27.8 C
Bogor
Friday, October 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 160

80 Peserta Ikuti Pelatihan Senam Bogor Bugar Angkatan VI Yang Digelar Dispora Kabupaten Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor kembali menggelar Pelatihan Senam Bogor Bugar (SBB) Angkatan VI, yang diikuti oleh 80 peserta dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang digelar Dispora ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni perwakilan dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, serta Dr. Febi Kurniawan dari Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

Sementara itu, pelatihan senam dipandu langsung oleh instruktur dari Inorga KORMI Kabupaten Bogor.

Ketua Tim Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Hidayat, SE, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, khususnya di lingkungan kerja ASN.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menciptakan tenaga instruktur senam di tiap SKPD dan kecamatan, agar kegiatan senam Bogor Bugar bisa rutin dilaksanakan di lingkungan kerja masing-masing,” ujar Hidayat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi Senam Bogor Bugar (SBB) sekaligus bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Masyarakat Berolahraga (APMO) di Kabupaten Bogor.

Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan, AP, menambahkan bahwa pelatihan senam Bogor Bugar bukan hanya sekadar rutinitas olahraga, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masyarakat Bogor yang sehat dan bugar.

“Dispora terus berupaya memasyarakatkan olahraga, terutama senam Bogor Bugar. Diharapkan, dari pelatihan ini akan lahir para instruktur yang mampu menularkan semangat hidup sehat di lingkungan kerja masing-masing,” kata Asnan.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Dispora Kabupaten Bogor berharap agar budaya hidup sehat dan aktif terus tumbuh di seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan visi Kabupaten Bogor sebagai kabupaten olahraga yang maju dan berdaya saing. (**)

Sushi Rp2.000 di Budi Agung, Camilan Murah yang Jadi Menarik untuk Anak Sekolah

0

jurnalinspirasi.co.id – Siapa sangka, di kawasan Budi Agung Jalan KH.Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor ada penjual sushi dengan harga super terjangkau, hanya Rp2.000 per potong. Meski murah, rasa dan kualitasnya tidak kalah dengan sushi di restoran. Ide unik ini datang dari seorang penjual yang awalnya hanya ingin mencari pekerjaan sampingan.

Sebelum berjualan sushi, ia sempat mencoba berbagai usaha lain seperti menjual bensin eceran dan kelapa. Namun, keinginan untuk mencoba sesuatu yang berbeda membuatnya memilih berjualan sushi — makanan khas Jepang yang jarang ditemui di daerah tersebut.

“Di sini jarang banget yang jual sushi. Bahkan bisa dibilang cuma saya doang di area Budi Agung,” ujarnya Fazna.

Harga jual yang hanya Rp2.000 bukan tanpa alasan. Menurut sang penjual, harga tersebut disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat sekitar. “Kalau di sini makanan rata-rata harganya dua ribuan, jadi saya ikut menyesuaikan biar orang nggak mikir dua kali buat beli,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk banting harga, melainkan menyesuaikan diri dengan segmen pasar yang sudah ada.

Meski dijual murah, ia tetap memperhatikan kualitas bahan. Dengan cermat, ia mencari bahan baku seperti rumput laut, saus, dan mayones melalui toko daring agar bisa mendapatkan harga lebih terjangkau tanpa mengorbankan rasa.

“Kalau beli di pasar bisa dua kali lipat harganya. Jadi beli online lebih hemat dan kualitasnya tetap bagus,” katanya.

Sasaran utama dari sushi Rp2.000 ini adalah anak-anak sekolah. Ia menilai anak-anak menyukai sushi karena tampilannya menarik dan porsinya pas untuk camilan ringan sebelum berangkat sekolah.

Meski terlihat sederhana, perjuangan di balik usaha ini cukup berat. Demi menjaga kesegaran sushi, sang penjual harus bangun sejak pukul dua dini hari untuk menyiapkan bahan dan menggulung satu per satu.

“Kalau mau jualan jam enam, berarti jam dua udah harus mulai siap-siap. Capek sih, tapi kalau nggak gitu, nanti kualitasnya turun,” tuturnya.

Kini, ia tak menargetkan omset besar. Harapannya sederhana: usaha kecil ini bisa terus berjalan dan memberi penghasilan harian yang stabil.

“Yang penting laris aja, nggak usah besar-besar. Yang penting jalan terus,” katanya dengan nada santai.

Meski begitu, ia tetap berencana menambah variasi produk agar tidak monoton dan bisa menjangkau lebih banyak pembeli.

