32.1 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1559

Dua Pekerja Peternakan Ayam di Rumpin Tewas

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi
Sebuah musibah kecelakaan kerja mengakibatkan dua pekerja meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah perusahaan peternakan ayam petelur (breeding farm) yang berada di Kampung Pabuaran RT 03 RW 05 Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Minggu (21/6).

Warga sekitar yang namanya enggak disebutkan menjelaskan, musibah kecelakaan kerja tersebut terjadi saat kedua korban yang merupakan teknisi di perusahaan, hendak melakukan perbaikan mesin penggerak pakan di pen 5 kandang 3 blok 1 yang mengalami kerusakan.

Kedua orang karyawan yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut bernama Mad Husni (39), warga Kp. Angreman RT 1 RW 10 Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin dan Muhkas Adiguna (34), warga Kp. Bolan RT 2 RW 5 Desa Batujajar, Kecamatan Cigudeg. Selanjutnya pasca kejadian tersebut, kedua korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarganya masing – masing.

Peristiwa itu pun dibenarkan Kapolsek Rumpin Kompol Asep Supriadi bahwa ada dua orang pekerja dipeternakan ayam di Kampung Pabuaran tersetrum saat membetulkan listrik yang mati. “Betul ada 2 orang meninggal pekerja di sebuah kandang  tersetrum, kronologi singkat salah satu dari korban saat itu sedang membetulkan listrik tersetrum, namun teman satunya saat ingin menolong malah tersetrum juga, meninggal dua duanya akibat tersetrum dan keluarga menolak untuk diotopsi, kedua korban pun sudah dibawa keluarga masing-masing,” kata Kapolsek Rumpin Asep.

Diketahui perusahaan tempat kedua korban bekerja, adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur. Perusahaan ini memiliki dua lokasi di Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin. Sedangkan induk dari perusahaan ini adalah salah satu grup industri agrofood terkemuka, yang bergerak di bidang produksi pakan hewan, peternakan unggas, produksi daging olahan dan industri pertanian.

** Cepi Kurniawan

Warga Perumahan Ciomas Village Kembangkan Budidaya Lele

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi
Meskipun berada di lingkungan kompleks, tak menyurutkan ide dan gagasan warga Perumahan Ciomas Village di Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas untuk melakukan budidaya ikan lele dengan memanfaatkan tanah fasum perumahan itu. Apalagi sejak hampir 3 bulan kemarin telah dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga warga bergotong royong mengembangkan budidaya ikan lele tersebut dan baru panen saat pandemi Covid-19 ini.

“Sebenernya kita warga kompleks Ciomas Village ini sudah mengembangkan budidaya ikan lele ini sudah sejak setahun yang lalu dan baru dirasakan saat pandemi ini panennya sebanyak 300 kilogram,” kata  Ketua Kelompok Civillage Acep Syarif Mulyana kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, saat PSBB dimana orang tidak bisa keluar rumah dan aktivitas dibatasi tentu warga kompleks di sana merasa terbantu bisa panen dari hasil budidaya ikan lele. “Alhamdulillah kita bisa jual per kilogram Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu rupiah meskipun saat ini masih dijual di wilayah Kecamatan Ciomas tapi alhamdulillah, “kata Acep.

Acep berharap meskipun budidaya ikan lele bukan dilakukan pakarnya dan ahli di bidang perikanan, namun bisa sukses mengembangkannya. Tentu ia pun berharap dukungan pemerintah dalam pemasaran agar budidaya ikan lele tersebut terus berkembang. “Kami dalam budidaya ikan lele ini tidak ada yang ahli sebenernya kerjasama dan semangat saja akhirnya sukses termasuk ada security yang mengembangkan budidaya ikan lele ini, “ujarnya.

