28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 158

Pemerintah Jamin Stok BBM SPBU Swasta dan Pertamina Aman

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan, stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta, dalam kondisi aman selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M. Karena pemerintah telah memberikan izin impor kepada badan usaha swasta untuk jangka waktu tiga bulan ke depan.

“Untuk ketersediaan BBM bagi badan usaha swasta, kami sudah memberikan perizinan untuk impor BBM dalam jangka waktu 3 bulan,” kata Yuliot di Jakarta, melansir dari laman sinpo.id, Rabu (19/3/2025). 

Yuliot mengakui, awal 2025, sempat terjadi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta. Hal ini diakibatkan kendala dalam proses administrasi. 

Namun, untuk periode Lebaran, seharusnya tidak lagi terdapat permasalahan terkait stok BBM. Termasuk stok BBM di SPBU milik Pertamina, dalam kondisi aman.

Di sisi lain, Yuliot berharap, khususnya SPBU swasta juga turut mendukung kelancaran dan ketersediaan energi kepada masyarakat selama periode Lebaran. 

“Jadi untuk kesiapan itu juga sama, untuk BUMN seperti Pertamina juga bisa menyediakan kebutuhan masyarakat dalam rangka mudik lebaran,” kata Yuliot.

Sementara itu, Direktur Utama PT Aneka Petro Indoraya (BP-AKR) Vanda Laura memastikan, ketahanan stok BBM. Bahkan, pihaknya telah melakukan antisipasi lonjakan konsumsi periode Lebaran. 

“Kalau misalnya kami lihat dari sisi ketahanan stok, dari pengiriman kami yang terakhir gitu ya, itu sudah mencukupi sampai Lebaran gitu,” kata Vanda.

Vanda memperkirakan, pola konsumsi selama Lebaran kemungkinan akan berbeda di tiap daerah. Jakarta, misalnya, kemungkinan menurun seiring dengan banyaknya masyarakat yang mudik.

” Tetapi, kami rasa untuk yang di luar Jakarta pasti akan meningkat,” kata Vanda.

(Dedi R)

Keprihatinan: NKRI Mau Kemana?

0

Bismillahir Rahmanir Rahiem
Selamat beribadah puasa (shaum) Ramadhan 1446 H bagi umat yang menunaikannya. Kita sangat paham bahwa tujuan berpuasa adalah meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan (imtaq) hanya kepada Allah SWT semata-mata.

Karakter imtaq bagi insan-manusia sebagai salah satu makhluk Ciptaan Tuhan, Allah SWT adalah mereka mau dan mampu atau bisa membedakan sistem nilai dan norma yang diperintahkan (halal) dan sistem nilai dan norma ysng dilarang.Allah SWT (haram). Selanjutnya bagi seorang yang berimtaq (muttaqien) mereka mengamalkannya dengan baik dan benar serta penuh kesungguhan.

Dalam bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, yang penuh berkah dan maghfiroh ini, selayaknya kita kaum muslimin, bahkan sudah seharusnya kita berpikir dan merenungkan nasib negara-bangsa (nation state) yang bernama Indonesia Raya, yang sudah akan mencapai usia 80 tahun (17-8-2025 yad), dengan memperhatikan gejala-gejala sosial yang tidak waras atau tidak normal (abnormal) kian memburuk, dalam kaca mata (perspektif) etika dan moralitas agama, serta falsafah dan ideologi negara/NKRI, dan jujur kita berpendapat sangat memprihatinkan kita bersama/semua, sebagai warga bangsa dan Rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi Keadilan dan Kebenaran.

Salah satu gejala buruk itu, makin lama makin terkuak kebobrokan mantan Presiden RI yang disebut-sebut nama populernya mas “Mulyono” di negara RI yang konon masyarakatnya berbudaya sangat nasionalist-religious, apa iya?.

Hal yang demikian itu, salah satu produk demokrasi sekuler: Pilpres thn 2014, 2019 dan 2024, yang curang (akal bulus dan fulus, bukan akal tulus) dan demokrasi padat modal (higt cost democracy, yang gila-gilaan/grazy) serta pola budaya politik yang supertransaksional (padat muatan gravitasi, korupsi dana APBN untuk politik sembako memenangkan dinasti politik, sogok menyogok, suap menyuap “wani piro” etc), yang menyingkirkan etika, moralitas dan falsafah/ideologi Pancasila dan konstitusi negara RI UUD 1945 asli yang ditetapkan tgl 18 Agustus 1945.

