30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 156

OPPO Find N5 Bakal Hadir di Indonesia

0


jurnalinspirasi.co.id – OPPO Find N5, ponsel lipat yang mendapatkan perhatian karena ukurannya yang sangat tipis, akan hadir di Indonesia. Kabar baik ini sudah dikonfirmasi langsung oleh pihak OPPO Indonesia.

Perusahaan smartphone yang berpusat di China itu mengungkapkan bahwa Find N5 telah mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TDKN). Nilai TDKN dari perangkat lipat tertipis di dunia ini adalah 46,44 persen.

Selain itu, ponsel ini juga sudah terdaftar di Postel dan situs P3DN milik Kementerian Perindustrian. Dengan seluruh persyaratan yang telah dipenuhi, OPPO Find N5 dipastikan akan hadir dalam waktu dekat.

“Hal ini menegaskan kesiapan perangkat Find N5 untuk segera dipasarkan dan dinikmati oleh konsumen di Tanah Air,” kata OPPO Indonesia dalam keterangan dikutip voi.id Senin (24/3/2025).

OPPO Find N5 diluncurkan pertama kali pada 20 Februari 2025 di Singapura. Perangkat ini berhasil mengalahkan ketebalan ponsel Honor Magic V3 dengan ketebalan 4,35mm saat terbuka dan 9,33mm saat tertutup.

Berbeda dengan Find N5, perangkat ini memiliki ukuran 8,93 mm saat dilipat dan 4,21 mm saat dibuka. OPPO mengeklaim bahwa ponsel ini setara dengan ukuran 1 pensil atau 2 kartu ATM yang ditumpuk, menandakan bahwa ponsel ini memang sangat tipis.

OPPO tidak menjelaskan kapan perangkat ini akan tersedia di pasar Indonesia. Namun, perusahaan tersebut menjelaskan bahwa mereka telah membuka pendaftaran bagi orang yang berminat untuk mendapatkan perangkat tersebut.

(Dedi R)

Produk Perikanan Budidaya RI Siap Masuk Pasar Arab Saudi

0


jurnalinspirasi.co.id – Persetujuan otoritas kompeten Arab Saudi terhadap ekspor produk perikanan budidaya Indonesia tinggal menunggu hitungan hari berdasarkan negosiasi antar otoritas kompeten dua negara dalam virtual bilateral meeting (VBM) yang digelar pada Senin (17/3/2025).

Hasil tersebut diraih atas perjuangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Luar Negeri (KEMLU) melalui diplomasi bilateral dengan Arab Saudi.

“Kami baru saja menyelesaikan VBM dengan Saudi Food and Drugs Authority (SFDA) dan alhamdulillah negosiasi berjalan lancar dan pihak SFDA telah teryakinkan dan puas terhadap data-data yang disajikan oleh Delri (Delegasi Republik Indonesia-red) terkait dengan implementasi quality assurance hulu-hilir perikanan,” ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini, dikutip dari wartaekonomi.co.id Senin (24/3/2025).

Menurutnya, keberhasilan ini hasil kerja keras diplomasi dan sinergi bersama KKP, BPOM dan tentu Kementerian Luar Negeri dalam melakukan pendekatan-pendekatan teknis maupun melalui diplomatic channel.

DiKKP sendiri Badan Mutu KKP dan Ditjen Perikanan Budidaya kompak menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan sebagai bagian dari technical compliance.

Diberitakan sebelumnya bahwa Indonesia dan Arab Saudi telah memiliki perjanjian bilateral dalam bidang penjaminan mutu pangan dengan authorized competent authority untuk Indonesia adalah BPOM dan executing party untuk sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (SJMKHP) adalah KKP.

Sampai saat ini jumlah perusahaan perikanan Indonesia yang terregistrasi SFDA sebanyak 58 unit, namun demikian produk asal perikanan budidaya masih terkendala persetujuan otoritas kompeten untuk bisa masuk ke pasar Arab Saudi.

Data ekspor produk perikanan Indonesia ke Arab Saudi tahun 2022–2024 didominasi oleh produk cakalang, tuna, lemuru yang diolah dalam bentuk ikan kaleng, sedangkan produk lainnya termasuk kerupuk udang, kerapu, tenggiri, kakatua, terasi serta berbagai produk lainnya. Pada tahun 2024, volume ekspor produk perikanan ke Arab Saudi sebesar 22.000 ton dengan nilai 91 juta USD.