Dari usaha kecil di pinggir jalan ini, semangat dan kreativitas penjual menunjukkan bahwa peluang bisa datang dari mana saja — bahkan dari sepotong sushi seharga Rp2.000.

(mg)

Rencana Dibangun 2025, Bendungan Cicaung Masih tak Ada Kejelasan

0

jurnalinspirasi.co.id – Bendungan Cicaung yang berlokasi di Kampung Pasirgintung RT 01 RW 04 di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang rencananya akan dibangun pada 2025 hingga akhir tahun ini masih belum adanya kejelasan kapan bendungan itu akan dibangun.

Pascajebol sekitar tahun 2000-an  saluran irigasi bendungan Cicaung kini kering kerontang dan tak berfungsi meski baru-baru ini UPT melakukan perbaikan pada saluran irigasinya.

UPT Insfratruktur irigasi kelas A Wilayah V Jasinga   bagian juru pengairan wilayah Kecamatan Nanggung- Sukajaya Asep Pudin mengakui bendungan Cicaung yang telah diusulkan hingga kini belum adanya kepastian.

“Sampai hari ini masih menunggu, biasanya di akhir tahun ini program pembangunan  sudah hampir rampung. Namun, belum adanya informasi lebih lanjut,” kata Apud saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (11/11/2025).

Tetapi jika pengalokasian Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) pengajuannya akhir tahun 2025, namun bisa saja dilaksanakan pada Januari 2026.

Sebelumnya Asep Pudin mengaku, bendungan Cicaung yang jebol yang pemanfaatannya untuk petani itu telah diusulkan UPT ke Dinas PUPR.

Namun, saat ini masih menunggu pengumuman karena anggaran untuk bangunan Cicaung merupakan anggaran dari  ABT APBD Kabupaten Bogor sekitar Rp 200 jutaan dan mekanismenya melalui proses penunjukan langsung.

“Menunggu pengumuman penunjukan langsung, diharapkan di tahun 2025 ini bendungan Cicaung yang sudah lama jebol itu jadi prioritas pembangunan,” harapnya.

(Arip Ekon)

Banyak Warga yang Cemas, RSUD Bakti Pajajaran Cibinong Buka Klinik Psikolog

0

jurnalinspirasi.co.id – Terobosan dilakukan RSUD Bakti Pajajaran Cibinong dengan menghadirkan klinik psikolog yang berada di Poli Yankesrad Gedung Azalea. Klinik ini dibutuhkan masyarakat dalam menyikapi beragam persoalan hidup yang kerap menjadi masalah yang umumnya banyak warga mengalami kecemasan. Klinik psikolog ini telah hadir pada akhir 2024.

“Masyarakat butuh, ya kebutuhan untuk tes, konsultasi dan untuk menangani psikososial. Misal kok rasanya saya aneh mau keluar rumah kok takut, tapi mau ke dokter juga bingung nggak ada keluhan medis. Nah, disinilah perlunya datang ke psikolog,” kata Psikolog RSUD Bakti Pajajaran Cibinong, Niko Puri Diyanti, M. Psi., Rabu (12/11/2025).

Sejak awal dibuka klinik psikolog pada akhir 2024 sudah ada 46 pasien dewasa, dan pada 2025 letika sudah ada psikolog anak, jumlah pasien meningkat yakni pasien dewasa sebanyak 167, dan pasien anak 25.

“Pasien anak biasanya kok anak ini gak mau sekolah, marah-marah, perilaku aneh, ada juga korban pelecehan seksual, bullying dan juga ada untuk tes minat bakat serta anak berkebutuhan khusus,” jelas Niko Puri Diyanti.

Dia memastikan pasien yang dilayaninya sesuai dengan masalah dan terapi yang disarankan. Untuk pasien yang sudah depresi bisa dilakukan 8-12 pertemuan. “Kita assessmen tingkat depresinya, misal kalau ada yang sudah ada yang melukai diri harus sudah ada pendampingan dan kita banding juga dengan psikiater. Nah, kita lebih ke komunikasi untuk membongkar unek-uneknya dan kita juga nanti evaluasi dan selanjutnya kontrol,” jelasnya.

Dia mengapresiasi warga Kabupaten Bogor telah cukup peduli sehingga datang sendiri ke klinik psikolog. Masalah cemas dan depresi kata Niko Puri Diyanti yang paling banyak ditemukan sehingga psikolog idealnya bisa hadir di puskesmas-puskesmas.