Konsekwensinya, mereka yang bersinggah sana di gedung DPR-MPR RI pun di Senayan Jakarta adalah para anggota DPR RI dan DPD RI yang telah mengeluarkan dana yang sangat besar, milyaran rupiah atau mungkin ada yang triliyunan rupiah, akibat dampak negatif, melanggar Sila ke 4 Pancasila : “Kerakyatan yang Diipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyaratan/Perwakilan”. Dimana terkandung pesan moral dan etik bahwa akal tulus dan mulus (bil hikmah dan bijaksana/wisdoms) sangat dikedepankan, dan menguburkan akal bulus dan fulus (kecurangan TSM).

Produk konstitusi kita Indonesia, salah satu diantaranya adalah mantan Presiden RI yang berperilaku amoral, dan abuse of power adalah tamparan hebat kemuka para Cendekiawan Indonesia yang bisa berakibat vatal terhadap keberlanjutan NKRI yang dicita-citakan. Kini mereka para Cendekiawan itu, posisi dan perannya dimana? Cicing wae janganlah !

Ingat watak Cendekiawan Indonesia harus dan wajib peduli terhadap keselamatan dan nasib bangsa dan negara/NKRI, yang merupakan hasil perjuangan para mujahidin, Pahlawan Bangsa, mengusir penjajah untuk merebut dan meraih Kemerdekaan RI tgl 17 Agustus 1945, dengan pengorbanan harta, darah, air mata dan nyawa, mati syahid.
Ingat kalimat pada alinea ke 2 Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa…”Kemerdekaan itu atas berkat Rahmat Allah SWT..”

Beberapa bulan lalu, saya pernah menyampaikan pesan moral dan ideologis dalam artikel yang saya tulis dan telah dimuat di medsos Jurnal Bogor dll, berjudul “NKRI Dibangun Atas Landasan Moral dan Aqidah Keagamaan” by Dr.H.Apendi Arsyad.

Kemudian artikel tersebut saya masukan dalam satu bagian (chapter) dalam buku saya yang baru terbit (Februari 2025) berjudul “Memperjuangkan Ajengan KH Sholeh Iskandar Menjadi Pahlawan Nasional”, 2025, IPB press, 149 halaman.

Saya ingin menegaskan fakta sejarah bahwa NKRI (Mosi Integral Natsir di Badan Konstituante, thnn1950) yang diperjuangkan para ulama dan santri dengan fatwa jihad Almukarrom.KH Hasyim Assary (ulama langitan, pendiri NU), dan pekikan Allahu Akbar Bung Tomo, pertempuran sengit di Surabaya, 10 November 1945 (Hari Pahlawan Nasional RI), telah menimbulkan militansi-ruhul jihad, jihad fisabillillah “Laillahaillah Muhammadar Rasulullah” para mujahid/syuhada, pilihan sikap hidup hanya ada 2 yakni (1) hidup merdeka (freedom)-bermartabat dan berdaulat (dignity) dan atau (2) mati syahid (syuhada) karena Allah SWT semata, dan mereka berkeyakinan masuk syurga Jannatunnaim dambaan semua kaum mujahidin.

Tapi Allah SWT memberikan kemenangan, sehingga kita Merdeka di dalam wadah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sementara orang-orang munafik (munafikun, dan fasikun) mereka menghindar berperang, enggan berangkat dan terjun di medan perang.melawan musuh-musuh Allah, dengan berbagai alasannya (Baca beberapa ayat dalam Al Quran dan Buku Sirah Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW karangan HM.H.Al Hamid Al Husaini, kutabnya berjudul “Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW, penerbit Yayasan Al Hamidiy, Jakarta, 1992, 1000 halaman)

Oleh karena itu lahirnya rumusan alinea ke2 Pembukaan UUD 1945 asli adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri oleh siapa pun. Jika siapa pun mengingkarinya dengan paham dan ideologi komunisme (ateisme), liberalisme, sekularisme dan kapitalisme, serta islam fhobi, maka perbuatan demikian itu adalah penghianatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mohon dicamkan dan dipatrikan dalam setiap WNI yang sejati.! Agar NKRI tidak terperosok menjadi negara bayangan (shadow state) dalam cengkraman oligarki dan atau negara gagal (fail state) yang mensengsarakan Rakyat akibat para elite politiknya menghianati konstitusi UUD 1945 Asli.