“Kita mendapatkan angin segar dari Arab Saudi diantaranya mereka menyatakan menerima corrective action yang kita sampaikan, serta paralel dengan proses compliance standar SFDA akan rilis approval untuk produk asal perikanan budidaya”, terang Ishartini.

Sejauh ini produk perikanan budidaya yang telah berstandar internasional dan siap memasuki pasar Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Arab, haji dan umroh adalah udang, nila, lele dan patin.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan pihaknya terus menggenjot produksi perikanan budidaya melalui beberapa komoditas unggulan atau champion yang dapat menguasai pasar global.

Selain titik berat produksi, Menteri Trenggono juga fokus kepada penjaminan mutu serta diversifikasi negara tujuan ekspor untuk memperluas dan ekspansi pasar perikanan Indonesia.

(Dedi R)

Satpol PP Leuwiliang Tertibkan ‘Pedagang Dadakan’

0

jurnalinspirasi.co.id – Jelang Lebaran 1446 Hijriah pengunjung di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, semakin padat. Ditambah geliat sejumlah ‘pedagang dadakan’ kini bermunculan, hingga merangsak ke badan jalan yang mereka gunakan untuk berjualan.

Akibatnya kondisi ini menyebabkan kemacetan arus lalulintas yang berkepanjangan .
Mengantisipasi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Leuwiliang turun tangan untuk menertibkan para pedagang yang berjualan di jalan raya. Petugas meminta mereka untuk bergeser ke belakang agar tidak menghalangi pengguna jalan.

“Yang memakan jalan kita mundurkan ke belakang, supaya lebih longgar dan tidak mengganggu pengguna jalan,” ujar Plt Kasi Trantib Kecamatan Leuwiliang, Asdi, Senin (24/3/2025).

Menurutnya, lonjakan jumlah pedagang musiman ini sudah terlihat di beberapa titik di Kecamatan Leuwiliang, mulai dari Simpangan Karacak hingga ke kawasan Pasar Leuwiliang.

“Sudah mulai banyak dari Simpangan Karacak sampai ke Pasar Leuwiliang. Ini bagian dari upaya kami mengantisipasi kepadatan jelang perayaan Idul Fitri,” katanya.

Satpol PP juga mengimbau para pedagang kaki lima agar tetap menjaga ketertiban dan tidak menggunakan bahu jalan untuk berjualan.

“Yang kita tertibkan adalah pedagang yang berjualan di atas jalan raya. Kita mundurkan mereka ke belakang agar tidak menyebabkan kemacetan. Mencari nafkah menjelang Lebaran itu boleh, tapi keamanan dan ketertiban tetap harus dijaga,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya mengingatkan agar para pedagang mematuhi aturan dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Kami mengimbau kepada pedagang dadakan ini, silakan berjualan, itu hak masyarakat. Yang penting jangan sampai mengganggu lalu lintas,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Vihara Dhanagun Buka Puasa Bareng dengan Ratusan Warga Difabel

0

jurnalinspirasi.co.id – Yayasan Vihara Dhanagun kembali menggelar buka puasa bersama dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan” dengan ratusan warga difabel Kota Bogor pada Minggu (23/3/2025).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim sangat mengapresiasi kegiatan sosial yang rutin dilakukan oleh pihak Yayasan Vihara Dhanagun setiap tahunnya.

“Kami sangat mengapresiasi pihak Yayasan Vihara Dhanagun, yang setiap tahun rutin memberikan perhatian kepada dhuafa dan difabel,” jelasnya.

Menurutnya, kepedulian ini murni tulus datang dari keluarga besar Vihara Dhanagun. Dengan jumlah peserta yang cukup signifikan, Dedie berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi yang memang membutuhkan.

“Insya Allah dengan adanya kegiatan ini, bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka yang betu-betul ingin merasakan esensi hari raya,” ungkap Dedie.

Sementara itu, Ketua Panitia Bukber 2025, Hettyana Yasin Rahardja mengatakan bahwa acara buka puasa bersama hari ini, yang terdaftar adalah 225 peserta.

“Kebanyakan peserta yang hadir dari wilayah Kota Bogor, namun ada juga dari Kabupaten Bogor. Sebagian besar dari lembaga- lembaga yang menaungi warga difabel,” katanya.

Selain itu, sambung Hetty, ada juga peserta dari warga sekitar yang mengetahui adanya agenda ini dan turut mendaftarkan diri. Dan dalam acara tersebut, dikatakannya tidak ada batas usia.

“Siapapun warga berkekurangan, boleh hadir di acara ini. Kami tidak membatasi usianya, siapapun warga difabel, kita terima di sini,” ucapnya.