“Sekarang ini kan klinik psikolog baru ada disini, akan lebih bagus jika di puskesmas juga ada agar kebutuhan masyarakat terlayani dengan baik,” kata Niko Puri Diyanti.

Diakuinya setiap orang punya gejala stres atau kecemasan, tetapi tingkatannya ada yang normal, sedang dan parah sehingga penanganannya juga berbeda tergantung levelnya.

“Ada masalah pernikahan, pacaran atau tendesi tertentu seperti marah-marah. Jadi kalau psikiater ngeluarin obat, psikolog tidak. Jadi memecahkan masalahnya bisa terapi juga, misal terapi prilaku sehingga untuk psikolog ini acuannya normal, normal bermasalah, paranoid, dan ada naik level sampai psikotik. Jadi tergantung kasusnya, efektif atau tidaknya penanganan dilihat progresnya tinggal dibenahi apanya apakah cukup psikologi terapi atau perlu farma terapi,” tandas Niko Puri Diyanti.

(Asep S.Sayyev)

Ada Promo Khusus Masuk Rivera Bagi Pemilik KTP Bogor, Harga Mulai Rp 50 ribuan

0

Jurnal Bogor – Rivera Outbound & Edutainment, wahana rekreasi yang menyediakan berbagai aktivitas serta wahana outdoor dan edukasi yang berada di kawasan Bogor Nirwana Residence, menyiapkan berbagai promo menarik di Bulan November 2025.

General Manager Rivera, Firanto mengatakan ada harga khusus bagi yang memiliki KTP Bogor, untuk tiket masuk Rivera harga tiketnya cukup hemat yaitu Rp 58.500,- /orang pada Senin-Jumat dari harga normal Rp 100.000,- / orang dan Rp 67.500,- /orang pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional dari harga normal Rp 115.000,- / orang. Dan ada diskon 50% untuk sewa kostum Jepang/Belanda. Harga tersebut sudah termasuk kunjungan ke Taman Burung Rivera bagi pemilik KTP Bogor. Caranya mudah tunjukkan KTP Bogor saat transaksi di loket, 1 KTP berlaku maksimal untuk 4 orang dan tidak berlaku double promo. Periode promo hingga 30 November 2025, “ jelas Firanto.

Selain promo KTP Bogor ada juga Promo Ulang Tahun, Gratis bagi yang berulang tahun di bulan November dengan syarat membawa minimal 2 orang pendamping. Wajib datang sesuai bulan kelahirannya dan membawa foto copy KTP/KK/kartu pelajar/akte lahir saat kedatangan. Promo ulang tahun berlaku untuk pembelian di loket. Harga pendamping yaitu Rp 65.000,- /orang pada Senin-Jumat dan Rp 75.000,- /orang pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional, tidak berlaku double promo, “ tambah Firanto.

Untuk yang datang perorangan, ada harga khusus paket terusan, harga yang ditawarkan yaitu Rp 65.000/orang untuk kunjungan di Senin-Jumat, dan Rp 75.000/orang untuk kunjungan di Sabtu – Minggu dan libur Nasional. Pembelian langsung di loket tiket dan tidak berlaku double promo. Harga tersebut sudah termasuk kunjungan ke Taman Burung Rivera.

Untuk yang berkunjung di hari biasa Senin-Jumat, ada juga harga khusus Rp 99.000 untuk 3 orang, dimana harga sudah termasuk gratis 1 wahana dan Taman Burung. Pembelian khusus via online melalui website www.riveraoutboundbogor.com.

Firanto menambahkan bagi yang ingin berkunjung rame – rame tersedia juga paket Promo Novemberia Ber-4 dengan harga hemat yang berlaku selama periode November 2025. Paket ini ditawarkan dengan harga tiket Rp 175.000,- untuk empat orang pada Senin – Jumat dan pada Sabtu – Minggu dan libur Nasional dengan harga Rp 200.000,-. Ada juga paket Novemberia Ber-6 dengan harga Rp. 265.000,- untuk enam orang pada kunjungan Senin – Jumat dan Rp 300.000,- berlaku pada hari Sabtu – Minggu dan libur Nasional. Paket tersebut sudah termasuk Gratis Masuk Taman Burung,” kata Firanto.

Ada juga promo khusus pelajar dan mahasiswa untuk tiket terusan. Dengan harga Rp 50.000,-/orang untuk di Senin-Jumat, dan Rp 60.000,-/orang untuk Sabtu-Minggu. Syaratnya mudah dengan menunjukkan kartu pelajar SD/SMP/SMA/mahasiswa yang masih berlaku, dan 1 kartu maksimal untuk 4 orang. Promo berlaku sampai 30 Nov 2025.