Jadi maksud dan pengertian gamblangnya bahwa NKRI tempat hidup kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) harus dan wajib mentaati dan mematuhi aturan dan kaidah pola budaya (culture pattern) terlebih kaidah agama (dalam Islam disebut aqidah, syariah, muamalah dan akhlaqul karimah), terutama Agama Islam (DinnulIslam), yang bersumber Al Quran dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW/QnS.

Dalam agama dan budaya apa pun terkandung kumpulan sistem nilai, norma, etika, moral dan kaidah-kaidah hukum (law) yang mengatur pola berperilaku manusia dan masyarakat: mana yang pantas (bersusila, beretika) atau mana tidak pantas (asusila, amoral), mana sesuatu yang baik (maslahat) atau mana yang buruk (mudarat), dan mana perbuatan yang halal dan toyiban yang diperintahkan agama/Tuhan Yang Maha Esa atau mana yang haram yang dilarang agama/Firman Tuhan, Allah SWT, Sang Widi, dst.

Jadi, jika memang ditemukan ijazah palsu benar seperti yang sudah viral di berbagai media sosial (medsos), yang digunakan untuk proses pencalonan Presiden Republik Indonesia (RI) sebanyak 2 (dua) kali dan atau untuk 2 periode pada Pemilu pilpres thn 2009 dan 2014 oleh si Mulyono, maka beliau telah berbuat kriminal dan menipu KPU RI dan DPR-MPR RI dengan persyaratan Capres berijazah Palsu lulusan (alumni) UGM. UGM yang kita kenal.selama ini ialah sebuah Exellence University, kampus perjuangan, benteng moral yang kuat, bersuara nyaring dalam menegakan keadilan dan kebenaran,..alamak mau ditarok dimana muka kita ini.?..malu.!

Maka saya pernah menulis beberapa artikel di medsos pasca Pemilu Pilpres 2024 bahwa Pemilu Pilpres thn 2024 yang curang terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Ini fakta dan data yang membuktikan bahwa urat malu, urat merasa bersalah dan urat nadi merasa berdosa sudah pupus (sirna) dalam diri pribadi dan kolektif para elite politik (the ruling party) negeri ini, nauzubillahi minzalik.

Jadi, demikian begitu banyak kejadian dan kasus-kasus perbuatan amoral-free sex/lgbt, asusila, korupsi uang rakyat dan negara triliyunan rupiah, perbuatan abuse of power para petinggi negara akibat carut-marut praktek hukum, dan perbuatan melawan hukum dari warga negera RI, cengraman oligarki sehingga NKRI menjadi Shadow state, dll.

Gejala sosial memburuk dan bejat tersebut, adalah merupakan turunan (derivasi) dari perbuatan kolektif penyelenggara pemerintahan dan negara (birokrasi) yang semakin menjauh dari sistem nilai, norma dan kaidah-kaidah hukum sebagaimana terkandung dalam 5 (lima) Sila Pancasila dan aturan-aturan pokok (rules basic, rule of law) atau sistem kelembagaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang terkandung pada setiap Bab dan Pasal-pasal UUD 1945 asli, yang telah disepakati dan ditetapkan oleh para pendiri bangsa dan negara (founding fathers of nation-state).

Jika fenomena sosial kejahatan (kriminal) ini dibiarkan pola perilaku sosial buruk, bejat dan sesat-menyesat, perbuatan haram terus berlangsung di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara, maka NKRI akan mengalami kegagalan (fail state) dalam mewujudkan Tujuan Bernegara RI yaitu melindungi, memajukan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan perdamaian abadi.

Akhirnya cita-cita bernegara dalam wadah NKRI untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur hanyalah sesuatu yang utopia, fatamorgana, dan khayalan fiksi belaka, akibat berbagai ulah para penghianat dan penjahat bangsa yang asusila, amoral-koruptor dan gemar berbuat kriminal yang melawan hukum (law enforcement) dan penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan (abuse of power and authority) untuk kepentingan pribadi membangun dinasti, dan kroni-kroninya, para pendukung dan apiliasinya yang jahat.