Sekdes Ciomas Rahayu Selly Silihwati mengatakan, pihak desa akan membantu pemasaran hasil panen budidaya ikan lele tersebut selain dipasarkan untuk kebutuhan para penjual pecel lele di Ciomas, warga kompleks tersebut juga telah mengemas ikan lele tersebut dengan diolah dalam bentuk makanan siap saji. “Tentu hal itu yang bikin menarik karena ada beberapa varian inovasi olahan lele yang dikemas dalam bentuk makanan siap saji, “kata Selly.

Pihaknya pun telah berkomunikasi dengan dinas terkait di Kabupaten Bogor ada pengembangan budidaya ikan lele di dalam kompleks dengan inovasi yang bias dijual dalam bentuk makanan siap saji.

** Cepi Kurniawan

Akhirnya Destana Desa Cibalung Dibentuk

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terus gencar melaksanakan kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah wilayah rawan bencana. Pembentukan ini sebagai upaya guna mendorong setiap kecamatan dalam satu anggaran dapat membentuk satu Destana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Dede Ardiansyah mengatakan tujuan dibentuknya Destana sebagai langkah untuk membentuk  kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana alam di tingkat masyarakat.

“Destana ini sebagai langkah dan upaya guna meningkatakan kesiapsiagaan masyarakat dan pengurangan resiko bencana baik ditingkat atas maupun masyarakat,” kata Dede usai memberikan materi soal Destana pada kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Diterangkannya, saat ini upaya penyelamatan atau pengurangan resiko bencana yang paling epektif dilakukan oleh masyarakat. Mengingat, masyarakat lebih tahu serta mengetahui potensi daerah mana yang rawan terjadi bencana.

“Kita tidak mungkin lebih cepat sampai dilokasi yang apabila terjadi suatu bencana,  mengandalkan aparat dari  kabupaten terlalu jauh rentan jarak dan waktunya. Tapi jika masyarakat telah dilatih dan mempunyai kesiapsiagaan,  maka saat terjadi bencana penyelamatan dan pertolongan bisa dilaksanakan, termasuk upaya pengurangan resiko bencara,” ucapnya.

Dede menyebut, saat ini pembentukan Destana baru ada 45 desa. Jumlah ini masih jauh dari kondisi basis data berjumlah 250 desa di Kabupaten Bogor berada di daerah rawan bencana alam. “Kita sih berharap, ada percepatan untuk pembentukan Destana ini, paling tidak dalam periode kepepiminan ibu Bupati Ade Yasin, sudah bisa terbentuk semuanya,” imbuhnya.

Ia pun meminta, mereka yang dilatih melalui kegiatan ini mampu mengidentifikasi daerah rawan bencana, sekaligus memahami pengurangan resiko tentang apa yang bisa dilakukan di daerahnya. Pasalnya, Kabupaten Bogor memliki potensi rawan bencana secara merata, seperti potensi bencana di musim hujan dan dimusim kemarau kekeringan.

“Bogor ini memiliki potensi bencana merata, seperti diwilayah selatan yang secara morfologi berbukit, bergunung dan berlereng potensinya longsor dan banjir bandang, basisnya adalah Tanjungsari, lalu daerah timur, selatan sampai Sukajaya. Untuk Bogor Utara Jonggol, Cileungsi, Gunung Sindur serta Parung Panjang potensinya banjir genangan dan kekeringan,” terangnya

Materi yang diberikannya sendiri, sambung Dede, diantaranya mengenai manajemen bencana, pertolongan dan penyelamatan evakuasi (PPE), manajemen posko. Kemudian pengenalan pengajaran peta partisipatif rawan bencana serta dilati menyusun suatu rencana aksi penanggulangan bencana ditingkat desa dan simulasi efakuasi mandiri.

Senada dikatakan Pjs Desa Cibalung, TB Budi Darmawan. Baginya Destana salah satu bagian penting untuk dilaksanakan. Tentunya, dimaksudkan guna pengurangan risiko bencana jika suatu waktu nanti terjadi khususnya di wilayah Cibalung. “Dengan adanya Destana, warga Cibalung dapat mengenali karakter wilayah, potensi kebencanaan, dan cara penanganannya. Minimalnya, memahami dan mengerti akan karakter wilayah,” tutur Budi.

