27.8 C
Bogor
Sunday, August 31, 2025

Buy now

spot_img
Home Blog Page 19

Siap Genggam Peluang Global, UPT Pelatihan Kementan Lepas Petani Muda ke Taiwan

BOGOR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) resmi melepas peserta program magang pertanian ke Taiwan.

Pelepasan dilakukan Senin (9/6/2025), di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), bertepatan dengan penutupan kegiatan Pemantapan Magang Taiwan Batch VI.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi agenda penting untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing pertanian nasional.

“Anak-anak muda inilah harapan kita. Belajar teknologi pertanian modern di Taiwan, lalu pulang dan menjadi motor kemajuan pertanian di desanya. Jangan hanya jadi penonton di negeri sendiri,” kata Amran.

Sebanyak 35 petani muda terpilih akan diberangkatkan ke Taiwan pada hari yang sama. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pembekalan intensif selama 14 hari di Komplek Bumi BBPMKP sejak 25 Mei 2025.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menyampaikan harapannya agar para peserta tidak hanya sekadar magang, tetapi juga menyerap teknologi dan etos kerja pertanian modern yang bisa dibawa pulang ke tanah air.

“Mereka adalah duta pertanian Indonesia. Di pundak mereka, harapan modernisasi pertanian digantungkan. Harapannya mereka pulang dengan ilmu, jejaring, dan semangat baru untuk membangun pertanian Indonesia yang berdaya saing global,” ujar Santi.

Program magang luar negeri merupakan salah satu upaya strategis Kementan untuk mendorong regenerasi petani melalui jalur kompetensi dan pengalaman internasional. Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung mulai dari budidaya hingga pascapanen di Taiwan, termasuk hortikultura, tanaman pangan, dan peternakan.

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan, Ketua Kelompok Substansi Kelembagaan dan Kerjasama Pelatihan Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Rip Krishaditersanto menjelaskan bahwa kegiatan pemantapan mencakup pelatihan bahasa, budaya kerja Taiwan, teknis pertanian, serta pembekalan tentang kontrak dan kesiapan mental.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty, yang juga memberikan arahan dan motivasi kepada peserta.

“Pemerintah terus mendorong kemajuan dan modernisasi pertanian dengan memberdayakan generasi muda melalui program magang luar negeri. Kalian membawa nama baik Indonesia, kesiapan, adaptasi, dan sikap profesional adalah kunci keberhasilan. Sepulangnya nanti, pastikan ilmu yang diperoleh dapat ditularkan dan diterapkan di daerah kalian masing-masing,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi Puslatan dan seluruh pihak yang mendukung kegiataan.

“Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan penting ini. Semoga pengalaman di BBPMKP menjadi bekal awal yang kuat bagi para peserta saat menginjakkan kaki di Taiwan nanti,” tuturnya.

Dengan semangat petani muda yang mendunia, diharapkan para petani muda ini tidak hanya siap “menggenggam peluang global”, tetapi juga pulang sebagai pelopor perubahan, membawa teknologi, jejaring, dan semangat baru untuk menguatkan pertanian tanah air.

(Restu/BBPMKP)

Ini Kebiasaan Pengguna Mobil yang Bisa Merusak AC

Bogor | Jurnal Bogor
Banyak pemilik kendaraan yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari mereka justeru dapat mempercepat kerusakan sistem pendingin atau AC di mobilnya.

AC mobil merupakan salah satu komponen penting yang menunjang kenyamanan Anda berkendaraan di wilayah beriklim panas seperti di Indonesia.

Kerusakan pada AC bisa berdampak besar pada biaya perbaikan dan kenyamanan pengguna mobil

Menurut Yuke, Operasional Bengkel Sentral AC Mobil, kebiasaan sepele seperti membiarkan kabin dalam kondisi kotor di dalam mobil dapat menjadi pemicu utama kerusakan AC.

Penggunaan AC tanpa perawatan rutin juga bisa mempercepat kerusakan pada komponen vital, seperti evaporator dan kompresor.