Kata dia, acara ini merupakan kali ke-10 yang diadakan oleh pihaknya. Dan kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya.

“Semoga mereka senang, bahagia dan apa yang kami lakukan ini, dapat diterima oleh mereka. Juga agar mereka semuanya merasakan kebersamaan, dan melihat bahwa mereka tidak sendiri, dan kami di sini peduli terhadap mereka,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa kegiatan ini disponsori oleh beberapa pihak, di antaranya PGB Peduli, Vihara Dhanagun, CGM, Kemenkumham dan perusahaan-perusahaan lainnya yang rutin setiap tahunnya memberikan support.

“Kami berharap, pemerintahan juga memperhatikan orang yang spesial ini. Mereka harus diperlakukan sama dengan kita semua, tidak ada perbedaan dan mereka semua bahagia” pungkasnya.

(FDY)

Alumni Nevar 17 Sukses Gelar Ramadan Bagi Bahagia 2025, Santuni 435 Anak Yatim

0

Parung – Ikatan Alumni Nevar 17 dibawah naungan Yayasan Alumni SMAN 1 Parung dengan bangga mengumumkan kesuksesan acara sosial tahunan Ramadan Bagi-Bahagia 2025, yang telah berhasil diselenggarakan pada 22 Maret 2025.

Acara ini sukses menghimpun donasi sebesar 97 juta rupiah dan memberikan manfaat kepada 435 anak yatim melalui santunan dalam bentuk paket sembako dan donasi tunai.

Sebagai sebuah tradisi yang telah berjalan selama 16 tahun, Ramadan Bagi-Bahagia* terus berkembang dan mendapatkan dukungan luar biasa. Tahun ini, 70% dari total donasi diperoleh dari sumbangan 13 angkatan alumni SMAN 1 Parung, menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian para Nevarian dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Selain itu, acara ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan donatur, termasuk BAZNAS, Lele Squad, Nusantara Wedding, Mondelez, dan JB PRODUCTION, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sosial ini.

Tidak hanya didukung oleh alumni dan para sponsor, acara ini juga mendapat support penuh dari OSIS SMAN 1 Parung, yang ikut serta dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Kami sangat bersyukur atas antusiasme dan kepedulian luar biasa dari para alumni, donatur, sponsor, serta para pelajar yang telah berkontribusi dalam acara ini. Kami berharap ke depannya lebih banyak angkatan alumni dan pihak lainnya yang turut serta, sehingga kebersamaan ini semakin erat dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujar H. Saepul Anwar, Ketua Panitia Ramadan Bagi-Bahagia 2025.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antaralumni serta membangun kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Ke depannya, Yayasan Alumni Nevar berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar lebih banyak anak yatim dan keluarga yang dapat menerima manfaat.

Terima kasih kepada seluruh Nevarian, donatur, sponsor, dan pendukung acara yang telah menjadikan Ramadan tahun ini penuh berkah dan kebahagiaan. Mari terus berbagi dan mempererat kebersamaan!

(wawan hermawanto-*)

Renungan Ramadhan 1446 H: Sampai Kapankah Ekosistem Hutan dan DAS Riau Selamat dan Lestari?

0

Bismillahir Rahmanir Rahiem

Saya membaca ada statement Kapolda Riau di medsos.yang diposting bung Daniel di WAG “Berita Riau Terkini” (Jumat 20/3-2025), beritanya berbunyi begini: “

…”Kapolda Riau berkomitmen Dalam Mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih”..,
Apa iya demikian ?
Saya tercengang mendengarnya, agak meragukan bunyi konten beritanya itu.

Jika kita lihat faktanya di lapangan selama ini terjadi, agak sulit kita mempercayai berita tersebut.

Kita tahu bagaimana pelanggaran hukum dan hak-hak azasi manusia (HAM) demikian akut/parah, akibat carut marut praktek penegakan hukum spt proyek berkedok PSN Eco Rempang Batam KepRi yang melanggar HAM dengan terlibatnya aparat, PIK 2 di pantai Tangerang Banten dengan pagar lautnya yang melabrak beberapa UU dan Hukum Laut Internasional (UNCLOS, 1982) yang berakhir dengan ketidakjelasan, proyek wisata massal Kawasan Puncak Bogor yang melanggar konsep RUTR sehingga menyebabkan bencana alam Banjir, sekarang dalam penertiban dengan menghancurkan berbagai bangunan liar nan megah, dll.