** Deny/Dede

Desa Ciapus Rencanakan Buat Wisata Air dan Pemindahan Kantor

0

Ciomas | Jurnal Inspirasi
Meskipun ditengah pandemi Covid-19 Pemerintah Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas tetap  menggelar Musyawarah Desa (Musdes) di aula Kantor Desa, Selasa (34/6) yang dihadiri Camat Ciomas, Ketua RT, RW, LPM dan BPD  untuk membahas program lima tahun kedepan diantaranya rencana membuat wisata air dan pemindahan kantor desa.

Kepala Desa Ciapus Pendi mengatakan, Musdes yang dihadiri perangkat desa dan camat guna membahas RPJM Desa Ciapus. Pihaknya bersama-sama merancang progam lima tahun kedepan. Musdes ini sama halnya dengan GBHN-nya Desa Ciapus. Hasilnya menjadi bahan acuan lima tahun kedepan dari mulai program utama dan program rutin.

“Program utama yakni ingin adanya tempat wisata. Selama ini, Pemdes Ciapus belum memiliki tempat wisata. Rencananya membuat wisata kuliner hingga wisata air di kali Ciapus dan Kali Cibinong,” ujar Kades Ciapus Pendi  kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia pun mengatakan terkait banyaknya keluhan dari warga dan tamu yang datang akan keterbatasan ruangan dan tempat parkir di Kantor desa. Pihaknya pun  berencana memindahkan kantor Desa. “Pemindahan kantor desa bakal berkoordinasi dengan perangkat wilayah dan bakal membuat tim kajian untuk memindahkan kantor desa,” katanya.

Sementara itu, Camat Ciomas Chaieruka Julianto mengatakan, pelaksanaan Musdes di Desa Ciapus tetap menjalakan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan menggunakan masker. Tentunya Musdes di desa sangat penting dalam mementukan program lima tahun kedepan. Nantinya, hasil Musdes di sepakati bersama guna menjalankan program lima tahun kedepan.

“Kades tidak bisa bekerja sendiri, tentunya harus ada dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk LPM dan BPD. Sehingga diperlukan Musdes,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Kelanjutan Penelitian Gunung Sodong Dipertanyakan

0

Lewiliang l Jurnal Inspirasi
Kelompok pencinta sejarah dan cagar budaya Bogor Barat mempertanyakan kelanjutan penelitian Gunung Sodong di Kampung Parung Singa, Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang yang beberapa tahun silam  digadang-gadang sebagai area yang menyimpan banyak bukti peninggalan bersejarah.

Area Gunung Sodong menurut warga Leuwiliang dan sekitarnya punya cerita masa lalu mengenai sejarah Sunda di Bogor. Namun kini mulai rusak akibat adanya aktivitas galian C. Mereka meminta jika Gunung Sodong ternyata tidak masuk dalam catatan kepurbakalaan, Pemerintah Kabupaten Bogor, harus menginformasikannya agar masyarakat Bogor Barat tidak menerka nerka dan resah menantikan keterangan apakah bukit yang berada di belakang Terminal Leuwiliang tersebut, merupakan salah satu gunung keramat yang menyimpan banyak petilasan para leluhur Sunda.

Demikian yang disampaikan Dadang Sunandar dari Gerakan Garuda Siliwangi kepada Jurnal Bogor, kemarin. Menurut dia, melihat kondisi kelestarian Gunung Sodong yang saat ini mulai memperihatinkan lantaran adanya Galian C , warga kesal karena sudah merusak ke asrian sekitar Gunung Sodong.

“Kami dari Kelompok Garuda Siliwangi selaku pencinta dan penggerak sejarah budaya dan kepurbakalaan, berharap Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya Disbudpar secepatnya memberi keyakinan kepada masyarakat apakah Gunung Sodong di Karehkel ini memiliki nilai kepurbakalaan atau tidak, karena selama ini kami selalu menunggu dan menunggu kepastiannya dari pemerintah Kabupaten,” kata Dadang.