“Kasus AC mobil bermasalah bukan karena umur pakai, tetapi karena pemilik mobil jarang servis atau tidak sadar kalau kebiasaan mereka merusak AC secara perlahan. Misalnya, merokok di dalam mobil bisa menyebabkan kotoran menempel di evaporator dan membuat bau tak sedap yang sulit hilang,” ujar Yuke  kepada Jurnal Bogor.

Ya, membiarkan filter kabin kotor terlalu lama bisa membuat aliran udara terganggu dan memaksa kompresor bekerja lebih keras. Hal ini tidak hanya mengurangi performa pendinginan, tetapi juga bisa berdampak pada konsumsi bahan bakar kendaraan.

 “Bila sirkulasi udara terganggu, AC jadi tidak dingin maksimal, padahal freon masih penuh. Kompresor pun harus kerja ekstra dan lama-lama bisa jebol,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pemilik mobil rutin melakukan servis AC setiap 6 bulan sekali atau setiap 10.000 kilometer, tergantung pada intensitas pemakaian kendaraan. Selain itu, menjaga kebersihan kabin dan tidak menyalakan AC saat mesin belum stabil juga dapat memperpanjang umur komponen AC.

Jangan sampai AC tidak bekerja maksimal saat dibutuhkan, maka hal yang mudah dilakukan adalah membawa mobil ke tempat service AC.

Di Sentral AC Jalan Sholeh Iskandar RT 01/RW 11 Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor untuk diperiksa kondisinya di Sentral AC  untuk service ringan itu mulai Rp. 543.000 sudah dapat tambahan Freon. Kalau perawatan AC rutin dilakukan maka kondisi  komponen bisa dimonitor, untuk perbaikan tergantung komponen apa yang bermasalah di AC masing- masing dan biaya perbaikan juga berbeda tergantung masalahnya.

(Wawan Hermawanto)

Polisi Tangkap 51 Pelaku Narkotika

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap 45 kasus peredaran narkotika dan menangkap 51 tersangka selama periode April hingga Mei 2025.

Selain itu, olisi juga membongkar gudang minuman keras (miras) ilegal jenis ciu dan mengamankan lima pelaku.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Indra Ranu Dikarta mengatakan bahwa kasus narkoba tersebut tersebar di enam kecamatan. Rinciannya, Bogor Utara 17 kasus, Bogor Selatan 10 kasus, Bogor Tengah 8 kasus, Bogor Timur 7 kasus, Bogor Barat 2 kasus, dan Tanah Sareal 1 kasus.

“Dari seluruh kasus, kami menyita barang bukti berupa 360,74 gram sabu, 556,18 gram tembakau sintetis, 127,10 gram ganja, 57.418 butir obat keras terbatas, 2.791 butir psikotropika, dan 327 butir ekstasi,” kata AKBP Indra dalam konferensi pers, Senin (9/6/2025), didampingi Kasat Narkoba Kompol Dede Hendrawan.

Selain kasus narkotika, Satres Narkoba bersama Polsek Bogor Timur juga menghentikan sebuah truk pengangkut ciu dari Jawa Tengah di kawasan Tajur, Bogor Timur. Truk tersebut membawa 120 dirigen kosong ukuran 30 liter dan 54 dus berisi 1.296 botol ciu.

Pengembangan dari penangkapan itu mengarah ke sebuah gudang di Kampung Kaum, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Polisi kemudian menangkap tiga pelaku berinisial Jhon, Rocky, dan Syahrul. Di lokasi ditemukan 130 dirigen berisi ciu, 13 dus ciu, satu dirigen biang arak bali, 100 botol arak bali, 2.000 botol kosong, 10.000 tutup botol, tiga set alat ukur kadar alkohol, serta berbagai peralatan produksi.

“Kelima pelaku mengaku menerima upah Rp40.000 per dirigen dan merupakan bagian dari jaringan distribusi miras ilegal dari wilayah Jawa Tengah,” ujar AKBP Indra, Senin (9/6/2025).

Menurut dia, polisi juga tengah mendalami dua kasus besar yang terkait jaringan narkoba lintas wilayah.