Demikian narasi singkat, sebuah perenungan pagi ini, yang merupakan ungkapan keperihatinan kita bersama terhadap nasib berdasarkan situasi-kondisi negara-bangsa (nation state) yang paradoks dan anomali NKRI yang kini terjadi, dan terus berlangsung tanpa henti, entah kapan semuanya ini berakhir?.


Sepatutnyalah kita pikirkan seperti apa dan bagaimana solusinya yang strategis dan terbaik, dengan langkah-langka (action plan) yang efisien dan efektif untuk terhindar dari berbagai krisis sehingga negara (NKRI) pun menjadi negara gagal (fail state), astaghfirullah halaziem.

Akhirulkalam, marilah kita berdoa kepada Allah SWT, demi untuk keselamatan negeri ini, agar para pemimpin, khususnya para pelaku politik (politikus) yang bernaung dalam Parpolnya masing-masing dan para penyelenggara negara dan pemerintahan (birokrat dan pejabat), agar mereka diberikan Rahmat dan Hidayah oleh Allah SWT, sehingga mereka para elite politik (the ruling party) mengatur dan mengelola NKRI selalu dalam keadaan beriman dan bertaqwa (berwatak tulus dan mulus, bukan fulus apalagi bulus) kepada Allah SWT sesuai amanah konstitusi Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan PPKI tgl 18 Agustus 1945.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang beriman dan bertaqwa berkualitas, gemar berbuat kebaikan dan kebajikan, dan percaya hari akhirats/kiamat, insyaAllah mereka akan selamat hidupnya, baik di dunia, maupun di akhirats kelak setelah wafat, Aamiin-3 YRA.###
Save Rakyat, Bangsa dan NKRI dari kehancuran !

Gallery and Ecofunworkshop, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel.Sindangsari Botim City, West Java, Selasa 18 Maret 2025.

Wassalam
=====✅✅✅
Dr.Ir H.Apendi Arsyad.MSi (Pendiri dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor (1986-2024), Dosen LB SPS IPB University, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisannya di media sosial).

Optimalisasi Potensi Halmahera Selatan, Bupati Resmikan Forum CSR Halmahera Selatan

0

HALMAHERA SELATAN. Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi instrumen penting dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah dengan industri ekstraktif seperti Halmahera Selatan.

Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan efektivitas pelaksanaan CSR di daerah ini, diperlukan suatu forum yang mewadahi berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.

Forum CSR Halmahera Selatan diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi dan sinergi dalam merancang serta mengimplementasikan program CSR yang tepat guna dan berkelanjutan.

Sehubungan dengan hal tersebut pada Selasa (18/03/2025) Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba meresmikan Forum CSR Halmahera Selatan bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan.

Pasca dua bulan dilantik menjadi Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba sudah mengambil Langkah konkret dan strategis dalam menunjukan keseriusan program yang “pro” terhadap kemajuan Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam peresmian Forum CSR Halmahera Selatan tersebut hadir pula OPD setempat, media, akademisi dan perusahaan diantaranya PT Wanatiara, Bank Muamalat, ⁠Bank BSI, Bank Maluku Malut, Harita Nickel, PT Gelora Mandiri Membangun, Bank BNI, dan Bank Mandiri.

Adapun pembentukan forum CSR ini bertujuan untuk mengoptimalkan program CSR baik dari dalam maupun luar kabupaten Halmahera Selatan. Bentuk komitmen tersebut diwujudkan dengan penadatanganan nota kesepahaman antara Forum CSR dengan pihak perusahaan dan mitra yang terdiri dari PT Wanatiara, Bank Muamalat, ⁠Bank BSI, Bank Maluku Malut, ⁠Filantra, Rumah Zakat dan ⁠Masjid Nusantara.

Kesepakatan Forum CSR ini merupakan wujud dari kolaborasi pentahelix yang terdiri dari unsur pemerintahan, perusahaan, media dan akademisi.