Belum lagi Majalah Tempo pernah memberitakan tentang “partai coklat” keterlibatan oknum polisi dalam Pemilu thn 2024. Juga para perwira tinggi Polisi terlibat bandar Narkoba, termasuk yang terjadi di Polda Riau beberapa tahun lalu, dll.

Jadi berita diatas, hanya bersifat slogan saja untuk menyenangkan publik. Padahal sulit dipercaya, kita tahu dan paham bahwa janji tinggal janji/komitmen implementasi seperti apa.? Jawabannya tidak jelas di negeri Kanoha ini. Begitu sangat lemahnya penegakan hukum (law enforcement) negeri ini, terutama di era mas Mulyono berkuasa, berbagai problem sosial bermunculan aneka bentuk spt eskalasi korupsi Triliyunan rupiah, nepotisme politik dan politik dinasti, defisit APBN dan APBD, carut marut hukum, bunga hutang yang membengkak, PHK besar-besaran, merosot kepercayaan publik, dll.

Masih segar dalam ingatan kita, ada banyolan dari para seniman musik dengan lagu-lagunya, yang penting “bayar, bayar dan bayar”, kata dendangan lagu grup Pink.yang pernah populer tempo hari itu. Dan masih ingat dalam memory kita, kasus pembunuhan yang menimpa Kepala Profam Mabes Polri, Jenderal Pol Ferry Sambo, dipersidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta telah dihukum seumur hidup atau hukuman diatas 20 tahun, yang meluluh lantahkan citra Korps Kepolisiaan RI. Dampaknya semakin melorot tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja buruk Kepolisian RI.

Artinya dalam rialitasnya, memang jarang adanya sikap dan tekad melaksanakan “Gerakan Nasional Indonesia Bersih”, itu tiada dan bahkan nihilisasi, jargon dan slogan kosong semata. Faktanya yang marak terjadi di ekosistem hutan Lindung dan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) daerah Provinsi Riau, nagori kelahiranku yang kaya sumberdaya alam itu.

Kemudian maraknya aktivitas tambang emas liar PETI di DAS dan lahan perkebunan-hutan yang sangat merusak lingkungan sungai sebagai asset milik publik.(communal property right) yang menimbulkan pencemaran dan kerusakan ekosistem alam (natural ecosystem demage) yang semakin parah. Demikian juga ekosistem hutan lindung seperti di hutan lindung Bukit Batabuah dll, kayu-kayu baloknya (logging) dijarah terang-terangan dengan memasuki alat berat spt Belko/Eskalator dan mobil Truck besar/Lorry untuk beroperasi, dilakukan oleh pengusaha tambang PETI dan perkebunan Sawit yang sangat rakus selaku penjahat lingkungan hidup Riau. Mereka kebal hukum, tak tersentuh hukum.

Sementara aparat keamanan (polisi dan TNI) hanya membiarkan kejahatan perusak lingkungan hidup di lingkungan DAS dan hutan alam, mereka beroperasi aman dan nyaman, karena oknum penegakan hukum telah terlibat bersama permainan mafia.

Mereka berkolusi dgn mapia tambang DAS dan perambah hutan guna memperkaya diri, dengan mengorbankan rakyat, masyarakat lokal.

Korbannya rakyat Riau terjadi setiap tahun berupa bencana alam banjir, yang mengorbankan harta dan bahkan menelan jiwa penduduk. Begitu pun erosi dan abrasi badan sungai-sungai yang membuat air keruh, ikan-ikan tidak bisa berkembang biak akhirnya punah akibat air sungsi tercemar logam berat (B3), dan juga air sungai menjadi tak layak diminum penduduk. Dampak negatif kerusakan ekosistem DAS dan hutan tropika, ujung-ujungnya barang tentu menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor, itu mensengsarakan masyarakat tempatan (local community) Riau, yang tak berkesudahan.

Entah kapan, semuanya itu akan berakhir? wallahu aklambissahab. Nampaknya kita tinggal menunggu “kiamat kecil” bakal datang lagi berupa bencana alam ke dan dari bencana alam sebagai tontonan dan mainan para politisi lokal yang mencuri perhatian. Dan mereka tidak berhati nurani dimana penderitaan rakyat dijadikan objek mainan sebagai sasaran kampanye utk mendapatkan dan peningkatan elektibilitas.