Kasus pertama, Unit 1 Satres Narkoba menangkap tersangka K.A.W (43) setelah pengembangan dari tersangka D.S. Polisi menyita 73,87 gram sabu yang disembunyikan dalam karung di rumah tersangka di Bogor Timur. Jaringan ini dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.

Kasus kedua, Unit 4 menggerebek kontrakan milik Z.A.P (29) di Bogor Utara. Barang bukti yang diamankan antara lain 55,94 gram sabu, 1,30 gram tembakau sintetis, 27 butir ekstasi, serta alat pengemasan narkoba. Z.A.P mengaku bahwa barang tersebut milik temannya berinisial A yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Jaringan ini diduga berasal dari Jakarta dan dikendalikan oleh pelaku berinisial Arnold yang juga berstatus DPO.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah undang-undang, di antaranya:

UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114, 111, dan 112.

UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 435 dan 436 (untuk kasus obat keras terbatas).

UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, Pasal 60 dan 62.

Pasal 204 KUHP, Pasal 55-56 KUHP, dan Pasal 137 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (untuk kasus miras ilegal).

“Polresta Bogor Kota berkomitmen menjaga wilayah tetap bersih dari narkoba dan miras berbahaya. Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap peredaran ilegal di Kota Bogor,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jalankan Imbauan Gubernur, Prosesi Perpisahan di Parakanmuncang 01 Berlangsung Sederhana

Nanggung l Jurnal Bogor
Sebanyak 53 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 01, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor resmi menyelesaikan pendidikan mereka pada tahun ajaran 2024/2025, Rabu (4/6/2025).

Momen  kelulusan tersebut ditandai dengan acara perpisahan yang digelar secara sederhana di lingkungan sekolah.

Kepala SDN Parakanmuncang 01, Ondeng Sofwanudin, mengatakan bahwa acara perpisahan kali ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, serta mengikuti himbauan dari pemerintah daerah.

“Dalam rangka melihat perkembangan situasi dan kondisi, bahwa memang sudah ada himbauan dari Gubernur. Kita melaksanakan perpisahan ini dengan sederhana,” ujarnya.

Meski digelar tanpa kemeriahan berlebihan, acara tersebut tetap berlangsung khidmat dan penuh makna.

Ondeng berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Kita berharap mereka bisa melanjutkan lagi ke jenjang berikutnya. Baik SMP negeri maupun swasta, mau dilanjutkan ke sekolah mana pun, saya sebagai kepala sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua siswa. Itu adalah hak prerogatif mereka,” jelasnya.

Ondeng pun mengingatkan agar semangat belajar tetap dijaga, dan tidak berhenti hanya sampai di bangku sekolah dasar.

“Kelulusan ini menjadi momen penting bagi para siswa, sekaligus menjadi awal baru untuk menapaki jenjang pendidikan menengah pertama,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Kolaborasi Pemdes Puraseda dan Puskesmas, Ratusan Warga Cek Kesehatan Gratis

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Ratusan warga Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, memadati aula Kantor Desa untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Puraseda dan Puskesmas setempat.

Mayoritas peserta pemeriksaan memanfaatkan layanan cek tekanan darah dan kadar gula. Berdasarkan data sementara, keluhan paling banyak datang dari warga yang mengalami tekanan darah tinggi serta lonjakan kadar gula.

“Selain warga umum, perangkat desa, RT, RW, dan para kader juga ikut memeriksakan kesehatannya,” ujar Ardiansyah, staf Desa Puraseda, kepada wartawan, kemarin.

Ia menyebut kegiatan ini berjalan lancar dan disambut baik oleh masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk mendeteksi lebih awal potensi penyakit kronis yang sering tidak disadari oleh masyarakat pedesaan.

Salah satu warga, Muhammad Udin, mengaku bersyukur dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini. Ia menilai program seperti ini sangat membantu, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan waktu dan biaya.

“Program seperti ini meringankan beban kami. Kita tidak perlu jauh-jauh dan antre ke puskesmas. Lebih baik kalau bisa rutin dilakukan setiap bulan,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Ruang Kelas MI Mathla’ul Anwar Ambruk

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla’ul Anwar di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor ambruk, Sabtu (31/5/2025).