“Ini adalah salah satu Langkah nyata kami untuk optimalisasi pembangunan Halmahera Selatan. Kami berterima kasih atas sinergi luar biasa dari perusahaan-perusahaan, mitra dan masyarakat semua yang sudah berkomitmen untuk Halmahera Selatan. Perjalanan kita masih panjang, dengan adanya Forum CSR ini mari saling merangkul, saling mendukung untuk kemajuan Halmahera Selatan di masa depan.” papar Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba.

Dalam acara tersebut juga dilakukan wujud konkret serah terima bantuan untuk masyarakat Halmahera Selatan yang berasal dari Rumah Zakat menyerahkan simbolis program Desa Berdaya Nelayan, Masjid Nusantara menyerahkan simbolis program renovasi masjid, Sharinghappines.org menyerahkan simbolis program bantuan air bersih, serta Filantra menyerahkan simbolis program instalasi panel surya.

Forum CSR Halmahera Selatan diketuai oleh Asep Nurdin, seorang praktisi dan konsultan CSR dengan portofolio pengelolaan program CSR dari 133 mitra lebih. “Kami berharap inisiatif baik ini bisa didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, agar fungsi dan gerak Forum CSR Halmahera Selatan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat semua dengan maksimal.” papar Asep Nurdin saat diwawancara.

(Wawan Hermawanto)

Pertumbuhan Ritel Bakal Terganggu

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Perhotelan dan ritel menjadi salah satu sektor yang terdampak dari adanya efisiensi anggaran oleh pemerintah. Hal itu pun diyakini akan berdampak signifikan ke sektor ritel.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, sektor perhotelan dan ritel memiliki keterkaitan. Sehingga, bila sektor perhotelan terganggu, dikhawatirkan pertumbuhan ritel juga tak akan signifikan.

“Pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah memang tidak berdampak secara langsung terhadap industri ritel. Yang terdampak langsung biasanya itu industri perhotelan salah satunya, tetapi ujung-ujungnya nanti akan berdampak terhadap ritel,” ujar Alphonzus saat ditemui usai acara Opening Ceremony BINA Diskon Lebaran 2025 di Jakarta, dilansir voi.id, Selasa (18/3/2025).

“Dan sebetulnya sekarang sudah mulai terasa hal tersebut,” sambungnya.

Alphonzus menyebut, pemberian insentif untuk sektor ritel tak akan cukup untuk mendongkrak pertumbuhan. Menurut dia, pemerintah seharusnya bisa memberikan stimulus langsung kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk berbelanja.

“Kalau insentifnya diberikan ke ritel, justru menurut saya terbalik. Kan, yang harus didorong itu masyarakat supaya punya daya beli. Nah, untuk mendorong daya beli masyarakat itu tentunya harus memberikan banyak insentif, stimulus kepada kegiatan perekonomian yang terjadi di masyarakat,” ucap dia.

(Dedi R)

Zakiyah Masuk Bursa Ketua DPD PAN Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Politisi muda Partai Amanat Nasional Kota Bogor, Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah akrab disapa Teh Zakiyah mendaftarkan dirinya dalam bursa Pemilihan Ketua DPD PAN Kota Bogor.

Pencalonannya dilakukan di menit-menit terakhir penutupan pendaftaran. Diantar timnya, Senin (17/3/2025) sore, Zakiyah menyerahkan berkas ke DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor.

Anggota DPRD dapil Bogor Utara itu, resmi mengembalikan berkas formulir pendaftaran calon formatur untuk Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI tahun 2025.

“Bismillahirrahmanirrahim dengan ini saya mengembalikan berkas pencalonan. Sebagai perwakilan generasi muda PAN, saya memberanikan diri mengikuti kontestasi ini,” ujar perempuan yang akrab Teh Zakiyah ini kepada wartawan.

Zakiyah mengaku telah menyiapkan segudang program kerja terbarukan dalam pencalonannya di kursi nomor 1 PAN Kota Bogor itu.

“Insya Allah beragam program kerja dan konsep telah saya persiapkan untuk selanjutnya menjadi daya tawar dalam pencalonan diri saya,” ungkap ustazah asal Kedung Halang, Bogor Utara itu.

Adapun, kader PAN lainnya yang telah mengembalikan berkas formulir pendaftaran merupakan Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Kota Bogor yakni Safrudin Bima, Hakanna, dan Ahmad Rifki Alaydrusm.