Sementara ditemui di kantornya , Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana berjanji akan mentertibkan dan melakukan penyelamatan Gunung Sodong dari kerusakan jika memang menurut masyarakat Bogor Barat, gunung tersebut menyimpan kisah bersejarah asalkan ada penetapan secara hukum dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten maupun dari Disbudpar Kabupaten Bogor apabila Gunung Sodong adalah area situs.

“Sayangnya kami Pemerintah Kecamatan Leuwiliang hingga kini belum memperoleh informasi dan keterangan dari Disbudpar Kabupaten Bogor maupun dari pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten apakah Gunung Sodong adalah area yang menyimpan banyak bukti situs bersejarah atau tidak,” papar Daswara.

Masalahnya sambung Camat, jika  pihaknya mengambil langkah tegas melakukan penertiban kepada warga yang selama ini diduga sebagai pelaku Galian C Liar sehingga berdampak pada kerusakan situs, dan ternyata lahan yang dimaksud itu terbukti malah lahan milik pribadi warga, pihaknya yakin warga akan mempertanyakan bukti-bukti otentik yang menyatakan Gunung Sodong sebagai lokasi situs kepurbakalaan.

“Nantinya malah berbalik menimbulkan salah paham, karena warga akan mempertanyakan mana bukti bukti otentiknya termasuk ketetapan payung hukum yang menyatakan Gunung Sodong adalah situs, sekalipun benar, masalah lainnya juga yang muncul,” tegas Camat.

Untuk soal galian C yang diduga liar yang beroperasi di lokasi gunung tersebut lanjut Camat, pihaknya akan menyelidiki apakah warga penggali sudah mengantungi izin galian apa belum. “Jika tak berizin, kami akan memanggil warga dan memberikan sosialisasi agar mereka mau mengurus izinnya resminya,” katanya.

Terkait benar atau tidaknya Gunung Sodong menyimpan sejarah yang terpendam dan belum tergali, sebaiknya pihak berwenang dalam hal ini BPCB Banten dan Disbudpar Kabupaten Bogor melakukan penelitian seperti melakukan eskavasi atau penggalian bukti.

“Sebab meskipun di Bogor Barat banyak terdapat situs sejarah seperti masa Tarumanegara, masa Sunda dan Pajajaran, kan belum tentu tinggalannya berada di semua tempat seperti diantaranya Gunung Sodong. Apalagi jika situs itu berada di lahan milik warga, dimana untuk menetapkan perlindungannya ya tidak bisa begitu saja, sebab lahan warga tersebut harus dibebaskan terlebih oleh pemerintah, barulah setelah itu dilakukan penetapan aturan pelestarian serta perlindungannya,”pungkasnya.

** Arip Ekon

BBPP Batu Ikuti Hari Krida Pertanian Melalui Virtual

0

Malang | Jurnal Inspirasi
Hari Krida Pertanian (HKP) ke-48 jatuh pada Selasa,  21 Juni 2020 menjadi momentum bergesernya pola pertanian tradisional menuju pertanian modern. Pangan menjadi prioritas bagi negara, 267 juta rakyat masih akan terus butuh makan. Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga sosial ekonomi. Dimensi sosial dan ekonomi masyarakat pun turut bersinggungan dengan ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian. Hal ini penting agar masyarakat sadar bahwa pangan tidak boleh berhenti berproduksi.

Mentan pun mengajak para petani dan masyarakat untuk terus membangun optimisme pada pertanian, di mana sektor ini tidak boleh berhenti berproduksi, terutama untuk memenuhi gizi dan pangan di masa pandemi. Menurut SYL, roda pertanian harus terus bergerak demi terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat. Untuk pemenuhan itu, peningkatan produksi menjadi sebuah kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru.