Material bangunan yang sudah lapuk menjadi penyebab ambruknya plafon sekolah tersebut memantik anggota Legislatif Kabupaten Bogor Usep Nukliri.

Saat di lokasi ambruknya ruang sekolah itu, Usep meminta Pemkab Bogor segera merspons dan mengambil tindakan dampak rusaknya sekolah yang biasa digunakan kegiatan belajar itu.

“Pemkab Bogor untuk segera mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan sekolah  yang ambruk itu,” kata Usep Nukliri.

“Dengan hormat, saya memohon kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.”

“Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan pada tahun 2026 nanti seluruh ruang kelas bisa mengalami kerusakan serupa.” ujar Usep,

Menurutnya, insiden ini bukan hanya soal kerusakan fisik bangunan, tetapi menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Bogor.

Ia menekankan pentingnya pemeliharaan dan renovasi bangunan sekolah sebagai prioritas, terutama di wilayah-wilayah pelosok yang kerap luput dari perhatian.

Usep juga mengajak seluruh pihak, termasuk dinas terkait dan lembaga pendidikan, untuk bersinergi dalam memastikan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa.

“Jangan sampai anak-anak kita belajar dalam ketakutan. Sebab,  pendidikan yang layak dimulai dari fasilitas yang memadai,” pungkasnya. Arip Ekon

RSUD Leuwiliang Berganti Nama

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang kini resmi berganti nama menjadi RSUD R. Moh. Noh Nur. Pergantian nama ini bentuk penghormatan terhadap jasa seorang pahlawan daerah yang telah mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia.

Siapakah R Mohammad Noh Nur?. Tak banyak yang tahu, dilansir dari berbagai sumber bahwa sosok ini adalah putra asli Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang lahir pada 9 Maret 1914.

Ia bukan sekadar warga biasa. R. Moh. Noh Nur adalah pejuang yang berperan penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama saat masa-masa genting Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948-1949.

Ia tergabung dalam BKR/TK organisasi militer bentukan rakyat setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang berkembang menjadi Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan kemudian menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebagai bagian dari institusi militer tersebut, R. Moh. Noh Nur menunjukkan dedikasi dan keberanian luar biasa.

Salah satu kisah paling heroik dalam hidupnya terjadi pada awal tahun 1949. Saat itu, situasi di wilayah Bogor Barat tengah genting akibat gempuran pasukan Belanda.

R. Moh. Noh Nur memimpin pengawalan rombongan pengungsi yang hendak menyelamatkan diri ke wilayah yang lebih aman.

Namun, ketika rombongan menyebrangi Sungai Cikaniki di kawasan Leuwicatang, yang kini menjadi bagian dari Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pasukan Belanda melancarkan serangan.

Dalam insiden tragis itu, R. Moh. Noh Nur gugur. Ia wafat sebagai prajurit, dengan pangkat terakhir Mayor. Nyawanya memang terenggut, tetapi keberaniannya telah abadi dalam sejarah perjuangan bangsa.

Kini, lebih dari tujuh dekade setelah kepergiannya, RSUD di tanah kelahirannya kini menyandang namanya. Sebuah bentuk penghormatan sekaligus pengingat, bahwa di balik kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, ada pengorbanan nyata dari para pejuang termasuk dari mereka yang mungkin tak banyak dikenal di buku sejarah nasional, namun memiliki jasa besar di tanah kelahirannya.

(Arip Ekon)

DID Ajak Kader PDI Perjuangan Kota Bogor Membumikan Pancasila

jurnalinspirasi.co.id – Memperingati Hari Pancasila, DPC PDI Perjuangan Kota Bogor melaksanakan upacara di halaman kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani II No 4, Kecamatan Tanah Sareal, Minggu (1/6/2025).

Kegiatan yang juga pengawal Bulan Bung Karno ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan bertindak sebagai inspektur upacara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata (DID).

Hadir pada upacara yakni jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor, pengurus kecamatan (PAC) hingga ranting partai besutan Megawati Soekarnoputri.