Sedangkan satu orang pendaftar merupakan adik kandung Mantan Wali Kota Bogor dua periode Bima Arya yakni Fajari Arya.

Ketua Steering Committee Musda ke-IV DPD PAN Kota Bogor Niki Aditya Chaidir sebelumnya mengungkapkan,
Semenjak satu minggu lalu pihaknya sudah membuka pendaftaran, dibuka sejak Minggu 9 Maret 2025 dan ditutup pada Senin 17 Maret 2025.

Menurut dia, pihaknya saat ini masih menunggu kader terbaiknya untuk mendaftar menjadi calon PAN untuk masa bakti 2025-2030.

“Kami masih menunggu penyerahan formulir lainnya, batas akhirnya pukul 19.00 WIB. Kami yakin masih banyak yang mendaftar,” ucap Niki Aditya Chaidir.

Dijelaskan Ketua Steering Committee, setelah penutupan pendaftaran, panitia penyelenggara akan melakukan kompilasi data terhadap nama-nama calon formatur akan dikirimkan ke DPP PAN untuk proses verifikasi dan penetapan.

“Perkiraan kami pelaksanaan Musda setelah lebaran satu bulan lagi, atau bulan April,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Musda ini merupakan bagian dari proses demokrasi internal PAN untuk memilih kepemimpinan yang lebih baik.

Informasi terkini menyebutkan, total pendaftar dalam bursa Ketua DPD PAN Kota Bogor berjumlah 14 orang. Namun yang mengembalikan berkas sebanyak 13 orang.

** Fredy Kristianto

Yassar Farma Salurkan Bantuan Untuk 256 Anak Yatim dan Dhuafa

0

Serang | Jurnal Bogor
Apotek Yassar Farma (AYF) menggelar acara berbagi kebahagiaan berkah Ramadhan bersama 256 anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian AYF menyalurkan bantuan untuk 256 anak yatim dan kaum dhuafa.

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat khususnya anak yatim dan dhuafa dalam memenuhi kebutuhan penyediaan sembako,” ujar Arie Lufti, Owner  Apotek  Yassar Farma dalam keterangannya di Cikeusal-Serang, Banten Minggu (16/03/2025)

Ia berharap penyaluran bantuan tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa dan meningkatkan nilai kebaikan terhadap Lingkungan sekitar.

Selain paket sembako, ia menuturkan bahwa paket Ramadhan yang dibagikan juga berupa makanan ringan atau snack, nasi kotak dan uang jajan (untuk anak yatim).

“Pada kesempatan ini saya pribadi ingin terus berbuat baik dan bersedekah pada anak-anak yatim dan piatu akan membuat kita disayang oleh Allah SWT. Allah pun sudah pasti akan memberikan perlindungan kepada hamba-hambanya yang dikasihi-Nya dari segala marabahaya,” ungkapnya.

Paket bantuan tersebut dibagikan di rumah kediaman Arie Lufti yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara dan menekankan pentingnya kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam suasana berbagi kebahagiaan berkah Ramadhan ini untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujar Ari.

Acara semakin meriah dengan berbagai hiburan seperti quiz, doorpize, dan tausiah dari KH. Sohibul Romli , Pimpinan Ponpes Riyadul Badi’ah di Cikeusal. Dalam tausiahnya KH. Sohibul Romli mengingatkan pentingnya berbagi dan mempererat silaturahmi selama Ramadan.

“Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbanyak sedekah, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antar sesama,” tuturnya.

(Wawan Hermawanto)

Bengkel Umroh dan Segudang Cara Menuju Mekah

0

Depok | Jurnal Bogor
“Masih banyak jalan menuju Mekah,” celetuk Rina Octaviani, Bisnis Manager Tim Bengkel Umroh, Travel Haji dan Umroh di Pengasinan, Depok, meluruskan penjelasan pembicara saat berbuka puasa bersama seluruh tim di kantor sekretariat, Sabtu (15/4/2025).

Saat itu pembicara menukil pribahasa masih banyak jalan menuju Roma, saat sharing pengantar kelas Sabtu Pintar, agenda bulanan bagi tim Syiar Bengkel Umroh.