Dalam kaitannya dengan peringatan Hari Krida Pertanian Kepala Badan PPSDMP, Prof Dedi Nursamsi yang dihubungan melalui sambungan telpon mengatakan Hari Krida Pertanian ke 48 harus menjadi momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian modern, dimana inovasi dan teknologi akan menjadi panglimanya. Pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara lama dan berpola tradisional, namun harus berubah menjadi lebih modern.

Kapasitas Sumber Daya manusia terus digenjot agar menjadi insan yang profesional, mandiri dan berdayasaing sehingga terwujud kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Dr. Wasis Sarjono, S.Tp, M.Si mengatakan, Hari Krida Pertanian menjadi momen bagi kita sebagai insan pertanian untuk bersyukur atas hasil yang diperoleh, mengevaluasi, dan menyusun rencana kerja selanjutnya  agar dapat meraih hasil yang lebih baik ke depan.

Sekalipun Hari Krida Pertanian tahun ini menjadi sangat istimewa  karena berkaitan dengan duka yang dialami dunia sebagai akibat pandemi covid-19. Akhirnya kita berharap semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk melawan pandemi covid 19 agar ketersediaan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik.

** T2S/WH

Musdes Desa Sanja Prioritaskan Pembangunan Fisik

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi
Desa Sanja mengadakan musyawarah desa (musdes) lebih awal demi pematangan skala prioritas di bidang pembangunan fisik. Ketua BPD Desa Sanja Unang sebagai penyelenggara kegiatan mengatakan, Musdes Desa Sanja dilakukan lebih awal dari jadwal yang seharusnya mengingat situasi pandemi Covid-19 maka tidak semua RT/RW diundang untuk mengadakan Musdes tersebut.

“Pelaksaan Musdes ini lebih awal sesuai dengan skema untuk melaksanakan Forum Agenda Tahunan yang bertujuan untuk menyusun rencana kerja Pemerintah Desa Sanja tahun 2021, karena situasi sedang [andemi Covid-19 maka yang kami undang dalam Musdes kali ini hanya perwakilan saja, baik dari RT/RW, kader Posyandu, untuk mengusulkan program-program dan kegiatan di wilayah masing-masing,” jelas Unang.

Dalam kegiatan Musdes tersebut dihadiri Kasie Pemerintahan Kecamatan Citeureup, PJS Kepala Desa Sanja, tokoh masyarakat, PKK, Ketua Katar, Babinmas dan Babinsa. “Dalam Musdes kali ini menyusun skala prioritas di bidang pembangunan fisik dari masing-masing wilayah dan dari lembaga-lembaga yang ada di Desa Sanja, kemudian menyusun skala prioritas untuk diusulkan ke tingkat kecamatan yang dibiayai oleh APBD Kabupaten/APBD Provinsi Jabar, “pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mudahkan Pelayanan, PT Trakindo Utama Luncurkan Aplikasi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat CAT, meluncurkan aplikasi Trakindo Customer App (TCA) yang memberikan kemudahan akses informasi terhadap produk dan layanan untuk pelanggannya.

Aplikasi Trakindo Customer App dilengkapi beragam fitur unggul mulai dari status transaksi, permintaan servis, status pengiriman suku cadang, hingga pemantauan operasional alat berat pelanggan. Trakindo Customer App menjadi salah satu perwujudan komitmen Trakindo untuk senantiasa mendukung kemajuan pelanggan.

David Freddynanto, Chief Marketing Officer Trakindo, menjelaskan, “Kami di Trakindo memiliki semangat Advancing You Forward; kami melakukan pengembangan berkelanjutan dengan tujuan berusaha memajukan dan meningkatkan kepuasan pelanggan di berbagai situasi, termasuk di masa transisi menuju kenormalan baru (new normal) seperti saat ini. Setelah melalui berbagai proses riset dan pengembangan, kami berinovasi dan meluncurkan Trakindo Customer App untuk memberikan solusi interaksi bagi pelanggan terhadap layanan unggulan kami. Harapan kami, kemudahan-kemudahan yang dihadirkan Trakindo Customer App dapat terus berkontribusi kepada kesuksesan pelanggan, mulai dari saat ini, ke depan, dan seterusnya.”