Dalam arahannya, Dadang Iskandar Danubrata mengajak seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk senantiasa membumikan jiwa dan makna nilai-nilai Pancasila melalui kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagaimana diketahui, Ir. Soekarno menjadi salah satu tokoh perumus dasar negara dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 selain Mohammad Yamin dan Soepomo. Dan, Soekarno adalah tokoh penting dalam penyusunan isi rumusan dasar negara yang merupakan sejarah awal lahirnya Pancasila,” kata Dadang saat memberikan sambutan didepan ratusan kader partai berlambang banteng bulat.

DID menjelaskan bahwa dalam sidang pertama BPUPKI pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan ihwal “Dasar Indonesia Merdeka” dan memperkenalkan istilah Pancasila atau lima sila. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila

“Jadi Pancasila yg lahir pada tanggal 1 Juni 1945 ini benar benar dari hasil pemikiran mendalam Bung Karno, yang merangkum nilai-nilai luhur budaya dan kearifan Nusantara. Ini bukan impor dari ideologi asing, melainkan kristalisasi jiwa bangsa Indonesia yang beragam namun bersatu. Pancasila kemudian tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi dasar negara yang mempersatukan kita dalam Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Dadang.

Kata dia, sejak Orde Lama, Pancasila menjadi alat pemersatu melawan rongrongan ideologi komunisme dari dalam maupun luar,.

“Di Orde Baru, ia dijadikan asas tunggal, meski terkadang dipolitisasi dan dimanipulasi oleh dan untuk kepentingan penguasa saat itu. Sedangkan di jaman Reformasi, Pancasila membawa angin kebebasan, tetapi juga ujian bagi relevansi Pancasila di tengah demokrasi dan globalisasi. Kini, di era digital, Pancasila tetap harus menjadi kompas bangsa menghadapi disrupsi teknologi dan polarisasi sosial,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, DID juga mengingatkan agar tak lupa sejarah dan bersama kawal Pancasila lawan produk ideologi radikal.

“Generasi muda harus melek sejarah agar tak mudah terpecah belah. Sebagai kader PDI Perjuangan, tugas kita adalah melestarikan Pancasila lewat pendidikan dan keteladanan. Juga, mengimplementasikannya dalam kebijakan kebijakan yang pro-rakyat, toleransi, dan berkeadilan sosial,” jelasnya.

Selain melaksanakan upacara, DPC PDI Perjuangan juga menyelenggarakan beragam lomba. Di antaranya lomba catur hingga tenis meja dengan peserta para kader PDI Perjuangan Kota Bogor.

** Fredy Kristianto

Pengurus Percasi Kota Bogor Resmi Dilantik

jurnalinspirasi.co.id – Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bogor resmi dikukuhkan dan dilantik di Ruang Rapat Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (30/5/2025).

Pengukuhan & Pelantikan Pengurus Cabang Percasi Kota Bogor Masa Bakti 2025-2029 dilakukan oleh Sekretaris Umum Percasi Provinsi Jawa Barat, Dicky Irvan Firmansyah, dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

“Selamat dan sukses, mudah-mudahan di kepemimpinan Kang Ian periode kedua ini dapat terus mengharumkan Kota Bogor dalam olahraga catur. Insyaallah akan ada atlet muda dari Kota Bogor yang bisa mencapai grand master,” ujar Dedie Rachim dalam sambutannya.

Ia juga berharap Percasi bisa mencapai atau melebihi target mendapatkan tiga emas pada Porprov 2026, sehingga bisa melengkapi target 100 emas Kota Bogor.

“Tentu kalau bicara target secara keseluruhan kita juga ingin berada pada posisi tiga besar. Ini memang tidak mudah, tapi kalau saya melihat semangat pengurus cabor dan atlet, kita bisa meraih tiga emas dari catur,” ucapnya .

Dalam mendukung keberadaan para atlet dan juga meningkatkan kesejahteraan para atlet di tingkat kota, Kota Bogor telah melakukan berbagai pembangunan infrastruktur keolahragaan.

Tak hanya dari fisik, dalam pembangunan manusia pun terus dilakukan hingga indeks harapan hidup masyarakat di Kota Bogor terus meningkat, yang saat ini berada di angka 75 tahun.