Rusak ekosistem alam ini, main factorsnya adalah mereka para elite politik sibuk dengan urusan “jangka imah” jangka pendek (sogok-menyogok) dengan bola-bola pendeknya memgumpulkan pendanaan, dengan bersilingkuh dengan para pengusaha tambang dan sawit, mereka telah merampok tanah masyarakat adat dan ulayat (tenure’ land) di daerah Provinsi Riau.

Lengkaplah sudah penderitaan rakyat Riau, sampai-sampai APBD Provinsi Riau mengalami defisit (collapse), begitu yang diberitakan bpk Gubernur Riau yang baru terpilih pada Pilkadal Gubernur 2024 yang lalu.

Singkat kata Riau sudah sejak lama mengalami gejala sosial ‘Paradoks dan Anomali”, ada keanehan dan kondisi bertolak belakang (not common sense), dimana SDA dan Jasling yang kaya raya, dengan keanekaragaman hayati (flora dan fauna, hutan, ikan) dan nonhayati spt aneka tambang yang melimpah ruah (minyak minas/bbm, batu bara, emas), akan tetapi masyarakat tempatan mayoritas tetap berada dalam kemiskinan-keterbelakangan dan kebodohan (3K social deases), hidup mereka dalam keterbatasan, dampak dari perbuatan kriminal korupsi elit politik dan birokrasi (the ruling party) yang tak berkesudahan, entah kapan bisa berakhir kerakusan itu?

Sekian, sekedar perenungan bulan suci Ramadhan 1446 H, semoga Allah SWT membuka pintu taubat sesungguhnya ‘taubatan nasuha” bagi para oknum pejabat dan para pengusaha penjahat lingkungan hidup Riau, sehingga hancurnya ekosistem DAS dan hutan tropis Riau.

Save ekosistem DAS dan Hutan Riau, dan Save Rakyat Riau dari 3 K penyakit sosial.***

Gallery and Ecofunworkshop, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel.Sindangsari, Botim City West Java, Jumat 21 Maret 2025###

Wassalam
====✅✅✅
Dr Ir.H.Apendi Arsyad.MSi (Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial, Penasehat Ikatan Keluarga,Pelajar dan Mahasiswa Riau/IKPMR Bogor)

Dewan Minta Disnaker Melek Medsos

0

jurnalinspirasi.co.id – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Rabu (19/3/2025). Rapat tersebut membahas terkait isu ketenagakerjaan dan pengangguran terbuka di Kota Bogor.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan mememinta Disnaker Kota Bogor bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan berkembangnya teknologi informasi, sosialisasi terkait program dan kinerja Disnaker Kota Bogor harus dimaksimalkan.

Sebab, menurut Ence, masih banyak lulusan SMK di Kota Bogor yang belum mendapatkan pekerjaan sehingga menambah jumlah angka pengangguran terbuka.

“Dinas Ketenagakerjaan harus bisa memanfaatkan sosial media untuk menyebarkan lowongan yang ada di Kota Bogor. Lulusan SMK lebih banyak yang menganggur dari pada SMA, sehingga permasalahan tersebut harus diselesaikan,” kata Ence.

Lebih lanjut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Juhana menjabarkan angka pengangguran terbuka di Kota Bogor masih berada diangka 8,3 persen, kemudian angka kemiskinan 6,53 persen dengan kemiskinan ekstrem 0,7 persen.

Juhana menegaskan dengan adanya efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat, ia mendapatkan aduan dari para pengusaha hotel dan pariwisata bahwa pendapatan mereka mengalami penurunan. Hal ini tentunya akan berdampak kepada isu PHK dari sektor hotel, restoran dan pariwisata.

“Jadi memang isu ketenagakerjaan ini sangat sensitif dan akan memberikan domino efek yang signifikan. Jadi kami meminta disnaker agar segera memformulasikan program yang berdampak langsung ke masyarakat. Baik melalui pelatihan ataupun kegiatan padat karya,” tutupnya.

** Fredy Kristianto

Ramadhan Festival, DKM Masjid Agung Bakal Santuni 1.500 Yatim dan Dhuafa

0

jurnalinspirasi.co.id – DKM Masjid Agung Kota Bogor bekerjasama dengan Sasa dan BJB Kota Bogor akan melaksanakan Ramadhan Festival dengan mengusung tema “Menebar Kasih, Meraih Berkah, Bersama Yatim Piatu Menuju Hidayat Allah SWT” di Masjid Agung pada Rabu (26/3/2025) mendatang.

