtuh dan akhirnya punah ditelan bumi.

Saya sudah mengamati faktanya di lapangan, kehancuran budaya Islam Melayu ini seperti yang saya tinjau, seperti istana Maimun di Medan Sumut, istana melayu Islam Pontianak Kalbar, istana kerajaan Islam di Ternate Maluku Utara, kerajaan Buton  Sultra, kerjaan Islam Pasai-Aceh, juga kerajaan Bima NTB, dll, tidaklah terawat, kayu-kayu bangunannya sudah lapuk, dan akhirnya roboh.

Hal ini akibat kelengahan dan ketidakpedulian (careless) dari para politisi muslim yang duduk di DPRD di daerah, mereka kurang bahkan tidak paham dengan pertarungan dan konflik budaya Islam vs nonIslam, terutama adanya agresivitas kristenisasi di Indonesia berjalan sejak lama di banyak sektor seperti perpolitikan, pertahanan-keamanan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri dll.

Akibat negatifnya dari pertarungan budaya berbasis agama ini memunculkan kebijakan dan regulasi (public policy) yang diskrimatif, yang memarginalkan ummat Islam dengan mengikis secara pelan dan pasti simbol-simbol bahasa Arab, termasuk istilah kalender Ahad diganti Minggu sebagaimana isi vedeo yang viral tersebut.

Sebenarnya sudah banyak yang berubah dan diubah secara sistematis simbol-simbol budaya Islam Nusantara oleh birokrasi Pemerintahan yang sekular, ateis dan fobia atau anti Islam, antara lain tampak berupa politik anggaran untuk membangun dan atau merenovasi bangunan istana Melayu Islam- Nusantara baik di pusat maupun di daerah, tidak mendapat tempat, ada ketidakberpihakan (don’t affirmatif policy).

Konyolnya para politisi Muslim berasal dari Parpol Islam atau partai yang berbasis umat Islam Indonesia seperti PKS, PPP, PKB, PAN dll kurang bahkan tidak paham dan tak mengerti apa dan bagaimana memperjuangkan aspirasi ummat Islam guna menjaga marwah dan melestarikan simbol-simbol budaya Melayu Islam se Nusantara. 

Salah satu caranya adalah adanya atau proaktif gerakan syiar dakwah Islam dan gelontorkan dana APBD untuk merenovasi bangunan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam Melayu, yang doeloe megah dan berjasa dalam menyatukan berbagai etnis bangsa Nusantara membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kini bangunan kerajaan Melayu Islsm Nusantara banyak yang ditelantarkan dan terbengkalai, rusak, akhirnya roboh dan runtuh.

Padahal finalisasi perjuangan terbentuknya NKRI itu adalah mahakarya Pahnas Dr.Muhammad Natsir, Ketum Parpol Islam Masyumi yang menjadi Perdana Menteri RI, dengan mosi integral Natsir untuk kembali bersatu dalam wadah Indonesia Raya. 

Akan tetapi sayang, para politisi Islam di parlemen baik di pusat Senayan dan di daerah banyak lupa dan melupakan sejarah jasa para tokoh pahlawan Islam mengapa, apa dan bagaimana mereka berjuang membangun kebudayaan dan peradaban Islam di tanah air Indonesia, yang nampaknya kini lengah dan mengabaikan.

Mereka banyak disibukan dengan gaya hidup mewah (hedonist) dan tak punya arah yang jelas (disorientasi) yang kemudian mereka abai dan hilang marwahnya (dignity) untuk membela kepentingan ummat Islam dengan berbagai program pembangunan dakwah Islamiyah, yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Biaya Daerah (APBD) dan negara (APBN).

Contoh kasus sebut saja Kota Bogor, dimana satu dasa warsa terakhir, Pemkot Bogor mempromosikan besar-besaran budaya Tiongkok-China (Klenteng-ibadah tapekong) dengan ajang acara ritual dan festival Cap Go Meh (CGM), yang semarak dan dibalut atau dibungkus mengatas-namakan budaya Nusantara.

Ini sangat jelas dan tegas menyimpang pemaknaannya, bahwa CGM bukan budaya Nusantara. CGM adalah budaya berasal dari dataran China-negeri Tiongkok sana.

Dengan perayaan CGM, mereka nampaknya ingin “menyalip dan menyingkirkan”, memarginalkan budaya Arab-Empang Bogor. Faktanya Kawasan Empang kurang mendapat perhatian pembangunan sarana-prasarananya, sehingga daerah ini dibiarkan  “kumuh” (slum area). Hal ini sangat berbeda jauh dengan perlakuan program pembangunan lingkungan Kawasan Pecinaan Jln Surya Kencana (Surken) Kota Bogor, dimana dijadikan pusat-tempat vestifal CGM diselenggarakan setiap tahun, dalam rangka merayakan Tahun Baru Cina (Imlek).