Memasuki masa transisi menuju new normal berbagai sektor industri pun kembali menggeliat, tanpa terkecuali pada sektor yang kerap memerlukan alat berat dalam kegiatan operasional. Meskipun begitu, risiko akan penularan virus masih tetap menjadi perhatian sehingga berbagai pembatasan tetap diberlakukan. Trakindo Customer App dapat menjadi solusi karena pelanggan dapat mengakses layanan unggul Trakindo dengan mudah, di mana saja.

Selain itu, Rozy Andrianto, Division Head Construction Industry Marketing Trakindo juga menjelaskan, “Berbagai fitur yang dimiliki Trakindo Customer App didesain untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dalam bertransaksi dengan Trakindo. Aplikasi ini mampu merangkum layanan solusi alat berat Trakindo menjadi terintegrasi dalam satu sistem, sehingga pelanggan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, jelas dan mudah. Sekarang, beragam kemudahan layanan dapat didapatkan pelanggan hanya dengan sentuhan jari,” paparnya.

Aplikasi Trakindo Customer App ini bisa diunduh secara langsung di smartphone pelanggan Trakindo melalui App Store dan Play Store. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur yang didasari oleh kebutuhan pelanggan, mulai dari Profil Pelanggan, Lacak Parts, Permintaan dan Lacak Servis, Fasilitas Open Account & Tagihan, dan terintegrasi juga dengan platform digital Caterpillar.

Ditambahkan David, menu Profil Pelanggan adalah fitur yang digunakan untuk melihat informasi dari alat berat Cat yang dimiliki oleh pelanggan, dengan detil operasional seperti; SMU meter, lokasi alat berat, juga melihat status garansi yang terdaftar dengan mudah, kemudian pada Lacak Parts: fitur yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan suku cadang dengan mudah, serta mengetahui status pengirimannya.

Dilengkapi dengan menu Permintaan & Lacak Servis: fitur yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan permintaan pelayanan teknisi Trakindo, serta mengethaui status lokasi perjalanan teknisi menuju tempat yang dituju. Terakhir, Fasilitas Open Account & Tagihan: fitur yang menampilkan status transaksi dari pelanggan, tempo pembayaran, juga sisa saldo yang dimiliki oleh pelanggan.

Lebih jauh, platform digital Caterpillar yang terintegrasi dengan Trakindo Customer App adalah Cat App: Fleet Management berfungsi melacak lokasi, aktivitas, penggunaan bahan bakar dan informasi lainnya dari alat berat yang dimiliki pelanggan. Cat Inspect berfungsi mengunduh, menyelesaikan inspeksi yang dilengkapi dengan opsi foto, video, dan komentar. Parts.Cat.Com memberikan informasi harga suku cadang, dan melakukan pembelian secara online.

“Fitur yang dimiliki Trakindo Customer App bertujuan memudahkan pelanggan dalam melakukan perencanaan bisnis dan kegiatan operasional. Trakindo Customer App yang dapat mempercepat proses transaksi, meningkatkan respons komunikasi, dan mempermudah akses informasi, merupakan cerminan dari salah satu nilai inti Trakindo, yaitu Continuous Development, dimana Trakindo senantiasa mengembangkan diri dalam memberikan layanan unggul untuk mendukung kemajuan bisnis pelanggan,” tutup David.

Handy Mehonk | **

Bersihkan Sampah Sepanjang Rel, Dinas Lingkungan Hidup Turunkan 70 Armada

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor yang bersinergi dengan Pemerintahan Desa Gunung Putri, dan PT. Indocement membersihkan sampah yang menggunung di jalur rel kereta api yang merupakan perbatasan antara Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Selasa (23/07).