Ketua DKM Masjid Agung, Abdul Wahid mengatakan bahwa dalam kesempatan itu pihaknya juga akan memberikan santunan terhadap 1.500 anak yatim piatu dan dhuafa.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Sehingga harus diisi dengan kegiatan positif yang dapat memberi berkah kepada bersama. Ustad Hilman Fauzi akan mengisi tausiah,” ujar Wahid kepada wartawan, Jumat (27/3/2025).

Selain itu, kata Wahid, Festival Ramadhan juga akan diisi oleh beragam jenis perlombaan. Yakni, lomba mewarnai untuk anak, qasidah, hadroh, marawis, dan lomba video kreatif.

Menurut Wahid, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan dzikir bersama, kultum, buka puasa bersama, yang diprediksi akan dihadiri oleh 5 ribu jemaah, dan dilanjutkan tarawih bersama.

“Festival Ramadhan ini juga akan dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan unsur Forkopimda,” tandas Wahid.

** Fredy Kristianto

Kuasa Hukum Sapta Bela Tegaskan Gugatan Musda KNPI Masih Proses Mediasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Dita Aditya, kuasa hukum Ketua KNPI Kota Bogor periode 2021-2024, Sapta Bela, angkat bicara mengenai ramainya pemberitaan di berbagai media masa mengenai gugatan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI yang dilaksanakan pada 7 Desember 2024 lalu.

Advokat dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners itu menyebut bahwa dalam gugatan nomor 32/Pdt.G/2025/PN Bgr, secara konstruksi hukum komposisi kliennya berkedudukan sebagai Turut Tergugat I, dan Penggugat berjumlah 10 (sepuluh) Orang. Yakni Bustomi, Rudi, S.Ikom; Tri Rahman Yusuf, Ahmad Alwi, Heru Fegian Arafat, Verga Aziz, Siska Veronika, Dede Siti Amanah, Moh Nurdat Ilhamsyah, dan Bilqis Ibtisamah yang mengatasnamakan para Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda yang berhimpun dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Menurut dia, gugatan tersebut saat ini masih dalam proses mediasi, dan terlalu dini untuk menjastifikasi suatu perkara hukum yang masih memerlukan nilai pembuktian sebagaimana dalam Pasal 164 HIR dan asas pembuktian actori incumbit probatio.

“Sebagai Warga Negara yang taat asas dan taat hukum, klien kami (ex officio) sangat siap menghadapi gugatan tersebut, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Dita melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/3/2025).

Dita menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan setiap warga negara memiliki hak yang sama dan berpegang teguh pada asas equality before the law.

“Sehingga klien kami memiliki hak yang sama dalam mengakses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga telah merugikan klien kami atas peristiwa hukum yang terjadi saat ini baik secara perdata maupun pidana,” tandas Dita.

” Fredy Kristianto|

Jembatan Rawayan Penghubung Megamendung Cisarua Diresmikan Bupati

0

Megamendung – Jurnal Bogor

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meresmikan jembatan rawayan yang menghubungkan dua wilayah, Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua, pada Jumat, 21 Maret 2025.

Jembatan ini dibangun dalam waktu kurang dari dua minggu sebagai respons cepat terhadap kerusakan yang terjadi akibat banjir bandang pada 2 Maret 2025. Akibat peristiwa tersebut telah memutus akses ekonomi dan pendidikan bagi warga sekitar.

Kolaborasi Tanpa Menggunakan APBD
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI-Polri, dan pihak swasta, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Usai rampung, jembatan ini segera diresmikan Bupati Bogor dengan simbolis pengguntingan pita.

“Jembatan ini dapat digunakan sementara sambil kita menunggu pembangunan jembatan permanen. Kami menargetkan jembatan permanen selesai di tahun 2025, atau maksimal pada 2026. Namun yang terpenting, sebelum Idul Fitri tahun ini, masyarakat sudah dapat menikmati akses yang terhubung,” jelas Rudy Susmanto.

Apresiasi Camat Megamendung
Camat Megamendung, Ridwan, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak, yang telah membantu proses pembangunan jembatan tersebut, termasuk peran besar Bupati Bogor dalam memastikan kelancarannya.

“Dalam waktu delapan hari, jembatan ini selesai dibangun dan kini sudah diresmikan serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Ridwan.

Pentingnya Jembatan bagi Kehidupan Masyarakat
Ridwan mengatakan, jembatan rawayan itu diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami berharap, dengan dibukanya jembatan ini, masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lancar, terutama menjelang Idul fitri,” tuturnya.

Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi dan dukungan terhadap upaya tanggap bencana dan pembangunan infrastruktur. Dadang Supriatna.