Pembangunan dan penataan sarana-prasarana publiknya di kawasan Surken Bogor didukung dana yang besar dari bantuan anggaran APBD Kota Bogor, APBD Jabar, dan bahkan APBN.

Berdasarkan gejala sosial yang diskrimatif public policy, saya pun bertanya kepada para politisi muslim yang manggung di DPRD Kota Bogor seperti PKS, PPP, PKB dan PAN, kemana saja mereka? Apa yang mereka perbuat untuk umat Islam Bogor sebagai soko guru bangsa Indonesia yang ikut serta membangun NKRI.

Oleh karena itu, adanya inisiatif untuk mengembalikan Bogor Dayeuh Ulama, sudah seharusnya kita dukung bersama.

Memang benar, Bogor dalam fakta sejarah dibangun dan dibesarkan atas jasa-jasa dan karya para ulama Bogor, sebut saja diantaranya KH Falaq Pagentongan, KH Abdullah bin Nuh, KH.Soleh Iskandar,  dll.

Mari kita marakkan Kota Bogor setiap tahun Hijriah, tahun baru Islam dengan berbagai acara budaya Nusantara Islam seperti festival Muharam  Istiqlal, talk show, pameran buku-buku Islam yang dulu sempat ada digelar di Masjid Raya Bogor, kini hilang, istikhosyah, dll.

Singkat kata “Kembalikan Bogor sebagai Dayeuh Ulama”, untuk menghindar atau mencegahkan umat Islam, terutama keturunan kita: anak, cucu dan cicit kita dari kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan dan kekafiran. Kejadian yang menggerus kebudayaan dan peradaban Islam seperti perubahan nama hari Ahad ke Minggu didalam kalender nasional tidak terulang kembali di tanah air NKRI yang kita cintai ini.

Sekian dan terima kasih, semoga narasi singkat ini, hendaknya bisa memunculkan dan membangkitkan kesadaran baru untuk mempertahan marwah umat Islam Indonesia demi melestarikan jiwa dan semangat kebangsaan dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si (Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Wasek Wankar ICMI Pusat, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Orang tak Dikenal Lempari Telur ke Rumah Legislator NasDem

0

jurnalinspirasi.co.id – Rumah pribadi Anggota DPRD Kota Bogor asal Partai NasDem, Devie P Sultani di Jalan Haur Jaya II Nomor 19 RT 02 RW 07, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, mendapat teror dari orang tak dikenal pada Kamis (15/8/2024) sekira pukul 14.50 WIB.

Teror tersebut berupaya pelemparan sejumlah telur busuk yang dilakukan oleh empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor secara berboncengan.

Kepada wartawan, Devie mengatakan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar, yang langsung melaporkannya kepada security komplek.

“Ada empat orang berboncengan dengan dua motor. Mereka menutupi wajahnya menggunakan sarung dan memakai topeng, sudah seperti ninja,” ujar Devie kepada wartawan.

Ketika berupaya dikejar oleh security, kata Devie, para pelaku langsung tancap gas keluar komplek perumahan.

“Nggak kekejar oleh security. Saat kejadian, di rumah hanya ada asisten rumah tangga saja,” ucapnya.

Sementara Devie sendiri saat kejadian tengah menjalani sidang gugatan sengketa Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dapil Bogor Barat.

Devie menegaskan bahwa pihaknya akan melaporkan peristiwa itu ke Polresta Bogor Kota.

“Saya mengutuk teror yang dilakukan oleh siapapun, dimana peristiwa terjadi di tengah persidangan MK,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengatakan bahwa penyerangan dilakukan saat sidang sengketa di MK.

“Kejadian ini seperti ingin merusak iklim demokrasi, sebab terjadi saat sidang MK,” kata Benninu

Atas dasar itu, ia mendesak polisi segera mengusut tuntas dan menemukan pelakunya.

“Saya memohon polisi untuk mengusut tuntas. Jangan sampai Garda Pemuda NasDem dan Pemuda Pancasila yang akan mencarinya,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Hadiri Kegiatan PPDI Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto: NPCI dan S0Ina jadi Masa Depan Para Atlet Istimewa

0

Jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada atlet-atlet disabilitas atau istimewa yang ada di bawah binaan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dan Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor.

NPCI dan SOIna adalah dua organisasi olahraga yang sangat istimewa dan akan menjadi masa depan talenta atlet-atlet istimewa yang ada di Kabupaten Bogor.