Selain itu, sejak beberapa bulan lalu Kota Bogor juga memiliki Perda Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Di lokasi yang sama Ketua Percasi Kota Bogor, Ian Mulyana mengatakan potensi atlet di Kota Bogor tidak diragukan lagi.

“Jumlah atlet junior Kota Bogor paling banyak, bahkan sudah menggeser Kota Bandung di Kejurda,” ujarnya.

Dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, pihaknya juga tengah mempersiapkan berbagai atlet senior untuk juga ikut dalam ajang.

Sementara itu dalam kepengurusannya kali ini, pihaknya juga akan meningkatkan berbagai pertandingan di tingkat kota untuk membantu para atlet junior menggunakan jalur prestasi.

“Kita akan menata kembali untuk kegiatan catur turnamen catur yang sifatnya mempunyai nilai jalur prestasi,” ucapnya.

Ia berharap dengan peningkatan kualitas ini, keolahragaan catur juga bisa terus berkembang.

** Fredy Kristianto

Mentan: Terima Kasih Kepada Petani Dan Seluruh Stakeholders Atas Capaian Spektakuler 4 Juta Ton Cadangan Beras

Jakarta – Pemerintah mencatatkan sejarah baru dalam tata kelola pangan nasional. Untuk pertama kalinya sejak Perum Bulog berdiri pada 1969, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus angka fantastis 4 juta ton. Berdasarkan laporan real-time per Kamis, 29 Mei 2025 pukul 21.41 WIB, serapan setara beras oleh Bulog telah mencapai 2.407.257 ton, dan total stok beras nasional resmi tercatat sebesar 4.001.059 ton. Angka ini menjadi simbol konkret keberhasilan kolaborasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mensejahterakan petani Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian ini.

“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petani Indonesia, Komisi IV DPR RI, TNI, Polri, Kejaksaan,, Gubernur, Bupati, Kepala Dinas Pertanian, PIHC, Perum Bulog, para pengamat, akademisi, pelaku usaha penggilingan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan para media. Semua pihak telah bekerja bahu-membahu hingga Indonesia mencapai cadangan beras terbesar dalam sejarah,” ungkap Mentan Amran di Jakarta, Jumat (30/5/2025).

Mentan menyebut bahwa capaian spektakuler ini tak lepas dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, yang secara konsisten mendorong berbagai terobosan strategis melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk memperkuat produksi dan memudahkan petani dalam berusaha tani.

“Presiden Prabowo memberi perhatian luar biasa pada pertanian. Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500/kg dan penghapusan sistem rafaksi menjadi bukti nyata. Petani kini menikmati harga jual yang menguntungkan, bahkan di saat panen raya,” tambahnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Januari–Mei 2025 diperkirakan mencapai 16,55 juta ton, meningkat tajam 11, 95% dari tahun sebelumnya.

Capaian tersebut juga sejalan dengan kinerja serapan Bulog yang mencatat rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Hingga akhir Mei 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal, melonjak lebih dari 400% dibandingkan rata-rata serapan dalam periode sama 5 tahun terakhir yang hanya berada di kisaran 1,2 juta ton.

“Ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri tidak hanya meningkat, tapi juga diserap secara masif langsung dari petani. Langkah ini efektif memperkuat cadangan nasional dan menjaga kestabilan harga di tingkat petani,” terang Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian 4 juta ton bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kuat dari meningkatnya kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa.

“Dulu saat panen raya, harga gabah kerap anjlok dan petani merugi. Kini, mayoritas petani bisa menjual GKP minimal Rp6.500 per kg sesuai HPP, bahkan lebih. Ini buah dari kebijakan yang berpihak pada petani,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus pada strategi agresif jemput bola yang dilakukan oleh Bulog dalam menyerap gabah petani secara langsung.

“Langkah Bulog menjemput hasil panen langsung dari petani sangat efektif. Ini bukan hanya memperkuat cadangan beras pemerintah, tapi juga memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani kita,” jelas Mentan.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan kebijakan strategis yang tepat sasaran, pemerintah optimistis bahwa ketahanan pangan Indonesia bukan lagi impian, tetapi realitas yang terus dibangun dan dijaga.

#Restu /BBPMKP