Kades Gunung Putri Damanhuri mengatakan, kegiatan pembersihan sampah di sepanjang jalur rel kereta api yang terletak di RW 03 Desa Gunung Putri tersebut menjadi persoalan serius karena sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Saya apresiasi setelah Bupati Bogor Ade Yasin menyambangi Desa Gunung Putri saat Launching Kampung Tangguh Lodaya mendengarkan keluhan dan langsung menurunkan Dinas Lingkungan Hidup beserta armada untuk membersihkan sampah tersebut, mengingat persoalan sampah ini sudah cukup lama,” katanya.

Ia melanjutkan setelah pembersihan ini jalur sepanjang rel kereta ini akan saya jadikan jalur terbuka hijau dan akan saya bentuk tim satgas lingkungan hidup supaya tidak terjadi hal serupa. “Desa Gunung Putri ini harus maju untuk perubahan yang lebih baik, oleh karena itu melihat kesadaran masyarakat yang masih minim maka saya akan buat Perdes untuk lingkungan di Desa Gunung Putri bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, jadi saya himbau kepada masyarakat bahwa untuk tidak melakukan kebiasaan membuang sampah sembarangan, kita jaga alam alam jaga kita,” ucap Damanhuri.

Senada PLT Kadis DLH Anwar Anggana mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilakukan selama 2 hari kedepan, total armada yang akan kami turunkan sebanyak 70 armada untuk mengangkut sampah-sampah disepanjang rel ini.

“Melihat kondisi sampah yang sangat menumpuk seperti ini tidak akan mungkin dilakukan selama 2 hari, untuk hari ini kami turunkan 30 armada, dan besok kami akan turunkan kembali 40 armada, jika belum selesai maka pekan depan akan kami lakukan pengangkatan lagi, alhamdulilah untuk alat berat ada bantuan dari CSR Indocement, saya harapkan agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk membuang sampah ada tempatnya,” singkat PLT Kadis DLH Kabupaten Bogor, Anwar Anggana.

** Nay Nur’ain

Gunung Kuta Lingkung Dirusak, Achmad Fathoni Geram

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi III Fraksi PKS, Achmad Fathoni geram mendengar pelaporan dari masyarakat adanya pengrusakan alam yang dilakukan oleh salah satu perusahaan produsen semen di Indonesia–PT Indocement Tunggal Prakarsa di kawasan Gunung Kuta Lingkung, Klapanunggal. Kuta Lingkung memang masih berada di kawasan penambangan aktif Indocement. Di bagian barat Tebing Kuta Lingkung terlihat sudah ditambang. Area penambangan bisa terlihat jelas di dekat pintu masuk ke lembah Tebing Kuta Lingkung. Kini, area Tebing Kuta Lingkung sudah ditutup untuk kegiatan pemanjatan tebing.

Dalam tanggapannya, Achmad Fathoni menyampaikan rasa kekecewannya jika ada pihak manapun yang melakukan pengrusakan terhadap alam mengingat saat ini kondisi alam yang diganggu menimbulkan banyak bencana. “Sangat sedih jika melihat alam kita terus dirusak, saya berharap semua pihak belajar dari bencana alam yang sudah sering menimpa wilayah kita, semua karena kerusakan yang dilakukan oleh tangan -tangan jahil manusia,” keluhnya, Selasa (23/07).

Menurutnya, selain bisnis untuk ekonomi, namun harus memikirkan kondisi alam sekitar bukan hanya keuntungan semata, karena nanti yang akan menjadi korbannya adalah masyarakat di lingkungan sekitar bukan pengusaha atau orang-orang yang merusak disana. “Bukankah Allah sudah berfirman, telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar), jelas Achmad Fathoni mengutip Al Quran Surat Al-Rum Ayat 41.

Sebelumnya, Kades Nambo Nanang sudah melakukan penghentian untuk proses pertambangan yang di lakukan PT. Indocemet tersebut setelah tim pencinta alam mendapati kondisi Guwa atau Gunung Kuta Lingkung terdapat alat berat yang hendak mengambil bahan baru kapur di dalamnya.