“NPCI sudah bediri sejak lama di Kabupaten Bogor. Saat ini Alhamdulilah sudah ada SOina yang juga akan menjadi masa depan para atlet-atlet istimewa yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto saat menghadiri rangkaian acara semarak Kemerdekaan yang dilakukan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor di UPT Balai Kesejahateraan Sosial (BKS) Kabupaten Bogor di kawasan Citeureup, Kamis (15/8/24).

Rudy Susmanto mengaku kedatangannya ke BKS ini adalah menghadiri undangan dari Ketua PPDI Kabupaten Bogor, H. Erfandi.

Wasekjen DPP Partai Gerindra ini sangat terharu dan bangga dengan sinerginya antara PPDI, NPCI dan SOina dalam memperjuangkan talenta atlet atlet istimewa dan masyarakat disabilitas yang ada di Kabupaten Bogor.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Erfandi, Pak Misbah dan Pak Ahmad Azwari yang selalu kompak dan bersinergi dengan Pemkab Bogor dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat disabilitas yang ada di Bumi Tegar Beriman,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Susmanto juga berjanji agar secepatnya Kabupaten Bogor bisa memiliki Wisma Istimewa untuk para atlet istimewa yang selama ini berada dalam pusat pembinaan olahraga di NPCI dan SOIna.

“Insya Allah secepatnya atau pada tahun 2025 mendatang Wisma Istimewa atau Wisma Disabilitas harus segera dibangun. Karena saat ini para atlet istimewa yang masuk program SOD NPCI Kabupaten Bogor masih menempati Mess PUSDAI yang dikelola oleh BPIC Kabupaten Bogor,” paparnya.

Menurutnya, sangat penting Pemkab Bogor memiliki Wisma Istimewa atau Disabilitas.

“Pasalnya NPCI dan SOIna Kabupaten Bogor memang sangat membutuhkan Wisma Istimewa buat para atlet Istimewa yang kedepannya akan membela dan mengharumkan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Bogor, H. Erfandi mengatakan sangat terharu dengan kepedulian Ketua DPRD Kabupaten Bogor kepada masyarakat dan atlet disabilitas yang ada di Kabupaten Bogor. 

**Aga

Pelantikan Ditunda, Legislator Terpilih Merasa Dirugikan

0

jurnalinspirasi.co.id – Pelantikan Anggota DPRD Terpilih di Kota Bogor dijadwalkan pada Selasa pekan depan (20/8/2024). Namun pelantikan tersebut terancam mundur dikarenakan belum adanya kepastian dari Mahkamah Konstitusi RI terkait dengan gugatan yang dilayangkan caleg Partai Golkar.

Hal ini sangat disayangkan padahal akhir masa jabatan dari Anggota DPRD Kota Bogor terhitung pada tanggal 20 Agustus 2024 mendatang.

Legislator terpilih, Tri Riyanto Andhika Putra, merasa dirugikan dengan mundurnya tanggal pelantikan ini karena aspirasi masyarakat yang seharusnya dapat segera diperjuangkan harus tertunda akibat gugatan tersebut diatas.

“Dengan diundurnya pelantikan ini akhirnya berdampak kepada anggota legislatif lain yang harusnya sudah dapat bekerja per tanggal 20 agustus mendatang. Padahal sudah banyak aspirasi masyarakat yang seharusnya dapat dilaksanakan di akhir Agustus ini,” katanya.

Menurut dia, gugatan yang dilayangkan oleh penggugat kepada KPU juga dinilai tidak berdasar dan realistis, sebab segala upaya sudah dilaksanakan pada gugatan MK sebelumnya.

“Padahal sudah diadakan penyandingan dan proses buka kotak sudah dilakukan, lalu penggugat mau mengupayakan apalagi? Jika tuntutan yang dilayangkan tidak dapat dibuktikan diproses penyandingan kemarin, saya rasa dapat kita katakan gugatan ini tidak berdasar dan realistis,” tegasnya.

Ketua KPU Kota Bogor, M Habibi Zaenal Arifin mengatakan bahwa pihaknya hingga kini masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk kemudian ditindaklanjuti KPU RI pada 19 Agustus mendatang.

“Dalam Undang Undang (UU) MD3 disebut bahwa masa jabatan anggota DPRD sampai adanya pelantikan. Di Cirebon AMJ-nya sampai 3 Agustus, di Cianjur sampai 8 Agustus,” ucapnya.

Atas dasar itu, sambung dia, pusat tengah mengupayakan agar pada 19 Agustus 2024 semua permasalahan di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai semua. NU

Sekretaris DPRD Kota Bogor, Boris Derurasman, mengaku tidak bisa memastikan kapan anggota dewan terpilih dapat dilantik. Sebab masih menunggu penetapan KPU RI.