Untuk rombongan yang berkunjung minimal 30 orang, akan ada harga spesial yang ditawarkan, dengan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan seperti fun games, team building, agri agro, melukis di kue atau tanah liat, camping, dan berbagai kegiatan seru lainnya yang akan membangun kekompakan dan kebersamaan antar anggota grup.

Untuk kegiatan camping sendiri, Rivera menyediakan beberapa paket promo mulai harga Rp 75.000,-/orang untuk sewa lahan camping dan sudah tiket masuk Rivera dan 1 wahana. Fasilitas area camping lengkap mulai dari mushola, kamar bilas, keamanan 24 jam, penerangan area, toilet, dan parkir luas.

Rivera memiliki lebih dari 15 wahana yang hadir saat ini dan dapat dinikmati untuk segala usia diantaranya Ropes & obstacles, flying fox dengan 2 lintasan, kursi sultan, wall climbing, ezy roller, trampolin, mobil listrik, panahan, perahu air, canoe, crazy ball. Selain itu ada juga Taman Jepang dan Taman Belanda, dimana pengunjung dapat menyewa kostum ala kedua negara tersebut.

Rivera lebih lengkap dengan kehadiran Taman Burung. Ada juga area Taman Rusa, dimana pengunjung bisa langsung memberi makan rusa. Rivera juga menghadirkan kegiatan edukasi yaitu agri agro, dimana pengunjung bisa belajar menanam sayur sayuran dan hasilnya bisa dibawa pulang, fun farming, melukis gerabah dll.

Di area Rivera juga hadir Graha Rivera, gedung serbaguna untuk umum yang dapat dipergunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, ulang tahun, rapat, pameran, dan berbagai acara lainnya.

Bobibos Tawarkan Bensin Ramah Lingkungan RON 98,1

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Inti Sinergi Formula meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) berbahan nabati bernama Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos atau Bobibos.

Produk ini diklaim mampu menghasilkan emisi nyaris nol, dengan jerami sebagai bahan baku utama.

ounder Bobibos, M Ikhlas Thamrin, mengatakan pemilihan jerami didasari oleh pertimbangan harga pokok produksi (HPP) agar tetap terjangkau masyarakat.

“Tujuannya supaya masyarakat bisa menikmati BBM bersih dengan biaya murah,” ujarnya saat ditemui di Jonggol, Jawa Barat, dikutip Kontan, Rabu (12/11).

Ikhlas menuturkan, timnya sempat meneliti sejumlah bahan alternatif seperti tebu, singkong, dan mikroalga.

Namun, hanya jerami yang mampu menghasilkan HPP di bawah batas atas yang telah ditetapkan.

“Kami sudah menetapkan batas atas HPP sebelum riset dimulai. Kalau hasil uji menunjukkan HPP di atas batas itu, berarti belum feasible,” jelasnya.

Tiga Aspek Riset: Teknologi, Komersialisasi, dan Regulasi

Ikhlas menjelaskan, riset Bobibos dibangun atas tiga pilar utama: teknologi, komersialisasi, dan penerimaan politik terutama yang berkaitan dengan regulasi pemerintah.

Pada aspek teknologi, tim Bobibos merancang sendiri mesin biokimia yang mengekstraksi jerami menjadi bahan bakar nabati melalui lima tahapan proses.

“Aspek komersialisasi berfokus pada batas atas HPP. Buat apa bahan bakar yang hebat kalau harganya mahal dan tidak laku di pasar,” kata Ikhlas.

Dorong Ekonomi Sirkular di Pertanian

Penggunaan jerami sebagai bahan baku juga disebut memberi dampak positif bagi sektor pertanian. Petani dapat menjual beras sebagai produk utama dan jeraminya diolah menjadi bahan bakar.

“Sawah seharusnya bisa menjadi pusat energi sekaligus pusat pangan,” ujarnya.

Terkait regulasi, Ikhlas menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah melalui pembina Bobibos yang juga anggota DPR, Mulyadi.

Produksi 300 Liter per Hari, Siap Uji Publik Februari 2026

Saat ini, kapasitas produksi Bobibos mencapai 300 liter per hari. Berdasarkan riset perusahaan, 1 hektare sawah menghasilkan sekitar 9 ton jerami yang dapat diolah menjadi 3.000 liter bahan bakar.