“Saya hentikan kegiatan pertambangan di Gunung Kuta Lingkung yang dilakukan  oleh PT. Indocement, sebelum persoalan ada titik temu. Saya minta pihak perusahaan agar duduk bersama dengan pemerintahan desa dan tim dari pencinta alam, dan saya pun mendukung agar lokasi tersebut tetap dipertahankan sekalipun pihak perusahaan sudah mengantongi izin untuk melakukan pengolahan dan memanfaatkan hutan di lokasi tersebut,” tandasnya.

Dikutip dari Kompas, para pencinta wisata petualangan–khususnya panjat tebing, menemukan tebing gagah yang nyaris tersembunyi di lembah perbukitan kapur. Tebing itu bernama Kuta Lingkung. Keberadaan Tebing Kuta Lingkung awalnya ditemukan oleh pemanjat tebing senior. M. Yusmaryudi (53) atau akrab disapa Yudi bersama pencinta alam Gembala Bogor pada awal Desember 2019. “Kebetulan suka jalan cari tebing dan goa. Ini nemu aja tebing unik. Lihat tebing ini potensial banget,” kata Yudi

Tebing Kuta Lingkung punya sejumlah keunikan yang berpotensi sebagai area destinasi wisata minat khusus di Jawa Barat. Tidak seperti di beberapa lokasi panjat tebing lain, di sini pemanjat tak perlu khawatir terkena panas matahari secara langsung, karena adanya pepohonan rindang di sekitarnya. Sejauh ini sudah ada 13 jalur pemanjatan yang sudah dirintis oleh Yudi bersama pemanjat tebing lainnnya. Tingkat kesulitan tebing (grade) juga bervariasi dan cocok untuk lokasi latihan untuk pemanjat pemula hingga profesional. “Umumnya gradenya 5+. Ada salah satu nama jalurnya Covid-19 itu gradenya sampai 6A,” tambah Yudi.

Keunikan lain di Tebing Kuta Lingkung yang bisa ditemui adalah sebuah jembatan penghubung antar tebing yang membentuk seperti pintu jika dilihat dari bawah. Keindahan pintu tebing itu makin terlihat saat matahari hampir berada di titik kulminasinya. Sinar matahari masuk dari balik tebing dan membentuk pancaran seperti di Goa Grubug, Gunungkidul, Yogyakarta.

Tebing Kuta Lingkung juga rumah dari flora fauna yang ada di kawasan Karst Klapa Nunggal. Cuitan burung-burung bisa terdengar saat kita sedang asyik memanjat. Di sudut lain Tebing Kuta Lingkung, ada anggrek hutan yang tumbuh. Pepohonan rindang juga membuat suasana semakin teduh. Pemanjat tebing profesional, Fandhi Ahmad yang pernah memanjat di sana mengatakan Tebing Kuta Lingkung cocok untuk tempat berlatih para atlet panjat tebing.

Baginya, Tebing Kuta Lingkung memiliki jalur pemanjatan yang variatif dan tingkat kesulitan yang berbeda. Kelebihan Tebing Kuta Lingkung didukung dari lokasi yang tak jauh dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabobedabek). “Jika dikembangkan sebagai lokasi wisata panjat tebing dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar,” kata Fandhi. “Mungkin banyak tempat manjat tebing di Indonesia, tapi yang indah seperti Kuta Lingkung dan aksesnya tidak jauh dari pusat kota. Itu yang jarang,” lanjutnya.

Anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Jamaluddin pun mengatakan, kawasan karst Klapanunggal memiliki potensi wisata minat khusus seperti telusur goa dan panjat tebing. “Saat ini, minat berkegiatan wisata minat khusus pada kawasan tersebut sangat tinggi, khususnya untuk masyarakat penggiat panjat tebing Jabodetabek, dan sangat berpotensi untuk mendatangkan turis dari daerah lain, maupun mancanegara yang memiliki minat terhadap wisata petualangan,” kata Jamal.

** Nay Nur’ain