Bengkel Umroh merupakan bagian dari Travel Haji dan Umroh Tanur Muthmainnah yang memiliki akreditasi A. Sabtu sore itu hadir beberapa tim koordinator dari berbagai daerah seperti Bogor, Bekasi dan Cakung, Jakarta Timur.

Setidaknya belasan tim Bengkel Umroh yang hadir sore itu menghangatkan suasana ruangan sekretariat yang dingin karena paparan semburan mesin pendingin.

Adalah Syahrul Munir, jurnalis senior yang menjadi pembicara dalam Sabtu Pintar dengan tema Memaksimalkan Promosi di Media Sosial.

Materi dasar seputar memanfaatkan media sosial sebagai etalase promosi sebenarnya sudah dilakukan oleh tim Bengkel Umroh.

Akan tetapi, dalam sesi ini diperkenalkan tentang data terbaru kecenderungan pengguna internet memutuskan membeli produk setelah tertarik melihat visual dari media sosial.

Jurnalis senior lulusan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini menyampaikan data survei teranyar tentang dua hal yang membuat konsumen memutuskan membeli produk setelah melihat video konten di media sosial.

“Pertama adalah harga yang menarik, dengan adanya diskon dan satu lagi rating dengan simbol bintang dan komen, ” ujar Syahrul Munir.

Tim Bengkel Umroh terlihat antusias mengikuti kegiatan Sabtu Pintar tentang Media Sosial.

Mereka duduk membentuk lingkaran kecil dan mendengarkan paparan dengan konsentrasi penuh.

Sebagian lain sibuk menyorotkan kamera android di genggaman tangan ke arah pembicara.

Gemericik hujan di luar seakan tak terpengaruh. Begitu juga dengan hidangan khas buka puasa; pasangan lontong dan gorengan serta es buah berbaris memadati arena tengah pun tak menyurutkan perhatian terhadapat pemateri. Sorot mata tajam meski sejam lagi waktu berbuka puasa.

Sekitar sejam lebih sedikit sesi pengantar berakhir. Sesi tanya jawab pun langsung disambar oleh ibu Mutiara.

Ia bertanya bagaimana mengatasi masalah citra negatif di lapangan di tengah membangun nilai positif?

“Itu perlu mitigasi dengan menjelaskan seluruh penanganan maksimal yang dilakukan pada mereka,” ujar Syahrul Munir yang langsung bergegas meninggalkan acara.

Segudang cara jitu ditawarkan kepada masyarakat yang ingin berangkat umrah dan haji. Polanya pun beragam.

Kategori paling unik dan bersahabat yang ditawarkan dengan sistem kelompok, masing-masing individu menabung setiap hari di celengan Kabah. Sebulan sekali, hasil tabungan dibuka bertepatan dengan jadwal majlis taklim.

“Hasil tabungan mereka nanti diumumkan biar tambah semangat,” ujar Teh Inong, panggilan akrab Rina Octaviani.

(Wawan Hermawanto)

Membangun Ukhuwah untuk Meraih Berkah, HMI Komisariat FAI Sukses Gelar Sanlat

0

Bogor | Jurnal Bogor
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Agama Islam (FAI) sukses menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) di Pondok Pesantren Al Alawiyah, Cilebut.

Acara ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun kesadaran spiritual di kalangan mahasiswa dan santri.

Ketua Umum HMI Komisariat FAI, Rezal Ibrahim Harika, menunjukkan kepemimpinan yang inklusif dengan merangkul tiga komisariat lainnya, yakni Komisariat Teknik, Komisariat Fikes, dan Komisariat FKIP. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa HMI tidak hanya bergerak dalam lingkup internal, tetapi juga membangun sinergi lintas fakultas guna memperkuat nilai kebersamaan dan kebermanfaatan bagi umat.

“Dengan semangat ukhuwah, kita ingin menjadikan Sanlat ini sebagai ajang pembelajaran dan kebersamaan yang penuh berkah. Harapannya, semangat ini dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rezal.

Sanlat ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti kajian keislaman, tadarus Al-Qur’an, dan diskusi keumatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai Islam yang lebih mendalam serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan positif dari para peserta dan masyarakat semakin mengukuhkan bahwa sinergi antar-komisariat dapat membawa manfaat yang luas bagi lingkungan sekitar. HMI Komisariat FAI beserta komisariat lainnya berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa, demi membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman dan solidaritas sosial.