“Dari 3.000 liter itu, bisa digunakan 1.500 liter untuk bensin dan 1.500 liter untuk solar, tergantung kebutuhan,” jelas Ikhlas.

Uji publik Bobibos dijadwalkan mulai Februari 2026 di fasilitas perusahaan di Jonggol. Namun, Ikhlas belum mengonfirmasi waktu pasti peluncuran komersialnya.

Bobibos diklaim memiliki nilai oktan (RON) 98,1, berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Direktorat Jenderal Migas LEMIGAS.

BBM ini telah diuji coba di berbagai kendaraan, mulai dari Honda BeAT, Toyota Alphard, hingga Nissan Navara. (ded)

DPMD Musi Banyuasin Studi Tiru ke Desa Palasari, Pelajari Pengelolaan Aset Desa

0

Jurnal Bogor – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, melaksanakan kunjungan kerja (studi tiru) ke Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (12/11/25). Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan aset desa serta penerapan sistem digitalisasi pemerintahan desa.

Sulaiman, Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kabupaten Musi Banyuasin, mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pencarian referensi tentang desa-desa berprestasi di Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, Desa Palasari dipilih karena dinilai berhasil mengelola aset desa dan menjadi salah satu desa dengan inovasi terbaik.

“Kami datang ke Desa Palasari untuk belajar terkait pengelolaan aset desa. Palasari ini menjadi peringkat pertama di Jawa Barat, mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan di sini bisa kami aplikasikan di Kabupaten Musi Banyuasin agar desa-desa kami semakin baik,” ujar Sulaiman.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari Desa Palasari, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pengelolaan administrasi aset desa. Ia berharap hasil studi tiru ini dapat memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam pengembangan desa berbasis digital dan pemberdayaan masyarakat.

“Kerja sama seperti ini penting. Kami akan sampaikan hasil kunjungan ini ke pimpinan agar dapat diterapkan di Kabupaten Musi Banyuasin, terutama dalam menjaga dan mengoptimalkan aset desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Palasari, Aip, menyambut baik kunjungan DPMD Musi Banyuasin. Ia mengaku pihaknya tidak menyangka menjadi tujuan studi tiru dari luar provinsi, mengingat Desa Palasari juga masih terus berproses dalam pengembangan sistem digitalisasi desa.

“Kami merasa terhormat dan juga kaget, karena ternyata Desa Palasari dijadikan tempat belajar. Tapi ini menjadi ajang sharing dan tukar pengalaman antarwilayah. Kami juga sedang mempersiapkan diri menjadi desa digital dan telah mengembangkan aplikasi pertanahan pertama di Kabupaten Bogor,” jelas Aip.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam mendorong kemajuan desa menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Yudi

Gebyar Kampanye TB pada HKN ke-61, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Turut Meriahkan Jalan Santai

0

Jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar Jalan Santai dan Gebyar Kampanye TB sekaligus Deklarasi TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) di kawasan Car Free Day (CFD) Cibinong, pada Minggu (9/11/2025).

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, serta Kementerian Kesehatan RI sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung eliminasi Tuberkulosis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS, mengatakan, TOSS TB merupakan langkah nyata untuk menemukan, mengobati, dan menyembuhkan pasien TB hingga tuntas.

Sementara itu,  dr. Esther Melanni, M.Kes Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, yang hadir mewakili jajaran hospital management RSUD, mengatakan bahwa TOSS TB menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap upaya pencegahan serta penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Bogor.

Dengan semangat HKN ke-61 bertema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melawan TB menuju Bogor yang lebih sehat.

(yev/rls) 

Yoga sudah jadi bagian gaya hidup , bukan sebatas trend

0

Bogor |jurnalbogor – Yoga merupakan olahraga yang menggabungkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Selain manfaat fisik, yoga juga memberikan dampak terhadap mental dan emosional.
Dewasa ini, yoga bukan lagi menjadi sebuah tren, melainkan bagian dari gaya hidup. Hal ini disampaikan oleh Mega, salah satu anggota komunitas yoga di Taman Kencana Bogor.

“Yoga memberikan dampak mendalam pada kesejahteraan mental dan emosional,” ujarnya kepada Jurnal Bogor,

Sementara menurut instruktur yoga Noer Akbar, selama 6 tahun mengajar yoga, aktivitas yoga sudah menjadi bagian dari gaya hidup, bagian dari workout setiap harinya. Dalam sepekan, banyak orang menyelipkan aktivitas fisik ini.