“Karena ada gugatan di MK, otomatis masih menunggu putu- sannya. Jadi belum bisa dipastikan,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Kementan Ajak Pejabat Publik Implementasikan Prinsip Penyelenggaraan Pelayanan Publik

0

JURNAL Inspirasi –  Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) untuk mengimplementasikan setidaknya tiga prinsip penyelenggaraan pelayanan publik yang baik. Yaitu transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas.

Penyelenggaraan pelayanan publik tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memastikan akses yang adil serta berkualitas terhadap berbagai layanan.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap siapa saja yang mau membantu pemerintah dalam meningkatkan produktivitas.

“Dan kami katakan, kalau ada pegawai kami yang main-main, tolong dilaporkan secara tertutup. Pasti kami tindak tegas. Kemudian kalau bertamu, kita siapkan ruang pelayanan. Tidak boleh sendirian, minimal tiga orang”, tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menegaskan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) yang kelak diharapkan akan menjadi Centre of Excellence menuju Corporate University (CorpU) dapat menghasilkan pemimpin yang profesional dalam melaksanakan pelayanan publik yang berkualitas.

Selanjutnya dalam dalam kesempatan menutup PKA Angkatan VIII tahun 2024, Rabu (14/08) Kepala BBPMKP Sukim Supandi menguraikan tiga prinsip penyelenggaraan negara yang baik untuk membangun kepercayaan publik dan memberikan pelayanan yang optimal.

“Akuntabilitas, yaitu bertanggungjawab atas pelaksanaan pelayanan dan memberi pertanggungjawaban kepada masyarakat dan pemerintah”, jelas Sukim Supandi di depan peserta pelatihan.

Sukim Supandi melanjutkan, prinsip berikutnya yaitu Transparansi, dimana semua proses dan prosedur pelayanan harus dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menerima dan memahami layanan yang mereka terima, serta Inklusivitas, yaitu layanan yang diberikan harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi”, jelas Sukim Supandi.

Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut lembaga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publiknya dan memastikan bahwa layanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

Untuk diketahui, PKA merupakan pelatihan yang bertujuan mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator. Kompetensi yang dikembangkan merupakan kompetensi kepemimpinan manajemen kinerja untuk menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan administrator.

Sebagai pejabat administrator, para peserta memiliki tanggungjawab dalam memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.

PKA Angkatan VIII Kementerian Pertanian berlangsung secara hybrid dari tanggal 13 Maret hingga 14 Agustus 2024 di BBPMKP. Diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari tujuh Eselon I lingkup Kementerian Pertanian.

(yev/bbpmkp-rls)

Cinta Quran Foundation Berikan Bantuan Korban Tertimpa Bangunan Mushola

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Cinta Quran Foundation melalui Program Zakat 100 persen, memberikan bantuan kepada Bapak Bahrudin (78) korban yang tertimpa bangunan mushola di Kampung Ciapus RT 03/04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas.

Akibat insiden tersebut, Bahrudin (78) mengalami luka pada bagian kepala setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Kejadian pada pukul 16.30 WIB pada Rabu 31 Juli 2024 lalu. Korban selepas sholat ashar mau ke kamar mandi, tiba-tiba bangunan mushola roboh dan menimpa korban.

Bahrudin sudah menjalani operasi pada bagian kepala di RSUD Kota Bogor.

Bohari menantu Bahrudin mengatakan, atas nama keluarga mengucapkan terima kepada Cinta Quran Foundation yang telah memberikan bantuan untuk bapak yang sakit.

“Alhamdulillah kami terima bantuan ini dengan lapang dada. Semoga kedepan Cinta Quran semakin jaya, dan sukses selalu,” ungkap Bohari kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/8/24)

Sementara relawan Cinta Quran Foundation, Yudi Surahman menyampaikan, mudah -mudahan bantuan ini bermanfaat dan dipergunakan dengan baik.

“Saya perwakilan dari Lembaga Cinta Quran ikut prihatin atas musibah ini, mudah-mudahan beliau yang sedang sakit segera pulih kembal,” ujarnya.

Lembaga Cinta Quran foundation yang bergerak bergerak dibidang dakwah islam, dan sosial, bahkan membantu saudara kita yang ada Palestina untuk bantuan kemanusian

“Kami punya program zakat 100 persen, yaitu program zakat titipan dari donatur yang tidak dipotong biaya apapun. Kita salurkan kepada yang berhak,” jelasnya.

Zakat yang kita berikan sebesar Rp. 3 juta, dan diterima langsung oleh pihak keluarga Bahrudin.

Yudi