“Kegiatan ini akan kami upayakan terlaksana setiap tahunnya, dengan harapan HMI bisa memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat lebih luas lagi,” pungkas Rezal.

Dengan suksesnya pelaksanaan Sanlat ini, HMI Komisariat FAI berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat sekitar.

(m.ali/uik)

Anak-anak Bisa Sampaikan Pengaduan dan Saran Lewat Sibadra

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus meningkatkan layanan pengaduan masyarakat yang juga bisa digunakan anak-anak melalui platform Sibadra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran). Dalam upaya sosialisasi ini, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai fitur yang memudahkan anak-anak menyampaikan aspirasi, keluhan, atau saran terkait berbagai isu yang mereka hadapi.

Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa Sibadra menjadi salah satu kanal resmi yang dapat digunakan anak-anak untuk menyampaikan pengaduan secara langsung kepada Pemkot Bogor.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Kota Bogor memiliki akses yang mudah dan aman untuk menyampaikan keluhan atau aspirasi mereka. Melalui Sibadra, mereka dapat melapor dengan lebih cepat dan responsif,” ujar Rahmat, Jumat (14/3/2025).

Selain melalui aplikasi Sibadr yang dapat diunduh di perangkat Android dan iOS, laporan juga dapat disampaikan via WhatsApp ke nomor 0811-9600-0060. Diskominfo Kota Bogor juga mengintegrasikan layanan ini dengan SP4N LAPOR di www.lapor.go.id, SMS 1708, twitter @lapor1708, sistem pengelolaan pengaduan nasional yang memudahkan koordinasi antar instansi dalam menangani laporan masyarakat.

Pemkot Bogor menghimbau anak-anak agar tidak ragu untuk menggunakan layanan ini jika ada hal-hal yang ingin disampaikan.

“Kami mengajak anak-anak untuk berani melapor jika mengalami atau melihat sesuatu yang tidak sesuai, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat lainnya. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya, sehingga mereka tidak perlu takut untuk berbicara,” kata Rahmat.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak anak di Kota Bogor yang mengetahui hak mereka dalam menyampaikan pendapat serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak.

Siap Pecahkan Rekor MURI, Ponpes Modern Sahid Launching Penulisan Manuskrip Al-Qur’an Terpanjang dengan Khat Hijazi Awal

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pondok Pesantren Modern Sahid resmi meluncurkan proyek penulisan manuskrip Al-Qur’an terpanjang di Indonesia dengan menggunakan khat Hijazi awal.

Proyek monumental ini diharapkan akan mencetak sejarah dengan meraih Rekor MURI sebagai manuskrip Al-Qur’an terpanjang di Tanah Air. 

Acara launching yang digelar di pondok pesantren ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, ulama, serta kepala lajnah pentashihan mushaf al-qur’an kemenag RI. Proses penulisan dilakukan oleh seluruh santri dan guru, dengan menggunakan metode tradisional yang merepresentasikan khat Hijazi, salah satu gaya tulisan Arab tertua yang digunakan pada masa awal Islam. 

Pembina Yayasan Pondok Pesantren Modern Sahid, Sri Bimastuti Handayani,B.Bus, menyampaikan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak rekor, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah penulisan Al-Qur’an serta sarana dakwah bagi generasi muda. 

“Kami ingin menghadirkan kembali keindahan warisan Islam melalui penulisan manuskrip Al-Qur’an dengan khat Hijazi awal. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam melestarikan seni kaligrafi Islam dengan nilai-nilai spiritual,” ujar Sri Bimastuti Handayani,B.Bus dalam sambutannya, Senin (17/3/2025). 

Manuskrip ini nantinya akan memiliki panjang dua kilometer dan diperkirakan memerlukan perhitungan 11 hari penulisan secara berkala penyelesaiannya.

Selain penulisan Al-Qur’an, acara launching ini juga diisi dengan pameran manuskrip kuno, serta kajian sejarah perkembangan tulisan Arab dalam Islam. 

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, proyek penulisan manuskrip Al-Qur’an terpanjang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam di Indonesia dan dunia dalam menjaga serta melestarikan seni kaligrafi Islam.

Penulis: Restu Maulana/uik