“Karena orang makin sadar bahwa kesehatan itu penting, tidak hanya fomo atau sekedar ikut tren sekarang yoga bagian dari gaya hidup,” jelasnya.

Perkembangannya pun luar biasa, mulai dari banyaknya komunitas yoga dan juga banyaknya tempat atau studio yoga baru di Bogor.

Dalam pandangannya, milenial menjadi generasi yang paling banyak menyadari akan pentingnya Yoga. Meski begitu, dia juga melihat beberapa dari generasi Z makin banyak yang aware akan olahraga dan gaya hidup sehat. Meskipun diakuinya, dulu tidak banyak orang tertarik yoga.

“Karena orang taunya yoga itu hanya olahraga duduk, olah nafas stretching ringan saja, dan dulu itu yang datang ke yoga hanya orang-orang dengan gangguan kesehatan seperti misanya nyeri punggung, nyeri pinggang, leher kaku dan lain sebagainya,” lanjut Noer Akbar.

Menurutnya, yoga bisa dimulai sejak dini karena yoga untuk semua generasi. Noer Akbar menyebut bahwa yoga bisa dimulai kapan saja, bahkan anak-anak yang masih usia dibawah 5 tahun pun bisa mulai yoga tentunya di kelas yoga for kids. Hal ini untuk menjaga kesehatan, baik fisik maupun emosional yoga bisa dilakukan untuk semua usia.

“Orang dengan rutinitas kesibukan harus sudah mulai untuk yoga, karena pekerjaan sehari-hari kadang sulit untuk menjaga tubuh apalagi usia yang sudah mulai memasuki 40-an ya, pasti sudah berasa sakit pingang, salah tidur dikit leher sakit, dan lain-lain. Yoga bisa dibilang terapeutik karena (efek) menyembuhkan,” kata Noer Akbar.

Maka dia menyarankan untuk individu yang berusia 40 tahun, yoga menjadi workout yang wajib, bukan lagi pilihan. Yoga juga mempunyai manfaat untuk kehamilan, baik saat sedang program hamil, saat kehamilan, maupun pasca melahirkan.

Disarankan oleh Noer Akbar untuk ibu hamil yang ingin yoga, diharapkan melakukannya saat usia kehamilan trimester ke-2 karena kondisi janin sudah kuat. Terlebih bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara pervaginam, yang mana mereka ingin mendapatkan latihan pernapasan, sehingga napas menjadi lebih panjang dan kuat.

Kemudian, perempuan hamil yang melakukan yoga juga akan mendapatkan manfaat dari dilatihnya otot perut dan paha bagian dalam. “Jadi waktu melahirkan, semua bagian reproduksi menjadi kuat, sehingga saat melahirkan jauh lebih mudah,” jelas Noer Akbar.

Adapun kondisi yang dilarang untuk melakukan yoga meliputi ibu hamil yang mengalami flek atau pendarahan terus-menerus, usia kandungan muda atau yang menjalani program bayi tabung, dan hanya menjalankan yoga atas saran dokter.

(Wawan Hermawanto)

Kades Malasari Pastikan Jalan di Pabangbon Milik Pemkab

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani Firdaus menjelaskan status jalan di Kampung Pabangbon RT 01 RW 04 Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang dibangun swadaya masyarakat menurutnya, jalan tersebut  masuk inventaris milik Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Pada program Samisade 2024 lalu, anggaran untuk jalan itu sudah dialokasikan dan sempat mau dibangun namun batal karena jalan itu statusnya milik Pemkab.

“Pada waktu Bimtek, Dinas PUPR Kabupaten memberitahu bahwa jalan di Kampung Pabangbon itu bukan jalan desa, tetapi jalan Kabupaten. Anggarannya pun terpisah, jadi kewenangan untuk membangun jalan itu Pemkab Bogor,” kata Andi Zaelani Firdaus kepada Jurnal Bogor, Selasa (11/11/2025).

Sehingga kalau jalan itu statusnya milik desa, di tahun 2024 lalu jalan itu sudah harus dibangun. Namun kalau dipaksakan juga dibangun oleh Pemerintah Desa dipastikan akan jadi permasalahan.

“Akan muncul permasalahan kalau dipaksakan, karena jalan desa dengan Kabupaten Bogor statusya berbeda dan anggarannya pun terpisah,” paparnya.

Dia memastikan pihak desa telah berupaya agar jalan itu bisa dibangun, namun akhirnya masyarakat menggelar swadaya membangun jalan tersebut karena sudah rusak berat dan tak kunjung dibangun oleh Pemkab.

(Arip Ekon)